Blog

  • Bolehkah Orang Asing Menjadi Direktur Perusahaan atau Pemegang Saham di Indonesia?

    Bolehkah Orang Asing Menjadi Direktur Perusahaan atau Pemegang Saham di Indonesia?

    Indonesia semakin populer sebagai tujuan yang menjanjikan bagi investor asing yang ingin membangun atau memperluas bisnis mereka di Asia Tenggara. Sebagai salah satu negara dengan perekonomian terbesar di kawasan ini, Indonesia menawarkan pasar yang cukup besar, sumber daya alam yang melimpah, dan pertumbuhan kelas menengah. Namun, banyak pengusaha asing menanyakan pertanyaan yang sama sebelum terjun ke pasar Indonesia: Bolehkah orang asing menjadi direktur atau pemegang saham perusahaan di Indonesia?

    Artikel ini memberikan penjelasan komprehensif mengenai kerangka hukum, batasan, dan peluang bagi orang asing yang ingin menjadi direktur atau pemegang saham perusahaan di Indonesia. Kami juga akan menguraikan jenis-jenis perusahaan yang tersedia, peraturan terkait, dan bagaimana keterlibatan asing dapat diatur secara hukum.

    Kerangka Hukum untuk Partisipasi Tenaga Asing

    Struktur Perusahaan di Indonesia

    Di Indonesia, jenis badan hukum yang paling umum adalah:

    1. PT (Perseroan Terbatas) – perseroan terbatas lokal

    2. PT PMA (Penanaman Modal Asing) – perusahaan penanaman modal asing

    Meskipun PT biasa diperuntukkan bagi kepemilikan lokal, PT PMA dirancang untuk mengakomodasi kepemilikan asing. Perusahaan mana pun yang kepemilikan asingnya hanya 1% saja dianggap sebagai PT PMA.

    Hak Kepemilikan Saham Asing

    Berdasarkan hukum Indonesia, orang asing dapat memiliki saham di PT PMA. Namun besaran kepemilikan yang diperbolehkan tergantung pada sektor usaha yang diatur oleh Daftar Investasi Positif dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia. Daftar tersebut menentukan:

    1. Sektor yang terbuka penuh terhadap kepemilikan asing

    2. Sektor dengan persentase kepemilikan asing maksimum (misalnya 67%, 70%, dll.)

    3. Sektor yang sepenuhnya tertutup bagi investasi asing

    Orang asing perlu meninjau daftar ini dengan cermat atau berkonsultasi dengan penasihat lokal untuk memahami seberapa besar perusahaan yang dapat mereka miliki di industri yang mereka inginkan.

    Bolehkah Orang Asing Menjadi Direktur Perusahaan di Indonesia?

    Ya, orang asing boleh menjabat sebagai direktur suatu perusahaan di Indonesia, namun dengan syarat tertentu.

    Peran Kunci dalam Perusahaan

    Setiap perusahaan di Indonesia pasti mempunyai minimal satu direktur dan satu komisaris:

    1. Direktur: Bertanggung jawab atas pengelolaan perusahaan sehari-hari

    2. Komisaris: Mengawasi dewan direksi dan memberikan nasihat mengenai manajemen

    Tidak ada batasan bagi orang asing untuk diangkat menjadi direktur atau komisaris di PT PMA. Namun, dalam praktiknya, peraturan imigrasi dan ketenagakerjaan ikut berperan.

    Izin Kerja Direktur Asing

    Untuk bekerja secara legal di Indonesia, direktur asing harus memperoleh:

    1. Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA)

    2. Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS)

    Hal ini berlaku meskipun direktur asing tersebut berdomisili di luar Indonesia namun menjalankan tugasnya dari jarak jauh. Pihak berwenang mungkin masih memerlukan kepatuhan tergantung pada cakupan keterlibatannya.

    Sebaliknya, direktur atau pemegang saham pasif yang tidak bekerja secara aktif di Indonesia mungkin tidak memerlukan izin kerja namun tetap harus berkonsultasi dengan penasihat hukum untuk memastikan kepatuhan penuh.

    Persyaratan Kepemilikan Saham dan Modal

    Saat mendirikan PT PMA, pemerintah memberlakukan persyaratan modal minimum:

    1. Modal disetor minimum: Rp 10 miliar (sekitar USD 650.000), meskipun hal ini dapat bervariasi berdasarkan industri, hubungi kami untuk informasi lebih lanjut mengenai hal ini.

    2. Pemegang saham asing harus menyuntikkan modal ke dalam bisnis dan mungkin perlu menunjukkan bukti transfernya

    Dalam praktiknya, kebutuhan permodalan dapat dipenuhi secara bertahap, namun harus dicantumkan secara jelas dalam Anggaran Dasar perusahaan dan dilaporkan kepada BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal).

    Mitra Lokal Persyaratan: Apakah Diperlukan?

    Pada industri tertentu, investor asing diharuskan bermitra dengan pemegang saham lokal Indonesia. Hal ini disebabkan adanya batasan kepemilikan asing yang spesifik pada sektor tertentu sebagaimana tercantum dalam Daftar Positif Investasi.

    Apabila kepemilikan 100% tidak diperbolehkan, maka perusahaan harus mengalokasikan persentase saham tertentu kepada pihak lokal. Namun pada sektor yang terbuka penuh, asing bisa memiliki 100% saham perusahaan melalui PT PMA.

    Beberapa investor asing memilih bekerja sama dengan pemegang saham nominee untuk menghindari pembatasan, namun praktik ini memang berisiko secara hukum dan tidak disarankan karena dapat menyebabkan perselisihan atau masalah peraturan.

    Tantangan Umum yang Dihadapi Direksi atau Pemegang Saham Asing

    Warga negara asing mungkin menghadapi tantangan berikut:

    1. Birokrasi yang rumit: Pendaftaran perusahaan dan perolehan lisensi dapat memakan waktu lama tanpa dukungan lokal.

    2. Pembaruan peraturan: Kebijakan investasi dan imigrasi Indonesia dapat berubah, yang dapat berdampak pada operasional.

    3. Hambatan budaya dan bahasa: Praktik bisnis dan gaya komunikasi dapat berbeda secara signifikan.

    Melibatkan penyedia layanan korporat profesional dapat membantu meminimalkan risiko ini dan memastikan kelancaran operasional.

