Blog

  • Hikmah Tadarus Al-Qur’an Selama Bulan Ramadhan

    Hikmah Tadarus Al-Qur’an Selama Bulan Ramadhan

    1. Mendapat pahala berlipat ganda

    Ramadhan adalah bulan turunnya Al-Qur’an. Setiap huruf yang dibaca bernilai pahala, dan di bulan ini ganjarannya dilipatgandakan.

    2. Mendekatkan diri kepada Allah

    Tadarus membuat hati lebih tenang, lembut, dan merasa lebih dekat dengan Allah.

    3. Membersihkan hati dan pikiran

    Membaca serta memahami Al-Qur’an membantu menjauhi perbuatan buruk dan memperbaiki akhlak.

    4. Menambah ilmu dan pemahaman agama

    Tadarus bukan hanya membaca, tapi juga memahami makna ayat sehingga iman semakin kuat.

    5. Melatih konsistensi ibadah

    Dilakukan rutin setiap hari, tadarus membentuk kebiasaan baik yang bisa dilanjutkan setelah Ramadhan.

    6. Mendapat ketenangan jiwa

    Al-Qur’an adalah petunjuk dan penyejuk hati. Membacanya membuat hati lebih damai dan sabar.

    7. Mempererat ukhuwah (persaudaraan)

    Tadarus bersama di masjid atau rumah menciptakan kebersamaan dan memperkuat silaturahmi.

    Kesimpulan:

    Tadarus di bulan Ramadhan bukan sekadar membaca, tetapi menjadi sarana memperbaiki diri, menambah pahala, dan meningkatkan kualitas iman agar menjadi pribadi yang lebih baik.

  • TIPS MEMILIH MENU BERBUKA PUASA YANG SEHAT

    TIPS MEMILIH MENU BERBUKA PUASA YANG SEHAT

     Panduan Menu Berbuka yang Seimbang dan Bergizi

    Berbuka puasa adalah momen yang dinanti. Namun, memilih menu yang tepat sangat penting agar tubuh tidak kaget setelah seharian berpuasa.

     1. Awali dengan yang Manis Alami

    Kurma dan air putih adalah pilihan terbaik. Kandungan gula alami membantu mengembalikan energi dengan cepat.

     2. Hindari Makan Berlebihan

    Makan terlalu banyak sekaligus dapat membuat perut kembung dan mengantuk.

     3. Pilih Karbohidrat Sehat

    Nasi merah, kentang rebus, atau roti gandum lebih baik dibanding makanan olahan berlemak tinggi.

     4. Tambahkan Sayur dan Protein

    Sayuran membantu pencernaan, sedangkan protein membantu pemulihan energi.

    Menu berbuka yang sehat akan membantu tubuh kembali bertenaga tanpa rasa berat.

    Cara Cerdas Menentukan Menu Berbuka Puasa

    Setelah menahan lapar dan haus seharian, banyak orang tergoda menyantap apa saja saat berbuka. Padahal, pilihan makanan sangat berpengaruh pada kesehatan.

    Mulai Secara Bertahap

    Berbuka dengan air putih dan kurma, beri jeda sebelum makan utama agar sistem pencernaan beradaptasi.

    Batasi Minuman Manis Berlebihan

    Sirup dan minuman tinggi gula boleh saja, tetapi jangan berlebihan karena dapat menyebabkan lonjakan gula darah.

    Kurangi Makanan Berminyak

    Makanan berminyak dapat memicu gangguan lambung dan rasa tidak nyaman.

    Perhatikan Porsi

    Makan secukupnya lebih baik daripada berlebihan. Prinsip seimbang adalah kunci kesehatan.

    Berbuka puasa yang sehat bukan berarti tidak enak, tetapi tentang memilih dengan bijak demi tubuh yang tetap kuat selama Ramadhan.

  • TIPS TETAP BUGAR SAAT PUASA RAMADHAN

    TIPS TETAP BUGAR SAAT PUASA RAMADHAN

    Strategi Menjaga Energi Selama Berpuasa

    Puasa Ramadhan bukan alasan untuk bermalas-malasan. Dengan pola hidup yang tepat, tubuh tetap bisa bugar dan produktif sepanjang hari. Kuncinya ada pada pengaturan pola makan, istirahat, dan aktivitas fisik.

