Penulis: Admin

  • Dukungan Pemerintah Melalui Subsidi Tingkatkan Akses Mobilitas Masyarakat, LRT Jabodebek Layani Lebih dari 47 Juta Pengguna

    Dukungan Pemerintah Melalui Subsidi Tingkatkan Akses Mobilitas Masyarakat, LRT Jabodebek Layani Lebih dari 47 Juta Pengguna

    Dukungan pemerintah terhadap LRT Jabodebek menjadi bukti nyata komitmen negara dalam menghadirkan transportasi publik yang dapat diakses masyarakat luas. Melalui pemberian subsidi, pemerintah memastikan layanan LRT Jabodebek dapat beroperasi dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Jabodebek dan sekitarnya.

    Subsidi ini diberikan untuk mendukung penyediaan sarana dan prasarana LRT Jabodebek, sehingga operasional dapat berjalan efisien dan berkelanjutan dalam melayani kebutuhan mobilitas masyarakat. Berkat subsidi tersebut, LRT Jabodebek mampu menghadirkan layanan transportasi yang nyaman, aman, dan tepat waktu bagi masyarakat. Dukungan subsidi memungkinkan LRT Jabodebek tidak handa menjadi mobilitas harian, tetapi juga membuka akses lebih luas terhadap transportasi publik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

    Sejak beroperasi pada 28 Agustus 2023 hingga 8 Oktober 2025, LRT Jabodebek telah melayani 47.127.623 pengguna. Jumlah tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang merasakan kemudahan dan efisiensi mobilitas melalui layanan LRT Jabodebek.

    Pertumbuhan jumlah pengguna LRT Jabodebek terus menunjukkan tren positif setiap tahun. Sejak mulai beroperasi pada Agustus hingga Desember 2023, tercatat sebanyak 4,56 juta pengguna telah memanfaatkan layanan LRT Jabodebek. Jumlah tersebut melonjak signifikan pada 2024 dengan total 21,05 juta pengguna, dan kembali meningkat pada 2025 dengan 21,50 juta pengguna hingga awal Oktober.

    Kenaikan juga terlihat dari rata-rata pengguna harian. Pada 2023, rata-rata pengguna harian di hari kerja mencapai 37.436 pengguna. Angka tersebut meningkat menjadi 70.976 pengguna per hari kerja pada 2024, atau naik sekitar 89,5% dibanding tahun 2023. Pada 2025, jumlahnya kembali tumbuh menjadi 96.560 pengguna per hari kerja, meningkat 36% dibanding 2024, dan 157,9% dibanding 2023. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat mengandalkan LRT Jabodebek sebagai moda transportasi utama dalam mendukung mobilitas harian.

    Excecutive Vice President LRT Jabodebek Mochamad Purnomosidi, mengatakan bahwa dukungan pemerintah melalui subsidi membuat layanan LRT Jabodebek bisa dinikmati masyarakat dengan tarif terjangkau dan fasilitas yang nyaman. “Kami ingin masyarakat semakin percaya bahwa transportasi publik bisa menjadi pilihan utama untuk mobilitas harian. Kepercayaan masyarakat inilah yang menjadi semangat kami untuk terus berbenah dan memberikan layanan terbaik,” tutur Purnomosidi.

    Dukungan pemerintah melalui subsidi ini bukan hanya membantu keberlangsungan operasional, tetapi juga memperkuat peran LRT Jabodebek sebagai bagian penting dari sistem transportasi massal terintegrasi. Masyarakat kini dapat berangkat kerja, sekolah, hingga beraktivitas tanpa khawatir kemacetan. Stasiun LRT Jabodebek juga terhubung dengan berbagai moda transportasi lain seperti Commuter Line, Commuter Line Basoetta, Whoosh, MRT Jakarta, Transjakarta, dan transportasi lainnya yang semakin memudahkan masyarakat dalam bermobilisasi di wilayah Jabodebek dan sekitarnya.

    Keberadaan LRT Jabodebek juga menumbuhkan aktivitas ekonomi di sekitar stasiun, menciptakan peluang usaha baru, serta memperkuat konektivitas antarwilayah. Subsidi yang diberikan pemerintah pada akhirnya kembali kepada masyarakat dalam bentuk manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan.

    LRT Jabodebek akan terus berkomitmen untuk menjaga kualitas layanan dan mendukung upaya pemerintah dalam menghadirkan transportasi publik yang inklusif, efisien, dan ramah lingkungan. Dengan dukungan dan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh, LRT Jabodebek optimistis dapat menjadi pilihan mobilitas masyarkat.

