Penulis: Admin

  • Apa itu Training Sertifikasi PPPA Energy Academy?

    Apa itu Training Sertifikasi PPPA Energy Academy?

    Pencemaran air menjadi salah satu persoalan lingkungan yang terus mendapatkan sorotan, baik dari pemerintah, masyarakat, maupun industri. Pengelolaan air limbah yang tepat menjadi kunci untuk memastikan kelestarian sumber daya air, menjaga kesehatan masyarakat, serta memenuhi tanggung jawab sosial dan hukum bagi para pelaku usaha. Inilah mengapa kehadiran Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air (PPPA) sangat krusial. Guna menjawab kebutuhan tersebut, Energy Academy menawarkan Training Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air (PPPA) sebagai solusi komprehensif bagi perusahaan dan individu yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang pengelolaan air limbah.

    Artikel ini akan membahas latar belakang dan urgensi pelatihan PPPA, cakupan materi pelatihan, dasar hukum yang melandasi penyelenggaraan training, hingga manfaat yang didapatkan oleh peserta setelah mengikuti program bersertifikasi BNSP ini. Dengan memahami apa itu Training Sertifikasi PPPA dan mengapa hal tersebut penting, diharapkan lebih banyak pihak akan peduli terhadap isu pencemaran air dan berkontribusi pada upaya pelestarian lingkungan.

    Latar Belakang Pelatihan PPPA

    Sebagai negara dengan populasi besar dan sektor industri yang beragam, Indonesia memiliki tantangan serius dalam mengelola limbah air. Berbagai industri—seperti manufaktur, pertambangan, perkebunan, hingga sektor jasa—dapat menghasilkan limbah cair yang, jika tidak ditangani dengan tepat, berpotensi mencemari sungai, danau, hingga air tanah. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas lingkungan dan berdampak negatif pada kesehatan masyarakat serta ekosistem.

    Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air (PPPA) merupakan personel yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab internal untuk mengendalikan pencemaran air di perusahaan. Tugasnya mencakup penilaian potensi pencemaran, perumusan strategi pengelolaan, hingga pengawasan pelaksanaan program pengendalian. Dalam menjalankan tugasnya, seorang PPPA perlu menguasai aspek teknis, regulasi, dan kemampuan manajerial. Oleh sebab itulah, pelatihan PPPA dihadirkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang akan menangani isu lingkungan ini.

    Dasar Hukum: PERMENLHK Nomor P.5/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2018

    Pentingnya sertifikasi bagi PPPA tidak lepas dari kerangka regulasi yang berlaku di Indonesia. Salah satu regulasi kunci adalah Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PERMENLHK) Nomor P.5/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2018, yang mengatur standar kompetensi bagi Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air dan Penanggung Jawab Operasional Air Limbah (POPAL). Peraturan ini mewajibkan perusahaan untuk memiliki SDM yang kompeten di bidang pengelolaan air limbah.

    Jika perusahaan tidak memenuhi persyaratan kompetensi PPPA sesuai ketentuan PERMENLHK, sanksi administratif dapat dikenakan. Hal ini dapat berupa teguran, pembekuan izin, bahkan pemberhentian kegiatan operasional. Dengan mengikuti Training Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air (PPPA) di Energy Academy, perusahaan dapat memastikan dirinya taat regulasi dan menghindari risiko sanksi. Lebih dari itu, keberadaan personel bersertifikasi juga menegaskan komitmen perusahaan terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan (Corporate Social Responsibility/CSR).

    Kenapa Harus Bersertifikasi BNSP?

    Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) adalah lembaga independen yang bertugas menetapkan standar kompetensi dan memberikan sertifikasi di berbagai bidang keahlian, termasuk lingkungan. Sertifikasi BNSP memastikan bahwa seseorang telah diuji kompetensinya sesuai standar nasional, dan diakui secara sah.

    Dengan memiliki PPPA yang bersertifikasi BNSP, perusahaan memperoleh jaminan kualitas SDM yang dapat diandalkan dalam menangani pencemaran air. Selain itu, sertifikasi ini meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata investor, klien, masyarakat, serta regulator. Dalam konteks persaingan global, kepatuhan terhadap standar lingkungan juga menjadi nilai tambah yang signifikan. Perusahaan yang peduli dan kompeten dalam aspek lingkungan berpeluang mendapatkan reputasi lebih baik, kemudahan akses pendanaan, dan penerimaan sosial yang lebih luas.

    Tujuan dan Manfaat Training Sertifikasi PPPA

    Memahami Regulasi dan Standar Nasional

    Peserta akan mendalami aturan-aturan terkait pengelolaan air limbah, mulai dari UU hingga PERMENLHK. Pemahaman ini membantu mereka merancang langkah-langkah pengelolaan air limbah yang selaras dengan regulasi, mengurangi risiko pelanggaran hukum.

    Meningkatkan Kompetensi Teknis

    Kompetensi teknis meliputi identifikasi sumber pencemaran, penentuan karakteristik limbah, pemilihan teknologi pengolahan, hingga operasi dan pemeliharaan instalasi. Dengan penguasaan aspek teknis ini, PPPA dapat memastikan sistem pengelolaan air limbah berjalan optimal.

    Mengembangkan Keterampilan Manajerial

    PPPA tidak hanya bekerja di tataran teknis. Mereka juga bertindak sebagai pengawas dan pengambil keputusan internal dalam menangani pencemaran air. Pelatihan ini mengembangkan keterampilan manajerial dan komunikasi, sehingga PPPA mampu berkoordinasi dengan berbagai departemen dan pemangku kepentingan.

    Menurunkan Risiko Lingkungan dan Kesehatan

    Air limbah yang tak dikelola dengan baik dapat menimbulkan dampak negatif seperti pencemaran sungai, menurunkan kualitas air tanah, serta menyebarkan penyakit. Keberadaan PPPA berkompeten membantu mengurangi risiko-risiko tersebut.

    Meningkatkan Reputasi dan Kepercayaan Publik

    Di era modern, perusahaan yang peduli lingkungan dianggap lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. Dengan memiliki personel bersertifikasi BNSP di bidang pengendalian air, perusahaan dapat meningkatkan citra positif dan kepercayaan publik.

    Cakupan Materi Pelatihan

    Melalui Training Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air (PPPA), peserta akan mempelajari berbagai materi esensial agar mampu menjalankan tugas pengendalian pencemaran air dengan efektif:

    Mengidentifikasi Sumber Pencemaran Air Limbah

    Pelatihan dimulai dengan memahami berbagai sumber limbah cair—mulai dari kegiatan produksi, pembersihan peralatan, hingga kegiatan operasional lain yang berpotensi membuang zat berbahaya ke lingkungan. Tujuannya adalah memetakan lokasi atau proses mana yang memiliki risiko paling tinggi.

    Menentukan Karakteristik Sumber Pencemaran Air Limbah

    Setiap sumber limbah memiliki ciri khas. Peserta belajar mengukur parameter fisika, kimia, dan biologi, seperti COD, BOD, TSS, pH, dan sebagainya. Hasil analisis ini menjadi dasar bagi pemilihan metode pengolahan yang tepat.

    Menilai Tingkat Pencemaran Air Limbah

    Pada tahap ini, peserta diajak menilai sejauh mana limbah cair yang dihasilkan perusahaan dapat berdampak pada lingkungan. Pemahaman tentang baku mutu limbah cair, metode sampling, analisis laboratorium, dan interpretasi data menjadi fokus utama.

    Menentukan Peralatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)

    Peserta mempelajari berbagai jenis IPAL, seperti sistem fisika, kimia, dan biologi (aerobik maupun anaerobik). Pilihan teknologi tergantung pada karakteristik limbah dan target efisiensi yang diinginkan.

    Mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air Limbah

    Tidak cukup hanya memilih teknologi, seorang PPPA juga harus memahami operasi harian IPAL. Materi mencakup prosedur start-up, pengaturan debit, pemantauan parameter proses, hingga pemeliharaan rutin.

    Melaksanakan Daur Ulang Olahan Air Limbah

    Daur ulang (recycling) atau reuse air limbah menjadi tren global untuk mengatasi krisis air. Peserta dilatih menyusun strategi reuse serta memastikan air hasil olahan memenuhi standar keselamatan untuk penggunaan tertentu.

    Menyusun Rencana Pemantauan Kualitas Air Limbah

    Pemantauan berkala dibutuhkan untuk mengevaluasi kinerja sistem pengolahan. Peserta dilatih merancang jadwal pemantauan, merumuskan indikator utama, dan menetapkan metode analisis laboratorium.

    Melaksanakan Pemantauan Kualitas Air Limbah

    Tahap implementasi rencana pemantauan ini mencakup pengambilan sampel, pengujian laboratorium, serta analisis tren data. Dari hasil pemantauan, perusahaan dapat memperbaiki sistem jika ditemukan deviasi dari baku mutu.

    Mengidentifikasi Bahaya dalam Pengolahan Air Limbah

    Pengolahan air limbah juga bisa berbahaya—misalnya keberadaan gas beracun di tangki atau resiko ledakan. Peserta belajar mengenai potensi hazard, memetakan risiko K3, serta cara menanganinya.

