Kategori: News

  • Program Ketahanan Pangan Nasional: Kanwil Ditjenim Jambi Tanam Ribuan Pohon Kelapa

    Program Ketahanan Pangan Nasional: Kanwil Ditjenim Jambi Tanam Ribuan Pohon Kelapa

    Jambi, InDaily.co.id– Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjenim) Jambi berpartisipasi dalam kegiatan penanaman 5.000 bibit pohon kelapa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kuala Tungkal, Selasa, 9 September 2025. Kegiatan ini digelar bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi dan melibatkan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Imigrasi di wilayah Jambi.

    Turut hadir Pemerintah Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang memberikan dukungan penuh. Program ini menjadi implementasi nyata dari Asta Cita Presiden RI, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

    Sebanyak 5.000 bibit kelapa ditanam secara serentak. Jumlah tersebut dibagi secara proporsional kepada seluruh UPT, yaitu Kanwil Ditjenim Jambi, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jambi, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kuala Tungkal, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kerinci, dan Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bungo. Masing-masing menanam 1.000 bibit sebagai wujud gotong royong memperkuat pangan sekaligus menghijaukan lingkungan.

    “Penanaman pohon kelapa serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal, merupakan langkah nyata menuju kemandirian pangan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Defenson, Kepala Bidang Dokumen Perjalanan, Izin Tinggal, dan Status Keimigrasian Kanwil Ditjenim Jambi, dilansir Senin, 15 September 2025.

    Dukungan juga datang dari Pemerintah Daerah. “Kegiatan ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI dan program ketahanan pangan nasional. Dengan kondisi lahan yang identik dengan pohon kelapa, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat mendukung penuh dan siap berkolaborasi dengan Kanwil Ditjenim dan Ditjenpas Jambi,” tutur Plh Sekda Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Firdaus Khatab.

    Sementara itu, Hidayat, Kepala Kanwil Ditjenpas Jambi, menyampaikan apresiasi atas kerja sama berbagai pihak. “Terima kasih kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dalam program ketahanan pangan melalui penanaman 5.000 bibit pohon kelapa ini. Kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia sebagai wujud komitmen bersama memperkuat ketahanan pangan,” ungkapnya. (*)

  • Bangun Generasi Cerdas, Abraham Garuda Laksono Dorong Minat Baca Anak PAUD Tangerang

    Bangun Generasi Cerdas, Abraham Garuda Laksono Dorong Minat Baca Anak PAUD Tangerang

    Tangerang, InDaily.co.id — Untuk membangun generasi cerdas sejak dini, Anggota DPRD Provinsi Banten Abraham Garuda Laksono mendorong anak-anak PAUD di Tangerang agar gemar membaca melalui program literasi dan fasilitas perpustakaan keliling. Hal ini disampaikannya saat berkunjung ke Satuan PAUD Sejenis (SPS) Melati pada Kamis, 11 September 2025.

    Kedatangan Abraham disambut meriah oleh sekitar 60 peserta, terdiri dari anak didik, guru, dan orang tua murid. Ia hadir bersama mobil perpustakaan keliling yang dihadirkan khusus untuk menanamkan budaya membaca sejak usia dini.

    “Luar biasa, adik-adik sangat antusias belajar. Kami ingin terus mendorong agar mereka gemar membaca dan berhitung. Ke depan, akan diupayakan juga penambahan fasilitas bermain seperti prosotan,” ujar Abraham.

    Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan anak usia dini sangat penting sebagai pondasi dalam mencetak generasi unggul. “Kita harus mendukung anak-anak, para guru, dan semua pihak yang terlibat dalam proses belajar ini. Orang tua juga perlu menjaga semangat belajar anak di rumah, jangan sampai mereka terlalu banyak bermain gadget,” tegasnya.

    Kepala SPS Melati, Zahrani, mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan. “Alhamdulillah, sejak berdiri, SPS Melati selalu mendapat perhatian. Dukungan dari dewan, partisipasi wali murid, serta kerja keras para guru membuat mutu pendidikan di sini terus meningkat,” ujarnya.

    Selain menghadirkan fasilitas perpustakaan keliling, Abraham juga berdialog dengan guru dan orang tua murid. Ia berharap momentum kelulusan angkatan ke-7 SPS Melati yang akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan dapat menjadi dorongan untuk terus meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini di Tangerang.

