Kategori: Bisnis dan Kewirausahaan

  • Mudik Lebaran Murah Meriah! Tiket KA Ekonomi Antar Kota KAI Mulai Rp10.000

    Mudik Lebaran Murah Meriah! Tiket KA Ekonomi Antar Kota KAI Mulai Rp10.000

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus berkomitmen memberikan layanan transportasi yang terjangkau dan nyaman bagi masyarakat, terutama dalam momen mudik Lebaran 2025. Melalui dukungan pemerintah, KAI menghadirkan tarif yang tetap ramah di kantong bagi pengguna Kereta Api (KA) kelas ekonomi antar kota jarak jauh, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan lebih hemat tanpa mengurangi kenyamanan.

    Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menyatakan bahwa keberadaan KA ekonomi antar kota jarak jauh dengan tarif yang terjangkau merupakan wujud nyata dari peran KAI sebagai penyedia layanan transportasi publik yang inklusif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

    “Kami berupaya menghadirkan layanan yang tidak hanya terjangkau tetapi juga terus mengalami peningkatan kualitas. Dengan harga yang kompetitif, pelanggan tetap mendapatkan pengalaman perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan menyenangkan,” ujar Didiek.

    Daftar KA Ekonomi Antar Kota Jarak Jauh dengan Tarif Terjangkau di Pulau Jawa dan Sumatera:

    1. KA Kahuripan (Blitar – Kiaracondong pp): Rp80.000 – Rp84.000

    2. KA Bengawan (Purwosari – Pasarsenen pp): Rp70.000 – Rp74.000

    3. KA Sri Tanjung (Lempuyangan – Surabaya Gubeng – Ketapang pp): Rp88.000 – Rp94.000

    4. KA Airlangga (Pasarsenen – Surabaya Pasarturi pp): Rp49.000 – Rp104.000

    5. KA Serayu (Purwokerto – Kroya – Pasarsenen pp): Rp63.000 – Rp67.000

    6. KA Kutojaya Selatan (Kutoarjo – Kiaracondong pp): Rp58.000 – Rp62.000

    7. KA Tawang Alun (Ketapang – Malang Kota Lama pp): Rp58.000 – Rp62.000

    8. KA Bukit Serelo (Kertapati – Lubuklinggau pp): Rp29.000 – Rp32.000

    9. KA Rajabasa (Kertapati – Tanjungkarang pp): Rp29.000 – Rp32.000

    10. KA Putri Deli (Tanjungbalai – Medan pp): Rp24.000 – Rp27.000

    11. KA Probowangi (Ketapang – Surabaya Gubeng pp): Rp29.000 – Rp56.000

    12. KA Kuala Stabas (Baturaja – Tanjungkarang pp): Rp10.000 – Rp30.000

    13. KA Cikuray (Garut – Pasarsenen pp): Rp15.000 – Rp45.000

    Tarif di atas merupakan tarif terendah dan tertinggi sesuai jarak tempuh perjalanan yang dipilih.

    “Selain menghadirkan tarif terjangkau, KAI juga terus meningkatkan kualitas layanan KA ekonomi antar kota jarak jauh agar pelanggan mendapatkan pengalaman perjalanan yang lebih baik. Peningkatan ini meliputi renovasi dan modernisasi fasilitas stasiun, kenyamanan tempat duduk, perbaikan kereta makan, hingga peningkatan kebersihan toilet,” tambah Didiek.

    Salah satu inovasi yang dilakukan KAI adalah menghadirkan Kereta Ekonomi New Generation yang memiliki desain lebih modern dan nyaman. Kereta ini dilengkapi dengan kursi ergonomis, jendela yang lebih besar, pendingin udara yang lebih optimal, serta sistem keamanan yang lebih canggih.

    Untuk mendukung peningkatan kualitas layanan, KAI akan menghadirkan 612 unit kereta Stainless Steel New Generation secara bertahap, termasuk untuk kelas ekonomi. Pengadaan rangkaian kereta baru ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas layanan serta menghadirkan kenyamanan lebih bagi para penumpang. Selain itu, melalui Balai Yasa Manggarai, KAI menargetkan memodifikasi 52 kereta New Generation dan 4 kereta kompartemen pada tahun 2025.

    “Kami ingin memastikan bahwa KA ekonomi antar kota jarak jauh tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan jarak jauh dengan harga yang terjangkau, tanpa mengurangi kualitas layanan. Oleh karena itu, KAI berkomitmen untuk terus melakukan inovasi dan modernisasi pada layanan kami,” tukas Didiek.

    Modernisasi ini merupakan bagian dari transformasi besar yang dilakukan KAI untuk menghadirkan layanan transportasi yang lebih baik bagi masyarakat. Dengan adanya peningkatan kualitas layanan, diharapkan masyarakat semakin nyaman dan percaya untuk menggunakan transportasi kereta api sebagai pilihan utama dalam bepergian.

    Selain aspek ekonomi dan kenyamanan, KAI tetap mengedepankan aspek keselamatan dalam setiap perjalanan. Semua rangkaian kereta api dan stasiun telah dilengkapi dengan sistem keamanan yang ketat, termasuk pengawasan melalui CCTV, pintu otomatis, serta fasilitas pendukung lainnya seperti escalator dan fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas.

    “Dengan berbagai upaya ini, KAI berharap masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik Lebaran dengan lebih nyaman, aman, dan tetap terjangkau. Kami akan terus berinovasi untuk menghadirkan layanan terbaik bagi pelanggan setia KAI,” tutup Didiek.

  • Arfiana Maulina: Kuliah Komunikasi Rela Belajar Hukum, Berjuang Melawan Mafia Tanah dan Berkontribusi untuk Petani dan Lingkungan

    Arfiana Maulina: Kuliah Komunikasi Rela Belajar Hukum, Berjuang Melawan Mafia Tanah dan Berkontribusi untuk Petani dan Lingkungan

    Arfiana Maulina, mahasiswa Ilmu Komunikasi yang juga aktivis muda, tergerak memperjuangkan keadilan agraria setelah keluarganya menjadi korban mafia tanah. Berbekal pengalaman pribadi, Arfiana mengambil mata kuliah lintas jurusan di Hukum Lingkungan dan meraih nilai A, memperkuat pemahamannya tentang hak atas tanah dan isu lingkungan.

    Selain bergerak di ranah advokasi, Arfiana juga mendukung petani lokal melalui intercropping system lerak, yaitu metode tanam tumpang sari yang memadukan pohon lerak (penghasil deterjen alami) dengan tanaman pangan, meningkatkan pendapatan petani sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

    Dengan latar belakang komunikasi yang kuat, Arfiana menggabungkan advokasi hukum dengan kampanye kreatif dan storytelling, membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya keadilan agraria dan pelestarian lingkungan. Arfiana membuktikan bahwa anak muda bisa berkontribusi di isu-isu kompleks dengan pendekatan kreatif dan multidisiplin.

    Jakarta, 9 Maret 2025 – Arfiana Maulina, berkuliah Ilmu Komunikasi yang dikenal aktif di berbagai gerakan sosial dan lingkungan, kini kembali mencuri perhatian publik.

    Berawal dari kasus mafia tanah yang menimpa keluarganya, Arfiana terjun langsung memperjuangkan hak keluarganya atas tanah yang disengketakan.

    Pengalaman pahit tersebut mendorong Arfiana untuk memperluas wawasannya dengan mengambil mata kuliah lintas jurusan di bidang hukum lingkungan. Tak hanya sekadar belajar, Arfiana berhasil meraih nilai A, membuktikan bahwa keterpanggilan untuk memperjuangkan keadilan agraria bisa dijalani dengan pendekatan multidisiplin.

    “Awalnya saya hanya ingin memahami hak-hak keluarga saya dari sisi hukum. Tapi ternyata, isu tanah dan lingkungan itu luas banget, ada kaitannya dengan komunikasi, kebijakan publik, bahkan ekonomi kerakyatan. Itu yang bikin saya semangat belajar lebih dalam,” ungkap Arfiana.

    Tak berhenti di ruang kelas, Arfiana juga aktif berkontribusi dalam mendukung peningkatan pendapatan petani melalui penerapan intercropping system lerak. Sistem ini menggabungkan budidaya pohon lerak, tanaman penghasil deterjen alami ramah lingkungan dengan tanaman pangan lainnya.

    Dengan pendekatan ini, petani tidak hanya mendapatkan sumber pendapatan tambahan, tetapi juga ikut menjaga kelestarian tanah dan air.

