Blog

  • KAI Divre III Palembang Imbau Pengendara Untuk Berhati-hati Ketika Melintas di Perlintasan Kereta Api

    KAI Divre III Palembang Imbau Pengendara Untuk Berhati-hati Ketika Melintas di Perlintasan Kereta Api

    Palembang, 30 Oktober 2025 – Masih maraknya pelanggaran yang terjadi di perlintasan kereta api, yang berakibat terjadinya kecelakaan terhadap kereta api. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional (Divre) III Palembang kembali mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dan mematuhi peraturan ketika melintas di perlintasan sebidang kereta api guna meningkatkan keselamatan bersama dan mencegah terjadinya kecelakaan.

    Manager Humas Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama antara pengguna jalan, pemerintah, regulator dan operator perkeretaapian.

    “Kami mengingatkan kepada seluruh pengendara, baik kendaraan roda dua maupun roda empat, agar selalu waspada saat melintasi perlintasan kereta api. Pastikan kendaraan dalam kondisi aman, tidak berhenti di atas rel, dan selalu memperhatikan tanda serta isyarat perlintasan,” ujar Aida.

    Aida menegaskan, setiap pengemudi kendaraan wajib patuhi rambu lalu lintas dan terapkan prinsip Berteman (berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, jalan) serta memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas sebelum menyeberang. Bagi pengemudi kendaraan besar atau berat seperti truk dan bus, perlu perhatian ekstra terhadap kondisi jalan di sekitar perlintasan. Faktor geometri lintasan turut berpengaruh terhadap keselamatan di perlintasan.

    “Beberapa perlintasan memiliki kemiringan yang curam, rel yang tinggi, atau permukaan yang tidak rata. Kondisi tersebut dapat menjadi tantangan bagi kendaraan berat dengan ruang bebas rendah. Pengemudi wajib memastikan kendaraan dapat melintasi rel dengan aman dan tidak terjebak di atas rel,” tambahnya.

    Selain itu, kendaraan besar memiliki waktu dan jarak berhenti yang lebih panjang dan kereta api juga tidak dapat berhenti mendadak. Jika pengemudi terlambat mengantisipasi kehadiran kereta api, risiko kecelakaan bisa meningkat. Karena itu, pengemudi diimbau untuk menjaga jarak aman dan tidak memaksa melintas ketika sinyal sudah berbunyi atau palang pintu mulai tertutup,

    Kewajiban pengendara untuk berhenti dan memastikan aman sebelum melintas diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pasal 114 yang berbunyi: “Pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain yang menunjukkan kereta api akan melintas, pasal 296 mengatur sanksi bagi pengendara yang tidak berhenti di perlintasan kereta api saat sinyal atau palang pintu sudah berbunyi/ditutup, dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda maksimal Rp 750 ribu.

    Selain itu UU Nomor Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124 menyebutkan bahwa “Pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dengan jalan, pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api dan Pasal 199 ayat (1) menegaskan bahwa “Setiap orang yang tidak mematuhi perintah yang diberikan oleh petugas, atau rambu lalu lintas di perlintasan sebidang, dapat dikenakan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750 ribu”.

    Dalam mendukung keselamatan di perlintasan kereta api, KAI Divre III Palembang terus berkoordinasi dengan stakeholders dan instansi terkait, termasuk Dinas Perhubungan, TNI – Polri, Balai Teknik Perkeretaapian dan komunitas pencinta kereta api, dalam melakukan sosialisasi keselamatan dan penertiban perlintasan liar di wilayah Sumatera Selatan.

    “Kami berharap masyarakat juga berperan aktif dalam menjaga keselamatan di sekitar perlintasan. Dengan meningkatnya kepatuhan masyarakat terhadap aturan dan rambu-rambu di perlintasan kereta api, diharapkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan dapat terus terjaga dengan baik. Serta disiplin dan kesadaran menjadi kunci utama untuk mencegah kecelakaan,” tutup Aida.

  • EVOS Fams, Buat Kamu yang Pertama Kali Login di EVOS TOP UP: Dapat 3% Cashback! 🎉

    EVOS Fams, Buat Kamu yang Pertama Kali Login di EVOS TOP UP: Dapat 3% Cashback! 🎉

    Diskon spesial cuma buat kamu yg beru pertama kali belanja di Evos

    Hai EVOS Fams! Buat kamu yang belum pernah coba EVOS TOP UP, sekarang waktu yang pas banget!

    ✨ First Login Bonus Khusus untuk kamu yang baru pertama kali daftar dan login, langsung dapetin 3% cashback untuk pembelian pertamamu.

    🛡️ Dan spesialnya lagi… Promo ini khusus untuk pembelian item Mobile Legends! Jadi, kamu bisa top up diamond buat beli skin, battle emote, sampai Starlight dengan harga lebih hemat!

    💡 Gimana caranya?

    Kunjungi EVOS TOP UPDaftar dan login akun kamu pilih Mobile Legends, top up, dan nikmati diskonnya!

    Langsung gaskeun sekarang juga ya, Fams!

  • PTPP Dorong Efisiensi dan Inovasi Hijau dalam Konstruksi Nasional:  Pionir Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia

    PTPP Dorong Efisiensi dan Inovasi Hijau dalam Konstruksi Nasional: Pionir Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia

    Jakarta, 27 Oktober 2025 – PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia, terus memperkuat komitmennya dalam mendorong praktik konstruksi berkelanjutan melalui penerapan inovasi konstruksi hijau (Green Construction) dan efisiensi energi di berbagai proyek strategis nasional. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi korporasi untuk memperkuat reputasi baru sebagai pelopor pembangunan ramah lingkungan di Indonesia.

    Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menegaskan bahwa PTPP kini memandang pembangunan tidak hanya dari sisi infrastruktur fisik, tetapi juga dari tanggung jawab ekologis dan sosial. “PTPP tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga masa depan yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan. Kami berkomitmen menjadikan setiap proyek sebagai perwujudan dari pembangunan berkelanjutan yang berdampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Joko.

    Sebagai pelaku utama di sektor konstruksi nasional, PTPP telah menerapkan konsep green building dan efisiensi energi di sejumlah proyek ikonik, di antaranya Gedung IT Mandiri, Gedung BRI Tower, Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulonprogo, JSI Sunter, Kedutaan Besar Singapura di Jakarta, Gedung Kementerian PUPR, serta berbagai proyek ramah lingkungan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

    Setiap proyek tersebut dirancang dengan prinsip environmental efficiency, mencakup penggunaan material daur ulang, sistem pencahayaan hemat energi, water recycling system, serta penerapan Building Information Modeling (BIM) untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan mengurangi jejak karbon. “Transformasi hijau bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. Kami ingin memastikan bahwa setiap pembangunan yang dilakukan oleh PTPP memberikan manfaat jangka panjang, tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga bagi lingkungan dan generasi mendatang,” tambah Joko.

    Selain menerapkan praktik hijau di lapangan, PTPP juga aktif berkolaborasi dengan startup teknologi konstruksi dan perguruan tinggi nasional untuk mengembangkan riset terkait efisiensi energi, smart building management, dan teknologi ramah lingkungan. Kolaborasi ini menjadi bukti komitmen PTPP dalam mempercepat adopsi teknologi hijau di sektor konstruksi Indonesia.

    Langkah-langkah ini selaras dengan Asta Cita Pemerintah, khususnya pilar Memperkuat Ketahanan Ekonomi dan Keberlanjutan Lingkungan, serta mendukung target nasional Net Zero Emission 2060. Melalui inovasi hijau dan efisiensi energi, PTPP berperan aktif dalam memperkuat daya saing ekonomi hijau sekaligus mewujudkan ekosistem pembangunan yang rendah emisi dan berkeadilan.

    Dengan semangat keberlanjutan, PTPP terus menegaskan dirinya sebagai pionir green construction nasional yang berfokus pada efisiensi energi, pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab, serta keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.

    Langkah ini tidak hanya memperkuat posisi PTPP sebagai perusahaan konstruksi unggulan, tetapi juga mempertegas peran strategisnya dalam membangun infrastruktur Indonesia yang modern, inklusif, dan berkelanjutan—menjadi fondasi bagi masa depan ekonomi hijau yang tangguh dan berdaya saing global.

    –SELESAI– 

  • Dukung LRT RUN BREAK THE RUSH, KAI Lakukan Penyesuaian Jadwal Perjalanan LRT Jabodebek pada 2 November

    Dukung LRT RUN BREAK THE RUSH, KAI Lakukan Penyesuaian Jadwal Perjalanan LRT Jabodebek pada 2 November

    Menyambut kegiatan LRT RUN BREAK THE RUSH pada 2 November 2025, LRT Jabodebek menyesuaikan jadwal keberangkatan lebih pagi. Penyesuaian ini dilakukan untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan peserta acara, sehingga setiap orang dapat memulai aktivitas dengan lebih nyaman dan menyenangkan.

    Berikut jadwal perjalanan pertama LRT Jabodebek pada 2 November 2025:

    – Harjamukti – Dukuh Atas BNI: 04.35

    – Dukuh Atas BNI – Harjamukti: 05.28

    – Jati Mulya – Dukuh Atas BNI: 04.25

    – Dukuh Atas BNI – Jati Mulya: 05.21

    Dengan tarif akhir pekan mulai dari Rp5.000 hingga Rp10.000, semua bisa menikmati layanan LRT Jabodebek yang terjangkau dengan mudah dan nyaman.

    Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi, menyampaikan perjalanan lebih pagi ini disiapkan untuk mendukung peserta yang mengikuti LRT RUN BREAK THE RUSH sekaligus memberikan pilihan perjalanan yang nyaman bagi masyarakat.

    “Kami berharap setiap pengguna dapat memulai hari mereka dengan lebih nyaman, sambil menikmati perjalanan bersama LRT Jabodebek,” ujar Purnomosidi.

    Selain memudahkan akses menuju lokasi event, jadwal lebih pagi juga memberikan kesempatan bagi pengguna untuk merasakan suasana kota yang masih tenang. LRT Jabodebek menjadi moda transportasi publik yang membantu masyarakat bergerak lebih fleksibel, praktis, dan ramah lingkungan.

    LRT Jabodebek mengajak seluruh masyarakat untuk terus menggunakan transportasi publik sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan berkelanjutan. Dengan naik LRT Jabodebek, perjalanan sehari-hari menjadi lebih efisien, nyaman, dan tetap mendukung aktivitas positif, termasuk olahraga dan kegiatan komunitas.

    Informasi lebih lanjut mengenai jadwal perjalanan pada tanggal 2 November dapat diakses melalui Instagram @lrt_jabodebek.