    Setiap 14 September, Indonesia memperingati Hari Kunjungan Perpustakaan sebagai ajakan untuk meningkatkan budaya literasi masyarakat. Abraham menunjukkan komitmennya melalui program 3SP (Sahabat Pintar, Sahabat Sehat, Sahabat Abraham), sebuah terobosan yang tidak hanya mendorong minat baca, tetapi juga mengintegrasikan aspek kesehatan dan kepedulian sosial.

    “Hari Kunjungan Perpustakaan bukan hanya seremoni. Perpustakaan adalah jendela dunia. Dengan membaca, kita memperkaya wawasan sekaligus membangun karakter dan daya saing bangsa,” ujar Abraham.

    Ia berharap semakin banyak masyarakat yang menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar sepanjang hayat, sejalan dengan cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa. (*)

  • 3.000 Peserta Tumpah Ruah di Hari Kesembilan Pawai Natura Milad ke-120 Suryalaya

    3.000 Peserta Tumpah Ruah di Hari Kesembilan Pawai Natura Milad ke-120 Suryalaya

    Tasikmalaya, InDaily.co.id – Sejak pagi, ribuan peserta sudah memadati kawasan Pondok Pesantren Suryalaya. Suara riuh sorak-sorai, tabuhan musik tradisional, dan langkah peserta berpadu menciptakan suasana penuh semangat. Inilah hari kesembilan sekaligus penutup pawai natura Milad ke-120 Pondok Pesantren Suryalaya, Selasa, 2 September 2025, yang menghadirkan lebih dari 3.000 peserta dari berbagai lembaga.

    Dari anak-anak TK yang berbaris rapi dengan pakaian warna-warni, hingga mahasiswa yang tampil penuh percaya diri, semua larut dalam keceriaan. Bahkan jamaah pengajian, santri Inabah, serta alumni Latifah Mubarokiyah ikut berjalan, menambah meriah suasana. Tak hanya menjadi ajang perayaan, pawai ini juga menjadi momen kebersamaan lintas generasi.

    “Alhamdulillah, kegiatan dari hari pertama sampai hari terakhir berjalan lancar. Semua panitia, baik yang bertugas di bidang keamanan, konsumsi, maupun dokumentasi, bekerja keras. Terima kasih atas dukungan semua pihak,” ungkap Kamaludin, panitia pelaksana, dengan wajah lega.

    Ketua Umum Yayasan Serba Bakti Suryalaya, Drs. H. Denny, tampak terharu melihat kekompakan peserta.
    “Perhatian dari seluruh lembaga sangat luar biasa. Mereka tidak hanya hadir, tapi juga menunjukkan kreativitas. Semoga momentum Milad ke-120 ini menguatkan semangat kita semua untuk terus berjuang meningkatkan kualitas pendidikan di bawah Suryalaya,” katanya.

    Di sisi lain, para pimpinan perguruan tinggi turut memberikan pandangannya. Rektor IAILM, Dr. H. Asep Salahudin, dan Ketua STIELM, Dr. Khozin, menyebut pawai ini lebih dari sekadar perayaan tahunan.
    “Milad ini adalah momentum kebangkitan. Ia meneguhkan kembali pesan Pangersa Abah Anom: Amalkan, Amankan, dan Lestarikan ajaran TQN. Kami percaya, di bawah kepemimpinan KH. Ahmad Masykur Firdaus Arifin, Suryalaya akan semakin maju,” tegas keduanya.

    Bagi peserta, pengalaman ini memberikan kesan tersendiri. Siti Maesaroh, guru PAUD Serba Bakti, mengaku anak-anak didiknya begitu gembira bisa ikut serta.
    “Mereka belajar banyak tentang kebersamaan, disiplin, sekaligus cinta pada pesantren. Walaupun capek berjalan, semua tetap semangat karena suasananya sangat meriah,” tuturnya.

    Rahmat, salah satu alumni, juga berbagi kebanggaannya. “Saya datang bukan sekadar ikut pawai, tapi untuk menunjukkan rasa syukur dan cinta pada almamater. Ini saatnya kami para alumni memberi kembali, bukan hanya menerima,” ujarnya penuh haru.

    Bendahara Umum Milad ke-120, Hj. Nia, menambahkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, semua terkendali dengan baik. Partisipasi ikhwan dan dukungan penuh kepada KH. Ahmad Masykur Firdaus membuat acara ini semakin bermakna,” jelasnya.