    1. Jangan Lewatkan Sahur

    Sahur adalah sumber energi utama selama puasa. Pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, atau oatmeal agar energi tahan lama.

    2. Perbanyak Protein dan Serat

    Protein (telur, ayam, tahu, tempe) membantu menjaga massa otot. Serat dari sayur dan buah membuat kenyang lebih lama dan menjaga pencernaan.

    3. Cukupi Kebutuhan Cairan

    Minum air putih minimal 6–8 gelas antara berbuka hingga sahur dengan pola bertahap (2-4-2: 2 gelas saat berbuka, 4 malam hari, 2 saat sahur).

    4. Tetap Bergerak

    Olahraga ringan seperti jalan santai atau stretching 30 menit sebelum berbuka membantu tubuh tetap segar.

    5. Tidur yang Cukup

    Atur waktu tidur agar tidak begadang berlebihan. Kurang tidur dapat membuat tubuh lemas dan sulit fokus.

    Dengan manajemen yang baik, puasa justru bisa membuat tubuh lebih sehat dan terkontrol.

    Rahasia Tetap Produktif dan Fit di Bulan Ramadhan

    Banyak orang merasa cepat lelah saat puasa. Padahal, rasa lemas sering kali disebabkan pola makan dan gaya hidup yang kurang tepat.

    Perhatikan Pola Makan

    Hindari makanan terlalu manis saat sahur karena bisa membuat gula darah cepat naik lalu turun drastis. Pilih makanan seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, dan serat.

    Hindari Gorengan Berlebihan

    Gorengan memang menggoda saat berbuka, tetapi konsumsi berlebihan bisa membuat perut tidak nyaman dan tubuh terasa berat.

    Atur Waktu Aktivitas

    Lakukan pekerjaan berat di pagi hari saat energi masih stabil. Gunakan sore hari untuk aktivitas ringan.

    Kelola Stres

    Emosi yang tidak terkontrol bisa menguras energi. Latih kesabaran dan perbanyak dzikir agar hati lebih tenang.

    Puasa bukan penghalang untuk tetap aktif. Dengan pola hidup sehat, tubuh akan tetap fit hingga akhir Ramadhan.

  • Ramadhan: Sekolah Kehidupan yang Datang Setahun Sekali

    Ramadhan: Sekolah Kehidupan yang Datang Setahun Sekali

    Ramadhan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga sekolah kehidupan yang hadir setahun sekali untuk membentuk karakter manusia. Selama 30 hari, umat Islam dididik untuk belajar tentang kesabaran, keikhlasan, pengendalian diri, dan kepedulian sosial.

    Di bulan inilah kita diuji, bukan hanya oleh rasa lapar dan haus, tetapi juga oleh kemampuan menjaga hati dan lisan. Sebab esensi puasa bukan sekadar menahan makan dan minum, melainkan menahan diri dari segala hal yang dapat merusak nilai ibadah itu sendiri.

    Ramadhan dan Pembentukan Karakter.

    Setiap aktivitas di bulan Ramadhan mengandung pelajaran berharga. Bangun sahur melatih disiplin. Menahan amarah melatih pengendalian emosi. Berbagi takjil melatih kepedulian. Semua ini adalah latihan karakter yang sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari.

    Jika selama Ramadhan seseorang mampu menahan diri dari hal-hal yang sebenarnya halal (seperti makan dan minum), maka seharusnya setelah Ramadhan ia lebih mampu meninggalkan hal-hal yang jelas dilarang.

    Bulan Kebersamaan dan Kepedulian.

    Ramadhan juga menghadirkan suasana kebersamaan yang berbeda. Keluarga berkumpul saat sahur dan berbuka. Masjid menjadi lebih ramai dengan shalat tarawih dan tadarus Al-Qur’an. Masyarakat saling berbagi makanan dan sedekah kepada yang membutuhkan.

    Nilai sosial inilah yang menjadikan Ramadhan istimewa. Ia bukan hanya menguatkan hubungan vertikal dengan Allah SWT, tetapi juga mempererat hubungan horizontal antar sesama manusia.

    Momentum Evaluasi Diri.

    Ramadhan seharusnya menjadi waktu terbaik untuk mengevaluasi diri. Apakah selama ini kita sudah menjaga shalat dengan baik? Sudahkah kita berbakti kepada orang tua? Sudahkah kita menjaga lisan dari perkataan yang menyakiti?

