Indigo Gelar Webinar Ethical AI, Solusi Tangkal Misinformasi dan Perkuat Ekosistem Digital Inklusif
Kecerdasan buatan (AI) atau sering disebut sebagai akal imitasi, kini menjadi salah satu pilar utama transformasi digital. Namun, penggunaannya yang semakin masif menimbulkan tantangan serius terkait etika dan transparansi. Indigo, program inkubasi dan akselerasi startup milik Telkom Indonesia, menggelar webinar “Ethical AI: Building Trust in the Age of Artificial Intelligence” sebagai bagian dari Indigo AI Connect Series episode ketiga. Acara ini berfokus pada solusi penerapan AI yang bertanggung jawab guna membangun kepercayaan publik.
Webinar yang berlangsung secara daring ini menghadirkan para ahli di bidang AI dan regulasi, seperti Prasasti Dewi (Program Director – ICT Watch) dan Nur Anis Hadiyati, ST, ME (Direktur Etika dan Tata Kelola AI – KORIKA). Mereka membahas isu-isu krusial seperti penyebaran misinformasi, deepfake, serta pentingnya transparansi dalam pengambilan keputusan AI. Diskusi ini menjadi jawaban atas meningkatnya kekhawatiran masyarakat terkait privasi data dan dampak negatif AI.
Prasasti Dewi (Program Director – ICT Watch), menyoroti urgensi regulasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi AI. Menurutnya, regulasi AI harus mampu mengimbangi kecepatan inovasi tanpa mengorbankan perlindungan terhadap hak asasi manusia. “Regulasi AI yang baik harus menciptakan keseimbangan antara mendorong inovasi teknologi dan melindungi privasi serta keamanan masyarakat. Ini adalah fondasi untuk memastikan AI digunakan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujarnya.
Senior Manager Indigo, Patricia Eugene Gasperz, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem AI yang inklusif. “AI harus dikembangkan secara beretika, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujarnya. Patricia Eugene Gasperz, menjelaskan bahwa pelaku industri, regulator, dan akademisi harus bersinergi untuk memastikan AI relevan, aman, dan adil bagi semua. “Indigo berkomitmen mendukung inovasi AI yang bertanggung jawab, terutama bagi startup di Indonesia Timur, untuk memastikan teknologi ini memberikan dampak positif yang merata,” tambah Patricia Eugene Gasperz.
Acara ini diikuti lebih dari 350 peserta dari berbagai latar belakang. Mereka mendapatkan wawasan praktis tentang pengelolaan data pribadi dan prinsip AI yang adil. Diskusi ini membantu peserta memahami pentingnya regulasi dan etika dalam AI. Indigo berharap acara ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat. Khususnya di Indonesia Timur, untuk mendorong ekosistem digital yang inklusif.
Indigo merupakan komitmen Telkom dalam membangun daya saing serta memberdayakan bangsa melalui kolaborasi, pelatihan, dan pengembangan solusi berbasis AI yang berkelanjutan. Melalui program seperti Indigo AIC Series – Beyond Automation, Indigo terus mendorong inovasi teknologi yang inklusif dan bertanggung jawab. Dengan menggandeng pelaku industri, regulator, akademisi, dan komunitas, Indigo optimistis dapat menciptakan dampak positif luas bagi masyarakat, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
Indigo Hadirkan Solusi Praktis Pemanfaatan AI untuk Optimalkan Operasional Bisnis
Minimnya pemahaman teknik prompting menjadi penghalang utama pemanfaatan akal imitasi (AI) di dunia bisnis. Banyak perusahaan gagal mengoptimalkan AI bukan karena keterbatasan teknologi, tetapi akibat lemahnya strategi dalam merancang instruksi yang jelas dan efektif. Padahal, teknik prompting yang tepat dapat meningkatkan efisiensi operasional serta menghasilkan solusi yang lebih relevan bagi kebutuhan industri.
Untuk menjawab tantangan ini, Telkom Indonesia melalui program Indigo menggelar webinar AI Connect: Mastering Prompting with AI. Acara daring yang berlangsung pada Sabtu (22/3/2025) ini berfokus pada strategi meningkatkan efisiensi bisnis, optimalisasi pemasaran, serta peluang investasi bagi startup AI.
