Penulis: Admin

  • Kontribusi Kita pada Emisi Kata

    Kontribusi Kita pada Emisi Kata

    Oleh Dr. Criscentia Jessica Setiadi
    (Dosen Creative Digital English, BINUS University)

    Hingar
    bingar dan hiruk pikuk media sosial sudah menjadi “makanan” kita sehari-hari.
    Algoritme berkualitas menaikkan kuantitas penggunaan platform-platform itu,
    meskipun demikian tidaklah tepat untuk “menyalahkan” algoritme sepenuhnya.
    Sebuah artikel yang ditulis Charles Brooke, seorang kolumnis untuk
    Guardian.com, pada 2013 melekat dalam benak saya selama ini. Ia menulis tentang
    keputusannya untuk beristirahat sejenak dari penggunaan Internet karena Ia
    tidak mau berkontribusi pada “Emisi Kata”. Brooke melihat reaksi manusia yang
    cepat tanggap dan tanpa pikir panjang terhadap topik-topik terkini sebagai
    sebuah fenomena Emisi Kata, contohnya: “jika peramal cuaca memberikan informasi
    yang salah pada acara BBC jam 8.45 pagi, siangnya dapat kita temukan 86 kolom
    penuh amarah, 95 blog putus asa, setengah juta kicauan masam, dan sebuah meme
    lucu hasil Photoshop.” Kata ‘emisi’ itu sendiri yang artinya ‘hasil pembuangan’
    menyiratkan kehampaan makna dari reaksi-reaksi tersebut. Emisi yang berlebihan
    menghasilkan limbah, jadi dalam hal ini Emisi Kata dapat berujung pada polusi
    informasi. Pertanyaannya, apakah kita berkontribusi pada Emisi Kata?

    Media
    baru tidak lagi memiliki saringan timbang ukur yang dimiliki oleh media
    traditional. Kesempatan untuk memproduksi, mendistribusi, dan mengonsumsi
    konten digital secara bebas menciptakan publik yang produktif (Artieri, 2012).
    Meskipun 12 tahun sudah berlalu sejak pengalaman Brooke menjedakan diri dari
    Internet, saat ini manusia masih berperilaku serupa dengan contoh yang Ia
    paparkan, hanya saja dengan mode yang berbeda. Pada dasarnya, kebutuhan manusia
    untuk berkomunikasi akan selalu diwadahi oleh perkembangan teknologi.
    Ironisnya, tulisan ini juga dapat termasuk sebagai wujud emisi jika kontribusi
    kata-kata saya hanya dirasa pembaca sebagai luapan sesaat dan tanpa arah.
    Kembali ke pertanyaan sebelumnya, dengan menggunakan konsep Emisi, manusia
    dianggap seperti “membuang” kata-kata dan bukan “menghasilkan”. Dengan
    demikian, Pekerjaan Rumah kita adalah untuk mengubah Emisi (emission)
    menjadi Komisi (commission), sebuah intensi yang lebih terarah sehingga
    kontribusi kita dalam berkata-kata adalah wujud komunikasi dari manusia yang
    produktif and kreatif.

  • Genjot Ekonomi Sirkuler, MIND ID Bersama Masyarakat Ubah Sampah Menjadi Produk Bernilai

    Genjot Ekonomi Sirkuler, MIND ID Bersama Masyarakat Ubah Sampah Menjadi Produk Bernilai

    Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID berkomitmen hadir bersama masyarakat menciptakan ekonomi sirkuler yang mengintegrasikan peningkatan nilai tambah bisnis dengan keseimbangan ekosistem di sekitar wilayah operasional.

    Komitmen ini menjadi bagian dari upaya MIND ID bersama seluruh Anggota Grup dalam memperkuat fondasi masa depan Indonesia yang berkelanjutan.

    Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, menjelaskan bahwa masyarakat di daerah memiliki semangat besar untuk ikut berkontribusi dalam membangun ekosistem ekonomi sirkuler.

    MIND ID pun konsisten menghadirkan program pemberdayaan yang terintegrasi dengan rantai pasok operasional Grup, sehingga mampu memperkuat ekonomi lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

    “Ekonomi sirkuler adalah ekosistem peradaban masa depan. Kami akan konsisten mengajak semua kalangan untuk ikut mendukung program ini, sehingga dampak yang ditargetkan dapat tercapai,” ungkap Pria Utama.

    Salah satu program yang terus dioptimalkan adalah Bank Sampah milik PT ANTAM Tbk, yang berhasil menggerakkan ribuan warga untuk memilah sampah dari rumah dan mengumpulkannya di titik pengumpulan terpusat.

    Selama 2024, program ini telah menghasilkan 1.750 kilogram kompos yang berkontribusi terhadap pemulihan ekosistem lokal di sekitar area operasi perusahaan.

    Sementara itu, PT Freeport Indonesia menginisiasi program Rumah Kompos di tiga desa, yakni Desa Manyar Sidorukun, Desa Manyarejo, dan Desa Manyar Sidomukti, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.

    Program ini menjadi solusi pengelolaan sampah organik sekaligus sarana pemberdayaan masyarakat. Ratusan warga kini semakin sadar akan pentingnya mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi pertanian dan penghijauan lingkungan sekitar.

