Penulis: Admin

  • Emas Sentuh Rekor Tertinggi, Tren Bullish XAU/USD Masih Kokoh

    Emas Sentuh Rekor Tertinggi, Tren Bullish XAU/USD Masih Kokoh

    Harga emas (XAU/USD) kembali menorehkan rekor baru dengan tren kenaikan yang solid. Pada sesi perdagangan Amerika Utara, Senin (13/10), harga logam mulia ini menembus level psikologis penting di atas $4.100 dan terus bergerak naik hingga mendekati $4.130 pada awal sesi Asia, Selasa (15/10). Menurut analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, lonjakan harga emas kali ini tidak lepas dari meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, yang mendorong para investor beralih ke aset aman seperti emas.

    Secara teknikal, Andy menjelaskan bahwa sinyal dari grafik candlestick serta indikator Moving Average (MA) mengonfirmasi kekuatan tren bullish yang masih dominan pada XAU/USD. Sentimen pasar cenderung positif, dan selama tekanan beli tetap kuat, peluang kenaikan lebih lanjut masih terbuka lebar.

    “Apabila momentum kenaikan ini bertahan, emas berpotensi menembus level $4.200 dalam waktu dekat. Namun, bila terjadi koreksi teknikal, maka area $4.071 menjadi batas bawah yang perlu diwaspadai oleh trader,” jelas Andy.

    Dari sisi fundamental, eskalasi konflik perdagangan AS–Tiongkok menjadi pendorong utama reli harga emas. Presiden AS, Donald Trump, baru-baru ini mengumumkan kebijakan baru yang lebih keras terhadap Tiongkok, termasuk penerapan tarif 100% untuk seluruh barang impor asal Negeri Tirai Bambu serta pembatasan ekspor perangkat lunak strategis buatan AS yang akan berlaku mulai 1 November. Meskipun Trump kemudian menenangkan pasar dengan pernyataan bahwa “semuanya akan baik-baik saja,” kekhawatiran terhadap perang dagang masih membebani pelaku pasar.

    Faktor lain yang memperkuat reli emas adalah meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh The Federal Reserve (The Fed). Pasar kini memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada rapat Oktober, dan kemungkinan lanjutan pada Desember mendatang. Kebijakan suku bunga rendah ini membuat emas semakin menarik karena menurunkan biaya peluang untuk memegang aset tanpa imbal hasil.

    Meski demikian, sejumlah analis memperingatkan potensi koreksi harga setelah kenaikan signifikan lebih dari 56% sepanjang tahun ini. Suki Cooper, Kepala Riset Komoditas Global Standard Chartered Bank, menilai bahwa “Rally emas masih memiliki ruang untuk tumbuh, tetapi konsolidasi jangka pendek akan lebih sehat bagi kelanjutan tren naiknya.”

    Sementara itu, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun delapan basis poin ke 4,059%, dan imbal hasil riil juga menurun ke 1,742%, kondisi yang semakin memperkuat dukungan terhadap harga emas. Analis dari Bank of America serta Societe Generale bahkan memperkirakan harga emas bisa mencapai $5.000 pada tahun 2026, sedangkan Standard Chartered menaikkan target rata-rata untuk tahun depan menjadi $4.488.

    Secara keseluruhan, reli emas yang terjadi mencerminkan tingginya minat investor terhadap aset safe-haven di tengah ketidakpastian global. Momentum positif masih berpihak pada emas, memberikan peluang bagi trader yang mampu memanfaatkan arah pasar dengan strategi yang tepat.

  • Kementerian PU Ajak Masyarakat Mulai Kekola Sampah dari Rumah Demi Wujudkan Program Pengelolaan Sampah Nasional

    Kementerian PU Ajak Masyarakat Mulai Kekola Sampah dari Rumah Demi Wujudkan Program Pengelolaan Sampah Nasional

    Jakarta, 14 Oktober 2025 – Gerakan mengelola sampah dari rumah bukan sekadar soal kebersihan, tetapi juga merupakan langkah membangun fondasi Indonesia yang lebih sehat dan berkelanjutan, demi tercapainya target 100% pengelolaan sampah nasional pada 2029.

    Sebagai bagian dari upaya itu, sekaligus memperingati Hari Habitat
    Dunia dan Hari Kota Dunia 2025, Kementerian PU menggelar acara “Women’s
    Talk Kelola Sampah dari Rumah” pada Senin (13/10/2025). Acara ini menjadi
    pengingat bahwa persoalan sampah nasional sejatinya bisa diurai jika setiap
    keluarga mengambil peran aktif.

    Inisiatif yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Cipta
    Karya bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian PU ini menyoroti sebuah
    fakta penting. Penasihat DWP Kementerian PU, Irma Dody Hanggodo, mengungkapkan
    bahwa separuh atau 50% sampah yang dihasilkan di Indonesia berasal dari
    aktivitas rumah tangga. Fakta ini menegaskan bahwa kunci untuk mengurangi beban
    pengelolaan sampah secara nasional ada di tangan setiap keluarga.

    “Rumah adalah ruang terkecil namun terkuat dalam membentuk
    perilaku. Jika dimulai dari rumah untuk membiasakan diri mengurangi serta
    memisahkan sampah organik dan anorganik, maka orang tua telah memberi teladan
    nyata untuk menghasilkan generasi yang lebih peduli terhadap kebersihan dan
    keberlanjutan lingkungan,” kata Penasihat DWP Irma.

    Lebih lanjut, Irma meyakini bahwa perempuan memegang peran
    strategis sebagai motor penggerak perubahan di dalam rumah. Gerakan kecil yang
    dimulai dari dapur dan halaman rumah ini diyakini dapat meluas menjadi sebuah
    gerakan masif di tingkat komunitas, kota, hingga akhirnya skala nasional.

    “Melalui kegiatan ini, kami mengajak ibu-ibu di lingkungan
    Kementerian PU berbagi inspirasi dan aksi nyata kurangi sampah dari rumah. Mari
    bersama-sama kita jadikan keluarga besar PU sebagai contoh dan teladan dalam
    mewujudkan Indonesia yang bersih dan sehat, serta kota dan lingkungan yang
    manusiawi sesuai Asta Cita Presiden Prabowo,” ujar Irma.

