Penulis: Admin

  • Krakatau Steel Tetap Konsisten Perkuat Industri Baja Dalam Negeri

    Krakatau Steel Tetap Konsisten Perkuat Industri Baja Dalam Negeri

    Jakarta, 1 Oktober 2025 – Industri baja merupakan salah satu fondasi penting bagi kemandirian ekonomi nasional. Hampir seluruh sektor strategis seperti konstruksi, perkapalan, pertahanan, transportasi, hingga perumahan bergantung pada pasokan baja dalam negeri. Namun, di tengah gempuran baja impor murah dan tantangan struktural industri, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group menegaskan perlunya dukungan penuh dari pemerintah dan DPR RI untuk memperkuat daya saing industri baja nasional.

    Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan  menyampaikan bahwa saat ini industri baja
    nasional tengah berada di persimpangan penting. Tanpa perlindungan dan dukungan
    kebijakan yang tepat, Indonesia akan terus didera pada impor baja, padahal
    kapasitas dalam negeri sesungguhnya sudah mencukupi.

    “Regulasi dan kebijakan dari pemerintah serta dukungan dari DPR sangat
    krusial. Ini bukan hanya soal kepentingan satu perusahaan, tapi tentang menjaga
    kedaulatan industri strategis nasional,” ujar Akbar Djohan dalam keterangan
    resminya.

    Baja
    Impor Ancaman Nyata bagi Produsen Lokal

    Tantangan terbesar yang kini dihadapi industri baja nasional adalah
    membanjirnya produk baja impor murah, terutama dari Tiongkok. Dalam tiga tahun
    terakhir, ekspor baja Tiongkok melonjak drastis: dari 67 juta ton pada 2022
    menjadi 90 juta ton pada 2023, dan mencapai 117 juta ton pada 2024. Sekitar 50
    persen dari ekspor itu mengalir ke pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

    “Produk baja impor bisa dijual lebih murah hingga 20-25 dolar per ton.
    Tanpa instrumen perlindungan seperti Bea Masuk Anti Dumping (BMAD), Safeguard
    melalui Bea Masuk Imbalan, dan juga Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP),
    produsen lokal akan kesulitan bersaing,” jelas Akbar.

    Di sisi lain, Indonesia sejatinya memiliki kapasitas produksi baja yang
    cukup besar. Bahkan, sekitar 80 persen kebutuhan baja nasional bisa dipenuhi
    dari dalam negeri. Namun, kenyataannya 40-55 persen kebutuhan baja masih menggunakan
    produk impor. Hal ini menyebabkan utilisasi produksi Industri Baja Nasional
    rata-rata hanya mencapai 57 persen.

    “Perlunya implementasi tata niaga impor yang optimal agar impor hanya
    dilakukan jika produksi dalam negeri benar-benar tidak mampu memenuhi
    kebutuhan. Jika tidak diatur, industri baja nasional akan semakin terpuruk,”
    tambahnya.

    Dukungan
    Modal Kerja : Kunci Keberlanjutan Industri Baja Dalam Negeri

    Selain tantangan eksternal,  Krakatau
    Steel Group juga menghadapi tantangan internal, khususnya dari sisi kebutuhan
    modal kerja.

    Akbar Djohan menyebutkan bahwa penyediaan modal kerja merupakan
    kebutuhan mendesak agar perusahaan dapat mengoperasikan fasilitas produksi
    secara efisien dan berkelanjutan. KS Group memiliki kapasitas produksi mencapai
    7,9 juta ton per tahun dengan berbagai produk unggulan seperti Hot Rolled
    Coil (HRC), Cold Rolled Coil (CRC)
    , pipa las, hingga profil konstruksi.

    “Restrukturisasi keuangan dan penyediaan modal kerja menjadi kunci.
    Tanpa dukungan finansial, upaya peningkatan produktivitas dan efisiensi tidak
    akan optimal,” jelasnya.

    Untuk itu, Krakatau Steel Group mengusulkan agar pemerintah dan DPR
    dapat mendukung percepatan penyediaan modal kerja bagi perusahaan. Dukungan
    tersebut diharapkan tidak hanya membantu  Krakatau Steel Group bertahan, tetapi juga
    memperkuat rantai pasok baja nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor.

    Hilirisasi
    dan Sinergi: Jalan Menuju Kemandirian Baja Nasional

    Meski tantangan yang dihadapi tidak kecil, Krakatau Steel Group tetap
    optimistis terhadap masa depan industri baja nasional. Salah satu strategi
    utama yang tengah dijalankan adalah penguatan hilirisasi dan perluasan sinergi
    lintas sektor.

    Menurut Akbar Djohan, hilirisasi akan membuka peluang besar untuk
    memperluas rantai nilai produk baja sekaligus menciptakan pasar domestik yang
    lebih kuat. “Sinergi dengan sektor perkapalan, militer, transportasi, hingga
    program pembangunan perumahan rakyat akan menjadi motor baru pertumbuhan
    industri baja nasional,” tegasnya.

    Salah satu peluang strategis yang tengah dibidik adalah program
    pemerintah untuk pembangunan tiga juta rumah rakyat. Proyek besar ini
    diperkirakan akan menyerap baja dalam jumlah signifikan dan menjadi momentum
    penting bagi penguatan industri baja dalam negeri.

    Akbar Djohan juga menegaskan pentingnya peran dari legislatif dalam
    bentuk dukungan untuk mendorong adanya kebijakan perlindungan pasar,
    pengendalian tata niaga impor, penyediaan modal kerja, dan fasilitasi
    hilirisasi.

