Blog

  • Helena Ristevski Raih Gelar Miss Teenager Universe 2025 dalam Grand Final yang Spektakuler di Bali

    Helena Ristevski Raih Gelar Miss Teenager Universe 2025 dalam Grand Final yang Spektakuler di Bali

    Grand Final Miss Teenager Universe 2025 sukses digelar pada Jumat, 28 Februari 2025, di Bali, Indonesia. Acara ini menjadi ajang bagi para finalis untuk menampilkan bakat, keanggunan, dan prestasi mereka di panggung internasional. Dengan kehadiran tamu-tamu istimewa dari berbagai penjuru dunia, termasuk figur ternama di industri mode, hiburan, dan kontes kecantikan, malam final ini berlangsung penuh kemewahan dan antusiasme.

    Helena Ristevski dari Australia Resmi Menjadi Juara

    Setelah melewati persaingan yang sengit, Helena Ristevski dari Australia berhasil menyabet gelar Miss Teenager Universe 2025. Kepercayaan diri, pesona, serta penampilannya yang memukau membuatnya unggul dan layak menjadi representasi nilai-nilai kompetisi ini.

    Kemenangannya disambut meriah oleh para juri dan penggemarnya di seluruh dunia. Dalam pidato kemenangannya, Helena mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya: “Pengalaman ini benar-benar mengubah hidup saya. Saya merasa terhormat bisa mewakili perempuan muda di seluruh dunia dan menginspirasi mereka untuk mengejar impian mereka.”

    Selain penilaian dari dewan juri, KREEN Indonesia membuka voting publik untuk mendukung finalis favorit. Berikut adalah tiga finalis dengan suara terbanyak:

    Arele Bogeng Monamo (Botswana) – 33,15% (Juara Favorit Miss Teenager Universe 2025)

    Helena Ristevski (Australia) – 23,42%

    Anusha Jain (India) – 23,05%

    Dengan dukungan luar biasa melalui sistem voting KREEN Indonesia, Arele Bogeng Monamo dinobatkan sebagai Pemenang Favorit Publik. Dengan harga voting sebesar USD 1 per suara / per vote, penggemar bisa turut berpartisipasi dan meramaikan kompetisi ini.

    Mister Teenager Universe 2025: Persaingan yang Tak Kalah Seru

    Bersamaan dengan ajang Miss Teenager Universe 2025, kompetisi Mister Teenager Universe 2025 juga menjadi panggung bagi para finalis untuk menunjukkan karisma dan bakat mereka. Para kontestan dari berbagai negara tampil maksimal demi meraih gelar bergengsi ini.

    Hasil voting untuk Mister Teenager Universe 2025 adalah sebagai berikut:

    Alexander Charlton (Australia) – 64,74% (Juara Favorit Mister Teenager Universe 2025)

    Rafiansyah Iqbal (Indonesia) – 18,1%  

    Samson Ganta (India) – 14,77%

    Dukungan luar biasa terhadap Alexander Charlton membawanya meraih kemenangan dengan perolehan suara tertinggi. Sesuai aturan kompetisi, finalis dengan voting tertinggi mendapatkan “Golden Ticket” yang langsung mengamankan tempat di Top 6, memberi keuntungan besar dalam tahap selanjutnya.

    KREEN Indonesia: Platform Voting Terpercaya untuk Kontes Kecantikan

    Sebagai platform voting yang menjunjung tinggi keamanan, transparansi, dan kemudahan akses, KREEN Indonesia menghadirkan pengalaman digital yang lancar dalam proses voting serta pembelian tiket. Dengan sistem keamanan yang ketat, pelacakan suara yang transparan, dan antarmuka yang mudah digunakan, setiap suara dijamin dihitung dengan adil dan akurat.

    KREEN Indonesia sudah lama menjadi platform andalan dalam berbagai ajang kecantikan nasional di Indonesia. Kini, KREEN Indonesia juga hadir untuk mendukung voting di event internasional, termasuk ajang bergengsi seperti Miss dan Mister Teenager Universe 2025.

    Selamat kepada Helena Ristevski yang telah dinobatkan sebagai Miss Teenager Universe 2025, serta kepada Arele Bogeng Monamo dan Alexander Charlton sebagai Juara Favorit! Terima kasih kepada semua yang telah berpartisipasi dan memberikan dukungan, serta kepada KREEN Indonesia yang memastikan proses voting berlangsung transparan dan adil.

    Kami tak sabar menantikan edisi selanjutnya dari Miss dan Mister Teenager Universe, yang pasti akan menghadirkan lebih banyak talenta luar biasa dan momen tak terlupakan! Untuk informasi terbaru dan cara berpartisipasi di event mendatang, kunjungi www.kreenconnect.com atau hubungi info@kreenconnect.com

    Sampai jumpa di event inspiratif berikutnya!

  • KB-RA IT Impianku Malang Raih Gold Stevie® Awards 2025 untuk Dampak Sosial Terbaik se-Asia Pasifik

    KB-RA IT Impianku Malang Raih Gold Stevie® Awards 2025 untuk Dampak Sosial Terbaik se-Asia Pasifik

    Sekolah anak usia dini di Kota Malang, KB-RA IT Impianku, kembali mencatatkan prestasi internasional dengan meraih Gold Stevie® Awards 2025 untuk kategori dampak sosial. Penghargaan ini akan diserahkan pada Mei mendatang di Seoul, Korea Selatan, sebagai pengakuan atas dedikasi sekolah dalam menyediakan pendidikan bermutu bagi kalangan prasejahtera.

    Sekolah anak usia dini berbasis Islam dari Kota Malang, KB-RA IT Impianku, berhasil meraih penghargaan Gold Winner dalam ajang Asia-Pacific Stevie® Awards 2025 untuk kategori Excellence in Social Impact (Up to 20 Employees).

    Penghargaan ini menempatkan KB-RA IT Impianku sebagai salah satu organisasi yang diakui secara internasional atas kontribusinya terhadap masyarakat. Stevie® Awards sendiri dikenal sebagai salah satu penghargaan bisnis paling bergengsi di dunia, yang kerap dijuluki “Oscar”-nya dunia korporat. Ribuan organisasi dari berbagai negara dan sektor berpartisipasi setiap tahunnya.

    Sekolah PAUD Kecil dengan Dampak Sosial Besar

    KB-RA IT Impianku dikenal luas sebagai sekolah PAUD inklusif yang melayani masyarakat berpenghasilan rendah, namun tetap menyajikan pendidikan berkualitas tinggi. Sejak didirikan pada tahun 2008, sekolah ini menetapkan biaya SPP hanya Rp100.000 per bulan, dan hingga kini tidak pernah mengalami kenaikan, meski biaya operasional terus meningkat.

    Dengan tetap menempati bangunan sewa, KB-RA IT Impianku menghadirkan pendekatan pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) serta metode Montessori, yang selama ini umum ditemukan di sekolah-sekolah elit. Semua itu diberikan kepada anak-anak dari keluarga sederhana, tanpa membebani biaya tambahan.