    Arfiana percaya bahwa komunikasi yang efektif memiliki peran penting dalam menyuarakan isu-isu agraria dan lingkungan kepada masyarakat luas. Melalui kampanye kreatif dan storytelling berbasis pengalaman nyata, ia ingin membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya keadilan agraria, kedaulatan petani, dan pelestarian lingkungan.

    “Kasus yang dialami keluarga saya bikin saya sadar, kalau kita nggak bersuara, hak-hak kita bisa diambil begitu saja. Saya ingin generasi muda tahu bahwa mereka punya peran penting menjaga hak atas tanah, sambil ikut menciptakan solusi untuk lingkungan,” tambahnya.

    Dengan latar belakang komunikasi yang kuat, Arfiana menggabungkan advokasi berbasis data dan kampanye kreatif untuk membangun narasi keadilan agraria dan keberlanjutan lingkungan yang lebih inklusif dan menarik bagi anak muda.

  • MLV Teknologi Perkuat Kerjasama dengan HDII Banten untuk Majukan Industri Desain Interior di Indonesia

    MLV Teknologi Perkuat Kerjasama dengan HDII Banten untuk Majukan Industri Desain Interior di Indonesia

    Pada 5 Februari 2025, MLV Teknologi, penyedia solusi teknologi khusus di bidang Audio Visual dan IT, mengumumkan kolaborasi berkelanjutan dengan Himpunan Designer Interior Indonesia (HDII) Banten. Tujuan dari kerjasama ini adalah memajukan industri desain interior di Indonesia melalui integrasi teknologi dan inovasi.

    Melvin Halpito dari MLV Teknologi menekankan pentingnya kolaborasi ini untuk menghasilkan solusi cerdas dan ide-ide inspiratif. Kehadiran Bapak Rohadi, Ketua Umum HDII (2018-2021, 2021-2024), dan Bendahara Umum HDII 2024-2027, Ibu Deasi Dianasari, memperkuat komitmen ini saat mereka berdiskusi akrab tentang sinergi antara teknologi dan desain interior dengan Melvin Halpito.

    Beragam kegiatan seperti seminar, workshop, dan pameran akan diselenggarakan untuk memberikan pendidikan dan berbagi pengetahuan terkini dalam desain dan teknologi audiovisual. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas jaringan profesional dan menciptakan inovasi yang berdampak positif bagi perkembangan industri interior dan desain di Indonesia.

    Tangerang, Indonesia — 5 Februari 2025 — MLV Teknologi, penyedia solusi teknologi yang mengkhususkan diri di Audio Visual dan IT di Indonesia, mengumumkan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan Himpunan Designer Interior Indonesia (HDII) Banten. Kolaborasi ini bertujuan untuk memajukan industri interior dan desain di Indonesia dengan mengintegrasikan inovasi dalam desain interior dan teknologi audiovisual.

    Kerja sama antara MLV Teknologi dan HDII Banten diharapkan dapat menghasilkan ide-ide segar dan solusi inovatif yang dapat diserap oleh para desainer dan pelaku industri interior. Dengan memanfaatkan teknologi terkini, kedua organisasi ini bertujuan untuk menciptakan ruang yang tidak hanya fungsional tetapi juga estetis dan berkelanjutan.

    Melvin Halpito, Managing Director MLV Teknologi, menekankan pentingnya kolaborasi ini, menyatakan bahwa desain interior dan audiovisual saling melengkapi. Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan ide-ide inspiratif dan solusi cerdas untuk membantu para desainer berinovasi.

    Ketua HDII Banten, Ibu Riasti Anggraini (Anggie Gouw), menambahkan bahwa kombinasi desain interior dengan teknologi audiovisual merupakan langkah strategis untuk mencapai visi menciptakan ruang berkualitas dan modern. Dengan dukungan MLV Teknologi, anggota HDII Banten akan memperoleh akses ke solusi dan sumber daya yang memperkaya desain mereka.

    Hadir dalam acara tersebut Bapak Rohadi, Ketua Umum HDII (2018-2021, 2021-2024), serta Bendahara Umum HDII 2024-2027, Ibu Deasi Dianasari. Mereka terlihat berbincang-bincang secara akrab dengan Bapak Melvin Halpito mengenai bagaimana saling mendukung industri interior dengan teknologi. Diskusi ini memperkuat komitmen kedua belah pihak dalam menciptakan sinergi yang dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan industri.

    Untuk mendukung tujuan ini, MLV Teknologi dan HDII Banten merencanakan berbagai kegiatan seperti seminar, workshop, dan pameran. Acara tersebut akan memberikan pelatihan, pendidikan, dan menjadi platform berbagi pengetahuan mengenai tren terbaru dalam desain dan teknologi audiovisual.

    Kolaborasi ini juga membuka peluang bagi pelaku industri untuk bertukar ide dan memperluas jaringan profesional. Dengan kekuatan gabungan MLV Teknologi dan HDII Banten, diharapkan tercipta inovasi yang membawa dampak positif bagi perkembangan industri interior dan desain di Indonesia.

  • DBS RISE 2025: Komunitas Pengusaha Muslim Jakarta Meneguhkan Bisnis Berbasis Syariah

    DBS RISE 2025: Komunitas Pengusaha Muslim Jakarta Meneguhkan Bisnis Berbasis Syariah

    Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Jakarta menggelar DBS RISE Sesi 1 pada tanggal 23 Februari 2025, sebuah forum yang mengajak pengusaha Muslim untuk membangun bisnis sesuai prinsip syariah. Acara ini dibuka oleh Ilham Reza Ferdian dan menghadirkan berbagai narasumber yang menekankan pentingnya fondasi syariah dalam bisnis, ketekunan, strategi, serta lingkungan yang mendukung. Ustadz Erfandoni Tarmizi menegaskan bahwa bisnis tanpa nilai Islam tidak akan memiliki keberkahan, sementara para pengusaha sukses seperti Okta (ALMAZ Fried Chicken), Muhammad Kautsar (Bolekaka Dimsum), dan Danang (Rotibok) berbagi kisah inspiratif tentang perjalanan bisnis mereka. Selain berorientasi pada keuntungan, bisnis yang berkah juga harus memberikan manfaat bagi banyak orang. Acara ini terselenggara berkat dukungan dari berbagai sponsor, termasuk Bank Syariah Indonesia, dan diharapkan semakin banyak pengusaha Muslim yang menerapkan nilai-nilai Islam dalam bisnis mereka demi pertumbuhan ekonomi syariah yang lebih luas.

    Bagaimana cara membangun bisnis yang tidak hanya menguntungkan tetapi juga penuh keberkahan? Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Jakarta menjawab tantangan ini dengan menyelenggarakan DBS RISE Sesi 1 2025, sebuah forum inspiratif yang mendorong pengusaha Muslim untuk menjalankan bisnis sesuai dengan prinsip syariah.

    Acara ini dibuka oleh Ilham Reza Ferdian, Ketua KPMI Jakarta sekaligus Founder KSPPS Laribasolusi Indonesia, dan dihadiri oleh para pelaku usaha dari berbagai sektor. Dengan menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang bisnis, DBS RISE 2025 tidak hanya menyoroti pentingnya nilai-nilai Islam dalam menjalankan usaha, tetapi juga memberikan wawasan praktis dan inspirasi bagi para pengusaha Muslim.

    Sebagai pembuka acara, Ustadz Erfandoni Tarmizi Hafizahullah, seorang pakar fikih muamalah, menegaskan bahwa apa pun profesi dan bisnis yang dijalankan, harus memiliki fondasi syariah agar mendapatkan keberkahan. Menurut beliau, kesuksesan bukan hanya soal keuntungan materi, tetapi juga bagaimana usaha tersebut sesuai dengan nilai-nilai Islam.

    “Bisnis yang dibangun tanpa fondasi syariah hanya akan menjadi angka-angka kosong yang tidak bernilai di sisi Allah,” tegas Ustadz Erfandoni. Oleh karena itu, ia mengajak para pengusaha Muslim untuk menjadikan prinsip syariah sebagai pedoman utama dalam berbisnis.

    Setelah menegaskan pentingnya fondasi syariah dalam bisnis, para narasumber berbagi pengalaman mereka dalam membangun usaha dari nol hingga sukses. Okta, Founder ALMAZ Fried Chicken, menekankan bahwa dalam dunia bisnis, kesuksesan tidak bisa diraih secara instan. Ia mengingatkan bahwa banyak pengusaha muda yang ingin cepat sukses tanpa memahami bahwa setiap bisnis memiliki proses panjang yang harus dilewati.