    Rekomendasi bagi Investor Asing

    Jika Anda seorang investor asing yang mempertimbangkan untuk menjadi direktur atau pemegang saham di Indonesia, berikut beberapa tips praktisnya:

    1. Selalu periksa Daftar Investasi Positif untuk sektor Anda

    2. Pilih struktur bisnis yang benar (misalnya PT PMA)

    3. Pahami persyaratan modal dan kepemilikan minimum

    4. Dapatkan izin kerja dan visa yang tepat jika bertindak sebagai direktur

    5. Bermitra dengan penasihat hukum dan perusahaan terpercaya untuk memastikan kepatuhan

    Kesimpulan

    Ya, orang asing bisa menjadi direktur atau pemegang saham perusahaan di Indonesia, khususnya melalui struktur PT PMA. Meskipun negara ini terbuka terhadap investasi asing, terdapat peraturan khusus dan batasan berbasis sektoral yang perlu dipahami. Dengan bimbingan yang tepat, orang asing dapat berhasil mendirikan dan mengelola bisnis di Indonesia.

    Prosesnya mungkin lebih rumit dibandingkan yurisdiksi lain, namun potensi pasar Indonesia menjadikannya usaha yang bermanfaat bagi pengusaha global.

    Di CPT Corporate, kami mengkhususkan diri dalam membantu investor asing untuk menavigasi lanskap hukum dan administratif dalam menjalankan bisnis di Indonesia. CPT Corporate menyediakan perwakilan lokal yang sah, terpercaya, dan profesional bagi orang asing untuk memenuhi peran direktur wajib bila diperlukan. Jika Anda memerlukan bantuan dalam pendirian PT PMA, jabatan direktur nominee, atau kepatuhan berkelanjutan, tim kami siap membantu. Hubungi kami hari ini untuk menyederhanakan perjalanan investasi Anda di Indonesia.

  • Pasar Kripto Goyang Gara-Gara Kebijakan Trump, Ini Aset yang Layak Dipantau

    Pasar Kripto Goyang Gara-Gara Kebijakan Trump, Ini Aset yang Layak Dipantau

    Pasar kripto kembali panas. Bukan karena inovasi baru atau peluncuran token viral, tapi karena keputusan mengejutkan dari Presiden Trump yang kembali membuat dunia keuangan global gonjang-ganjing.

    Setelah mengumumkan kebijakan tarif besar-besaran pekan lalu, gelombang efeknya langsung terasa. Harga Bitcoin sempat anjlok ke bawah $75.000, disusul dengan koreksi tajam pada Ethereum, Solana, dan altcoin lainnya. 

    Namun di balik kepanikan, justru tersimpan peluang besar—terutama bagi kamu yang jeli melihat momentum saat market “diskon besar-besaran”.

    Jadi, aset kripto potensial apa yang layak untuk dikoleksi saat pasar sedang lesu seperti ini?

    1. Bitcoin & Ethereum

    Bitcoin tetap jadi pilihan utama saat pasar goyah. Meski disebut spekulatif, BTC mulai dianggap sebagai “emas digital”. 

    Saat ini nilai pasarnya baru sekitar $1,64 triliun, jauh dari emas yang mencapai $20 triliun — artinya masih ada ruang tumbuh besar. Bahkan ada analis yang memprediksi BTC bisa naik 12–15 kali lipat jika mencapai nilai setara emas.

    Ethereum juga menarik untuk diperhatikan. Sejak transisi ke Proof-of-Stake pada 2022, ETH memiliki potensi inflasi-deflasi yang dinamis. Harganya kini dianggap murah, cocok untuk yang ingin beli saat diskon.

    2. Solana dan Dunia DeFi

    Tahun ini, sektor DeFi (Decentralized Finance) sempat terpuruk. Token seperti Uniswap, Aave, dan Compound turun hampir 50% sejak awal tahun. Tapi sejarah membuktikan, DeFi sering bangkit dengan cepat setelah mengalami koreksi besar.

    Solana, sebagai blockchain yang ramah untuk proyek DeFi, punya banyak potensi. Proyek seperti Raydium (AMM) dan Hyperliquid (perpetual futures) bisa jadi andalan saat pasar mulai stabil. Saat itu terjadi, dana besar kemungkinan kembali mengalir untuk mengejar peluang yield farming dan pinjam-meminjam aset kripto.

    3. EigenLayer & Near

    Saat tren AI mulai meredup, proyek infrastruktur seperti EigenLayer mulai mencuri perhatian. EigenLayer (EIGEN) memungkinkan proyek lain menggunakan keamanan Ethereum tanpa harus membangun jaringan sendiri — efisien dan hemat biaya. Dengan market cap masih di bawah $1 miliar, potensinya masih sangat besar.

    Di sisi lain, Near juga patut dilirik. Blockchain ini dikenal karena skalabilitas dan interoperabilitasnya, cocok untuk mendukung aplikasi-aplikasi kripto masa depan yang menuntut kecepatan dan biaya transaksi rendah.

    Kesimpulan

    Kebijakan Trump memang mengguncang pasar, tapi kondisi ini juga membuka peluang untuk investor yang cermat. Bitcoin, Ethereum, Solana, hingga proyek infrastruktur seperti EigenLayer dan Near adalah beberapa aset yang patut dipertimbangkan.

    Untuk kamu yang ingin mulai mengoleksi aset kripto potensial di tengah koreksi pasar ini, kamu bisa memanfaatkan aplikasi investasi kripto seperti Bittime. Selain menyediakan berbagai aset kripto populer, Bittime juga cocok untuk pemula karena tampilannya user-friendly dan proses transaksinya cepat.

    Ingat, selalu lakukan riset dan kelola risiko dengan bijak sebelum berinvestasi.

  • Semarang Juga Sibuk Mudik, Stasiun Tawang dan Poncol Dipadati Pemudik Kereta Api

    Semarang Juga Sibuk Mudik, Stasiun Tawang dan Poncol Dipadati Pemudik Kereta Api

    497.297 pemudik padati stasiun yang berada di Kota Semarang selama 19 hari masa Angkutan Lebaran 2025

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat pergerakan signifikan penumpang di dua stasiun utama Kota Semarang selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa Semarang tidak hanya menjadi kota transit, tetapi juga merupakan titik keberangkatan dan kedatangan penting bagi masyarakat yang merayakan lebaran di kampung halaman.

    “Kota Semarang yang merupakan Ibukota Provinsi Jawa Tengah bukan hanya kota tujuan bagi para pemudik, tapi juga banyak disinggahi oleh para perantau, sehingga pada saat lebaran juga terjadi pergerakan masyarakat yang akan mudik ke kampung halamannya,” kata Vice President Public Relations KAI, Anne Purba.

    Lebih lanjut Anne mengatakan bahwa selama periode arus mudik yang berlangsung dari tanggal 21 Maret – 1 April 2025 atau H-10 hingga Lebaran hari kedua, tercatat sebanyak 152.288 penumpang berangkat meninggalkan Semarang melalui Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng dan Stasiun Semarang Poncol. Sementara itu, jumlah penumpang yang tiba di Semarang pada periode yang sama mencapai 126.286 orang.