  • Laba Inti Meningkat 5,02%, Jasa Marga Konsisten Jaga Kinerja Positif Sepanjang Kuartal III Tahun 2025

    Laba Inti Meningkat 5,02%, Jasa Marga Konsisten Jaga Kinerja Positif Sepanjang Kuartal III Tahun 2025

    Laba Inti Meningkat 5,02%, Jasa Marga Konsisten Jaga Kinerja Positif Sepanjang Kuartal III Tahun 2025

    Jakarta (30/10), Di tengah kondisi ekonomi dan lingkungan bisnis yang cukup menantang, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (“Perseroan”) konsisten menjaga kinerja positif sepanjang Kuartal III Tahun 2025. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan bahwa Perseroan mencatatkan Laba Inti sebesar Rp2,74 triliun, tumbuh 5,02% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. “Capaian ini mencerminkan kekuatan fundamental Perseroan dalam menjaga performa bisnis secara konsisten,” kata Rivan.

    Peningkatan laba inti ini didukung oleh pertumbuhan Pendapatan Usaha dan EBITDA Perseroan serta penurunan biaya keuangan secara konsolidasi sebesar 14,21% (YoY), sebagai dampak positif dari aksi korporasi Equity Financing di PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) yang dilakukan oleh Perseroan pada Kuartal IV Tahun 2024.

    Pada Kuartal III Tahun 2025, Perseroan berhasil membukukan Pendapatan Usaha sebesar Rp14,52 triliun atau tumbuh 4,83% dari Kuartal III Tahun 2024. Capaian ini didorong oleh kontribusi dari kinerja Pendapatan Tol sebesar Rp13,42 triliun dan kinerja Pendapatan Usaha Lain sebesar Rp1,11 triliun. Realisasi EBITDA Perseroan juga meningkat sejalan dengan peningkatan Pendapatan Usaha, yaitu mencapai Rp9,73 triliun atau tumbuh sebesar 4,93%, dengan realisasi EBITDA Margin yang terjaga dengan baik, dibandingkan dengan Kuartal III Tahun 2024 yaitu mencapai level 67,01%.

    Hingga Kuartal III Tahun 2025, Perseroan masih memegang posisi market leader di industri jalan tol dengan total panjang jalan tol Jasa Marga Group yang telah beroperasi sepanjang 1.294 km yang merepresentasikan 42% jalan tol beroperasi di seluruh Indonesia serta total konsesi jalan tol yang dikelola oleh Perseroan mencapai 1.736 km.

    Pada Juli 2025, Perseroan mengambil langkah strategis dengan menyelesaikan adendum Perjanjian Pemegang Saham atau Shareholders Agreement (SHA) bersama PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) di PT Jasamarga Jogja Solo (PT JMJ) yang memungkinkan PT JMJ untuk disajikan sebagai entitas konsolidasi dalam laporan keuangan Jasa Marga sesuai dengan ketentuan standar akuntansi yang berlaku. Penyesuaian ini dilakukan tanpa adanya perubahan atas struktur kepemilikan maupun transaksi atas saham dan penetapan kebijakan operasional serta arah pengembangan bisnis tetap dilakukan secara sinergis oleh para pemegang saham seperti yang telah diatur dalam perjanjian. Langkah ini memperkuat posisi Jasa Marga dalam mewujudkan jaringan jalan tol yang terintegrasi dan andal untuk mempercepat implementasi standar keselamatan, layanan, dan pemeliharaan yang konsisten di seluruh jaringan Jalan Tol Trans Jawa.

    Perseroan hingga saat ini fokus pada lima proyek jalan tol yang tengah berjalan yaitu, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Jalan Tol Akses Patimban, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo, dan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi. Pada Agustus 2025, Jasa Marga mengoperasikan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo segmen Klaten-Prambanan sepanjang 7,85 km.

    “Di tengah semakin banyaknya proyek jalan tol baru yang telah selesai serta mulai beroperasi, Jasa Marga tetap mampu menjaga kesimbangan antara kapasitas keuangan dan kesehatan finansial Perseroan yang tercemin dari stabilitas rasio keuangan yang baik pada Kuartal III 2025. Hal ini menunjukkan Perseroan selalu berkomitmen dalam menjaga keberlangsungan bisnisnya,” tutup Rivan.

    Di lini usaha lain, Jasa Marga melalui anak usahanya, PT Jasamarga Related Business (JMRB), mengelola TIP (Tempat Istirahat dan Pelayanan) Pengembangan pertama di Indonesia atau biasa disebut Toll Corridor Development (TCD) yang berkonsep Transit Oriented Development (TOD) dengan nama komersil Travoy Hub. Hingga Kuartal III 2025, PT JMRB memperluas pengembangan dengan membangun Travoy Hub tahap 2 dan 3 dengan progres pembangunan yang mencapai 99,86%. Travoy Hub yang terletak di Stasiun LRT Taman Mini mengintegrasikan angkutan umum dengan pusat bisnis seperti area retail, rumah sakit dan tempat rekreasi sehingga menciptakan potensi serapan tenaga kerja serta menjadi wadah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan usaha kreatif.

    Perseroan juga terus memastikan kesiapan layanan operasional yang diwujudkan melalui peningkatan kuantitas dan kualitas layanan terutama dalam mengantisipasi peningkatan mobilitas pada periode libur panjang hingga Kuartal III 2025.