    Melakukan Tindakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap Bahaya dalam Pengolahan Air Limbah

    Bagian akhir menitikberatkan pada penerapan K3 di area IPAL. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), penyusunan prosedur tanggap darurat, serta pelatihan tim merupakan aspek penting guna mencegah kecelakaan kerja.

    Metode Pembelajaran dan Sertifikasi

    Training Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air (PPPA) di Energy Academy diselenggarakan dengan pendekatan yang interaktif dan aplikatif. Beberapa metode pembelajaran yang digunakan antara lain:

    Ceramah dan Diskusi Interaktif

    Instruktur berpengalaman di bidang lingkungan akan membawakan materi dengan didukung studi kasus nyata, sehingga peserta dapat berdiskusi dan bertanya tentang situasi spesifik di lapangan.

    Praktik Lapangan atau Simulasi

    Jika memungkinkan, peserta dapat diajak mengunjungi instalasi pengolahan air limbah. Simulasi pengoperasian alat juga dilakukan untuk memberi pengalaman langsung.

    Studi Kasus

    Berbagai contoh kasus pencemaran air di sektor industri (misalnya pertambangan, manufaktur, perkebunan) disajikan, membantu peserta memahami tantangan dan solusi lapangan yang beragam.

    Evaluasi dan Uji Kompetensi

    Setelah menyelesaikan modul pelatihan, peserta akan menjalani tes tertulis dan/atau praktik. Hasilnya menjadi salah satu acuan apakah peserta layak direkomendasikan mengikuti uji kompetensi BNSP.

    Jika peserta lulus uji kompetensi, mereka akan memperoleh sertifikat resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikat ini berlaku sebagai bukti keterampilan dan penguasaan materi sesuai standar nasional di bidang pengendalian pencemaran air.

    Kelebihan Mengikuti Program di Energy Academy

    Kurikulum Terupdate Sesuai Regulasi

    Energy Academy memastikan kurikulum selalu selaras dengan regulasi terbaru, termasuk PERMENLHK Nomor P.5/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2018. Dengan demikian, peserta dapat yakin bahwa pengetahuan yang diperoleh relevan dan memenuhi standar pemerintah.

    Instruktur Berpengalaman

    Para instruktur adalah praktisi yang telah lama berkecimpung di sektor lingkungan. Pengalaman lapangan tersebut membuat proses belajar semakin kaya, terutama saat membahas best practice dan cara mengatasi hambatan nyata di industri.

    Pendekatan Komprehensif

    Pelatihan di Energy Academy tak hanya menekankan aspek teknis, tapi juga mengembangkan keterampilan manajerial, komunikasi, dan penerapan K3. Hal ini penting agar lulusan PPPA mampu memimpin tim, bernegosiasi dengan manajemen, dan berinteraksi dengan regulator.

    Fleksibilitas Metode Pembelajaran

    Energy Academy menyediakan berbagai opsi format pelatihan—baik secara online, tatap muka, maupun blended learning—menyesuaikan kebutuhan dan ketersediaan waktu peserta.

    Jaringan Profesional Luas

    Peserta berkesempatan untuk memperluas jejaring profesional. Saling berbagi pengalaman antarpeserta dan instruktur bisa membuka peluang kolaborasi lintas perusahaan atau sektor.

    Tantangan dan Peluang di Masa Depan

    Seiring meningkatnya kesadaran dan penegakan regulasi lingkungan, permintaan terhadap tenaga profesional di bidang pengendalian pencemaran air diperkirakan akan terus bertumbuh. Perusahaan yang tidak mematuhi standar lingkungan bisa merugi, baik akibat sanksi hukum, kerugian reputasi, hingga protes dari masyarakat. Di sisi lain, profesional bersertifikasi PPPA yang ahli justru akan menjadi aset berharga bagi perusahaan, membantu memastikan kelancaran operasional dan keberlanjutan jangka panjang.

    Tantangan ke depan juga muncul dari inovasi teknologi. Misalnya, kemajuan dalam automation, Internet of Things (IoT), hingga big data bisa digunakan untuk pemantauan air limbah secara real-time. Ini menuntut PPPA untuk terus belajar dan beradaptasi, memanfaatkan teknologi demi mengoptimalkan kinerja sistem pengolahan limbah.

    Kesimpulan

    Training Sertifikasi PPPA Energy Academy merupakan jawaban bagi perusahaan dan profesional yang ingin meningkatkan kompetensi pengendalian pencemaran air sesuai standar nasional dan ketentuan PERMENLHK Nomor P.5/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2018. Melalui pemahaman mendalam tentang regulasi, teknik pengolahan limbah, pemantauan kualitas, serta penerapan K3, lulusan program ini dapat menjadi pilar utama dalam menjaga kualitas air di lingkungan kerjanya.

    Dari segi legalitas, keberadaan personel bersertifikasi BNSP juga memastikan perusahaan terhindar dari risiko sanksi dan masalah hukum. Lebih jauh lagi, reputasi perusahaan di mata investor, masyarakat, dan pemangku kepentingan meningkat jika mampu menunjukkan tanggung jawab dalam pengelolaan air limbah.

    Bagi individu, sertifikasi PPPA akan memperluas peluang karier dan meningkatkan nilai tawar di pasar kerja, mengingat industri semakin membutuhkan SDM yang piawai di sektor lingkungan. Bagi perusahaan, menyiapkan Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air yang kompeten adalah langkah bijak untuk mencapai efisiensi, berdaya saing, serta mewujudkan keberlanjutan usaha. Jika Anda tertarik mengikuti program ini, informasi lebih lanjut dapat diperoleh di Energy Academy dan Training Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air (PPPA). Mari bersama-sama kita ciptakan masa depan yang lebih hijau dan lestari.

  • Port Academy Perkuat SDM Maritim Lewat Diklat Jetty Master

    Port Academy Perkuat SDM Maritim Lewat Diklat Jetty Master

    Port Academy sukses menggelar Diklat Jetty Master di Jakarta pada Maret 2025. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kerja di sektor kepelabuhanan, khususnya dalam pengelolaan operasional terminal jetty.

    Diklat ini membahas berbagai aspek penting, seperti manajemen operasional jetty, regulasi keselamatan, koordinasi dengan kapal, serta manajemen risiko dan keamanan. Pelatihan ini ditujukan bagi petugas operasional pelabuhan, supervisor bongkar muat, perwira kapal, dan tenaga teknis di fasilitas maritim.

    Port Academy kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja di sektor kepelabuhanan dengan menggelar Diklat Jetty Master. Pelatihan berlangsung pada Maret 2025 dan bertujuan untuk membekali para profesional di industri maritim dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan dalam mengelola dan mengawasi operasional terminal jetty secara efektif.

    Menurut Wiratama, Direktur Port Academy, pelatihan ini sangat penting mengingat peran strategis seorang Jetty Master dalam memastikan keselamatan, efisiensi, dan kelancaran operasional di terminal jetty, baik dalam aktivitas bongkar muat maupun aspek keselamatan kerja.

    Meningkatkan Profesionalisme dan Keselamatan di Terminal Jetty

    Diklat ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai tugas dan tanggung jawab seorang Jetty Master, mulai dari pengelolaan operasional dermaga, koordinasi dengan berbagai pihak terkait, hingga penerapan regulasi keselamatan internasional dan nasional.

    Beberapa materi utama yang akan dibahas dalam pelatihan ini meliputi:

    ✅ Manajemen Operasional Jetty – Prosedur dan praktik terbaik dalam operasional terminal jetty.

    ✅ Regulasi dan Standar Keselamatan – Memahami aturan internasional seperti ISGOTT, ISPS Code, dan standar keselamatan lainnya.

    ✅ Koordinasi dengan Kapal dan Pihak Terkait – Teknik komunikasi dan pengelolaan pergerakan kapal di terminal jetty.

    ✅ Manajemen Risiko dan Keamanan – Pencegahan potensi bahaya serta penerapan prosedur darurat.

    Dengan adanya Diklat Jetty Master, diharapkan para peserta dapat meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam mengelola operasional jetty secara lebih efektif dan sesuai dengan standar industri.

    Target Peserta Diklat Jetty Master

    Pelatihan ini diperuntukkan bagi para profesional yang terlibat dalam operasional terminal jetty, termasuk:

    1. Petugas operasional pelabuhan dan terminal jetty

    2. Supervisor dan manajer bongkar muat

    3. Perwira kapal yang terlibat dalam operasional jetty

    4. Tenaga teknis yang bekerja di fasilitas maritim

    Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik dalam mengelola terminal jetty, memastikan keselamatan operasional, serta meningkatkan efisiensi dalam aktivitas kepelabuhanan.

    Komitmen Port Academy dalam Pengembangan SDM Maritim

    Sebagai lembaga pelatihan maritim yang berpengalaman, Port Academy terus berupaya menyediakan program pelatihan berkualitas yang selaras dengan kebutuhan industri. Dengan instruktur berpengalaman dan kurikulum berbasis standar internasional, peserta Diklat Jetty Master akan mendapatkan pengalaman belajar yang aplikatif dan berbasis praktik terbaik di industri kepelabuhanan.

    Bagi yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut atau mendaftar dalam Diklat Jetty Master, silakan kunjungi situs resmi Port Academy atau langsung ke halaman Diklat Jetty Master.