    Anne juga menjelaskan bahwa tren pergerakan penumpang terus berlanjut pada periode arus balik, yaitu dari tanggal 2-8 April atau H+1 hingga H+7 Lebaran. Pada periode ini, KAI mencatat 97.227 penumpang berangkat dari Semarang, dan sebanyak 121.496 penumpang atau 80% dari jumlah pemudik telah kembali tiba di Semarang.

    “Dari data tersebut, selama tujuh hari periode arus balik rata-rata 17.357 penumpang tiba setiap harinya di Kota Semarang. Puncaknya pada Senin, 7 April (H+6 lebaran) sebanyak 20.535 pemudik tiba di Semarang dari dua stasiun. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat yang melakukan mudik dari Semarang telah kembali ke kota ini setelah perayaan lebaran di kampung halaman,” ujar Anne.

    Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng dan Stasiun Semarang Poncol tidak hanya melayani kereta api jarak jauh, tetapi juga melayani perjalanan kereta api jarak dekat dan menengah. Beberapa layanan KA jarak dekat dan menengah yang beroperasi dari Semarang antara lain KA Blora Jaya tujuan Cepu, KA Banyubiru tujuan Solo, KA Kedungsepur tujuan Ngrombo, KA Kaligung tujuan Tegal hingga Brebes, serta kereta api aglomerasi seperti KA Joglosemarkerto yang menghubungkan Semarang dengan Solo, Yogyakarta, Purwokerto, dan Tegal.

    “Kelebihan Semarang sebagai simpul transportasi kereta api yang strategis memungkinkan konektivitas yang baik dengan berbagai kota di Pulau Jawa, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, hingga Jakarta,” imbuhnya.

    Kemudahan aksesibilitas juga menjadi keunggulan di kedua stasiun yang berada di utara Kota Semarang tersebut. Kedua stasiun tersebut terintegrasi dengan halte Bus Trans Semarang yang terletak tidak jauh dari area stasiun. Hal ini memberikan kemudahan bagi penumpang yang membutuhkan angkutan lanjutan untuk mencapai tujuan akhir di sekitar Semarang.

    Semarang memiliki nilai sejarah penting dalam perkembangan perkeretaapian di Indonesia. Jalur kereta api pertama di Indonesia dibangun menghubungkan antara Stasiun Samarang yang berada di Desa Kemijen di Semarang dengan Stasiun Tanggung di Kabupaten Grobogan oleh perusahaan kereta api swasta Belanda, pada 17 Juni 1864 dan mulai beroperasi pada 10 Agustus 1867.

    Selain itu terdapat juga bangunan Lawang Sewu yang dulunya merupakan kantor pusat administrasi perusahaan kereta api swasta Belanda yang beroperasi di Semarang dan kini telah menjadi salah satu lokasi pariwisata ikonik di Semarang.

    “Kepadatan penumpang di dua stasiun yang berada di Kota Semarang menjadi bukti kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api. KAI akan terus beradaptasi dan mendengarkan kebutuhan pelanggan untuk menghadirkan solusi transportasi yang semakin prima, menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat dengan solusi yang aman, nyaman, dan relevan di masa depan,” pungkas Anne.

  • Konten Kelas Pro Tanpa Biaya: 12 Aplikasi Edit Video Gratis Untuk Kreator

    Konten Kelas Pro Tanpa Biaya: 12 Aplikasi Edit Video Gratis Untuk Kreator

    Mau konten makin berkualitas tapi tetap hemat? Ini dia 12 aplikasi edit video gratis yang wajib kamu coba—untuk desktop maupun HP!

    Berkonten di era digital bukan lagi soal ide bagus saja.

    Visual yang rapi, audio yang jernih, dan editing yang menarik bisa jadi pembeda antara konten yang dilirik dan konten yang tenggelam.

    Kabar baiknya, kamu tidak perlu laptop mahal atau software jutaan rupiah untuk mulai berkonten!

    Ada banyak aplikasi gratis—baik di desktop maupun mobile—yang bisa bantu kamu bikin video makin gacor.

    (Tapi, kalau ingin solusi yang lebih praktis, kamu bisa coba gunakan jasa video editor profesional di Sribu!)

    Supaya lebih mudah dipilih, kami akan bagi pembahasan aplikasi ini ke dalam tiga kategori:

    1. Untuk pengguna desktop/laptop

    2. Untuk pengguna mobile, dan

    3. Untuk kamu yang butuh versi berbayar, tapi masih jarang diketahui & tetap worth it!

    Aplikasi Edit Video Gratis untuk Desktop

    1. DaVinci Resolve

    Kalau kamu pernah lihat hasil video dengan tone warna yang keren, bisa jadi video itu diedit pakai DaVinci Resolve.

    Aplikasi ini memang jadi andalan banyak editor profesional, terutama karena fitur color grading-nya yang canggih.

    Walaupun kelihatan rumit di awal, DaVinci tetap ramah untuk pemula selama kamu siap belajar sedikit lebih serius.

    Di dalamnya, kamu akan temukan fitur lengkap mulai dari timeline editing, motion graphic, efek visual, sampai pengaturan audio kelas broadcast.

    DaVinci Resolve cocok banget buat kamu yang ingin mulai serius membangun channel YouTube, membuat konten video promosi, atau berkonten dengan kualitas lebih sinematik.

    2. Shotcut

    Buat kamu yang baru mulai belajar edit video, Shotcut adalah alternatif open-source yang sangat bersahabat.

    Antarmuka (interface)-nya sederhana, tapi tetap memberikan fitur editing yang cukup lengkap, dan mendukung hampir semua format file video tanpa perlu codec tambahan.

    Fitur seperti trimming, filter video, transisi antar klip, sampai keyframe untuk animasi ringan pun tersedia di sini.

    Kamu bisa mengatur audio, color correction, dan export video hingga resolusi 4K.

    Yang menarik, Shotcut tidak memaksakan watermark dan tidak ada fitur penting yang dikunci meski kamu tidak bayar sepeser pun.

    3. Lightworks (Free Version)

    Lightworks sudah digunakan di beberapa proyek film Hollywood—dan versi gratisnya tetap memberikan banyak fitur premium untuk kamu eksplorasi.

    Yang membedakan Lightworks adalah sistem editingnya yang cepat dan responsif.

    Meski terlihat “berat”, aplikasi ini punya fitur multicam editing, color correction, dan berbagai efek transisi berkelas profesional.

    Output di versi gratis memang dibatasi ke resolusi 720p, tapi itu sudah cukup banget buat konten di media sosial!

    Kalau kamu ingin menjelajah ke level produksi video yang lebih tinggi tanpa keluar biaya dulu, Lightworks bisa jadi batu loncatan ideal.