    Sementara itu, Ketua IKA Latifah Mubarokiyah, H. Asep Samsudin, menegaskan komitmen alumni. “Alumni yang sejati adalah mereka yang terus mengabdi setelah lulus. Milad ini menjadi pengingat akan tanggung jawab kita kepada pesantren,” katanya.

    Meski pawai natura terakhir telah digelar, rangkaian Milad ke-120 Pondok Pesantren Suryalaya masih berlanjut. Kemeriahan yang ditorehkan lebih dari 3.000 peserta di hari kesembilan menjadi catatan manis: bahwa kebersamaan, kekompakan, dan kecintaan pada pesantren akan selalu hidup dari generasi ke generasi. (*)

  • Abraham Garuda Laksono Meriahkan HUT ke-80 RI dengan Semangat Gotong Royong di Tangerang

    Abraham Garuda Laksono Meriahkan HUT ke-80 RI dengan Semangat Gotong Royong di Tangerang

    InDaily.co.id — Suasana hangat penuh semangat dan kebersamaan terjalin antara Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi PDI Perjuangan Abraham Garuda Laksono dengan warga RW 14 dan RW 31, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang saat merayakan malam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia bersama, Sabtu malam, 30 Agustus 2025. Perayaan ini menjadi penutup rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak awal Agustus, dengan berbagai lomba dan acara yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

    Rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-80 RI dimulai dengan perlombaan anak-anak, pawai kirab 17 Agustus, hingga upacara bendera. Semua agenda ini dipenuhi antusiasme warga yang menunjukkan semangat gotong royong yang tinggi. Malam puncak menjadi puncak dari kebersamaan itu, yang dihadiri oleh ratusan warga setempat.

    Ketua Panitia, Eko Sunarto, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas partisipasi warga yang luar biasa serta dukungan dari Abraham. “Perayaan ini bukan hanya sekadar acara, tapi juga momen untuk mempererat kebersamaan. Saatnya kita semakin memperkuat kekompakan dan menjaga fasos serta fasum bersama-sama,” ungkap Eko.

    Tak kalah penting, Ketua RW 019, Karsan, juga mengapresiasi dukungan semua pihak tak terkecuali dari Abraham. “Tanpa gotong royong, acara sebesar ini tidak mungkin terlaksana dengan baik. Kami mohon maaf jika ada kekurangan dalam pelaksanaan, namun kebanggaan terbesar kami adalah semangat dan antusiasme warga yang sangat luar biasa,” tuturnya.

    Kehadiran Abraham Garuda Laksono, yang kini berkiprah di Komisi V Anggota DPRD Provinsi Banten membuat suasana pun semakin meriah. Dalam sambutannya, Abraham mengungkapkan rasa bangganya bisa hadir di tengah-tengah warga yang penuh kehangatan. “Terima kasih, saya merasa sangat terhormat bisa berada di sini, di tengah warga yang begitu guyub. Semangat kebersamaan ini harus terus kita jaga, tidak hanya dalam perayaan seperti ini, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Abraham.

    Abraham Garuda Laksono juga menegaskan komitmennya sebagai wakil rakyat untuk terus hadir bersama masyarakat, dalam suka maupun duka. “Sebagai anggota DPRD, saya akan terus mendampingi rakyat. Meskipun banyak tantangan yang kita hadapi, malam ini saya bersama-sama dengan warga merayakan puncak kemerdekaan dengan penuh kesederhanaan,” tambahnya.

    Lurah Bojong Nangka, Alvin Palestine, beserta para ketua RT dari RW 14 dan RW 31 juga hadir, memberikan dukungan penuh pada acara tersebut. Malam puncak ini juga diwarnai dengan hiburan rakyat, pembagian hadiah lomba, dan doa bersama untuk kemajuan bangsa Indonesia.

    Perayaan HUT ke-80 RI di Bojong Nangka menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan persatuan masih terjaga dengan kuat di tengah masyarakat. Ini juga mencerminkan cita-cita kemerdekaan yang diwariskan oleh para pendiri bangsa, yang terus menginspirasi hingga kini. (*)

  • Abraham Garuda Laksono Kawal Sidang Putusan Hasto Kristiyanto di PN Jakarta

    Abraham Garuda Laksono Kawal Sidang Putusan Hasto Kristiyanto di PN Jakarta

    Jakarta, InDaily.co.id – Abraham Garuda Laksono, Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi PDI Perjuangan, hadir untuk mengawal sidang putusan terhadap Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, di Pengadilan Negeri Jakarta. Sejumlah kader dan simpatisan PDI Perjuangan juga turut hadir pada Jumat, 25 Juli 2025.