    Di sisi lain, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) turut melibatkan masyarakat dalam pengolahan eceng gondok dari Bendungan PLTA Asahan menjadi pupuk dan kompos, serta memanfaatkan limbah kertas bekas menjadi produk bernilai tambah.

    Melalui rangkaian workshop, pendampingan, dan dukungan dari INALUM, puluhan masyarakat sekitar PLTA Asahan kini memiliki keterampilan baru dalam mengolah limbah, sekaligus mendukung upaya dekarbonisasi yang tengah digencarkan Pemerintah.

    Melalui berbagai inisiatif ini, MIND ID memastikan bahwa upaya dalam pemberdayaan masyarakat tidak sekadar berbasis output, tetapi benar-benar mampu menghadirkan dampak yang besar bagi masyarakat dan penguatan fondasi bagi peradaban masa depan.

    “Kami ingin hadir, bukan hanya sekadar penggerak bagi penciptaan nilai tambah dari sumber daya alam mineral Indonesia, tetapi juga terus menggerakkan masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan peradaban masa depan yang berkelanjutan,” katanya.

  • Dukung Pertanian Bali, Kementerian PU Rehabilitasi Jaringan Irigasi DAS Sungi di Tabanan

    Dukung Pertanian Bali, Kementerian PU Rehabilitasi Jaringan Irigasi DAS Sungi di Tabanan

    Jakarta, 28 September 2025 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah merehabilitasi sejumlah jaringan irigasi untuk sektor pertanian di Provinsi Bali. Salah satunya adalah, rehabilitasi jaringan irigasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungi, Kabupaten Tabanan. Tujuan proyek yang dijalankan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, ini adalah untuk memastikan distribusi air ke lahan persawahan menjadi lebih efisien.

    “Rehabilitasi jaringan irigasi
    ini bagian dari transformasi sistem irigasi untuk mendukung swasembada pangan.
    Kita bukan sekadar memperbaiki, tetapi juga memperkuat sistem distribusi air
    agar lebih efisien dan merata,” kata Menteri Dody Hanggodo.

    DAS Sungi sendiri merupakan
    kawasan vital yang menaungi sembilan daerah irigasi (DI) dengan total luas area
    mencapai 3.885 hektar. Kesembilan daerah irigasi tersebut adalah DI Pame
    Palean, DI Bunyuh, DI Cangi, DI Tinjak Menjangan, DI Tungkub, DI Mudeh, DI
    Gadon I, DI Gadon II, dan DI Baru Kedokan.

    Untuk tahun ini, fokus pekerjaan
    rehabilitasi dipusatkan pada tiga titik, yaitu DI Mudeh, DI Tinjak Menjangan,
    dan DI Tungkub. Kepala BWS Bali-Penida, Gunawan Suntoro, memberikan rincian
    terkait progres pekerjaan yang sedang berjalan.

    “Jaringan irigasi yang sedang
    ditangani sepanjang 1,35 km dengan luas area sekitar 84 hektar. Progres
    pekerjaannya saat ini sudah 91%, tinggal merapikan betonnya,” kata Gunawan
    Suntoro.

    Rehabilitasi jaringan irigasi
    dilakukan sebagai respons atas penurunan fungsi dan kerusakan sarana pengairan
    yang berpotensi menurunkan produktivitas pertanian di Bali. Program
    rehabilitasi yang dilakukan adalah mengubah saluran irigasi yang semula berupa
    saluran alami atau tanah menjadi saluran teknis yang lebih modern. Lingkup
    pekerjaannya mencakup peningkatan jaringan irigasi primer dan sekunder
    menggunakan material beton precast dan pasangan batu kali, serta pemasangan
    pintu air baru di DI Tinjak Menjangan. Dengan terselesaikannya proyek
    rehabilitasi ini, diharapkan tidak ada lagi air yang terbuang sia-sia, terutama
    saat debit air sedang tinggi.

    “Kami berharap dengan adanya
    peningkatan jaringan irigasi ini, seluruh aliran air dapat dimanfaatkan secara
    optimal untuk kebutuhan irigasi persawahan di wilayah ini, sehingga
    produktivitas pertaniannya juga dapat semakin meningkat,” ujar Gunawan.

    Rehabilitasi jaringan irigasi di
    DAS Sungi, Kabupaten Tabanan, menjadi langkah konkret Kementerian PU dalam
    mengoptimalkan sumber daya air untuk kesejahteraan petani dan mendukung
    swasembada pangan di Pulau Dewata.

    Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja,
    Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo
    Subianto.

    #SigapMembangunNegeriUntukRakyat

    #SetahunBerdampak

  • Kementerian PU Renovasi Ribuan Madrasah, Prioritaskan Lingkungan Belajar yang Layak

    Kementerian PU Renovasi Ribuan Madrasah, Prioritaskan Lingkungan Belajar yang Layak

    Dompu, 28 September 2025 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan melaksanakan program besar renovasi dan rehabilitasi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan untuk mempercepat peningkatan mutu infrastruktur pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi para siswa, sekaligus untuk mendukung peningkatan kualitas generasi muda Indonesia.