    Dukungan penuh juga datang dari Wakil Menteri
    PU, Diana Kusumastuti, yang turut hadir dalam acara tersebut. Diana Kusumastuti menekankan pentingnya
    memulai aksi nyata pemilahan sampah dari diri sendiri, dari rumah, dan dari
    lingkungan kerja masing-masing. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor dan
    pembiasaan di lingkungan terkecil adalah fondasi untuk sistem pengelolaan
    sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan.

    “Kita perlu gerakan perubahan yang masif
    mulai dari lingkungan kecil di rumah hingga lingkungan yang lebih besar lagi
    dan saya harap ibu-ibu di Kementerian PU dapat menjadi contoh agen perubahan
    tersebut. Pengelolaan sampah tidak bisa hanya oleh pemerintah pusat sendiri,
    tapi harus bersama-sama dengan pemerintah daerah, masyarakat dan juga kita
    sendiri, masing-masing harus bisa memilah dan mengelola sampah,” ungkap Wamen
    Diana.

    Sebagai konteks, data menunjukkan situasi
    yang cukup mengkhawatirkan. Sejak tahun 2021, kota-kota di seluruh Indonesia
    telah menghasilkan lebih dari 68 juta ton sampah setiap tahunnya. Sebagian
    besar dari timbunan sampah tersebut, sayangnya, masih berakhir di Tempat
    Pemrosesan Akhir (TPA) yang kini banyak di antaranya sudah kelebihan kapasitas.

    Oleh karena itu, untuk mengejar target 100%
    pengelolaan sampah pada 2029, peringatan Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia
    2025 secara khusus mengangkat tema global Urban Crisis Response:
    People-Centred Smart Cities
     dan tema nasional “Aksi Pilah Sampah
    Menuju Indonesia Bersih Indonesia Sehat: Kota Cerdas yang Manusiawi”.
    Fokus utamanya adalah mengubah perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.

    Direktur Jenderal Cipta Karya, Dewi
    Chomistriana, yang diwakili oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Cipta Karya,
    Dian Irawati, menambahkan bahwa tercapainya target besar ini memerlukan kerja
    sama dari semua pihak.

    “Kota cerdas yang memanusiakan penduduknya
    membutuhkan ekosistem yang kolaboratif, dari perencanaan yang presisi sampai
    membentuk kebiasaan warganya di level rumah tangga. Ketika rumah tangga,
    sekolah, dan komunitas bergerak serempak, target 2029 lebih dekat tercapai,”
    ujar Dian.

    Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak –
    Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

    #SigapMembangunNegeriUntukRakyat

    #SetahunBerdampak

  • Kementerian PU Genjot Pelaksanaan Inpres Jalan Daerah 2025 Dukung Swasembada Pangan dan Energi

    Kementerian PU Genjot Pelaksanaan Inpres Jalan Daerah 2025 Dukung Swasembada Pangan dan Energi

    Jakarta, 14 Oktober 2025 – Pemerintah, melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), mempercepat realisasi program peningkatan konektivitas jalan daerah. Langkah ini pun diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi, yang bertujuan memperkuat sistem logistik nasional dan melancarkan distribusi hasil produksi dari berbagai wilayah di Indonesia.

    Program yang
    dikenal sebagai Inpres Jalan Daerah (IJD) ini punya misi penting, yaitu:
    memperbaiki kondisi jalan-jalan daerah yang rusak, utamanya pada ruas-ruas yang
    menjadi urat nadi penghubung kawasan produksi dan industri. Dengan dukungan dana dari pusat, Kementerian PU berupaya meningkatkan
    kualitas jalan daerah agar terhubung mulus dengan jaringan jalan nasional.
    Prioritasnya adalah wilayah yang menopang produktivitas sektor vital seperti
    pertanian, perikanan, perkebunan, industri, hingga jalur distribusi energi.

    Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa ketersediaan
    infrastruktur konektivitas merupakan kunci untuk memperkuat daya saing bangsa.

    “Ketersediaan jalan yang baik adalah tulang punggung
    ekonomi daerah. Dengan percepatan peningkatan jalan daerah, potensi pangan dan
    energi di berbagai wilayah akan berkembang optimal dan memberikan manfaat
    langsung bagi masyarakat,” kata Menteri Dody.

    Pada periode 2025–2026, alokasi anggaran untuk program
    IJD ini mencapai Rp8,98 triliun yang dialokasikan untuk 427 kegiatan
    di seluruh Indonesia. Rinciannya adalah sebagai berikut:

    · Tahap I: Sebesar Rp3,98 triliun untuk 234 kegiatan, dengan potensi
    penyerapan tenaga kerja mencapai 14.333 orang.

    · Tahap II: Sebesar Rp3,12 triliun untuk 193 kegiatan, yang akan menyerap
    sekitar 8.562 tenaga kerja.

    Sementara itu,
    sisa anggaran sebesar Rp1,88 triliun dialokasikan untuk memenuhi kewajiban
    kontrak tahun jamak (Multi Years Contract/MYC) pada Tahun Anggaran 2026.

    Fokus program
    IJD sangat strategis dan terbagi ke dalam empat tematik utama, yakni dukungan
    terhadap swasembada pangan (73,51%), swasembada energi (1,26%), peningkatan
    konektivitas umum (11,28%), serta tematik lainnya seperti pariwisata, industri,
    dan transmigrasi (13,95%). Dari sisi sebaran wilayah, alokasi kegiatan terbagi
    menjadi 63,39% di wilayah barat dan 36,61% di wilayah timur Indonesia. Total
    panjang jalan yang akan ditangani pada Tahap I dan Tahap II mencapai 1.576 kilometer dengan
    pembangunan jembatan sepanjang 458,1 meter.