  • Asata Terapkan Biz-A MES Tahap 1

    Asata Terapkan Biz-A MES Tahap 1

    Asata dan Imamatek resmi menandatangani serah terima Biz‑A Manufacturing Execution System (MES) Tahap I pada 3 Juni 2025. Sistem ini dikembangkan untuk menggantikan penggunaan FINA yang tidak dirancang untuk lantai produksi, sehingga dapat meng-capture data produksi secara lebih rinci. Imamatek mempelajari lebih dari 18 proses produksi Asata dan berhasil merancang MES yang mampu menangani kompleksitas dan dinamika produksi (absen operator, kerusakan mesin, penggantian bahan). Tahap awal telah diuji sebagai pilot dan mulai digulirkan, ditandai pemasangan monitor dashboard di lantai produksi untuk memantau hasil versus target. Proyek berlanjut ke fase berikutnya dengan target penerapan MES menyeluruh di seluruh alur produksi Asata.

    Jakarta, 3 Juni 2025 — PT Asata Utama Electrical Industries hari ini menandatangani Berita Acara Serah Terima untuk Tahap I Biz‑A Manufacturing Execution System (MES). Penandatangan dilakukan oleh Luke Tanu selaku Direktur PT Asata Utama Electrical Industries dan Mas Agung Sachli selaku CEO PT Integritas Makmur Mandiri (Imamatek). Prosesi ditandatangani dan disaksikan oleh Edy Mulia, Ferry Jufrizal, Arjuna, dan Riza dari pihak Asata serta Romadu Malau dan Umar dari pihak Imamatek.

    Sebelumnya Asata mengandalkan FINA, software akuntansi, untuk pencatatan data produksi. Meskipun laporan dapat dihasilkan, FINA bukanlah sistem yang dirancang khusus untuk lantai produksi sehingga pencatatan data rinci memerlukan usaha manual yang besar.

    Pada akhir 2024, Asata menyampaikan kebutuhan akan sistem produksi yang lebih mendalam untuk meng-capture data produksi secara rinci. Setelah diskusi panjang, Imamatek berkomitmen mengembangkan MES khusus yang sesuai dengan kebutuhan proses produksi Asata.

    Imamatek membutuhkan waktu untuk mempelajari proses produksi Asata secara menyeluruh. Dari kawat, koil tembaga, dan lembaran plat hingga menjadi trafo siap pasang melibatkan lebih dari 18 proses, dengan titik divergen dan konvergen yang memperumit perancangan. Asata juga menginginkan pelacakan nomor seri pada Work In Process (WIP) untuk keperluan audit trail dan penentuan tanggung jawab jika terjadi produk NG (No Good). Dengan pengalaman lebih dari dua dekade merancang sistem untuk berbagai jenis pabrik, Imamatek berhasil merancang dan mengembangkan Biz‑A MES khusus untuk Asata; pilot project berjalan sukses dan deployment tahap awal mulai dijalankan di lantai produksi.

    Selain kompleksitas proses, dinamika di lantai produksi yang sangat tinggi—ketidakhadiran operator, gangguan mesin mendadak, atau penggantian bahan baku dengan model serupa, menambah tantangan operasional. Biz‑A MES dirancang untuk menyerap dan mengakomodasi dinamika tersebut sehingga data produksi tetap akurat dan dapat ditindaklanjuti.

    Tahap I diresmikan dengan pemasangan monitor besar di lantai produksi yang menampilkan dashboard perbandingan hasil produksi terhadap target. Dashboard ini dimaksudkan sebagai alat pemantauan dan kendali bagi manajemen serta operator produksi.

    Proyek pengembangan Biz‑A MES di Asata akan berlanjut. Masih banyak proses bisnis produksi yang akan dikembangkan pada fase berikutnya, dan kedua pihak optimistis bahwa target akhir—terwujudnya MES yang mencakup seluruh proses produksi Asata—akan tercapai.

  • Tingkatkan Keselamatan di Perlintasan Sebidang, KAI Daop 1 Jakarta Gelar Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang JPL 21 Stasiun Poris

    Tingkatkan Keselamatan di Perlintasan Sebidang, KAI Daop 1 Jakarta Gelar Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang JPL 21 Stasiun Poris

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta terus menggencarkan kampanye keselamatan perjalanan kereta api. Kali ini, KAI Daop 1 Jakarta berkolaborasi dengan Komunitas Java Train melaksanakan kegiatan Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang JPL 21 Stasiun Poris, tepatnya di KM 8+800 petak jalan antara Poris – Batu Ceper, Tangerang, pada Minggu (12/10).

    Kegiatan ini dihadiri oleh Assistant Manager Internal Humas KAI Daop 1 Jakarta, Radhitya, Kepala Pleton C Polsuska KAI Daop 1 Jakarta, Asep, beserta jajaran masing-masing dan anggota Komunitas Java Train yang turut aktif mendukung kampanye keselamatan perkeretaapian di wilayah Jabodetabek.