    Bulan suci ini memberikan ruang untuk memperbaiki kekurangan dan memperbanyak amal kebaikan. Setiap malam adalah kesempatan untuk berdoa. Setiap hari adalah peluang untuk berubah.

    Setelah Ramadhan Berakhir.

    Tantangan terbesar bukanlah menjalani Ramadhan, tetapi mempertahankan semangatnya setelah bulan suci itu berlalu. Banyak orang yang rajin beribadah saat Ramadhan, namun kembali lalai setelahnya.

    Padahal, keberhasilan Ramadhan bukan diukur dari meriahnya suasana, melainkan dari perubahan yang bertahan lama. Jika hati menjadi lebih lembut, ibadah lebih terjaga, dan akhlak lebih baik, maka itulah tanda Ramadhan benar-benar bermakna.

    Penutup.

    Ramadhan adalah hadiah istimewa dari Allah SWT. Ia datang membawa rahmat, ampunan, dan kesempatan kedua bagi siapa saja yang ingin berubah. Jangan biarkan bulan ini berlalu tanpa meninggalkan jejak kebaikan dalam diri.

    Semoga Ramadhan menjadikan kita pribadi yang lebih matang, lebih sabar, dan lebih peduli terhadap sesama.

  • Ramadhan: Bulan Suci, Bulan Transformasi Diri.

    Ramadhan: Bulan Suci, Bulan Transformasi Diri.

    Ramadhan adalah bulan yang paling dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia. Ia bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi tentang perjalanan spiritual yang mendalam. Selama satu bulan penuh, setiap Muslim diberi kesempatan untuk membersihkan hati, memperbaiki diri, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.

    Ramadhan adalah bulan ke-9 dalam kalender Hijriyah dan menjadi bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup bagi manusia. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:

    “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

    Tujuan utama puasa bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi untuk mencapai derajat takwa, yaitu kesadaran penuh bahwa Allah selalu mengawasi setiap perbuatan kita.

    1. Hakikat dan Makna Puasa

    Secara bahasa, puasa berarti menahan diri. Secara istilah, puasa adalah menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat karena Allah SWT.

    Namun hakikat puasa jauh lebih luas. Puasa mengajarkan:

    Kesabaran dalam menghadapi rasa lapar, haus, dan emosi.

    Kejujuran, karena tidak ada yang tahu apakah seseorang benar-benar berpuasa selain dirinya dan Allah.

    Pengendalian diri, terutama dari perkataan buruk, marah, dan perbuatan sia-sia.

    Rasulullah SAW bersabda bahwa banyak orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan haus. Artinya, puasa harus disertai dengan menjaga sikap dan perilaku.

    2. Keutamaan Bulan Ramadhan

    Ramadhan memiliki banyak keistimewaan yang tidak dimiliki bulan lainnya.

    a. Bulan Diturunkannya Al-Qur’an

    Ramadhan adalah bulan turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an selama bulan ini.

    b. Pintu Ampunan Dibuka

    Di bulan Ramadhan, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Ini menunjukkan bahwa Ramadhan adalah momentum terbaik untuk memperbaiki diri dan memohon ampunan atas dosa-dosa yang lalu.

    c. Lailatul Qadar

    Di dalam Ramadhan terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Malam ini penuh keberkahan dan pahala yang sangat besar. Siapa yang beribadah dengan penuh keimanan pada malam tersebut, maka dosa-dosanya yang lalu akan diampuni.

    3. Ibadah-Ibadah di Bulan Ramadhan

    Ramadhan bukan hanya tentang puasa. Banyak ibadah lain yang dianjurkan untuk dilakukan, di antaranya:

    a. Shalat Tarawih

    Shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari di bulan Ramadhan. Ibadah ini menjadi ciri khas Ramadhan dan sarana untuk menambah pahala.

    b. Tadarus Al-Qur’an

    Ramadhan sering disebut sebagai “bulan Al-Qur’an”. Membaca dan memahami Al-Qur’an menjadi amalan utama di bulan ini.

    c. Sedekah dan Berbagi

    Memberi makan orang yang berbuka puasa memiliki pahala besar. Ramadhan mengajarkan kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada yang membutuhkan.

    d. I’tikaf

    Berdiam diri di masjid pada sepuluh hari terakhir Ramadhan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mencari Lailatul Qadar.