    “Kami ingin membuktikan bahwa pendidikan berkualitas tidak harus mahal. Sekolah kecil dari gang sempit pun bisa memberi kontribusi besar jika dijalankan dengan visi yang benar,” ujar Harry Irawanto Utomo, S.Sos, CWC, Ketua Yayasan Harapanku yang menaungi sekolah tersebut.

    Pengakuan atas Kontribusi Sosial

    Dalam proses penilaian, dewan juri Stevie® Awards menyoroti kontribusi sosial nyata yang dijalankan sekolah ini secara konsisten selama bertahun-tahun, antara lain:

    – Beasiswa penuh untuk puluhan anak yatim dan dhuafa setiap tahun,

    – Parenting gratis berbasis metode nabawiyah untuk lebih dari 700 orang tua,

    – Layanan konseling keluarga tanpa biaya untuk mencegah perceraian,

    – Program sosial tahunan “Senyum Ramadhan Impianku” yang menyalurkan bantuan ke enam kelurahan sekitar dengan tingkat kemiskinan tinggi,

    – Kegiatan sosial siswa seperti membersihkan masjid, berbagi makanan, dan kunjungan ke tetangga sekitar.

    Kepala Madrasah, Diana Yuli Anggraeni, S.Psi, menyampaikan bahwa penghargaan ini bukan sekadar simbol kehormatan, tapi menjadi tanggung jawab untuk terus menjaga nilai-nilai sosial dan kualitas pendidikan.

    Kami belum tahu apakah bisa hadir langsung ke Korea karena masih mencari dukungan pembiayaan. Tapi bagi kami, keberadaan sekolah ini untuk masyarakat jauh lebih penting dari seremoni penghargaan mana pun,” tuturnya.

    Jejak Prestasi Sebelumnya

    Sebelum meraih Stevie Awards, KB-RA IT Impianku juga telah menerima berbagai pengakuan. Pada tahun 2024, sekolah ini dianugerahi Asian Education Awards dalam dua kategori: Best Preschool of the Year dan Excellence in Pedagogy. Pada tahun yang sama, Kepala Madrasah Diana Yuli Anggraeni dinobatkan sebagai Kepala Madrasah Berprestasi tingkat Provinsi Jawa Timur oleh Kementerian Agama RI, dan salah satu guru KB-RA IT Impianku juga meraih penghargaan sebagai Guru Inovatif tingkat Provinsi.

    Di Antara Institusi Ternama

    Dalam ajang Asia-Pacific Stevie® Awards 2025 ini, sejumlah perusahaan besar dari Indonesia juga berhasil meraih penghargaan di kategori masing-masing, seperti PT Pertamina, Bank Indonesia, Indosat, Petrokimia Gresik, Bank Permata, dan BCA. Kehadiran KB-RA IT Impianku di antara para pemenang ini menjadi bukti bahwa kontribusi dari lembaga pendidikan kecil pun mampu mendapat tempat di panggung internasional.

  • BPJS Kesehatan 2025: Transisi ke KRIS dan Implikasinya bagi Pemberi Kerja

    BPJS Kesehatan 2025: Transisi ke KRIS dan Implikasinya bagi Pemberi Kerja

    Mulai tahun 2025, sistem jaminan kesehatan nasional Indonesia, BPJS Kesehatan, akan mengalami transformasi besar melalui implementasi KRIS (Kelas Rawat Inap Standar). Perubahan ini bertujuan untuk menstandarkan layanan rawat inap rumah sakit di semua kelas dan menciptakan sistem kesehatan yang lebih adil. Bagi pemberi kerja, perubahan ini membawa peluang sekaligus tantangan dalam mengelola tunjangan karyawan, kepatuhan regulasi, dan biaya operasional.

    Artikel ini mengulas secara mendalam tentang apa itu KRIS, bagaimana hal ini mengubah lanskap BPJS Kesehatan, dan berbagai implikasi yang mungkin timbul bagi dunia usaha di Indonesia. Dengan memahami perubahan ini sejak dini, pemberi kerja dapat menyusun strategi yang mendukung kesejahteraan karyawan sekaligus efisiensi operasional.

    Apa Itu KRIS (Kelas Rawat Inap Standar)?

    Latar Belakang BPJS Kesehatan

    BPJS Kesehatan adalah program asuransi kesehatan yang diwajibkan pemerintah dan memberikan cakupan universal bagi seluruh warga negara Indonesia dan penduduk yang tinggal di Indonesia. Sistem ini sebelumnya menggunakan pembagian kelas—Kelas I, II, dan III—yang menentukan jenis akomodasi dan layanan rawat inap di rumah sakit. Setiap kelas menawarkan konfigurasi ruangan, tingkat pelayanan, dan manfaat yang berbeda, menciptakan kesenjangan kualitas layanan.

    Sejak diluncurkan pada tahun 2014, BPJS Kesehatan telah menjangkau lebih dari 200 juta peserta. Namun, masih banyak kritik terhadap kesenjangan layanan dan stigma berdasarkan kelas, yang mendorong pemerintah untuk merancang sistem baru.

    Perubahan Menuju KRIS

    KRIS adalah inisiatif pemerintah untuk menghapus sistem kelas dan menggantikannya dengan standar pelayanan rawat inap yang seragam. Berdasarkan Peraturan Presiden No. 59 Tahun 2024, mulai 1 Januari 2025, seluruh fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS wajib menyediakan layanan rawat inap sesuai standar KRIS, dan tidak lagi berdasarkan kelas I–III. Perubahan ini menjadi langkah penting dalam menciptakan pengalaman layanan kesehatan yang adil, seragam, dan bermartabat bagi seluruh peserta BPJS.

    Tujuan KRIS

    1. Mendorong kesetaraan akses terhadap layanan kesehatan tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi.

    2. Menjamin kualitas dan standarisasi fasilitas serta layanan rumah sakit.

    3. Mengurangi stigma yang muncul akibat sistem kelas dalam layanan medis.

    4. Mendukung tujuan Jaminan Kesehatan Nasional yang berkeadilan.

    Perubahan Utama dalam Implementasi KRIS

    Standar Fasilitas Ruang Rawat Inap

    KRIS mengatur bahwa ruang rawat inap harus memenuhi standar minimum terkait luas, privasi, ventilasi, sanitasi, dan kenyamanan lainnya. Persyaratan utama meliputi:

    1. Maksimal 4 pasien per ruangan.

    2. Jarak antar tempat tidur cukup untuk menjaga privasi dan pencegahan infeksi. 

    3. Tersedia colokan listrik individual dan fasilitas bersama seperti kamar mandi.

    4. Ventilasi udara yang baik untuk mencegah penularan penyakit.

    5. Pencahayaan dan kebisingan dikendalikan untuk kenyamanan pasien.

    Upgrade ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dasar layanan bagi seluruh pasien dan memastikan rumah sakit memenuhi standar mutu yang konsisten.

    Layanan Seragam Tanpa Memperhatikan Besaran Iuran

    Di bawah KRIS, semua peserta BPJS, tanpa memandang besar kecilnya iuran yang dibayarkan, akan menerima layanan rawat inap yang sama. Hal ini menghapus kemampuan untuk “upgrade” layanan berdasarkan kelas atau pembayaran premi lebih tinggi.