    “Ya, teman-teman semuanya, hari ini kita kembali lagi di Pengadilan Negeri Jakarta,” kata Abraham di hadapan para pendukung Hasto. Ia menyebut bahwa sidang ini merupakan puncak dari proses panjang yang telah dilalui oleh Hasto selama beberapa bulan terakhir.

    Menurut Abraham, pihaknya telah mengikuti jalannya persidangan sejak awal dan menyaksikan sendiri bagaimana Hasto Kristiyanto menyampaikan pledoi secara lugas dan meyakinkan. Ia menilai pledoi tersebut berhasil menggambarkan posisi Hasto yang menurutnya tidak bersalah.

    “Para ahli pun setuju bahwa Pak Hasto sejatinya tidak bersalah dan kebenaran harus ditegakkan,” tegasnya.

    Abraham juga mengungkapkan harapannya agar majelis hakim dapat mengambil keputusan secara objektif, berlandaskan keadilan, serta menjunjung tinggi hukum yang berlaku.

    “Saya yakin hari ini para hakim bisa objektif, bisa tegak lurus kepada keadilan, kepada hukum negara kita. Dan Pak Hasto bisa dibebaskan,” lanjut Abraham.

    Ia mengajak seluruh kader dan masyarakat untuk terus mengawal proses hukum yang dinilai sarat kepentingan politik ini. Dalam orasinya, Abraham menutup dengan seruan: “Bebaskan Pak Hasto! Satyam Eva Jayati. Merdeka!”

    Sukota, Relawan Sahabat Abraham, mengatakan bahwa dirinya antusias mengikuti Sidang Putusan Hasto Kristiyanto di PN Jakarta.

    “Saya berharap keadilan bagi Sekejen PDI Perjuangan Hasto dengan putusan bebas, sehingga dapat beraktivitas kembali,” ungkapnya.

    Sidang putusan ini menjadi perhatian nasional, terutama bagi kader PDI Perjuangan yang menganggap kasus yang menjerat Hasto sebagai ujian atas integritas dan kebenaran dalam sistem peradilan. (*)

  • Momen Spesial Abraham di Hari Anak Nasional, Khitanan Massal untuk Anak-Anak Kurang Mampu

    Momen Spesial Abraham di Hari Anak Nasional, Khitanan Massal untuk Anak-Anak Kurang Mampu

    Tangerang — Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten, Abraham Garuda Laksono, menggelar Bakti Sosial Khitanan Massal bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten.
    Acara ini berlangsung di Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, Rabu, 23 Juli 2025.

    Abraham Garuda Laksono menegaskan bahwa Hari Anak Nasional menjadi momen penting untuk memperkuat kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak-anak.

    “Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mempertegas komitmen kita dalam menjaga dan merawat anak-anak, demi terwujudnya Indonesia Emas. Sebagai anggota Komisi V DPRD yang membidangi kesejahteraan masyarakat, saya berupaya menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi anak-anak, termasuk melalui program Sahabat Sehat Sahabat Pintar Abraham,” ujarnya.

    Politisi Gen Z dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Provinsi Banten atas dukungan penuh terhadap kegiatan ini.

    “Program seperti ini tidak akan berjalan tanpa sinergi semua pihak. Terima kasih kepada Dinkes Banten yang telah mendukung, termasuk menyiapkan bingkisan untuk anak-anak peserta khitanan massal. Semoga kerja sama ini terus menghasilkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

    Selain itu, Abraham mengajak masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat. “Mari kita biasakan menjaga kebersihan, mengurangi konsumsi rokok, rutin berolahraga, dan mengonsumsi makanan bergizi,” pesannya.

    Lina Kristinawati, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Banten, menyebutkan bahwa kegiatan ini terlaksana berkat dukungan dan rekomendasi dari Abraham Garuda Laksono.

    “Bapak Abraham memberikan perhatian besar terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak. Berkat dukungan beliau, khitanan massal ini bisa terlaksana,” ungkapnya.