    4. Hikmah dan Manfaat Ramadhan

    Ramadhan membawa banyak hikmah, baik secara spiritual maupun sosial.

    a. Meningkatkan Ketakwaan

    Tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa, yaitu pribadi yang selalu menjaga diri dari perbuatan dosa.

    b. Melatih Disiplin dan Manajemen Waktu

    Bangun sahur, berbuka tepat waktu, dan menjaga jadwal ibadah melatih kita untuk hidup lebih teratur.

    c. Menumbuhkan Empati Sosial

    Dengan merasakan lapar dan haus, kita belajar memahami penderitaan orang-orang yang kekurangan.

    d. Menyehatkan Tubuh

    Secara medis, puasa yang dilakukan dengan benar dapat membantu proses detoksifikasi tubuh dan mengistirahatkan sistem pencernaan.

    5. Hal yang Membatalkan dan Mengurangi Pahala Puasa

    Beberapa hal yang membatalkan puasa antara lain:

    Makan dan minum dengan sengaja

    Muntah dengan sengaja

    Haid atau nifas

    Perbuatan lain yang termasuk pembatal puasa menurut syariat

    Selain itu, ada juga perbuatan yang tidak membatalkan puasa tetapi dapat mengurangi pahala, seperti:

    Berkata kasar

    Berbohong

    Menggunjing (ghibah)

    Marah berlebihan

    Karena itu, menjaga akhlak sama pentingnya dengan menahan lapar dan haus.

    6. Ramadhan sebagai Momentum Perubahan

    Ramadhan seharusnya menjadi titik awal perubahan. Kebiasaan baik yang dibangun selama satu bulan—seperti rajin shalat, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah—hendaknya terus dipertahankan setelah Ramadhan berakhir.

    Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi sarana transformasi diri. Jika setelah Ramadhan kita menjadi lebih baik dari sebelumnya, maka itulah tanda bahwa puasa kita berhasil.

    Penutup

    Ramadhan adalah bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Ia adalah kesempatan emas yang belum tentu kita temui lagi di tahun depan. Oleh karena itu, mari manfaatkan setiap detik di bulan suci ini untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki akhlak, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Semoga Ramadhan menjadikan kita pribadi yang lebih sabar, lebih bersyukur, dan lebih bertakwa.

  • Kolaborasi Telkom AI Connect, BSI, dan Dispora Dorong Transformasi Digital UMKM Banda Aceh

    Kolaborasi Telkom AI Connect, BSI, dan Dispora Dorong Transformasi Digital UMKM Banda Aceh

    Melalui kolaborasi dengan Dispora Banda Aceh, Telkom AI Connect dan Bank Syariah Indonesia melatih 160 UMKM untuk beradaptasi dengan era digital. Pelatihan mencakup branding, digital marketing, hingga pemanfaatan AI untuk memperluas jangkauan pasar.

    Banda Aceh, 1 November  2025. Sebanyak 160 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banda Aceh mengikuti Workshop Transformasi Digital yang digelar selama dua hari di Gedung Landmark Bank Syariah Indonesia (BSI), Banda Aceh. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Telkom Indonesia, Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Dispora Banda Aceh, sebagai bagian dari program Market JUARA (Jaringan Usaha dan Aneka Kreatif Pemuda).

    Workshop dibuka resmi oleh Asisten I Wali Kota Banda Aceh, Bachtiar, S.Sos., M.Si., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya penguasaan teknologi bagi pelaku usaha lokal agar tetap relevan dan kompetitif di era digital.

    “Pemerintah kota berkomitmen untuk terus mendukung UMKM agar mampu beradaptasi dengan teknologi. Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan,” ujar Bachtiar.

    Fokus pada Digitalisasi Bisnis dan Branding

    Peserta yang berasal dari berbagai sektor mulai dari kuliner, F&B, craft, hingga fashion dibimbing untuk memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) secara online serta mendapatkan informasi terkait sertifikasi halal bagi produk makanan dan minuman.

    Selama dua hari pelaksanaan (23–24 Oktober 2025), peserta terbagi ke dalam empat kelas pelatihan yang difasilitasi oleh Telkom AI Connect Aceh dan UMKM Center BSI. Materi utama meliputi pembuatan Business Model Canvas (BMC) serta penggunaan tools digital dan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memperluas jangkauan pasar, tidak hanya di Banda Aceh, tetapi juga ke berbagai wilayah di Indonesia.