    Pemberi kerja tidak lagi dapat menawarkan peningkatan kelas layanan BPJS sebagai bagian dari tunjangan. Hal ini bisa mendorong perusahaan untuk menyediakan opsi asuransi swasta pelengkap.

    Masa Transisi dan Penyesuaian Rumah Sakit

    Rumah sakit diberikan waktu hingga 30 Juni 2025 untuk menyelesaikan penyesuaian infrastruktur dan layanan mereka. Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan akan bersama-sama mengawasi proses transisi ini.

    Rumah sakit swasta yang sebelumnya menyediakan kamar kelas premium perlu menyesuaikan layanan dan model pembiayaannya agar selaras dengan sistem KRIS, yang bisa berdampak pada pendapatan dan kerja sama mereka dengan klien korporat.

    Implikasi bagi Pemberi Kerja

    1. Manajemen Biaya dan Perencanaan Anggaran

    Sebelumnya, pemberi kerja bisa menawarkan kelas BPJS berbeda sebagai bagian dari tunjangan. Dengan KRIS, diferensiasi berdasarkan kelas tidak lagi relevan. Namun, mereka mungkin menghadapi:

    – Kenaikan biaya tidak langsung akibat penyesuaian rumah sakit yang berdampak pada premi BPJS di masa depan.

    – Permintaan asuransi swasta yang lebih tinggi sebagai pelengkap layanan standar BPJS.

    – Kebutuhan untuk meninjau kembali anggaran tunjangan kesehatan dan negosiasi ulang dengan penyedia asuransi.

    Perusahaan sebaiknya mulai menyusun skenario perencanaan untuk mengantisipasi potensi peningkatan biaya kesehatan karyawan.

    2. Peninjauan Ulang Paket Tunjangan Kesehatan

    Karena semua karyawan akan menerima layanan rawat inap standar dari BPJS, perusahaan dapat mempertimbangkan:

    – Menawarkan asuransi tambahan bagi karyawan yang menginginkan layanan premium, seperti ruang perawatan pribadi.

    – Menegosiasikan asuransi kelompok yang melengkapi KRIS, seperti waktu tunggu yang lebih singkat atau akses ke dokter spesialis.

    – Menyesuaikan kebijakan SDM dan kontrak kerja agar sejalan dengan perubahan sistem layanan kesehatan.

    Ini juga bisa menjadi momen untuk menata ulang tunjangan dan menciptakan keadilan bagi seluruh karyawan.

    3. Komunikasi dan Manajemen Perubahan

    Transisi ke KRIS membutuhkan komunikasi internal yang jelas. Pemberi kerja perlu:

    – Memberikan edukasi kepada karyawan tentang apa itu KRIS dan perubahan hak layanan.

    – Menyampaikan dengan jelas bahwa layanan tidak lagi dibedakan berdasarkan kelas.

    – Mengatur ekspektasi dan mendorong karyawan untuk mempertimbangkan asuransi tambahan jika diperlukan.

    Komunikasi yang efektif dapat mengurangi kebingungan dan memperkuat kepercayaan karyawan terhadap perusahaan.

    4. Kepatuhan dan Pelaporan

    Pemberi kerja wajib mendaftarkan seluruh karyawan ke BPJS dan membayar iuran tepat waktu. Dengan implementasi KRIS, perusahaan harus:

    – Memperbarui informasi dan mengikuti perubahan regulasi.

    – Meninjau kontrak dengan rumah sakit dan mitra asuransi untuk memastikan tetap patuh.

    – Memastikan iuran BPJS sesuai dengan ketentuan terbaru dan sistem internal telah disesuaikan.

    Ketidakpatuhan dapat menimbulkan sanksi hukum dan reputasi yang buruk, sehingga kehati-hatian menjadi sangat penting.

    Tantangan Transisi KRIS bagi Pemberi Kerja

    Beban Administrasi HR

    Tim HR akan menghadapi lebih banyak pertanyaan dan pekerjaan administratif terkait perubahan tunjangan. Termasuk juga penambahan pekerjaan dalam pengelolaan asuransi swasta, klaim, dan pelaporan regulasi.

    Perusahaan kecil tanpa tim HR khusus mungkin akan merasakan beban ini lebih berat.

    Kepuasan dan Moral Karyawan

    Karyawan yang sebelumnya mendapatkan layanan Kelas I mungkin melihat perubahan ini sebagai penurunan. Pemberi kerja harus proaktif dalam mengelola ekspektasi dan menekankan bahwa perubahan ini adalah bagian dari upaya nasional untuk meningkatkan pemerataan layanan.

    Menyediakan program kesejahteraan tambahan atau opsi kesehatan swasta bisa meningkatkan kepuasan karyawan selama masa transisi.

    Kesiapan Infrastruktur di Daerah Tertinggal

    Beberapa perusahaan beroperasi di daerah terpencil di mana rumah sakit mungkin belum siap memenuhi standar KRIS sebelum batas waktu 2025. Hal ini dapat menyebabkan ketidaksesuaian layanan dan menurunkan kepercayaan karyawan terhadap sistem.

    Dalam kasus seperti ini, perusahaan mungkin perlu memberikan dukungan berupa transportasi atau relokasi ke fasilitas kesehatan yang sudah memenuhi standar.

    Peluang bagi Perusahaan

    Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR)

    Mendukung rumah sakit lokal untuk memenuhi standar KRIS dapat menjadi bagian dari program CSR. Contohnya: menyumbang peralatan medis, mendanai renovasi fasilitas, atau mengadakan program edukasi kesehatan.

    Langkah ini tidak hanya membantu proses transformasi, tetapi juga memperkuat citra sosial perusahaan.

    Kemitraan dengan Penyedia Layanan Kesehatan

    Perusahaan dapat menjalin kerja sama strategis dengan rumah sakit untuk menyediakan layanan hybrid: kombinasi BPJS KRIS dan asuransi swasta. Ini bisa membuka opsi fleksibel dan penghematan biaya jangka panjang.

    Kemitraan juga bisa mencakup program preventif yang menurunkan risiko dan biaya kesehatan jangka panjang.

    Manfaatkan Jasa Employer of Record (EOR)

    Perusahaan yang memperluas bisnis ke daerah baru atau mempekerjakan karyawan jarak jauh dapat menggunakan jasa EOR untuk memastikan kepatuhan penuh terhadap regulasi BPJS Kesehatan terbaru. Mitra EOR menangani pendaftaran, penggajian, dan manajemen tunjangan secara menyeluruh.

    Layanan ini sangat bermanfaat bagi perusahaan asing atau startup yang belum familiar dengan regulasi di Indonesia.

    Dukungan Pemerintah dan Keterlibatan Pengusaha

    Pemerintah Indonesia telah menjanjikan bantuan finansial dan teknis bagi rumah sakit untuk memenuhi standar KRIS. Pemberi kerja dapat:

    – Terlibat dalam forum dialog bersama BPJS dan asosiasi industri.