    Nining, warga Bonang, Kelapa Dua, juga menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini.
    “Khitanan massal ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang beruntung. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.

    Kegiatan ini diikuti puluhan anak dari keluarga kurang mampu yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tangerang. Para peserta juga mendapatkan paket lengkap berupa obat-obatan, baju koko, uang saku, dan makan siang. (*)

  • Mengenang Bung Karno: Lomba Memasak Resep Mustika Rasa dan Pidato Bersama Abraham

    Mengenang Bung Karno: Lomba Memasak Resep Mustika Rasa dan Pidato Bersama Abraham

    InDaily.co.id – Dalam rangka mengenang Bung Karno, Abraham Garuda Laksono menggelar lomba memasak dengan mengangkat Resep Mustika Rasa dan lomba pidato. Kegiatan ini bertujuan untuk meneruskan warisan dan pesan Bung Karno, yaitu Jas Merah atau “jangan sekali-kali melupakan sejarah”. Menurut Abraham, peringatan Bulan Bung Karno bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengenang dan meneruskan perjuangan Bung Karno, terutama dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.

    Ia melanjutkan bahwa tanpa perjuangan, tanpa doa, dan tanpa keringat para pejuang, kita tidak mungkin bisa berdiri tegak seperti hari ini. Sehingga mengenang jasa mereka merupakan hal penting. “Bulan Bung Karno itu sangat penting. Di bulan ini, kita memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni yang digali oleh Bung Karno, Hari lahir Sang Proklamator 6 Juni, lalu mengenang wafatnya Bung Karno pada 21 Juni. Ini bukan sekadar peringatan tanggal, tetapi momen untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan beliau,” ujar Abraham di hadapan para peserta, Minggu, 6 Juli 2025.

    Sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Bung Karno, saya sebagai kader PDI Perjuangan menggelar lomba memasak yang mengangkat Resep Mustika Rasa. Buku resep legendaris ini merupakan kumpulan hidangan Nusantara yang dahulu dihimpun langsung oleh Bung Karno sebagai bagian dari upaya memperkuat jati diri bangsa melalui kedaulatan pangan. “Resep Mustika Rasa bukan sekadar buku masakan. Di balik setiap racikan, tersimpan semangat Bung Karno untuk memperkuat kedaulatan pangan bangsa Indonesia,” tegas Abraham.

    Sebanyak 21 tim dari berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang turut berpartisipasi dalam lomba memasak tersebut. Para peserta berlomba menunjukkan kreativitas mereka dalam mengolah tumpeng, dengan berlandaskan resep-resep tradisional yang sarat makna sejarah dan kebangsaan. Dalam suasana penuh semangat nasionalisme, Abraham menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada seluruh peserta serta tim juri yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.

    “Saya sangat mengapresiasi antusiasme peserta. Semoga lomba ini menjadi api semangat perjuangan Bung Karno yang terus menyala di hati masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya. Tak hanya lomba memasak, peringatan Bulan Bung Karno juga diramaikan dengan lomba pidato bertema kebangsaan. Sebanyak 29 peserta dari berbagai wilayah Kabupaten Tangerang tampil berkompetisi, menunjukkan kemampuan berorasi mereka dengan membawakan pesan-pesan perjuangan dan keteladanan Bung Karno.

    Menurut Abraham, lomba pidato ini merupakan sarana penting untuk menumbuhkan keberanian dan rasa percaya diri generasi muda dalam menyampaikan aspirasi, sekaligus mengenalkan kembali sosok Bung Karno sebagai Bapak Bangsa. “Lewat pidato, anak-anak muda kita dilatih untuk berpikir kritis, berani berbicara, dan mencintai bangsa. Harapan saya, kegiatan ini menjadi fondasi untuk meneruskan api perjuangan Bung Karno dalam kehidupan sehari-hari,” kata Abraham.

    Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian Bulan Bung Karno yang sarat dengan pesan ideologi dan sejarah. “Bulan Bung Karno bukan sekadar peringatan untuk mengenang, tetapi momentum untuk menggerakkan rakyat. Banyak peristiwa bersejarah yang tidak boleh dilupakan. Karena ini diselenggarakan oleh PDI Perjuangan, maka harus mengandung nilai ideologis yang mengakar kuat,” ujarnya.