    “Branding dan marketing digital bukan hal baru, tetapi konsistensi adalah kuncinya. Tanpa itu, algoritma platform sulit mengenali bisnis kita dan menjangkau calon pelanggan baru,” jelas Jurnalis JH, Business and Community Lead Telkom AI Connect Aceh.

    Dibimbing oleh Pemateri Muda Berprestasi

    Empat pemateri dihadirkan dalam kegiatan ini, yaitu Afri Yordan (CEO PosSaku) dan Muharrir (CTO PosSaku), dua founder startup asal Aceh yang kini telah memiliki pengguna di berbagai kota di Indonesia. Sementara dua pemateri lainnya, Ardian dan Ichsan dari Politeknik Aceh, merupakan pengajar bersertifikasi Digital Entrepreneur Academy (DEA) dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

    Keempat pemateri ini memberikan pembekalan seputar desain model bisnis, strategi pemasaran digital, serta cara memanfaatkan teknologi AI untuk membuat konten branding yang efisien, menarik, dan terjadwal di media sosial.

    Telkom AI Connect Aceh: Mendorong Adopsi AI dan Transformasi Digital di Daerah

    Telkom AI Connect Aceh hadir sebagai pusat pengembangan literasi dan implementasi kecerdasan buatan (AI) di wilayah Aceh. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi Telkom Indonesia untuk memperluas adopsi AI di seluruh Indonesia, memastikan masyarakat daerah dapat memahami dan memanfaatkan teknologi AI secara nyata sesuai kebutuhan lokal.

    Melalui program pelatihan, showcase inovasi, dan konsultasi bisnis, Telkom AI Connect Aceh membantu pengajar, pelajar, pelaku usaha, dan instansi lokal memahami serta dapat mengoptimalkan potensi AI dalam aktivitas mereka..

    “Tujuan kami sederhana: memastikan teknologi AI bukan hanya milik kota besar, tapi bisa dimanfaatkan secara merata hingga ke Aceh,” ujar Jurnalis JH.

  • Periksa.id dan BNI Perbarui Kerja Sama untuk Dorong Transformasi Digital Fasilitas Kesehatan di Indonesia

    Periksa.id dan BNI Perbarui Kerja Sama untuk Dorong Transformasi Digital Fasilitas Kesehatan di Indonesia

    Jakarta, 21 Oktober 2025 — Periksa.id menandatangani perbaruan kerja sama strategis dengan Bank Negara Indonesia (BNI) untuk memperkuat digitalisasi sektor kesehatan melalui program Smart Hospital.

    Kolaborasi ini fokus pada integrasi sistem pembayaran digital dan sistem manajemen yang lebih efisien, aman, dan transparan bagi fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.

    Kedua pihak berkomitmen menghadirkan inovasi digital yang mempercepat transformasi layanan kesehatan menuju sistem yang modern dan berorientasi pada pasien.

    Jakarta, 21 Oktober 2025 — Dalam upaya memperkuat ekosistem digital di sektor kesehatan, Periksa.id resmi menandatangani perbaruan kontrak kerja sama strategis dengan Bank Negara Indonesia (BNI) pada Selasa, 21 Oktober 2025. Kegiatan ini berlangsung di Kembang Goela Restaurant, Kuningan, Jakarta Selatan, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan dari kedua belah pihak.

    Penandatanganan dilakukan oleh Sutan Imam Abu Hanifah, Direktur Utama Periksa.id, dan Efransyah Mudani, General Manager Wholesale Digital Channel BNI. Kolaborasi ini menandai kelanjutan program Smart Hospital, sebuah inisiatif bersama yang berfokus pada penguatan digitalisasi layanan dan sistem pembayaran di fasilitas kesehatan.

    Program ini bertujuan menghadirkan pengalaman layanan yang lebih efisien, transparan, dan aman bagi fasilitas kesehatan serta pasien di seluruh Indonesia. Melalui kemitraan ini, Periksa.id dan BNI akan memperluas integrasi sistem pembayaran digital untuk mendukung percepatan transaksi, pengelolaan keuangan otomatis, dan peningkatan akurasi pelaporan di berbagai fasilitas kesehatan.