Grasia Meliolla, AI Expert, menjelaskan bahwa AI bukan sekadar alat bantu, tetapi mitra produktif yang dapat dioptimalkan dengan strategi yang tepat. “Peserta belajar mengotomatiskan tugas rutin, menganalisis data, dan merancang strategi pemasaran yang tajam,” ujarnya. Workshop ini memberikan peserta kesempatan untuk langsung menguji pemanfaatan AI dalam berbagai skenario bisnis nyata.
Menurut Dito Bagus Prasetio, Software Engineer Ruangguru, banyak orang sering menganggap bahwa membuat prompt hanya melibatkan mengetik perintah sederhana. Padahal, ada struktur dan strategi di baliknya agar AI dapat memahami instruksi dengan lebih akurat. Teknik seperti zero-shot dan chain-of-thought prompting membantu peserta menghasilkan output yang lebih relevan. Dengan metode ini, AI dapat dioptimalkan untuk otomatisasi laporan, analisis data, hingga perancangan strategi pemasaran yang lebih efektif.
Patricia Eugene Gasperz, Senior Manager Indigo, menegaskan bahwa pemahaman yang kuat terhadap prompting adalah kunci agar AI dapat memberikan nilai tambah yang signifikan bagi bisnis. “AI bukan sekadar alat bantu, tetapi aset strategis yang mampu mendorong efisiensi dan inovasi. Melalui acara ini, kami ingin memastikan bahwa para pelaku bisnis memiliki keterampilan yang tepat dalam memanfaatkan AI untuk mendukung operasional, mengoptimalkan strategi pemasaran, dan mengidentifikasi peluang investasi baru,” jelasnya.
Peserta tidak hanya memperoleh wawasan teoretis, tetapi juga praktik langsung dalam mengimplementasikan AI. Teknik prompting yang diajarkan membantu mereka mengotomatiskan tugas rutin, menganalisis data secara efisien, serta merancang strategi pemasaran yang lebih tajam. Bagi masyarakat luas, acara ini membuka peluang kolaborasi antara startup AI, korporasi, dan UMKM untuk bersama-sama membangun ekosistem digital yang inklusif.
Melalui AI Connect: Mastering Prompting with AI, Indigo menunjukkan komitmen Telkom Indonesia dalam membangun daya saing serta memberdayakan bangsa melalui kolaborasi, pelatihan, dan pengembangan solusi berbasis AI yang berkelanjutan. Kedepannya, Indigo akan terus menghadirkan program serupa untuk mendukung literasi digital, memperkuat kapasitas SDM, dan menciptakan ekosistem teknologi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Jakarta, 8 April 2025 — Harga Bitcoin kembali melemah tajam, turun ke bawah level $80.000 pada Senin (7/4), di tengah gelombang tekanan makroekonomi dan kekhawatiran investor atas kebijakan tarif impor kontroversial dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Koreksi ini terjadi seiring arus keluar modal dari pasar aset berisiko, termasuk kripto, yang mencatat likuidasi lebih dari US$590 juta dalam satu hari.
Kondisi pasar kripto saat ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap risiko inflasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Kebijakan Trump yang mengusulkan kenaikan tarif impor memicu reaksi negatif dari investor. Pasar menilai kebijakan tersebut berisiko memperparah tekanan harga dan menciptakan ketidakpastian dalam perdagangan global.
Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan bahwa efek dari retorika politik Trump sudah terasa di pasar keuangan global, termasuk kripto.
“Kebijakan tarif Trump memicu kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi dan potensi perlambatan ekonomi global. Hal ini diperkuat dengan peringatan dari Ketua The Fed, Jerome Powell, yang menyebut bahwa tekanan inflasi dapat meningkat signifikan jika kebijakan tersebut diterapkan,” ujar Fyqieh.
Tekanan Jangka Pendek: Dari Pasar Saham ke Kripto
Koreksi juga melanda pasar saham AS, dengan indeks Nasdaq 100, S&P 500, dan Dow Jones memasuki zona koreksi. Hal ini turut menyeret pasar kripto yang dalam 24 jam terakhir mengalami penurunan nilai pasar sebesar 2,45%, menyisakan kapitalisasi sebesar US$2,59 triliun.
Sentimen negatif semakin diperparah dengan dominasi posisi short oleh trader kripto. Data menunjukkan bahwa lebih dari 53% trader mengambil posisi bearish terhadap Bitcoin. Rasio long-short BTC menurun ke angka 0,89, mencerminkan ekspektasi bahwa harga Bitcoin masih berpotensi turun dalam waktu dekat.
Meski demikian, Bitcoin masih mempertahankan dominasi pasar sebesar 62%, yang menunjukkan bahwa aset ini tetap menjadi acuan utama dalam ekosistem kripto di tengah gejolak pasar.