    “Tidak ada jalan pintas dalam bisnis. Semua butuh proses, kerja keras, dan ketekunan,” ujar Okta. Ia juga menekankan pentingnya strategi dan mental yang kuat dalam menghadapi tantangan bisnis.

    Selain strategi dan ketekunan, lingkungan pergaulan juga berperan penting dalam perjalanan bisnis seseorang. Dalam sesi diskusi, narasumber menyoroti pentingnya memiliki lingkaran pertemanan yang mendukung pertumbuhan bisnis.

    “Jika ingin sukses, carilah teman yang memiliki mindset pengusaha dan pola pikir positif,” ujar salah satu pembicara. Ia menegaskan bahwa memilih lingkungan yang baik bukan berarti membatasi pergaulan, tetapi lebih kepada mencari komunitas yang bisa saling mendukung dan memberikan motivasi.

    Selain berorientasi pada keuntungan, kesuksesan dalam Islam juga diukur dari sejauh mana bisnis tersebut bisa memberi manfaat bagi orang lain. Para pembicara menekankan bahwa bisnis yang hanya berfokus pada kepentingan pribadi tanpa memperhatikan kebermanfaatan sosial, tidak akan memiliki keberkahan yang sejati.

    “Kita harus berpikir lebih dari sekadar keuntungan pribadi. Kesuksesan sejati adalah ketika bisnis kita dapat membantu dan membawa manfaat bagi orang lain,” ujar salah satu pembicara.

    Muhammad Kautsar, CEO & Direktur Bolekaka dimsum, membagikan kisah inspiratifnya dalam membangun bisnis dari nol.

    Dulu, ia harus berjualan dimsum menggunakan motor, berpindah-pindah tempat, hanya untuk membantu melunasi utang orang tuanya. Namun, ia tidak menyerah. Dengan tekad, doa, dan kerja keras, bisnisnya terus berkembang hingga kini Bolekakadimsum menjadi salah satu produsen dimsum terbesar di Indonesia.

    “Kegigihan dan kesabaran adalah kunci. Jangan takut memulai dari bawah, karena yang terpenting adalah terus bergerak maju,” ungkap Kautsar.

    Selain kegigihan, konsistensi juga menjadi faktor kunci dalam kesuksesan bisnis. Danang, Co-founder Rotibok, menegaskan bahwa banyak pengusaha yang gagal bukan karena tidak berbakat, tetapi karena kurang konsisten.

    “Jangan mudah menyerah. Kita juga harus selalu memperhatikan peluang di sekitar kita. Karena terkadang, kesempatan datang dalam bentuk yang tidak kita duga,” ujar Danang. Dengan strategi yang tepat dan ketekunan yang tinggi, peluang dapat dikonversi menjadi keberhasilan.

    Ustadz Erfandoni juga mengingatkan bahwa kesuksesan yang diraih seseorang tidak lepas dari takdir Allah. Sebagai manusia, tugas kita hanyalah berusaha dengan sebaik-baiknya dan menjemput jalan yang telah Allah tetapkan.

    “Kita hanya bisa berikhtiar, tetapi hasil akhirnya tetap di tangan Allah. Yang terpenting adalah kita berusaha dengan cara yang benar dan sesuai syariat,” tutupnya.

    Sebagai moderator, Satria Wibawa, Founder Konsultan Pajak JendelaTax, menyimpulkan bahwa bisnis harus memberikan manfaat dan menjadi solusi bagi banyak orang.

    “Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. Bisnis bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi bagaimana kita bisa berkontribusi dalam membangun kesejahteraan umat,” ujar Satria.

    Dengan prinsip ini, diharapkan para pengusaha Muslim dapat terus berkembang tanpa melupakan nilai-nilai syariah.

    Acara DBS RISE Sesi 1 2025 ini terselenggara berkat dukungan dari berbagai pihak yang turut mendukung gerakan bisnis berbasis syariah. Berikut adalah sponsor utama acara ini:

    ✅ Bank Syariah Indonesia

    ✅ ALMAZ Fried Chicken

    ✅ BPRS Alsalaam

    ✅ Parkasa Corp

    ✅ Mflash

    ✅ Flowerplus

    ✅ An-Nashr Tour & Travel

    ✅ Konsultan Pajak Jendelatax

    Tanpa dukungan dari para sponsor ini, acara DBS RISE 2025 tidak akan berjalan dengan sukses.

    Acara DBS RISE Sesi 1 2025 menjadi momentum bagi para pengusaha Muslim untuk semakin mantap dalam menjalankan bisnis dengan prinsip syariah. Dengan fondasi yang kuat, bisnis tidak hanya berkembang secara materi, tetapi juga membawa keberkahan bagi diri sendiri dan orang lain.

    Semoga semakin banyak pengusaha Muslim yang terinspirasi untuk menjalankan usaha dengan nilai-nilai Islam, sehingga ekonomi berbasis syariah dapat terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

  • Apa itu Training Sertifikasi PPPA Energy Academy?

    Apa itu Training Sertifikasi PPPA Energy Academy?

    Pencemaran air menjadi salah satu persoalan lingkungan yang terus mendapatkan sorotan, baik dari pemerintah, masyarakat, maupun industri. Pengelolaan air limbah yang tepat menjadi kunci untuk memastikan kelestarian sumber daya air, menjaga kesehatan masyarakat, serta memenuhi tanggung jawab sosial dan hukum bagi para pelaku usaha. Inilah mengapa kehadiran Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air (PPPA) sangat krusial. Guna menjawab kebutuhan tersebut, Energy Academy menawarkan Training Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air (PPPA) sebagai solusi komprehensif bagi perusahaan dan individu yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang pengelolaan air limbah.

    Artikel ini akan membahas latar belakang dan urgensi pelatihan PPPA, cakupan materi pelatihan, dasar hukum yang melandasi penyelenggaraan training, hingga manfaat yang didapatkan oleh peserta setelah mengikuti program bersertifikasi BNSP ini. Dengan memahami apa itu Training Sertifikasi PPPA dan mengapa hal tersebut penting, diharapkan lebih banyak pihak akan peduli terhadap isu pencemaran air dan berkontribusi pada upaya pelestarian lingkungan.

    Latar Belakang Pelatihan PPPA

    Sebagai negara dengan populasi besar dan sektor industri yang beragam, Indonesia memiliki tantangan serius dalam mengelola limbah air. Berbagai industri—seperti manufaktur, pertambangan, perkebunan, hingga sektor jasa—dapat menghasilkan limbah cair yang, jika tidak ditangani dengan tepat, berpotensi mencemari sungai, danau, hingga air tanah. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas lingkungan dan berdampak negatif pada kesehatan masyarakat serta ekosistem.

    Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air (PPPA) merupakan personel yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab internal untuk mengendalikan pencemaran air di perusahaan. Tugasnya mencakup penilaian potensi pencemaran, perumusan strategi pengelolaan, hingga pengawasan pelaksanaan program pengendalian. Dalam menjalankan tugasnya, seorang PPPA perlu menguasai aspek teknis, regulasi, dan kemampuan manajerial. Oleh sebab itulah, pelatihan PPPA dihadirkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang akan menangani isu lingkungan ini.

    Dasar Hukum: PERMENLHK Nomor P.5/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2018

    Pentingnya sertifikasi bagi PPPA tidak lepas dari kerangka regulasi yang berlaku di Indonesia. Salah satu regulasi kunci adalah Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PERMENLHK) Nomor P.5/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2018, yang mengatur standar kompetensi bagi Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air dan Penanggung Jawab Operasional Air Limbah (POPAL). Peraturan ini mewajibkan perusahaan untuk memiliki SDM yang kompeten di bidang pengelolaan air limbah.

    Jika perusahaan tidak memenuhi persyaratan kompetensi PPPA sesuai ketentuan PERMENLHK, sanksi administratif dapat dikenakan. Hal ini dapat berupa teguran, pembekuan izin, bahkan pemberhentian kegiatan operasional. Dengan mengikuti Training Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air (PPPA) di Energy Academy, perusahaan dapat memastikan dirinya taat regulasi dan menghindari risiko sanksi. Lebih dari itu, keberadaan personel bersertifikasi juga menegaskan komitmen perusahaan terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan (Corporate Social Responsibility/CSR).

    Kenapa Harus Bersertifikasi BNSP?

    Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) adalah lembaga independen yang bertugas menetapkan standar kompetensi dan memberikan sertifikasi di berbagai bidang keahlian, termasuk lingkungan. Sertifikasi BNSP memastikan bahwa seseorang telah diuji kompetensinya sesuai standar nasional, dan diakui secara sah.

