Penulis: Admin

  • AI dalam Birokrasi: Membangun Pelayanan Publik yang Lebih Cerdas dan Efisien

    AI dalam Birokrasi: Membangun Pelayanan Publik yang Lebih Cerdas dan Efisien

    Jakarta, 20 Maret 2025 – Dalam upaya mempercepat transformasi digital di sektor publik, MAXY Academy menggelar Pelatihan & Buka Puasa Bersama bertajuk “AI dalam Birokrasi: Meningkatkan Produktivitas dan Pelayanan Publik”. Acara ini menjadi ruang diskusi bagi berbagai pihak untuk mengeksplorasi bagaimana kecerdasan buatan (AI) dapat membawa perubahan besar dalam tata kelola pemerintahan.

    Bertempat di Indonesia Team Impact HUB, Lippo Thamrin Building, Jakarta Pusat, acara ini dihadiri oleh para pemimpin pemerintahan, akademisi, dan praktisi teknologi yang memiliki perhatian besar terhadap efisiensi birokrasi. AI kian dianggap sebagai solusi yang dapat mengatasi berbagai hambatan administratif, mengurangi birokrasi yang berbelit, serta meningkatkan responsivitas layanan publik.

    Andy Febrico Bintoro: AI sebagai Kunci Transformasi Birokrasi

    Sebagai pembicara utama, Andy Febrico Bintoro, pakar teknologi dan transformasi digital, menyoroti bagaimana AI dapat membuka babak baru dalam tata kelola pemerintahan. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa integrasi AI bukan hanya tentang otomatisasi, tetapi juga perubahan mendasar dalam cara lembaga pemerintah bekerja.

    “AI bukan sekadar teknologi masa depan, tetapi alat yang hari ini sudah bisa kita manfaatkan untuk menciptakan birokrasi yang lebih efisien dan transparan. Dengan AI, kita bisa memangkas proses yang berlarut-larut dan memberikan pelayanan yang lebih cepat serta akurat kepada masyarakat,” ujar Andy Febrico.

    Sesi ini juga memberikan wawasan mendalam mengenai penerapan AI dalam berbagai aspek birokrasi, mulai dari pemrosesan data secara otomatis, sistem prediktif untuk pengambilan keputusan, hingga pemanfaatan chatbot dalam layanan publik. Berbagai contoh nyata dan studi kasus dipaparkan untuk memberikan gambaran bagaimana teknologi ini dapat diimplementasikan secara nyata.

    Menyongsong Era Baru Birokrasi Digital

    Transformasi digital di sektor publik bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan yang harus segera diwujudkan. AI hadir sebagai alat strategis yang dapat membantu pemerintahan dalam menyederhanakan prosedur administrasi, meningkatkan efisiensi, serta membangun sistem yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

    Diskusi yang berlangsung dalam acara ini menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta menjadi kunci utama dalam percepatan adopsi teknologi. Dengan komitmen bersama, AI diharapkan dapat menjadi solusi nyata bagi birokrasi yang lebih modern dan efektif.

    MAXY Academy: Mendorong Digitalisasi di Berbagai Sektor

    Melalui acara ini, MAXY Academy kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan transformasi digital di Indonesia. Dengan pendekatan berbasis edukasi dan komunitas, MAXY Academy akan terus menghadirkan berbagai program pelatihan untuk membantu individu dan organisasi beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

  • Komitmen CEO PMI Jacek Olczak untuk Investasi Jangka Panjang di Indonesia

    Komitmen CEO PMI Jacek Olczak untuk Investasi Jangka Panjang di Indonesia

    Philip Morris International (PMI), induk perusahaan PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), menilai Indonesia memainkan peran penting dalam rantai pasokan global PMI dan merupakan salah satu tujuan utama PMI untuk investasi jangka panjang dan inovasi berkelanjutan.

    JAKARTA – Philip Morris
    International (PMI), induk perusahaan PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), menilai
    Indonesia memainkan peran penting dalam
    rantai pasokan global PMI dan merupakan salah satu tujuan utama PMI untuk
    investasi jangka panjang dan inovasi berkelanjutan.

    Jacek Olczak, Chief Executive Officer PMI, menjelaskan
    bahwa ketika PMI mengakuisisi Sampoerna 20 tahun lalu, perusahaan sedang dalam
    fase ekspansi geografis dan mencari pasar yang solid dengan prospektif bisnis
    yang baik. Sampoerna dan Indonesia cocok dengan strategi bisnis tersebut. Setelah
    20 tahun, pilihan yang dibuat PMI terbukti tepat.

    Sejak mengakuisisi Sampoerna, PMI telah berinvestasi lebih
    dari USD 6,4 miliar untuk mendukung operasional Sampoerna di Indonesia,
    termasuk investasi terbaru sekitar USD 330 juta untuk mengembangkan produk
    tembakau inovatif bebas asap di Indonesia. Investasi tersebut digunakan untuk pengembangan
    fasilitas produksi produk tembakau inovatif bebas asap di Karawang, Jawa Barat.

    Fasilitas produksi ini memasok pasar domestik dan ekspor
    di seluruh wilayah Asia Pasifik, sehingga Sampoerna menjadi pusat ekspor ke
    lebih dari 30 pasar, baik untuk rokok konvensional maupun produk tembakau yang
    dipanaskan. “Investasi ini bukan hanya tentang manufaktur dan teknologi, tetapi
    juga tentang penciptaan lapangan kerja baru di bidang yang belum pernah ada
    sebelumnya,” ujar Jacek pada sesi Media Interview di Jakarta, Selasa 17
    Maret 2025.

    Fasilitas produksi tersebut juga diperkuat dengan
    kehadiran laboratorium R&D kelas dunia. Laboratorium tersebut didukung oleh
    sekitar 200 tenaga ahli dari dalam negeri dengan kualifikasi tinggi, yang bertanggung
    jawab untuk menjaga implementasi sistem manajemen kualitas, memastikan seluruh
    kegiatan proses manufaktur mengikuti standar kualitas tinggi, serta melakukan
    evaluasi berkelanjutan perihal kualitas.