Apakah Investor Akan Meninggalkan Kripto?
Dalam situasi pasar yang penuh ketidakpastian, sebagian investor mulai menjauh dari aset berisiko seperti kripto. Hal ini terlihat dari Indeks Ketakutan dan Crypto Fear & Greed Index yang mendekati zona “Fear Extreme”. Tekanan jual yang tinggi serta peningkatan volume posisi put mengindikasikan sentimen pasar yang masih sangat defensif.
Namun menurut Fyqieh, masih ada ruang untuk optimisme. Ia menilai bahwa tekanan saat ini lebih dipicu oleh faktor eksternal dan bersifat sementara.
“Investor jangka panjang masih bisa melihat ini sebagai fase konsolidasi sebelum tren baru terbentuk. Apalagi, jika regulasi semakin jelas dan adopsi institusional meningkat, potensi pemulihan jangka menengah tetap terbuka lebar,” katanya.
Proyeksi Harga Bitcoin ke Depan
Dalam jangka pendek, Fyqieh memperkirakan Bitcoin akan bergerak dalam pola konsolidasi dengan rentang harga antara $72.000 hingga $81.000. Level support kuat berada di $72.800, sedangkan area resistensi berada di kisaran $84.000. Jika tekanan global terus berlanjut, harga Bitcoin bisa menguji ulang level psikologis $70.000.
Sebaliknya, jika muncul katalis positif seperti pernyataan dovish dari The Fed atau berita baik dari sisi regulasi dan kepemilikan kripto oleh institusi pemerintah, maka Bitcoin berpotensi melakukan rebound cepat di atas $85.000.
Untuk proyeksi jangka menengah hingga akhir tahun 2025, harga Bitcoin diperkirakan bisa mencapai kisaran $95.000 hingga $105.000. Dalam skenario optimistis, Bitcoin bahkan bisa kembali menguji level $120.000 hingga $125.000, terutama jika ketegangan geopolitik mereda dan The Fed memangkas suku bunga.
Meskipun menghadapi tekanan jangka pendek, pasar kripto belum kehilangan daya tariknya. Prospek pemulihan tetap terbuka lebar jika dinamika global berubah ke arah yang lebih kondusif. Dalam kondisi seperti ini, pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada namun juga fleksibel, karena volatilitas tinggi bisa membuka peluang baru di tengah risiko yang ada.
Siapa sangka dari lapak 3×3 meter dan modal 3 juta rupiah, Rangga Umara bisa membangun bisnis kuliner yang memiliki lebih dari 100 cabang dan bahkan merambah Malaysia? Kisahnya bukan hanya soal bisnis, tapi tentang mimpi, langkah kecil, dan kekuatan komunitas.
Langkah Pertama: Dari Mimpi Jadi Aksi
Tahun 2006 adalah pertama kali Rangga Umara memulai langkah kecilnya. Kala itu ia masih bekerja di stasiun radio di Bandung. Suatu hari, ia melihat rumah makan ayam bakar baru di depan kantornya yang langsung ramai oleh pengunjung.
Didorong oleh rasa penasaran, Rangga mengulik bagaimana warung ayam bakar itu begitu populer dalam sekejap. Penelusuran ini membawanya pada pertemuan dengan pemilik rumah makan, Puspo Wardoyo. Dari sana, ia mengetahui kisah awal mula bisnis ayam bakar yang ternyata dimulai dari warung kaki lima di Medan sebelum berhasil membuka cabangnya di seluruh Indonesia.
Terinspirasi dari kisah Puspo Wardoyo, kali itu pertama kalinya Rangga Umara bermimpi untuk membuka bisnis kulinernya sendiri. Ia rutin menuliskan mimpi-mimpinya dalam sebuah buku kecil yang ia sebut sebagai “Dream Book.” Isinya adalah setiap keinginan dan harapan yang ia miliki dalam hidup.
Dengan modal 3 juta rupiah, ia menyewa tempat 3×3 meter seharga 250 ribu rupiah per bulan. Dari sepetak warung sederhana di bilangan Pondok Kelapa, Jakarta Timur tersebut, lahirlah Pecel Lele Lela.
Baru memulai bisnis, tetapi target Rangga tak main-main: ia memiliki tujuan dalam satu tahun mampu membuka 10 cabang dan dalam lima tahun membuka 100 cabang di seluruh Indonesia.