    Kegiatan diawali dengan safety briefing yang dipimpin oleh Asisten Manager Internal Humas Daop 1 Jakarta, Radhitya, yang menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian souvenir bertema keselamatan, penyampaian imbauan melalui pengeras suara, dan pembentangan spanduk kampanye bertuliskan pesan keselamatan di sekitar lokasi perlintasan.

    Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang merupakan bentuk nyata komitmen KAI dalam mengedukasi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melintas di jalur kereta api.

    Melalui kegiatan ini, KAI Daop 1 Jakarta ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat khususnya pengendara, akan pentingnya disiplin berlalu lintas demi keselamatan bersama. Sosialisasi difokuskan mengimbau pengendara untuk selalu mematuhi rambu dan prosedur keselamatan dengan prinsip “Berhenti, Tengok Kiri-Kanan, Aman, Baru Jalan”.

    “Kami terus mengajak masyarakat untuk selalu waspada dan berhenti sejenak sebelum melintasi perlintasan. Kedisiplinan sederhana seperti berhenti dan menengok kiri-kanan dapat menyelamatkan nyawa. KAI berharap masyarakat turut menjadi pelopor keselamatan dan menularkan kebiasaan positif ini kepada lingkungan sekitar,” ujar Ixfan.

    Lebih lanjut, Ixfan menambahkan bahwa masih banyak pengguna jalan yang nekat melintas meski sudah terdapat tanda peringatan atau sirine peringatan berbunyi. Padahal, hal tersebut sangat berbahaya dan dapat menimbulkan kecelakaan fatal.

    “Perlintasan sebidang merupakan titik rawan yang memerlukan kewaspadaan tinggi. Kami mengimbau agar pengguna jalan mendahulukan perjalanan kereta api dan tidak menerobos palang pintu demi keselamatan bersama,” tambahnya.

    Sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 114, disebutkan : Pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan Jalan, Pengemudi Kendaraan wajib:

    a. berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain;

    b. mendahulukan kereta api; dan

    c. memberikan hak utama kepada Kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel.

    Adapun sanksi apabila tidak mematuhi peraturan tersebut pada Pasal 296, yang disebutkan : Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor pada perlintasan antara kereta api dan Jalan yang tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00

    (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).

    KAI Daop 1 Jakarta secara rutin melaksanakan kegiatan sosialisasi keselamatan di berbagai titik perlintasan sebidang, bekerja sama dengan komunitas pecinta kereta api, pemerintah daerah, dan aparat kewilayahan. Melalui kegiatan ini, KAI berharap kesadaran masyarakat akan terus meningkat sehingga tercipta budaya keselamatan yang kuat di sekitar jalur rel.

  • Kementerian PU Mengecek Keandalan Bangunan Ponpes Tremas di Pacitan

    Kementerian PU Mengecek Keandalan Bangunan Ponpes Tremas di Pacitan

    Pacitan, 12 Oktober 2025 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya melanjutkan program pengecekan keandalan bangunan gedung Pondok Pesantren (Ponpes). Setelah sebelumnya menyambangi Ponpes Mamba’ul Ma’arif Denanyar di Jombang dan Ponpes Lirboyo di Kota Kediri, tim kini melakukan peninjauan ke Ponpes Tremas di Kabupaten Pacitan pada Jumat (10/10/2025).

    Langkah
    peninjauan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memeriksa secara
    langsung kelayakan bangunan gedung, terutama terkait aspek keandalan dan
    keselamatan, di lingkungan pesantren di berbagai daerah. Adapun prioritas
    pengecekan ditujukan pada bangunan-bangunan tua yang usianya lebih dari 100
    tahun, memiliki lebih dari 1.000 santri, serta mempunyai bangunan setinggi
    empat lantai.

    Menteri
    Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menyatakan dukungan penuhnya terhadap
    program ini. Ia telah mengerahkan tim dari jajaran Direktorat Jenderal Cipta
    Karya yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia untuk mempercepat proses
    pemeriksaan.

    “Tim
    dari Direktorat Jenderal Cipta Karya tersebar di seluruh Indonesia, sehingga
    harapannya kita bisa cepat pengecekannya,” tambah Menteri Dody.

    Dalam
    kesempatan tersebut, Dirjen Cipta Karya Kementerian PU, Dewi Chomistriana,
    menjelaskan lebih lanjut mengenai agenda kunjungannya.

    “Kami
    dari Direktorat Jenderal Cipta Karya melakukan kunjungan ke ponpes yang ketiga,
    setelah Jombang dan Kediri. Agenda kami adalah melakukan pengecekan terhadap
    keandalan bangunan pondok pesantren, baik asrama, masjid, maupun fasilitas
    lainnya,” ujar Dirjen Dewi.

    Pondok
    Pesantren Tremas sendiri memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi karena telah
    berdiri sejak tahun 1820. Dengan usia bangunan yang sudah melebihi dua abad,
    audit teknis secara menyeluruh menjadi sebuah keharusan untuk menjamin
    keamanannya.