    Aplikasi Edit Video Gratis untuk Mobile

    1. CapCut

    CapCut adalah aplikasi editing favorit para pengguna TikTok—dan bukan tanpa alasan.

    Aplikasi ini memadukan kemudahan pemakaian dengan fitur yang sangat lengkap, termasuk efek transisi, filter, subtitle otomatis, dan keyframe animation.

    Selain itu, CapCut juga mendukung export tanpa watermark di versi gratis!

    Interface-nya sangat intuitif, cocok untuk kamu yang ingin mengedit cepat langsung dari HP tanpa ribet.

    CapCut juga sudah terintegrasi dengan TikTok, jadi kamu bisa langsung upload dari aplikasi tanpa harus pindah-pindah.

    2. VN Video Editor

    Kalau kamu mencari aplikasi mobile yang terasa seperti software desktop, VN Video Editor adalah jawabannya.

    Aplikasi ini menawarkan timeline multi-layer, animasi keyframe, efek transisi sinematik, dan color filter profesional—yang bisa digunakan secara gratis.

    Salah satu keunggulan VN adalah adanya fitur “preset editing” yang memudahkan pemula untuk membuat video terlihat profesional hanya dengan beberapa klik.

    Versi gratisnya pun tidak ada watermark dan tidak dibatasi durasi atau fitur, menjadikannya salah satu aplikasi paling powerful di kategori ini.

    3. InShot

    InShot punya reputasi baik sebagai aplikasi video editor yang simpel, tapi hasilnya tetap kelihatan estetik.

    Fiturnya fokus pada editing cepat: trimming, split, efek visual, pengaturan kecepatan, dan musik latar.

    Aplikasi ini sangat cocok untuk bikin video pendek, slideshow foto, atau reel Instagram yang ingin cepat tayang.

    Ada opsi berbayar untuk menghilangkan watermark, tapi untuk pemakaian standar, versi gratisnya tetap sangat fungsional.

    4. KineMaster

    KineMaster dikenal sebagai aplikasi yang memberikan fitur editing semi-profesional di HP.

    Dengan sistem multi-layer, chroma key (green screen), keyframe animation, serta ratusan template & efek, kamu bisa menghasilkan video berkualitas profesional hanya dari smartphone.

    Meskipun versi gratisnya menampilkan watermark, fitur-fiturnya sudah cukup memadai untuk membuat konten YouTube, reels, bahkan video promosi produk.

    5. Filmora

    Filmora adalah versi mobile dari software editing populer desktop dengan nama yang sama.

    Aplikasi ini menawarkan fitur transisi menarik, speed control, filter kreatif, serta library musik dan sound effect.

    Filmora cocok banget untuk kamu yang ingin hasil video aesthetic tanpa harus banyak utak-atik.

    Fitur drag-and-drop-nya terutama sangat mempermudah proses editing untuk pemula.

    Aplikasi Berbayar Unik Yang Recommended

    1. VSDC Free Video Editor

    Untuk kamu pengguna Windows yang butuh editor ringan namun lengkap, VSDC bisa jadi solusi terbaik.

    Aplikasi ini mendukung color grading, motion tracking, slow motion, dan visual effect yang terbilang lengkap.

    Kelebihannya, VSDC bisa berjalan lancar di laptop/komputer dengan spesifikasi terbatas.

    Meski tampilannya tidak semodern DaVinci, tapi dari sisi performa, VSDC tetap bisa diandalkan untuk proyek editing harian hingga presentasi bisnis.

    2. Powtoon

    Powtoon bukan aplikasi editing konvensional.

    Aplikasi ini adalah platform berbasis cloud untuk membuat video animasi, motion graphic, dan presentasi visual yang interaktif.

    Kalau kamu sering bikin video promosi, explainer video, atau konten pelatihan, Powtoon bisa bantu kamu tampil beda.

    3. Renderforest

    Renderforest adalah platform all-in-one untuk membuat video, desain grafis, hingga logo.

    Khusus untuk video, kamu bisa membuat intro YouTube, slideshow animasi, atau video promosi produk secara otomatis dari template yang tersedia.

    Penutup

    Dengan pilihan aplikasi yang tepat, kamu bisa menghemat waktu, energi, dan biaya—tanpa mengorbankan kualitas konten.

    Tapi kalau kamu ingin hasil yang lebih maksimal tanpa repot, freelancer video editor di Sribu siap bantu editkan konten kamu secara profesional!

    Mulai dari reels Instagram, video promosi produk, sampai konten YouTube, semua bisa #SribuinAja.

    Yuk, waktunya upgrade kualitas konten kamu mulai hari ini!

  • Telkom Indonesia Dorong Etika AI untuk Bangun Kepercayaan Publik

    Telkom Indonesia Dorong Etika AI untuk Bangun Kepercayaan Publik

    Indigo Gelar Webinar Ethical AI, Solusi Tangkal Misinformasi dan Perkuat Ekosistem Digital Inklusif

    Kecerdasan buatan (AI) atau sering disebut sebagai akal imitasi, kini menjadi salah satu pilar utama transformasi digital. Namun, penggunaannya yang semakin masif menimbulkan tantangan serius terkait etika dan transparansi. Indigo, program inkubasi dan akselerasi startup milik Telkom Indonesia, menggelar webinar “Ethical AI: Building Trust in the Age of Artificial Intelligence” sebagai bagian dari Indigo AI Connect Series episode ketiga. Acara ini berfokus pada solusi penerapan AI yang bertanggung jawab guna membangun kepercayaan publik.

    Webinar yang berlangsung secara daring ini menghadirkan para ahli di bidang AI dan regulasi, seperti Prasasti Dewi (Program Director – ICT Watch) dan Nur Anis Hadiyati, ST, ME (Direktur Etika dan Tata Kelola AI – KORIKA). Mereka membahas isu-isu krusial seperti penyebaran misinformasi, deepfake, serta pentingnya transparansi dalam pengambilan keputusan AI. Diskusi ini menjadi jawaban atas meningkatnya kekhawatiran masyarakat terkait privasi data dan dampak negatif AI.

    Prasasti Dewi (Program Director – ICT Watch), menyoroti urgensi regulasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi AI. Menurutnya, regulasi AI harus mampu mengimbangi kecepatan inovasi tanpa mengorbankan perlindungan terhadap hak asasi manusia. “Regulasi AI yang baik harus menciptakan keseimbangan antara mendorong inovasi teknologi dan melindungi privasi serta keamanan masyarakat. Ini adalah fondasi untuk memastikan AI digunakan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujarnya.