    Tentang Port Academy

    Port Academy adalah lembaga pelatihan profesional di sektor maritim dan kepelabuhanan yang berkomitmen dalam meningkatkan kompetensi SDM di Indonesia. Dengan berbagai program pelatihan bersertifikasi, Port Academy telah menjadi mitra strategis bagi perusahaan-perusahaan pelayaran, operator terminal, dan berbagai industri yang bergerak di bidang kepelabuhanan.

  • Perceraian dalam Pernikahan Campuran di Indonesia: Tantangan dan Solusi Hukum

    Perceraian dalam Pernikahan Campuran di Indonesia: Tantangan dan Solusi Hukum

    InDaily.co.id – Perceraian adalah suatu proses yang rumit dan penuh tantangan, terutama dalam konteks pernikahan campuran di Indonesia. Ketika seorang warga negara Indonesia dan pasangan asing memutuskan untuk berpisah, mereka harus mengikuti hukum yang berlaku di Indonesia serta mempertimbangkan sistem hukum negara pasangan asing tersebut. Memahami aspek hukum, hak-hak, dan prosedur yang terlibat sangat penting untuk mencapai penyelesaian yang adil dan lancar.

    Selain aspek hukum, perceraian dalam pernikahan campuran juga dapat menghadapi tantangan budaya dan emosional. Perbedaan dalam ekspektasi hukum, norma sosial, dan ketergantungan finansial dapat memperumit proses perceraian. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mendapatkan nasihat hukum profesional agar hak dan kepentingan kedua belah pihak terlindungi selama proses berlangsung.

    Dasar Hukum Perceraian di Indonesia

    Pertimbangan Agama dan Sipil

    Di Indonesia, pernikahan diatur oleh hukum agama, yang juga mempengaruhi proses perceraian. Kerangka hukum perceraian bervariasi tergantung pada agama pasangan:

    1. Pasangan Muslim
      Perceraian diatur oleh Hukum Islam dan diproses melalui Pengadilan Agama. Hukum Islam memperbolehkan perceraian melalui talak (penolakan dari suami) atau kesepakatan bersama.

    2. Pasangan Non-Muslim
      Perceraian ditangani oleh Pengadilan Negeri berdasarkan Hukum Perdata Indonesia. Proses ini bisa memakan waktu lama, terutama jika pasangan tidak dapat mencapai kesepakatan secara damai.

    Alasan Umum untuk Perceraian

    Hukum Indonesia mengakui beberapa alasan yang sah untuk perceraian, antara lain:

    1. Perselingkuhan
      Perselingkuhan oleh salah satu pasangan dapat menjadi alasan untuk mengajukan perceraian.

    2. Pengabaian
      Jika salah satu pasangan meninggalkan yang lain tanpa alasan yang jelas selama dua tahun atau lebih, pasangan yang ditinggalkan dapat mengajukan gugatan cerai.

    3. Konflik yang Tidak Dapat Didamaikan
      Ketidakcocokan yang terus-menerus yang membuat pernikahan tidak dapat dilanjutkan dapat menjadi alasan perceraian.

    4. Hukuman Penjara
      Jika salah satu pasangan dijatuhi hukuman penjara yang lama, pasangan lainnya dapat mengajukan perceraian.

    5. Penyakit Serius
      Penyakit fisik atau mental yang menghalangi kewajiban dalam pernikahan dapat menjadi alasan perceraian.

    6. Kekerasan dalam Rumah Tangga
      Segala bentuk kekerasan fisik, emosional, atau psikologis dapat menjadi dasar untuk mengajukan perceraian.

    Permohonan perceraian dapat diajukan oleh salah satu pasangan, tetapi prosedur hukum dapat bervariasi tergantung pada jenis pernikahan dan undang-undang yang berlaku. Penting untuk mengumpulkan bukti yang cukup untuk mendukung klaim, karena pengadilan akan menilai keabsahan alasan tersebut sebelum mengabulkan perceraian.

    Proses Hukum Perceraian dalam Pernikahan Campuran

    Mengajukan Perceraian

    Proses perceraian di Indonesia melibatkan beberapa langkah hukum:

    1. Pengajuan Permohonan Cerai
      Salah satu pasangan harus mengajukan permohonan cerai ke pengadilan yang berwenang.

    2. Sidang Pengadilan
      Pengadilan akan meninjau bukti, kesaksian, dan argumen hukum dari kedua belah pihak. Jika perceraian ditentang, sidang bisa berlangsung lebih lama.

    3. Mediasi
      Dalam beberapa kasus, pengadilan mungkin meminta mediasi untuk mencoba mencapai rekonsiliasi sebelum melanjutkan proses perceraian.

    4. Putusan Perceraian
      Jika mediasi tidak berhasil dan pengadilan menyetujui perceraian, maka akan dikeluarkan putusan resmi yang mengakhiri pernikahan.

    Pertimbangan Yurisdiksi

    Dalam kasus pernikahan campuran, yurisdiksi menjadi faktor penting. Jika pernikahan terdaftar di Indonesia, biasanya pengadilan Indonesia yang akan menangani perceraian. Namun, jika pernikahan terdaftar di luar negeri, pasangan mungkin perlu mengikuti prosedur hukum di kedua negara, tergantung pada kewarganegaraan pasangan asing. Beberapa negara mungkin tidak mengakui putusan perceraian dari Indonesia, sehingga memerlukan proses hukum tambahan untuk validasi internasional.

    Pembagian Aset dan Pertimbangan Keuangan

    Pembagian Properti

    Hukum properti di Indonesia dapat menyulitkan pembagian aset dalam perceraian pernikahan campuran. Tanpa adanya perjanjian pranikah atau pascanikah, pasangan warga negara Indonesia mungkin tidak memiliki hak atas properti. Pembagian harta akan bergantung pada:

    1. Perjanjian Pranikah atau Pasca Nikah
      Perjanjian ini mendefinisikan kepemilikan dan hak atas aset, sehingga pasangan Indonesia dapat mempertahankan hak properti secara terpisah.

    2. Keputusan Pengadilan
      Jika tidak ada kesepakatan, pengadilan akan memutuskan pembagian harta berdasarkan hukum yang berlaku, dengan mempertimbangkan kontribusi terhadap pernikahan, situasi keuangan, dan kepentingan anak-anak yang terlibat.

    Tunjangan dan Dukungan Keuangan

    Meskipun hukum Indonesia tidak secara eksplisit mengatur tunjangan, pengadilan dapat memberikan dukungan keuangan berdasarkan kebutuhan pasangan Indonesia, terutama jika ada anak-anak. Kewajiban keuangan pasangan asing akan bergantung pada beberapa faktor, seperti:

    1. Durasi pernikahan
    2. Status keuangan kedua belah pihak
    3. Kehadiran anak dan kebutuhan finansialnya
    4. Kemampuan masing-masing pasangan untuk mandiri setelah perceraian

    Jika pasangan warga negara Indonesia bergantung secara finansial pada pasangan asing, pengadilan dapat memerintahkan pengaturan keuangan sementara untuk memastikan stabilitas keuangan hingga pasangan tersebut mandiri.

    Hak Asuh Anak dan Hak Orang Tua

    Menentukan Hak Asuh Anak

    Hak asuh anak dalam perceraian pernikahan campuran mengikuti pedoman tertentu:

    1. Anak di Bawah 12 Tahun
      Biasanya hak asuh diberikan kepada ibu, kecuali jika dianggap tidak layak. Pengadilan akan mempertimbangkan kesejahteraan emosional anak dalam keputusan hak asuh.

    2. Anak di Atas 12 Tahun
      Anak-anak diizinkan untuk menyatakan preferensinya mengenai hak asuh. Keinginan anak akan dipertimbangkan, tetapi keputusan akhir tetap di tangan pengadilan berdasarkan kepentingan terbaik anak.

    3. Kepentingan Terbaik Anak
      Pengadilan akan mengutamakan kesejahteraan anak dengan mempertimbangkan aspek emosional, pendidikan, dan finansial.

    Kewarganegaraan dan Status Hukum Anak

    Anak-anak dari pernikahan campuran dapat memiliki kewarganegaraan ganda hingga usia 18 tahun, setelah itu mereka harus memilih satu kewarganegaraan. Perceraian tidak secara otomatis mempengaruhi status kewarganegaraan mereka, tetapi dapat berdampak pada hak tinggal dan tanggung jawab orang tua. Jika pasangan asing pindah, perjanjian hak asuh internasional mungkin diperlukan untuk memastikan hak-hak anak diakui di berbagai negara.

    Implikasi Residensi dan Visa

    Dampak terhadap Tempat Tinggal Pasangan Asing

    Pasangan asing yang memiliki KITAS (Izin Tinggal Sementara) yang disponsori oleh pasangan dapat kehilangan status kependudukan mereka setelah perceraian. Pilihan untuk mempertahankan tempat tinggal meliputi:

    1. Mengubah KITAS menjadi yang disponsori pekerjaan jika mereka memiliki pekerjaan.
    2. Mengajukan visa bisnis atau KITAS investor jika menjalankan bisnis.
    3. Mengajukan KITAP (Izin Tinggal Tetap) jika memenuhi syarat (memiliki KITAS setidaknya selama dua tahun), yang memberikan keamanan tempat tinggal jangka panjang.