    “Karena
    usia pondok sudah sangat tua, kami tentu perlu melakukan pengecekan keandalan
    bangunan secara detail,” kata Dirjen Dewi.

    Selain
    berfokus pada pemeriksaan bangunan lama, Kementerian PU juga menyempatkan diri
    untuk meninjau proyek pembangunan kompleks madrasah baru yang sedang berjalan
    di kawasan pesantren tersebut. Dirjen Dewi memberikan apresiasinya terhadap
    pelaksanaan konstruksi yang ia nilai telah memenuhi standar teknis yang
    berlaku.

    “Secara
    umum pelaksanaan pembangunannya sudah baik. Kaidah-kaidah teknis sudah
    diterapkan, bahkan pekerja yang terlibat sebagian sudah bersertifikat dan
    pernah bekerja di proyek jalan tol,” pungkas Dirjen Dewi.

    Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak –
    Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

    #SigapMembangunNegeriUntukRakyat

    #SetahunBerdampak

  • Pelanggan LRT Jabodebek Tumbuh 41,7%: Napas Baru Mobilitas Urban dan Ekonomi Jabodetabek

    Pelanggan LRT Jabodebek Tumbuh 41,7%: Napas Baru Mobilitas Urban dan Ekonomi Jabodetabek

    Mobilitas masyarakat Jabodetabek terus bergerak naik. Sepanjang Januari hingga September 2025, LRT Jabodebek, salah satu layanan andalan KAI Group, telah melayani 20.769.914 pelanggan, meningkat 41,74 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 14.653.832 pelanggan.

    Pertumbuhan ini mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik modern yang efisien dan terintegrasi.

    Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa tren tersebut menandakan perubahan cara masyarakat kota bergerak dan beraktivitas. “LRT Jabodebek kini menjadi bagian penting dari kehidupan urban. Masyarakat memilihnya karena efisien, nyaman, dan terhubung langsung dengan moda lain seperti KRL, MRT, dan Whoosh. Ini menandakan budaya baru: bergerak bersama transportasi publik,” ujar Anne.

    Konektivitas yang Mengubah Ritme Kota

    Sejak Maret 2025, jumlah trainset LRT Jabodebek meningkat dari 20 menjadi 22, dengan frekuensi perjalanan naik dari 348 menjadi 366 perjalanan per hari. Optimalisasi berlanjut pada Juli 2025 dengan pengoperasian 24 trainset dan 396 perjalanan per hari. Peningkatan ini membuat waktu tunggu semakin singkat dan memperluas akses masyarakat di lintas kota.

    Bagi pekerja perkotaan, hal ini menghadirkan kepastian baru: waktu tempuh yang dapat diandalkan. Mobilitas yang efisien memudahkan perjalanan, membantu menjaga produktivitas dan kualitas hidup warga Jabodetabek yang dinamis.

    Pertumbuhan Ekonomi di Sekitar Jalur Rel

    Kehadiran LRT Jabodebek membawa efek berantai bagi ekonomi perkotaan. Kawasan di sekitar stasiun dari Bekasi, Depok, hingga Cawang kini tumbuh menjadi simpul aktivitas baru. Akses transportasi yang lancar meningkatkan nilai properti, menghidupkan sektor UMKM, dan mendorong munculnya pusat bisnis baru. “Transportasi publik berperan langsung terhadap produktivitas masyarakat dan pertumbuhan wilayah. LRT Jabodebek memberi kemudahan akses, menghemat waktu perjalanan, dan memperkuat konektivitas ekonomi antara pusat kota dan kawasan penyangga,” jelas Anne.

    Konektivitas antarkota ini menjadikan Jabodetabek lebih dari sekadar wilayah administratif melainkan satu kesatuan ekonomi perkotaan yang saling terhubung dan tumbuh bersama.

    Mobilitas Hijau, Kota yang Bernapas Lebih Baik

    Sebagai moda berbasis listrik, LRT Jabodebek berkontribusi besar terhadap pengurangan emisi karbon perkotaan.

    Menurut data Kementerian Perhubungan, penggunaan transportasi massal seperti LRT dapat menekan emisi hingga 0,8 kilogram CO₂ per perjalanan dibandingkan kendaraan pribadi.

    Dengan jutaan pengguna setiap bulan, kontribusi LRT terhadap udara bersih dan efisiensi energi semakin terasa. Langkah ini sejalan dengan arah pembangunan nasional menuju transportasi rendah emisi dan kota berkelanjutan. “Setiap kali seseorang memilih naik LRT, ada dampak positif yang muncul bagi udara yang kita hirup, waktu yang kita miliki, dan masa depan kota yang kita tinggali,” tambah Anne.

    Budaya Baru di Kota: Bergerak Bersama, Bukan Sendiri

    Lebih dari sekadar moda transportasi, LRT Jabodebek menghadirkan cara baru dalam menjalani kehidupan kota.