    Kementerian PU
    melalui Direktorat Jenderal Bina Marga menetapkan prioritas kegiatan IJD
    berdasarkan sejumlah kriteria ketat, yaitu aspek tematik, tingkat kemantapan
    jalan, serta keberlanjutan usulan dari daerah. Jalan-jalan yang menjadi
    prioritas utama adalah yang berfungsi mendukung kawasan produksi pangan, jalur
    distribusi energi, serta jalan penghubung antarsimpul transportasi dan pembuka
    wilayah terisolasi. Penetapan daftar paket prioritas ini
    dilakukan bersama dengan Kementerian PPN/Bappenas untuk tahun anggaran
    2025–2026.

    Di lapangan, pelaksanaan kegiatan dilaksanakan oleh Balai
    Besar/Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN/BPJN) yang tersebar di setiap
    provinsi. Untuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai
    spesifikasi dan selesai tepat waktu, proses ini dibantu oleh konsultan
    supervisi. Pemerintah daerah juga memegang peran krusial melalui sistem usulan
    berbasis aplikasi SITIA, di mana mereka wajib melengkapi berbagai dokumen
    teknis seperti desain, studi kelayakan (feasibility study), dan dokumen
    lingkungan.

    Menteri Dody kembali menekankan bahwa program ini bukan
    sekadar proyek perbaikan infrastruktur, melainkan juga sebuah upaya untuk
    mengakselerasi transformasi ekonomi di daerah.

    “Melalui sinergi pusat dan daerah, kami ingin memastikan
    setiap kilometer jalan yang dibangun memberikan dampak langsung bagi
    masyarakat, baik melalui peningkatan akses ekonomi, efisiensi logistik, maupun
    penciptaan lapangan kerja baru,” ujar Menteri Dody.

    Percepatan pelaksanaan Inpres Jalan Daerah 2025 menyimpan
    harapan besar agar konektivitas antarwilayah semakin lancar, produktivitas
    kawasan meningkat, dan cita-cita ketahanan nasional di bidang pangan serta
    energi dapat segera terwujud. Program ini juga diharapkan dapat menjadi contoh
    nyata sinergi lintas sektor yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah
    daerah, dan masyarakat dalam membangun infrastruktur yang inklusif dan
    berkelanjutan.

    Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak –
    Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

    #SigapMembangunNegeriUntukRakyat

    #SetahunBerdampak

  • Yamaha Mega Utama Catat Penjualan Stabil: Nmax Neo S dan Grand Filano Neo Terjual Lebih dari 100 Unit per Bulan

    Yamaha Mega Utama Catat Penjualan Stabil: Nmax Neo S dan Grand Filano Neo Terjual Lebih dari 100 Unit per Bulan

    [Jakarta, 14 Oktober 2025] – Yamaha Mega Utama (Yamahamu), salah satu dealer resmi Yamaha yang terus menunjukkan eksistensinya di pasar sepeda motor Tanah Air, kembali mencatat performa positif melalui penjualan dua motor unggulan mereka, yakni Nmax Neo S dan Grand Filano Neo. Berdasarkan data internal yang dirilis tim penjualan, rata-rata penjualan bulanan untuk Nmax Neo S mencapai 60 unit, sementara Grand Filano Neo menyusul dengan penjualan sekitar 50 unit per bulan.

    Pencapaian ini menjadi indikasi kuat bahwa kepercayaan masyarakat terhadap produk Yamaha, khususnya yang ditawarkan melalui jaringan Mega Utama, terus meningkat. Selain karena kekuatan merek Yamaha itu sendiri, kenyamanan layanan, kemudahan akses, serta pilihan pembiayaan yang fleksibel di Yamahamu juga menjadi faktor utama pendorong penjualan.

    Nmax Neo S : Favorit di Segmen Maxi Scooter

    Motor Nmax Neo S dari keluarga Maxi Yamaha dikenal luas sebagai skuter premium yang memberikan kenyamanan berkendara tinggi, teknologi canggih, serta tampilan elegan yang cocok untuk gaya hidup urban modern. Di Yamaha Mega Utama, tipe ini menjadi yang paling banyak diminati dalam satu bulan terakhir.

    Dengan fitur-fitur seperti Smart Key System, TCS (Traction Control System), serta mesin Blue Core 155cc VVA, tak heran jika Nmax Neo S menjadi incaran utama konsumen yang mencari motor harian sekaligus representatif untuk tampilan profesional.

    “Setiap bulannya, rata-rata kami menjual 60 unit Nmax Neo S. Ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap skuter premium tetap tinggi di kalangan masyarakat perkotaan yang membutuhkan kenyamanan dan gaya,” ujar Mario, Manajer Penjualan Yamaha Mega Utama.

    Konsistensi angka penjualan ini juga menunjukkan bahwa Nmax Neo S telah memiliki pasar yang solid, dan Yamaha Mega Utama berhasil menjaga kepuasan pelanggan melalui layanan purna jual yang mumpuni.

    Grand Filano Neo : Fashionable dan Ramah Lingkungan

    Di sisi lain, Grand Filano Neo, motor hybrid dari Yamaha yang dikenal dengan desain stylish dan fitur ramah lingkungan, menjadi pilihan utama untuk segmen pengguna muda dan perempuan. Dengan rata-rata penjualan bulanan sekitar 50 unit, model ini mencerminkan tren baru kendaraan roda dua yang tak hanya mengandalkan performa, tapi juga memperhatikan unsur estetika dan efisiensi.

    Grand Filano Neo dibekali dengan Blue Core Hybrid 125cc, sistem Stop & Start System, dan kapasitas bagasi luas, menjadikannya skuter yang cocok untuk kebutuhan harian di kota besar. Desainnya yang futuristik dan pilihan warna yang menarik juga menjadi daya tarik utama bagi kalangan muda.

    “Respon pasar terhadap Grand Filano sangat positif. Motor ini menjadi pilihan bagi mereka yang ingin tampil modis, namun tetap peduli terhadap lingkungan. Kami melihat penjualannya sangat stabil sejak awal tahun,” tambah Mario, pihak Pemasaran Yamaha Mega Utama, Yamahamu.