    Pasangan asing disarankan untuk berkonsultasi dengan otoritas imigrasi untuk menghindari masalah hukum setelah perceraian. Penting untuk merencanakan langkah selanjutnya agar keberadaan hukum di Indonesia tetap terjaga.

    Kesimpulan

    Perceraian dalam pernikahan campuran di Indonesia melibatkan berbagai tantangan hukum, keuangan, dan pribadi. Memahami proses hukum, hak atas properti, hak asuh anak, dan implikasi visa sangat penting untuk memastikan transisi yang lancar. Mencari bantuan hukum profesional dapat membantu mengatasi kompleksitas dan melindungi hak-hak kedua belah pihak. Dengan mengambil langkah hukum yang tepat, pasangan dapat mencapai penyelesaian yang adil dan menghormati hak serta kewajiban masing-masing.

    Menghadapi legalitas pernikahan campuran di Indonesia bisa menjadi proses yang melelahkan. CPT Corporate menawarkan bantuan hukum yang ahli bagi pasangan dalam pernikahan campuran, termasuk perjanjian pranikah, legalitas perceraian, pemrosesan visa, dan solusi kepemilikan properti. Dengan pemahaman mendalam tentang kerangka hukum Indonesia, kami berkomitmen untuk memastikan proses yang bebas dari kerumitan bagi klien yang menghadapi tantangan hukum dalam pernikahan campuran mereka. Hubungi kami hari ini untuk mendapatkan bimbingan profesional yang sesuai dengan situasi unik Anda. (*)

  • Strategi Jitu Menjual Mobil Bekas: Dapatkan Harga Terbaik dengan Waktu yang Tepat!

    Strategi Jitu Menjual Mobil Bekas: Dapatkan Harga Terbaik dengan Waktu yang Tepat!

    InDaily.co.id – Menjual mobil bekas bukan hanya sekadar mengganti kendaraan lama dengan yang baru; ada strategi tertentu yang perlu diperhatikan agar Anda bisa mendapatkan harga terbaik. Jika Anda menjual mobil pada waktu yang kurang tepat, nilainya bisa turun drastis. Sebaliknya, dengan memilih momen yang tepat, Anda dapat meraih keuntungan yang lebih besar. Lalu, kapan sebenarnya waktu yang ideal untuk menjual mobil bekas Anda? Mari kita simak ulasannya berikut ini!

    1. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Jual Mobil Bekas

    Sebelum membahas waktu yang tepat untuk menjual mobil bekas, penting untuk memahami beberapa faktor yang dapat memengaruhi harga jual kendaraan Anda.

    Kondisi Mobil Bekas
    Kondisi mobil adalah faktor utama yang menentukan harga jualnya. Jika mobil Anda dalam keadaan baik, dirawat dengan rutin, dan tidak memiliki masalah mesin, maka harga jualnya akan tetap tinggi. Selain itu, eksterior dan interior yang bersih serta bebas dari kerusakan juga akan meningkatkan daya tarik bagi calon pembeli.

    Tren Pasar dan Permintaan Konsumen
    Pasar mobil bekas selalu berubah. Ada waktu-waktu tertentu di mana permintaan mobil meningkat, seperti menjelang akhir tahun ketika banyak orang mencari kendaraan baru untuk perjalanan liburan. Begitu juga setelah Lebaran, saat masyarakat menerima THR dan ingin membeli mobil.

    Usia dan Kilometer Pemakaian
    Semakin tua usia mobil dan semakin tinggi kilometer pemakaiannya, maka harga jualnya cenderung menurun. Idealnya, mobil bekas dijual sebelum mencapai 100.000 km agar nilainya tetap tinggi. Dealer mobil bekas dan showroom biasanya lebih tertarik pada mobil yang usianya masih di bawah lima tahun.

    2. Waktu Terbaik untuk Menjual Mobil Bekas

    Menentukan waktu yang tepat untuk menjual mobil bekas adalah strategi yang dapat meningkatkan nilai jual kendaraan Anda. Berikut beberapa momen yang bisa Anda manfaatkan:

    Saat Nilai Depresiasi Masih Rendah
    Nilai mobil mulai turun drastis setelah lima tahun pertama pemakaian. Jika Anda berencana untuk menjual mobil bekas dengan harga terbaik, lakukan sebelum mobil mencapai usia lima tahun. Pada usia ini, harga masih cukup tinggi dan peminatnya masih banyak.

    Menjelang Musim Liburan atau Hari Raya
    Permintaan mobil bekas cenderung meningkat menjelang musim liburan atau hari raya, seperti Lebaran dan Natal. Banyak orang mencari kendaraan untuk perjalanan jauh, sehingga harga jual di showroom mobil bekas pun bisa lebih kompetitif.

    Ketika Tren Mobil Sedang Populer
    Jika jenis mobil Anda sedang tren di pasaran, inilah waktu yang tepat untuk menjualnya. Misalnya, saat harga BBM naik, mobil dengan konsumsi bahan bakar irit akan lebih diminati dibandingkan mobil dengan kapasitas mesin besar.

    Saat Mobil Masih dalam Kondisi Prima
    Sebaiknya jual mobil bekas sebelum mulai muncul banyak masalah teknis. Jika Anda menunggu terlalu lama hingga mobil sering masuk bengkel, harga jualnya akan semakin turun. Pembeli atau dealer mobil bekas tentu lebih memilih mobil yang masih dalam kondisi baik tanpa harus mengeluarkan biaya perbaikan tambahan.

    3. Tips Jual Mobil Bekas Agar Cepat Laku dengan Harga Terbaik

    Lakukan Servis dan Perawatan Sebelum Dijual
    Pastikan mobil dalam kondisi terbaik sebelum ditawarkan. Lakukan servis rutin, ganti oli, dan pastikan tidak ada suara mesin yang aneh. Pembeli biasanya lebih tertarik pada mobil yang siap pakai tanpa perlu perbaikan tambahan.

    Jual di Tempat yang Tepat
    Ada berbagai cara untuk menjual mobil bekas, mulai dari menjual langsung ke pembeli, melalui showroom mobil bekas, hingga menggunakan layanan dealer. Jika ingin transaksi lebih mudah dan cepat, Anda bisa memanfaatkan platform jual beli mobil online yang terpercaya. Dengan menerapkan tips ini, Anda bisa menjangkau lebih banyak pembeli potensial.

    Tentukan Harga yang Kompetitif
    Sebelum menetapkan harga, lakukan riset pasar untuk mengetahui harga pasaran mobil bekas sejenis. Jangan mematok harga terlalu tinggi karena bisa membuat mobil Anda sulit terjual, tetapi juga jangan terlalu rendah agar tidak merugi. Menawarkan harga yang masuk akal namun tetap menguntungkan adalah salah satu kunci sukses dalam menjual mobil bekas.

    4. Perhatikan Waktu Pasar dan Perubahan Kebijakan

    Selain mempertimbangkan musim liburan dan tren pasar, Anda juga perlu memperhatikan perubahan kebijakan pemerintah yang dapat memengaruhi harga mobil bekas. Misalnya, kenaikan pajak kendaraan, regulasi pembatasan usia kendaraan, atau aturan terkait emisi gas buang. Jika ada kebijakan baru yang dapat berdampak pada harga jual mobil, sebaiknya segera lakukan transaksi sebelum harga kendaraan turun akibat permintaan pasar yang menurun.

    5. Gunakan Foto dan Deskripsi yang Menarik

    Dalam menjual mobil bekas secara online, tampilan visual sangat berpengaruh. Pastikan Anda mengambil foto dengan pencahayaan yang baik, memperlihatkan mobil dari berbagai sudut, serta menampilkan kondisi interior dan eksterior secara detail. Jangan lupa untuk menambahkan deskripsi yang jujur dan informatif, seperti tahun pembuatan, varian mobil, kilometer yang telah ditempuh, riwayat servis, dan kelengkapan surat-surat kendaraan. Semakin lengkap informasi yang Anda berikan, semakin besar peluang mobil cepat terjual dengan harga terbaik.

    6. Hindari Kesalahan Umum Saat Menjual Mobil Bekas

    Banyak penjual mobil bekas yang melakukan kesalahan kecil namun berdampak besar terhadap harga jualnya. Berikut beberapa kesalahan yang harus dihindari:

    • Menunda perbaikan kecil, seperti cat terkelupas atau goresan ringan yang bisa mengurangi daya tarik mobil.
    • Mematok harga terlalu tinggi tanpa riset pasar, yang membuat mobil sulit terjual.
    • Kurang aktif dalam merespons calon pembeli, sehingga kesempatan negosiasi bisa hilang begitu saja.

    Dengan menghindari kesalahan ini, Anda dapat menjual mobil dengan lebih cepat dan mendapatkan keuntungan yang maksimal.

    Menjual mobil bekas memang membutuhkan strategi agar mendapatkan harga terbaik. Dengan memilih waktu yang tepat, menjaga kondisi kendaraan, dan menentukan harga yang kompetitif, Anda bisa meningkatkan peluang mobil terjual dengan cepat.

    Jangan ragu untuk menggunakan platform terpercaya seperti jualmobilmu.id yang menawarkan kemudahan transaksi, keamanan, dan harga terbaik bagi penjual.

    Saatnya Menjual Mobil Bekas Anda!