Filosofinya sederhana tapi kuat: “Kalau ada kesempatan, mulai aja dulu,” seperti pesan dari almarhum Bob Sadino yang jadi inspirasinya.
Jatuh Bangun dan Momen Terendah
Perjalanan bisnis tidak selalu mulus. Rangga sempat terusir dari rumah saat awal merintis bisnis ini. Akan tetapi, ia tidak suka mengenang kegagalan maupun kesuksesan terlalu lama. Kegagalan baginya hanya sebuah siklus yang sementara yang nantinya akan hadir bergiliran dengan kesuksesan.
“Buat saya, yang namanya gagal itu kalau kita berhenti mencoba. Kalau kita terus mencoba, pada akhirnya kita akan sampai pada tujuan. Kesuksesan hanyalah akumulasi dari kegagalan yang terus kita hadapi,” ungkapnya dalam dokumenter YouTube bersama Sekali Seumur Hidup.
Dari diskusi bersama coach bisnis ternama Indonesia, Tom McIfle, Rangga menemukan bahwa untuk mewujudkan bisnis yang berhasil kita memerlukan “blueprint”. Blueprint adalah tujuan atau rancangan ke mana arah bisnis akan berkembang. Hal ini menjadi penting agar setiap langkah yang kita ambil akan jelas dan terarah.
“Saya mungkin mulai bisnis dari 3 juta saja, tapi saya punya blueprint. Saya punya tujuan setahun 10 cabang, 5 tahun 100 cabang, jadi saya tahu harus berbuat seperti apa. Kita harus berani berkhayal. Bisnis sukses yang kita lihat hari ini mulanya juga khayalan. Tapi, menghayal saja tidak cukup. Harus berani melangkah, sekecil apapun.” jelas Rangga penuh semangat.
Komunitas yang Menyokong Perjalanan
Dari pengalaman jatuh bangun itu, lahirlah Kuliner Mastery—sebuah komunitas pelaku bisnis kuliner yang kini memiliki lebih dari 2.400 member di seluruh Indonesia.
Komunitas ini hadir sebagai teman seperjalanan untuk pelaku bisnis kuliner Indonesia, karena menurut Rangga, “Perjalanan bisnis kuliner itu panjang dan sepi. Kalau sendirian, rasanya seperti uji nyali, seram dan sendirian,” jelasnya.
Berbagai cerita sukses pun lahir dari komunitas ini. Rozak, misalnya, dari yang awalnya hanya memiliki 5 karyawan kini memiliki 80 karyawan dan 3 cabang rumah makan setelah bergabung dengan Kuliner Mastery.
Ada pula Pegi, pemilik Pawon Sambal Kenthir. Setelah sempat ragu berkali-kali untuk membuka bisnis kulinernya, Pegi akhirnya memberanikan diri untuk memulai langkahnya setelah diyakinkan oleh Rangga Umara dan member Kuliner Mastery lainnya.
Belum habis ragunya, ketika H-1 Grand Opening, seketika seluruh karyawannya memutuskan untuk resign mengikuti jejak manajer restoran yang keluar dari restoran. Akan tetapi, berkat dukungan Rangga Umara dan komunitas, ia tetap melaksanakan Grand Opening tersebut. Member Kuliner Mastery secara solid mengirimkan bantuan pinjaman karyawan bahkan turun tangan secara langsung langsung untuk membantu Pegi dalam acara Grand Opening-nya.
Komunitas ini, bagi Rangga, adalah ruang untuk tumbuh dan menginspirasi satu sama lain. Bukan sekadar tempat bertanya, tapi tempat berbagi solusi nyata.
“Rezeki itu nggak akan tertukar. Yang penting kita punya tujuan masing-masing. Justru dengan berbagi, kita tumbuh bareng. Siapa teman seperjalanan kita hari ini akan menentukan kita ada di mana lima tahun lagi.” jelasnya.
Itulah mengapa Rangga terus membuka diri, belajar dari mereka yang lebih hebat, dan berbagi kepada mereka yang baru melangkah. Karena dalam hidup, kita semua sedang dalam perjalanan. Dan perjalanan itu akan lebih ringan jika dijalani bersama.
Dari Mangga Besar ke Malaysia
Kesuksesan Lele Lela tidak berhenti di Indonesia. Suatu hari, rombongan golfer dari Malaysia mencoba Lele Lela di salah satu cabang di Mangga Besar. Tak disangka, rombongan ini menyukai produk Lele Lela dan menawarkan pembukaan cabang di negeri jiran.