    “Kalau semua pihak bersinergi, industri baja nasional tidak hanya akan
    bertahan, tapi juga tumbuh menjadi tulang punggung pembangunan nasional.
    Krakatau Steel Group siap berada di garda terdepan dalam agenda besar ini,”
    pungkas Akbar Djohan yang juga menjabat
    sebagai Chairman
    ALFI/ILFA (Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia) serta Chairman IISIA
    (Indonesia Iron & Steel Industry Association).

    Adapun program adalah salah satu bagian bagi
    kemajuan/kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dan hal ini bagian dari ASTA CITA
    Presiden Prabowo Subianto.

  • Percepat Pemulihan Akses Masyarakat di Nagekeo, Jembatan Bailey Teodhae 1 Ditargetkan Rampung 4 Oktober 2025

    Percepat Pemulihan Akses Masyarakat di Nagekeo, Jembatan Bailey Teodhae 1 Ditargetkan Rampung 4 Oktober 2025

    Jakarta, 1 Oktober 2025 – Upaya pemulihan konektivitas di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus menunjukkan kemajuan signifikan. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bekerja cepat memasang Jembatan Bailey Teodhae 1 sebagai solusi darurat pascabencana amblasnya jalan daerah Sawu, tepat di titik STA 18.300 dari simpang Gako, Kecamatan Mauponggo. Progres pengerjaan jembatan darurat ini kini telah mencapai 50,85% dan ditargetkan rampung pada Sabtu, 4 Oktober 2025.

    Langkah percepatan ini merupakan respons
    pemerintah atas bencana banjir bandang yang memutus akses transportasi
    masyarakat pada Senin, 8 September 2025 lalu. Curah hujan yang tinggi kala itu
    menyebabkan debit air meluap hingga mengikis badan jalan dan membuatnya amblas
    total.

    Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa
    pembangunan jembatan ini adalah wujud kehadiran pemerintah untuk memulihkan
    akses warga secepat mungkin. Menurutnya, kolaborasi di lapangan menjadi kunci
    utama.

    “Kerja sama antara Balai Pelaksanaan Jalan
    Nasional (BPJN) NTT dan TNI Kodam IX/Udayana menunjukkan semangat gotong royong
    dalam percepatan pemulihan pascabencana,” kata Menteri Dody.

    Secara
    teknis, Kepala BPJN NTT, Janto, menjelaskan bahwa pekerjaan di lokasi berjalan
    sesuai jadwal. Perbaikan Jembatan Bailey Teodhae 1 ditargetkan selesai pada
    Sabtu, 4 Oktober 2025. Saat ini, para pekerja tengah fokus pada perakitan
    rangka baja jembatan, pembangunan pondasi pasangan batu yang diperkuat bronjong
    kawat berlapis galvanis, serta penyiapan dek dan gelagar jembatan.

    Janto
    menambahkan, sebanyak 13 tenaga kerja dikerahkan dengan dukungan alat berat
    seperti excavatortruck crane, dan genset untuk
    memastikan pekerjaan berjalan lancar.

    Selain
    Jembatan Bailey Teodhae 1, Kementerian PU juga menangani beberapa titik vital
    lainnya secara paralel untuk memulihkan konektivitas secara menyeluruh di
    Kecamatan Mauponggo. Penanganan ini mencakup:

    Jembatan
    Bailey Teodhae 2:
     Penyiapan pondasi untuk
    jembatan sepanjang 30 meter yang pengerjaannya dipercayakan langsung
    kepada Tim Kodam IX/Udayana.Jembatan
    Jero:
     Progres penanganan
    darurat mencapai 15,98%.Duiker
    (Gorong-gorong) Kelewae:
     Progres pemasangan
    mencapai 18,52%.Duiker Lajawajo 1 dan 2: Masing-masing progresnya
    mencapai 10,26% dan 16,48%.

    Kementerian
    PU berkomitmen penuh untuk terus mempercepat pemulihan infrastruktur jalan dan
    jembatan yang rusak. Kehadiran jembatan-jembatan darurat ini diharapkan tidak
    hanya membuka kembali akses antarwilayah, tetapi juga memperlancar distribusi
    logistik dan menggerakkan kembali roda aktivitas sosial serta ekonomi
    masyarakat Nagekeo. Dengan demikian, pemulihan akses masyarakat di Nagekeo yang
    berjalan sesuai rencana ini menjadi harapan baru bagi warga setempat.

    Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak –
    Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

    #SigapMembangunNegeriUntukRakyat

    #SetahunBerdampak

  • Menunda Bukan Berarti Menyerah: Rafif Adhikara Kini Jalani Bisnis dan Studi di Stanford Sekaligus Bersama Photomatics

    Menunda Bukan Berarti Menyerah: Rafif Adhikara Kini Jalani Bisnis dan Studi di Stanford Sekaligus Bersama Photomatics

    PHOTOMATICS, Jakarta – Di tengah derasnya arus generasi muda yang berlomba-lomba mengejar gelar akademik di luar negeri, Rafif Adhikara memilih jalan yang berbeda. Ia sempat mendapat kesempatan untuk melanjutkan studi di universitas top dunia yaitu DePaul University. Namun, Rafif memilih untuk menundanya. Bukan karena takut, bukan karena ragu, tetapi karena ia percaya bahwa menunda bukan berarti menyerah.