    Layanan Terintegrasi dari Yamaha Mega Utama (Yamahamu)

    Sebagai diler resmi Yamaha, Yamaha Mega Utama (Yamahamu) tidak hanya menjual motor, tapi juga menawarkan pengalaman menyeluruh bagi pelanggan. Mulai dari konsultasi produk, test ride, proses pembelian hingga perawatan berkala, semua dilakukan dengan standar layanan tinggi.

    Selain itu, Yamaha Mega Utama juga aktif dalam berbagai kegiatan promosi, edukasi safety riding, hingga program loyalitas pelanggan yang mendorong hubungan jangka panjang antara konsumen dan merek.

    “Keberhasilan penjualan bukan semata karena produk yang kuat, tetapi juga karena kami selalu mendengarkan kebutuhan pelanggan. Kami ingin memastikan setiap orang yang datang ke Yamahamu pulang dengan pengalaman menyenangkan,” tegas Marketing Kantor Pusat Yamaha Mega Utama di Jakarta Barat.

    Akses Mudah dan Program Pembiayaan Menarik

    Yamahamu juga dikenal dengan lokasi showroom yang strategis, serta didukung oleh layanan online untuk memudahkan pelanggan dalam mencari informasi. Calon pembeli dapat mengakses katalog produk dan simulasi kredit melalui situs resmi maupun media sosial resmi Yamahamu.

    Dalam rangka mendukung kemudahan transaksi, Yamaha Mega Utama bekerja sama dengan berbagai lembaga pembiayaan ternama yang memberikan cicilan ringan dan tenor fleksibel. Pelanggan bahkan bisa mendapatkan promo menarik seperti DP rendah, bunga 0%, hingga cashback spesial untuk tipe-tipe tertentu.

    Untuk informasi lebih lanjut tentang promo terkini atau produk Yamaha seperti Nmax Neo S dan Grand Filano Neo, kamu bisa mengunjungi situs resmi Yamaha Mega Utama atau langsung datang ke showroom terdekat.

    Optimisme Menutup Semester Kedua 2025

    Dengan stabilnya penjualan dua unit andalan tersebut, Yamaha Mega Utama optimis akan mampu menutup semester kedua tahun 2025 dengan angka pertumbuhan yang signifikan. Didukung oleh strategi pemasaran digital yang agresif, kolaborasi komunitas, serta peluncuran produk-produk baru Yamaha, Yamahamu siap mengakselerasi performa bisnis ke level yang lebih tinggi.

    Melalui pencapaian ini, Yamaha Mega Utama tidak hanya menjadi garda depan distribusi sepeda motor Yamaha, tetapi juga pionir dalam memberikan layanan dan pengalaman terbaik bagi pelanggan.

  • Naik Kereta, Jelajahi Pesona Batang: Ragam Destinasi Dekat Stasiun Batang yang Kian Diminati

    Naik Kereta, Jelajahi Pesona Batang: Ragam Destinasi Dekat Stasiun Batang yang Kian Diminati

    Selama ini, Kabupaten Batang lebih dikenal sebagai kawasan industri yang tumbuh pesat di pesisir utara Jawa. Namun di balik geliat sektor manufakturnya, Batang ternyata menyimpan beragam “hidden gem” berupa pesona alam, kuliner, dan budaya lokal yang layak dikunjungi

    Selama ini, Kabupaten Batang lebih dikenal sebagai kawasan industri yang tumbuh pesat di pesisir utara Jawa. Namun di balik geliat sektor manufakturnya, Batang ternyata menyimpan beragam “hidden gem” berupa pesona alam, kuliner, dan budaya lokal yang layak dikunjungi. Dengan kemudahan akses transportasi kereta api, masyarakat dapat menjelajahi berbagai destinasi menarik di sekitar Stasiun Batang dengan lebih mudah dan nyaman.

    Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo mengatakan bahwa momentum ini semakin kuat sejak KA Argo Muria dengan rangkaian terbaru New Generation resmi melayani naik-turun penumpang di Stasiun Batang pada Agustus 2025.

    “Kehadiran layanan kereta eksekutif ini membuka akses langsung bagi wisatawan dari arah Jakarta maupun Semarang untuk menjelajahi Batang tanpa perlu transit di kota besar lainnya,” kata Franoto.

    Berikut adalah beberapa destinasi dan pengalaman lokal yang dapat dijangkau dari Stasiun Batang:

    1. Pantai Sigandu

    Salah satu destinasi yang paling mudah dijangkau dari Stasiun Batang adalah Pantai Sigandu, hanya berjarak sekitar 4 kilometer dari stasiun. Pantai ini menawarkan panorama laut utara yang tenang, dengan deretan warung ikan bakar dan area bermain anak. Dari stasiun, pengunjung cukup menempuh perjalanan sekitar 10 menit menggunakan transportasi lokal.

    2. Pantai Ujungnegoro

    Selain itu, wisatawan juga dapat melanjutkan perjalanan menuju Pantai Ujung Negoro yang hanya berjarak sekitar 6 km dari Pantai Sigandu. Pantai ini terkenal dengan pemandangan matahari terbenam dan keberadaan goa alami di tebing pantai. Jalur menuju lokasi ini mudah dijangkau melalui jalan pesisir dari arah stasiun.

    3. Agrowisata Pragilaran

    Bagi pencinta udara sejuk dan pemandangan alam perbukitan, Agrowisata Pagilaran menjadi pilihan menarik. Meskipun berjarak lebih jauh di wilayah Blado, tempat ini bisa ditempuh setelah perjalanan kereta dilanjutkan dengan transportasi darat sekitar 60 menit. Hamparan kebun teh dan suasana pegunungan menjadikan kawasan ini salah satu ikon wisata Batang.

    4. Kopi Forest

    Tempat ini menjadi pilihan baru bagi penikmat kopi dan alam. Dengan suasana rindang di tengah pepohonan pinus, Kopi Forest menghadirkan pengalaman santai menikmati kopi lokal Batang dengan udara segar khas perbukitan.