    Menentukan waktu yang tepat untuk menjual mobil bekas bisa memberikan keuntungan lebih bagi Anda. Pastikan mobil dalam kondisi terbaik, perhatikan tren pasar, dan manfaatkan momen seperti musim liburan atau tren kendaraan tertentu. Pilihlah platform atau tempat jual beli yang terpercaya agar transaksi lebih aman dan menguntungkan.

    Jika Anda ingin menjual mobil bekas dengan cara yang mudah, cepat, dan harga terbaik, kunjungi jualmobilmu.id sekarang juga! Platform ini membantu Anda mendapatkan pembeli potensial dengan proses yang aman dan terpercaya. Jika ada pertanyaan atau keraguan, langsung hubungi kami. Jangan tunggu terlalu lama, jual mobil Anda sekarang dan dapatkan penawaran terbaik! (*)

  • Selama Lebaran KAI Sediakan 4,5 Juta Tiket, 1,7 Juta Sudah Terjual

    Selama Lebaran KAI Sediakan 4,5 Juta Tiket, 1,7 Juta Sudah Terjual

    InDaily.co.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) berkomitmen untuk menyediakan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat. Dalam rangka mendukung kelancaran Angkutan Lebaran 1446 H/2025, KAI telah menyiapkan total kapasitas sebanyak 4.591.510 tempat duduk untuk periode 21 Maret hingga 11 April 2025. Dari jumlah tersebut, 2.752.310 tempat duduk atau 59,94% adalah untuk kereta api (KA) kelas ekonomi dengan tarif yang lebih terjangkau.

    “Penyediaan tempat duduk ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mendukung mobilitas masyarakat selama Lebaran, dengan tetap mengutamakan keselamatan, ketepatan waktu, dan kenyamanan. Dari total kapasitas kelas ekonomi, sebanyak 1.633.720 tempat duduk dialokasikan untuk KA ekonomi komersial, sementara 1.118.590 tempat duduk lainnya merupakan KA ekonomi bersubsidi yang mendapatkan dukungan dari pemerintah,” jelas Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, dilansir Sabtu, 8 Maret 2025.

    Selain KA kelas ekonomi, KAI juga menyediakan 1.839.200 tempat duduk untuk layanan KA kelas eksekutif, bisnis, KA lokal komersial, KA feeder, dan KA perintis, yang menjadi pilihan utama masyarakat dalam bertransportasi.

    Sebagai bagian dari komitmen KAI untuk mewujudkan transportasi berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, layanan KA kelas ekonomi tetap dapat diakses dengan harga yang terjangkau.

    “Kami menyadari bahwa masyarakat memerlukan moda transportasi yang nyaman, aman, dan ekonomis. Oleh karena itu, lebih dari separuh kapasitas yang kami sediakan adalah untuk KA kelas ekonomi dengan tarif yang lebih terjangkau,” tambah Didiek.

    Dengan kebijakan tarif yang bersahabat, KAI tidak hanya mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat konektivitas antardaerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.

    Didiek juga menjelaskan bahwa selama masa Angkutan Lebaran, KAI akan mengoperasikan 9.572 perjalanan KA dalam 22 hari. Dari jumlah tersebut, 8.492 perjalanan adalah KA reguler, sementara 1.080 perjalanan merupakan KA tambahan.

    “Dengan kapasitas yang lebih besar, KAI berharap dapat memberikan lebih banyak pilihan perjalanan bagi masyarakat yang ingin mudik. Kehadiran KA juga membantu mengurangi kemacetan di jalan raya akibat tingginya penggunaan kendaraan pribadi, sehingga perjalanan menjadi lebih lancar,” ungkap Didiek.

    Hingga 8 Maret 2025 pukul 07.00 WIB, KAI mencatat penjualan tiket KA jarak jauh mencapai 1.716.005 tiket atau 49,83% dari total kapasitas yang tersedia. Sementara itu, tiket KA lokal yang terjual mencapai 28.089 tiket atau sekitar 2,45%.

    “Tingkat penjualan KA lokal masih relatif rendah karena sebagian besar layanan baru dapat dipesan pada H-30. Beberapa layanan bahkan baru dapat dipesan H-7 sebelum keberangkatan,” jelas Didiek.

    Untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan, KAI juga menawarkan promo diskon tiket dalam rangka mendukung angkutan Lebaran 2025.

    “KAI saat ini menghadirkan promo spesial dengan diskon hingga 25% bagi pelanggan yang melakukan perjalanan pada periode 7-17 Maret 2025. Promo ini diharapkan menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin mudik lebih awal dengan tarif yang lebih terjangkau. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui aplikasi Access by KAI,” tambah Didiek.

    KAI juga menghadirkan berbagai program spesial selama Lebaran, seperti dekorasi tematik di stasiun dan dalam kereta, pembagian takjil gratis, serta souvenir menarik.

    “Kami berterima kasih atas kepercayaan pelanggan yang telah memesan tiket dan memilih kereta api sebagai moda transportasi untuk mudik Lebaran 2025. Dengan semangat pelayanan dan keselamatan, KAI siap mengantar masyarakat kembali ke kampung halaman dengan nyaman dan penuh kebahagiaan,” tutup Didiek.

    1,7 Juta Tiket KAI Mudik Lebaran 2025 Ludes Terjual

    Sementara, Wakil Presiden Hubungan Masyarakat KAI, Anne Purba, mengungkapkan bahwa data penjualan tiket yang disampaikan merupakan informasi yang diperoleh hingga 7 Maret 2025 pukul 07.00 WIB. Dia menambahkan bahwa penjualan tiket terus mengalami peningkatan seiring dengan pembukaan pemesanan.

    “Informasi terbaru per 7 Maret pukul 07.00 menunjukkan bahwa dari total 4,5 juta tiket yang disediakan, lebih dari 1,7 juta tiket telah terjual. Kami optimis penjualan akan terus meningkat sepanjang hari ini,” kata Anne di KAI Jakarta Railway Center, Jakarta, pada hari Jumat, 7 Maret.

    Anne merinci bahwa dari total tiket yang terjual, 1.685.183 tiket berasal dari kereta jarak jauh, sedangkan 25.275 tiket berasal dari kereta lokal. Dengan demikian, total tiket yang terjual mencapai 1.710.458.

    Dia juga menjelaskan bahwa rendahnya penjualan tiket kereta lokal disebabkan oleh kebijakan penjualan yang berbeda. “Tiket untuk kereta lokal baru dapat dibeli H-30, dan beberapa bahkan baru tersedia H-7 sebelum keberangkatan. Jadi, hingga saat ini, total tiket yang terjual adalah 1,7 juta,” jelasnya.

    KAI Tidak Menurunkan Harga Tiket

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memberikan klarifikasi mengenai tarif tiket kereta api yang tetap stabil, berbeda dengan tiket pesawat yang sering mengalami penurunan harga saat musim puncak mudik dan balik Lebaran 2025.

    EVP Sekretaris Perusahaan KAI, Raden Agus Dwinanto Budiadji, menegaskan bahwa KAI tidak pernah menaikkan tarif kereta api pada saat puncak arus mudik dan balik Lebaran.

    “Jika ditanya mengapa harga tiket kereta api tidak diturunkan, jawabannya adalah karena kami juga tidak menaikkan tarifnya,” ungkap Raden saat ditemui di KAI Jakarta Railway Center, Gambir, Jakarta, pada hari Jumat, 7 Maret.

    Lebih lanjut, Raden menjelaskan bahwa KAI menyediakan lebih banyak pilihan kelas ekonomi, baik dalam layanan public service obligation (PSO) maupun layanan komersial, sehingga tarif kereta api tetap dianggap terjangkau.

    “Sekitar 60 persen dari kelas yang kami tawarkan adalah kelas ekonomi, meskipun ada juga segmen komersial dan PSO. Oleh karena itu, perubahan tarif di segmen ini tidak akan signifikan jika dibandingkan dengan akhir pekan biasa,” tambahnya. (*)

  • Transformasi dari BIM ke Digital Twin: Efisiensi Operasional dengan Autodesk Tandem

    Transformasi dari BIM ke Digital Twin: Efisiensi Operasional dengan Autodesk Tandem

    InDaily.co.id – Dalam konteks transformasi digital di sektor konstruksi, teknologi digital twin telah muncul sebagai solusi inovatif untuk mengelola dan mengoptimalkan operasional bangunan. Autodesk Tandem adalah platform berbasis cloud yang dirancang khusus untuk para profesional di bidang Arsitektur, Teknik, dan Konstruksi (AEC). Platform ini memungkinkan pengguna untuk menciptakan, mengelola, dan memelihara digital twin, yaitu replika digital yang secara akurat merepresentasikan aset fisik. Dengan mengintegrasikan data Building Information Modeling (BIM) dari model Revit atau file IFC, Autodesk Tandem menggabungkan informasi desain dengan data operasional nyata, seperti sensor IoT, dokumen pemeliharaan, dan data performa bangunan. Hasilnya adalah model digital yang kaya informasi, yang dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

    Platform ini dilengkapi dengan berbagai fitur unggulan yang mempermudah proses pembuatan digital twin. Salah satunya adalah fitur Twin Building, yang memungkinkan pembuatan model digital dengan cepat dan akurat melalui antarmuka yang sudah dikenal pengguna, serta dilengkapi dengan template yang dapat disesuaikan untuk berbagai jenis bangunan. Selain itu, fitur Insightful Operations memberikan akses ke analisis performa operasional secara real-time melalui integrasi dengan sistem Building Management System (BMS) dan sensor, sehingga memungkinkan deteksi dini terhadap potensi masalah dan peningkatan efisiensi energi. Fitur integrasi dokumen dan aset juga memudahkan penghubungan antara data digital dengan informasi penting seperti manual pemeliharaan, garansi, dan spesifikasi produk, yang mendukung proses serah terima yang lebih transparan antara tim konstruksi dan pengelola fasilitas.