    Tak hanya menyoal kedaulatan pangan, PDI Perjuangan juga mengajak masyarakat untuk memahami pentingnya gizi seimbang demi mencegah stunting. Kombinasi asupan sayur, protein, dan komposisi lauk-pauk yang tepat menjadi kunci utama untuk memastikan tumbuh kembang anak yang optimal. “Stunting bukan sekadar tubuh pendek atau kerdil. Anak yang mengalami stunting berisiko memiliki IQ rendah, rata-rata hanya sekitar 70. Ini menyangkut masa depan bangsa. Kualitas manusia menentukan kualitas negara,” tegasnya.

    Ia pun mengingatkan bahwa kader PDI Perjuangan harus hadir di tengah masyarakat, bekerja nyata, dan tuntas dalam membantu rakyat, terutama dalam isu-isu penting seperti pangan, kesehatan, dan pendidikan. “Tanpa kehadiran nyata di tengah rakyat, perjuangan kita tidak akan bermakna. Kader PDI Perjuangan harus benar-benar hadir untuk membantu rakyat,” pungkasnya. (*)

  • Saresehan Kebangsaan, Abraham: Komitmen PDI Perjuangan Kiprah Kader Perempuan Banten

    Saresehan Kebangsaan, Abraham: Komitmen PDI Perjuangan Kiprah Kader Perempuan Banten

    SERANG — Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi PDI Perjuangan Abraham Garuda Laksono mendukung penuh perhelatan Sarasehan Kebangsaan bertajuk “Perempuan Berdaya, Indonesia Raya” yang digelar DPD PDI Perjuangan, Minggu, 22 Juni 2025.

    Dukungan tersebut tampak dari kehadiran politisi Gen Z tersebut dengan membawa rombongan kader perempuan PDI Perjuangan Sahabat Abraham dari Kabupaten Tangerang untuk menghadiri acara tersebut.

    Kepada awak media, Abraham menyatakan bahwa peran perempuan sangat penting dalam pembangunan bangsa. Ia menekankan bahwa perempuan harus diberdayakan agar dapat berkontribusi secara maksimal dalam berbagai sektor, termasuk politik, ekonomi, dan sosial.

    “Perempuan memiliki potensi yang luar biasa. Dengan pemberdayaan yang tepat, mereka dapat menjadi agen perubahan yang signifikan dalam masyarakat,” ujarnya.

    Dirinya menyatakan sangat antusias mengikuti acara yang dihadiri kader perempuan inspiratif, pengurus DPP PDI Perjuangan tersebut, di antaranya Tri Rismaharini (Ketua DPP Bidang Penanggulangan Bencana), Wiryanti Sukamdani (Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pariwisata) , Sri Rahayu (Ketua DPP Bidang Jaminan Sosial), dan Ribka Tjiptaning (Ketua DPP Bidang Kesehatan).

    “Saya dan Perempuan Sahabat Abraham hari ini cukup antusias mengikuti saserahan ini. banyak informasi dan arahan penting dari Ketua Umum dan DPP PDI Perjuangan yang memberikan arahan dalam kegiatan ini,” ungkapnya.

    Ia menyebut sarasehan ini sebagai momen penting untuk mempertegas komitmen partai dalam membela kepentingan perempuan dan anak.

    “Kami menyambut gembira arahan langsung dari Ibu Ketua Umum. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah pentingnya upaya nyata dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak serta masalah Stunting. Ini juga menjadi fokus perhatian saya dalam menjalankan tugas sebagai anggota DPRD,” ujarnya.

    Abraham menambahkan bahwa pihaknya tidak hanya melakukan upaya pencegahan dan penanganan terhadap kasus kekerasan perempuan dan anak, tetapi juga aktif dalam pemberdayaan. Salah satunya dengan memberikan pelatihan keterampilan tata rias agar perempuan memiliki keahlian dan penghasilan tambahan.

    “Seperti yang disampaikan Ibu Megawati, bahwa ketika perempuan mengalami persoalan, maka sesungguhnya masyarakat juga tengah menghadapi masalah besar. Maka, melalui kegiatan pelatihan ini, kami berharap bisa membantu mereka lebih berdaya,” ungkapnya.