    Secara global, Jacek menambahkan, PMI telah
    menginvestasikan lebih dari USD 14 miliar untuk mengembangkan, membuktikan
    secara ilmiah, dan mengkomersialisasikan produk bebas asap untuk perokok dewasa
    yang memutuskan untuk terus menggunakan produk tembakau. “Saat ini,
    hal itu masuk akal karena ini adalah produk alternatif yang lebih rendah
    risiko. Anda dapat merasakan pengalaman yang sama dengan risiko yang lebih
    rendah,” terangnya.

    Jacek menyebutkan bahwa produk tembakau inovatif bebas
    asap pertama kali dipasarkan 10 tahun lalu di Italia dan Jepang dan mendapat
    respons positif dari konsumen dewasa. Khusus Indonesia, PMI memulai memperkenalkan
    produk tembakau inovatif bebas asap sejak tahun 2019 karena perlu menyesuaikan
    dengan preferensi konsumen dewasa di Tanah Air. “Misalnya, kami menawarkan
    produk tembakau inovatif bebas asap yang dapat mengandung cengkih, yang
    memiliki karakteristik khusus yang memerlukan inovasi tambahan,” jelasnya.

    Presiden Direktur
    Sampoern, Ivan Cahyadi, menambahkan bahwa kehadiran produk bebas asap sejalan
    dengan Falsafah Tiga Tangan Sampoerna di mana salah satu pilarnya ialah
    memberikan alternatif yang lebih baik bagi konsumen dewasa. Menurutnya, penting
    untuk memahami mengapa merokok menimbulkan risiko kesehatan, yakni karena
    adanya proses pembakaran. Nikotin sejatinya merupakan senyawa alami pada daun
    tembakau dan tidak bersifat karsinogenik. “Dengan pemahaman ini, tujuan
    kami adalah menawarkan alternatif yang lebih baik bagi perokok dewasa yang
    ingin terus merokok,” pungkasnya.

  • Jacek Olczak, CEO Philip Morris: Keberlanjutan Menciptakan Hasil yang Positif

    Jacek Olczak, CEO Philip Morris: Keberlanjutan Menciptakan Hasil yang Positif

    Chief Executive Officer Philip Morris International (PMI), Jacek Olczak, menyatakan aspek keberlanjutan memiliki peran penting untuk menciptakan hasil kinerja yang positif bagi perusahaan. PMI menerapkan sejumlah pendekatan untuk mengukur aspek keberlanjutan mulai dari bisnis, operasional, dampak ke karyawan dan para pemangku kepentingan terkait, hingga masyarakat luas.

    JAKARTA – Chief Executive Officer Philip Morris
    International (PMI), Jacek Olczak, menyatakan aspek keberlanjutan memiliki
    peran penting untuk menciptakan hasil kinerja yang positif bagi perusahaan. PMI menerapkan sejumlah pendekatan untuk
    mengukur aspek keberlanjutan mulai dari bisnis, operasional, dampak ke karyawan
    dan para pemangku kepentingan terkait, hingga masyarakat luas.

    Jacek menegaskan bahwa
    arah PMI terkait keberlanjutan ialah memastikan bahwa perusahaan tidak hanya
    sukses tahun ini dan tahun depan tetapi juga 10 hingga 20 tahun ke depan.
    “Kami harus menganalisis semua metrik yang menciptakan peluang untuk
    kesuksesan jangka panjang,” katanya pada sesi wawancara media di Jakarta,
    Selasa 17 Maret 2025.

    Pada aspek bisnis, PMI,
    yang merupakan induk perusahaan PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), berupaya
    untuk menciptakan dan menghadirkan pilihan yang lebih baik dibandingkan dengan rokok
    bagi para perokok dewasa yang memutuskan untuk terus menggunakan produk
    tembakau. Langkah itu dilakukan lewat kehadiran produk tembakau inovatif bebas
    asap.

    Pada aspek operasional
    bisnis, PMI mendorong semua unit usahanya untuk memiliki dan menggunakan energi
    bersih. Pada saat bersamaan, PMI juga berupaya meminimalisir polusi air lewat
    efisiensi dan daur ulang dalam melakukan aktivitas usahanya. Dia mencontohkan,
    Sampoerna memiliki rekam jejak manufaktur yang unggul. Sampoerna tidak hanya
    mempertahankan tingkat produksi tetapi juga praktik operasional yang
    berkelanjutan.

    “Kami berinvestasi dalam teknologi hemat energi dan
    memastikan bahwa energi yang kami gunakan berasal dari sumber yang lebih baik.
    Hal yang sama berlaku untuk penggunaan air di mana kami meminimalkan polusi air
    dan meningkatkan efisiensi air,” jelasnya.

    Pria asal Polandia itu melanjutkan bahwa pada aspek
    sumber daya manusia (SDM) atau karyawan, PMI berinvestasi untuk membantu
    karyawan memahami teknologi termasuk kecerdasan buatan (artificial
    intelligence
    /AI). Dengan cara itu, PMI memastikan karyawan mengikuti tren
    kemajuan teknologi sekaligus melihat peluang-peluang baru.

    Secara khusus Jacek memuji Sampoerna yang saat ini telah
    mengirimkan sekitar 70 talenta terampil dan menjabat posisi strategis di
    perusahaan terafiliasi PMI di seluruh dunia. “Mereka adalah
    individu-individu yang berkualifikasi tinggi, bukan pekerja tingkat
    pemula,” paparnya.

    Tidak berhenti pada karyawan, lanjut Jacek, Sampoerna
    menjangkau lebih jauh untuk memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat
    luas, termasuk pengusaha UMKM, melalui Sampoerna Retail Community (SRC) yang
    membina dan mendampingi lebih dari 250.000 toko kelontong di seluruh Indonesia.

    Selain itu, ada juga Sampoerna Entrepreneurship Training
    Center (SETC) yang dapat membantu pengusaha UMKM mengembangkan usahanya. SETC
    telah mendampingi lebih dari 97.000 UMKM dari seluruh Indonesia. “Saya
    percaya keberlanjutan berarti turut memastikan sumber daya manusia berkembang
    dengan kecepatan yang sama dengan perubahan di sekitar kita. Pada akhirnya,
    keberlanjutan harus masuk akal bagi bisnis. Jika tidak, keberlanjutan tidak
    akan bertahan lama,” katanya.

    Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur Sampoerna, Ivan
    Cahyadi, menambahkan bahwa pilar kedua Falsafah Tiga Tangan yang dipegang teguh
    oleh Sampoerna ialah memberikan manfaat bagi karyawan, mitra bisnis, dan
    pemegang saham. Berpijak pada falsafah itu, Sampoerna tidak hanya membantu
    karyawan berkembang tetapi juga seluruh rantai pasok perusahaan ikut tumbuh.

    “Di Sampoerna, kami bermitra dengan 22.000 petani
    tembakau dan cengkih, dan kami mengelola seluruh rantai pasokan, hingga apa
    yang baru saja disebutkan oleh Jacek Olczak, yakni SRC, yang berada di garis
    depan. Ini adalah inti dari bisnis kami. Sampoerna secara langsung atau tidak
    langsung mempekerjakan lebih dari 90.000 orang,” jelasnya.

    Ivan menjelaskan bahwa Sampoerna juga meraih sertifikat Top
    Employer
    di Indonesia selama tujuh tahun berturut-turut. Ia menyebutkan
    bahwa Sampoerna memiliki program untuk merekrut karyawan dan membantu mereka
    berintegrasi ke dalam budaya perusahaan. Selanjutnya, perusahaan fokus
    mengidentifikasi keterampilan yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan, dengan
    penekanan pada pengajaran keterampilan masa depan.

    “Untuk memfasilitasi hal ini, kami mengirim karyawan
    kami untuk bekerja di luar Indonesia guna berkontribusi pada perusahaan induk
    kami, PMI. Saat ini, kami memiliki sekitar 70 orang yang bekerja di afiliasi
    PMI, dan kami juga mendatangkan orang-orang dari seluruh dunia ke Sampoerna
    untuk berbagi pengetahuan,” jelasnya.

    Ivan melanjutkan bahwa Sampoerna juga membantu karyawan
    yang hendak memasuki masa pensiun dengan pelatihan termasuk cara merintis
    usaha. Berkat program itu, banyak karyawan Sampoerna khususnya para pelinting
    atau ibu-ibu yang bekerja di pabrik sigaret kretek tangan (SKT) mampu membuka
    usaha setelah pensiun. “Ini bukan hanya tentang bekerja dengan kami. Saat karyawan
    kami akan pensiun, kami membimbing Anda untuk terus maju dan berkembang, baik
    sebagai karyawan maupun pengusaha UMKM. Komitmen kami mencakup dari petani
    hingga masyarakat. Inilah cara Sampoerna berkontribusi bagi Indonesia,”
    imbuhnya.

  • Presiden Direktur Sampoerna di Harvard Business School: Kolaborasi Global untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

    Presiden Direktur Sampoerna di Harvard Business School: Kolaborasi Global untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

    Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), Ivan Cahyadi, memaparkan strategi keberhasilan perusahaan untuk tetap relevan, kompetitif, dan berkelanjutan. Sebagai perusahaan asli Indonesia yang telah beroperasi selama lebih dari 111 tahun, Sampoerna terus memperkuat kolaborasi kolektif untuk memperkuat ekosistem bisnis, berkembang bersama Indonesia, dan menjadi salah satu pilar ekonomi nasional.

    JAKARTA
    – Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), Ivan Cahyadi, memaparkan
    strategi keberhasilan perusahaan untuk tetap relevan, kompetitif, dan
    berkelanjutan. Sebagai perusahaan asli Indonesia yang telah beroperasi selama
    lebih dari 111 tahun, Sampoerna terus memperkuat kolaborasi kolektif untuk
    memperkuat ekosistem bisnis, berkembang bersama Indonesia, dan menjadi salah
    satu pilar ekonomi nasional.

    Dalam ajang Asia
    Business Conference 2025
    di Harvard Business School bertema “Asian Ascendant:
    Shaping Tomorrow’s Global Economy
    ,” yang dihadiri ratusan peserta dari
    berbagai negara seperti Amerika Serikat, Indonesia, Thailand, Vietnam,
    Singapura, Malaysia, Filipina, China, Jepang, Korea, Eropa, dan India, Ivan
    menuturkan bahwa Sampoerna, sebagai afiliasi Philip Morris International (PMI),
    mengadopsi standar dan pengalaman global sambil mempertahankan Falsafah Tiga
    Tangan yang telah memandu perusahaan sejak 1913.

    “Saya sangat bangga
    Sampoerna dapat terus mengembangkan sumber daya manusia (SDM) unggul sehingga
    dapat berkontribusi terhadap kemajuan individu, organisasi, dan negara,”
    ujar Ivan.

    Sampoerna,
    yang awalnya merupakan UMKM di Surabaya, telah menjadi afiliasi PMI sejak 2005.
    Ivan menekankan bahwa prinsip panduan perusahaan, Falsafah Tiga Tangan,
    menekankan penciptaan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan utama
    perusahaan, yang terdiri dari konsumen dewasa, karyawan, mitra bisnis, dan
    pemegang saham, serta masyarakat luas.    

    “Saya telah melihat bagaimana nilai-nilai
    bisnis global dapat bersinergi dengan Falsafah Tiga Tangan Sampoerna, sebuah
    harmoni yang berkontribusi pada perjalanan saya menjadi Presiden Direktur
    Sampoerna,” tambahnya.

    Selain
    organisasi yang kuat, Sampoerna telah menjadi penghasil talenta andal yang
    bertugas di banyak afiliasi PMI di seluruh dunia. PMI dan Sampoerna menempatkan
    karyawan sebagai pemangku kepentingan utama sekaligus pendorong pertumbuhan
    bisnis. Sampoerna mengembangkan sistem meritokrasi yang kuat guna memberikan
    kesempatan yang setara bagi semua orang untuk bertumbuh dan menjadi versi
    terbaik mereka.

    Saat
    ini, sekitar 70 karyawan Sampoerna tengah mengikuti penugasan internasional di
    berbagai afiliasi PMI di mancanegara, memegang posisi penting seperti Chief Diversity Officer di Swiss, Chief Marketing Officer di Amerika
    Serikat, Director of Finance di
    Meksiko, Director Commercial di
    Filipina, Director Marketing di
    Mesir, Director of Strategy and Program
    Delivery
    di kantor regional di Dubai, dan lainnya.

    Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

    Dalam
    bingkai Falsafah Tiga Tangan, Sampoerna terus meningkatkan kolaborasi untuk
    mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional. Sampoerna mengintegrasikan
    prinsip keberlanjutan dalam setiap aktivitas perusahaan di bawah Payung Program
    Keberlanjutan “Sampoerna untuk Indonesia,” yang berfokus pada
    Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola.

    Sampoerna
    dan PMI melakukan investasi berkelanjutan, hilirisasi, inovasi, penyerapan
    tenaga kerja, pengembangan sumber daya manusia, ekspor, dan penciptaan nilai
    tambah untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi pemerintah sebesar 8% yang
    dicanangkan oleh pemerintah serta menjadi bagian dari kemajuan bangsa.

    Industri
    tembakau merupakan salah satu contoh yang baik dari industri hilirisasi yang
    sukses di Indonesia. Hilirisasi industri tembakau ini tercermin dari seluruh
    rantai pasok bisnis Sampoerna, mulai dari hulu hingga hilir.

    Di
    hulu, Sampoerna bermitra dengan lebih dari 22.000 petani tembakau dan cengkih
    lokal, memastikan bahan baku berkualitas tinggi. Selanjutnya, Sampoerna
    melibatkan 1.700 pemasok lokal yang berperan penting dalam proses produksi.

    Di
    hilir, Sampoerna menyediakan lapangan kerja bagi lebih dari 90.000 karyawan,
    baik secara langsung maupun tidak langsung, di 9 fasilitas produksi milik
    Sampoerna dan 43 Mitra Produksi Sigaret (MPS) yang dimiliki oleh pengusaha
    daerah dan/atau koperasi daerah yang tersebar di Pulau Jawa. Selain itu,
    Sampoerna juga bermitra dengan lebih dari 1,5 juta peritel yang tersebar di
    seluruh Indonesia.

    Ekosistem
    kuat ini didukung oleh investasi PMI yang bernilai lebih dari US$6,4 miliar
    sejak 2005. Sampoerna juga telah melakukan ekspor produk ke lebih dari 30 pasar
    di Asia Pasifik, termasuk untuk produk tembakau inovatif bebas asap IQOS/TEREA.

    Pada
    saat yang bersamaan, Sampoerna memastikan produk tembakau hanya dipasarkan bagi
    konsumen dewasa yang memutuskan untuk menggunakan produk tembakau atau nikotin.
    Perusahaan terus mendorong kesadaran publik tentang larangan penjualan produk
    tembakau bagi anak di bawah umur 21 tahun.

    Saat
    ini, Sampoerna bekerja sama dengan 1,5 juta mitra peritel dan telah mengedukasi
    para pengecer dengan memberikan informasi melalui surat edaran dan menempatkan
    materi Youth Access Prevention (YAP)
    di toko-toko.

    Selain
    itu, Sampoerna terus mencari cara inovatif untuk berkontribusi bagi masyarakat
    luas termasuk UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Melalui
    “Sampoerna untuk Indonesia,” perusahaan telah dan terus memberdayakan
    UMKM, termasuk toko kelontong.

    Sampoerna
    menjalankan program pemberdayaan UMKM melalui Sampoerna Entrepreneurship
    Training Center (SETC), sementara pendampingan bagi UMKM toko kelontong
    dilakukan lewat Sampoerna Retail Community (SRC).

    SETC
    hadir sejak 2007 dan saat ini telah memberikan pelatihan terintegrasi dan
    pengembangan kapasitas bagi 97.000 UMKM di seluruh Indonesia. Beberapa UMKM
    binaan SETC juga berhasil ekspor melalui program business matching yang dilakukan bersama Kadin Indonesia.

    Sedangkan
    SRC yang hadir sejak 2008 telah mendampingi lebih dari 250.000 UMKM di seluruh
    Indonesia. Anggota SRC mendapatkan manfaat lewat pemberdayaan terpadu yang
    meliputi edukasi, pengelolaan keuangan, pengembangan bisnis dan digitalisasi
    melalui AYO by SRC. Setiap toko SRC
    juga memiliki Pojok Lokal yang dikhususkan untuk menjual produk UMKM sekitar
    lokasi toko. Pojok Lokal bertujuan membantu UMKM sekitar toko SRC untuk lebih
    mudah memasarkan produk. 

    Sekitar
    90% anggota SRC telah berhasil mengadopsi digitalisasi yang pada akhirnya
    meningkatkan operasional mereka. Sedangkan, ekosistem digital AYO by SRC telah
    memfasilitasi transaksi lebih dari US$1 miliar dengan 11,5 juta transaksi.
    Berdasarkan riset Kompas Gramedia Media tahun 2023, SRC telah menyumbang
    US$14,5 miliar per tahun bagi perekonomian nasional atau setara 11,4% dari PDB
    Ritel nasional tahun 2022.    

  • VRITIMES dan Jambiviral.com Jalin Kerja Sama Strategis untuk Perkuat Distribusi Konten Berita

    VRITIMES dan Jambiviral.com Jalin Kerja Sama Strategis untuk Perkuat Distribusi Konten Berita

    Jakarta, 20 Maret 2025 – VRITIMES, platform distribusi dan publikasi berita terkemuka, resmi menjalin kerja sama strategis dengan Jambiviral.com, salah satu portal berita terpopuler di Jambi. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas jangkauan informasi yang akurat dan terpercaya kepada masyarakat, khususnya di wilayah Jambi dan sekitarnya. Melalui kerja sama ini, VRITIMES akan mendukung Jambiviral.com dalam menyebarkan berita secara lebih cepat dan efisien, sehingga dapat memberikan manfaat lebih besar bagi para pembaca.