    Salah satu madrasah yang menjadi fokus perhatian adalah
    MAN 1 Dompu di Nusa Tenggara Barat, yang kondisinya memprihatinkan. Proses
    lelang untuk pekerjaan perbaikan ini sedang berlangsung dengan alokasi anggaran
    yang disiapkan untuk tahun 2025–2026.

    Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pembangunan
    dan renovasi fasilitas pendidikan merupakan bagian penting dari misi pemerintah
    untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.

    “Sesuai Asta Cita Presiden Prabowo, pendidikan adalah
    salah satu pilar utama. Meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi semua
    anak bangsa menjadi prioritas kami. Untuk itu, Kementerian PU akan terus
    berupaya merenovasi dan merehabilitasi sarana serta prasarana pendidikan di
    berbagai wilayah,” kata Menteri Dody.

    Secara nasional, program ini dikemas dalam “Program Hasil
    Terbaik Cepat melalui Revitalisasi Madrasah” yang akan menjangkau total 1.415 madrasah. Pelaksanaannya dibagi menjadi dua tahap. Tahap
    pertama tahun 2025 sebanyak 568 madrasah, sementara
    itu tahap kedua dengan cakupan yang jauh lebih
    luas 847 Madrasah yang akan dilaksanakan hingga tahun 2026.

    MAN 1 Dompu sendiri masuk dalam program tahap kedua.
    Madrasah yang berlokasi di Kecamatan Woja ini berdiri di atas lahan seluas
    4.956 m² dan menjadi tempat belajar bagi 574 siswa serta 54 guru. Berdasarkan
    penilaian teknis oleh Satuan Kerja (Satker) Prasarana Strategis NTB Kementerian
    PU, kondisi bangunan sekolah tersebut mengalami kerusakan mencapai 59,61%,
    dengan tingkat kerusakan bervariasi dari ringan hingga berat. Kerusakan ini
    meliputi ruang kelas, ruang guru, mushalla, laboratorium, serta fasilitas pendukung
    lainnya.

    Proyek renovasi MAN 1 Dompu merupakan bagian dari amanat
    Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan
    dan Revitalisasi Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan
    Menengah serta Digitalisasi Pembelajaran. Lingkup pekerjaannya tidak hanya
    mencakup perbaikan struktur dan arsitektur bangunan, tetapi juga sistem
    mekanikal, elektrikal, dan perpipaan (MEP), serta penataan lingkungan di
    sekitar madrasah.

    Melalui “Program Hasil Terbaik Cepat melalui Revitalisasi
    Madrasah” Kementerian PU di bawah Direktorat Jenderal Prasarana Strategis
    berharap dapat segera mewujudkan sarana pendidikan yang lebih layak dan
    berkualitas.

    Program kerja ini merupakan
    bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA
    dari Presiden Prabowo Subianto.

    #SigapMembangunNegeriUntukRakyat

    #SetahunBerdampak

  • Menteri PU Tinjau Irigasi di Karanganyar, Program P3TGAI Akan Terus Diperluas

    Menteri PU Tinjau Irigasi di Karanganyar, Program P3TGAI Akan Terus Diperluas

    Karanganyar, 28 September 2025 – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) yang bertujuan menyejahterakan petani akan terus diperluas jangkauannya. Pemerintah bahkan telah menyiapkan penambahan anggaran lebih dari 50 persen pada tahun depan untuk memastikan lebih banyak sawah mendapatkan aliran air yang lancar. Program ini akan terus diperluas ke kecamatan-kecamatan lain yang sebelumnya belum tersentuh karena keterbatasan waktu dan anggaran.

    Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody
    Hanggodo saat meninjau lokasi pembangunan saluran irigasi P3TGAI di Desa
    Nangsri, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (27/9/2025). Proyek P3TGAI di lokasi yang
    ditinjau Menteri Dody ini progresnya sudah mencapai 93,7% dan ditargetkan akan
    rampung sepenuhnya pada Oktober 2025.

    Di Desa Nangsri, program P3TGAI difokuskan pada pembangunan
    Saluran Tersier D.I. Kalongan dan Saluran Sekunder Kebak yang dikelola oleh
    Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Tirta Asri. Total panjang saluran yang
    berhasil dibangun mencapai 743 meter. Angka ini melebihi target awal berkat
    partisipasi aktif warga. Rinciannya,
    sepanjang 677 meter dibangun melalui program pemerintah, dan masyarakat secara
    swadaya menambah lagi sepanjang 68 meter. Hasilnya pun nyata, luas area irigasi
    yang dapat diairi meningkat dari 28 hektar menjadi 32 hektar.

    Partisipasi warga ini mendapat
    apresiasi khusus dari Menteri Dody. “Alhamdulillah dari target awal sekitar 670
    meter, masyarakat berkenan menambah melalui swadaya menjadi sekitar 740 meter.
    Saat ini progres sudah 93 persen, Insyaallah pada Oktober sudah selesai
    semuanya,” ujar Menteri Dody.

    Lebih lanjut, Menteri Dody
    memastikan bahwa alokasi dana untuk P3TGAI tersedia setiap tahun dan akan
    ditingkatkan secara signifikan. Anggaran untuk P3-TGAI setiap tahun ada dan
    dipastikan akan ada penambahan anggaran pada tahun depan. “Kami akan tambahi,
    kalau tidak salah lebih dari 50 persen lebih tinggi daripada tahun 2025,” kata
    Menteri Dody.