    Sebanyak 1.800 kader perempuan PDI Perjuangan dari berbagai wilayah di Banten menghadiri kegiatan yang berlangsung di kantor DPD PDI Perjuangan di Kota Serang, Banten. Hal ini menandai semangat konsolidasi serta penguatan peran strategis kader perempuan dalam pembangunan bangsa.

    Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dalam arahannya via video menegaskan pentingnya peran perempuan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Ia menekankan bahwa kader perempuan harus menjadi garda terdepan dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang masih menghantui masyarakat, seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak, stunting, buta huruf, hingga kesenjangan digital.

    “Ketika perempuan mengalami persoalan, maka sesungguhnya masyarakat juga tengah menghadapi masalah besar,” ujar Megawati.

    Lebih lanjut, Megawati menegaskan bahwa negara yang beradab adalah negara yang menempatkan perempuan dan laki-laki berjalan berdampingan, saling menopang dalam kehidupan sosial, politik, dan ekonomi.

    Menurutnya, kader perempuan memiliki peran ganda, yaitu sebagai pendidik pertama dalam keluarga serta sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, mereka perlu diberdayakan tidak hanya secara ekonomi dan politik, tetapi juga secara nilai—menghidupkan semangat gotong royong, toleransi, dan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari.

    “Tingginya derajat bangsa tercermin dari tingginya derajat perempuan. Karena itu, perempuan harus diberi ruang untuk memimpin,” tegas Megawati.

    Sarasehan ini juga menjadi momentum penting untuk menginstruksikan seluruh Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Provinsi Banten agar aktif memperjuangkan program-program yang berpihak kepada perempuan dan anak. Megawati menekankan bahwa kader perempuan bukan sekadar simbol, melainkan aktor perubahan yang bekerja dari desa, komunitas, rumah, hingga ruang-ruang kebijakan.

    “Kita bekerja bersama rakyat. Dari desa, dari komunitas, dari rumah, hingga ruang kebijakan. Kader perempuan adalah motor penggerak yang harus hadir dengan solusi nyata untuk rakyat,” tambahnya.

    Acara sarasehan ini menjadi simbol kuat bahwa perjuangan PDI Perjuangan tak lepas dari kekuatan dan peran perempuan. Dari Banten, suara perempuan terus digaungkan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih inklusif, adil, dan berkeadilan sosial. (*)

  • Publik Ponten Menko Pangan Zulkifli Hasan Berkinerja Terbaik versi Survei IPO

    Publik Ponten Menko Pangan Zulkifli Hasan Berkinerja Terbaik versi Survei IPO

    InDaily.co.id — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, terpilih sebagai menko dengan kinerja terbaik berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Indonesia Political Opinion (IPO) pada Mei 2025.

    Survei nasional dengan judul “Analisa Sosial: Persepsi Publik atas Optimisme dan Kinerja Pemerintah” meminta pendapat responden mengenai siapa Menteri Koordinator yang dianggap paling berhasil dalam menjalankan tugasnya.

    Dalam hasil survei tersebut, Zulkifli Hasan memperoleh skor tertinggi sebesar 11,3 persen. Posisi kedua ditempati oleh Menko Bidang Ekonomi, Airlangga Hartarto, dengan perolehan 9,9 persen, diikuti Menko Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono, dengan 7,0 persen dan Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, dengan 4,5 persen.

    Sementara itu, Menko Bidang PMK Pratikno mendapatkan 1,9 persen, Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar 1,7 persen, Menko Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan 1,2 persen, dan sebanyak 62,5 persen responden memilih opsi tidak mengetahui atau tidak memberikan jawaban.

    Dedi Kurnia Syah, Direktur Eksekutif IPO, menyampaikan bahwa hasil survei ini menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan publik terhadap upaya Zulkifli Hasan dalam menangani problem ketahanan pangan dan pendistribusian bahan pokok selama masa yang penuh tantangan.

    “Kinerja Menko Pangan sangat diapresiasi masyarakat karena berhasil menjaga ketahanan pangan dalam situasi sulit,” ujarnya pada Sabtu, 31 Mei 2025.

    Dedi juga menyoroti tingginya persentase responden yang memilih untuk tidak menjawab sebagai indikasi perlunya peningkatan komunikasi dan transparansi dari pemerintah. “Pemerintah harus lebih intensif memberikan informasi tentang kebijakan dan program agar masyarakat dapat memahami dan menilai dengan tepat,” tambahnya.