    Kerja sama ini memungkinkan Jambiviral.com untuk memanfaatkan teknologi distribusi canggih dari VRITIMES, sehingga konten berita dapat menjangkau audiens yang lebih luas dalam waktu singkat. Selain itu, VRITIMES akan menyediakan analisis data dan laporan performa konten untuk membantu Jambiviral.com memahami preferensi pembaca dan meningkatkan kualitas konten. Dengan dukungan teknologi ini, diharapkan informasi yang disampaikan menjadi lebih relevan dan responsif terhadap kebutuhan pembaca.

    Melalui sinergi ini, VRITIMES dan Jambiviral.com berkomitmen untuk terus menghadirkan informasi yang kredibel dan berimbang kepada masyarakat. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem media digital di Indonesia dan memberikan kontribusi positif dalam menyebarkan informasi yang mendidik dan bermanfaat.

  • UMKM Wajib Tahu! Ini Cara Tingkatkan Omzet hingga 25% Saat Lebaran

    UMKM Wajib Tahu! Ini Cara Tingkatkan Omzet hingga 25% Saat Lebaran

    Momen Lebaran selalu membawa berkah bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Lonjakan permintaan akan berbagai produk dan jasa menjadi peluang emas untuk meningkatkan omzet secara signifikan. Pada Ramadan dan Lebaran 2024, konsumsi mampu mendorong pertumbuhan PDB hingga 5,11% secara tahunan (year on year/yoy). 

    Namun, di sisi lain, persaingan yang ketat juga menjadi tantangan yang tidak bisa dihindari. Pada Ramadan 2025, kenaikan konsumsi diperkirakan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Sribu.com, platform freelance terbesar di Indonesia, hadir dengan solusi cerdas untuk membantu UKM memaksimalkan potensi penjualan mereka di musim Lebaran ini. 

    “Lebaran adalah momen penting bagi UKM untuk meningkatkan penjualan, tapi mereka perlu strategi yang tepat untuk bisa bersaing dan menarik perhatian konsumen. Sribu.com hadir sebagai mitra terpercaya bagi UKM, menyediakan akses ke ribuan freelancer berbakat yang siap membantu mereka dalam berbagai aspek bisnis.” ujar Ryan Gondokusumo, Direktur Sribu.

    Ini 3 Cara UMKM Tingkatkan Omzet Saat Lebaran:

    1. Desain Kreatif untuk Branding yang Menarik

    Ciptakan desain logo, kemasan, dan materi promosi yang menarik perhatian dengan bantuan desainer grafis berpengalaman di Sribu. Desain yang menarik akan meningkatkan citra merek dan membuat produk UKM lebih menonjol di pasaran.

    2. Konten Menarik untuk Pemasaran Digital yang Efektif

    Buat konten media sosial yang menarik dan relevan dengan tema Lebaran, seperti foto produk, video promosi, dan ucapan selamat Lebaran. Gunakan jasa penulis konten dan ahli media sosial di Sribu untuk membantu membuat konten yang berkualitas dan efektif.

    3. Website dan Toko Online yang Profesional

    Pastikan website dan toko online UKM memiliki tampilan yang profesional, mudah digunakan, dan responsif di berbagai perangkat. Sribu menyediakan jasa pembuatan website dan toko online dari freelancer yang berpengalaman.

    “Dengan memanfaatkan layanan jasa dan kontes di Sribu.com, UKM dapat meningkatkan omzet mereka hingga 25% atau lebih selama musim Lebaran. Kami berkomitmen untuk membantu UKM Indonesia tumbuh dan berkembang.” tambah Ryan Gondokusumo, Direktur Sribu.

    Siap Tingkatkan Omzet Lebaran Anda?

    Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk meraih omzet maksimal dan menjadikan Lebaran tahun ini sebagai momen yang tak terlupakan bagi bisnis Anda. Kunjungi Sribu.com sekarang dan temukan ribuan freelancer berbakat yang siap membantu Anda mewujudkan strategi pemasaran Lebaran yang sukses.

  • Ripple Menang Lawan SEC, Apakah IPO Jadi Langkah Selanjutnya?

    Ripple Menang Lawan SEC, Apakah IPO Jadi Langkah Selanjutnya?

    Ripple akhirnya memenangkan pertempuran panjang melawan SEC. Setelah bertahun-tahun menghadapi tekanan regulasi, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) akhirnya menarik bandingnya. Keputusan ini menandai titik balik besar bagi Ripple dan XRP, yang langsung mendapat respons positif dari pasar. 

    Namun, kemenangan ini justru memunculkan pertanyaan baru: Apakah Ripple akan segera melantai di bursa melalui IPO, atau ada strategi lain yang lebih diprioritaskan? Dengan posisi yang semakin kuat, langkah berikutnya Ripple bisa menjadi penentu masa depan perusahaan dan XRP di industri crypto.

    SEC Tarik Banding, Ripple Semakin Unggul

    Setelah lebih dari empat tahun, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) resmi menghentikan banding terhadap Ripple. Namun, meskipun SEC mundur, Ripple masih menghadapi denda sebesar $125 juta serta putusan yang menyatakan bahwa penjualan institusional XRP dianggap sebagai sekuritas.

    Keputusan Hakim Analisa Torres pada Agustus 2023 tetap berlaku, di mana:

    XRP di pasar sekunder bukan sekuritas.

    XRP yang dijual kepada investor institusional dianggap sebagai sekuritas.

    Pasar merespons berita ini dengan positif. Harga XRP melonjak hampir 11% ke $2,52, mencerminkan optimisme investor terhadap masa depan Ripple.

    Saat artikel ini ditulis, nilai tukar XRP USDT berada di level $2.4689, naik 7.65 persen dalam 24 jam terakhir. 

    Ripple Pegang Kendali Atas Kasus Ini

    CEO Ripple, Brad Garlinghouse, menegaskan bahwa dengan mundurnya SEC, Ripple kini bisa menentukan strategi berikutnya. Dalam wawancara dengan Bloomberg, ia mengungkapkan:

    Garlinghouse juga mengungkapkan bahwa sejak kasus ini dimulai pada Desember 2020, Ripple telah menghabiskan lebih dari $150 juta untuk biaya hukum. Ia menilai strategi SEC selama ini adalah bentuk tekanan hukum terhadap industri kripto. Namun, dengan mundurnya SEC, Ripple kini memiliki lebih banyak ruang untuk berkembang.