    5. Pawone Simbah

    Tempat kuliner legendaris Pawone Simbah ini berlokasi di Jl. Srondo Lebo Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang. Kampung Jawa Pawone Simbah kerap dikunjungi sejumlah nama besar. Salah satunya musisi ternama Ahmad Dhani. Tempat makan ini menyediakan beragam menu mulai dari garang asem ayam kampung, nasi liwet, mangut sayur sop, botok telur asin, buntil serta menu lain lengkap dengan pilihan minuman.

    KAI Daop 4 Semarang juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku wisata setempat untuk mendukung potensi pariwisata yang ramah lingkungan. Pemanfaatan kereta api sebagai moda transportasi utama diharapkan dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan menekan emisi karbon di jalur wisata.

    “KAI siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan wisata berbasis transportasi publik. Kami melihat potensi besar di Batang karena lokasinya strategis di antara Semarang dan Pekalongan, apalagi kini dilayani oleh Argo Muria New Generation,” tambah Franoto.

    Kehadiran jalur kereta yang melintasi kawasan pesisir utara juga menjadi daya tarik tersendiri. Sepanjang perjalanan, penumpang dapat menikmati panorama sawah dan laut yang terbentang, seolah mengajak wisatawan menikmati “wisata dari balik jendela kereta”.

    “Batang memiliki potensi luar biasa. Kami berharap masyarakat dapat ikut berperan dengan cara sederhana, bepergian menggunakan kereta dan menikmati keindahan daerah yang dilewati,” tutup Franoto.

  • Sinergi JFX dan KBI dalam Perdagangan Komoditas Pertambangan: Now and Beyond

    Sinergi JFX dan KBI dalam Perdagangan Komoditas Pertambangan: Now and Beyond

    JFX dan KBI, bagian dari Holding BUMN Danareksa, hadir di Minerba Convex 2025 untuk menegaskan perannya dalam memperkuat transparansi dan kredibilitas perdagangan komoditas nasional. Sejak 2019, keduanya telah mencatat lebih dari 300.000 ton transaksi timah senilai lebih dari USD 8 miliar, melibatkan 60 pelaku usaha aktif. Melalui momentum ini, JFX dan KBI juga memperluas portofolio ke komoditas strategis lain, termasuk energi dengan produk Brent Crude Oil.

    PT Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange/JFX) bersama PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI), bagian dari Holding BUMN Danareksa akan berpartisipasi dalam eksebisi Minerba Convex 2025 yang akan berlangsung pada 15–16 Oktober di Jakarta Convention Center (JCC).

    Kehadiran JFX dan KBI pada ajang ini menjadi momentum strategis untuk menegaskan peran strategis bursa dalam memperkuat transparansi, stabilitas, dan kredibilitas perdagangan komoditas pertambangan nasional. Melalui perdagangan pasar fisik timah, JFX dan KBI berkomitmen memperluas cakupan perdagangan ke berbagai komoditas strategis dan kritis lainnya, termasuk sektor mineral dan batu bara (minerba), energi, pertanian, perkebunan, dan logam mulia.  

    “JFX berkomitmen menjaga transparansi dan traceability perdagangan timah, serta memperkuat daya saing Indonesia sebagai bagian dari rantai pasok global,” jelas Yazid Kanca Surya, Direktur Utama JFX.

    Sejak tahun 2019 hingga Agustus 2025, JFX dan KBI telah mencatat transaksi timah lebih dari 300.000 ton dengan total nilai perdagangan mencapai lebih dari 8 miliar USD, melibatkan lebih dari 60 pelaku usaha aktif. Terhitung pada tahun 2024, lebih dari 95% transaksi timah, baik untuk pasar domestik maupun ekspor, tercatat di Indonesia melalui JFX dan KBI. Sinergi yang terjalin antara JFX dan KBI menjadi pondasi penting dalam membangun ekosistem perdagangan komoditas pertambangan yang transparan dan berdaya saing global.

    Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem tersebut, JFX juga menjalin kolaborasi dengan Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) untuk memperluas partisipasi pelaku usaha dalam perdagangan pasar fisik timah.

    “Kolaborasi AETI dengan JFX merupakan kerja sama strategis dalam rangka meningkatkan partisipasi pelaku usaha di dalam ekosistem perdagangan pasar fisik timah melalui Bursa,” ujar Harwendro Adityo Dewanto,  Ketua Umum AETI.

    JFX juga menyiapkan langkah strategis di sektor energi. Bekerja sama dengan ONYX Capital Group London, JFX akan memperkenalkan produk terbarunya, Brent Crude Oil, melalui momentum Minerba Convex 2025 sebagai bagian dari arah pengembangan portofolio global.

    Peran penting JFX dalam memperkuat ekosistem perdagangan nasional tidak terlepas dari dukungan Kliring Berjangka Indonesia (KBI). KBI merupakan lembaga penjamin milik pemerintah yang terafiliasi dengan Danantara melalui Danareksa. Dengan demikian, Bursa Timah didukung oleh lembaga yang memiliki kredibilitas tinggi. Melalui kerja sama yang erat antara JFX dan KBI, diharapkan kepercayaan publik dan investor terhadap sistem perdagangan pasar fisik timah di Indonesia semakin menguat.

    Sebagai lembaga kliring milik pemerintah dan mitra strategis, Kliring Berjangka Indonesia (KBI) memainkan peran penting dalam memastikan transaksi di bursa berjalan aman dan terjamin. KBI bertanggung jawab menjaga integritas sistem kliring serta penjaminan transaksi di seluruh ekosistem perdagangan berjangka.

    “KBI memastikan fungsi dan mekanisme Delivery versus Payment (DvP) pada transaksi perdagangan pasar fisik timah di Indonesia dijalankan secara efektif, prudent, dan transparan,” ungkap Budi Susanto, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia.

    Sebagai bagian dari rangkaian acara, JFX dan KBI juga akan menggelar mini talkshow bertajuk “From Mine to Market: Digital Trading of Indonesia’s Tin”, yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan industri untuk membahas peran bursa dan lembaga kliring dalam membangun tata kelola perdagangan komoditas yang transparan, efisien, dan berdaya saing global.