    Senior Manager Indigo, Patricia Eugene Gasperz, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem AI yang inklusif. “AI harus dikembangkan secara beretika, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujarnya. Patricia Eugene Gasperz, menjelaskan bahwa pelaku industri, regulator, dan akademisi harus bersinergi untuk memastikan AI relevan, aman, dan adil bagi semua. “Indigo berkomitmen mendukung inovasi AI yang bertanggung jawab, terutama bagi startup di Indonesia Timur, untuk memastikan teknologi ini memberikan dampak positif yang merata,” tambah Patricia Eugene Gasperz.

    Acara ini diikuti lebih dari 350 peserta dari berbagai latar belakang. Mereka mendapatkan wawasan praktis tentang pengelolaan data pribadi dan prinsip AI yang adil. Diskusi ini membantu peserta memahami pentingnya regulasi dan etika dalam AI. Indigo berharap acara ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat. Khususnya di Indonesia Timur, untuk mendorong ekosistem digital yang inklusif.

    Indigo merupakan komitmen Telkom dalam membangun daya saing serta memberdayakan bangsa melalui kolaborasi, pelatihan, dan pengembangan solusi berbasis AI yang berkelanjutan. Melalui program seperti Indigo AIC Series – Beyond Automation, Indigo terus mendorong inovasi teknologi yang inklusif dan bertanggung jawab. Dengan menggandeng pelaku industri, regulator, akademisi, dan komunitas, Indigo optimistis dapat menciptakan dampak positif luas bagi masyarakat, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

  • Telkom Indonesia Dorong Literasi AI untuk Tingkatkan Efisiensi Bisnis

    Telkom Indonesia Dorong Literasi AI untuk Tingkatkan Efisiensi Bisnis

    Indigo Hadirkan Solusi Praktis Pemanfaatan AI untuk Optimalkan Operasional Bisnis

    Minimnya pemahaman teknik prompting menjadi penghalang utama pemanfaatan akal imitasi (AI) di dunia bisnis. Banyak perusahaan gagal mengoptimalkan AI bukan karena keterbatasan teknologi, tetapi akibat lemahnya strategi dalam merancang instruksi yang jelas dan efektif. Padahal, teknik prompting yang tepat dapat meningkatkan efisiensi operasional serta menghasilkan solusi yang lebih relevan bagi kebutuhan industri.

    Untuk menjawab tantangan ini, Telkom Indonesia melalui program Indigo menggelar webinar AI Connect: Mastering Prompting with AI. Acara daring yang berlangsung pada Sabtu (22/3/2025) ini berfokus pada strategi meningkatkan efisiensi bisnis, optimalisasi pemasaran, serta peluang investasi bagi startup AI.

    Grasia Meliolla, AI Expert, menjelaskan bahwa AI bukan sekadar alat bantu, tetapi mitra produktif yang dapat dioptimalkan dengan strategi yang tepat. “Peserta belajar mengotomatiskan tugas rutin, menganalisis data, dan merancang strategi pemasaran yang tajam,” ujarnya. Workshop ini memberikan peserta kesempatan untuk langsung menguji pemanfaatan AI dalam berbagai skenario bisnis nyata.

    Menurut Dito Bagus Prasetio, Software Engineer Ruangguru, banyak orang sering menganggap bahwa membuat prompt hanya melibatkan mengetik perintah sederhana. Padahal, ada struktur dan strategi di baliknya agar AI dapat memahami instruksi dengan lebih akurat. Teknik seperti zero-shot dan chain-of-thought prompting membantu peserta menghasilkan output yang lebih relevan. Dengan metode ini, AI dapat dioptimalkan untuk otomatisasi laporan, analisis data, hingga perancangan strategi pemasaran yang lebih efektif.

    Patricia Eugene Gasperz, Senior Manager Indigo, menegaskan bahwa pemahaman yang kuat terhadap prompting adalah kunci agar AI dapat memberikan nilai tambah yang signifikan bagi bisnis. “AI bukan sekadar alat bantu, tetapi aset strategis yang mampu mendorong efisiensi dan inovasi. Melalui acara ini, kami ingin memastikan bahwa para pelaku bisnis memiliki keterampilan yang tepat dalam memanfaatkan AI untuk mendukung operasional, mengoptimalkan strategi pemasaran, dan mengidentifikasi peluang investasi baru,” jelasnya.

    Peserta tidak hanya memperoleh wawasan teoretis, tetapi juga praktik langsung dalam mengimplementasikan AI. Teknik prompting yang diajarkan membantu mereka mengotomatiskan tugas rutin, menganalisis data secara efisien, serta merancang strategi pemasaran yang lebih tajam. Bagi masyarakat luas, acara ini membuka peluang kolaborasi antara startup AI, korporasi, dan UMKM untuk bersama-sama membangun ekosistem digital yang inklusif.

    Melalui AI Connect: Mastering Prompting with AI, Indigo menunjukkan komitmen Telkom Indonesia dalam membangun daya saing serta memberdayakan bangsa melalui kolaborasi, pelatihan, dan pengembangan solusi berbasis AI yang berkelanjutan. Kedepannya, Indigo akan terus menghadirkan program serupa untuk mendukung literasi digital, memperkuat kapasitas SDM, dan menciptakan ekosistem teknologi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

  • Harga Bitcoin Anjlok ke Bawah $80.000, Tarif Trump Effect Bayangi Pasar Kripto

    Harga Bitcoin Anjlok ke Bawah $80.000, Tarif Trump Effect Bayangi Pasar Kripto

    Jakarta, 8 April 2025 — Harga Bitcoin kembali melemah tajam, turun ke bawah level $80.000 pada Senin (7/4), di tengah gelombang tekanan makroekonomi dan kekhawatiran investor atas kebijakan tarif impor kontroversial dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Koreksi ini terjadi seiring arus keluar modal dari pasar aset berisiko, termasuk kripto, yang mencatat likuidasi lebih dari US$590 juta dalam satu hari.

    Kondisi pasar kripto saat ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap risiko inflasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Kebijakan Trump yang mengusulkan kenaikan tarif impor memicu reaksi negatif dari investor. Pasar menilai kebijakan tersebut berisiko memperparah tekanan harga dan menciptakan ketidakpastian dalam perdagangan global.

    Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan bahwa efek dari retorika politik Trump sudah terasa di pasar keuangan global, termasuk kripto.

    “Kebijakan tarif Trump memicu kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi dan potensi perlambatan ekonomi global. Hal ini diperkuat dengan peringatan dari Ketua The Fed, Jerome Powell, yang menyebut bahwa tekanan inflasi dapat meningkat signifikan jika kebijakan tersebut diterapkan,” ujar Fyqieh.