    Setiap perjalanan mempertemukan beragam cerita: pekerja yang pulang lebih cepat untuk bersama keluarga, pelajar yang berangkat tanpa khawatir macet, hingga warga yang mulai terbiasa berbagi ruang dan ritme yang sama.

    Budaya ini tumbuh menjadi fondasi baru kota modern yang warganya produktif, sadar lingkungan, dan saling terhubung. “LRT Jabodebek adalah simbol kemajuan transportasi publik Indonesia. Layanan ini mempercepat pergerakan masyarakat, memperkuat pertumbuhan ekonomi, dan mendorong transformasi menuju lingkungan perkotaan hijau yang modern,” tutup Anne.

  • Faktor yang Memengaruhi Kondisi Keuangan Bulanan

    Faktor yang Memengaruhi Kondisi Keuangan Bulanan

    Setiap orang pasti punya tujuan finansial, entah itu menabung untuk liburan, membeli rumah, atau sekadar menjaga kestabilan keuangan agar tidak “tekor” di akhir bulan. Namun, menjaga kondisi keuangan tetap sehat ternyata tidak sesederhana yang terlihat di spreadsheet. Ada banyak faktor, besar maupun kecil, yang bisa memengaruhi arus kas pribadi setiap bulan.

    Bagi kebanyakan karyawan, gaji bulanan menjadi sumber utama pemasukan. Tapi, mengapa kadang gaji terasa “cepat habis”? Jawabannya bisa ditemukan dengan memahami faktor-faktor yang membentuk kondisi keuanganmu. Yuk, kita bahas satu per satu.

    1. Pemasukan

    Faktor paling mendasar tentu adalah pemasukan. Besar kecilnya pendapatan akan langsung memengaruhi kemampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan finansial.

    Pemasukan tidak hanya berasal dari gaji pokok, tapi juga bisa termasuk:

    Bonus tahunan atau insentif kinerja

    Komisi dari hasil penjualan

    Penghasilan sampingan seperti freelance atau usaha kecil

    Investasi yang menghasilkan pendapatan pasif

    Masalahnya, banyak orang hanya bergantung pada satu sumber penghasilan. Ketika biaya hidup meningkat, pemasukan tetap tidak berubah. Akibatnya, keseimbangan keuangan pun mudah terganggu.

    Maka, salah satu cara menjaga kesehatan finansial adalah dengan membangun lebih dari satu sumber pemasukan agar ada ruang bernapas saat kebutuhan meningkat.

    2. Pengeluaran 

    Kalau pemasukan adalah sisi positif, maka pengeluaran adalah sisi yang harus dikendalikan. Pengeluaran bulanan bisa dibagi menjadi tiga kategori utama:

    Kebutuhan pokok: makanan, transportasi, listrik, air, dan tempat tinggal.

    Kebutuhan sekunder: hiburan, makan di luar, langganan aplikasi, belanja online.

    Kebutuhan darurat/tak terduga: biaya kesehatan, perbaikan rumah, atau bantuan keluarga.

    Sering kali, masalah keuangan bukan karena penghasilan terlalu kecil, tapi karena pengeluaran tidak terkontrol. Kebiasaan kecil seperti “ngopi setiap pagi” atau “checkout karena diskon” bisa terlihat sepele, tapi efeknya besar kalau dilakukan terus-menerus.

    Salah satu tips sederhana adalah menerapkan aturan 50-30-20:

    – 50% untuk kebutuhan pokok,

    – 30% untuk keinginan,

    – 20% untuk tabungan dan investasi.

    Dengan disiplin mengatur pengeluaran, kamu bisa menjaga arus kas tetap sehat tanpa harus mengorbankan gaya hidup.

    3. Gaya hidup dan pola konsumsi

    Faktor ini sering kali menjadi penentu utama kondisi keuangan seseorang. Gaya hidup yang meningkat seiring kenaikan gaji istilahnya lifestyle inflation adalah hal yang umum. Ketika penghasilan naik, keinginan pun ikut naik.

    Contohnya, dulu naik motor sudah cukup, tapi setelah gaji naik, jadi ingin punya mobil. Atau dulu makan di warung terasa oke, sekarang terbiasa nongkrong di kafe mahal. Kenaikan gaya hidup ini sering terjadi tanpa disadari, dan pelan-pelan bisa menggerus tabungan.

    Untuk mengontrolnya, penting untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan.Tidak salah menikmati hasil kerja, tapi perlu batasan agar tidak kebablasan.

    4. Utang atau cicilan

    Utang sebenarnya tidak selalu buruk justru bisa jadi alat bantu finansial yang efektif kalau digunakan dengan benar. Contohnya, cicilan rumah atau kendaraan bisa membantu memiliki aset tanpa harus membayar sekaligus.