    IPO Ripple: Apakah Akan Segera Terwujud?

    Setelah kemenangan ini, banyak yang berspekulasi bahwa Ripple akan segera melantai di bursa saham melalui IPO. Namun, Garlinghouse menegaskan bahwa IPO bukan prioritas utama saat ini.

    Tidak seperti banyak perusahaan yang melakukan IPO untuk mencari pendanaan, Ripple telah berkembang secara organik tanpa perlu dana tambahan dari publik. Sebaliknya, Ripple saat ini lebih fokus pada ekspansi dan akuisisi strategis untuk memperkuat ekosistemnya.

    Ripple dan Ambisinya di Pasar Stablecoin

    Salah satu fokus utama Ripple saat ini adalah memperluas bisnis di sektor stablecoin. Ripple telah meluncurkan RLUSD, stablecoin yang ditargetkan masuk dalam lima besar stablecoin terbesar di pasar sebelum akhir tahun.

    Menurut Garlinghouse, pasar stablecoin saat ini bernilai $230 miliar dan memiliki potensi untuk tumbuh 10 kali lipat dalam lima tahun ke depan. Ripple ingin menjadi pemain utama dalam pertumbuhan ini dengan memanfaatkan keunggulan teknologinya.

    Selain itu, bank-bank besar AS yang sebelumnya skeptis terhadap kripto kini mulai melirik sektor ini, terutama untuk layanan kustodi kripto dan infrastruktur pembayaran. Ini membuka peluang bagi Ripple untuk memperluas pengaruhnya di dunia keuangan tradisional.

    Kesimpulan

    Dengan berakhirnya sebagian besar pertempuran hukumnya, Ripple kini berada di posisi yang lebih kuat untuk berkembang. Namun, pertanyaannya, apakah IPO akan menjadi langkah selanjutnya?

    Meskipun bukan prioritas saat ini, Ripple terus memperluas bisnisnya melalui akuisisi dan ekspansi ke sektor stablecoin. Dengan semakin jelasnya regulasi, perusahaan ini berpotensi menjadi pemimpin dalam infrastruktur blockchain global.

    Bagi investor yang ingin mengikuti pergerakan XRP dan aset crypto lainnya, Bittime sebagai aplikasi investasi kripto terpercaya di Indonesia menyediakan akses mudah untuk trading jual beli XRP serta aset digital lainnya. Pantau terus perkembangan pasar dan manfaatkan peluang terbaik dalam dunia crypto.

  • Update XRP vs SEC: Kemenangan Ripple dan Dampaknya bagi Investor Kripto

    Update XRP vs SEC: Kemenangan Ripple dan Dampaknya bagi Investor Kripto

    Setelah bertahun-tahun bertarung dengan SEC, Ripple akhirnya mendapat kabar baik. SEC resmi mencabut bandingnya terhadap Ripple, memberikan angin segar bagi XRP. Harga XRP sempat naik, tetapi masih belum menembus level tertinggi Januari 2025. Sementara itu, Ripple mempertimbangkan banding balik untuk menantang beberapa keputusan pengadilan.

    SEC Menghentikan Banding, Ripple di Posisi Menguntungkan

    Pada 19 Maret 2025, SEC secara resmi menarik bandingnya dalam kasus Ripple, yang selama ini menjadi penghalang besar bagi pertumbuhan XRP.

    CEO Ripple, Brad Garlinghouse, menyebut ini sebagai kemenangan besar bagi industri crypto. Pengacara Bill Morgan menegaskan bahwa keputusan ini mengonfirmasi bahwa XRP bukan sekuritas, dan perdagangan di pasar sekunder tetap legal.

    Sebelumnya, SEC mengajukan banding pada Januari, bertepatan dengan kepergian Ketua SEC Gary Gensler. Berbeda dengan 2020, kebijakan regulasi saat ini lebih terbuka terhadap inovasi, terutama setelah adanya perubahan di pemerintahan AS yang pro-kripto.

    XRP Menguat, tetapi Belum Mencapai Puncaknya

    XRP mengalami kenaikan hingga $2,5944 setelah kabar ini, namun masih di bawah puncak Januari 2025 di $3,3999. Saat artikel ini ditulis, harga XRP USDT berada di level $2.4689, naik 7.65 persen dalam 24 jam terakhir. 

    Chief Legal Officer Ripple, Stuart Alderoty, menyatakan bahwa perusahaan kini sedang mengevaluasi langkah berikutnya, termasuk kemungkinan banding balik terhadap beberapa keputusan yang dinilai kurang menguntungkan.

    Ripple Bisa Mengajukan Banding Balik

    Pada Oktober 2024, Ripple mengajukan banding balik untuk meninjau putusan yang mengharuskannya membayar denda $125 juta. Ada beberapa opsi yang bisa diambil Ripple:

    Melanjutkan banding balik untuk membatalkan denda dan batasan dari SEC.

    Membatalkan banding, tetapi berusaha menegosiasikan pengurangan denda.

    Mencapai kesepakatan dengan SEC tanpa mengubah keputusan pengadilan.

    Membayar denda dan melanjutkan operasional seperti biasa.

    Keputusan Ripple dalam beberapa bulan ke depan akan berpengaruh pada harga XRP.

    Potensi ETF Spot XRP

    Penarikan banding oleh SEC meningkatkan peluang disetujuinya ETF Spot XRP. Sejak awal 2024, ETF Bitcoin telah menarik dana institusi hingga $35,6 miliar, yang mendorong kenaikan harga BTC. Jika ETF XRP disetujui, permintaan institusional bisa meningkat, berpotensi mendorong harga lebih tinggi.

    Namun, jika masih ada ketidakjelasan regulasi, persetujuan ETF bisa tertunda, dan harga XRP bisa tetap bergerak terbatas.

    Bitcoin Naik ke $87K di Tengah Kebijakan The Fed

    Bitcoin juga mengalami kenaikan setelah The Fed mempertahankan suku bunga di 3,9% dan menyesuaikan proyeksi ekonomi 2025. Nilai tukar BTC USDT saat ini di market Bittime terpantau berada di kisaran 85.685,25, naik 3.23% dalam 24 jam terkahir. 