    Tekanan Jangka Pendek: Dari Pasar Saham ke Kripto

    Koreksi juga melanda pasar saham AS, dengan indeks Nasdaq 100, S&P 500, dan Dow Jones memasuki zona koreksi. Hal ini turut menyeret pasar kripto yang dalam 24 jam terakhir mengalami penurunan nilai pasar sebesar 2,45%, menyisakan kapitalisasi sebesar US$2,59 triliun.

    Sentimen negatif semakin diperparah dengan dominasi posisi short oleh trader kripto. Data menunjukkan bahwa lebih dari 53% trader mengambil posisi bearish terhadap Bitcoin. Rasio long-short BTC menurun ke angka 0,89, mencerminkan ekspektasi bahwa harga Bitcoin masih berpotensi turun dalam waktu dekat.

    Meski demikian, Bitcoin masih mempertahankan dominasi pasar sebesar 62%, yang menunjukkan bahwa aset ini tetap menjadi acuan utama dalam ekosistem kripto di tengah gejolak pasar.

    Apakah Investor Akan Meninggalkan Kripto?

    Dalam situasi pasar yang penuh ketidakpastian, sebagian investor mulai menjauh dari aset berisiko seperti kripto. Hal ini terlihat dari Indeks Ketakutan dan Crypto Fear & Greed Index yang mendekati zona “Fear Extreme”. Tekanan jual yang tinggi serta peningkatan volume posisi put mengindikasikan sentimen pasar yang masih sangat defensif.

    Namun menurut Fyqieh, masih ada ruang untuk optimisme. Ia menilai bahwa tekanan saat ini lebih dipicu oleh faktor eksternal dan bersifat sementara.

    “Investor jangka panjang masih bisa melihat ini sebagai fase konsolidasi sebelum tren baru terbentuk. Apalagi, jika regulasi semakin jelas dan adopsi institusional meningkat, potensi pemulihan jangka menengah tetap terbuka lebar,” katanya.

    Proyeksi Harga Bitcoin ke Depan

    Dalam jangka pendek, Fyqieh memperkirakan Bitcoin akan bergerak dalam pola konsolidasi dengan rentang harga antara $72.000 hingga $81.000. Level support kuat berada di $72.800, sedangkan area resistensi berada di kisaran $84.000. Jika tekanan global terus berlanjut, harga Bitcoin bisa menguji ulang level psikologis $70.000.

    Sebaliknya, jika muncul katalis positif seperti pernyataan dovish dari The Fed atau berita baik dari sisi regulasi dan kepemilikan kripto oleh institusi pemerintah, maka Bitcoin berpotensi melakukan rebound cepat di atas $85.000.

    Untuk proyeksi jangka menengah hingga akhir tahun 2025, harga Bitcoin diperkirakan bisa mencapai kisaran $95.000 hingga $105.000. Dalam skenario optimistis, Bitcoin bahkan bisa kembali menguji level $120.000 hingga $125.000, terutama jika ketegangan geopolitik mereda dan The Fed memangkas suku bunga.

    Meskipun menghadapi tekanan jangka pendek, pasar kripto belum kehilangan daya tariknya. Prospek pemulihan tetap terbuka lebar jika dinamika global berubah ke arah yang lebih kondusif. Dalam kondisi seperti ini, pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada namun juga fleksibel, karena volatilitas tinggi bisa membuka peluang baru di tengah risiko yang ada.

  • Modal 3 Juta Sampai Buka Cabang Di Malaysia : Kisah Rangga Umara dan Komunitas Kuliner Mastery

    Modal 3 Juta Sampai Buka Cabang Di Malaysia : Kisah Rangga Umara dan Komunitas Kuliner Mastery

    Siapa sangka dari lapak 3×3 meter dan modal 3 juta rupiah, Rangga Umara bisa membangun bisnis kuliner yang memiliki lebih dari 100 cabang dan bahkan merambah Malaysia? Kisahnya bukan hanya soal bisnis, tapi tentang mimpi, langkah kecil, dan kekuatan komunitas.

    Langkah Pertama: Dari Mimpi Jadi Aksi

    Tahun 2006 adalah pertama kali Rangga Umara memulai langkah kecilnya. Kala itu ia masih bekerja di stasiun radio di Bandung. Suatu hari, ia melihat rumah makan ayam bakar baru di depan kantornya yang langsung ramai oleh pengunjung. 

    Didorong oleh rasa penasaran, Rangga mengulik bagaimana warung ayam bakar itu begitu populer dalam sekejap. Penelusuran ini membawanya pada pertemuan dengan pemilik rumah makan, Puspo Wardoyo. Dari sana, ia mengetahui kisah awal mula bisnis ayam bakar yang ternyata dimulai dari warung kaki lima di Medan sebelum berhasil membuka cabangnya di seluruh Indonesia.

    Terinspirasi dari kisah Puspo Wardoyo, kali itu pertama kalinya Rangga Umara bermimpi untuk membuka bisnis kulinernya sendiri. Ia rutin menuliskan mimpi-mimpinya dalam sebuah buku kecil yang ia sebut sebagai “Dream Book.” Isinya adalah setiap keinginan dan harapan yang ia miliki dalam hidup.

    Dengan modal 3 juta rupiah, ia menyewa tempat 3×3 meter seharga 250 ribu rupiah per bulan. Dari sepetak warung sederhana di bilangan Pondok Kelapa, Jakarta Timur tersebut, lahirlah Pecel Lele Lela.

    Baru memulai bisnis, tetapi target Rangga tak main-main: ia memiliki tujuan dalam satu tahun mampu membuka 10 cabang dan dalam lima tahun membuka 100 cabang di seluruh Indonesia. 

    Filosofinya sederhana tapi kuat: “Kalau ada kesempatan, mulai aja dulu,” seperti pesan dari almarhum Bob Sadino yang jadi inspirasinya.

    Jatuh Bangun dan Momen Terendah

    Perjalanan bisnis tidak selalu mulus. Rangga sempat terusir dari rumah saat awal merintis bisnis ini. Akan tetapi, ia tidak suka mengenang kegagalan maupun kesuksesan terlalu lama. Kegagalan baginya hanya sebuah siklus yang sementara yang nantinya akan hadir bergiliran dengan kesuksesan.

    “Buat saya, yang namanya gagal itu kalau kita berhenti mencoba. Kalau kita terus mencoba, pada akhirnya kita akan sampai pada tujuan. Kesuksesan hanyalah akumulasi dari kegagalan yang terus kita hadapi,” ungkapnya dalam dokumenter YouTube bersama Sekali Seumur Hidup.

    Dari diskusi bersama coach bisnis ternama Indonesia, Tom McIfle, Rangga menemukan bahwa untuk mewujudkan bisnis yang berhasil kita memerlukan “blueprint”. Blueprint adalah tujuan atau rancangan ke mana arah bisnis akan berkembang. Hal ini menjadi penting agar setiap langkah yang kita ambil akan jelas dan terarah.