    Kehadiran JFX dan KBI di Minerba Convex 2025 mencerminkan semangat sinergi antar entitas dalam Holding BUMN Danareksa untuk terus membangun ekosistem perdagangan komoditas nasional yang inklusif, terintegrasi, dan terpercaya.

  • KAI Sumut Layani 644.500 Penumpang Pada Triwulan III 2025, Tumbuh 10 Persen Dibanding Tahun Lalu

    KAI Sumut Layani 644.500 Penumpang Pada Triwulan III 2025, Tumbuh 10 Persen Dibanding Tahun Lalu

    Sepanjang Juli s.d September atau Triwulan III 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatatkan jumlah penumpang sebanyak 644.500 orang. Angka ini meningkat 10 persen dibanding periode yang sama pada 2024 dengan total 584.475 penumpang.

    Sepanjang Juli s.d September atau Triwulan III 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatatkan jumlah penumpang sebanyak 644.500 orang. Angka ini meningkat 10 persen dibanding periode yang sama pada 2024 dengan total 584.475 penumpang.

    Vice President KAI Divre I Sumut, Sofan Hidayah, menjelaskan peningkatan volume penumpang ini didorong oleh penambahan frekuensi perjalanan, peningkatan kapasitas tempat duduk, serta promo tarif yang rutin dihadirkan KAI.

    “Pertumbuhan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api terus meningkat. Masyarakat kini semakin sadar bahwa kereta api merupakan solusi transportasi publik yang efisien dan ramah lingkungan,” ujarnya.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan atas kepercayaannya, seraya menegaskan komitmen KAI untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan.

    Rincian jumlah penumpang kereta api pada bulan Triwulan III 2025, yaitu Kereta Api Putri Deli relasi Medan – Tanjung Balai PP sebanyak 326.888 penumpang.

    Kemudian, Kereta Api Sribilah Utama relasi Stasiun Medan – Rantau Prapat PP sebanyak 178.221 penumpang, Kereta Api Siantar Ekspres relasi Medan – Siantar PP sebanyak 123.161 penumpang dan Kereta Api Datuk Belambangan relasi Tebing Tinggi – Lalang PP sebanyak 16.230 penumpang.

    Sofan menambahkan, 5 stasiun dengan jumlah keberangkatan penumpang tertinggi pada periode tersebut adalah Stasiun Medan dengan 234.189 penumpang, disusul Stasiun Kisaran sebanyak 72.038 penumpang, Stasiun Tanjung Balai sebanyak 63.165 penumpang, Stasiun Rantau Prapat sebanyak 54.150 penumpang, dan Stasiun Siantar sebanyak 44.823 penumpang.

    Sementara 5 stasiun kedatangan dengan volume penumpang tertinggi yaitu Stasiun Medan sebanyak 241.831 penumpang, Stasiun Kisaran sebanyak 72.521 penumpang, Stasiun Tanjung Balai sebanyak 63.760 penumpang, Stasiun Rantau Prapat sebanyak 54.537 penumpang, dan Stasiun Tebing Tinggi sebanyak 44.732 penumpang.

    Dari sisi ketepatan waktu, KAI Divre I Sumut berhasil mencatatkan performa yang membanggakan. Tingkat ketepatan waktu keberangkatan kereta penumpang Triwulan III 2025 mencapai 99,93 persen. Sementara ketepatan waktu kedatangan di angka 99,24 persen.

    Perbaikan ini didukung oleh peningkatan mutu operasional secara menyeluruh, termasuk perawatan sarana dan prasarana. Ketepatan waktu menjadi salah satu keunggulan utama transportasi kereta api yang bebas hambatan lalu lintas.

    KAI Divre I Sumut mengimbau kepada calon penumpang untuk merencanakan perjalanan dan melakukan pemesanan melalui aplikasi Access by KAI, website kai.id, atau kanal resmi lainnya yang telah bekerja sama dengan KAI.

    Pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI dapat dilakukan sejak H-7 keberangkatan untuk kereta api Lokal dan H-45 untuk kereta api jarak jauh, sehingga calon pelanggan yang memiliki rencana menggunakan KA dapat jauh-jauh hari membeli tiket tanpa takut kehabisan.

    KAI juga masih menyediakan layanan loket go-show di stasiun untuk penjualan tiket yang dibuka 3 jam sebelum keberangkatan KA.

    “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan di seluruh aspek, baik di stasiun maupun di atas kereta. Keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu akan selalu menjadi prioritas kami demi mewujudkan transportasi massal yang aman, nyaman, dan berkelanjutan,” tutup Sofan.

  • IN2MOTION Fest 2025: Program Fashion BINUS University Tampilkan Kreativitas Lewat Fashion Show “Threads of Freedom”

    IN2MOTION Fest 2025: Program Fashion BINUS University Tampilkan Kreativitas Lewat Fashion Show “Threads of Freedom”

    Jakarta, 9 Oktober 2025 – Mahasiswa Fashion Program BINUS University kembali menunjukkan kiprahnya di dunia industri kreatif melalui partisipasi mereka dalam IN2MOTION Fest 2025. Festival ini menjadi platform strategis bagi mahasiswa untuk menampilkan karya-karya inovatif mereka di hadapan publik, praktisi industri, dan media. Melalui ajang ini, mahasiswa tidak hanya memamerkan hasil desain, tetapi juga membangun portofolio profesional yang memperkuat identitas mereka sebagai calon desainer siap bersaing secara global.

    IN2MOTION Fest kali ini mengusung tema “Threads of Freedom”, menyoroti kebebasan berekspresi dan semangat kreatif mahasiswa melalui penggunaan denim dalam koleksi kontemporer. Setiap outfit dirancang untuk mengekspresikan kemandirian, keberanian tampil beda, serta keterhubungan global melalui benang biru universal: denim. Mahasiswa yang berpartisipasi antara lain Cut Sintia Faras, Keisha Yezezhiel Mandagi, Felita Delfina Fong, Gerda Yogi Samudra, dan Yosephine Theodore Tengganu.