    Jasa Marga optimis dapat mempertahankan kinerja positif Perseroan di tahun 2025 dengan terus melakukan sejumlah inisiatif strategis dalam mengelola kesehatan finansial. Dari sisi top line, Perseroan memastikan target tumbuhnya pendapatan usaha dapat tercapai dengan mengupayakan penyesuaian tarif tol sesuai rencana bisnis dan meningkatkan pertumbuhan pendapatan Usaha Lain.

    ________

  • KAI Daop 8 Surabaya Terima Kunjungan Komisi VII DPR RI Di Stasiun Sidoarjo Bahas Pembangunan Jalur Ganda dan Elektrifikasi

    KAI Daop 8 Surabaya Terima Kunjungan Komisi VII DPR RI Di Stasiun Sidoarjo Bahas Pembangunan Jalur Ganda dan Elektrifikasi

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya menerima kunjungan kerja Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI, Ir.H.Bambang Haryo Soekartono,M.I.Pol (BHS), beserta jajaran di Stasiun Sidoarjo, Selasa (28/10/2025).

    Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau langsung pelayanan kepada penumpang serta berdiskusi mengenai rencana pembangunan jalur ganda (double track) dan elektrifikasi jaringan rel di wilayah Daop 8 Surabaya.

    Pada kunjungannya, rombongan disambut langsung oleh Executive Vice President PT KAI Daop 8 Surabaya, Wisnu Pramudyo, beserta Jajaran Manajemen KAI Daop 8 Surabaya. Rombongan DPR RI berkesempatan meninjau area pelayanan penumpang, ruang tunggu, dan berbincang dengan para penumpang di Stasiun Sidoarjo.

    Dalam sambutannya, Wisnu Pramudyo menyampaikan ucapan selamat datang dan menyambut baik kehadiran Bapak Bambang Haryo Soekartono dan rombongan Komisi VII DPR RI.

    “Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara KAI Daop 8 Surabaya dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta pengembangan infrastruktur perkeretaapian di Jawa Timur,” pungkasnya.

    Sementara itu, pada kesempatan ini Bambang Haryo Soekartono menyoroti pentingnya peningkatan konektivitas transportasi publik, khususnya melalui pengembangan jalur ganda pada lintasan Surabaya–Sidoarjo, serta percepatan program elektrifikasi yang lebih ramah lingkungan.

    ‎“Kami semua, termasuk warga Sidoarjo dan Surabaya, menginginkan adanya KRL seperti di Jakarta. Saya mendorong agar pembangunannya dipercepat,” ujar BHS disela meninjau operasional KAI Daop 8 Surabaya, di Stasiun Sidoarjo.

    Dikatakannya, “Saat ini rute Surabaya–Sidoarjo permintaan penumpang terus meningkat. Dengan pembangunan double track dan elektrifikasi akan membuka era baru transportasi publik massal di Jawa Timur,” tambahnya.

    BHS pada kesempatan ini juga menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur pendukung seperti pembangunan flyover atau underpass di perlintasan sebidang yang rawan kemacetan.‎

    “Kalau jalur ganda ini terealisasi, maka lalu lintas darat tidak terganggu buka-tutup palang. Ini harus disiapkan sejak dini oleh Pemkab Sidoarjo dan Pemkot Surabaya,” terangnya.‎

    Sementara itu juga, Wisnu Pramudyo mengungkapkan bahwa rencana elektrifikasi dan jalur ganda Surabaya–Sidoarjo sudah masuk program prioritas pemerintah.

    “Proyek ini bagian dari program SRRL yang digagas Pemprov Jawa Timur dengan dukungan pinjaman luar negeri dari Jerman. Saat ini dalam tahap proses awal, dan ditargetkan mulai pembangunan pada 2026–2027,” ucap Wisnu Pramudyo.

    ‎Wisnu juga menegaskan hadirnya jalur ganda dan KRL akan meningkatkan kapasitas angkut penumpang serta mempercepat konektivitas antarwilayah. ‎“Kami sangat mendukung dorongan Pak Bambang Haryo Soekartono. Kapasitas angkut memang menjadi kunci utama untuk melayani masyarakat secara lebih optimal,” pungkasnya.

    Kunjungan ini diakhiri dengan dialog bersama masyarakat dan pengguna jasa di area Stasiun Sidoarjo, di mana aspirasi dan masukan masyarakat turut menjadi perhatian dalam perencanaan pengembangan transportasi kereta api di masa mendatang.

  • 40% Petani Sawit Indonesia Hadapi Tantangan Ketertelusuran dan Sertifikasi di Tengah Kewajiban Kepatuhan EUDR

    40% Petani Sawit Indonesia Hadapi Tantangan Ketertelusuran dan Sertifikasi di Tengah Kewajiban Kepatuhan EUDR

    Sekitar 40% lahan sawit Indonesia dikelola oleh petani kecil, namun sebagian besar masih belum terdaftar dan belum terdaftar (Mongabay, 2023). Kesiapan digital untuk ketertelusuran dan sertifikasi menjadi semakin penting seiring dengan upaya produsen memenuhi standar RSPO dan ISPO, serta mematuhi EU Deforestation Regulation (EUDR). Meskipun terdapat pembahasan mengenai kemungkinan penundaan, belum ada konfirmasi resmi terkait penundaan tenggat waktu Desember 2025. Sertifikasi dan ketertelusuran kini menjadi “paspor baru” untuk akses pasar global, dan platform digital seperti KoltiTrace dan KoltiSkills membantu petani kecil mempersiapkan kepatuhan terhadap standar ISPO dan RSPO. Koltiva mendorong transparansi dan inklusi melalui platform KoltiTrace, melalui dukungan. terhadap inisiatif Sustainable Landscape Platform Indonesia (SLPI) dan Multi-Stakeholder Forum (MSF) bersama UNDP, SECO, dan pemerintah daerah.