    Kementerian PU menargetkan
    pembangunan 12 ribu titik P3TGAI baru pada tahun 2026. Kebijakan ini juga
    didukung oleh Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 yang memberikan kewenangan
    kepada pemerintah pusat untuk turut merehabilitasi jaringan irigasi di tingkat
    provinsi hingga kabupaten/kota. Menteri Dody menegaskan bahwa pelaksanaan
    P3TGAI merupakan wujud nyata dari arahan Presiden Prabowo untuk meningkatkan
    kesejahteraan petani di seluruh pelosok Indonesia.

    “Fokusnya adalah bagaimana petani
    di seluruh Indonesia bisa semakin sejahtera. Tugas kami di PU adalah memastikan
    air mengalir hingga ke sawah-sawah yang terjauh. Irigasi tersier, sekunder,
    hingga primer harus rapi, sempurna, dan tidak ada kebocoran, sehingga
    benar-benar bermanfaat bagi petani,” tegasnya.

    Untuk mencapai tujuan itu,
    koordinasi lintas kementerian menjadi kunci. Menteri Dody mencontohkan
    kebutuhan lain di luar infrastruktur air, seperti penyediaan burung hantu untuk
    membasmi hama tikus atau subsidi pupuk.

    “Ada kebutuhan lain seperti
    penyediaan burung hantu untuk membasmi hama tikus atau subsidi pupuk. Hal-hal
    ini akan kita koordinasikan dengan Menteri Pertanian. Intinya, apa yang bisa PU
    kerjakan akan kita lakukan, dan yang perlu sinergi lintas kementerian akan kita
    bahas bersama. Tujuannya satu, agar petani kita semakin sejahtera, dan generasi
    muda tertarik mengelola sawah sehingga swasembada pangan bisa tercapai,” jelas
    Menteri Dody.

    Menteri Dody juga menekankan
    bahwa perluasan program P3TGAI memiliki dua tujuan besar, yaitu: meningkatkan
    kesejahteraan petani dan menarik minat generasi muda untuk kembali ke sawah,
    demi mewujudkan swasembada pangan nasional.

    “Harapannya para anak muda mulai
    tertarik untuk mengurusi sawah-sawah yang di pedesaan dan swasembada pangan
    bisa terlaksana di tengah gejolak politik dunia yang makin tidak karuan seperti
    ini,” kata Menteri Dody.

    Sementara itu, Kepala Balai Besar
    Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Gatut Bayuadji, melaporkan bahwa pihaknya
    berkomitmen menyelesaikan seluruh proyek P3TGAI tepat waktu.

    “BBWS Bengawan Solo melaksanakan P3TGAI di
    502 lokasi dengan sebaran di 16 kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Saat ini
    progres rata-rata fisik mencapai 30,83% dengan pencairan keuangan 70%. Kami
    memastikan seluruh lokasi dapat selesai tepat waktu pada akhir Oktober 2025
    sehingga manfaatnya segera dirasakan petani,” ujar Gatut.

    Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja,
    Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo
    Subianto.

    #SigapMembangunNegeriUntukRakyat

    #SetahunBerdampak

  • Kementerian PU Optimalkan Irigasi Air Tanah di Karanganyar, Petani Kini Panen Tiga Kali Setahun

    Kementerian PU Optimalkan Irigasi Air Tanah di Karanganyar, Petani Kini Panen Tiga Kali Setahun

    Karanganyar, 28 September 2025 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi infrastruktur irigasi yang berkelanjutan. Salah satu bukti nyata dari upaya ini adalah pengoperasian Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) PWS 065 yang berlokasi di Desa Krendowahono, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, yang kini memungkinkan petani memanen padi hingga tiga kali dalam setahun.

    Proyek yang dieksekusi oleh Balai Besar Wilayah Sungai
    (BBWS) Bengawan Solo ini dirancang khusus untuk mengatasi tantangan
    ketersediaan air di lahan pertanian yang lokasinya jauh dari aliran sungai
    maupun jangkauan bendungan.

    Menteri PU, Dody Hanggodo, menjelaskan bahwa program ini
    merupakan solusi strategis bagi para petani di wilayah tadah hujan. “JIAT
    dibangun di beberapa tempat yang memang jauh dari sungai dan tidak terairi oleh
    bendungan atau bendung, agar sawah-sawah tetap terairi dan bisa panen setahun
    tiga kali,” ujar Menteri Dody.

    JIAT PWS 065 di Karanganyar menjadi contoh sukses dari
    program tersebut. Jaringan ini memanfaatkan sumur dalam dengan kedalaman
    mencapai 122 meter untuk menyuplai air. “Di sini kita bangun satu, rata-rata
    memiliki kedalaman di atas 100 meter, dan dapat mengairi sekitar 30 hektar,”
    tambah Menteri Dody.