    “Perbaruan kontrak ini menjadi momentum penting bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi digital yang memberi dampak nyata bagi dunia kesehatan,” ujar Sutan Imam Abu Hanifah, Direktur Utama Periksa.id. “Kami percaya bahwa kolaborasi dengan BNI akan semakin memperkuat langkah kami dalam membantu fasilitas kesehatan bertransformasi menuju layanan yang lebih modern dan berorientasi pada pasien.”

    Sementara itu, Efransyah Mudani, General Manager Wholesale Digital Channel BNI, menilai kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat nilai tambah bagi nasabah dan mitra di sektor kesehatan.

    “Dengan adanya Periksa.id, kami dapat menjalin kerja sama yang lebih berkelanjutan. Dunia perbankan kini tidak bisa lagi hanya hadir dengan produk — melainkan harus membawa solusi nyata yang memberikan dampak langsung bagi nasabah,” ungkapnya.

    BNI akan terus berinovasi menghadirkan solusi perbankan digital yang efisien, aman, dan terintegrasi. Kerja sama dengan Periksa.id merupakan bentuk dukungan nyata BNI terhadap digitalisasi fasilitas kesehatan, sekaligus langkah nyata dalam memperluas penerapan pembayaran non-tunai di berbagai lini layanan kesehatan. 

    Melalui kolaborasi berkelanjutan ini, Periksa.id dan BNI berharap dapat mempercepat transformasi digital di sektor kesehatan Indonesia, memperkuat efisiensi operasional fasilitas kesehatan, serta menghadirkan sistem pembayaran yang lebih mudah, cepat, dan aman bagi seluruh pengguna layanan.

  • Holding Perkebunan Nusantara Dorong Kolaborasi Riset Global Lewat PT RPN dan IRRDB

    Holding Perkebunan Nusantara Dorong Kolaborasi Riset Global Lewat PT RPN dan IRRDB

    Palembang – Palembang menjadi pusat perhatian dunia industri karet dengan terselenggaranya Workshop International Rubber Research and Development Board (IRRDB) 2025 yang berlangsung pada 20–22 Oktober 2025. Kegiatan yang digelar oleh PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) bersama IRRDB ini mempertemukan para peneliti, akademisi, dan pelaku usaha dari berbagai negara produsen karet seperti Malaysia, India, Filipina, Kamboja, dan Indonesia.

    Mengusung tema “Facing Challenges in the Natural Rubber Industry: Combating Diseases and Seizing Opportunities”, forum internasional ini menghasilkan kesepakatan penting mengenai penguatan kolaborasi riset, inovasi teknologi, dan hilirisasi produk untuk meningkatkan daya saing industri karet serta kesejahteraan petani.

    Selama tiga hari, peserta berdiskusi dan bertukar pengetahuan mengenai strategi pengendalian penyakit tanaman karet, pengembangan varietas unggul, budidaya adaptif berbasis ekonomi sirkular, hingga optimalisasi bahan organik sebagai pupuk alami.

    Menjawab Tantangan Industri Karet Dunia

    Ketua Gapkindo Sumatera Selatan, Alex K. Edy, menyoroti tantangan berat yang dihadapi industri karet nasional. Ia menyebutkan bahwa penurunan produksi dan harga jual yang masih rendah membuat banyak petani beralih ke komoditas lain seperti sawit, tebu, atau singkong.

    “Sejak 2017, produksi karet nasional terus menurun. Dari 3,8 juta ton kini hanya sekitar 2 juta ton pada 2024. Harga jualnya pun masih rendah, di kisaran Rp13 ribu per kilogram, padahal idealnya bisa mencapai dua kali lipat,” ungkap Alex.

    Ia juga menambahkan, meningkatnya produksi karet sintetis di beberapa negara seperti Tiongkok turut menekan permintaan terhadap karet alam. “Jika tidak ada langkah nyata dalam riset dan inovasi, petani bisa kehilangan motivasi menanam karet,” tegasnya.

    SEVP Riset, Inovasi & Sustainability PT RPN, Tjahjono Herawan, menegaskan pentingnya riset kolaboratif lintas negara untuk memperkuat ketahanan industri karet global. Menurutnya, kerja sama antarnegara produsen karet harus diarahkan pada penerapan hasil riset secara nyata di lapangan.

    “Industri karet tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan kerja sama yang berkelanjutan antara lembaga riset, pemerintah, pelaku usaha, dan petani agar inovasi benar-benar berdampak pada peningkatan daya saing dan keberlanjutan industri,” ujar Tjahjono.