    Dengan memiliki PPPA yang bersertifikasi BNSP, perusahaan memperoleh jaminan kualitas SDM yang dapat diandalkan dalam menangani pencemaran air. Selain itu, sertifikasi ini meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata investor, klien, masyarakat, serta regulator. Dalam konteks persaingan global, kepatuhan terhadap standar lingkungan juga menjadi nilai tambah yang signifikan. Perusahaan yang peduli dan kompeten dalam aspek lingkungan berpeluang mendapatkan reputasi lebih baik, kemudahan akses pendanaan, dan penerimaan sosial yang lebih luas.

    Tujuan dan Manfaat Training Sertifikasi PPPA

    Memahami Regulasi dan Standar Nasional

    Peserta akan mendalami aturan-aturan terkait pengelolaan air limbah, mulai dari UU hingga PERMENLHK. Pemahaman ini membantu mereka merancang langkah-langkah pengelolaan air limbah yang selaras dengan regulasi, mengurangi risiko pelanggaran hukum.

    Meningkatkan Kompetensi Teknis

    Kompetensi teknis meliputi identifikasi sumber pencemaran, penentuan karakteristik limbah, pemilihan teknologi pengolahan, hingga operasi dan pemeliharaan instalasi. Dengan penguasaan aspek teknis ini, PPPA dapat memastikan sistem pengelolaan air limbah berjalan optimal.

    Mengembangkan Keterampilan Manajerial

    PPPA tidak hanya bekerja di tataran teknis. Mereka juga bertindak sebagai pengawas dan pengambil keputusan internal dalam menangani pencemaran air. Pelatihan ini mengembangkan keterampilan manajerial dan komunikasi, sehingga PPPA mampu berkoordinasi dengan berbagai departemen dan pemangku kepentingan.

    Menurunkan Risiko Lingkungan dan Kesehatan

    Air limbah yang tak dikelola dengan baik dapat menimbulkan dampak negatif seperti pencemaran sungai, menurunkan kualitas air tanah, serta menyebarkan penyakit. Keberadaan PPPA berkompeten membantu mengurangi risiko-risiko tersebut.

    Meningkatkan Reputasi dan Kepercayaan Publik

    Di era modern, perusahaan yang peduli lingkungan dianggap lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. Dengan memiliki personel bersertifikasi BNSP di bidang pengendalian air, perusahaan dapat meningkatkan citra positif dan kepercayaan publik.

    Cakupan Materi Pelatihan

    Melalui Training Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air (PPPA), peserta akan mempelajari berbagai materi esensial agar mampu menjalankan tugas pengendalian pencemaran air dengan efektif:

    Mengidentifikasi Sumber Pencemaran Air Limbah

    Pelatihan dimulai dengan memahami berbagai sumber limbah cair—mulai dari kegiatan produksi, pembersihan peralatan, hingga kegiatan operasional lain yang berpotensi membuang zat berbahaya ke lingkungan. Tujuannya adalah memetakan lokasi atau proses mana yang memiliki risiko paling tinggi.

    Menentukan Karakteristik Sumber Pencemaran Air Limbah

    Setiap sumber limbah memiliki ciri khas. Peserta belajar mengukur parameter fisika, kimia, dan biologi, seperti COD, BOD, TSS, pH, dan sebagainya. Hasil analisis ini menjadi dasar bagi pemilihan metode pengolahan yang tepat.

    Menilai Tingkat Pencemaran Air Limbah

    Pada tahap ini, peserta diajak menilai sejauh mana limbah cair yang dihasilkan perusahaan dapat berdampak pada lingkungan. Pemahaman tentang baku mutu limbah cair, metode sampling, analisis laboratorium, dan interpretasi data menjadi fokus utama.

    Menentukan Peralatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)

    Peserta mempelajari berbagai jenis IPAL, seperti sistem fisika, kimia, dan biologi (aerobik maupun anaerobik). Pilihan teknologi tergantung pada karakteristik limbah dan target efisiensi yang diinginkan.

    Mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air Limbah

    Tidak cukup hanya memilih teknologi, seorang PPPA juga harus memahami operasi harian IPAL. Materi mencakup prosedur start-up, pengaturan debit, pemantauan parameter proses, hingga pemeliharaan rutin.

    Melaksanakan Daur Ulang Olahan Air Limbah

    Daur ulang (recycling) atau reuse air limbah menjadi tren global untuk mengatasi krisis air. Peserta dilatih menyusun strategi reuse serta memastikan air hasil olahan memenuhi standar keselamatan untuk penggunaan tertentu.

    Menyusun Rencana Pemantauan Kualitas Air Limbah

    Pemantauan berkala dibutuhkan untuk mengevaluasi kinerja sistem pengolahan. Peserta dilatih merancang jadwal pemantauan, merumuskan indikator utama, dan menetapkan metode analisis laboratorium.

    Melaksanakan Pemantauan Kualitas Air Limbah

    Tahap implementasi rencana pemantauan ini mencakup pengambilan sampel, pengujian laboratorium, serta analisis tren data. Dari hasil pemantauan, perusahaan dapat memperbaiki sistem jika ditemukan deviasi dari baku mutu.

    Mengidentifikasi Bahaya dalam Pengolahan Air Limbah

    Pengolahan air limbah juga bisa berbahaya—misalnya keberadaan gas beracun di tangki atau resiko ledakan. Peserta belajar mengenai potensi hazard, memetakan risiko K3, serta cara menanganinya.

    Melakukan Tindakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap Bahaya dalam Pengolahan Air Limbah

    Bagian akhir menitikberatkan pada penerapan K3 di area IPAL. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), penyusunan prosedur tanggap darurat, serta pelatihan tim merupakan aspek penting guna mencegah kecelakaan kerja.

    Metode Pembelajaran dan Sertifikasi

    Training Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air (PPPA) di Energy Academy diselenggarakan dengan pendekatan yang interaktif dan aplikatif. Beberapa metode pembelajaran yang digunakan antara lain:

    Ceramah dan Diskusi Interaktif

    Instruktur berpengalaman di bidang lingkungan akan membawakan materi dengan didukung studi kasus nyata, sehingga peserta dapat berdiskusi dan bertanya tentang situasi spesifik di lapangan.

    Praktik Lapangan atau Simulasi

    Jika memungkinkan, peserta dapat diajak mengunjungi instalasi pengolahan air limbah. Simulasi pengoperasian alat juga dilakukan untuk memberi pengalaman langsung.

    Studi Kasus

    Berbagai contoh kasus pencemaran air di sektor industri (misalnya pertambangan, manufaktur, perkebunan) disajikan, membantu peserta memahami tantangan dan solusi lapangan yang beragam.

    Evaluasi dan Uji Kompetensi

    Setelah menyelesaikan modul pelatihan, peserta akan menjalani tes tertulis dan/atau praktik. Hasilnya menjadi salah satu acuan apakah peserta layak direkomendasikan mengikuti uji kompetensi BNSP.

    Jika peserta lulus uji kompetensi, mereka akan memperoleh sertifikat resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikat ini berlaku sebagai bukti keterampilan dan penguasaan materi sesuai standar nasional di bidang pengendalian pencemaran air.

    Kelebihan Mengikuti Program di Energy Academy

    Kurikulum Terupdate Sesuai Regulasi

    Energy Academy memastikan kurikulum selalu selaras dengan regulasi terbaru, termasuk PERMENLHK Nomor P.5/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2018. Dengan demikian, peserta dapat yakin bahwa pengetahuan yang diperoleh relevan dan memenuhi standar pemerintah.

    Instruktur Berpengalaman

    Para instruktur adalah praktisi yang telah lama berkecimpung di sektor lingkungan. Pengalaman lapangan tersebut membuat proses belajar semakin kaya, terutama saat membahas best practice dan cara mengatasi hambatan nyata di industri.

    Pendekatan Komprehensif

    Pelatihan di Energy Academy tak hanya menekankan aspek teknis, tapi juga mengembangkan keterampilan manajerial, komunikasi, dan penerapan K3. Hal ini penting agar lulusan PPPA mampu memimpin tim, bernegosiasi dengan manajemen, dan berinteraksi dengan regulator.

    Fleksibilitas Metode Pembelajaran

    Energy Academy menyediakan berbagai opsi format pelatihan—baik secara online, tatap muka, maupun blended learning—menyesuaikan kebutuhan dan ketersediaan waktu peserta.

    Jaringan Profesional Luas

    Peserta berkesempatan untuk memperluas jejaring profesional. Saling berbagi pengalaman antarpeserta dan instruktur bisa membuka peluang kolaborasi lintas perusahaan atau sektor.