    Menurut Menteri Dody, penyediaan air untuk lahan
    pertanian ini merupakan implementasi dari amanat Presiden Prabowo yang
    menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan petani. Sebagai dukungan
    tambahan, pemerintah juga merencanakan perbaikan infrastruktur penunjang.
    “Di samping itu, jalan sepanjang sekitar 5 kilometer, kanan maupun kiri
    akan kita perbaiki untuk usaha tani,” kata Menteri Dody.

    JIAT PWS 065 yang pertama kali dibangun pada tahun 2007
    telah melalui serangkaian peningkatan. Setelah direhabilitasi pada tahun 2021, fungsi
    jaringan ini kembali dioptimalkan pada tahun 2023 dengan melakukan konversi
    sumber energi dari sebelumnya menggunakan genset menjadi listrik. Langkah ini membuat operasional irigasi menjadi lebih
    efisien dan ramah lingkungan. Dengan jaringan pipa sepanjang 2,3 km, irigasi
    ini mampu melayani lahan seluas 30 hektar dengan debit optimum 15 liter per
    detik.

    Dampak positif dari optimalisasi JIAT ini kini telah dirasakan
    langsung oleh 80 petani yang tergabung dalam kelompok tani P3AT Sumber Barokah.
    Berkat pasokan air yang terjamin, mereka kini dapat menerapkan pola tanam padi
    tiga kali setahun, yaitu pada Musim Tanam (MT) I di bulan November, MT II di
    bulan Maret, dan MT III di bulan Juli. Hasilnya, produktivitas panen meningkat
    signifikan, mencapai 6 hingga 7 ton padi per hektar pada setiap musim tanam.

    Menteri Dody menegaskan bahwa program ini adalah wujud
    nyata dukungan pemerintah untuk memperkuat kemandirian pangan.

    “Ketersediaan air merupakan kunci utama keberlangsungan
    pertanian. Dengan adanya JIAT, petani mendapatkan kepastian air sehingga bisa
    menanam lebih produktif, mendukung swasembada pangan, sekaligus memperkuat
    ekonomi daerah,” ujar Menteri Dody.

    Keberhasilan optimalisasi Jaringan Irigasi Air Tanah
    (JIAT) PWS 065 di Karanganyar ini tidak hanya sejalan dengan visi Kementerian
    PU untuk menghadirkan infrastruktur air yang berkelanjutan, tetapi juga menjadi
    harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.

    Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja,
    Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo
    Subianto.

    #SigapMembangunNegeriUntukRakyat

    #SetahunBerdampak

  • Pengaruh Uang Terhadap Emosi dan Strategi Mengelolanya

    Pengaruh Uang Terhadap Emosi dan Strategi Mengelolanya

    Uang sering kali dianggap sebagai alat transaksi yang netral, hanya sekadar angka di rekening atau lembaran kertas di dompet. Namun, kenyataannya uang jauh lebih kompleks daripada itu. Bagi banyak orang, uang punya nilai emosional yang kuat. Ia bisa menjadi simbol keamanan, status, bahkan cara untuk meredakan stres. Tak jarang, keputusan finansial yang kita ambil bukanlah murni hasil perhitungan logis, melainkan dipengaruhi emosi yang sedang kita rasakan.

    Salah satu contoh yang paling umum adalah fenomena “emotional spending” atau belanja karena dorongan perasaan. Misalnya, setelah melewati hari kerja yang berat, seseorang memilih membeli kopi mahal atau baju baru hanya untuk merasa lebih baik. Sesekali, hal ini mungkin tidak masalah. Namun jika menjadi kebiasaan, pengeluaran bisa cepat menumpuk dan menimbulkan tekanan finansial di kemudian hari.

    Mengapa Uang Memengaruhi Emosi?

    Secara psikologis, uang bukan hanya soal bertahan hidup, tetapi juga soal identitas, kebebasan, dan penghargaan diri. Ketika seseorang merasa stres, kecewa, atau tidak dihargai, membeli sesuatu bisa menghadirkan rasa kontrol dan kepuasan instan. Aktivitas ini melepaskan hormon dopamin di otak yang menimbulkan rasa senang, sehingga perilaku tersebut cenderung diulang.

    Di sisi lain, emosi negatif seperti rasa bersalah atau cemas sering muncul setelahnya. Pernahkah kamu merasa menyesal setelah impulsif membeli sesuatu yang tidak begitu dibutuhkan? Itu wajar. Belanja mungkin meredakan stres sesaat, tapi tidak menyelesaikan akar masalah finansial. Justru, jika berulang, bisa memperburuk kondisi.

    Contoh Nyata dalam Kehidupan Sehari-hari

    Mari kita lihat beberapa situasi yang sering terjadi:

    1. Stres kerja jadi belanja online

    Setelah lembur dan menghadapi tekanan kantor, scrolling marketplace lalu check out barang-barang kecil terasa menyenangkan. Padahal barang tersebut belum tentu dibutuhkan.

    2. Reward diri setelah gajian

    Banyak orang berpikir, “Aku sudah bekerja keras, jadi wajar dong kalau beli sesuatu yang mahal.” Sekali-sekali sah, tapi jika setiap bulan jadi ritual, gaji bisa habis hanya dalam hitungan hari.