    Penerapan Autodesk Tandem memberikan manfaat signifikan bagi perusahaan AEC, termasuk optimalisasi operasional dan penghematan biaya. Dengan adanya digital twin, pemantauan kondisi bangunan dapat dilakukan secara menyeluruh, sehingga potensi masalah dapat terdeteksi lebih awal dan diatasi sebelum berdampak besar pada operasional. Beberapa studi kasus, seperti penerapan di Metro Istanbul dan Windover Construction, menunjukkan pengurangan biaya pemeliharaan dan peningkatan efisiensi energi yang signifikan. Hal ini membuktikan bahwa integrasi data desain dan operasional melalui digital twin tidak hanya meningkatkan kinerja bangunan, tetapi juga membuka peluang baru dalam pengembangan layanan digital yang inovatif.

    Secara keseluruhan, Autodesk Tandem menawarkan solusi strategis untuk menghadapi tantangan pengelolaan bangunan yang kompleks di era digital. Dengan kemampuannya untuk mengintegrasikan berbagai sumber data dan menyediakan analisis real-time, platform ini mendukung kolaborasi yang lebih baik antara pemangku kepentingan di seluruh siklus hidup bangunan. Bagi perusahaan yang ingin tetap kompetitif dan mengoptimalkan operasional, Agile Solution memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi potensi digital twin, membuka jalan menuju pengelolaan bangunan yang lebih cerdas dan terintegrasi di masa depan. (*)

  • Peran ESG dalam Meningkatkan Investasi Global dan Keberlanjutan

    Peran ESG dalam Meningkatkan Investasi Global dan Keberlanjutan

    InDaily.co.id – ESG (Environmental, Social, Governance) semakin menjadi faktor kunci dalam menarik investasi asing di era globalisasi. ESG tidak hanya mencerminkan komitmen perusahaan atau negara terhadap keberlanjutan, tetapi juga berfungsi sebagai indikator risiko dan potensi pertumbuhan jangka panjang. Saat ini, investor global lebih selektif dan memprioritaskan entitas yang mampu mengintegrasikan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik dalam operasional mereka.

    Aspek lingkungan menjadi sangat penting di tengah tekanan krisis iklim. Perusahaan yang memanfaatkan energi terbarukan, mengurangi emisi karbon, atau menerapkan prinsip ekonomi sirkular dianggap lebih kompetitif. Negara yang menerapkan kebijakan hijau, seperti insentif untuk energi bersih atau regulasi emisi yang rendah, lebih mudah menarik investasi asing, terutama dari investor yang fokus pada portofolio berkelanjutan. Menurut laporan Bloomberg Intelligence, total investasi dalam aset yang berfokus pada ESG diperkirakan akan mencapai $53 triliun pada tahun 2025.

    Di sisi sosial, hubungan yang harmonis antara perusahaan, pekerja, komunitas, dan konsumen menjadi daya tarik tersendiri. Perusahaan yang menghormati hak pekerja, mendukung inklusi, dan memberdayakan UMKM lokal menciptakan ekosistem bisnis yang stabil dan berkelanjutan. Investor cenderung menghindari wilayah yang mengalami konflik sosial atau pelanggaran hak asasi manusia, sementara negara dengan kebijakan publik yang inklusif dan kesenjangan sosial yang rendah lebih mudah menarik modal asing.

    Tata kelola yang transparan dan akuntabel juga menjadi fondasi kepercayaan investor. Praktik seperti pelaporan keuangan yang terbuka, keberagaman dalam dewan direksi, dan pencegahan korupsi dapat meningkatkan daya saing suatu negara. Contohnya, Singapura dan negara-negara Skandinavia sering menjadi tujuan investasi berkat indeks tata kelola yang tinggi. Investor institusional seperti BlackRock bahkan menjadikan kriteria tata kelola sebagai syarat utama dalam portofolio mereka.

    Peran teknologi juga sangat penting dalam mendorong kinerja ESG. Bagas Adji Saputra, seorang praktisi IT dan keberlanjutan, menekankan bahwa inovasi digital seperti analitik big data, kecerdasan buatan (AI), dan blockchain memungkinkan pemantauan ESG secara real-time. “Sensor IoT dapat mengukur emisi pabrik dengan akurat, sementara blockchain menjamin transparansi dalam rantai pasok. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan akurasi data, tetapi juga membangun kepercayaan investor yang mengutamakan fakta berbasis data,” ujarnya., dilansir Sabtu, 8 Maret 2025. Adopsi teknologi juga memudahkan perusahaan untuk memenuhi regulasi global seperti EU Taxonomy atau standar SASB, serta memperluas peluang kolaborasi dengan investor internasional.

    Pada akhirnya, ESG telah menjadi elemen kompetitif baru dalam pasar global. Bagi Indonesia, momen ini merupakan peluang emas untuk memperbaiki iklim investasi melalui kebijakan yang berkelanjutan, transparan, dan inklusif. Seperti yang disampaikan Bagas Adji Saputra, integrasi antara teknologi dan prinsip ESG akan menjadi kunci untuk memenangkan persaingan di era transisi hijau. Dengan meningkatnya kesadaran konsumen dan ketatnya regulasi global, investasi berbasis ESG diprediksi akan terus mendominasi, menjadikannya bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan fundamental untuk pertumbuhan ekonomi yang bertanggung jawab. (*)

  • Energy Academy Luncurkan Training PPPA: Solusi Pencemaran Air

    Energy Academy Luncurkan Training PPPA: Solusi Pencemaran Air

    InDaily.co.id – Pencemaran air merupakan masalah lingkungan yang mendesak dan terus menjadi fokus perhatian pemerintah, masyarakat, serta sektor industri. Berbagai industri, mulai dari manufaktur hingga pertambangan, memiliki potensi untuk mencemari sumber daya air melalui limbah yang dihasilkan. Menyadari dampak serius dari pencemaran ini, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan sejumlah regulasi untuk memastikan bahwa setiap kegiatan usaha mematuhi standar pengelolaan air limbah yang ketat. Salah satu regulasi penting adalah Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PERMENLHK) Nomor P.5/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2018, yang mengatur standar dan sertifikasi kompetensi bagi Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air (PPPA) dan Penanggung Jawab Operasional Air Limbah (POPAL).

    Untuk membantu perusahaan memenuhi regulasi dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang pengelolaan air, Energy Academy meluncurkan Training Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air (PPPA). Program ini dirancang secara menyeluruh untuk memberikan peserta pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam mencegah dan menangani pencemaran air dari berbagai kegiatan industri. Sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) juga menjadi bagian dari pelatihan ini, memastikan bahwa lulusan diakui secara resmi dalam kompetensinya. Artikel ini akan membahas pentingnya pelatihan ini, materi yang diajarkan, serta manfaat yang diperoleh oleh peserta dan perusahaan.

    Latar Belakang Pentingnya Pengendalian Pencemaran Air

    Ketersediaan air bersih adalah hak asasi manusia, namun banyak daerah di Indonesia masih menghadapi kesulitan dalam menyediakan air yang layak untuk dikonsumsi. Selain faktor alam, limbah industri dan air limbah domestik sering mencemari sungai, danau, dan sumber air lainnya, memperburuk krisis air bersih. Pertumbuhan industri dan urbanisasi yang pesat juga meningkatkan risiko pencemaran air.

    PERMENLHK Nomor P.5/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2018 mengatur kewajiban perusahaan untuk memiliki personel yang kompeten dalam pengendalian pencemaran air. Perusahaan yang tidak mematuhi regulasi ini dapat dikenakan sanksi administratif, termasuk pencabutan izin operasional. Pelatihan dan sertifikasi menjadi langkah strategis bagi perusahaan untuk memenuhi regulasi dan meningkatkan pengelolaan lingkungan.

    Dasar Hukum: Kewajiban dan Tanggung Jawab Perusahaan

    Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menegaskan bahwa setiap pelaku usaha bertanggung jawab untuk mencegah dan menangani dampak negatif terhadap lingkungan, termasuk pencemaran air. Perusahaan diwajibkan untuk menyusun Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) yang mencakup rencana pengendalian air limbah.

    PERMENLHK Nomor P.5/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2018 menetapkan standar sertifikasi bagi PPPA dan POPAL, menjelaskan kualifikasi, kompetensi, serta prosedur sertifikasi untuk SDM yang bertanggung jawab dalam pengendalian pencemaran air.

    Sanksi dan Implikasi

    Jika perusahaan tidak memenuhi standar kompetensi PPPA sesuai peraturan, mereka dapat dikenakan sanksi administratif. Jika pencemaran air yang ditimbulkan berdampak serius pada lingkungan dan masyarakat, reputasi perusahaan juga terancam, berpotensi menyebabkan konflik sosial, tuntutan hukum, atau penutupan pabrik.