    – Menyampaikan masukan atau kekhawatiran secara kolektif.

    – Memonitor pelaksanaan uji coba KRIS di daerah lain sebagai referensi implementasi di internal perusahaan.

    – Memanfaatkan insentif atau subsidi pemerintah dalam masa penyesuaian.

    Keterlibatan aktif akan memastikan perusahaan tidak tertinggal dan dapat mengantisipasi kebijakan dengan lebih baik.

    Kesimpulan

    Implementasi KRIS pada tahun 2025 merupakan tonggak penting dalam reformasi sistem kesehatan Indonesia. Meski tujuannya adalah untuk menyediakan layanan rawat inap yang setara, dampaknya terhadap pemberi kerja cukup luas—mulai dari anggaran dan kepatuhan hingga komunikasi internal dan restrukturisasi tunjangan.

    Perusahaan harus menyikapi transisi ini dengan strategi yang matang. Dengan memahami detail KRIS dan mengelola dampaknya secara proaktif, perusahaan dapat terus mendukung kesehatan dan kesejahteraan karyawan sambil tetap patuh terhadap regulasi nasional. Perubahan ini juga menjadi peluang untuk menyempurnakan manfaat kerja dan meningkatkan kepercayaan karyawan.

    Seiring bergulirnya transformasi KRIS, pengelolaan administrasi dan kepatuhan menjadi semakin penting. CPT Corporate menyediakan layanan Employer of Record (EOR) yang lengkap untuk membantu bisnis Anda tetap patuh terhadap regulasi ketenagakerjaan dan kesehatan di Indonesia. Mulai dari pendaftaran karyawan, penggajian, hingga pengelolaan BPJS—semua dapat ditangani secara profesional oleh tim CPT Corporate.

    Dengan pengalaman lokal dan pemahaman regulasi yang mendalam, CPT Corporate adalah mitra yang tepat untuk ekspansi dan manajemen tenaga kerja di Indonesia. Baik untuk startup, UKM, maupun perusahaan multinasional, kami menyediakan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

    Hubungi CPT Corporate hari ini untuk mengetahui bagaimana layanan EOR kami dapat membantu bisnis Anda menghadapi perubahan KRIS dan seterusnya.

  • India Gratiskan E-Visa untuk WNI, Wisatawan Indonesia Diimbau Gunakan Situs Resmi

    India Gratiskan E-Visa untuk WNI, Wisatawan Indonesia Diimbau Gunakan Situs Resmi

    JAKARTA — Pemerintah India resmi menggratiskan biaya e-visa bagi warga negara Indonesia (WNI) yang hendak berkunjung ke negaranya. Kebijakan ini disambut positif oleh para pelancong, mengingat India menjadi salah satu destinasi wisata yang kaya akan budaya, sejarah, dan keindahan alam.

    Melalui kebijakan ini, WNI kini dapat mengajukan e-visa tanpa dipungut biaya, cukup melalui pengisian formulir dan pengunggahan dokumen secara daring. E-visa akan dikirimkan secara elektronik dalam beberapa hari kerja, tanpa perlu datang ke kedutaan atau menghadiri sesi wawancara.

    Namun demikian, wisatawan diimbau untuk berhati-hati terhadap situs palsu yang mengatasnamakan layanan visa India. Maraknya situs tidak resmi yang menawarkan jasa pengurusan visa dengan biaya tambahan patut diwaspadai.

    Adapun pengajuan visa secara resmi hanya dapat dilakukan melalui tautan berikut: https://indianvisaonline.gov.in/evisa/tvoa.html

    India sendiri merupakan salah satu destinasi wisata favorit yang menawarkan berbagai pengalaman, mulai dari wisata spiritual di Varanasi, kunjungan ke situs warisan dunia seperti Taj Mahal di Agra, hingga eksplorasi kota-kota penuh warna seperti Jaipur dan Udaipur. Selain itu, kuliner khas India yang kaya rempah juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara.

    Dengan adanya fasilitas bebas biaya e-visa ini, diharapkan semakin banyak wisatawan Indonesia yang tertarik untuk mengeksplorasi keindahan dan keragaman budaya India.

    Pemerintah India juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Indonesia, termasuk melalui sektor pariwisata dan pertukaran budaya.

    Bagi masyarakat yang berencana bepergian ke India, disarankan untuk merencanakan perjalanan dengan cermat serta memastikan seluruh dokumen dan persyaratan telah terpenuhi sebelum melakukan pengajuan e-visa.

  • Training PPLB3 Kedua Energy Academy, Tingkatkan Performa Pengelolaan Limbah Berbahaya di Sektor Industri

    Training PPLB3 Kedua Energy Academy, Tingkatkan Performa Pengelolaan Limbah Berbahaya di Sektor Industri

    Energy Academy kembali menggelar Training PPLB3 secara online untuk kedua kalinya, sebagai upaya konkret mendukung pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang lebih efektif di lingkungan industri. Dengan meningkatnya kesadaran terhadap dampak limbah B3 terhadap lingkungan dan kesehatan, pelatihan ini menjadi sangat penting untuk membentuk tenaga kerja kompeten yang mampu menjalankan fungsi pemantauan secara profesional.

    Tantangan Pengelolaan Limbah B3 di Industri

    Limbah B3 merupakan salah satu jenis limbah yang menimbulkan risiko tinggi jika tidak ditangani dengan benar. Oleh karena itu, industri dituntut tidak hanya untuk memiliki sistem pengelolaan yang baik, tetapi juga SDM yang memiliki kemampuan teknis dalam melakukan pengawasan dan evaluasi.

    Melalui Pelatihan PPLB3, peserta dibekali dengan pengetahuan mendalam dan keterampilan aplikatif untuk melakukan pemantauan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Mengacu pada Regulasi Nasional

    Diklat PPLB3 yang dilaksanakan oleh Energy Academy merujuk pada Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 191 Tahun 2019, yang mengatur tentang standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI) dalam pengelolaan limbah B3.

    Dengan dasar hukum yang kuat ini, Training PPLB3 tidak hanya bertujuan mencetak tenaga ahli yang andal, tetapi juga memastikan perusahaan memenuhi aspek legalitas dan keberlanjutan dalam pengelolaan limbahnya.

    Materi Pelatihan Lengkap dan Aplikatif

    Peserta Pelatihan PPLB3 mempelajari berbagai topik penting yang mencakup:

    1. Penentuan sumber dan kategori bahaya limbah B3

    2. Evaluasi hasil analisis dan pengelolaan limbah B3

    3. Penyusunan laporan kegiatan pengelolaan limbah

    4. Pengurusan perizinan pengelolaan limbah B3

    5. Strategi penyimpanan, pemantauan, dan tanggap darurat

    6. Penerapan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja (K3)

    Meskipun diselenggarakan secara online, pelatihan tetap interaktif dan dipandu oleh instruktur berpengalaman di bidang lingkungan dan industri.