    Namun, masalah muncul ketika total cicilan terlalu besar hingga mengganggu kebutuhan pokok.Idealnya, total cicilan dari semua pinjaman tidak melebihi 30–35% dari penghasilan bulanan.

    5. Kebutuhan darurat dan keadaan tak terduga

    Faktor lain yang sering mengguncang kondisi keuangan adalah situasi darurat, misalnya sakit, kehilangan pekerjaan, atau biaya keluarga yang tiba-tiba muncul.

    Inilah alasan kenapa dana darurat sangat penting. Idealnya, kamu memiliki dana darurat sebesar 3–6 kali pengeluaran bulanan.Kalau belum tercapai, bisa mulai perlahan, misalnya dengan menabung 5–10% dari penghasilan setiap bulan khusus untuk dana ini.

    Tanpa dana darurat, banyak orang akhirnya terpaksa berutang ketika keadaan mendesak datang, yang akhirnya membuat arus keuangan makin berat.

    6. Perencanaan dan disiplin finansial

    Faktor terakhir dan mungkin paling penting adalah perencanaan. Tanpa rencana, keuangan akan cenderung berjalan tanpa arah. Banyak orang tahu berapa penghasilannya, tapi tidak tahu ke mana uang itu pergi setiap bulan.

    Mulailah dengan membuat anggaran (budget) dan catatan keuangan pribadi. Sekarang sudah banyak aplikasi keuangan yang bisa membantu mencatat pemasukan dan pengeluaran harian secara otomatis. Dari sana, kamu bisa tahu area mana yang perlu dikurangi dan berapa banyak yang bisa disisihkan untuk tabungan atau investasi.

    Saat Keuangan Tidak Seimbang, Pinjaman Bisa Jadi Opsi 

    Meski sudah berusaha mengatur keuangan dengan baik, ada kalanya situasi tak terduga tetap datang. Saat dana darurat belum cukup atau kebutuhan mendesak tidak bisa ditunda, pinjaman bisa menjadi pilihan sementara untuk menjaga kestabilan finansial.

    Namun, pastikan pinjaman yang diambil berasal dari lembaga legal, agar kamu terlindungi dari praktik bunga tinggi dan penagihan tidak etis.Gunakan pinjaman hanya untuk kebutuhan penting, dan hitung kemampuan membayar sebelum mengajukan.

    Jika kamu membutuhkan pinjaman tanpa agunan untuk biaya kebutuhan mendadak, kamu bisa menggunakan Neo Pinjam di neobank dari Bank Neo Commerce. Pinjaman online tanpa jaminan aman ini punya kelebihan, yaitu: 

    – Tenor minimal 3 bulan – maksimal 24 bulan

    – Limit pinjaman hingga Rp100.000.000

    – Bunga mulai dari 0,06% flat per hari (setara dengan maksimum APR 21,9% per tahun)

    – Tidak ada biaya tersembunyi atau penalti pelunasan lebih awal

    Ditambah, pinjaman online tanpa jaminan aman di Neo Pinjam juga bebas biaya admin saat pencairan. Meskipun mudah dan cepat, pengajuan kamu tetap melalui evaluasi kelayakan untuk menjaga keamanan pengguna dan mencegah risiko kredit bermasalah.

    Download neobank di PlayStore atau App Store dan ajukan pinjaman legal di Neo Pinjam sekarang. Kunjungi link Neo Pinjam untuk tahu info lengkap serta syarat & ketentuan mengenai Neo Pinjam.

    ***

    PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

  • KAI Sumut Gandeng Komunitas Divre 1 Railfans Gelar Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang dan Anti Pelecehan Seksual

    KAI Sumut Gandeng Komunitas Divre 1 Railfans Gelar Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang dan Anti Pelecehan Seksual

    Dalam upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus menciptakan lingkungan transportasi yang aman dan nyaman, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (KAI Sumut) bersama Komunitas Divre 1 Railfans menggelar kegiatan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang dan sosialisasi anti pelecehan seksual.

    Dalam upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus menciptakan lingkungan transportasi yang aman dan nyaman, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (KAI Sumut) bersama Komunitas Divre 1 Railfans menggelar kegiatan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang dan sosialisasi anti pelecehan seksual.

    Kegiatan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang ini dilaksanakan pada Minggu (12/10/2025) di dua titik perlintasan sebidang JPL 01 Jl. MT Haryono dan JPL 01 Jl. HM Yamin Kota Medan. Adapun sosialisasi anti pelecehan seksual dilaksanakan di Stasiun Medan.

    Deputy Vice President KAI Divre I Sumut, Teguh Triyono, mengatakan bahwa pihaknya secara berkelanjutan melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga keselamatan saat melintasi perlintasan sebidang.