    Komitmen Kolaboratif dan Aksi Nyata

    Sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PT RPN memperkuat perannya sebagai pusat inovasi yang mendorong modernisasi sektor perkebunan nasional. Forum ini menghasilkan komitmen bersama antara PT RPN dan IRRDB untuk menyusun rencana aksi jangka panjang dalam memperkuat riset, hilirisasi, dan ketahanan industri karet alam di kawasan Asia Tenggara.

    “Riset, hilirisasi, dan kerja sama lintas negara harus menjadi fondasi utama agar Indonesia, khususnya Sumatera Selatan, tetap menjadi rumah bagi inovasi dan kemajuan industri karet dunia,” tutup Tjahjono.

    Kegiatan ditutup dengan kunjungan lapangan ke Kebun Musilandas PTPN I Regional 7 Banyuasin, di mana para peserta menyaksikan langsung praktik pengelolaan perkebunan karet berbasis hasil riset nasional.

    Melalui kegiatan ini, PT RPN menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi global riset karet, menghadirkan inovasi nyata, serta mendukung strategi keberlanjutan Holding Perkebunan Nusantara dalam memperkuat industri agro nasional.

  • Bangun Konektivitas ke Kawasan Sentra Produksi Papua Selatan, Kementerian PU Tandatangani Kontrak Pembangunan Jalan KSPP Wanam-Muting Segmen II

    Bangun Konektivitas ke Kawasan Sentra Produksi Papua Selatan, Kementerian PU Tandatangani Kontrak Pembangunan Jalan KSPP Wanam-Muting Segmen II

    JAKARTA, 4 November 2025 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menandatangani kontrak paket pekerjaan Pembangunan Jalan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Wanam–Muting Segmen II di Provinsi Papua Selatan sepanjang 80,5 kilometer. Penandatanganan ini menandai langkah penting Kementerian PU dalam mempercepat infrastruktur konektivitas pada pengembangan KSPP Wanam – Muting, sesuai Instruksi Presiden No. 14 Tahun 2025.

    Penandatanganan
    kontrak dilaksanakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Papua
    Selatan, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian PU, dengan
    kontraktor pelaksana KSO: PT Hutama Karya (Persero), PT Nindya Karya, PT
    Batulicin Beton Asphalt, dan PT Modern Widya Tehnical. Prosesi ini disaksikan
    langsung oleh Menteri PU Dody Hanggodo dan Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti
    di Gedung Serbaguna Kementerian PU di Jakarta, Senin (3/11/2025).

    Dalam
    sambutannya, Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pentingnya pembangunan
    infrastruktur dasar jalan dalam mendorong produktivitas kawasan.

    “Merauke
    memiliki potensi besar untuk menjadi pusat produksi pangan. Kementerian PU
    mendukung penuh melalui pembangunan infrastruktur sumber daya air dan
    konektivitas jalan agar kawasan ini dapat berproduksi sepanjang tahun dan
    memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Menteri Dody.

    Menteri
    Dody juga menyampaikan bahwa Pembangunan Jalan KSPP Wanam–Muting Segmen II
    merupakan titik awal komitmen bersama untuk mempercepat pembangunan
    infrastruktur jalan di Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional
    (KSPEAN). Pembangunan ini menargetkan Merauke, salah satu sebagai lumbung
    pangan baru di Indonesia Timur.

    Secara
    keseluruhan, pembangunan Jalan KSPP Wanam – Muting Segmen II memiliki arti
    strategis dalam mendukung konektivitas antarwilayah sekaligus meningkatkan
    perekonomian masyarakat di Papua Selatan. Pembangunan tersebut diharapkan dapat
    menjadi contoh praktik terbaik (best practice) dalam pelaksanaan
    pembangunan jalan di kawasan timur Indonesia, yakni pembangunan yang
    transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil yang nyata.

    Penandatanganan
    paket kontrak kerja sama pembangunan jalan di KSPP Wanam – Muting Segmen II
    dilakukan pascaproses tender prakualifikasi sejak 11 Agustus 2025, yang mana
    KSO PT Hutama Karya (Persero), PT Nindya Karya, PT Batulicin Beton Asphalt, dan
    PT Modern Widya Tehnical ditetapkan sebagai pemenang. Total nilai kontrak
    pekerjaan fisiknya sebesar Rp4,8 triliun, dengan lingkup pekerjaan berupa
    pembangunan jalan sepanjang 80,5 km dan tiga jembatan. Masa pelaksanaan kontrak
    selama 720 hari kalender, dan ditargetkan selesai paling lambat 25 Oktober
    2027.