    Alih-alih langsung terbang ke luar negeri, Dhika justru memulai bisnisnya dari nol di Indonesia. Dengan visi yang kuat dan keberanian untuk membangun dari dasar, lahirlah Photomatics—sebuah perusahaan di bidang creative photography dan self-photo studio yang kini namanya sudah dikenal luas di kalangan anak muda. Langkah berani itu ternyata bukan keputusan gegabah. Photomatics tumbuh pesat hanya dalam beberapa tahun. Dari sebuah studio kecil di kota besar, kini bisnis ini telah berkembang hingga 150 cabang di berbagai kota di Indonesia.

    Menjaga Mimpi yang Sempat Ditunda

    Kini, setelah pondasi bisnisnya kokoh dan tim yang ia bentuk mampu menjalankan operasional dengan mandiri, Dhika akhirnya kembali pada mimpi yang sempat ia simpan rapi: melanjutkan studinya. Rafif Adhikara bersama Photomatics resmi bergabung ke program dari Stanford untuk Seed Transformation Program Kelas 2026. Program ini memberikan kesempatan bagi Dhika dan tim Photomatics untuk memperdalam pemahaman tentang bisnis, mengembangkan rencana aksi untuk pertumbuhan lebih lanjut, dan memperluas jaringan dengan para pemimpin bisnis dunia. Hal ini tentu dapat memperkuat pemahaman akademisnya untuk menyokong pertumbuhan Photomatics ke tahap berikutnya.

    Photomatics: Dari Ide Sederhana Menjadi Gerakan Kreatif

    Photomatics bukan hanya soal studio foto. Ia menjadi simbol bagaimana kreativitas dan kepekaan terhadap tren anak muda bisa diolah menjadi bisnis berkelanjutan. Dengan pendekatan yang fresh, estetika visual yang kuat, dan pengalaman pelanggan yang fun dan personal, Photomatics telah mengubah cara orang memaknai sesi foto. Lebih dari sekadar bisnis, Photomatics kini juga aktif menggelar workshop kreatif, kolaborasi dengan komunitas, hingga ekspansi ke platform digital. Perusahaan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri dan mendokumentasikan momen penting dalam hidup mereka.

    Inspirasi untuk Generasi Muda

    Perjalanan Dikha menjadi contoh nyata bahwa kesuksesan tidak harus mengikuti satu jalur linear. Kadang, pilihan untuk menunda sesuatu justru membuka ruang bagi pertumbuhan yang lebih besar. Ia membuktikan bahwa dengan komitmen, kerja keras, dan kesabaran, mimpi yang sempat tertunda bisa tetap terwujud—bahkan dengan pencapaian yang lebih matang dan bermakna.

  • IICCS FORUM 2025 – Speaker Lineup

    IICCS FORUM 2025 – Speaker Lineup

    Join top experts and industry leaders at the International & Indonesia CCS Forum 2025 (IICCS Forum 2025) in Jakarta on October 7–8! Discover key insights on achieving Net Zero and driving economic growth through Carbon Capture and Storage (CCS) innovation.

    Jakarta, Indonesia – Indonesia is set to take a leading role in the global carbon capture and storage (CCS) movement by hosting the International & Indonesia CCS Forum (IICCS Forum 2025) on 7–8 October 2025 at Hotel Mulia Senayan, Jakarta. With the theme “Advancing Indonesia as a CCS Hub Leader in the Asia Pacific: Achieving Net Zero and Economic Growth”, the forum will bring together top government officials, global energy leaders, policymakers, and industry experts to discuss CCS as a key solution to achieving net-zero targets and driving sustainable economic development.

    This prestigious forum will feature high-profile speakers, including:

    – Rosan Roeslani, Minister of Investment/Head of BKPM, Republic of Indonesia

    – Eddy Soeparno, Vice Chairman of Commission VII, House of Representatives (DPR RI)

    – Mari Elka Pangestu, Vice Chairman, National Economic Council (DEN)

    – Hiroshi Okabe, Counselor, Energy Bureau, Ministry of Economy, Trade and Industry (METI), Japan

    – Keith Tan, Deputy Secretary (Industry) Ministry of Trade and Industry (MTI), Singapore

    – Oki Muraza, Deputy President Director, PT Pertamina (Persero)

    – Egon van der Hoeven, Vice President CCS Business Development, ExxonMobil Low Carbon Solutions

    – Ariel Flores, SVP Subsurface, bp

    Alongside global experts from organizations such as the Global CCS Institute, Kawasaki Heavy Industries, Baker Botts, Rystad Energy, and many more.

    Supported by Indonesia CCS Center (ICCSC) , the forum aims to position Indonesia as a regional hub for CCS initiatives, bridging public-private collaboration, advancing regulatory frameworks, and showcasing investment opportunities in decarbonization technologies.

    “CCS is not only a solution to climate change but also a driver for Indonesia’s sustainable economic growth. This forum demonstrates our readiness to lead the Asia Pacific region in CCS development,” said Arsjad Rasjid, Executive Chairman of Indonesia CCS Center.

    The event will also feature panel discussions, keynote sessions, and networking opportunities with key stakeholders across the energy and industrial sectors.