    Mengapa Training PPPA Penting?

    1. Pemenuhan Kewajiban Hukum: Training PPPA adalah cara efektif untuk mendapatkan kualifikasi dan sertifikasi sesuai PERMENLHK, menunjukkan komitmen perusahaan terhadap perlindungan lingkungan.

    2. Upaya Pencegahan yang Terukur: Penanganan proaktif terhadap pencemaran air dapat mengurangi kerugian finansial dan reputasi, serta menekan biaya remediasi jangka panjang.

    3. Keterampilan Teknis dan Manajerial: PPPA perlu memiliki pemahaman teknis dan keterampilan manajerial untuk mengelola pengendalian pencemaran air secara efektif.

    4. Kredibilitas di Mata Pemangku Kepentingan: Memiliki PPPA bersertifikasi meningkatkan kepercayaan investor dan masyarakat, serta memperkuat posisi perusahaan dalam kerja sama bisnis.

    Materi Pelatihan: Menjawab Tantangan Pencemaran Air

    Training PPPA dari Energy Academy mencakup berbagai materi, antara lain:

    • Identifikasi Sumber Pencemaran Air Limbah: Peserta akan belajar mengenali titik-titik kritis dalam proses produksi yang berpotensi menghasilkan air limbah, baik dari sektor manufaktur, pertambangan, pertanian, maupun limbah domestik. Ini adalah langkah awal yang penting dalam pemetaan risiko pencemaran.

    • Menentukan Karakteristik Sumber Pencemaran Air Limbah: Peserta akan mempelajari berbagai jenis limbah cair, termasuk logam berat, sisa bahan kimia, dan limbah organik. Modul ini mencakup parameter fisika, kimia, dan biologi yang menjadi indikator tingkat pencemaran.

    • Menilai Tingkat Pencemaran Air Limbah: Materi ini mendorong peserta untuk mengevaluasi kadar polutan dalam air limbah dan membandingkannya dengan baku mutu yang berlaku. Teknik sampling, pengujian laboratorium, dan interpretasi data juga akan dibahas.

    • Menentukan Peralatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL): Peserta akan diajarkan tentang teknologi IPAL yang tepat, termasuk sistem biologis (seperti activated sludge dan biofilter) serta sistem fisika-kimia (seperti koagulasi dan flokulasi). Pertimbangan kapasitas, efisiensi, dan biaya operasional juga akan dibahas.

    • Mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air Limbah: Materi ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada prosedur pemeliharaan, troubleshooting, dan pengaturan parameter proses agar hasil olahan air memenuhi standar lingkungan.

    • Melaksanakan Daur Ulang Olahan Air Limbah: Peserta akan memahami langkah-langkah untuk menerapkan sistem daur ulang air limbah yang aman, terutama di daerah dengan keterbatasan sumber air.

    • Menyusun Rencana Pemantauan Kualitas Air Limbah: Pemantauan berkala adalah kunci keberhasilan pengendalian pencemaran air. Peserta akan belajar tentang metode pengambilan sampel, analisis laboratorium, dan pelaporan ke instansi terkait.

    • Melaksanakan Pemantauan Kualitas Air Limbah: Materi ini menekankan implementasi rencana pemantauan, pemeriksaan kualitas air secara rutin, dan tindakan korektif jika parameter melebihi ambang batas.

    • Mengidentifikasi Bahaya dalam Pengolahan Air Limbah: Peserta akan mempelajari risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang terkait dengan pengoperasian IPAL, termasuk potensi bahaya dari bahan kimia dan kontaminasi.

    • Melakukan Tindakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): Modul terakhir akan menekankan pentingnya menerapkan standar K3 di area IPAL, termasuk prosedur tanggap darurat dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD).

    Metode dan Pendekatan Pelatihan

    • Ceramah Interaktif: Instruktur berpengalaman akan menyampaikan konsep utama dengan cara yang mudah dipahami, disertai contoh kasus dari industri nyata. Peserta akan diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan bertanya.

    • Studi Kasus: Peserta akan menganalisis skenario pencemaran air dari berbagai sektor, seperti pertambangan batubara, industri tekstil, dan perkebunan kelapa sawit. Ini akan memperkuat keterampilan pemecahan masalah dan antisipasi kondisi lapangan.

    • Praktik Lapangan atau Simulasi: Jika memungkinkan, peserta akan melakukan kunjungan ke lokasi IPAL atau simulasi penggunaan alat pengukur kualitas air. Metode ini memastikan pemahaman yang lebih baik tentang proses aktual.

    • Evaluasi dan Uji Kompetensi: Setelah menyelesaikan materi, peserta akan menjalani ujian, baik tulis maupun praktik, untuk memastikan kompetensi yang telah dikuasai. Peserta yang memenuhi standar akan mengikuti uji kompetensi BNSP untuk mendapatkan sertifikat resmi.

    Manfaat Bagi Peserta dan Perusahaan

    1. Meningkatkan Kompetensi dan Peluang Karier: Sertifikasi BNSP di bidang pengendalian pencemaran air menjadi bukti keahlian yang diakui secara nasional, membuka peluang promosi atau kerja di perusahaan yang memprioritaskan kepatuhan lingkungan.

    2. Kepatuhan Regulasi dan Minimalkan Risiko Hukum: Perusahaan yang mempekerjakan PPPA bersertifikasi berada di jalur yang tepat untuk memenuhi persyaratan PERMENLHK P.5/2018, sehingga risiko sanksi administratif atau tuntutan hukum berkurang.

    3. Efisiensi dan Optimasi Sumber Daya: Penanganan limbah air secara profesional dapat menekan biaya remediasi jangka panjang, mencegah gangguan operasional, dan meningkatkan efisiensi penggunaan air melalui praktik daur ulang.

    1. Meningkatkan Citra dan Daya Saing: Perusahaan yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan cenderung memiliki reputasi yang lebih baik di mata masyarakat dan pemangku kepentingan, seperti investor, konsumen, dan lembaga keuangan. Kepatuhan terhadap regulasi lingkungan dan sertifikasi SDM menjadi nilai tambah yang membedakan perusahaan dari kompetitor.

    2. Budaya Kerja yang Lebih Aman dan Sehat: Dengan mempelajari identifikasi bahaya dan tindakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam pengolahan air limbah, risiko kecelakaan kerja dapat diminimalkan. Karyawan yang merasa aman akan lebih produktif, yang pada gilirannya berdampak positif pada kinerja perusahaan.

    Prospek Masa Depan Profesi PPPA

    Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan isu lingkungan, permintaan akan profesi PPPA semakin meningkat di berbagai sektor. Perusahaan di sektor pertambangan, pabrik kimia, pengolahan makanan, konstruksi, hingga fasilitas kesehatan semuanya memerlukan kompetensi dalam pengendalian pencemaran air. Selain itu, lulusan training PPPA yang telah bersertifikasi BNSP memiliki fleksibilitas untuk berkarier sebagai konsultan lingkungan, auditor, atau berposisi strategis di lembaga pemerintah maupun LSM yang fokus pada konservasi lingkungan.

    Mengapa Memilih Training PPPA di Energy Academy?

    1. Berpengalaman di Industri Energi dan Lingkungan: Energy Academy memiliki rekam jejak yang kuat dalam melatih SDM di bidang energi, migas, dan lingkungan. Dengan menggabungkan pengalaman praktis dan metodologi pelatihan modern, peserta akan mendapatkan wawasan yang relevan dengan kondisi lapangan.

    2. Materi Sesuai Standar PERMENLHK: Kurikulum training PPPA dirancang mengikuti kerangka peraturan terbaru. Proses evaluasi juga menekankan aspek-aspek yang dibutuhkan dalam skema sertifikasi BNSP, memastikan lulusan benar-benar kompeten.

    3. Sertifikasi BNSP: Setelah mengikuti pelatihan dan lulus uji kompetensi, peserta berhak memperoleh sertifikat BNSP sebagai Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air, yang diakui secara nasional.

    Penutup

    Training Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air (PPPA) yang diselenggarakan oleh Energy Academy merupakan solusi yang tepat untuk menghadapi tantangan pencemaran air di berbagai sektor industri. Mengacu pada PERMENLHK Nomor P.5/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2018, pelatihan ini membantu perusahaan memenuhi kewajiban hukum dan membentuk SDM yang handal serta peka terhadap pengelolaan limbah air. Dari identifikasi sumber pencemaran, analisis karakteristik limbah, pengoperasian IPAL, hingga penerapan K3, seluruh aspek penting dibahas secara mendalam dan aplikatif.

    Bagi perusahaan, kehadiran PPPA bersertifikasi memberikan jaminan kepatuhan, efisiensi, dan peningkatan citra di mata publik. Bagi individu, sertifikasi ini membuka peluang karier yang lebih luas dalam bidang lingkungan serta mengokohkan posisi sebagai agen perubahan di dalam perusahaan. Dengan sinergi antara pengetahuan teknis, kepatuhan regulasi, dan tanggung jawab moral, kita dapat bersama-sama menjaga keberlanjutan sumber daya air demi masa depan yang lebih baik. (*)

  • MLV Teknologi Hadirkan Suara Berkualitas di Kondominium Mewah Dharmawangsa

    MLV Teknologi Hadirkan Suara Berkualitas di Kondominium Mewah Dharmawangsa

    InDaily.co.id – MLV Teknologi, penyedia solusi terdepan dalam bidang Audio Visual, dengan bangga berkontribusi pada proyek kondominium mewah di Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Dalam proyek ini, MLV Teknologi merancang sistem Background Music yang menggunakan perangkat berkualitas dari Bose Professional dan Powersoft. Tim engineering kami telah menciptakan sistem audio canggih yang menawarkan pengalaman suara berkualitas tinggi bagi penghuni dan pengunjung.