    Sertifikasi PPLB3 yang Diakui BNSP

    Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan mengikuti uji kompetensi yang difasilitasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Jika dinyatakan kompeten, peserta berhak memperoleh Sertifikasi PPLB3 resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

    Sertifikasi PPLB3 ini menjadi bukti legal dan profesional bahwa peserta memiliki kemampuan dalam menjalankan tugas pemantauan pengelolaan limbah B3 sesuai standar nasional.

    Komitmen Energy Academy terhadap Industri yang Bertanggung Jawab

    Sebagai lembaga pelatihan unggulan di bidang energi, lingkungan, dan keselamatan kerja, Energy Academy berkomitmen menghadirkan pelatihan-pelatihan yang relevan dengan tantangan industri saat ini. Diklat PPLB3 merupakan bagian dari kontribusi tersebut untuk mendukung terciptanya industri yang ramah lingkungan dan patuh hukum.

    Dengan format online, Pelatihan PPLB3 juga memberikan kemudahan akses bagi peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.

    Menuju Sistem Limbah B3 yang Lebih Aman dan Terkontrol

    Kehadiran tenaga pemantau yang bersertifikat dari Training PPLB3 menjadi pilar penting dalam sistem pengelolaan limbah industri. Dengan kompetensi yang dimiliki, peserta pelatihan dapat membantu perusahaan dalam menekan risiko pencemaran, meningkatkan efisiensi proses, serta meminimalkan potensi sanksi akibat ketidakpatuhan terhadap regulasi.

    Energy Academy percaya bahwa peningkatan kualitas SDM melalui Sertifikasi PPLB3 akan memberikan dampak nyata terhadap keberlanjutan lingkungan dan kinerja industri secara keseluruhan.

  • KAI Group Berhasil Melayani 29.170.705 Pelanggan Selama Masa Angkutan Lebaran 2025

    KAI Group Berhasil Melayani 29.170.705 Pelanggan Selama Masa Angkutan Lebaran 2025

    On Time Performance KA Meningkat dengan Keberangkatan 99,69% dan Kedatangan 97,23%

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatatkan peningkatan kinerja ketepatan waktu atau On Time Performance (OTP) kereta api selama masa Angkutan Lebaran 2025 yang berlangsung pada 21 Maret hingga 11 April 2025.

    OTP keberangkatan kereta api mencapai 99,69%, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 99,50%. Sementara itu, OTP kedatangan juga naik menjadi 97,23%, dibandingkan dengan 96,90% pada masa Angkutan Lebaran 2024.

    Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyampaikan bahwa peningkatan ini mencerminkan komitmen KAI dalam memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pelanggan.

    “Kami berupaya maksimal menjaga ketepatan waktu kereta api, meskipun jumlah pelanggan meningkat signifikan selama periode Lebaran,” ungkap Anne.

    KAI Group mencatat total 29.170.705 pelanggan terlayani selama masa angkutan Lebaran 2025. Jumlah tersebut mencakup layanan kereta api jarak jauh dan lokal, commuter line, KA Bandara, hingga LRT dan Whoosh.

    Rinciannya, sebanyak 4.707.628 pelanggan merupakan pengguna layanan KA jarak jauh dan lokal KAI, 22.036.363 pelanggan KAI Commuter, 18.698 pelanggan KA Bandara di Medan dan Yogyakarta, 341.100 pelanggan Whoosh yang dikelola KCIC, 343.706 pelanggan LRT Sumatera Selatan, 1.222.825 pelanggan LRT Jabodebek, 18.698 pelanggan KA Makassar–Parepare, dan 19.560 pelanggan dari layanan KAI Wisata.

    Anne menyampaikan bahwa jumlah pelanggan tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api yang semakin andal, tepat waktu, dan memberikan kenyamanan lebih.

    “Capaian ini adalah bentuk nyata dari kepercayaan publik terhadap layanan kami yang terus berkembang. Masyarakat kini semakin sadar pentingnya menggunakan transportasi publik sebagai solusi mobilitas yang efisien sekaligus peduli lingkungan,” ujar Anne.

    KAI juga menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menjaga dan meningkatkan OTP, antara lain dengan menambah petugas operasional, melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana secara intensif, serta mengoptimalkan sistem pengaturan perjalanan kereta.

    Selama masa Angkutan Lebaran, KAI Group melakukan koordinasi intensif dengan seluruh anak usahanya guna memastikan layanan berjalan optimal dan terintegrasi. KAI Commuter menjaga kelancaran perjalanan di wilayah aglomerasi, KAI Logistik berperan penting dalam distribusi barang, KCIC mengoperasikan layanan kereta cepat Whoosh, KAI Bandara mendukung konektivitas ke dan dari bandara, KAI Wisata menyediakan layanan perjalanan kelas luxury, serta KAI Services mengerahkan petugas dari berbagai lini layanan seperti kebersihan dan parkir untuk menjamin kenyamanan pelanggan di stasiun dan kereta.

    Selain itu, pemanfaatan teknologi dan digitalisasi menjadi kunci dalam mendukung kelancaran operasional kereta api, termasuk dalam pengaturan jadwal dan informasi kepada pelanggan secara real-time melalui aplikasi Access by KAI.

    KAI juga terus mengembangkan sistem peringatan dini dan monitoring perjalanan kereta berbasis digital, yang mampu meminimalkan potensi gangguan serta mempercepat respons terhadap situasi di lapangan.

    “Peningkatan OTP ini bukan hanya tentang angka, tetapi tentang pengalaman perjalanan pelanggan yang lebih baik bebas dari kemacetan. Ketepatan waktu adalah bentuk penghargaan kami terhadap waktu para pelanggan,” jelas Anne.

    KAI mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan atas kepercayaannya, serta kepada seluruh Insan KAI Group yang telah bekerja keras mewujudkan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan tepat waktu selama masa Lebaran 2025.

    “Kami akan terus menjaga momentum ini dan menjadikannya motivasi untuk memberikan pelayanan yang semakin baik, profesional, dan andal bagi seluruh pelanggan kereta api,” tutup Anne.

  • Transformasi Ruang Rapat untuk Komunikasi Tanpa Hambatan: Meningkatkan Kolaborasi dan Efisiensi

    Transformasi Ruang Rapat untuk Komunikasi Tanpa Hambatan: Meningkatkan Kolaborasi dan Efisiensi

    Artikel “Transforming Meeting Rooms for Seamless Communication: Enhancing Collaboration and Efficiency” menyoroti pentingnya transformasi ruang rapat dengan adopsi teknologi modern dan desain canggih untuk meningkatkan komunikasi dan produktivitas di tempat kerja. Dipimpin oleh Melvin Halpito dari MLV Teknologi, artikel ini menjelaskan bagaimana integrasi alat seperti AI-enhanced video conferencing dan wireless presentation tools sesuai dalam konteks tren kerja hibrida. Dengan fokus pada desain ruang dan teknologi masa depan, kita dapat menciptakan lingkungan yang mendukung komunikasi yang efektif dan kolaborasi yang lebih baik.