    Lebih dari 40% area perkebunan sawit Indonesia dikelola oleh petani kecil independent yang sebagian besar masih berada di luar sistem ketertelusuran dan sertifikasi formal (Mongabay, 2023). Kesenjangan ini membatasi akses mereka ke pasar berkelanjutan dan menimbulkan risiko kepatuhan bagi rantai pasok secara keseluruhan. Ketika negara importir global memperketat standar keberlanjutan melalui kebijakan seperti EUDR, Indonesia dihadapkan pada tantangan penting, yaitu mengintegrasikan jutaan petani kecil ke dalam rantai pasok yang transparan, tertelusur, dan inklusif agar tetap kompetitif di pasar global. Oleh karena itu, ketertelusuran digital dan kesiapan sertifikasi menjadi hal yang sangat penting, terlebih di tengah pembahasan kemungkinan penundaan EUDR, meskipun belum ada konfirmasi resmi terkait tenggat waktu Desember 2025 (Koltiva, 2025).

    Kesenjangan Sertifikasi dan Ketertelusuran

    Secara global, petani kecil yang mengelola kurang dari 50 hektare menghasilkan hingga 30% minyak sawit mentah dunia dan mencakup hampir sepertiga dari total area perkebunan sawit (Chain Action Research, 2021; RSPO, 2022). Faktanya, hanya 7% pabrik bersertifikat di Indonesia yang bermitra dengan petani kecil independen, dan kurang dari 1% dari mereka telah memperoleh sertifikasi RSPO atau ISPO. Di Provinsi Riau yang merupakan salah satu sentra produksi sawit terbesar di Indonesia, perkebunan petani independen mencakup 1,61 juta hektare, tetapi hanya 0,48% (7.798 ha) yang telah bersertifikat RSPO. Hal ini menunjukkan kesenjangan inklusi yang signifikan. Kekurangan data ini bukan hanya persoalan sertifikasi, melainkan juga mencerminkan minimnya visibilitas dan inklusi sistemik. Petani yang tidak terdaftar tetap terpinggirkan dari program keberlanjutan dan peluang hilir, sementara perusahaan menghadapi risiko kepatuhan dan hambatan pasar.

    Ketertelusuran Digital: Dari Kepatuhan ke Peluang

    Aspek legalitas dan ketertelusuran kini menjadi syarat utama untuk mengakses pasar ekspor premium. Di bawah EUDR dan kebijakan serupa, produsen harus membuktikan lokasi kebun (plot-level geolocation), legalitas lahan, serta rantai pasok yang dapat ditelusuri penuh hingga ke kebun (TTP). Bagi Indonesia, dengan rantai pasok yang kompleks dan banyak perantara, hal ini menuntut pendaftaran produsen yang terverifikasi, transaksi yang transparan, dan rantai pasok tanpa celah dari kebun hingga pabrik.

    “Kami telah melihat bagaimana digitalisasi dan model kolaboratif dapat mengubah kepatuhan dari beban menjadi peluang. Namun dampak jangka panjang hanya dapat tercapai jika semua pemangku kepentingan bekerja bersama, memastikan tidak ada petani kecil yang tertinggal dalam transisi menuju rantai pasok berkelanjutan,” kata Jusupta Tarigan, Senior Program Manager di Koltiva.

    Koltiva, perusahaan AgriTech asal Swiss-Indonesia, mengembangkan KoltiTrace, platform ketertelusuran digital yang memetakan produsen, memantau data di tingkat kebun, dan memverifikasi transaksi secara real time. Di Indonesia, sistem KoltiTrace telah memberdayakan lebih dari 2.600 bisnis di sepanjang rantai pasok sawit dan mendaftarkan lebih dari 178.000 petani, meningkatkan transparansi dan inklusi di setiap tahap produksi.

    Koltiva juga berkolaborasi dengan UNDP, SECO, Swisscontact, dan pemerintah daerah untuk memperkuat pemberdayaan produsen melalui pengambilan keputusan berbasis data dan manajemen rantai pasok inklusif, sebagaimana ditunjukkan melalui Dashboard Multi-Stakeholder Forum (MSF) di Aceh Singkil (InfoSawit, 2025).

    Kolaborasi Melalui SLPI dan MSF: Membangun Infrastruktur Digital Sawit Berkelanjutan

    Koltiva mendorong transparansi dan inklusi melalui keterlibatan aktif dalam Sustainable Landscape Platform Indonesia (SLPI) serta inisiatif Multi-Stakeholder Forum (MSF) yang menyatukan lembaga pemerintah, sektor swasta, LSM, dan kelompok tani untuk menyelaraskan tujuan keberlanjutan. Melalui kolaborasi dengan UNDP, SECO, dan pemerintah daerah, Koltiva membantu membangun sistem data terintegrasi, memperkuat kesiapan sertifikasi, dan memperluas produksi sawit berkelanjutan di wilayah-wilayah utama.