Rangga tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Berkat kesempatan tersebut, kini Lele Lela telah memiliki 6 cabang di Malaysia. Salah satu cabangnya bahkan diresmikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia. Ini menjadi bukti bahwa kuliner Indonesia punya potensi untuk mendunia, meskipun sekadar “pecel lele” yang seringkali dianggap sebagai makanan kaki lima.
“Dulu waktu saya bilang mau bawa pecel lele ke dunia, orang ketawa. Sekarang? Tawaran buka di Mekah, Jeddah, Thailand, sampai Vietnam udah mulai berdatangan. Kayaknya jalan ke internasional mulai kelihatan,” ungkapnya.
Perjalanan bisnis yang naik turun Rangga lihat sebagai tantangan. Tantangan terasa sulit hanya karena kita tidak terbiasa dan tidak tahu cara menghadapinya, kuncinya adalah terus menghadapi tantangan yang datang. Bagi Rangga, sukses adalah tentang komitmen, bukan sekadar passion. Suka tidak suka, kita tetap harus menjalaninya.
Kegigihan Rangga Umara ini membawanya menjadi salah satu dari 11 Tokoh Inspirator Indonesia oleh Beritasatu bersama tokoh inspiratif lainnya. Dari Dream Book ke Dunia, Rangga Umara menunjukkan bahwa mimpi besar bisa dimulai dari langkah kecil. Yang penting: mulai dulu, sisanya kita lewati bersama.
Telkom Indonesia Dukung Ramadan Tech-Talk di Makassar untuk Percepat Transformasi Digital
Transformasi digital di Indonesia terus berkembang pesat, namun kesenjangan akses dan pemahaman teknologi masih menjadi tantangan besar, terutama di kalangan masyarakat umum maupun talenta digital lokal. Untuk menjawab tantangan ini, Telkom Indonesia melalui program inkubasi dan akselerasi startup, Indigo, mengambil langkah nyata dengan mendukung program Ramadan Tech-Talk. Acara ini diselenggarakan oleh Google Developer Group on Campus Universitas Negeri Makassar (GDGoC UNM), berlangsung selama 14 hari di IndigoHub Makassar dan menghadirkan 23 topik menarik seputar teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), pengembangan aplikasi, hingga desain UI/UX.
Program Ramadan Tech-Talk dirancang untuk memberikan wawasan praktis kepada peserta lintas disiplin ilmu. Peserta tidak hanya berasal dari jurusan teknik, tetapi juga dari bidang lain seperti psikologi hingga bahasa Arab. Hal ini menunjukkan bahwa minat terhadap teknologi semakin meluas, dan mencakup berbagai lapisan masyarakat. Kolaborasi lintas disiplin ini menjadi salah satu nilai unik dari acara ini.
Lead GDGoC UNM, Rafika Hutami Putri, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Indigo. Menurutnya, program ini tidak hanya menjadi wadah pembelajaran teknologi bagi anggota GDGoC UNM. Tetapi program ini juga membuka peluang jejaring dengan komunitas teknologi lain yang sangat berharga untuk pengembangan talenta digital lokal.
” />
Sunarti M.R., Business and Community Lead IndigoHub Makassar, menegaskan komitmen IndigoHub dalam memperkuat ekosistem teknologi lokal. “Indigo tidak hanya menyediakan fasilitas, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi bagi talenta digital untuk berkembang,” ujarnya. “Melalui program seperti Ramadan Tech-Talk , kami ingin memastikan bahwa inovasi teknologi dapat dirasakan oleh semua kalangan.” tutupnya.
Patricia Eugene Gasperz, Senior Manager Program Indigo, menegaskan bahwa program seperti Ramadan Tech-Talk menjadi langkah strategis dalam mengakselerasi pemanfaatan teknologi di kalangan masyarakat. “Indigo berkomitmen untuk mendukung talenta digital lokal dengan menyediakan akses ke pelatihan dan jejaring yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Melalui topik-topik seperti AI, pengembangan aplikasi, dan UI/UX, kami ingin memastikan peserta memiliki keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan.” ujarnya.
” />
Manfaat acara ini tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi juga oleh masyarakat secara keseluruhan. Melalui topik seperti AI, pengembangan aplikasi, dan UI/UX, peserta memperoleh keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan. Kolaborasi antara Indigo dan komunitas lokal juga membuka peluang bagi solusi teknologi inovatif untuk menjawab tantangan sosial dan ekonomi di Indonesia.