    “Festival ini memberi pengalaman nyata bagi mahasiswa untuk memahami dinamika industri fashion, mulai dari tahap persiapan, produksi, hingga presentasi karya. Selain itu, kesempatan berinteraksi dengan desainer, brand, dan media sangat berharga untuk membangun jejaring profesional,” ujar Cut Sintia Faras, salah satu mahasiswa Fashion Program BINUS @Alam Sutera yang tampil dalam festival ini.

    IN2MOTION Fest juga menjadi sarana penguatan posisi Fashion Program BINUS University sebagai pusat pendidikan fashion unggul yang relevan dengan tren global. Festival ini sejalan dengan visi BINUS University sebagai world-class university yang membina dan memberdayakan masyarakat melalui pendidikan dan inovasi. Selain menampilkan kreativitas mahasiswa, festival ini mendukung pengembangan inovasi fashion, khususnya di bidang keberlanjutan dan digitalisasi.

    “Melalui kegiatan seperti IN2MOTION Fest, kami ingin mahasiswa tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga mampu berpikir kritis, berinovasi, dan menciptakan tren baru di industri fashion. Pengalaman ini diharapkan mendorong industri fashion Indonesia untuk semakin berdaya saing di kancah global tanpa melupakan akar budaya lokal,” ujar Ratna Dewi Paramita, selaku Head of Fashion Program BINUS University.

    Dengan partisipasi aktif dalam IN2MOTION Fest 2025, mahasiswa Fashion Program BINUS University membuktikan bahwa kreativitas dan inovasi tidak mengenal batas. Karya-karya mereka tidak hanya menampilkan bakat individual, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di industri fashion global. Festival ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berani bereksperimen, menciptakan tren baru, dan membangun karier yang berdampak, sambil tetap menghargai nilai budaya lokal.

  • Perkuat Sinergi Dunia Pendidikan dan Industri, KAI Daop 1 Jakarta Terima Benchmarking Mahasiswa Pascasarjana UBL

    Perkuat Sinergi Dunia Pendidikan dan Industri, KAI Daop 1 Jakarta Terima Benchmarking Mahasiswa Pascasarjana UBL

    Jakarta, 13 Oktober 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta kembali menerima kunjungan dari dunia akademik. Sebanyak 90 mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Bandar Lampung (UBL) melakukan kegiatan benchmarking ke Kantor KAI Daop 1 Jakarta, Jalan Pegangsaan Timur nomor 15-16, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (13/10).

    Kegiatan yang berlangsung di Ruang Batavia, Kantor Daop 1 Jakarta ini merupakan kunjungan kedua dari UBL ke lingkungan KAI. Rombongan dipimpin oleh Direktur Pascasarjana UBL, Dr. Andala Rama Putra Barusman, didampingi Dosen Magister Hukum Lukman Nur Hakim, serta Staf Akademik Kiki Wulan Sari Nurul Shyashya, bersama para dosen dan mahasiswa dari program studi Manajemen, Hukum, dan Ilmu Administrasi.

    Dalam sambutannya, Dr. Andala Rama Putra Barusman menyampaikan bahwa kegiatan benchmarking ini bertujuan menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa mengenai praktik manajerial, administratif, teknik, teknologi informasi, serta hukum transportasi publik dan perlindungan konsumen di lingkungan perusahaan perkeretaapian nasional.

    > “Kegiatan ini merupakan bagian dari program place-based learning yang menekankan pengalaman belajar langsung di lapangan. Kami berharap mahasiswa dapat memahami secara nyata bagaimana tata kelola perusahaan BUMN di sektor transportasi dijalankan,” ujar Andala.

    Sementara itu, Assistant Manager SDM Daop 1 Jakarta, Wahyu Farid, yang hadir mewakili manajemen, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut.

    > “KAI Daop 1 Jakarta menyambut baik kegiatan ini dan melihatnya sebagai bentuk sinergi antara dunia akademik dan industri. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa dapat memperoleh gambaran langsung tentang pengelolaan transportasi publik modern dan tantangan yang dihadapi,” ujarnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menyampaikan bahwa KAI terbuka terhadap kerja sama dan kunjungan akademik sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

    > “KAI mendorong terwujudnya kolaborasi yang saling menguatkan antara dunia pendidikan dan industri. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus berinovasi, sekaligus memahami pentingnya pelayanan publik yang berorientasi pada keselamatan, kenyamanan, dan keberlanjutan,” ujar Ixfan.

    Dalam kegiatan tersebut, para peserta mengikuti paparan Company Profile KAI Daop 1 Jakarta, materi tentang manajemen angkutan barang dan penumpang, serta sesi diskusi interaktif. Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama.

    Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat kerja sama antara KAI dan dunia pendidikan, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berdaya saing di sektor transportasi publik.

  • Middle Income Trap, Jebakan Pertumbuhan yang Harus Diwaspadai

    Middle Income Trap, Jebakan Pertumbuhan yang Harus Diwaspadai

    Istilah middle income trap kembali ramai dibahas dalam beberapa tahun terakhir, terutama ketika Indonesia naik turun status dari negara berpenghasilan menengah ke atas menjadi menengah ke bawah lagi. Fenomena ini bukan sekadar data ekonomi, tetapi cerminan dari bagaimana sebuah negara, bahkan individu, bisa “mandek” di titik tertentu dalam perjalanan finansialnya.

    Seperti yang kita tahu, Indonesia masih dikategorikan sebagai negara berkembang. Pendapatan per kapita relatif rendah, pertumbuhan industri belum stabil, dan kesenjangan sosial masih terasa mulai dari pendidikan, transportasi, hingga akses teknologi. Kondisi inilah yang menggambarkan middle income trap, atau jebakan pendapatan menengah.

    Apa Itu Middle Income Trap?

    Secara sederhana, middle income trap adalah situasi ketika suatu negara berhasil keluar dari status miskin, namun kemudian kesulitan naik kelas menjadi negara maju. Ekonom menyebutnya sebagai “jebakan pertumbuhan” saat ekonomi tidak lagi tumbuh cepat, pendapatan stagnan, dan daya saing menurun.