    Secara
    khusus, Direktur Jenderal Bina Marga Roy Rizali Anwar berpesan kepada penyedia
    jasa agar bekerja dengan profesional, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Ia juga
    menekankan pentingnya menjaga kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi teknis,
    serta memastikan pelaksanaan tepat waktu dan tepat mutu.

    Dirjen
    Roy juga meminta kepada seluruh pihak yang terlibat dalam Pembangunan Jalan
    KSPP Wanam–Muting Segmen II untuk memperhatikan aspek keselamatan kerja,
    kelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

    Kementerian
    PU berharap pembangunan jalan ini dapat selesai tepat waktu sehingga dapat
    memperlancar arus logistik, memperkuat konektivitas antarwilayah, dan membuka
    akses bagi masyarakat menuju pusat produksi pangan di Papua Selatan, serta
    berdampak nyata bagi kesejahteraan dan kemandirian bangsa.

    Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak –
    Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

    #SigapMembangunNegeriUntukRakyat

    #SetahunBerdampak

  • Kolaborasi Digital dan Bahasa: BINUS DIGISPEAK 2025 Cetak Mahasiswa Berjiwa Digitechnopreneur

    Kolaborasi Digital dan Bahasa: BINUS DIGISPEAK 2025 Cetak Mahasiswa Berjiwa Digitechnopreneur

    Semangat Digitechnopreneur kembali digaungkan oleh BINUS @Malang lewat penyelenggaraan BINUS DIGISPEAK Competition 2025, ajang yang mempertemukan mahasiswa dari BINUS Malang, Bandung, dan Semarang dalam kompetisi debat dan presentasi bisnis berbahasa Inggris.

    Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Digital Language Learning Center (DLLC) BINUS, yang berfokus pada pembelajaran bahasa berbasis teknologi dan penguatan soft skills abad ke-21. Melalui DIGISPEAK, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, dan inovasi digital.

    Sebagai langkah persiapan, DLLC menggelar Workshop Series pada Mei hingga Juni 2025. Program pelatihan ini memperkuat kemampuan public speaking, strategi debat, dan business pitching dalam bahasa Inggris. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran aktif yang mendorong mahasiswa untuk berpikir logis, percaya diri, dan solutif terhadap tantangan bisnis digital.

    Selama kompetisi berlangsung, suasana BINUS @Malang dipenuhi semangat kolaboratif dan inovatif. Para peserta menunjukkan kemampuan luar biasa dalam memadukan ide bisnis dengan kemampuan komunikasi yang efektif. “BINUS DIGISPEAK bukan sekadar kompetisi bahasa Inggris, tetapi wadah untuk menumbuhkan digital mindset dan jiwa wirausaha yang adaptif terhadap perubahan teknologi,” ungkap Asih Zunaidah, Project Leader BINUS DIGISPEAK 2025.

    Kategori Business Presentation dan Debate Competition menjadi ajang uji kemampuan analisis, argumentasi, dan kreativitas mahasiswa. Tim-tim terbaik dari ketiga kampus tampil memukau di hadapan juri profesional. Pemenang dari dua kategori kompetisi tersebut adalah:

    Debate Competition:Juara 1: Tim BINUS Semarang (Stefani Pramono & Hanafazia Kalila Harsono)Juara 2: Tim BINUS Bandung (Isaura Videlia Brata & Shafiya Ramadhani Kanata)Juara 3: Tim BINUS Malang (Edward Victor Sebastian & Grace Angeline Soewono)

    Business Presentation:Juara 1: Samuel (BINUS Semarang)Juara 2: Yohanes Evan Rafelio (BINUS Bandung)Juara 3: Laura Emmanuela Hardi (BINUS Semarang)

    Ajang ini membuktikan bagaimana BINUS @Malang terus menjadi pusat pengembangan Digitechnopreneurship melalui kolaborasi digital dan komunikasi global, menyiapkan mahasiswa untuk menjadi pemimpin muda yang berdaya saing di era inovasi dan teknologi.