Ke depannya, Indigo berharap dapat terus mendukung inisiatif serupa guna memperluas akses pembelajaran teknologi bagi talenta digital di berbagai daerah. Melalui sinergi dengan komunitas lokal, akademisi, dan industri, Indigo bertekad untuk menciptakan ekosistem teknologi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan program seperti Ramadan Tech-Talk, Indigo ingin memastikan bahwa transformasi digital dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, sehingga teknologi menjadi alat untuk meningkatkan kualitas hidup bangsa.
Indigo Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Adopsi AI dalam Bisnis, Kesehatan, dan Pelestarian Budaya
Pesatnya perkembangan AI di Indonesia membuka peluang besar bagi industri dan ekonomi digital. Namun, tantangan dalam literasi digital, regulasi, dan kesiapan tenaga kerja masih menjadi hambatan utama dalam adopsinya. Jika tidak segera diatasi, kesenjangan teknologi dapat semakin melebar dan menghambat inovasi. Untuk memastikan AI berdampak luas dan inklusif, diperlukan strategi komprehensif dan kolaborasi lintas sektor.
Menjawab tantangan ini, Telkom Indonesia melalui program Indigo menginisiasi forum AI Connecting The Dots di Bandung. Forum ini menjadi sarana bagi pemangku kepentingan lintas sektor untuk mengeksplorasi peran AI dalam menghubungkan data, industri, dan komunitas. Sebagai bagian dari Indigo AIC Series – Beyond Automation, acara ini bertujuan mempercepat adopsi AI dalam bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, serta membuka peluang inovasi bagi startup dan perusahaan berbasis AI.
Dalam forum ini, Lusyana Sunardi, Expert Business Analyst di BigBox, menjelaskan bahwa Generative AI telah menjadi pendorong utama transformasi bisnis, terutama dalam otomatisasi operasional dan analitik prediktif. Ia menyebutkan bahwa saat ini 60% adopsi AI di industri berasal dari teknologi ini. Sementara itu, Awwal Mulyana dari Bio Farma menyoroti bagaimana AI berkontribusi dalam pemantauan uji klinis obat secara lebih presisi dan efisien. Teknologi ini dinilai mampu mempercepat riset medis, namun regulasi dan kesiapan tenaga kerja tetap menjadi tantangan yang harus diatasi agar AI dapat diterapkan secara optimal di sektor kesehatan.
Dalam diskusi ini, Marchel Andrian Shevchenko membahas bagaimana AI dapat berkontribusi dalam pelestarian budaya dengan aksara lokal berbasis AI. Menariknya, lebih dari 60% penggunanya berasal dari luar negeri, menunjukkan tingginya minat global terhadap budaya Indonesia. Selain itu, ia juga mengembangkan BioBot, sebuah AI yang membantu merekomendasikan obat untuk layanan kesehatan, memperlihatkan bagaimana teknologi dapat diterapkan di berbagai sektor. “Keamanan AI akan menjadi tantangan terbesar ke depan,” ujarnya. Marchel menekankan pentingnya regulasi dan etika agar AI tidak hanya inovatif, tetapi juga bermanfaat secara luas.
Forum ini memberikan manfaat nyata bagi berbagai sektor, terutama UMKM yang kini dapat memanfaatkan AI untuk analitik data pelanggan dan strategi pemasaran. Di sektor kesehatan, AI membantu meningkatkan presisi layanan, termasuk dalam pemantauan uji klinis. Selain itu, penerapan aksara lokal berbasis AI juga membuka peluang bagi pelestarian budaya Indonesia di kancah global. Peserta forum mendapatkan wawasan mendalam tentang pengolahan data besar dan optimalisasi energi, yang semakin relevan dalam era digital. Workshop interaktif dan sesi networking menjadi ajang bagi pelaku industri untuk berkolaborasi dan mengembangkan solusi berbasis AI yang lebih inovatif.
AI bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi harus menjadi alat pemberdayaan bagi industri dan masyarakat. Potensi AI sangat besar, tetapi manfaatnya harus dapat dirasakan secara luas dan merata,” ujar Patricia Eugene Gasperz, Senior Manager Indigo. Ia menjelaskan bahwa Indigo berperan aktif dalam akselerasi AI melalui program inkubasi startup, pendampingan UMKM, dan kemitraan dengan berbagai institusi. “Kami ingin memastikan AI tidak hanya meningkatkan efisiensi bisnis, tetapi juga menciptakan dampak positif di sektor publik, pendidikan, dan ekonomi digital nasional,” tambahnya.