    Sistem dari Bose Professional dan amplifikasi Powersoft akan menciptakan suasana yang nyaman di seluruh area kondominium. MLV Teknologi memastikan integrasi sistem yang optimal dengan menerapkan teknologi terbaru dan metode instalasi terbaik.

    MLV Teknologi juga mengutamakan standar Health, Safety, and Environment (HSE) untuk menjamin keselamatan dan kelancaran proses kerja. Instalasi sistem saat ini sedang berlangsung dan ditargetkan selesai pada bulan Juni 2025. Dengan pengalaman dan dedikasi yang kami miliki, MLV Teknologi berkomitmen untuk memberikan solusi inovatif yang meningkatkan pengalaman hunian dan menciptakan nilai lebih bagi setiap penghuni.

    MLV Teknologi merasa bangga dapat berkontribusi dalam salah satu proyek kondominium paling mewah di Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Dalam proyek ini, kami dipercaya untuk merancang dan mengimplementasikan sistem Background Music yang inovatif dengan perangkat unggulan dari Bose Professional dan Powersoft.

    Tim engineering kami telah bekerja keras untuk menciptakan sistem Background Music yang paling canggih. Dengan pengalaman dan keahlian mendalam, para insinyur kami berhasil mengembangkan solusi audio yang tidak hanya memenuhi, tetapi juga melampaui ekspektasi klien. Rancangan yang kami buat mampu memberikan pengalaman audio yang mulus dan menyentuh panca indera setiap penghuni dan pengunjung kondominium.

    Sistem suara yang digunakan dalam proyek ini adalah Bose Professional, yang dikenal luas karena kemampuannya menghasilkan suara berkualitas tinggi dan jernih. Dipadukan dengan kekuatan amplifikasi dari Powersoft, kombinasi ini diharapkan dapat menciptakan suasana yang nyaman dan mendukung aktivitas sosial di berbagai area kondominium.

    MLV Teknologi memahami betapa pentingnya suasana audio dalam menciptakan pengalaman hunian yang istimewa. Dengan menerapkan teknologi terbaru dan metode instalasi terbaik, tim kami memastikan bahwa sistem Background Music terintegrasi dengan harmonis di seluruh area, memberikan nuansa yang hangat dan mengundang. Keahlian para engineer kami dalam menciptakan solusi Background Music menjadi salah satu faktor kunci dalam keberhasilan proyek ini.

    Dalam pelaksanaannya, kami juga menerapkan standar Health, Safety, and Environment (HSE) untuk memastikan bahwa semua pekerjaan berjalan lancar dan aman. Keselamatan kerja adalah prioritas utama kami, dan penerapan standar HSE akan memberikan perlindungan bagi semua pekerja serta memastikan bahwa proyek dilaksanakan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

    Saat ini, instalasi sistem sedang berlangsung dan berjalan sesuai rencana, dengan target penyelesaian pada bulan Juni 2025. MLV Teknologi berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini dengan standar tinggi, memastikan bahwa semua elemen audio visual terintegrasi secara sempurna untuk menciptakan pengalaman yang tak terlupakan.

    Dengan pengalaman luas di industri Audio Visual dan dedikasi untuk memberikan solusi inovatif, MLV Teknologi siap mendukung proyek-proyek skala besar dan mewah di Indonesia. Kami percaya bahwa suara dapat membangun atmosfer yang luar biasa, dan dengan kehadiran sistem Background Music yang canggih ini, kami berharap dapat memberikan nilai tambah yang signifikan bagi setiap penghuninya. (*)

  • Meningkatkan Kompetensi Maritim: Port Academy Adakan 5 Pelatihan di Seluruh Indonesia

    Meningkatkan Kompetensi Maritim: Port Academy Adakan 5 Pelatihan di Seluruh Indonesia

    InDaily.co.id – Port Academy sukses menyelenggarakan lima pelatihan strategis dalam satu minggu di berbagai kota, bekerja sama dengan mitra industri seperti Koperasi Sejahtera Bersama Samboja, PT Phoenix Resources International, dan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.

    Program pelatihan yang dilaksanakan meliputi:

    1. TKBM – Tenaga Kerja Bongkar Muat di Kuala Semboja
    2. SAT for Port Facility Personnel (IMO M.C 3.25) di Lhokseumawe, Aceh
    3. Personil Penanggulangan Pencemaran Tingkat 1 di Tarakan, Kalimantan Utara
    4. Operator Crane Putar Tetap (Pedestal Crane) di Palembang
    5. IMSBC Code – Penanganan & Pengangkutan Barang Curah Padat di Pelabuhan di Jakarta
      Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja sektor maritim dan kepelabuhanan sesuai dengan standar keselamatan dan regulasi internasional. Peserta memperoleh sertifikasi yang diakui, membuka peluang karier lebih luas di industri pelabuhan.

    Dalam upaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja sektor maritim dan kepelabuhanan, Port Academy sukses menyelenggarakan lima program pelatihan strategis di berbagai kota dalam waktu satu minggu. Program ini mencakup:

    TKBM – Tenaga Kerja Bongkar Muat di Kuala SembojaSAT for Port Facility Personnel (IMO M.C 3.25) di Lhokseumawe, Aceh. Personil Penanggulangan Pencemaran Tingkat 1 di Tarakan, Kalimantan Utara. Operator Crane Putar Tetap (Pedestal Crane) di Palembang. IMSBC Code – Penanganan & Pengangkutan Barang Curah Padat di Pelabuhan di Jakarta

    Program ini bekerja sama dengan berbagai mitra industri, termasuk Koperasi Sejahterah Bersama Samboja, PT Phoenix Resources International, dan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.

    Meningkatkan Kompetensi SDM Maritim Indonesia

    Direktur Port Academy, Wiratama, menegaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan standar keselamatan, efisiensi, dan profesionalisme tenaga kerja di sektor pelabuhan dan maritim.

    “Kami berkomitmen untuk memberikan pelatihan berkualitas guna mendukung SDM Indonesia agar lebih kompetitif dalam industri kepelabuhanan. Lima diklat dalam waktu satu minggu ini adalah bukti nyata dedikasi kami dalam mencetak tenaga kerja yang andal,” ujar Wiratama.

    Rangkaian Pelatihan di Berbagai Kota

    Setiap program pelatihan dirancang dengan kurikulum berbasis standar internasional yang disesuaikan dengan kebutuhan industri:

    Diklat TKBM – Tenaga Kerja Bongkar Muat di Kuala Semboja, berkolaborasi dengan Koperasi Sejahtera Bersama Samboja, berfokus pada peningkatan keterampilan pekerja bongkar muat agar lebih memahami aspek keselamatan dan efisiensi kerja.

    Diklat SAT for Port Facility Personnel (IMO M.C 3.25) di Lhokseumawe, bekerja sama dengan mitra industri pelabuhan, memberikan pemahaman mendalam mengenai standar keamanan fasilitas pelabuhan.

    Diklat Personil Penanggulangan Pencemaran Tingkat 1 di Tarakan, dengan dukungan PT Phoenix Resources International, melatih personel dalam menangani pencemaran laut sesuai dengan regulasi IMO.

    Diklat Operator Crane Putar Tetap (Pedestal Crane) di Palembang, bekerja sama dengan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, membekali operator crane dengan keterampilan teknis dan keselamatan dalam pengoperasian alat berat di pelabuhan.

    Diklat IMSBC Code – Penanganan & Pengangkutan Barang Curah Padat di Pelabuhan di Jakarta, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terkait regulasi dan prosedur keselamatan dalam menangani kargo curah padat.

    Dampak Positif bagi Industri Kepelabuhanan

    Dengan terselenggaranya lima pelatihan ini, diharapkan tenaga kerja di sektor pelabuhan semakin siap menghadapi tantangan industri yang terus berkembang. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis peserta, tetapi juga memperkuat pemahaman mereka mengenai regulasi keselamatan dan efisiensi operasional.

    Para peserta yang telah menyelesaikan program pelatihan mendapatkan sertifikasi yang diakui secara nasional dan internasional, meningkatkan peluang karier mereka di industri maritim dan kepelabuhanan.

    Port Academy: Mitra Strategis dalam Pengembangan SDM Maritim

    Sebagai lembaga pelatihan yang berkomitmen terhadap peningkatan kompetensi tenaga kerja di sektor maritim, Port Academy terus berinovasi dalam menyelenggarakan program diklat yang relevan dengan kebutuhan industri.

    “Kami akan terus memperluas jangkauan pelatihan kami dan bekerja sama dengan lebih banyak mitra industri untuk menciptakan tenaga kerja yang lebih kompeten dan siap menghadapi tantangan global,” tutup Wiratama.

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pelatihan yang diselenggarakan oleh Port Academy, kunjungi Port Academy. (*)