    Tantangan dan Peluang di Masa Depan

    Seiring meningkatnya kesadaran dan penegakan regulasi lingkungan, permintaan terhadap tenaga profesional di bidang pengendalian pencemaran air diperkirakan akan terus bertumbuh. Perusahaan yang tidak mematuhi standar lingkungan bisa merugi, baik akibat sanksi hukum, kerugian reputasi, hingga protes dari masyarakat. Di sisi lain, profesional bersertifikasi PPPA yang ahli justru akan menjadi aset berharga bagi perusahaan, membantu memastikan kelancaran operasional dan keberlanjutan jangka panjang.

    Tantangan ke depan juga muncul dari inovasi teknologi. Misalnya, kemajuan dalam automation, Internet of Things (IoT), hingga big data bisa digunakan untuk pemantauan air limbah secara real-time. Ini menuntut PPPA untuk terus belajar dan beradaptasi, memanfaatkan teknologi demi mengoptimalkan kinerja sistem pengolahan limbah.

    Kesimpulan

    Training Sertifikasi PPPA Energy Academy merupakan jawaban bagi perusahaan dan profesional yang ingin meningkatkan kompetensi pengendalian pencemaran air sesuai standar nasional dan ketentuan PERMENLHK Nomor P.5/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2018. Melalui pemahaman mendalam tentang regulasi, teknik pengolahan limbah, pemantauan kualitas, serta penerapan K3, lulusan program ini dapat menjadi pilar utama dalam menjaga kualitas air di lingkungan kerjanya.

    Dari segi legalitas, keberadaan personel bersertifikasi BNSP juga memastikan perusahaan terhindar dari risiko sanksi dan masalah hukum. Lebih jauh lagi, reputasi perusahaan di mata investor, masyarakat, dan pemangku kepentingan meningkat jika mampu menunjukkan tanggung jawab dalam pengelolaan air limbah.

    Bagi individu, sertifikasi PPPA akan memperluas peluang karier dan meningkatkan nilai tawar di pasar kerja, mengingat industri semakin membutuhkan SDM yang piawai di sektor lingkungan. Bagi perusahaan, menyiapkan Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air yang kompeten adalah langkah bijak untuk mencapai efisiensi, berdaya saing, serta mewujudkan keberlanjutan usaha. Jika Anda tertarik mengikuti program ini, informasi lebih lanjut dapat diperoleh di Energy Academy dan Training Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air (PPPA). Mari bersama-sama kita ciptakan masa depan yang lebih hijau dan lestari.

  • Port Academy Perkuat SDM Maritim Lewat Diklat Jetty Master

    Port Academy Perkuat SDM Maritim Lewat Diklat Jetty Master

    Port Academy sukses menggelar Diklat Jetty Master di Jakarta pada Maret 2025. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kerja di sektor kepelabuhanan, khususnya dalam pengelolaan operasional terminal jetty.

    Diklat ini membahas berbagai aspek penting, seperti manajemen operasional jetty, regulasi keselamatan, koordinasi dengan kapal, serta manajemen risiko dan keamanan. Pelatihan ini ditujukan bagi petugas operasional pelabuhan, supervisor bongkar muat, perwira kapal, dan tenaga teknis di fasilitas maritim.

    Port Academy kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja di sektor kepelabuhanan dengan menggelar Diklat Jetty Master. Pelatihan berlangsung pada Maret 2025 dan bertujuan untuk membekali para profesional di industri maritim dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan dalam mengelola dan mengawasi operasional terminal jetty secara efektif.

    Menurut Wiratama, Direktur Port Academy, pelatihan ini sangat penting mengingat peran strategis seorang Jetty Master dalam memastikan keselamatan, efisiensi, dan kelancaran operasional di terminal jetty, baik dalam aktivitas bongkar muat maupun aspek keselamatan kerja.

    Meningkatkan Profesionalisme dan Keselamatan di Terminal Jetty

    Diklat ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai tugas dan tanggung jawab seorang Jetty Master, mulai dari pengelolaan operasional dermaga, koordinasi dengan berbagai pihak terkait, hingga penerapan regulasi keselamatan internasional dan nasional.

    Beberapa materi utama yang akan dibahas dalam pelatihan ini meliputi:

    ✅ Manajemen Operasional Jetty – Prosedur dan praktik terbaik dalam operasional terminal jetty.

    ✅ Regulasi dan Standar Keselamatan – Memahami aturan internasional seperti ISGOTT, ISPS Code, dan standar keselamatan lainnya.

    ✅ Koordinasi dengan Kapal dan Pihak Terkait – Teknik komunikasi dan pengelolaan pergerakan kapal di terminal jetty.

    ✅ Manajemen Risiko dan Keamanan – Pencegahan potensi bahaya serta penerapan prosedur darurat.

    Dengan adanya Diklat Jetty Master, diharapkan para peserta dapat meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam mengelola operasional jetty secara lebih efektif dan sesuai dengan standar industri.

    Target Peserta Diklat Jetty Master

    Pelatihan ini diperuntukkan bagi para profesional yang terlibat dalam operasional terminal jetty, termasuk:

    1. Petugas operasional pelabuhan dan terminal jetty

    2. Supervisor dan manajer bongkar muat

    3. Perwira kapal yang terlibat dalam operasional jetty

    4. Tenaga teknis yang bekerja di fasilitas maritim

    Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik dalam mengelola terminal jetty, memastikan keselamatan operasional, serta meningkatkan efisiensi dalam aktivitas kepelabuhanan.

    Komitmen Port Academy dalam Pengembangan SDM Maritim

    Sebagai lembaga pelatihan maritim yang berpengalaman, Port Academy terus berupaya menyediakan program pelatihan berkualitas yang selaras dengan kebutuhan industri. Dengan instruktur berpengalaman dan kurikulum berbasis standar internasional, peserta Diklat Jetty Master akan mendapatkan pengalaman belajar yang aplikatif dan berbasis praktik terbaik di industri kepelabuhanan.

    Bagi yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut atau mendaftar dalam Diklat Jetty Master, silakan kunjungi situs resmi Port Academy atau langsung ke halaman Diklat Jetty Master.

    Tentang Port Academy

    Port Academy adalah lembaga pelatihan profesional di sektor maritim dan kepelabuhanan yang berkomitmen dalam meningkatkan kompetensi SDM di Indonesia. Dengan berbagai program pelatihan bersertifikasi, Port Academy telah menjadi mitra strategis bagi perusahaan-perusahaan pelayaran, operator terminal, dan berbagai industri yang bergerak di bidang kepelabuhanan.

  • Selama Lebaran KAI Sediakan 4,5 Juta Tiket, 1,7 Juta Sudah Terjual

    Selama Lebaran KAI Sediakan 4,5 Juta Tiket, 1,7 Juta Sudah Terjual

    InDaily.co.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) berkomitmen untuk menyediakan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat. Dalam rangka mendukung kelancaran Angkutan Lebaran 1446 H/2025, KAI telah menyiapkan total kapasitas sebanyak 4.591.510 tempat duduk untuk periode 21 Maret hingga 11 April 2025. Dari jumlah tersebut, 2.752.310 tempat duduk atau 59,94% adalah untuk kereta api (KA) kelas ekonomi dengan tarif yang lebih terjangkau.

    “Penyediaan tempat duduk ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mendukung mobilitas masyarakat selama Lebaran, dengan tetap mengutamakan keselamatan, ketepatan waktu, dan kenyamanan. Dari total kapasitas kelas ekonomi, sebanyak 1.633.720 tempat duduk dialokasikan untuk KA ekonomi komersial, sementara 1.118.590 tempat duduk lainnya merupakan KA ekonomi bersubsidi yang mendapatkan dukungan dari pemerintah,” jelas Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, dilansir Sabtu, 8 Maret 2025.

    Selain KA kelas ekonomi, KAI juga menyediakan 1.839.200 tempat duduk untuk layanan KA kelas eksekutif, bisnis, KA lokal komersial, KA feeder, dan KA perintis, yang menjadi pilihan utama masyarakat dalam bertransportasi.

    Sebagai bagian dari komitmen KAI untuk mewujudkan transportasi berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, layanan KA kelas ekonomi tetap dapat diakses dengan harga yang terjangkau.

    “Kami menyadari bahwa masyarakat memerlukan moda transportasi yang nyaman, aman, dan ekonomis. Oleh karena itu, lebih dari separuh kapasitas yang kami sediakan adalah untuk KA kelas ekonomi dengan tarif yang lebih terjangkau,” tambah Didiek.