AI Connecting The Dots merupakan wujud komitmen Telkom dalam membangun daya saing serta memberdayakan bangsa melalui kolaborasi, pelatihan, dan pengembangan solusi berbasis AI yang berkelanjutan. Melalui program Indigo, Telkom terus mendukung adopsi AI di berbagai sektor, mulai dari industri, UMKM, hingga pelestarian budaya. Dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor, Telkom berharap AI dapat menjadi katalisator inovasi yang memberikan dampak luas bagi ekonomi digital nasional dan mendorong Indonesia bersaing di tingkat global.
Solana (SOL) tengah jadi perhatian investor kripto setelah mengalami penurunan tajam dalam beberapa bulan terakhir. Padahal, di awal Januari 2025, token ini sempat mencatatkan harga tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH) di $293.31. Namun per 7 April 2025, harga SOL tercatat hanya $98.11—turun lebih dari 66%.
Penurunan ini menimbulkan dua pandangan berbeda di kalangan analis: sebagian yakin Solana masih berpeluang bangkit, sementara yang lain memperkirakan harga bisa jatuh lebih dalam. Lalu, bagaimana prediksi harga Solana di April 2025?
Tren penurunan ini berlangsung bertahap, seiring dengan tekanan dari pasar global dan sentimen investor yang melemah. Saat ini, SOL masih bertahan di kisaran support psikologis $100—angka penting yang akan menentukan arah selanjutnya.
Prediksi Solana di April 2025
Jika tekanan pasar berlanjut, harga Solana diperkirakan bisa turun ke area support kuat di $70–$80. Level ini pernah jadi titik pantul sebelumnya dan dianggap sebagai target koreksi yang wajar jika kondisi tetap memburuk.
Adapun faktor pendukung penurunan di antaranya indeks ketakutan kripto (Crypto Fear & Greed Index) menyentuh 25 (zona “Extreme Fear”), kebijakan tarif baru Presiden Trump terhadap negara Asia memicu aksi jual, dan volume transaksi didominasi oleh tekanan jual.
Di sisi lain, beberapa analis melihat koreksi ini sebagai momen “buy the dip”. Jika harga berhasil bertahan di atas $100 dan sentimen pasar membaik, SOL diprediksi bisa rebound ke $140. Bahkan, jika tren bullish kembali kuat, target $190–$200 bukan tidak mungkin tercapai.
Faktor pendukung skenario bullish ini di antaranya stabilitas harga di level $100 mulai terlihat, Bitcoin memimpin pemulihan pasar, aktivitas pengembangan proyek Solana tetap aktif.
Apa Saja Faktor yang Mempengaruhi Harga SOL?
Kebijakan Ekonomi Global. Kebijakan tarif AS yang agresif memicu kekhawatiran di pasar kripto.
Sentimen Investor. Banyak investor memilih wait and see atau menjual aset karena kondisi pasar yang kurang kondusif.
Pergerakan Harga Bitcoin. Bitcoin yang mulai pulih bisa ikut mendorong altcoin, termasuk SOL.
Tekanan dari Short Seller. Aksi short selling meningkatkan tekanan turun, tapi bisa berbalik cepat jika terjadi short squeeze.
Level Harga Penting Solana
$80 : Support utama jika harga lanjut turun
$100 : Titik psikologis penting dan potensi rebound
$140 : Resistance awal jika harga mulai naik
$190–$200 : Target optimis jika pasar kembali bullish
Kesimpulan
Solana sedang berada di masa krusial. Apakah harga akan terus turun ke $80 atau malah bangkit menuju $200, semuanya tergantung perkembangan pasar dalam beberapa minggu ke depan. Untuk investor jangka panjang, kondisi saat ini bisa menjadi peluang beli SOL. Tapi untuk trader harian, penting untuk tetap waspada dan disiplin dalam strategi.
Bagi kamu yang aktif trading atau ingin tetap update dengan pergerakan harga terkini, kamu bisa manfaatkan platform seperti Bittime, yang menyediakan analisis pasar, grafik harga kripto real-time, dan fitur trading yang mudah digunakan.
Sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan tenaga profesional di sektor logistik dan ekspor-impor, Port Academy resmi meluncurkan program Pelatihan Freight Forwarder. Program ini dirancang untuk mempersiapkan peserta menjadi tenaga ahli yang mampu mengelola proses pengiriman barang secara efisien, legal, dan profesional.