    3. Bosan jadi jajan makanan kekinian

    Saat bosan di rumah, pesan makanan online seakan menjadi hiburan. Harganya mungkin tidak terlalu besar, tetapi jika diakumulasi setiap hari, jumlahnya signifikan.

    Kasus-kasus ini menunjukkan bagaimana uang tidak lagi sekadar alat transaksi, tetapi bagian dari cara seseorang mengelola emosinya.

    Dampak Jika Dibiarkan

    Kebiasaan mengaitkan emosi dengan pengeluaran bisa menimbulkan beberapa masalah serius:

    1. Keseimbangan keuangan terganggu

    Dana yang seharusnya dialokasikan untuk kebutuhan pokok justru habis untuk belanja impulsif.

    2. Rasa bersalah berkepanjangan

    Setelah rasa senang hilang, muncul penyesalan karena menyadari pengeluaran tidak terkendali.

    3. Hutang menumpuk

    Sebagian orang bahkan menggunakan kartu kredit atau pinjaman konsumtif untuk memenuhi dorongan emosionalnya.

    4. Stres ganda

    Alih-alih mengurangi tekanan, belanja emosional justru menambah beban pikiran karena kondisi finansial semakin tertekan.

    Cara Mengendalikan Tanggapan Emosional terhadap Uang

    Mengelola emosi dalam hubungan dengan uang bukan hal mudah, tetapi bisa dilatih. Beberapa langkah praktis antara lain:

    1. Kenali pemicu

    Sadari kapan kamu paling sering tergoda untuk belanja yaitu saat stres, bosan, atau setelah gajian? Dengan memahami pemicu, kamu bisa lebih siap menghadapinya.

    2. Gunakan aturan 24 jam

    Setiap kali ingin membeli sesuatu, tunggu 24 jam sebelum memutuskan. Sering kali, keinginan itu hilang dengan sendirinya.

    3. Alihkan ke aktivitas lain

    Daripada belanja, cobalah olahraga, jalan kaki, atau ngobrol dengan teman. Aktivitas sehat ini juga bisa melepaskan stres.

    4. Buat anggaran khusus untuk hiburan

    Tidak ada salahnya memberikan ruang untuk self-reward. Namun tetapkan batas yang jelas, misalnya maksimal 5–10% dari pendapatan.

    Catat pengeluaran harianMenulis pengeluaran dapat membantu menyadarkan seberapa banyak uang yang sebenarnya keluar karena alasan emosional.

    Dari Belanja Impulsif ke Perencanaan Finansial

    Perubahan pola pikir adalah kunci. Uang seharusnya bekerja untuk kita, bukan sebaliknya. Dengan mengalihkan sebagian pengeluaran emosional ke tabungan atau investasi, kita bisa merasakan kepuasan jangka panjang yang lebih besar.

    Misalnya, uang Rp500 ribu yang biasanya habis untuk belanja online bisa dialihkan ke produk keuangan. Dalam jangka waktu beberapa bulan, jumlahnya bisa cukup besar dan memberi rasa aman. Perasaan tenang karena punya dana cadangan sering kali lebih berharga daripada kepuasan singkat dari belanja impulsif.

    Tabungan sebagai Dasar yang Fleksibel

    Meski deposito cocok untuk menahan godaan belanja, bukan berarti semua uang harus ditempatkan di sana. Tabungan tetap menjadi pondasi utama keuangan pribadi. Tabungan bersifat lebih fleksibel karena bisa diakses kapan saja, misalnya untuk kebutuhan darurat atau rencana jangka pendek.

    Kombinasi keduanya bisa jadi strategi yang bijak. Gunakan tabungan untuk kebutuhan harian dan dana darurat, sementara deposito untuk tujuan jangka menengah atau melatih konsistensi finansial. Dengan begitu, kamu tidak hanya mengendalikan belanja emosional, tetapi juga membangun pola keuangan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

    Salah satu rekomendasi tabungan bank yang bisa kamu gunakan sebagai pondasi keuangan adalah Tabungan NOW di neobank dari Bank Neo Commerce. Tabungan NOW dirancang khusus buat kamu yang ingin menabung sekaligus melihat saldonya terus bertambah. Dengan bunga kompetitif yang cair harian, tabungan ini bisa jadi pilihan untuk menyimpan gaji, dana darurat, atau tabungan dengan tujuan jangka pendek. 

    Dengan menabung di salah satu rekomendasi tabungan bank terbaik sesuai kebutuhan, uang tetap aman, tetap likuid, dan sekaligus bisa berkembang setiap hari.

    Download neobank di PlayStore atau App Store dan buka rekening bank Tabungan NOW sekarang. 

    Cek info lebih lanjut dan terbaru di link Tabungan NOW.

    ***

    PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

  • KAI Sumut Gelar E-Sports Tournament 2025, Hadir Lebih Dekat dengan Generasi Digital di Rangkaian HUT ke-80

    KAI Sumut Gelar E-Sports Tournament 2025, Hadir Lebih Dekat dengan Generasi Digital di Rangkaian HUT ke-80

    Dalam rangka memperingati HUT ke-80 dengan tema “Semakin Melayani”, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara menyelenggarakan KAI E-Sports Tournament 2025 di KA Kupi, Kota Medan, Minggu (28/9). Ajang ini menjadi wadah kompetisi sehat dan positif bagi generasi digital, yang juga merupakan tulang punggung pelanggan KAI di masa depan.