    Salah satu hasilnya adalah Dashboard MSF yang didukung oleh KoltiTrace MIS, yang memungkinkan pemerintah daerah seperti Kabupaten Aceh Singkil mengoordinasikan aksi, memantau indikator keberlanjutan, dan menerbitkan laporan kemajuan secara transparan.

    Dengan partisipasi 9 LSM dan 8 lembaga pemerintah, dashboard ini meningkatkan akuntabilitas, kepercayaan investor, serta produktivitas, sekaligus mengurangi risiko deforestasi.

    “Banyak perusahaan di Indonesia kini mengadopsi teknologi untuk memenuhi standar keberlanjutan dan mengintegrasikannya ke dalam rantai nilai mereka. Ketertelusuran digital bukan sekadar alat kepatuhan, tetapi fondasi ketahanan ekonomi. Dengan memberdayakan petani melalui data, kita menciptakan visibilitas yang mendorong nilai, transparansi, dan akses ke pasar premium,” ungkap Ainu Rofiq, Co-Founder Koltiva.

    Kolaborasi lintas industri tetap menjadi kunci untuk menutup kesenjangan data yang membuat jutaan produsen tak terlihat. Dengan menggabungkan data kebun yang terverifikasi, ketertelusuran digital, dan dukungan sertifikasi, Indonesia dapat memperkuat posisinya di pasar global sekaligus memastikan kesejahteraan petani kecil.

    Pemerintah juga menegaskan bahwa integrasi petani kecil melalui data dan sertifikasi sejalan dengan prioritas nasional untuk daya saing, ketahanan pangan, dan penguatan industri hilir.

    “Pemerintah terus berupaya meningkatkan daya saing sektor sawit Indonesia melalui implementasi regulasi ISPO. Kami mengapresiasi inisiatif multi-pihak yang mendukung agenda nasional untuk produksi sawit berkelanjutan, kemandirian pangan, dan pengembangan hilirisasi, termasuk dukungan bagi pemerintah daerah serta pendataan petani kecil,” kata Moch. Edy Yusuf, Asisten Deputi BUMN Bidang Industri Manufaktur, Agro, Farmasi, dan Kesehatan, Kemenko Perekonomian RI, dalam webinar Bincang & Tanggap SLPI yang diselenggarakan oleh UNDP bertema “Driving Sustainable Growth in Palm Oil Through Landscape Innovation and Downstream Opportunities”. Webinar ini menyoroti capaian MSF Dashboard untuk proyek LASR (Leuser Alas-Singkil River-basin) dan rencana dukungannya terhadap inisiatif Sustainable Palm Oil Governance 2024–2026.

    Seiring berkembangnya wacana global mengenai deforestasi dan transparansi rantai pasok, Indonesia memiliki peluang untuk memimpin melalui inklusi.

    Pada tahun 2030, Indonesia berpotensi membuka miliar dolar nilai ekspor yang patuh regulasi jika seluruh pihak, mulai dari pemerintah hingga petani, berkomitmen untuk membawa para produsen yang “tidak terlihat” menjadi bagian dari ekosistem berkelanjutan.

  • Neo Keliling Meriahkan Bulan Inklusi Keuangan 2025 di Surabaya

    Neo Keliling Meriahkan Bulan Inklusi Keuangan 2025 di Surabaya

    Bulan Inklusi Keuangan (BIK) merupakan gerakan nasional yang digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan literasi dan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

    Sebagai bagian dari komitmennya memperluas inklusi keuangan digital, neobank dari Bank Neo Commerce kembali ambil bagian dalam rangkaian kegiatan BIK 2025 lewat program andalannya, Neo Keliling. 

    Setelah menyambangi sejumlah kota besar di Indonesia, kali ini Surabaya menjadi destinasi berikutnya. Neo Keliling hadir di FinExpo Tunjungan Plaza 6, pada 23–26 Oktober 2025, dan sukses menarik perhatian ratusan pengunjung.

    Edukasi Keuangan Bisa Seru dan Interaktif

    Neo Keliling tahun ini kembali membuktikan bahwa edukasi finansial tidak harus kaku atau membosankan. Di booth neobank, pengunjung bisa langsung membuka rekening digital, mencoba layanan keuangan online, hingga mengikuti berbagai aktivitas interaktif berhadiah.

    Pendekatan ini menunjukkan komitmen neobank untuk membawa konsep “melek finansial” ke level yang lebih dekat dan menyenangkan. Dengan simulasi transaksi, konsultasi keuangan gratis, serta edukasi produk digital, pengunjung tidak hanya belajar, namun juga merasakan langsung manfaat layanan keuangan modern.

    Antusiasme Pengunjung Tinggi

    Booth neobank di FinExpo Surabaya menjadi salah satu titik paling ramai selama acara berlangsung. Tercatat, 214 pengunjung datang ke booth dan lebih dari 150 orang langsung membuka rekening, menabung, bertransaksi, hingga mencairkan pinjaman Neo Pinjam.

    Sebagai bentuk apresiasi, pengunjung yang aktif bertransaksi berkesempatan mendapatkan berbagai merchandise eksklusif dan Grand Prize menarik.

    Beberapa hadiah utama yang berhasil dibawa pulang nasabah di FinExpo kali ini antara lain:

    – 1 Setrika Uap

    – 2 Redmi Watch 2

    – 2 HP Redmi A3

    – 3 Redmi Pad SE

    – 1 Samsung Tab A9

    Grand Prize ini dimenangkan oleh nasabah yang membuka rekening dan mencairkan Neo Pinjam selama acara berlangsung.