  • MLV Teknologi dan Universitas Paramadina Jalin Kemitraan Strategis untuk Mendorong Inovasi dalam Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat

    MLV Teknologi dan Universitas Paramadina Jalin Kemitraan Strategis untuk Mendorong Inovasi dalam Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat

    MLV Teknologi dan Universitas Paramadina menandatangani kerja sama strategis pada 19 September 2025 di Kampus Cipayung untuk bersama-sama mendorong inovasi dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat; penandatanganan dihadiri oleh Melvin Halpito (Managing Director MLV Teknologi), Prof. Dr. Iin Mayasari (Wakil Rektor Bidang Mutu dan Kerja Sama), dan Nurliya Apriyana (Dosen & Koordinator Inkubator Bisnis) serta disaksikan Dr. Handi Risza, dengan fokus awal pada peningkatan program Inkubator Bisnis melalui pengayaan kurikulum, kuliah tamu, dan pelatihan praktik—di mana MLV Teknologi akan bekerja erat dengan Ibu Nurliya untuk mengembangkan keterampilan kewirausahaan mahasiswa dan menghubungkan teori akademik dengan penerapan dunia nyata.

    Jakarta, 19 September 2025 — Dalam langkah penting bagi pendidikan tinggi dan inovasi teknologi di Indonesia, MLV Teknologi, ahli terkemuka dalam solusi Audio Visual dan TI serta system integrator, menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Paramadina, perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Perjanjian yang ditandatangani hari ini di Kampus Cipayung Universitas Paramadina menandai dimulainya kolaborasi untuk memajukan pendidikan, mendorong penelitian, dan memperkuat kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

    Upacara penandatanganan dihadiri oleh Melvin Halpito, SE, MM, Managing Director MLV Teknologi; Prof. Dr. Iin Mayasari, S.I.P., S.Pd., M.M., M.Si., Wakil Rektor Bidang Mutu dan Kerja Sama Universitas Paramadina; dan Nurliya Apriyana, SE., MM, Dosen Program Studi Manajemen & Koordinator Inkubator Bisnis, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Paramadina, yang turut melakukan sign-off. Acara juga disaksikan oleh Dr. Handi Risza, Wakil Rektor Bidang Pengelolaan Sumber Daya, menegaskan komitmen kedua institusi untuk menciptakan program yang berdampak dan berkelanjutan.

    www.mlvteknologi.com

    Melvin Halpito menyampaikan antusiasmenya mengenai kerja sama ini, “MLV Teknologi bertekad mendorong inovasi dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat bersama Universitas Paramadina. Kolaborasi ini merupakan langkah yang membawa dampak nyata. Kami percaya bahwa investasi pada pendidikan yang kuat akan menghasilkan bangsa yang besar.” Kerja sama ini memanfaatkan keahlian MLV Teknologi untuk memperkaya program akademik, mendukung inisiatif penelitian, dan memperkuat kegiatan pengabdian masyarakat.

    Prof. Dr. Iin Mayasari menekankan pentingnya strategi dari kolaborasi ini, “Kerja sama ini akan menciptakan jaringan luas untuk pengembangan masyarakat. Dengan menggabungkan kekuatan kedua institusi, kita dapat menciptakan lingkungan yang mendorong kreativitas, kewirausahaan, dan tanggung jawab sosial.”

    Fokus awal utama dari kolaborasi ini adalah mendukung dan memperkuat program Inkubator Bisnis Universitas Paramadina. MLV Teknologi akan membantu mengembangkan keterampilan kewirausahaan di kalangan mahasiswa melalui pengayaan kurikulum, kuliah tamu, dan program pelatihan praktik langsung. Dalam program Inkubator Bisnis ini, MLV Teknologi akan bekerja sama erat dengan Ibu Nurliya Apriyana sebagai Koordinator Inkubator Bisnis. Melvin Halpito meyakini bahwa dengan latar belakang Ibu Nurliya dalam bidang kewirausahaan, ia akan membawa program inkubator ke tingkat yang lebih tinggi. Inisiatif ini bertujuan menjembatani teori akademik dengan penerapan dunia nyata, sehingga mahasiswa memperoleh keterampilan praktis yang diperlukan untuk bersaing di lingkungan bisnis.

    Kerja sama ini mencerminkan komitmen bersama untuk menciptakan pengalaman pendidikan yang inovatif dan membina calon wirausahawan masa depan. Dengan bekerja bersama, kedua institusi berupaya membangun ekosistem di mana mahasiswa dapat mengembangkan ide, mengeksplorasi peluang bisnis baru, dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

    full article: https://mlvteknologi.com/mlv-teknologi-and-universitas-paramadina-forge-strategic-partnership-to-drive-innovation-in-education-research-and-community-development/

    MLV Teknologi dan Universitas Paramadina yakin bahwa kolaborasi ini akan memberikan dampak positif jangka panjang, melahirkan generasi pemimpin, inovator, dan pelaku pengabdian masyarakat. Di tengah pesatnya perubahan teknologi, inisiatif semacam ini penting untuk memastikan mahasiswa dan komunitas di Indonesia mampu berkembang dalam dunia yang semakin digital.

    Perjanjian ini mencerminkan dedikasi kedua pihak untuk mendorong batas inovasi dan menciptakan pertumbuhan yang berdampak serta berkelanjutan dalam bidang pendidikan dan pengembangan masyarakat. Ke depan, kerja sama akan diperluas dengan berbagai program dan kegiatan yang dirancang untuk memberdayakan mahasiswa, dosen, dan komunitas lokal.

  • Naik Kereta Lebih Hemat, KAI Daop 8 Surabaya Tawarkan Diskon 20% di Jatim Fest 2025

    Naik Kereta Lebih Hemat, KAI Daop 8 Surabaya Tawarkan Diskon 20% di Jatim Fest 2025

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya kembali menghadirkan kejutan spesial bagi masyarakat pecinta perjalanan. Dalam gelaran Jatim Fest 2025 yang berlangsung pada 1–5 Oktober 2025 di Exhibition Hall Grand City Surabaya, KAI memberikan promo menarik berupa diskon 20% tiket kereta api jarak menengah dan jarak jauh.