    Dengan kebijakan tarif yang bersahabat, KAI tidak hanya mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat konektivitas antardaerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.

    Didiek juga menjelaskan bahwa selama masa Angkutan Lebaran, KAI akan mengoperasikan 9.572 perjalanan KA dalam 22 hari. Dari jumlah tersebut, 8.492 perjalanan adalah KA reguler, sementara 1.080 perjalanan merupakan KA tambahan.

    “Dengan kapasitas yang lebih besar, KAI berharap dapat memberikan lebih banyak pilihan perjalanan bagi masyarakat yang ingin mudik. Kehadiran KA juga membantu mengurangi kemacetan di jalan raya akibat tingginya penggunaan kendaraan pribadi, sehingga perjalanan menjadi lebih lancar,” ungkap Didiek.

    Hingga 8 Maret 2025 pukul 07.00 WIB, KAI mencatat penjualan tiket KA jarak jauh mencapai 1.716.005 tiket atau 49,83% dari total kapasitas yang tersedia. Sementara itu, tiket KA lokal yang terjual mencapai 28.089 tiket atau sekitar 2,45%.

    “Tingkat penjualan KA lokal masih relatif rendah karena sebagian besar layanan baru dapat dipesan pada H-30. Beberapa layanan bahkan baru dapat dipesan H-7 sebelum keberangkatan,” jelas Didiek.

    Untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan, KAI juga menawarkan promo diskon tiket dalam rangka mendukung angkutan Lebaran 2025.

    “KAI saat ini menghadirkan promo spesial dengan diskon hingga 25% bagi pelanggan yang melakukan perjalanan pada periode 7-17 Maret 2025. Promo ini diharapkan menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin mudik lebih awal dengan tarif yang lebih terjangkau. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui aplikasi Access by KAI,” tambah Didiek.

    KAI juga menghadirkan berbagai program spesial selama Lebaran, seperti dekorasi tematik di stasiun dan dalam kereta, pembagian takjil gratis, serta souvenir menarik.

    “Kami berterima kasih atas kepercayaan pelanggan yang telah memesan tiket dan memilih kereta api sebagai moda transportasi untuk mudik Lebaran 2025. Dengan semangat pelayanan dan keselamatan, KAI siap mengantar masyarakat kembali ke kampung halaman dengan nyaman dan penuh kebahagiaan,” tutup Didiek.

    1,7 Juta Tiket KAI Mudik Lebaran 2025 Ludes Terjual

    Sementara, Wakil Presiden Hubungan Masyarakat KAI, Anne Purba, mengungkapkan bahwa data penjualan tiket yang disampaikan merupakan informasi yang diperoleh hingga 7 Maret 2025 pukul 07.00 WIB. Dia menambahkan bahwa penjualan tiket terus mengalami peningkatan seiring dengan pembukaan pemesanan.

    “Informasi terbaru per 7 Maret pukul 07.00 menunjukkan bahwa dari total 4,5 juta tiket yang disediakan, lebih dari 1,7 juta tiket telah terjual. Kami optimis penjualan akan terus meningkat sepanjang hari ini,” kata Anne di KAI Jakarta Railway Center, Jakarta, pada hari Jumat, 7 Maret.

    Anne merinci bahwa dari total tiket yang terjual, 1.685.183 tiket berasal dari kereta jarak jauh, sedangkan 25.275 tiket berasal dari kereta lokal. Dengan demikian, total tiket yang terjual mencapai 1.710.458.

    Dia juga menjelaskan bahwa rendahnya penjualan tiket kereta lokal disebabkan oleh kebijakan penjualan yang berbeda. “Tiket untuk kereta lokal baru dapat dibeli H-30, dan beberapa bahkan baru tersedia H-7 sebelum keberangkatan. Jadi, hingga saat ini, total tiket yang terjual adalah 1,7 juta,” jelasnya.

    KAI Tidak Menurunkan Harga Tiket

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memberikan klarifikasi mengenai tarif tiket kereta api yang tetap stabil, berbeda dengan tiket pesawat yang sering mengalami penurunan harga saat musim puncak mudik dan balik Lebaran 2025.

    EVP Sekretaris Perusahaan KAI, Raden Agus Dwinanto Budiadji, menegaskan bahwa KAI tidak pernah menaikkan tarif kereta api pada saat puncak arus mudik dan balik Lebaran.

    “Jika ditanya mengapa harga tiket kereta api tidak diturunkan, jawabannya adalah karena kami juga tidak menaikkan tarifnya,” ungkap Raden saat ditemui di KAI Jakarta Railway Center, Gambir, Jakarta, pada hari Jumat, 7 Maret.

    Lebih lanjut, Raden menjelaskan bahwa KAI menyediakan lebih banyak pilihan kelas ekonomi, baik dalam layanan public service obligation (PSO) maupun layanan komersial, sehingga tarif kereta api tetap dianggap terjangkau.

    “Sekitar 60 persen dari kelas yang kami tawarkan adalah kelas ekonomi, meskipun ada juga segmen komersial dan PSO. Oleh karena itu, perubahan tarif di segmen ini tidak akan signifikan jika dibandingkan dengan akhir pekan biasa,” tambahnya. (*)

  • Energy Academy Luncurkan Training PPPA: Solusi Pencemaran Air

    Energy Academy Luncurkan Training PPPA: Solusi Pencemaran Air

    InDaily.co.id – Pencemaran air merupakan masalah lingkungan yang mendesak dan terus menjadi fokus perhatian pemerintah, masyarakat, serta sektor industri. Berbagai industri, mulai dari manufaktur hingga pertambangan, memiliki potensi untuk mencemari sumber daya air melalui limbah yang dihasilkan. Menyadari dampak serius dari pencemaran ini, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan sejumlah regulasi untuk memastikan bahwa setiap kegiatan usaha mematuhi standar pengelolaan air limbah yang ketat. Salah satu regulasi penting adalah Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PERMENLHK) Nomor P.5/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2018, yang mengatur standar dan sertifikasi kompetensi bagi Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air (PPPA) dan Penanggung Jawab Operasional Air Limbah (POPAL).

    Untuk membantu perusahaan memenuhi regulasi dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang pengelolaan air, Energy Academy meluncurkan Training Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air (PPPA). Program ini dirancang secara menyeluruh untuk memberikan peserta pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam mencegah dan menangani pencemaran air dari berbagai kegiatan industri. Sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) juga menjadi bagian dari pelatihan ini, memastikan bahwa lulusan diakui secara resmi dalam kompetensinya. Artikel ini akan membahas pentingnya pelatihan ini, materi yang diajarkan, serta manfaat yang diperoleh oleh peserta dan perusahaan.

    Latar Belakang Pentingnya Pengendalian Pencemaran Air

    Ketersediaan air bersih adalah hak asasi manusia, namun banyak daerah di Indonesia masih menghadapi kesulitan dalam menyediakan air yang layak untuk dikonsumsi. Selain faktor alam, limbah industri dan air limbah domestik sering mencemari sungai, danau, dan sumber air lainnya, memperburuk krisis air bersih. Pertumbuhan industri dan urbanisasi yang pesat juga meningkatkan risiko pencemaran air.

    PERMENLHK Nomor P.5/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2018 mengatur kewajiban perusahaan untuk memiliki personel yang kompeten dalam pengendalian pencemaran air. Perusahaan yang tidak mematuhi regulasi ini dapat dikenakan sanksi administratif, termasuk pencabutan izin operasional. Pelatihan dan sertifikasi menjadi langkah strategis bagi perusahaan untuk memenuhi regulasi dan meningkatkan pengelolaan lingkungan.

    Dasar Hukum: Kewajiban dan Tanggung Jawab Perusahaan

    Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menegaskan bahwa setiap pelaku usaha bertanggung jawab untuk mencegah dan menangani dampak negatif terhadap lingkungan, termasuk pencemaran air. Perusahaan diwajibkan untuk menyusun Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) yang mencakup rencana pengendalian air limbah.

    PERMENLHK Nomor P.5/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2018 menetapkan standar sertifikasi bagi PPPA dan POPAL, menjelaskan kualifikasi, kompetensi, serta prosedur sertifikasi untuk SDM yang bertanggung jawab dalam pengendalian pencemaran air.

    Sanksi dan Implikasi

    Jika perusahaan tidak memenuhi standar kompetensi PPPA sesuai peraturan, mereka dapat dikenakan sanksi administratif. Jika pencemaran air yang ditimbulkan berdampak serius pada lingkungan dan masyarakat, reputasi perusahaan juga terancam, berpotensi menyebabkan konflik sosial, tuntutan hukum, atau penutupan pabrik.