    Ruang rapat memiliki peran penting dalam cara kita berkomunikasi dan berkolaborasi di tempat kerja. Dalam artikel “Transforming Meeting Rooms for Seamless Communication: Enhancing Collaboration and Efficiency” oleh Melvin Halpito, Managing Director MLV Teknologi, dibahas bagaimana penerapan teknologi dan desain modern dapat meningkatkan komunikasi dan produktivitas secara signifikan. Dengan semakin seringnya kerja hibrida, menyesuaikan ruang rapat agar sesuai dengan kebutuhan dan gaya interaksi baru menjadi sangat penting.

    Dalam lanskap korporat yang cepat berubah saat ini, memiliki ruang rapat yang lengkap tidak lagi hanya sebagai fasilitas tambahan, melainkan menjadi kebutuhan. Teknologi pintar seperti AI-enhanced video conferencing dan wireless presentation tools memungkinkan kita untuk terhubung dengan mulus, di mana pun lokasi anggota tim berada. Melvin Halpito menegaskan bahwa dengan investasi dalam pengaturan ruang rapat berkualitas tinggi, kita dapat memberdayakan tim kita untuk terlibat sepenuhnya, yang mengarah pada peningkatan kolaborasi dan kreativitas.

    https://mlvteknologi.com/transforming-meeting-rooms-for-seamless-communication/

    Ketika kita menatap masa depan, jelaslah bahwa desain ruang dan teknologi ruang rapat akan terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan yang berubah. Dengan merangkul tren ini, kita dapat menciptakan lingkungan yang mendukung komunikasi dan kerja tim yang efektif. Di tempat kerja saat ini, modern meeting rooms sangat penting untuk mendorong efektifitas teamwork dan komunikasi. Mereka mendukung kebutuhan kita untuk kolaborasi sambil mengintegrasikan teknologi canggih untuk memfasilitasi interaksi yang lancar.

    MLV Teknologi, di bawah kepemimpinan Melvin Halpito, mengkhususkan diri dalam solusi ruang rapat pintar yang mengintegrasikan teknologi mutakhir seperti high-quality video conferencing systems dan interactive displays. Solusi yang ditawarkan memastikan bahwa setiap suara terdengar dan setiap ide dibagikan. Dengan memanfaatkan alat canggih, MLV Teknologi membantu tim mengatasi hambatan komunikasi yang ada. Kami bangga memahami kebutuhan klien kami dan sistem yang disesuaikan menggantikan peralatan yang ketinggalan zaman, meningkatkan keterlibatan dan produktivitas. Bersama-sama, kami menciptakan lingkungan yang mendukung tuntutan komunikasi modern.

    Melihat ke depan, tren masa depan dalam desain dan teknologi ruang rapat, terutama dengan meningkatnya popularitas hybrid meeting models, membuat kita harus siap. Dengan memadukan peserta in-person dan remote secara efektif, organisasi beradaptasi terhadap pengaturan kerja yang fleksibel. Elemen utama yang perlu diterapkan termasuk advanced video conferencing, interactive displays, dan user-friendly interfaces yang memastikan bahwa semua anggota tim merasa terlibat.

    https://mlvteknologi.com/transforming-meeting-rooms-for-seamless-communication/

    Dengan visi untuk masa depan, MLV Teknologi membayangkan ruang rapat yang memprioritaskan fleksibilitas dan pengalaman pengguna. Kami fokus mengintegrasikan smart technology yang beradaptasi dengan berbagai pengaturan dan kebutuhan pengguna. Sasaran kami adalah mengimplementasikan adaptive lighting, modular furniture, dan solusi berkelanjutan untuk mendukung ruang yang benar-benar meningkatkan kolaborasi dan kreativitas.

    MLV Teknologi, Plaza Aminta, 4th floor, Suite 401, Jl. Let. Jend. TB Simatupang Kav. 10, Jakarta Selatan, Jakarta 12310, Indonesia, www.mlvteknologi.com https://maps.app.goo.gl/zv1nBvpqcaFottVQA

  • Daftar Periksa Kepatuhan BPOM: Menghindari Sanksi dan Penyitaan pada 2025

    Daftar Periksa Kepatuhan BPOM: Menghindari Sanksi dan Penyitaan pada 2025

    Menavigasi lanskap regulasi Indonesia untuk produk makanan, kosmetik, dan farmasi memerlukan kepatuhan ketat terhadap standar yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sebagai badan pengawas utama negara untuk obat dan makanan, BPOM memastikan semua produk yang beredar di pasar Indonesia aman, efektif, dan berkualitas tinggi. Bagi bisnis yang beroperasi di tahun 2025, kegagalan dalam memenuhi regulasi BPOM dapat berakibat serius, termasuk sanksi, penarikan produk, atau bahkan tuntutan pidana. Daftar periksa kepatuhan BPOM ini dirancang untuk membantu Anda menghindari risiko tersebut dengan memastikan produk Anda memenuhi standar regulasi terbaru. Baik Anda pemula maupun perusahaan multinasional, tetap terinformasi dan siap adalah langkah pertama menuju kesuksesan yang berkelanjutan.

    Memahami BPOM dan Perannya

    Apa itu BPOM?

    BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) adalah lembaga di Indonesia yang setara dengan FDA di Amerika Serikat. BPOM mengatur keamanan, efektivitas, dan distribusi obat, makanan, kosmetik, serta suplemen kesehatan. Wewenangnya mencakup:

    1. Mengeluarkan nomor registrasi produk

    2. Melakukan inspeksi

    3. Melakukan penarikan produk

    4. Memberikan sanksi administratif dan hukum

    BPOM juga bekerja sama dengan badan regulasi internasional untuk memastikan Indonesia sejalan dengan standar global. Dalam beberapa tahun terakhir, BPOM telah meningkatkan transparansi dan digitalisasi prosesnya, membuat kepatuhan lebih efisien bagi pelaku usaha.

    Mengapa Kepatuhan BPOM Penting di Tahun 2025

    Dengan kebijakan penegakan yang lebih ketat dan meningkatnya kesadaran konsumen, tahun 2025 menjadi tantangan tersendiri bagi produsen, importir, dan distributor. Kepatuhan tidak hanya soal legalitas; ini juga menyangkut reputasi merek, kepercayaan konsumen, dan keberlanjutan pasar. Ketidakpatuhan dapat merusak citra publik, menurunkan kepercayaan investor, dan membatasi akses pasar baik secara lokal maupun global.

    Daftar Periksa Kepatuhan BPOM untuk 2025

    1. Klasifikasi Produk

    Sebelum memulai registrasi, klasifikasikan produk Anda secara akurat dalam salah satu kategori berikut:

    – Makanan olahan

    – Kosmetik

    – Obat tradisional

    – Obat bebas

    – Obat resep

    – Suplemen kesehatan

    Setiap kategori memiliki dokumen dan proses persetujuan yang spesifik. Kesalahan klasifikasi dapat menyebabkan penundaan atau penolakan. Konsultasi dengan ahli regulasi dapat membantu menghindari kesalahan pada tahap awal ini.