    Promo ini menjadi salah satu bentuk apresiasi KAI kepada pelanggan sekaligus strategi untuk semakin mendekatkan layanan transportasi berbasis rel kepada masyarakat.

    “Melalui keikutsertaan KAI dalam Jatim Fest 2025, kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan masyarakat. Promo diskon tiket ini diharapkan dapat menjadi pilihan menarik bagi pelanggan yang ingin merencanakan perjalanan hemat, sekaligus menikmati layanan kereta api yang nyaman, aman, dan berkesan,” ujar Luqman Arif, Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya.

    Diskon tiket kereta api sebesar 20% ini hanya dapat diperoleh secara langsung di Booth KAI selama pameran berlangsung. Pelanggan cukup datang ke lokasi, melakukan pembelian tiket, dan langsung bisa merencanakan perjalanan dengan harga lebih hemat.

    Tiket promo ini berlaku untuk keberangkatan hingga H+45 setelah tanggal pembelian, sehingga pelanggan memiliki fleksibilitas waktu dalam menentukan rencana bepergian ke berbagai kota tujuan.

    Syarat dan Ketentuan Promo Diskon 20%

    – Promo hanya berlaku untuk pembelian tiket di Booth KAI pada 1–5 Oktober 2025.

    – Tiket berlaku untuk jadwal keberangkatan hingga H+45.

    – Tidak berlaku untuk kereta PSO (subsidi), Compartment, Luxury, Panoramic, Priority, Suite Class Compartment, dan kereta wisata lainnya.

    – Tiket dengan tarif diskon dapat dibatalkan dan diubah jadwal sesuai aturan yang berlaku.

    – Tidak berlaku untuk tarif reduksi (kecuali infant), tarif khusus, maupun promo lain.

    – Berlaku selama alokasi tiket promo masih tersedia.

    Selain promo tiket, Booth KAI di Jatim Fest 2025 juga menghadirkan berbagai informasi seputar layanan kereta api, inovasi digital Access by KAI, hingga aktivitas interaktif yang bisa dinikmati pengunjung. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat langsung berupa potongan harga tiket, tetapi juga pengalaman menyenangkan dalam mengenal lebih dekat layanan KAI.

    “Event ini kami harapkan menjadi momentum yang baik untuk semakin meningkatkan minat masyarakat bepergian menggunakan kereta api. Selain hemat, pelanggan juga bisa merasakan pengalaman baru ketika merencanakan perjalanan sekaligus menikmati suasana meriah pameran Jatim Fest 2025,” pungkas Luqman Arif.

    Sebagai salah satu moda transportasi massal andalan, KAI Daop 8 Surabaya berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang selamat, aman, nyaman, tepat waktu, dan terjangkau. Program promo ini menjadi langkah nyata KAI dalam memberikan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus mendukung mobilitas masyarakat Jawa Timur dan sekitarnya.

  • Fungsi dan Keunggulan Mesin EDC untuk Usaha

    Fungsi dan Keunggulan Mesin EDC untuk Usaha

    Di era digital, transaksi non-tunai semakin mendominasi. Pelanggan kini menginginkan fleksibilitas untuk membayar dengan kartu debit, kredit, atau bahkan kartu bantuan sosial. Di sinilah mesin EDC (Electronic Data Capture) memegang peranan penting bagi usaha, baik skala kecil maupun besar.

    Banyak pemilik usaha bertanya-tanya: apa fungsi mesin EDC sebenarnya, berapa harga perangkatnya, apakah bisa digunakan untuk semua bank, dan bagaimana perbedaan antara membeli dan menyewa? Artikel ini akan membahas tuntas pertanyaan-pertanyaan tersebut sekaligus memperkenalkan keunggulan mesin EDC resmi dari Fazz.

    Apa Fungsi Mesin EDC untuk Usaha?

    Mesin EDC adalah perangkat yang digunakan untuk memproses pembayaran dengan kartu. Fungsinya tidak hanya sekadar membaca kartu debit atau kredit, tetapi juga mencakup berbagai layanan keuangan yang semakin dibutuhkan masyarakat.

    Beberapa fungsi utama mesin EDC bagi usaha:

    – Menerima pembayaran non-tunai: Mendukung transaksi dengan kartu debit, kredit, maupun kartu GPN.
    – Melayani kartu bantuan sosial: Termasuk Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Tani.
    – Tarik tunai dan cek saldo: Memudahkan pelanggan untuk mengakses saldo rekening atau bantuan mereka.
    – Menambah layanan usaha: Usaha kecil seperti toko kelontong dan warung sembako bisa menambah pendapatan dengan menyediakan layanan keuangan melalui EDC.

    Dengan memiliki mesin EDC, sebuah usaha tidak hanya berfungsi sebagai tempat belanja, tetapi juga sebagai pusat layanan keuangan bagi masyarakat sekitar.

    Berapa Harga Mesin EDC Fazz?

    Harga mesin EDC bervariasi tergantung merek, tipe, dan penyedia. Umumnya, perangkat ini dijual dengan kisaran Rp3 jutaan jika dibeli langsung.

    Untuk agen yang ingin memiliki perangkat resmi, Fazz menghadirkan EDC Centerm K9, yang bisa dibeli melalui official store Billfazz di Blibli. Keunggulannya, perangkat ini langsung menjadi milik pengguna, bukan sistem sewa seperti banyak mesin EDC lain di pasaran.