    Dalam rangka memperingati HUT ke-80 dengan tema “Semakin Melayani”, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara menyelenggarakan KAI E-Sports Tournament 2025 di KA Kupi, Kota Medan, Minggu (28/9). Ajang ini menjadi wadah kompetisi sehat dan positif bagi generasi digital, yang juga merupakan tulang punggung pelanggan KAI di masa depan.

    Vice President KAI Divre I SU, Sofan Hidayah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang didominasi kalangan muda. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya bagian dari perayaan HUT KAI, tetapi juga bentuk dukungan perusahaan terhadap perkembangan olahraga e-sport di Indonesia.

    “Kami berharap turnamen ini dapat melahirkan bibit-bibit atlet e-sport yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Selamat bertanding, junjung sportivitas, dan jadikan e-sport Indonesia semakin maju,” ujar Sofan.

    Turnamen e-sport ini digelar serentak di 17 kota di Jawa dan Sumatera dengan total hadiah Rp2,5 juta untuk juara 1, Rp1,5 juta untuk juara 2, serta Rp1 juta untuk juara 3. Di Divre I SU, sebanyak 43 tim dengan masing-masing lima anggota ikut serta dalam kompetisi ini.

    Melalui kegiatan ini, KAI ingin membangkitkan semangat, memperkuat kekompakan, sekaligus memperkenalkan layanan perkeretaapian kepada generasi digital.

    “Esports adalah ruang ekspresi yang sejalan dengan semangat teamwork, sportivitas, dan inovasi. Nilai-nilai ini selaras dengan karakter insan KAI yakni Commitment, Integrity, Teamwork, Accountability, Responsibility (CITAR). Kami berharap turnamen ini menjadi sarana penguatan talenta sekaligus mempererat kedekatan KAI dengan komunitas muda,” tambah Sofan.

    KAI memahami mayoritas pelanggan saat ini dan di masa depan berasal dari generasi yang tumbuh bersama teknologi digital. Data internal menunjukkan sekitar 85% pengguna KAI adalah Generasi X, Y, dan Z.

    “KAI berkomitmen untuk menghadirkan layanan berbasis data dan inovasi digital, mulai dari pemesanan tiket hingga kegiatan komunitas seperti turnamen ini. Semoga KAI E-Sports Tournament menjadi langkah nyata dalam membangun kedekatan dengan generasi digital yang penuh ide dan energi positif,” tutup Sofan.

  • KAI Gelar Upacara HUT ke-80, Tegaskan Semangat Semakin Melayani

    KAI Gelar Upacara HUT ke-80, Tegaskan Semangat Semakin Melayani

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 di Pusdiklat Ir. H. Juanda, Jalan Laswi No. 23, Bandung, pada Minggu (28/9). Upacara dipimpin langsung oleh Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, dan diikuti jajaran komisaris, direksi serta ribuan pegawai dari berbagai unit kerja KAI.

    Dalam upacara yang khidmat tersebut, Bobby Rasyidin menyampaikan pidato dengan penuh semangat, menegaskan tekad KAI untuk terus meningkatkan kualitas layanan melalui tema besar tahun ini yaitu “Semakin Melayani.”

    “Tepat 80 tahun lalu, pengambilalihan kantor pusat kereta api di Bandung dari tangan kolonial menjadi tonggak berdirinya Jawatan Kereta Api Republik Indonesia. Peristiwa ini menegaskan bahwa kereta api adalah aset kedaulatan rakyat Indonesia, yang kini telah bertransformasi menjadi PT Kereta Api Indonesia, perusahaan yang kita cintai dan banggakan. Tema Semakin Melayani adalah janji KAI untuk terus menghadirkan layanan yang lebih baik, berinovasi tanpa henti, serta memberi kontribusi nyata bagi bangsa,” ujar Bobby Rasyidin dalam sambutannya.

    Selain itu, Direktur Utama KAI juga menekankan peran strategis perusahaan sebagai tulang punggung mobilitas nasional dan pilar pembangunan ekonomi. Ia mengingatkan seluruh insan KAI agar senantiasa menjaga keselamatan, keamanan, dan kesehatan menjelang periode angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026 yang akan segera datang.

    Sebagai bagian dari perayaan HUT ke-80, KAI memberikan penghargaan kepada pegawai berprestasi serta pegawai yang telah berdinas selama 10, 20, dan 30 tahun. Penghargaan ini menjadi wujud apresiasi perusahaan atas dedikasi dan loyalitas insan KAI dalam menjaga keberlangsungan layanan kereta api. Tidak hanya itu, dalam momentum penuh makna ini, KAI juga memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial dan komitmen perusahaan untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama.

    Kemeriahan upacara tahun ini juga semakin terasa dengan dresscode khusus. Untuk jajaran Dekom, Direksi, EVP, dan VP ditetapkan mengenakan Pakaian Kereta Api Tempoe Doeloe (SS, Perumka, PJKA, dan lainnya). Sementara itu, jajaran Manager hingga Pelaksana mengenakan Pakaian Dinas Harian KAI Masa Kini (R6 Putih). Nuansa ini menghadirkan harmoni antara warisan sejarah dan semangat modernisasi, sekaligus memperlihatkan perjalanan panjang KAI dari masa ke masa.