    2. Registrasi Produk

    Persyaratan Utama:

    – Perusahaan memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha) yang sah

    – Sertifikat GMP (Good Manufacturing Practice)

    – Sertifikasi Halal (jika berlaku)

    – Pengajuan dossier yang berisi komposisi produk, label, klaim, dan data keamanan secara lengkap

    Registrasi dilakukan melalui portal daring resmi BPOM. Proses ini dapat memakan waktu 2 minggu hingga 6 bulan tergantung jenis produk dan kelengkapan dokumen. Pemeriksaan awal dokumen dan klarifikasi sebelum pengajuan dapat mempercepat proses.

    3. Kepatuhan Label

    Pastikan label produk Anda mencantumkan:

    – Nama dan kategori produk

    – Nomor registrasi BPOM

    – Berat/volume bersih

    – Informasi produsen/importir

    – Tanggal kadaluarsa dan tanggal produksi

    – Daftar bahan

    – Petunjuk penggunaan dan peringatan (jika ada)

    Kesalahan label adalah salah satu alasan paling umum produk disita. Selain itu, pastikan semua klaim kesehatan pada kemasan didukung oleh bukti ilmiah dan sesuai dengan pedoman iklan BPOM.

    4. Kemasan dan Bahasa

    Semua informasi pada kemasan harus menggunakan Bahasa Indonesia. Label dua bahasa diperbolehkan, tetapi Bahasa Indonesia harus lebih dominan. Beberapa produk juga harus mengikuti regulasi baru BPOM terkait kemasan ramah lingkungan.

    Tahun 2025 menekankan keberlanjutan, sehingga penggunaan kemasan yang dapat didaur ulang atau biodegradable dapat memberi nilai tambah di mata konsumen dan regulator.

    5. Iklan dan Klaim

    BPOM secara ketat mengawasi klaim dalam iklan dan kemasan. Hindari klaim yang tidak dapat dibuktikan seperti:

    “Menyembuhkan semua penyakit”

    “100% aman tanpa efek samping”

    “Produk ajaib”

    Pastikan semua materi iklan disetujui jika diperlukan. Kampanye online dan melalui influencer juga diawasi BPOM. Kerja sama dengan agensi dan kreator konten yang taat regulasi sangat penting.

    6. Prosedur Impor

    Importir harus:

    – Terdaftar di BPOM

    – Menunjuk perwakilan lokal atau distributor

    – Memiliki gudang yang terdaftar dan diperiksa oleh BPOM

    Produk harus melewati bea cukai dengan dokumen lengkap, termasuk nomor registrasi BPOM. Kekurangan dokumen dapat menyebabkan penundaan atau penyitaan.

    7. Standar Produksi

    Pabrik harus mematuhi:

    – GMP (Good Manufacturing Practice)

    – CPOTB untuk obat tradisional

    – CPKB untuk kosmetik

    Audit rutin dan inspeksi mendadak adalah bagian dari strategi penegakan BPOM tahun 2025. Disarankan untuk melakukan simulasi audit internal guna meningkatkan kesiapan.

    8. Pengawasan Pasca-Pasar

    BPOM memantau produk di pasar melalui uji laboratorium, inspeksi acak, dan umpan balik konsumen. Pelaku usaha harus:

    – Menyimpan sampel produk

    – Mencatat distribusi produk

    – Melaporkan efek samping serius

    Kegagalan bekerja sama dalam pengawasan pasca-pasar dapat dikenai sanksi. Sistem layanan konsumen yang responsif dapat membantu meningkatkan kepatuhan dan reputasi.

    9. Penarikan dan Pelaporan Produk

    Jika produk ditemukan tidak aman:

    – Segera laporkan ke BPOM

    – Lakukan penarikan sukarela

    – Sampaikan pemberitahuan publik melalui media dan pembaruan kemasan

    Mengabaikan prosedur penarikan dapat menimbulkan tanggung jawab pidana. Punya rencana penarikan dan tim terlatih dapat meminimalkan dampak dan memastikan kepatuhan.

    10. Pelaporan dan Pembaruan Tahunan

    Pastikan untuk:

    – Mengirim laporan tahunan jika diperlukan

    – Memantau masa berlaku lisensi dan sertifikat

    – Mengikuti pembaruan regulasi melalui saluran resmi BPOM

    Gunakan kalender regulasi dan pengingat agar tidak melewatkan tenggat waktu. Bermitra dengan layanan manajemen kepatuhan juga dapat mempermudah pelaporan.

    Sanksi atas Ketidakpatuhan pada 2025

    Sanksi atas pelanggaran regulasi BPOM semakin berat di tahun 2025. Konsekuensinya meliputi:

    1. Sanksi administratif (teguran, penangguhan, pencabutan izin)

    2. Penyitaan atau pemusnahan produk

    3. Denda hingga Rp2 miliar

    4. Tuntutan pidana untuk pelanggaran berat atau berulang

    BPOM juga menerapkan daftar hitam publik untuk perusahaan yang sering melanggar, yang berdampak pada reputasi dan akses pasar. Pencegahan jauh lebih murah daripada penanganan setelah pelanggaran terjadi.

    Tips untuk Menjaga Kepatuhan Berkelanjutan

    1. Tunjuk petugas regulasi internal

    2. Audit dokumen dan proses secara berkala

    3. Latih seluruh staf

    4. Konsultasi dengan ahli kepatuhan atau hukum

    5. Berlangganan pembaruan BPOM dan ikuti seminar/webinar resmi

    Pendekatan proaktif terhadap kepatuhan tidak hanya melindungi dari risiko hukum tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional. Membangun budaya kepatuhan di seluruh departemen adalah kunci keberhasilan jangka panjang.

    Kesimpulan

    Memastikan kepatuhan BPOM di tahun 2025 bukan hanya keharusan hukum—tetapi elemen penting dalam keberlanjutan bisnis Anda di pasar yang kompetitif dan teregulasi. Dari registrasi produk yang akurat hingga pemantauan pasca-pasar yang ketat, setiap langkah berperan dalam melindungi merek dan konsumen Anda. Dengan mengikuti daftar periksa ini, Anda tidak hanya menghindari sanksi dan penyitaan, tetapi juga menunjukkan komitmen terhadap kualitas dan keselamatan.

    Dengan meningkatnya fokus pada keamanan konsumen, transparansi, dan tanggung jawab lingkungan, 2025 adalah waktu yang tepat untuk memperkuat strategi kepatuhan dan membangun kepercayaan dengan semua pemangku kepentingan.

    Menavigasi kompleksitas regulasi BPOM bisa menjadi hal yang membingungkan. CPT Corporate menyediakan layanan profesional untuk registrasi produk BPOM, perizinan, konsultasi pelabelan, hingga pemantauan pasca-persetujuan. Kunjungi CPT Corporate untuk mengetahui bagaimana kami dapat membantu bisnis Anda tetap patuh terhadap hukum di Indonesia.

  • Dirut KAI: Apresiasi Masyarakat Jadi Penyemangat KAI Tingkatkan Layanan

    Dirut KAI: Apresiasi Masyarakat Jadi Penyemangat KAI Tingkatkan Layanan

    Lebih dari 90 persen pemudik mengungkapkan apresiasi mereka terhadap petugas PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang bertugas di stasiun maupun di dalam kereta selama masa arus balik Lebaran 2025.