    Apakah Mesin EDC Bisa untuk Semua Bank?

    Ya, mesin EDC Fazz dapat digunakan untuk lebih dari 150 bank nasional. Hal ini memberikan fleksibilitas penuh bagi agen untuk melayani pelanggan dengan rekening dari berbagai bank.

    Selain itu, perangkat ini tidak membatasi agen untuk menggunakan rekening tertentu. Artinya, agen bebas menghubungkan EDC dengan rekening bank apa pun sesuai preferensi mereka.

    Bagi pelanggan, hal ini juga berarti kemudahan karena mereka bisa bertransaksi tanpa khawatir bank penerbit kartunya tidak terhubung.

    Keunggulan Mesin EDC Resmi dari Fazz

    Mesin EDC dari Fazz menawarkan value proposition yang dirancang khusus untuk mendukung usaha dan agen. Beberapa keunggulannya adalah:

    – Garansi resmi 2 tahun – Memberikan rasa aman jika terjadi kendala teknis.
    – Mendukung semua jenis kartu – Dari debit, kredit, GPN, hingga kartu bantuan sosial seperti KKS dan KIP.
    – Tidak ada target bulanan – Agen bisa menggunakan perangkat sesuai kebutuhan.
    – Fleksibilitas rekening bank – Bisa dihubungkan ke rekening bank mana pun.
    – Fee transaksi bisa diatur sendiri – Memberikan kontrol lebih pada agen.
    – Dukungan switching 24 jam – Transaksi tetap lancar kapan saja.
    – Mesin EDC Fazz dijual putus. Artinya, begitu dibeli, perangkat langsung menjadi milik agen. Tidak ada biaya sewa bulanan maupun target transaksi yang harus dipenuhi. Dengan sistem ini, agen bisa fokus pada pengembangan usaha tanpa khawatir biaya tambahan yang berulang.

    Dengan keunggulan ini, mesin EDC Fazz menjadi solusi tepat bagi usaha kecil, warung sembako, toko kelontong, hingga agen layanan keuangan di berbagai daerah.

    Mesin EDC sebagai Investasi Usaha

    Menghadirkan layanan mesin EDC bukan hanya sekadar menambah fitur pembayaran. Bagi usaha, EDC adalah investasi yang membantu:

    – Menarik lebih banyak pelanggan.
    – Meningkatkan omzet karena transaksi non-tunai semakin diminati.
    – Memberikan layanan tambahan yang bermanfaat bagi masyarakat.
    – Menjadi pembeda dari usaha sejenis yang masih terbatas pada transaksi tunai.

    Dengan tren pembayaran digital yang terus meningkat di Indonesia, memiliki mesin EDC akan menjadi keunggulan kompetitif jangka panjang.

    Mesin EDC adalah perangkat penting bagi usaha untuk memperluas layanan, meningkatkan omzet, dan memberikan kemudahan bagi pelanggan. Dengan fungsi yang luas, harga yang kompetitif, serta dukungan untuk semua bank, mesin EDC resmi dari Fazz menjadi pilihan tepat bagi agen maupun merchant.

    Tidak hanya itu, pembelian sistem jual putus, garansi dua tahun, serta fleksibilitas penggunaan membuat perangkat ini lebih menguntungkan dibandingkan mesin EDC sewaan. Untuk mendapatkan mesin EDC dari Fazz Agen, Anda perlu download aplikasinya terlebih dahulu di sini!

  • Trade Expo Indonesia ke-40 Semakin Dekat, Kemendag Terus Ajak Pelaku Usaha Gabung dalam Pameran

    Trade Expo Indonesia ke-40 Semakin Dekat, Kemendag Terus Ajak Pelaku Usaha Gabung dalam Pameran

    Kabupaten Tangerang, 29 September 2025 – Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi terus mengajak para pelaku usaha Indonesia untuk ikut serta dalam pameran dagang internasional terbesar se-Indonesia, yaitu Trade Expo Indonesia (TEI) 2025. Pada pelaksanaannya yang ke-40, TEI 2025 akan digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten pada 15–19 Oktober 2025.

    Hal tersebut disampaikan Puntodewi dalam Konferensi Pers Pelaksanaan TEI 2025 di ICE BSD City, Senin, (29/9). Turut hadir dalam konferensi pers, yakni Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Denny Abdi, Government Business Head PT Bank Mandiri (Persero) Heru Rizky Jiwayani, dan Direktur PT Debindomulti Adhiwasti Vibiadhi Swasti Pradana.

    “Dengan ribuan peserta dan buyer yang terus meningkat setiap harinya, TEI 2025 membuka peluang produk Indonesia untuk menemukan peminatnya di pasar global. Strategi ini merupakan komitmen nyata bahwa ekspor tidak hanya untuk pelaku usaha besar, tetapi juga untuk pelaku usaha di desa dan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM),” kata Puntodewi.

    TEI 2025 mengusung tema “Discover Indonesia’s Excellence: Trade Beyond Boundaries”. Hingga hari ini, (29/9), tercatat setidaknya 1.015 peserta pameran dan 6.847 buyer dari 106 negara siap meramaikan gelaran TEI 2025. TEI masih membuka kesempatan bagi pelaku usaha yang ingin berpartisipasi dan menyambut buyer untuk hadir pada TEI 2025.

    Menurut Puntodewi, TEI tahun ini menargetkan capaian transaksi USD 16,5 miliar. TEI 2025 juga ditargetkan diikuti setidaknya 1.500 peserta pameran dan dihadiri 30.000 pengunjung.