    Upacara HUT ke-80 KAI menjadi momentum refleksi perjalanan panjang perusahaan sejak berdiri pada 28 September 1945. Dari peristiwa heroik pengambilalihan kantor pusat kereta api di Bandung, kini KAI telah berkembang menjadi perusahaan transportasi modern yang melayani jutaan pelanggan setiap hari, mengangkut barang strategis bagi industri nasional, serta bertransformasi digital untuk menghadirkan layanan masa depan.

    “Selama delapan dekade, KAI bertumbuh, memberi manfaat bagi masyarakat, dan menjadi kebanggaan bangsa. Dengan semangat Semakin Melayani, mari kita songsong masa depan dengan keyakinan bahwa KAI bukan hanya penggerak perjalanan, tapi juga penggerak harapan dan kemakmuran bangsa,” tutup Bobby Rasyidin.

    Dirgahayu ke-80 PT Kereta Api Indonesia – Semakin Melayani, Semakin Membanggakan Bangsa.

  • Mengabdi Sejak Tahun 1994, Ini Kisah Masinis Kereta Api Susiswo Suprianto

    Mengabdi Sejak Tahun 1994, Ini Kisah Masinis Kereta Api Susiswo Suprianto

    Palembang, 28 September 2025 – Bulan September merupakan bulan yang istimewa bagi seluruh insan KAI, karena tanggal 28 September diperingati sebagai hari ulang tahun PT KAI. Tahun 2025 PTKAI berulang tahun ke – 80 tahun, tentunya perjalanan panjang ini mencatat bagaimana PTKAI berkembang menjadi penyedia layanan transportasi umum bagi masyarakat. Kemajuan saat ini tentu nya tidak terlepas dari dukungan semua stakeholder dan segenap pekerja KAI, salah satu nya adalah Masinis Muda dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Crew Kertapati, Susiswo Suprianto salah seorang masinis senior yang lebih dari tiga dekade mendedikasikan diri di dunia perkeretaapian, yang akan memasuki masa purna tugas 1 Januari 2026. Bapak dari Alpha Suliestyo dan Angga Saputra ini, lahir di Palembang, 11 Desember 1969 mulai bergabung dengan Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka) sejak 1 Desember 1994, menjalani karier sebagai masinis selama 31 tahun dengan tanggung jawab, bangga dan rasa syukur.

    Selama 31 tahun mengabdi, Susiswo dikenal sebagai sosok yang disiplin, bertanggung jawab, dan penuh dedikasi dalam menjalankan tugas mengantarkan ribuan perjalanan kereta api dengan selamat. Baginya, menjadi masinis bukan sekadar profesi, melainkan panggilan jiwa untuk melayani masyarakat dan menjaga kelancaran moda transportasi kereta api di Indonesia.

    “Rasanya campur aduk, ada haru sekaligus bahagia. Saya bersyukur bisa mengabdi hingga tahun terakhir masa kerja sebelum Saya memasuki masa purna tugas 1 Januari 2026 nanti. Semua pengalaman selama ini akan selalu saya kenang,” ujar Susiswo dengan haru.

    Sepanjang perjalanan kariernya, Susiswo telah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari medan lintasan yang sulit, jadwal kerja malam, hingga kondisi darurat yang menuntut kesiapan penuh. Namun, dari semua itu, ia selalu menekankan pentingnya menjaga keselamatan, baik bagi penumpang, barang, maupun pekerja kereta api sendiri.

    Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyampaikan apresiasi atas pengabdian beliau. “Bapak Susiswo adalah teladan bagi para masinis muda. Loyalitas, dedikasi, dan tanggung jawab beliau selama 31 tahun menjadi inspirasi bagi kami semua. KAI mengucapkan terima kasih atas pengabdian beliau” ujarnya

    “Menjadi masinis itu butuh disiplin, ketenangan, dan tanggung jawab besar. Pesan saya untuk generasi muda masinis, cintai pekerjaan ini dengan sepenuh hati, karena dari situlah keselamatan dan pelayanan terbaik bisa diwujudkan,” ucap Susiswo. Bagi rekan-rekan kerja, sosok Susiswo adalah teladan. Pengalaman panjangnya menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi masinis-masinis muda untuk terus menjaga profesionalisme. Sementara bagi perusahaan, kehadirannya merupakan bagian penting dari sejarah panjang perjalanan kereta api di Divre III Palembang.

    Menjelang masa purna tugas, Susiswo berharap dapat menyelesaikan masa bakti nya untuk perusahaan dengan baik dan setelah purna tugas akan menikmati waktu bersama keluarga, mengisi hari-hari dengan kegiatan yang lebih santai namun tetap bermanfaat.

    “Terima kasih kepada KAI yang telah menjadi rumah kedua saya selama lebih dari 30 tahun. Semoga kereta api Indonesia di usia yang ke-80 tahun semakin maju, semakin melayani, dan terus menjadi kebanggaan bangsa,” tutup Susiswo.