    Ia mengingatkan bahwa meskipun ada penilaian positif, tantangan di sektor pangan masih sangat besar. “Penilaian kinerja tidak cukup hanya berdasarkan persepsi, tetapi harus tercermin juga dalam hasil nyata di lapangan. Oleh karena itu, Menko Pangan perlu terus berinovasi dan mencari solusi efektif untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan berkualitas bagi seluruh warga,” jelasnya.

    Hasil survei diharapkan menjadi bahan refleksi bagi seluruh menteri untuk terus meningkatkan kinerja dan berkomitmen dalam melayani masyarakat. “Mendengarkan aspirasi publik adalah kunci untuk membangun kepercayaan dan menghasilkan dampak positif bagi kehidupan,” tutup Dedi.

    Survei ini melibatkan 1.200 responden dengan metode multistage random sampling dan margin of error sebesar 2,90 persen serta tingkat akurasi data mencapai 95 persen. (*)

  • drg. Huga: Raperda Jamsosnaker dan Upaya Mengurangi Angka Pengangguran di Banten

    drg. Huga: Raperda Jamsosnaker dan Upaya Mengurangi Angka Pengangguran di Banten

    Tangerang, InDaily.co.id — drg. Huga Sekar Arum, MM, MARS, seorang peneliti di Karang Tumartis Institute, menekankan urgensi adanya regulasi yang dapat memberikan perlindungan sosial bagi pekerja di Provinsi Banten. Ia berpendapat bahwa Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsosnaker) harus menjadi langkah konkret untuk menghadapi tantangan ketenagakerjaan yang semakin rumit.

    “Kita tidak bisa mengabaikan tingginya angka pengangguran, terutama di Kabupaten Tangerang, yang bahkan melebihi rata-rata nasional,” ungkap drg. Huga saat sosialisasi Raperda Jamsosnaker pada Jumat, 9 Mei 2025.

    Ia menjelaskan bahwa kemajuan teknologi, seperti otomatisasi, kecerdasan buatan (AI), dan penggunaan robot, telah menggeser banyak pekerjaan yang sebelumnya dilakukan oleh manusia. Hal ini menciptakan tantangan besar bagi dunia kerja, terutama bagi mereka yang belum memiliki keterampilan yang sesuai.

    “Raperda ini seharusnya tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi harus diwujudkan sebagai perlindungan nyata bagi para pekerja. Selain perlindungan, kita juga perlu fokus pada peningkatan keterampilan agar tenaga kerja kita dapat bersaing,” tegasnya.

    Sebagai peneliti di Karang Tumaritis Institute, drg. Huga juga menyoroti pentingnya pelatihan kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan industri. Ia menekankan bahwa ketidaksesuaian antara keterampilan tenaga kerja dan kebutuhan pasar menjadi salah satu faktor penyebab tingginya angka pengangguran.

    Di sisi lain, Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi PDI Perjuangan, Abraham Garuda Laksono, menjelaskan bahwa Raperda Jamsosnaker saat ini sedang dalam proses pembahasan oleh DPRD Banten.

    “Raperda ini mencakup lima program utama: Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun, dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban ini akan dikenakan sanksi, mulai dari denda hingga pencabutan izin usaha,” jelas Abraham.

    Kegiatan sosialisasi yang melibatkan peserta dari Komunitas Sambung Demokrasi ini juga menjadi platform bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, masukan, dan kritik terhadap isi regulasi. Abraham menekankan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting untuk memastikan Raperda ini benar-benar memenuhi kebutuhan di lapangan.

    Dengan adanya Raperda Jamsosnaker, baik drg. Huga maupun Abraham berharap Provinsi Banten dapat menciptakan sistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif, aman, dan adil bagi seluruh pekerja.

    Narasumber lain, Ananta Wahana, menambahkan bahwa Raperda Jamsosnaker sangat krusial bagi Kabupaten Tangerang, yang dikenal sebagai Kota Seribu Industri. “Kami berharap Raperda ini dapat menjadi payung hukum bagi perlindungan pekerja dan mengurangi angka pengangguran,” tegasnya.

    Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dari Survei Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2024, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Tangerang mencapai 6,06 persen, Kota Tangerang 5,92 persen, dan Kota Tangerang Selatan 5,09 persen. Sementara itu, pada Februari 2025, TPT nasional rata-rata tercatat sebesar 4,76 persen. (*)