    Investor melihat crypto sebagai alternatif investasi di tengah ketidakpastian ekonomi, yang mendorong permintaan terhadap aset digital.

    Kesimpulan: Ke Mana Arah XRP?

    Meskipun SEC telah menarik bandingnya, beberapa faktor masih akan memengaruhi pergerakan XRP:

    Langkah Ripple Selanjutnya: Jika banding balik berhasil, XRP bisa naik lebih tinggi.

    Persetujuan ETF Spot: Jika ETF disetujui, harga bisa bergerak lebih agresif.

    Kondisi Ekonomi Global: Ketidakpastian ekonomi bisa menekan harga XRP dalam jangka pendek.

    Keputusan Ripple dalam waktu dekat akan menjadi faktor penting dalam pergerakan harga XRP ke depan.

    Bittime sebagai aplikasi investasi kripto terpercaya di Indonesia memberikan akses mudah untuk trading jual beli XRP serta aset lainnya. Pastikan untuk selalu mengikuti berita terbaru dan memanfaatkan peluang yang ada di pasar crypto dengan strategi yang tepat. 

    Disclaimer

    Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Bittime adalah platform perdagangan aset kripto terdaftar di Bappebti yang menyediakan informasi berdasarkan riset internal, bersifat umum dan edukatif. Informasi ini bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau perpajakan. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan. Pengguna wajib melakukan analisis mandiri dan memastikan kepatuhan terhadap seluruh peraturan yang berlaku.

  • KAI Dorong Peningkatan TKDN: Investasi Rp10,79 Triliun untuk Pengadaan Sarana KA di PT INKA

    KAI Dorong Peningkatan TKDN: Investasi Rp10,79 Triliun untuk Pengadaan Sarana KA di PT INKA

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung industri dalam negeri melalui investasi strategis terhadap produk-produk yang memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tinggi. Salah satu langkah konkret KAI Group dalam mendukung industri perkeretaapian nasional adalah melalui kerja sama dengan PT INKA (Persero) dengan total investasi mencapai Rp10,79 triliun.

    Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan bahwa investasi ini merupakan langkah strategis untuk jangka panjang, guna memenuhi kebutuhan layanan transportasi kereta api yang terus berkembang.

    “Investasi ini merupakan yang terbesar untuk pengadaan sarana perkeretaapian dan menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Dengan meningkatnya jumlah penumpang serta kebutuhan angkutan barang, modernisasi dan penambahan sarana menjadi kunci utama dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujar Didiek.

    Lebih lanjut, Didiek menambahkan bahwa investasi ini juga sejalan dengan kebutuhan atas Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) KAI 2025-2029 yang menargetkan pertumbuhan volume penumpang dan angkutan barang.

    “Kami proyeksikan volume penumpang jarak jauh meningkat sebesar 10,6%, sementara penumpang KA lokal diperkirakan naik 9,9%. Untuk angkutan barang, kami melihat potensi peningkatan dari proyek Sumbagsel sebesar 27,8 juta ton, Tarahan II sebesar 18,0 juta ton, dan ekspansi Kertapati sebesar 7,0 juta ton. Dengan investasi ini, kami berharap dapat memenuhi kebutuhan transportasi nasional yang lebih efisien dan berkelanjutan,” jelasnya.

    Vice President Public Relations KAI Anne Purba pada kesempatan terpisah mengatakan bahwa investasi ini merupakan wujud nyata KAI Group dalam mengutamakan produk-produk dalam negeri untuk pengadaan sarana perkeretaapian. Salah satu investasi besar KAI Group dengan PT INKA adalah pengadaan 612 unit Kereta SS New Generation untuk program Replacement Tahun 2023-2026. Pengadaan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan KAI kepada pelanggan dengan menghadirkan rangkaian kereta yang lebih modern dan nyaman. Total nilai kontrak pengadaan Kereta SS New Generation mencapai Rp5,5 triliun.

    Selain itu, KAI juga melakukan pengadaan 10 unit kereta luxury dengan kapasitas 26 kursi. KAI juga mengalokasikan satu unit kereta luxury tambahan sebagai cadangan untuk perawatan. Total nilai kontrak pengadaan kereta luxury ini mencapai Rp161,16 miliar.

    KAI Group melalui anak usahanya, KAI Commuter juga turut berkontribusi dalam peningkatan TKDN melalui pengadaan sarana Commuter Line. KAI Commuter telah menjalin kerja sama dengan PT INKA (Persero) untuk pengadaan sarana Commuter Line baru dan retrofit dengan total investasi mencapai Rp4,07 triliun.

    “Investasi pengadaan sarana Commuter Line baru mencakup 16 rangkaian dengan total nilai hampir Rp3,83 triliun. Sementara itu, investasi pengadaan sarana Commuter Line retrofit mencakup 2 rangkaian dengan total nilai lebih dari Rp238,63 miliar. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat layanan Commuter Line yang lebih modern dan efisien,” jelas Anne.

    Tidak hanya untuk layanan penumpang, KAI juga berinvestasi dalam pengadaan sarana angkutan barang. Salah satu bentuk investasi tersebut adalah pengadaan 1.125 unit gerbong datar BM 54 Ton untuk angkutan barang di Sumatera Selatan. Investasi ini memiliki nilai sebesar Rp1,05 triliun dan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi serta kapasitas angkutan barang terutama batu bara sebagai sumber pasokan energi listrik nasional.

    Sebagai bagian dari upaya meningkatkan layanan kepada pelanggan, KAI juga terus melakukan modernisasi sarana. Selain pengadaan kereta baru, Balai Yasa KAI juga aktif melakukan modifikasi dan upgrade sistem pada kereta eksisting agar lebih nyaman dan efisien. Dengan berbagai inovasi ini, KAI berharap dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih menyenangkan dan nyaman bagi para pelanggan.

    “Kerja sama dengan PT INKA ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan TKDN dan kemandirian industri manufaktur perkeretaapian nasional. Diharapkan investasi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi KAI Group tetapi juga menjadi motor penggerak bagi kemajuan industri perkeretaapian nasional ke depan,” tutup Anne.