    “Saya mungkin mulai bisnis dari 3 juta saja, tapi saya punya blueprint. Saya punya tujuan setahun 10 cabang, 5 tahun 100 cabang, jadi saya tahu harus berbuat seperti apa. Kita harus berani berkhayal. Bisnis sukses yang kita lihat hari ini mulanya juga khayalan. Tapi, menghayal saja tidak cukup. Harus berani melangkah, sekecil apapun.” jelas Rangga penuh semangat.

    Komunitas yang Menyokong Perjalanan

    Dari pengalaman jatuh bangun itu, lahirlah Kuliner Mastery—sebuah komunitas pelaku bisnis kuliner yang kini memiliki lebih dari 2.400 member di seluruh Indonesia.

    Komunitas ini hadir sebagai teman seperjalanan untuk pelaku bisnis kuliner Indonesia, karena menurut Rangga, “Perjalanan bisnis kuliner itu panjang dan sepi. Kalau sendirian, rasanya seperti uji nyali, seram dan sendirian,” jelasnya.

    Berbagai cerita sukses pun lahir dari komunitas ini. Rozak, misalnya, dari yang awalnya hanya memiliki 5 karyawan kini memiliki 80 karyawan dan 3 cabang rumah makan setelah bergabung dengan Kuliner Mastery.

    Ada pula Pegi, pemilik Pawon Sambal Kenthir. Setelah sempat ragu berkali-kali untuk membuka bisnis kulinernya, Pegi akhirnya memberanikan diri untuk memulai langkahnya setelah diyakinkan oleh Rangga Umara dan member Kuliner Mastery lainnya.

    Belum habis ragunya, ketika H-1 Grand Opening, seketika seluruh karyawannya memutuskan untuk resign mengikuti jejak manajer restoran yang keluar dari restoran. Akan tetapi, berkat dukungan Rangga Umara dan komunitas, ia tetap melaksanakan Grand Opening tersebut. Member Kuliner Mastery secara solid mengirimkan bantuan pinjaman karyawan bahkan turun tangan secara langsung langsung untuk membantu Pegi dalam acara Grand Opening-nya.

    Komunitas ini, bagi Rangga, adalah ruang untuk tumbuh dan menginspirasi satu sama lain. Bukan sekadar tempat bertanya, tapi tempat berbagi solusi nyata.

    “Rezeki itu nggak akan tertukar. Yang penting kita punya tujuan masing-masing. Justru dengan berbagi, kita tumbuh bareng. Siapa teman seperjalanan kita hari ini akan menentukan kita ada di mana lima tahun lagi.” jelasnya.

    Itulah mengapa Rangga terus membuka diri, belajar dari mereka yang lebih hebat, dan berbagi kepada mereka yang baru melangkah. Karena dalam hidup, kita semua sedang dalam perjalanan. Dan perjalanan itu akan lebih ringan jika dijalani bersama.

    Dari Mangga Besar ke Malaysia

    Kesuksesan Lele Lela tidak berhenti di Indonesia. Suatu hari, rombongan golfer dari Malaysia mencoba Lele Lela di salah satu cabang di Mangga Besar. Tak disangka, rombongan ini menyukai produk Lele Lela dan menawarkan pembukaan cabang di negeri jiran.

    Rangga tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Berkat kesempatan tersebut, kini Lele Lela telah memiliki 6 cabang di Malaysia. Salah satu cabangnya bahkan diresmikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia. Ini menjadi bukti bahwa kuliner Indonesia punya potensi untuk mendunia, meskipun sekadar “pecel lele” yang seringkali dianggap sebagai makanan kaki lima.

    “Dulu waktu saya bilang mau bawa pecel lele ke dunia, orang ketawa. Sekarang? Tawaran buka di Mekah, Jeddah, Thailand, sampai Vietnam udah mulai berdatangan. Kayaknya jalan ke internasional mulai kelihatan,” ungkapnya.

    Perjalanan bisnis yang naik turun Rangga lihat sebagai tantangan. Tantangan terasa sulit hanya karena kita tidak terbiasa dan tidak tahu cara menghadapinya, kuncinya adalah terus menghadapi tantangan yang datang. Bagi Rangga, sukses adalah tentang komitmen, bukan sekadar passion. Suka tidak suka, kita tetap harus menjalaninya.

    Kegigihan Rangga Umara ini membawanya menjadi salah satu dari 11 Tokoh Inspirator Indonesia oleh Beritasatu bersama tokoh inspiratif lainnya. Dari Dream Book ke Dunia, Rangga Umara menunjukkan bahwa mimpi besar bisa dimulai dari langkah kecil. Yang penting: mulai dulu, sisanya kita lewati bersama.

  • Telkom Indonesia Dukung Ramadan Tech-Talk di Makassar untuk Percepat Transformasi Digital

    Telkom Indonesia Dukung Ramadan Tech-Talk di Makassar untuk Percepat Transformasi Digital

    Telkom Indonesia Dukung Ramadan Tech-Talk di Makassar untuk Percepat Transformasi Digital

    Transformasi digital di Indonesia terus berkembang pesat, namun kesenjangan akses dan pemahaman teknologi masih menjadi tantangan besar, terutama di kalangan masyarakat umum maupun talenta digital lokal. Untuk menjawab tantangan ini, Telkom Indonesia melalui program inkubasi dan akselerasi startup, Indigo, mengambil langkah nyata dengan mendukung program Ramadan Tech-Talk. Acara ini diselenggarakan oleh Google Developer Group on Campus Universitas Negeri Makassar (GDGoC UNM), berlangsung selama 14 hari di IndigoHub Makassar dan menghadirkan 23 topik menarik seputar teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), pengembangan aplikasi, hingga desain UI/UX.

    Program Ramadan Tech-Talk dirancang untuk memberikan wawasan praktis kepada peserta lintas disiplin ilmu. Peserta tidak hanya berasal dari jurusan teknik, tetapi juga dari bidang lain seperti psikologi hingga bahasa Arab. Hal ini menunjukkan bahwa minat terhadap teknologi semakin meluas, dan mencakup berbagai lapisan masyarakat. Kolaborasi lintas disiplin ini menjadi salah satu nilai unik dari acara ini.

    Lead GDGoC UNM, Rafika Hutami Putri, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Indigo. Menurutnya, program ini tidak hanya menjadi wadah pembelajaran teknologi bagi anggota GDGoC UNM. Tetapi program ini juga membuka peluang jejaring dengan komunitas teknologi lain yang sangat berharga untuk pengembangan talenta digital lokal.