    “Buyer yang mendaftar telah melampaui target dan setiap harinya masih terus bertambah. Kami menyambut para pelaku usaha Indonesia untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai ajang unjuk diri memamerkan produk-produk terbaiknya,” ujar Puntodewi.

    Tahun ini, TEI kembali terlaksana secara luring tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selain melihat produk secara langsung, buyer dapat mencoba serta merasakan keunggulan barang dan jasa dari pelaku usaha lokal. Puntodewi berharap, pengalaman tatap muka ini dapat membantu menunjukkan daya tarik produk kepada buyer mancanegara.

    TEI 2025 menghadirkan sejumlah terobosan untuk mendorong peningkatan ekspor Indonesia. Untuk pertama kalinya, memberikan ruang khusus kepada pelaku usaha desa melalui stan “Desa Orientasi Ekspor” serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui “Paviliun UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor”.

    Kebaruan lain yang turut hadir pada TEI tahun ini adalah mekanisme pra-business matching. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada gelaran kali ini business matching dilakukan sebelum pameran berlangsung. Hal ini bertujuan agar pelaksanaan business matching lebih tepat sasaran sehingga menciptakan peluang transaksi yang lebih besar.

    Pameran TEI 2025 akan dibagi dalam tiga zona produk. Ketiga zona, yaitu Zona Makanan, Minuman, Produk Pertanian, Lisensi, dan Waralaba; Zona Manufaktur dan Jasa; serta Zona Fesyen, Gaya Hidup, dan Dekorasi Rumah.

    Selain pameran, TEI 2025 akan mengadakan forum bisnis berupa seminar, gelar wicara (talk show), dan lokakarya (workshop). Kegiatan lain yang turut digelar, yakni penjajakan bisnis (business matching), konsultasi bisnis (business counselling), pertemuan delegasi dan kunjungan kehormatan (courtesy call), hingga penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dagang.

    Pada gelaran sebelumnya, TEI 2024 menghadirkan 1.460 peserta pameran dan 41.488 pengunjung. TEI ke-39 tersebut berhasil menghadirkan 8.042 buyer dari 140 negara dan mencatatkan transaksi sebesar USD 22,73 miliar.

    Dukungan Penyelenggaraan TEI 2025

    Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Denny Abdi memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan TEI 2025. Secara nyata, Kementerian Luar Negeri mempromosikan TEI lewat 132 perwakilan RI di luar negeri untuk menyukseskan gelaran TEI. Menurutnya, gelaran TEI dapat menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian nasional.

    “TEI bukan hanya menjadi ajang jual beli, melainkan juga merupakan kesempatan untuk memperkenalkan Indonesia ke dunia. Dari transaksi dagang, peluang investasi, hingga promosi pariwisata dapat dimulai di TEI 2025. Maka, penting bagi kita sebagai tuan rumah untuk menghadirkan pengalaman positif bagi buyer mancanegara,” ujar Denny.

    Sebagai bentuk dukungan gelaran TEI, Government Business Head PT Bank Mandiri (Persero) Heru Rizky Jiwayani menyatakan Bank Mandiri mendukung pertumbuhan perdagangan internasional Indonesia melalui fasilitas perbankan yang memudahkan transaksi pelaku usaha. Bank Mandiri sebagai lembaga perbankan menjadi sarana transaksi ekspor dan impor, sekaligus memperkuat posisi Indonesia.

    Mendukung hal tersebut, Bank Mandiri menghadirkan platform digital Kopra by Mandiri dan Kopra Beyond Border yang memungkinkan pelaku usaha mengakses layanan trade finance secara langsung (real time). Bank Mandiri juga memiliki sejumlah program pendampingan ekspor dan UMKM.

    “Sebagai official bank partner, Bank Mandiri menghadirkan layanan Korpra by Mandiri dan program dan Kopra Beyond Border untuk memudahkan transaksi perdagangan internasional yang cepat, aman dan efisien. Dukungan perbankan dapat memperkuat daya saing Indonesia di pasar global,” ujar Heru.

    Sementara itu, Vibiadhi dari Debindo menambahkan, produk-produk terbaik Indonesia tahun ini akan dipamerkan di tujuh aula (hall) di ICE BSD. Kontribusi mendorong ekspor ini tidak dilakukan sendirian oleh peserta pameran, tetapi juga didukung oleh saluran promosi di 116 media partner dan kerja sama dengan lebih dari 30 hotel bagi buyer internasional. Harapannya, produk-produk Indonesia bisa semakin diperhitungkan dunia melalui gelaran TEI.

    Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 akan memberikan penghargaan khusus sebagai bentuk apresiasi kepada media dan peserta pameran. Penghargaan tersebut meliputi Media Award bagi media yang berkontribusi dalam menyebarkan informasi TEI di tingkat nasional dan internasional, serta Loyal Exhibitor Award—yang baru pertama kali diselenggarakan—bagi peserta yang rutin berpartisipasi dan aktif mendukung penyelenggaraan TEI.

    Pelaksanaan TEI 2025 didukung oleh Bank Mandiri, Pertamina, dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit. Selain itu, TEI juga didukung oleh sejumlah asosiasi, yakni Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).

  • KAI Logistik Perkuat Komitmen Green Logistics, Menjadi Perusahaan Logistik Pertama di Indonesia Terapkan ISO 14083

    KAI Logistik Perkuat Komitmen Green Logistics, Menjadi Perusahaan Logistik Pertama di Indonesia Terapkan ISO 14083

    PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik), anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero), resmi meluncurkan Green Logistics sebagai bentuk nyata komitmen dalam mendukung keberlanjutan. Inisiatif ini menandai KAI Logistik sebagai perusahaan logistik pertama di Indonesia yang mengimplementasikan Green Freight Logistics dengan layanan perhitungan dan pelaporan emisi gas rumah kaca (GRK) sesuai standar internasional ISO 14083.