    Neo Keliling Jadi Wujud Nyata Inklusi Keuangan

    Tak hanya di pusat perbelanjaan, kegiatan Neo Keliling juga merambah ruang publik. Selama periode FinExpo, neobank turut menggelar aktivitas Car Free Day (CFD) pada tanggal 26 Oktober 2025 di dua titik strategis, yaitu depan Hotel Mercure dan depan Gedung SCTV. Kedua lokasi ini sukses menarik minat masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat layanan digital neobank.

    Program Neo Keliling ini menjadi bukti nyata komitmen neobank dalam memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat di berbagai daerah. Dengan menggabungkan edukasi, interaksi langsung, dan pengalaman digital yang mudah, neobank membantu masyarakat memahami bahwa urusan keuangan bisa sesederhana membuka aplikasi di smartphone.

    Dukungan neobank untuk Masyarakat Melek Finansial

    Melalui kegiatan seperti Neo Keliling, neobank tidak hanya memperkenalkan produk-produk keuangan digital, tapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengatur keuangan, menabung, dan memanfaatkan layanan finansial secara bijak.

    Di tengah transformasi digital yang kian cepat, kehadiran neobank menjadi solusi bagi masyarakat dan pelaku usaha yang ingin mengelola keuangan dengan praktis, aman, dan efisien.

    Sampai Jumpa di Kota Berikutnya

    Kesuksesan Neo Keliling di FinExpo Surabaya menjadi penutup manis perjalanan kampanye inklusi keuangan tahun ini. Namun, semangat untuk terus memperluas literasi finansial belum berhenti.

    Neo Keliling dari neobank akan terus hadir di berbagai kota berikutnya, membawa misi yang sama, mewujudkan masyarakat yang lebih melek finansial dan siap menghadapi masa depan digital.

    Download neobank dari Bank Neo Commerce di PlayStore atau App Store dan sekarang.  

    ***

    PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

  • Rayakan Pernikahan Akhir Tahun Tanpa Khawatir Dana  Bersama BRI Flash

    Rayakan Pernikahan Akhir Tahun Tanpa Khawatir Dana Bersama BRI Flash

    Jakarta,  Oktober 2025 – Sepanjang tahun 2025, tren pernikahan di Indonesia semakin menekankan personalisasi, kreativitas, dan keberlanjutan. Pasangan muda kini lebih memilih micro wedding atau intimate ceremony untuk merayakan momen sakral dengan tamu terbatas, sehingga setiap detil dari dekorasi hingga menu makanan mencerminkan cerita dan kepribadian mereka. Dekorasi bernuansa alam, penggunaan bunga segar atau tanaman hidup, serta sentuhan ramah lingkungan semakin populer, sejalan dengan kesadaran akan keberlanjutan. Di sisi lain, teknologi turut mendukung pengalaman pernikahan, mulai dari undangan digital, RSVP online, hingga dokumentasi sinematik, membuat momen istimewa dapat dinikmati lebih interaktif dan berkesan bagi tamu.

    Di tengah tren ini, kebutuhan dana menjadi tantangan yang mendesak, terutama untuk pernikahan akhir tahun. Banyak pasangan memilih tanggal cantik atau hari baik sekaligus memanfaatkan libur panjang agar keluarga besar dapat hadir. Dengan waktu persiapan yang relatif singkat, pasangan sering harus menyiapkan anggaran besar secara cepat, mencakup sewa gedung, dekorasi, katering, busana pengantin, hingga dokumentasi, agar semua rencana dapat terlaksana tanpa kompromi.

    Menjawab kebutuhan tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menghadirkan BRI Flash, produk pembiayaan multiguna yang memberikan fleksibilitas bagi pasangan dalam mempersiapkan hari istimewa mereka. Nasabah dapat memperoleh pembiayaan dengan bunga mulai 0,72% per bulan serta pencairan hingga 90% dari nilai kendaraan yang dijadikan jaminan. Proses yang cepat dan mudah ini memungkinkan pasangan fokus menikmati momen tanpa khawatir soal dana. Kebutuhan seperti dekorasi, katering, rias pengantin, busana, hingga dokumentasi dapat terpenuhi dengan lebih tenang.

    Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menegaskan, “Pernikahan adalah momen istimewa, namun biaya sering menjadi kendala. Dengan BRI Flash, kami hadir sebagai mitra yang dapat diandalkan, memberikan pembiayaan cepat, fleksibel, dan terjangkau, sehingga pasangan bisa menikmati hari bahagia tanpa harus menundanya.”

    Selain itu, BRI Finance juga mendukung pasangan yang baru memulai kehidupan rumah tangga melalui program Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). Untuk mobil baru tersedia promo bunga mulai 0% dengan tenor 6–12 bulan khusus nasabah BRI, mobil bekas mulai 0,8% per bulan, dan sepeda motor mulai 0,7% per bulan. Skema ini menjadi solusi menarik bagi pasangan yang membutuhkan kendaraan untuk menunjang mobilitas sehari-hari sekaligus menata masa depan keluarga kecil mereka.