    Mengapa Training PPPA Penting?

    1. Pemenuhan Kewajiban Hukum: Training PPPA adalah cara efektif untuk mendapatkan kualifikasi dan sertifikasi sesuai PERMENLHK, menunjukkan komitmen perusahaan terhadap perlindungan lingkungan.

    2. Upaya Pencegahan yang Terukur: Penanganan proaktif terhadap pencemaran air dapat mengurangi kerugian finansial dan reputasi, serta menekan biaya remediasi jangka panjang.

    3. Keterampilan Teknis dan Manajerial: PPPA perlu memiliki pemahaman teknis dan keterampilan manajerial untuk mengelola pengendalian pencemaran air secara efektif.

    4. Kredibilitas di Mata Pemangku Kepentingan: Memiliki PPPA bersertifikasi meningkatkan kepercayaan investor dan masyarakat, serta memperkuat posisi perusahaan dalam kerja sama bisnis.

    Materi Pelatihan: Menjawab Tantangan Pencemaran Air

    Training PPPA dari Energy Academy mencakup berbagai materi, antara lain:

    • Identifikasi Sumber Pencemaran Air Limbah: Peserta akan belajar mengenali titik-titik kritis dalam proses produksi yang berpotensi menghasilkan air limbah, baik dari sektor manufaktur, pertambangan, pertanian, maupun limbah domestik. Ini adalah langkah awal yang penting dalam pemetaan risiko pencemaran.

    • Menentukan Karakteristik Sumber Pencemaran Air Limbah: Peserta akan mempelajari berbagai jenis limbah cair, termasuk logam berat, sisa bahan kimia, dan limbah organik. Modul ini mencakup parameter fisika, kimia, dan biologi yang menjadi indikator tingkat pencemaran.

    • Menilai Tingkat Pencemaran Air Limbah: Materi ini mendorong peserta untuk mengevaluasi kadar polutan dalam air limbah dan membandingkannya dengan baku mutu yang berlaku. Teknik sampling, pengujian laboratorium, dan interpretasi data juga akan dibahas.

    • Menentukan Peralatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL): Peserta akan diajarkan tentang teknologi IPAL yang tepat, termasuk sistem biologis (seperti activated sludge dan biofilter) serta sistem fisika-kimia (seperti koagulasi dan flokulasi). Pertimbangan kapasitas, efisiensi, dan biaya operasional juga akan dibahas.

    • Mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air Limbah: Materi ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada prosedur pemeliharaan, troubleshooting, dan pengaturan parameter proses agar hasil olahan air memenuhi standar lingkungan.

    • Melaksanakan Daur Ulang Olahan Air Limbah: Peserta akan memahami langkah-langkah untuk menerapkan sistem daur ulang air limbah yang aman, terutama di daerah dengan keterbatasan sumber air.

    • Menyusun Rencana Pemantauan Kualitas Air Limbah: Pemantauan berkala adalah kunci keberhasilan pengendalian pencemaran air. Peserta akan belajar tentang metode pengambilan sampel, analisis laboratorium, dan pelaporan ke instansi terkait.

    • Melaksanakan Pemantauan Kualitas Air Limbah: Materi ini menekankan implementasi rencana pemantauan, pemeriksaan kualitas air secara rutin, dan tindakan korektif jika parameter melebihi ambang batas.

    • Mengidentifikasi Bahaya dalam Pengolahan Air Limbah: Peserta akan mempelajari risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang terkait dengan pengoperasian IPAL, termasuk potensi bahaya dari bahan kimia dan kontaminasi.

    • Melakukan Tindakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): Modul terakhir akan menekankan pentingnya menerapkan standar K3 di area IPAL, termasuk prosedur tanggap darurat dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD).

    Metode dan Pendekatan Pelatihan

    • Ceramah Interaktif: Instruktur berpengalaman akan menyampaikan konsep utama dengan cara yang mudah dipahami, disertai contoh kasus dari industri nyata. Peserta akan diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan bertanya.

    • Studi Kasus: Peserta akan menganalisis skenario pencemaran air dari berbagai sektor, seperti pertambangan batubara, industri tekstil, dan perkebunan kelapa sawit. Ini akan memperkuat keterampilan pemecahan masalah dan antisipasi kondisi lapangan.

    • Praktik Lapangan atau Simulasi: Jika memungkinkan, peserta akan melakukan kunjungan ke lokasi IPAL atau simulasi penggunaan alat pengukur kualitas air. Metode ini memastikan pemahaman yang lebih baik tentang proses aktual.

    • Evaluasi dan Uji Kompetensi: Setelah menyelesaikan materi, peserta akan menjalani ujian, baik tulis maupun praktik, untuk memastikan kompetensi yang telah dikuasai. Peserta yang memenuhi standar akan mengikuti uji kompetensi BNSP untuk mendapatkan sertifikat resmi.

    Manfaat Bagi Peserta dan Perusahaan

    1. Meningkatkan Kompetensi dan Peluang Karier: Sertifikasi BNSP di bidang pengendalian pencemaran air menjadi bukti keahlian yang diakui secara nasional, membuka peluang promosi atau kerja di perusahaan yang memprioritaskan kepatuhan lingkungan.

    2. Kepatuhan Regulasi dan Minimalkan Risiko Hukum: Perusahaan yang mempekerjakan PPPA bersertifikasi berada di jalur yang tepat untuk memenuhi persyaratan PERMENLHK P.5/2018, sehingga risiko sanksi administratif atau tuntutan hukum berkurang.

    3. Efisiensi dan Optimasi Sumber Daya: Penanganan limbah air secara profesional dapat menekan biaya remediasi jangka panjang, mencegah gangguan operasional, dan meningkatkan efisiensi penggunaan air melalui praktik daur ulang.

    1. Meningkatkan Citra dan Daya Saing: Perusahaan yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan cenderung memiliki reputasi yang lebih baik di mata masyarakat dan pemangku kepentingan, seperti investor, konsumen, dan lembaga keuangan. Kepatuhan terhadap regulasi lingkungan dan sertifikasi SDM menjadi nilai tambah yang membedakan perusahaan dari kompetitor.

    2. Budaya Kerja yang Lebih Aman dan Sehat: Dengan mempelajari identifikasi bahaya dan tindakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam pengolahan air limbah, risiko kecelakaan kerja dapat diminimalkan. Karyawan yang merasa aman akan lebih produktif, yang pada gilirannya berdampak positif pada kinerja perusahaan.

    Prospek Masa Depan Profesi PPPA

    Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan isu lingkungan, permintaan akan profesi PPPA semakin meningkat di berbagai sektor. Perusahaan di sektor pertambangan, pabrik kimia, pengolahan makanan, konstruksi, hingga fasilitas kesehatan semuanya memerlukan kompetensi dalam pengendalian pencemaran air. Selain itu, lulusan training PPPA yang telah bersertifikasi BNSP memiliki fleksibilitas untuk berkarier sebagai konsultan lingkungan, auditor, atau berposisi strategis di lembaga pemerintah maupun LSM yang fokus pada konservasi lingkungan.

    Mengapa Memilih Training PPPA di Energy Academy?

    1. Berpengalaman di Industri Energi dan Lingkungan: Energy Academy memiliki rekam jejak yang kuat dalam melatih SDM di bidang energi, migas, dan lingkungan. Dengan menggabungkan pengalaman praktis dan metodologi pelatihan modern, peserta akan mendapatkan wawasan yang relevan dengan kondisi lapangan.

    2. Materi Sesuai Standar PERMENLHK: Kurikulum training PPPA dirancang mengikuti kerangka peraturan terbaru. Proses evaluasi juga menekankan aspek-aspek yang dibutuhkan dalam skema sertifikasi BNSP, memastikan lulusan benar-benar kompeten.

    3. Sertifikasi BNSP: Setelah mengikuti pelatihan dan lulus uji kompetensi, peserta berhak memperoleh sertifikat BNSP sebagai Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air, yang diakui secara nasional.

    Penutup

    Training Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air (PPPA) yang diselenggarakan oleh Energy Academy merupakan solusi yang tepat untuk menghadapi tantangan pencemaran air di berbagai sektor industri. Mengacu pada PERMENLHK Nomor P.5/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2018, pelatihan ini membantu perusahaan memenuhi kewajiban hukum dan membentuk SDM yang handal serta peka terhadap pengelolaan limbah air. Dari identifikasi sumber pencemaran, analisis karakteristik limbah, pengoperasian IPAL, hingga penerapan K3, seluruh aspek penting dibahas secara mendalam dan aplikatif.