    “Hal ini penting terus kami sosialisasikan mengingat masih rendahnya kedisiplinan sebagian pengguna jalan dalam mematuhi aturan di perlintasan sebidang. Perilaku tersebut dapat membahayakan keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan,” ujar Teguh.

    Sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124, pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.

    Selain itu, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114 juga mengatur bahwa setiap pengemudi kendaraan wajib:

    1. Berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu mulai ditutup, atau terdapat isyarat lain.

    2. Mendahulukan perjalanan kereta api.

    3. Memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel.

    Teguh menambahkan, hingga pertengahan Oktober 2025, KAI Divre I Sumut mencatat 31 kejadian kecelakaan di perlintasan sebidang, dengan korban 17 orang meninggal dunia, 4 orang luka berat, dan 27 orang luka ringan. Selain itu, terdapat 17 pejalan kaki yang meninggal dunia akibat tertabrak kereta api pada periode yang sama.

    ”Kami menegaskan bahwa jalur kereta api merupakan jalur steril. Masyarakat dilarang beraktivitas di area tersebut demi keselamatan bersama,” tegas Teguh.

    Pada kesempatan yang sama, KAI Sumut bersama Komunitas Divre 1 Railfans juga mengadakan sosialisasi anti pelecehan seksual di Stasiun Medan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan membangun lingkungan transportasi yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa kereta api.

    Teguh menambahkan, sosialisasi ini menjadi sarana edukasi agar para penumpang semakin memahami pentingnya saling menghormati dan menghargai sesama pengguna jasa.

    “Melalui kampanye ini, kami berharap seluruh pengguna kereta api di Sumatera Utara semakin peduli dalam mencegah tindak pelecehan seksual serta berani melaporkan kejadian yang mencurigakan di lingkungan transportasi publik, khususnya di kereta api,” tutup Teguh.

  • Mobil Bekas Impian Kini Mudah Digapai Bersama BRI Finance

    Mobil Bekas Impian Kini Mudah Digapai Bersama BRI Finance

    Jakarta, 10 Oktober 2025 – Kenaikan harga mobil baru dalam beberapa tahun terakhir membuat semakin banyak masyarakat beralih ke mobil bekas sebagai pilihan yang lebih cerdas. Tekanan biaya bahan baku, logistik, serta fluktuasi nilai tukar Rupiah ikut mendorong harga mobil baru terus naik. Dalam situasi ini, mobil bekas menjadi alternatif rasional karena menawarkan harga lebih terjangkau, depresiasi yang lebih rendah, dan beragam pilihan model yang sesuai kebutuhan keluarga muda, generasi milenial, hingga profesional dengan mobilitas tinggi.

    Melihat tren tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menghadirkan program pembiayaan MobKas (Mobil Bekas) dengan bunga kompetitif mulai dari 0,8% per bulan. Program ini dirancang untuk mempermudah masyarakat memiliki mobil bekas berkualitas melalui proses pembiayaan yang cepat, aman, dan transparan.

    Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menjelaskan bahwa MobKas hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis. “Kendaraan pribadi saat ini bukan lagi sekadar gaya hidup, melainkan kebutuhan penting untuk menunjang aktivitas harian. Melalui MobKas, kami ingin memberikan akses pembiayaan yang ringan, praktis, dan terpercaya, sehingga masyarakat dapat memiliki mobil bekas tanpa terbebani biaya yang tinggi,” ujarnya.

    Sepanjang tahun 2025, BRI Finance menargetkan pembiayaan mobil bekas dapat menyumbang sekitar 8% terhadap total portofolio pembiayaan perusahaan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi transformasi BRI Finance dalam memperkuat segmen konsumer serta memperluas jangkauan di industri otomotif nasional.

    Wahyudi menambahkan, daya tarik utama pasar kendaraan bekas terletak pada kombinasi harga yang kompetitif dan skema pembiayaan yang mudah dijangkau.

    “Kami melihat potensi besar di segmen kendaraan bekas. Dengan penawaran bunga ringan dan proses pembiayaan yang transparan, kami optimistis MobKas akan menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin mewujudkan mobil impiannya,” jelasnya.

    Sebagai bagian dari BRI Group, BRI Finance didukung oleh jaringan yang luas di seluruh Indonesia. Sinergi ini memperkuat daya saing perusahaan sekaligus memastikan layanan pembiayaan MobKas dapat menjangkau lebih banyak nasabah di berbagai daerah, menjadikan impian memiliki mobil bekas berkualitas kini semakin mudah digapai.

  • KAI Daop 8 Surabaya Mohon Maaf atas Ketidaknyamanan Selama Proses Peningkatan Layanan Face Recognition di Stasiun Surabaya Gubeng

    KAI Daop 8 Surabaya Mohon Maaf atas Ketidaknyamanan Selama Proses Peningkatan Layanan Face Recognition di Stasiun Surabaya Gubeng

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya terus berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin modern, aman, dan nyaman bagi pelanggan. Dalam rangka meningkatkan dan mengoptimalkan layanan Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Surabaya Gubeng, KAI Daop 8 Surabaya tengah melakukan kegiatan peningkatan sistem yang berlangsung pada 9–16 Oktober 2025.