    Generasi muda kini semakin menyadari bahwa merayakan cinta tidak harus mengorbankan stabilitas finansial. Mereka memilih solusi pembiayaan formal yang ringan, transparan, dan sesuai gaya hidup modern. BRI Finance menjawab kebutuhan tersebut melalui layanan yang memadukan kemudahan digital, proses cepat, dan penawaran kompetitif. Informasi lebih lanjut dapat diakses di https://virtual-sales.brif.co.id/ 

    Dengan dukungan BRI Finance, mewujudkan pernikahan impian kini bukan sekadar mimpi. Dari hari bahagia yang tak terlupakan hingga langkah awal membangun kehidupan bersama, semua dapat direncanakan dengan bijak, penuh cinta, dan tanpa beban. Lebih dari itu, BRI Finance mendampingi nasabah untuk mencapai tujuan finansial mereka, memastikan setiap impian, mulai dari pesta pernikahan hingga kehidupan rumah tangga dapat terwujud dengan aman, nyaman, dan cerdas.

  • Ekspansi Berkelanjutan KAI Logistik: 277 Titik KALOG Express Dukung Peningkatan Akses dan Lapangan Kerja

    Ekspansi Berkelanjutan KAI Logistik: 277 Titik KALOG Express Dukung Peningkatan Akses dan Lapangan Kerja

    PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik), anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero), mencatat pertumbuhan signifikan pada jaringan layanan KALOG Express sepanjang tahun 2025. Hingga 30 September 2025, jumlah service point KALOG Express sebanyak 277 titik atau mencatat kenaikan sebesar 47,3% dibandingkan pada periode awal tahun.

    Sepanjang
    kuartal III tahun 2025, KAI Logistik sukses membuka 32 titik service point
    baru, atau meningkat 18,5% dibandingkan Kuartal II di tahun yang sama. Pertumbuhan
    tersebut menunjukkan konsistensi Perusahaan dalam memperluas jangkauan layanan
    logistik di berbagai wilayah Indonesia. Pada periode ini, wilayah Jawa bagian
    timur menjadi salah satu area dengan penambahan service point terbanyak, antara
    lain di Malang dan Banyuwangi, yang mencerminkan potensi pertumbuhan layanan
    logistik di wilayah tersebut.

    Direktur
    Pengembangan Usaha, Riyanta menyampaikan bahwa peningkatan jumlah service point
    KALOG Express merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menyediakan layanan
    logistik yang mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, “KAI Logistik
    terus berupaya memperluas jaringan layanan untuk menghadirkan solusi logistik
    yang cepat, aman, dan andal. Ekspansi ini juga menjadi bentuk dukungan kami
    terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan
    layanan distribusi yang andal dan efisien, serta kebutuhan masyarakat secara
    luas yang semakin beragam,” ujar Riyanta.

    Lebih
    lanjut, peningkatan jumlah titik layanan juga didorong oleh tingginya minat
    masyarakat untuk menjadi mitra dan berwirausaha di bidang logistik. Fenomena
    ini menunjukkan bahwa sektor logistik kini menjadi bagian penting dari ekonomi
    kerakyatan. Melalui kemitraan lokal, ekspansi KALOG Express tidak hanya
    memperluas akses layanan hingga ke tingkat kabupaten dan kota, tetapi juga
    berkontribusi dalam menciptakan peluang usaha baru dan membuka lapangan
    pekerjaan bagi masyarakat di berbagai daerah.

    Sejalan
    dengan itu, KAI Logistik secara aktif menjalin kolaborasi strategis dengan
    berbagai pihak, termasuk pemerintah kota dan daerah, serta sektor pendidikan
    melalui universitas-universitas. Kolaborasi ini ditujukan untuk membangun
    ekosistem pendukung logistik pendidikan, yang memungkinkan sinergi antara dunia
    akademik dan industri logistik.

    “Kami
    percaya bahwa pertumbuhan jaringan logistik harus dibangun di atas kolaborasi
    lintas sektor. Melalui kemitraan dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi,
    dan masyarakat, kami ingin menciptakan ekosistem logistik yang tidak hanya
    memperkuat konektivitas, tetapi juga menumbuhkan kapasitas, talenta, dan
    kewirausahaan di bidang logistik nasional,” tambah Riyanta

    Selain memperluas jaringan layanan, KAI Logistik juga memperkuat transformasi digital untuk
    meningkatkan pengalaman pelanggan. Saat ini, pelanggan dapat melakukan
    pengecekan status kiriman dan nomor resi KALOG Express melalui aplikasi KAI
    Logistik TRAX, aplikasi Access by KAI, maupun situs resmi kailogistik.id.
    Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadirkan layanan
    logistik terintegrasi berbasis teknologi, yang adaptif terhadap kebutuhan
    masyarakat modern.

    ”Dengan pertumbuhan yang berkelanjutan, KAI Logistik
    optimistis dapat memperluas jangkauan layanan KALOG Express hingga ke tingkat
    kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Langkah ini sejalan dengan visi kami
    untuk memperkuat konektivitas logistik nasional berbasis moda kereta api, serta
    memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan daya saing dan kesejahteraan
    ekonomi masyarakat.” tutup
    Riyanta

    Sebagai solusi logistik ritel terintegrasi, KALOG Express terus menjawab
    kebutuhan pengiriman masyarakat secara menyeluruh, mencakup layanan pengiriman
    paket, dokumen, sepeda, sepeda motor, tanaman, frozen food, barang
    elektronik, hingga hewan peliharaan. Dengan jaringan yang terus berkembang dan
    kemitraan yang semakin luas, KAI Logistik berkomitmen menjadi mitra strategis
    pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat rantai pasok nasional
    melalui layanan logistik yang efisien, inovatif, dan berkelanjutan.