    Bayangkan seseorang yang dulunya berpenghasilan rendah, kemudian naik gaji tapi tidak meningkatkan produktivitas atau kompetensi. Lama-lama, penghasilan tetap segitu-segitu saja, sementara biaya hidup naik. Nah, pada skala nasional, itulah yang disebut middle income trap.

    Masalahnya tidak berhenti di pendapatan. Perangkap ini juga mencakup rendahnya kualitas sumber daya manusia, lemahnya inovasi, ketertinggalan teknologi, hingga birokrasi yang lambat dan tidak efisien. Jika hal-hal ini tidak dibenahi, negara akan sulit melompat ke level selanjutnya.

    Mengapa Negara Bisa Terjebak?

    Beberapa faktor utama penyebab middle income trap antara lain:

    1. Kualitas SDM yang belum siap

    Negara yang terjebak di level menengah seringkali kekurangan tenaga kerja terampil. Pendidikan belum merata, skill belum menyesuaikan kebutuhan industri, dan literasi digital masih rendah. Akibatnya, produktivitas lambat, sementara pasar tenaga kerja global semakin kompetitif.

    2. Sektor manufaktur yang lemah

    Manufaktur adalah mesin utama pertumbuhan ekonomi. Tapi jika sektor ini tak berkembang, misalnya karena ketergantungan impor atau kurang inovasi, maka penciptaan lapangan kerja pun terbatas.

    3. Birokrasi yang rumit

    Proses perizinan panjang, sistem administrasi lambat, dan kurangnya transparansi membuat investasi sulit masuk. Investor global cenderung memilih negara dengan sistem birokrasi yang efisien, karena itu berarti biaya operasional lebih rendah.

    Infrastruktur tidak merataTanpa jalan, listrik, internet, dan transportasi yang memadai, roda ekonomi tak bisa berputar cepat.Infrastruktur bukan hanya soal fisik, tapi juga digital. Akses internet yang kuat misalnya, bisa memperluas kesempatan kerja dan membuka peluang usaha baru.

    Indonesia dan Tantangan Middle Income Trap

    Sejak 1996, Indonesia berada dalam kelompok lower middle income country. Pada 2020, sempat naik menjadi upper middle income country, tetapi hanya bertahan satu tahun.Tahun berikutnya, status itu turun kembali. Artinya, Indonesia masih menghadapi tantangan besar untuk naik kelas menjadi negara maju.

    Beberapa langkah penting yang sedang dan perlu terus dilakukan antara lain:

    1. Peningkatan kualitas SDM

    Pendidikan dan kesehatan menjadi kunci. Pemerintah berupaya memperkuat pelatihan vokasi, memperluas akses pendidikan tinggi, dan memastikan masyarakat punya kemampuan yang relevan dengan industri modern.

    2. Jaring pengaman sosial

    Pertumbuhan ekonomi tidak boleh meninggalkan masyarakat rentan. Bantuan sosial, pemberdayaan UMKM, hingga program peningkatan literasi keuangan menjadi pondasi penting agar seluruh lapisan bisa tumbuh bersama.

    3. Transformasi ekonomi

    Pemerintah mendorong diversifikasi ekonomi, dari ketergantungan pada komoditas ke industri bernilai tambah. Termasuk digitalisasi UMKM, pertanian modern, dan penguatan ekonomi kreatif.

    4. Penguatan institusi dan tata kelola

    Institusi yang efisien dan bebas korupsi menjadi tulang punggung pembangunan. Tanpa sistem birokrasi yang transparan dan cepat, kebijakan ekonomi tak akan efektif.

    5. Infrastruktur berkualitas dan tepat sasaran

    Pembangunan jalan, transportasi publik, hingga jaringan digital harus merata hingga daerah. Pemerintah juga perlu menggandeng pihak swasta agar pembangunan tidak tergantung sepenuhnya pada APBN.

    Keluar dari Middle Income Trap: PR Negara dan Individu

    Middle income trap bukan hanya masalah negara tapi juga bisa terjadi pada individu. Coba bayangkan, penghasilan naik, tapi gaya hidup juga naik, tabungan tidak bertambah, investasi tidak berjalan, dan tidak ada peningkatan keterampilan. Itu juga bentuk jebakan pendapatan menengah dalam skala pribadi.

    Sama seperti negara, kita juga perlu transformasi finansial pribadi. Mulai dari mengatur pengeluaran, meningkatkan skill agar nilai diri naik, hingga menyiapkan jaring pengaman finansial berupa tabungan dan investasi.

    Bangun Ketahanan Finansial Lewat Tabungan

    Jika negara perlu reformasi ekonomi, maka individu perlu reformasi keuangan pribadi. Salah satu langkah paling sederhana dan efektif adalah memiliki tabungan rutin. Dengan tabungan, kamu punya cadangan dana untuk pendidikan, darurat, hingga modal usaha. Tabungan juga menjadi langkah awal untuk keluar dari “jebakan penghasilan pas-pasan”.

    Kini, banyak bank dengan layanan digital dan lembaga keuangan yang menawarkan tabungan online dengan bunga kompetitif, bebas biaya admin, dan mudah diakses. Dengan cara ini, kamu bisa mulai membangun pondasi finansial lebih kuat, sekecil apa pun langkahnya.

    Sama seperti negara yang ingin naik kelas menjadi maju, setiap individu juga bisa naik kelas secara finansial, asal tahu cara mengelola uang dengan bijak, dan mulai menabung dari sekarang.

    Kamu bisa menabung di neobank dari Bank Neo Commerce. Coba rekomendasi tabungan bank terbaik melalui produk Tabungan NOW dengan bunga kompetitif yang cair harian. Uang simpanan kamu pun bisa tumbuh perlahan. Selain itu, Tabungan NOW juga termasuk tabungan tanpa biaya admin. 

    Download aplikasi neobank di PlayStore atau App Store dan coba rekomendasi tabungan bank terbaik lewat produk Tabungan NOW sekarang. 

    Cek info lebih lanjut dan terbaru di link Tabungan NOW.

    ***

    PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)