    Standar ISO 14083 mencakup pengukuran emisi karbon dari seluruh rantai
    layanan transportasi logistik, mulai dari angkutan kereta api, terminal, hingga
    moda pendukung first mile dan last mile. Dengan adopsi standar
    ini, KAI Logistik menghadirkan layanan logistik yang tidak hanya efisien dan
    aman, tetapi juga transparan serta bertanggung jawab terhadap lingkungan.

    Fredi Firmansyah, Direktur Utama KAI Logistik mengungkapkan “Green
    Logistics adalah langkah penting KAI Logistik untuk mendukung agenda
    keberlanjutan nasional sekaligus berkontribusi pada upaya global dalam mitigasi
    perubahan iklim. Kami menghadirkan sistem penghitungan emisi karbon yang
    terintegrasi, akurat, serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai standar
    internasional,”.

    Sebagai bagian dari implementasi, KAI Logistik menerapkan perhitungan Tier 3, yaitu metode inventarisasi emisi GRK yang
    komprehensif dengan pemodelan dan sistem pengukuran langsung berbasis data
    aktivitas yang sangat rinci dan spesifik. Lebih jauh lagi, KAI Logistik
    melangkah dengan inovasi baru melalui pencantuman jumlah emisi yang dihasilkan
    pada setiap invoice pelanggan. Langkah ini memberi nilai tambah berupa
    transparansi, sekaligus menyediakan informasi yang dapat digunakan pelanggan
    untuk menyusun laporan keberlanjutan, memenuhi kewajiban regulasi terkait emisi
    karbon, serta merancang strategi pengurangan emisi secara terukur.

    Manfaat Green Logistics tidak hanya dirasakan pelanggan industri
    yang semakin dipermudah dalam mencapai target dekarbonisasi dan menjawab
    tuntutan pasar global yang berorientasi pada keberlanjutan, tetapi juga membawa
    dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan dengan menekan emisi karbon
    sektor transportasi yang berdampak pada pengurangan polusi, peningkatan
    kesehatan lingkungan, dan adanya opsi layanan logistik yang lebih
    berkelanjutan. Kehadiran Green Logistics turut
    mendukung pencapaian target Net Zero Emission 2060 yang dicanangkan
    pemerintah. Dari sisi perekonomian, inisiatif ini juga mendorong peningkatan
    daya saing sektor logistik nasional di pasar internasional yang kini semakin
    menuntut praktik bisnis hijau.

    Fredi melanjutkan bahwa penerapan green logistics secara luas akan
    memperkuat
    ekosistem logistik hijau di Indonesia.
    Hal ini bukan hanya menciptakan standar baru dalam rantai pasok, tetapi juga
    mendorong kolaborasi lintas sektor.  Selain
    itu, kami menyadari bahwa industri kini mulai berorientasi pada kerangka hijau,
    dengan transparansi jejak karbon, untuk turut berkontribusi dalam menjaga bumi.

    Peluncuran Green Logistics menjadi penegasan bahwa KAI Logistik hadir
    sebagai pelopor transformasi logistik hijau di Indonesia, menghadirkan layanan
    yang terintegrasi, transparan, dan berdaya saing global.  “Kami percaya bahwa masa depan
    logistik harus berorientasi pada keberlanjutan. Dengan Green Logistics,
    KAI Logistik tidak hanya menghadirkan solusi ramah lingkungan, tetapi juga
    menjadi mitra strategis pelanggan dalam mencapai visi keberlanjutan,” tutup
    Fredi.

  • Program Game Application and Technology BINUS UNIVERSITY Bawakan Semangat Nasionalisme ke Dunia Roblox

    Program Game Application and Technology BINUS UNIVERSITY Bawakan Semangat Nasionalisme ke Dunia Roblox

    Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80, Program Game Application and Technology (GAT), School of Computer Science, BINUS University, menyelenggarakan kegiatan perayaan secara virtual melalui platform Roblox. Kegiatan ini menghadirkan pengalaman berbeda bagi mahasiswa Binusian angkatan 26, 27, dan 28 untuk turut merayakan momen kemerdekaan dengan cara yang inovatif, aman, dan interaktif.

    Acara berlangsung pada Minggu, 17 Agustus 2025, pukul 10.00 – 11.30 WIB, dan dipandu oleh dosen serta moderator dari program Game Application and Technology melalui Google Meet. Mahasiswa atau peserta yang hadir diharapkan untuk menjaga ketertiban, mengikuti arahan moderator, dan menggunakan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai inklusivitas tanpa mengandung unsur suku, agama, ras, maupun antar golongan. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman tentang makna kemerdekaan, sekaligus memperkuat kreativitas dan kolaborasi mahasiswa melalui teknologi digital.

    Kegiatan virtual ini menegaskan komitmen BINUS University dalam memanfaatkan platform digital untuk pengalaman pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan industri. BINUS University berharap kegiatan seperti ini dapat mendorong mahasiswa Game Application and Technology ataupun peminat dunia Game untuk selalu mengikuti perkembangan terbaru di dunia gaming dan teknologi digital, mengasah kemampuan inovasi, serta mempersiapkan mereka menjadi talenta unggul yang siap bersaing di kancah global.