    Selama proses peningkatan ini, pelanggan diimbau untuk mempersiapkan identitas diri dan datang lebih awal ke stasiun, agar proses boarding tetap berjalan lancar tanpa mengganggu jadwal keberangkatan.

    Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah berkelanjutan KAI untuk menghadirkan layanan berbasis teknologi terkini di stasiun.

    “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan pelanggan selama proses peningkatan sistem berlangsung. Optimalisasi ini kami lakukan agar ke depan layanan Face Recognition dapat memberikan kemudahan dan efisiensi yang lebih tinggi, sehingga pelanggan tidak perlu lagi menunjukkan dokumen identitas saat boarding,” ujar Luqman.

    Luqman menambahkan, sistem Face Recognition Boarding Gate merupakan inovasi digital KAI yang bertujuan untuk mempercepat proses pemeriksaan tiket sekaligus meningkatkan keamanan perjalanan. Dengan sistem ini, wajah pelanggan akan menjadi identitas utama yang terintegrasi dengan data tiket, sehingga proses boarding menjadi lebih praktis, aman, dan efisien.

    Selama kegiatan berlangsung, seluruh petugas di Stasiun Surabaya Gubeng tetap siaga untuk membantu pelanggan yang membutuhkan panduan tambahan. KAI Daop 8 Surabaya juga mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan waktu keberangkatan dan hadir di stasiun setidaknya 30 menit sebelum jadwal kereta.

    “Kami berterima kasih atas pengertian dan dukungan pelanggan. Langkah peningkatan ini kami lakukan demi menghadirkan pelayanan terbaik, sejalan dengan semangat KAI untuk terus berinovasi dan memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan bagi seluruh pengguna jasa,” tutup Luqman.

    KAI Daop 8 Surabaya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan melalui pemanfaatan teknologi digital, demi mewujudkan pelayanan transportasi publik yang semakin modern dan andal.

  • BRI Percepat Akuisisi BRImo di Puspalad, Perluas Akses Tabungan dan Briguna

    BRI Percepat Akuisisi BRImo di Puspalad, Perluas Akses Tabungan dan Briguna

    Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memperkuat layanan digital dan akses keuangan inklusif melalui kegiatan percepatan akuisisi BRImo di lingkungan Pusat Peralatan TNI Angkatan Darat (Puspalad), Selasa (07/10). Acara ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi produk tabungan dan pinjaman karyawan Briguna untuk mendukung kesejahteraan pegawai serta prajurit.

    Dalam kegiatan ini, tim BRI memberikan pendampingan langsung kepada peserta untuk melakukan registrasi dan aktivasi aplikasi BRImo, sebuah platform perbankan digital yang menghadirkan kemudahan transaksi, mulai dari transfer dana, pembayaran tagihan, pembelian pulsa dan paket data, hingga top up dompet digital. Langkah ini diharapkan dapat mendorong percepatan transformasi digital di lingkungan Puspalad.

    Selain fokus pada digitalisasi, BRI juga memperkenalkan produk tabungan yang memberikan fleksibilitas dan keamanan dalam pengelolaan dana, serta mendorong budaya menabung secara konsisten. Tidak kalah penting, sosialisasi juga mencakup produk Briguna, yaitu fasilitas kredit dengan mekanisme pembayaran melalui pemotongan gaji yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti pendidikan, kesehatan, renovasi rumah, hingga pengembangan usaha keluarga.

    Perwakilan BRI menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi retensi dan penguatan layanan keuangan untuk instansi strategis. “Kami ingin memastikan bahwa seluruh pegawai dan prajurit di lingkungan Puspalad dapat menikmati kemudahan akses layanan keuangan modern, baik melalui platform digital maupun produk pembiayaan yang aman dan transparan,” ujarnya.

    Pimpinan Puspalad menyambut baik inisiatif BRI ini. Menurutnya, pemanfaatan BRImo dan akses produk tabungan maupun Briguna akan membantu meningkatkan literasi keuangan serta kesejahteraan anggota. “Kami berharap kerja sama ini dapat berjalan berkesinambungan dan memberi manfaat langsung bagi prajurit serta keluarga besar Puspalad,” ungkapnya.

    Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi interaktif, di mana peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan pertanyaan seputar fitur BRImo, prosedur pengajuan Briguna, serta tips pengelolaan keuangan yang efektif.

    Melalui kegiatan ini, BRI kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan keuangan yang inklusif, modern, dan berdaya guna, sekaligus memperkuat sinergi dengan TNI Angkatan Darat dalam mendukung kesejahteraan anggota dan peningkatan kualitas layanan publik.