  • MicroStrategy Jual Saham Sebagian Besar Demi Tambah Kepemilikan Bitcoin

    MicroStrategy Jual Saham Sebagian Besar Demi Tambah Kepemilikan Bitcoin

    Perusahaan perangkat lunak, yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy, bermaksud menggunakan hasil dari penawaran yang akan datang untuk tujuan korporat umum, termasuk akuisisi Bitcoin dan modal kerja. Penawaran ini, yang akan dipatok harga akhir pekan ini setelah roadshow yang terdiri dari pertemuan satu lawan satu pada hari Selasa dan Rabu, akan membawa tingkat dividen tetap sebesar 10% per tahun. Lembaga keuangan terkemuka, termasuk Morgan Stanley, Barclays Plc, Citigroup Inc., dan Moelis & Co., bertindak sebagai bookrunners untuk penawaran ini, yang tidak akan diberi peringkat.

    Penerbitan ini mengikuti pembelian Bitcoin senilai $10,7 juta oleh perusahaan tersebut. Ke depannya, perusahaan berencana untuk menerbitkan hingga $21 miliar saham preferen untuk mengakuisisi lebih banyak aset kripto sebagai bagian dari inisiatif pertumbuhan strategisnya.

    Michael Saylor, Ketua Eksekutif MicroStrategy (Nasdaq: MSTR), baru-baru ini membagikan rincian mengenai pembelian Bitcoin (BTC) perusahaan intelijen perangkat lunak tersebut sepanjang tahun 2024. Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, Saylor mengungkapkan pencapaian besar perusahaan dalam hal pertumbuhan kepemilikan Bitcoin, serta dampaknya terhadap nilai pemegang saham. Ia menyoroti bagaimana akuisisi Bitcoin yang konsisten sepanjang tahun telah membantu perusahaan memperkuat posisi keuangannya di pasar cryptocurrency.

    Sepanjang tahun 2024, MicroStrategy berhasil membeli total 258.320 BTC, yang bernilai sekitar USD 22,07 miliar, dengan harga rata-rata sekitar USD 85.450 per BTC. Pembelian ini berkontribusi besar terhadap hasil yang signifikan, dengan MicroStrategy mencatatkan Hasil BTC sebesar 74,3%. Perusahaan memulai tahun 2024 dengan 189.150 BTC, dan berkat strategi akuisisi yang agresif, mereka berhasil menambah 140.630 BTC sepanjang tahun, setara dengan 385 BTC per hari. Ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus memperbesar portofolio Bitcoin mereka.

    Saylor juga menekankan bahwa langkah-langkah ini berpotensi memberikan keuntungan jangka panjang bagi pemegang saham MicroStrategy. Dengan strategi pembelian Bitcoin yang konsisten dan terencana, perusahaan berharap dapat meraih keuntungan yang signifikan seiring dengan terus berkembangnya pasar aset kripto. Keputusan untuk menambah kepemilikan Bitcoin ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang perusahaan untuk memanfaatkan potensi pertumbuhan nilai BTC, yang diyakini dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan di masa depan.

    Jika dihitung dalam nilai Rupiah, total pembelian Bitcoin yang dilakukan MicroStrategy senilai USD 22,07 miliar setara dengan sekitar Rp 357,7 triliun. Michael Saylor mengungkapkan bahwa dengan harga Bitcoin yang mencapai USD 100.000 per BTC, nilai yang diciptakan untuk pemegang saham pada tahun ini diperkirakan sebesar USD 14,06 miliar atau sekitar Rp 227,9 triliun. Hal ini menunjukkan hasil yang signifikan, dengan pencapaian sekitar USD 38,5 juta atau setara dengan Rp 609,7 miliar per hari. Ini menggambarkan strategi investasi agresif yang terus diterapkan oleh MicroStrategy dalam meningkatkan nilai kepemilikan Bitcoin mereka.

    Akuisisi Bitcoin yang terus dilakukan oleh MicroStrategy mencerminkan komitmen perusahaan untuk memanfaatkan potensi besar dari aset digital tersebut sebagai bagian dari strategi pertumbuhannya. Pada 6 Januari 2025, perusahaan mengumumkan pembelian 1.070 BTC seharga USD 101 juta (sekitar Rp 1,6 triliun) dengan harga per BTC sebesar USD 94.004. Ini berhasil menghasilkan BTC Yield sebesar 48,0% pada kuartal IV 2024 dan 74,3% untuk seluruh tahun 2024, yang semakin memperkuat posisi MicroStrategy sebagai salah satu pemegang Bitcoin terbesar di dunia.

    Lebih lanjut, perusahaan ini juga meluncurkan “Rencana 21/21” pada Oktober 2024, sebuah strategi ambisius untuk mengumpulkan dana sebesar USD 42 miliar dalam waktu tiga tahun. Rencana ini mencakup USD 21 miliar yang akan diperoleh melalui penawaran ekuitas dan tambahan USD 21 miliar (sekitar Rp 340,4 triliun) melalui sekuritas pendapatan tetap. Saylor memproyeksikan bahwa nilai Bitcoin dapat mencapai USD 13 juta pada tahun 2045 dalam skenario dasar, dengan estimasi nilai bearish sebesar USD 3 juta dan proyeksi bullish sebesar USD 49 juta per BTC, menandakan potensi besar yang dimiliki oleh Bitcoin sebagai aset investasi jangka panjang.

    Pergerakan harga Bitcoin dan Aset kripto lainnya, Saham Amerika Serikat, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Aset Kripto, Nanovest dapat menjadi pilihan kamu untuk mulai berinvestasi dan eksplor koin kripto lainnya, sebuah aplikasi investasi saham & kripto yang terpercaya dan aman yang dapat menjadi pilihan terbaik bagi para investor di Indonesia. Bagi para investor yang baru ingin memulai berinvestasi tidak perlu khawatir karena aset yang kamu miliki akan terjamin oleh perlindungan asuransi Sinar Mas sehingga terlindungi dari risiko cybercrime. Dan Nanovest juga telah terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI, sehingga aman untuk digunakan. Bagi para penggiat investasi yang ingin menggunakan Nanovest, aplikasi ini sudah tersedia di Play Store maupun App Store Anda.