    Bagi perusahaan, kehadiran PPPA bersertifikasi memberikan jaminan kepatuhan, efisiensi, dan peningkatan citra di mata publik. Bagi individu, sertifikasi ini membuka peluang karier yang lebih luas dalam bidang lingkungan serta mengokohkan posisi sebagai agen perubahan di dalam perusahaan. Dengan sinergi antara pengetahuan teknis, kepatuhan regulasi, dan tanggung jawab moral, kita dapat bersama-sama menjaga keberlanjutan sumber daya air demi masa depan yang lebih baik. (*)

  • Meningkatkan Kompetensi Maritim: Port Academy Adakan 5 Pelatihan di Seluruh Indonesia

    Meningkatkan Kompetensi Maritim: Port Academy Adakan 5 Pelatihan di Seluruh Indonesia

    InDaily.co.id – Port Academy sukses menyelenggarakan lima pelatihan strategis dalam satu minggu di berbagai kota, bekerja sama dengan mitra industri seperti Koperasi Sejahtera Bersama Samboja, PT Phoenix Resources International, dan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.

    Program pelatihan yang dilaksanakan meliputi:

    1. TKBM – Tenaga Kerja Bongkar Muat di Kuala Semboja
    2. SAT for Port Facility Personnel (IMO M.C 3.25) di Lhokseumawe, Aceh
    3. Personil Penanggulangan Pencemaran Tingkat 1 di Tarakan, Kalimantan Utara
    4. Operator Crane Putar Tetap (Pedestal Crane) di Palembang
    5. IMSBC Code – Penanganan & Pengangkutan Barang Curah Padat di Pelabuhan di Jakarta
      Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja sektor maritim dan kepelabuhanan sesuai dengan standar keselamatan dan regulasi internasional. Peserta memperoleh sertifikasi yang diakui, membuka peluang karier lebih luas di industri pelabuhan.

    Dalam upaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja sektor maritim dan kepelabuhanan, Port Academy sukses menyelenggarakan lima program pelatihan strategis di berbagai kota dalam waktu satu minggu. Program ini mencakup:

    TKBM – Tenaga Kerja Bongkar Muat di Kuala SembojaSAT for Port Facility Personnel (IMO M.C 3.25) di Lhokseumawe, Aceh. Personil Penanggulangan Pencemaran Tingkat 1 di Tarakan, Kalimantan Utara. Operator Crane Putar Tetap (Pedestal Crane) di Palembang. IMSBC Code – Penanganan & Pengangkutan Barang Curah Padat di Pelabuhan di Jakarta

    Program ini bekerja sama dengan berbagai mitra industri, termasuk Koperasi Sejahterah Bersama Samboja, PT Phoenix Resources International, dan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.

    Meningkatkan Kompetensi SDM Maritim Indonesia

    Direktur Port Academy, Wiratama, menegaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan standar keselamatan, efisiensi, dan profesionalisme tenaga kerja di sektor pelabuhan dan maritim.

    “Kami berkomitmen untuk memberikan pelatihan berkualitas guna mendukung SDM Indonesia agar lebih kompetitif dalam industri kepelabuhanan. Lima diklat dalam waktu satu minggu ini adalah bukti nyata dedikasi kami dalam mencetak tenaga kerja yang andal,” ujar Wiratama.

    Rangkaian Pelatihan di Berbagai Kota

    Setiap program pelatihan dirancang dengan kurikulum berbasis standar internasional yang disesuaikan dengan kebutuhan industri:

    Diklat TKBM – Tenaga Kerja Bongkar Muat di Kuala Semboja, berkolaborasi dengan Koperasi Sejahtera Bersama Samboja, berfokus pada peningkatan keterampilan pekerja bongkar muat agar lebih memahami aspek keselamatan dan efisiensi kerja.

    Diklat SAT for Port Facility Personnel (IMO M.C 3.25) di Lhokseumawe, bekerja sama dengan mitra industri pelabuhan, memberikan pemahaman mendalam mengenai standar keamanan fasilitas pelabuhan.

    Diklat Personil Penanggulangan Pencemaran Tingkat 1 di Tarakan, dengan dukungan PT Phoenix Resources International, melatih personel dalam menangani pencemaran laut sesuai dengan regulasi IMO.

    Diklat Operator Crane Putar Tetap (Pedestal Crane) di Palembang, bekerja sama dengan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, membekali operator crane dengan keterampilan teknis dan keselamatan dalam pengoperasian alat berat di pelabuhan.

    Diklat IMSBC Code – Penanganan & Pengangkutan Barang Curah Padat di Pelabuhan di Jakarta, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terkait regulasi dan prosedur keselamatan dalam menangani kargo curah padat.

    Dampak Positif bagi Industri Kepelabuhanan

    Dengan terselenggaranya lima pelatihan ini, diharapkan tenaga kerja di sektor pelabuhan semakin siap menghadapi tantangan industri yang terus berkembang. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis peserta, tetapi juga memperkuat pemahaman mereka mengenai regulasi keselamatan dan efisiensi operasional.

    Para peserta yang telah menyelesaikan program pelatihan mendapatkan sertifikasi yang diakui secara nasional dan internasional, meningkatkan peluang karier mereka di industri maritim dan kepelabuhanan.

    Port Academy: Mitra Strategis dalam Pengembangan SDM Maritim

    Sebagai lembaga pelatihan yang berkomitmen terhadap peningkatan kompetensi tenaga kerja di sektor maritim, Port Academy terus berinovasi dalam menyelenggarakan program diklat yang relevan dengan kebutuhan industri.

    “Kami akan terus memperluas jangkauan pelatihan kami dan bekerja sama dengan lebih banyak mitra industri untuk menciptakan tenaga kerja yang lebih kompeten dan siap menghadapi tantangan global,” tutup Wiratama.

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pelatihan yang diselenggarakan oleh Port Academy, kunjungi Port Academy. (*)

  • Mudik Makin Nyaman dengan Evista! Promo Gila-gilaan untuk Rental Mobil Listrik

    Mudik Makin Nyaman dengan Evista! Promo Gila-gilaan untuk Rental Mobil Listrik

    InDaily.co.id –  Mudik Lebaran semakin mendekat! Bagi Anda yang ingin merasakan perjalanan pulang kampung yang lebih nyaman, ekonomis, dan ramah lingkungan, Evista menawarkan promo spesial untuk rental mobil listrik yang sayang untuk dilewatkan.

    Promo ini berlaku dari 27 Maret hingga 6 April 2025, jadi pastikan Anda tidak ketinggalan!

    Sebagai penyedia layanan rental mobil listrik terkemuka sejak 2023, Evista menyediakan berbagai pilihan kendaraan listrik, termasuk BYD Seal, IONIQ 5, Neta V, serta Wuling Binguo dan Wuling Air Ev. Semua kendaraan ini dilengkapi dengan teknologi mutakhir untuk memberikan pengalaman berkendara yang nyaman, bertenaga, dan efisien.

    Mengapa Memilih Rental Mobil Listrik di Evista?

    • Ramah Lingkungan: Kendaraan ini menghasilkan nol emisi dan lebih senyap dibandingkan mobil konvensional.

    • Lebih Ekonomis: Biaya operasional yang lebih rendah karena menggunakan listrik sebagai sumber energi, bukan bahan bakar fosil.

    • Nyaman dan Modern: Dikenal dengan interior yang canggih, fitur keselamatan yang lengkap, serta performa yang mumpuni untuk perjalanan jauh.

    Dengan semakin banyaknya stasiun pengisian di sepanjang jalur mudik dan mobil yang memiliki jangkauan jauh, Anda dapat bepergian dengan tenang tanpa khawatir kehabisan daya. Selain itu, kenyamanan berkendara dengan mobil listrik dari Evista akan membuat perjalanan mudik Anda semakin menyenangkan.

    Bagaimana Cara Melakukan Reservasi? Proses pemesanan mobil listrik di Evista sangat sederhana! Anda hanya perlu mengunjungi situs web atau aplikasi Evista, memilih kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan, menentukan durasi sewa, dan nikmati perjalanan mudik tanpa repot. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 085165699650.

    Evista juga menyediakan layanan taksi online listrik di Bandara Halim Perdanakusuma dan Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Semua transaksi dilakukan melalui aplikasi.

    Selain itu, Evista menawarkan layanan antar jemput dari dan ke bandara atau stasiun dengan sistem reservasi di nomor telepon 085165699650. (*)