    ” />

    Sunarti M.R., Business and Community Lead IndigoHub Makassar, menegaskan komitmen IndigoHub dalam memperkuat ekosistem teknologi lokal. “Indigo tidak hanya menyediakan fasilitas, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi bagi talenta digital untuk berkembang,” ujarnya. “Melalui program seperti Ramadan Tech-Talk , kami ingin memastikan bahwa inovasi teknologi dapat dirasakan oleh semua kalangan.” tutupnya.

    Patricia Eugene Gasperz, Senior Manager Program Indigo, menegaskan bahwa program seperti Ramadan Tech-Talk menjadi langkah strategis dalam mengakselerasi pemanfaatan teknologi di kalangan masyarakat. “Indigo berkomitmen untuk mendukung talenta digital lokal dengan menyediakan akses ke pelatihan dan jejaring yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Melalui topik-topik seperti AI, pengembangan aplikasi, dan UI/UX, kami ingin memastikan peserta memiliki keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan.” ujarnya.

    ” />

    Manfaat acara ini tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi juga oleh masyarakat secara keseluruhan. Melalui topik seperti AI, pengembangan aplikasi, dan UI/UX, peserta memperoleh keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan. Kolaborasi antara Indigo dan komunitas lokal juga membuka peluang bagi solusi teknologi inovatif untuk menjawab tantangan sosial dan ekonomi di Indonesia.

    Ke depannya, Indigo berharap dapat terus mendukung inisiatif serupa guna memperluas akses pembelajaran teknologi bagi talenta digital di berbagai daerah. Melalui sinergi dengan komunitas lokal, akademisi, dan industri, Indigo bertekad untuk menciptakan ekosistem teknologi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan program seperti Ramadan Tech-Talk, Indigo ingin memastikan bahwa transformasi digital dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, sehingga teknologi menjadi alat untuk meningkatkan kualitas hidup bangsa.

  • Telkom Indonesia Dorong Transformasi Digital Inklusif Melalui Forum AI Connecting The Dots di Bandung

    Telkom Indonesia Dorong Transformasi Digital Inklusif Melalui Forum AI Connecting The Dots di Bandung

    Indigo Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Adopsi AI dalam Bisnis, Kesehatan, dan Pelestarian Budaya

    Pesatnya perkembangan AI di Indonesia membuka peluang besar bagi industri dan ekonomi digital. Namun, tantangan dalam literasi digital, regulasi, dan kesiapan tenaga kerja masih menjadi hambatan utama dalam adopsinya. Jika tidak segera diatasi, kesenjangan teknologi dapat semakin melebar dan menghambat inovasi. Untuk memastikan AI berdampak luas dan inklusif, diperlukan strategi komprehensif dan kolaborasi lintas sektor.

    Menjawab tantangan ini, Telkom Indonesia melalui program Indigo menginisiasi forum AI Connecting The Dots di Bandung. Forum ini menjadi sarana bagi pemangku kepentingan lintas sektor untuk mengeksplorasi peran AI dalam menghubungkan data, industri, dan komunitas. Sebagai bagian dari Indigo AIC Series – Beyond Automation, acara ini bertujuan mempercepat adopsi AI dalam bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, serta membuka peluang inovasi bagi startup dan perusahaan berbasis AI.

    Dalam forum ini, Lusyana Sunardi, Expert Business Analyst di BigBox, menjelaskan bahwa Generative AI telah menjadi pendorong utama transformasi bisnis, terutama dalam otomatisasi operasional dan analitik prediktif. Ia menyebutkan bahwa saat ini 60% adopsi AI di industri berasal dari teknologi ini. Sementara itu, Awwal Mulyana dari Bio Farma menyoroti bagaimana AI berkontribusi dalam pemantauan uji klinis obat secara lebih presisi dan efisien. Teknologi ini dinilai mampu mempercepat riset medis, namun regulasi dan kesiapan tenaga kerja tetap menjadi tantangan yang harus diatasi agar AI dapat diterapkan secara optimal di sektor kesehatan.

    Dalam diskusi ini, Marchel Andrian Shevchenko membahas bagaimana AI dapat berkontribusi dalam pelestarian budaya dengan aksara lokal berbasis AI. Menariknya, lebih dari 60% penggunanya berasal dari luar negeri, menunjukkan tingginya minat global terhadap budaya Indonesia. Selain itu, ia juga mengembangkan BioBot, sebuah AI yang membantu merekomendasikan obat untuk layanan kesehatan, memperlihatkan bagaimana teknologi dapat diterapkan di berbagai sektor. “Keamanan AI akan menjadi tantangan terbesar ke depan,” ujarnya. Marchel menekankan pentingnya regulasi dan etika agar AI tidak hanya inovatif, tetapi juga bermanfaat secara luas.

    Forum ini memberikan manfaat nyata bagi berbagai sektor, terutama UMKM yang kini dapat memanfaatkan AI untuk analitik data pelanggan dan strategi pemasaran. Di sektor kesehatan, AI membantu meningkatkan presisi layanan, termasuk dalam pemantauan uji klinis. Selain itu, penerapan aksara lokal berbasis AI juga membuka peluang bagi pelestarian budaya Indonesia di kancah global. Peserta forum mendapatkan wawasan mendalam tentang pengolahan data besar dan optimalisasi energi, yang semakin relevan dalam era digital. Workshop interaktif dan sesi networking menjadi ajang bagi pelaku industri untuk berkolaborasi dan mengembangkan solusi berbasis AI yang lebih inovatif.

    AI bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi harus menjadi alat pemberdayaan bagi industri dan masyarakat. Potensi AI sangat besar, tetapi manfaatnya harus dapat dirasakan secara luas dan merata,” ujar Patricia Eugene Gasperz, Senior Manager Indigo. Ia menjelaskan bahwa Indigo berperan aktif dalam akselerasi AI melalui program inkubasi startup, pendampingan UMKM, dan kemitraan dengan berbagai institusi. “Kami ingin memastikan AI tidak hanya meningkatkan efisiensi bisnis, tetapi juga menciptakan dampak positif di sektor publik, pendidikan, dan ekonomi digital nasional,” tambahnya.

    AI Connecting The Dots merupakan wujud komitmen Telkom dalam membangun daya saing serta memberdayakan bangsa melalui kolaborasi, pelatihan, dan pengembangan solusi berbasis AI yang berkelanjutan. Melalui program Indigo, Telkom terus mendukung adopsi AI di berbagai sektor, mulai dari industri, UMKM, hingga pelestarian budaya. Dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor, Telkom berharap AI dapat menjadi katalisator inovasi yang memberikan dampak luas bagi ekonomi digital nasional dan mendorong Indonesia bersaing di tingkat global.