    Temuan ini berasal dari survei kepuasan pelanggan yang dilakukan oleh Perum LKBN ANTARA melalui unit bisnis NEXT. Survei tersebut dilaksanakan pada 5–8 April 2025 dengan melibatkan 557 responden dari berbagai wilayah.

    Direktur Komersial, Pengembangan Bisnis, dan Teknologi Informasi Perum LKBN ANTARA, Jaka Sugiyanta, menyampaikan bahwa petugas KAI dinilai tanggap dan proaktif, khususnya dalam memastikan kenyamanan dan keamanan penumpang.

    “Ini menunjukkan upaya nyata KAI dalam menjaga keamanan dan ketertiban, baik di stasiun maupun selama perjalanan di dalam kereta,” ujar Jaka di Jakarta, Jumat (11/4).

    Survei ini menyoroti beberapa aspek layanan, mulai dari fasilitas di stasiun dan di dalam kereta, kemudahan pembelian tiket, hingga dampak sosial dari penggunaan moda transportasi kereta api.

    Menanggapi hasil survei tersebut, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas kepercayaan yang terus diberikan kepada KAI. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari kerja keras seluruh Insan KAI dan akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.

    “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat terhadap layanan KAI. Apresiasi ini menjadi penyemangat bagi seluruh Insan KAI untuk terus melakukan perbaikan dan menghadirkan layanan yang semakin andal, aman, dan nyaman,” ujar Didiek.

    Ia juga menegaskan komitmen KAI untuk terus bergerak maju dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.

    “Kami sangat menghargai setiap masukan pelanggan. KAI akan terus berinovasi, menjaga kualitas layanan, dan menjawab kebutuhan masyarakat melalui pengembangan layanan digital, peningkatan sarana dan prasarana, serta transformasi budaya kerja,” tambahnya.

    Selama masa angkutan Lebaran yang berlangsung dari 21 Maret hingga 12 April Pukul 14.00 WIB, KAI melayani total 4.707.628 pelanggan, baik untuk perjalanan kereta api jarak jauh maupun lokal di seluruh wilayah operasional KAI di Pulau Jawa dan Sumatera.

    Dalam periode tersebut, KAI menyediakan total 4.591.510 tempat duduk, yang terdiri dari:

    • 3.443.832 seat untuk KA Jarak Jauh

    • 1.147.678 seat untuk KA Lokal

    Dari total pelanggan yang dilayani, sebanyak 3.915.546 pelanggan menggunakan KA Jarak Jauh dengan tingkat okupansi mencapai 114% dari kapasitas yang tersedia. Sementara itu, pelanggan KA Lokal tercatat sebanyak 792.082 pelanggan, dengan okupansi 69% dari kapasitas yang disediakan.

    “Atas capaian ini, KAI menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan seluruh pelanggan selama masa Angkutan Lebaran 2025. Keberhasilan ini bukan sekadar angka, tetapi cerminan dari kepercayaan dan sinergi antara KAI dan para pelanggan yang terus menjadi bagian penting dalam perjalanan transformasi layanan KAI. Apresiasi dari masyarakat menjadi dorongan kuat bagi KAI untuk terus berinovasi dan menghadirkan layanan transportasi yang andal, aman, nyaman, dan berkelanjutan,” tutup Didiek.

  • Mengapa Menginvestasikan dalam Sistem Penjadwalan Ruang Adalah Kunci untuk Efisiensi Kantor

    Mengapa Menginvestasikan dalam Sistem Penjadwalan Ruang Adalah Kunci untuk Efisiensi Kantor

    Artikel “Why Investing in a Room Scheduling System is Key to Office Efficiency” oleh Melvin Halpito, Managing Director MLV Teknologi, menjelaskan bahwa sistem penjadwalan ruang yang baik sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas di lingkungan kantor. Dengan meminimalkan kesalahan penjadwalan dan meningkatkan kolaborasi, perusahaan dapat mengoptimalkan penggunaan ruang mereka. Investasi dalam sistem ini akan memberikan pengembalian yang signifikan dalam jangka panjang dan membantu perusahaan beradaptasi dengan perubahan cara kerja.
    https://mlvteknologi.com/why-investing-in-a-room-scheduling-system-is-key-to-office-efficiency/

    Dalam artikel yang ditulis oleh Melvin Halpito, Managing Director MLV Teknologi, berjudul “Why Investing in a Room Scheduling System is Key to Office Efficiency”, diuraikan alasan mengapa sistem penjadwalan ruang sangat penting dalam meningkatkan efisiensi di lingkungan kantor. Dalam era kerja modern yang semakin mengutamakan fleksibilitas dan kolaborasi, pengelolaan ruang pertemuan menjadi semakin krusial untuk memastikan penggunaan waktu yang efektif dan preventif terhadap sengketa penggunaan ruang.

    Pentingnya Sistem Penjadwalan

    Melvin Halpito menjelaskan bahwa sistem penjadwalan yang efektif dapat membantu perusahaan dalam mengorganisasi penggunaan ruang rapat dengan lebih baik. Dengan memanfaatkan teknologi, semua anggota tim dapat melihat ketersediaan ruang secara real-time dan melakukan reservasi tanpa repot. Ini mengurangi kebingungan dan kesalahpahaman yang sering terjadi ketika beberapa orang mencoba menggunakan ruang yang sama secara bersamaan.

    Meningkatkan Kolaborasi

    Sistem penjadwalan yang terintegrasi menjadikan kolaborasi antar tim lebih lancar. Ketika ruang rapat dikelola dengan baik, tim dapat mengatur pertemuan dengan lebih mudah, tanpa harus menghadapi kerumitan dalam mencari waktu yang tepat atau ruang yang tersedia. Halpito juga menyebutkan bahwa peningkatan kolaborasi akan berujung pada produktivitas yang lebih tinggi dan pengambilan keputusan yang lebih cepat.

    Efisiensi Waktu dan Sumber Daya

    Kinerja ruang rapat yang dioptimalkan tidak hanya meningkatkan efisiensi waktu, tetapi juga mengurangi biaya operasional. Dengan sistem penjadwalan yang baik, perusahaan dapat meminimalkan waktu yang terbuang untuk mencari ruang. Ini sangat relevan dalam kondisi kerja hybrid, di mana penggunaan ruang menjadi lebih dinamis. MLV Teknologi menyediakan solusi yang dapat disesuaikan untuk membantu perusahaan mengimplementasikan sistem penjadwalan yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

    Investasi Jangka Panjang

    Menginvestasikan dalam sistem penjadwalan ruang bukan hanya merupakan langkah untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga merupakan langkah strategis untuk masa depan. Organisasi yang menggunakan sistem ini akan memiliki keunggulan kompetitif dalam memanfaatkan sumber daya mereka. Melvin Halpito mengingatkan bahwa investasi dalam teknologi yang tepat dapat membantu organisasi beradaptasi dengan perubahan dan tantangan yang mungkin terjadi di masa depan.

    Alamat artikel: https://mlvteknologi.com/why-investing-in-a-room-scheduling-system-is-key-to-office-efficiency/