Menjawab Tantangan Industri Logistik Global
Dalam dunia perdagangan internasional, peran freight forwarder sangat penting dalam mengoordinasikan proses pengiriman lintas negara. Oleh karena itu, Port Academy menghadirkan Diklat Freight Forwarder guna menjawab kebutuhan industri akan tenaga yang memahami peraturan ekspor-impor, pengelolaan dokumen, dan kerja sama dengan berbagai mitra logistik.
Training Freight Forwarder ini cocok diikuti oleh individu yang ingin berkarier di bidang ekspedisi, logistik, ataupun manajemen rantai pasok.
Materi Komprehensif dan Praktis
Pelatihan Freight Forwarder mencakup berbagai topik penting seperti manajemen pengiriman barang, prosedur bea cukai, pengelolaan dokumen ekspor-impor, tarif dan incoterms, serta pemilihan moda transportasi yang tepat.
Selain teori, Diklat Freight Forwarder juga dilengkapi dengan studi kasus dan simulasi nyata untuk meningkatkan keterampilan praktis peserta.
Sertifikasi Resmi untuk Meningkatkan Daya Saing
Peserta yang menyelesaikan Training Freight Forwarder dan lulus evaluasi akhir akan memperoleh Sertifikasi Freight Forwarder resmi. Sertifikasi ini menjadi bukti kompetensi dalam bidang pengiriman dan logistik internasional, serta dapat meningkatkan peluang kerja di perusahaan ekspor-impor, freight forwarding, hingga logistik global.
Sertifikasi Freight Forwarder juga menjadi nilai tambah penting dalam proses seleksi karyawan baru maupun promosi jabatan.
Terbuka untuk Individu dan Perusahaan
Port Academy membuka Pelatihan Freight Forwarder untuk umum, pelaku usaha, dan karyawan perusahaan logistik yang ingin meningkatkan keterampilan dan pengetahuannya. Pelatihan ini juga tersedia dalam format in-house dengan jadwal yang fleksibel sesuai kebutuhan perusahaan.
Dengan dukungan tenaga pengajar berpengalaman dan materi terkini, Diklat Freight Forwarder siap mencetak tenaga logistik yang andal dan berdaya saing global.
Port Academy Tegaskan Perannya dalam Pengembangan SDM Logistik
Melalui peluncuran Training Freight Forwarder, Port Academy menegaskan komitmennya dalam mendukung kemajuan industri logistik nasional. Dengan pelatihan yang adaptif, aplikatif, dan berbasis kebutuhan industri, Port Academy terus berkontribusi dalam membangun SDM unggul untuk menghadapi tantangan perdagangan internasional.
Sebagai bagian dari komitmen dalam meningkatkan budaya keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan industri, Energy Academy menyelenggarakan program Sertifikasi Auditor SMK3 secara online. Kegiatan ini bertujuan mencetak auditor profesional yang mampu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di perusahaan, sekaligus mendukung pencapaian target zero accident.
SMK3, Pilar Utama Keselamatan Kerja
Dalam dunia kerja yang kompleks dan penuh risiko, SMK3 menjadi sistem vital untuk memastikan seluruh proses operasional berlangsung secara aman dan efisien. Namun, sistem ini hanya akan efektif jika diawasi secara berkala dan tepat. Oleh sebab itu, Training Auditor SMK3 menjadi langkah strategis untuk menghasilkan tenaga ahli yang mampu melakukan audit internal maupun eksternal dengan standar nasional dan internasional.
Pelatihan Auditor SMK3 juga bertujuan menanamkan prinsip pencegahan risiko, pengendalian bahaya kerja, dan penguatan komitmen perusahaan terhadap kesehatan dan keselamatan tenaga kerja.
Mengacu pada Regulasi Pemerintah
Diklat Auditor SMK3 yang digelar oleh Energy Academy mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 sebagai pelaksanaan dari UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Aturan ini mewajibkan perusahaan dengan jumlah tenaga kerja minimal 100 orang atau tingkat risiko tinggi untuk menerapkan SMK3 secara sistematis.
Tak hanya itu, pelatihan ini juga mengadaptasi standar internasional OHSAS 18001:2007, yang menjadi pedoman global dalam membangun sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang efektif.
Materi Pelatihan Komprehensif dan Praktis
Dalam Pelatihan Auditor SMK3, peserta dibekali dengan berbagai materi penting, antara lain:
Pemahaman menyeluruh tentang prinsip dan komponen SMK3
Teknik mengidentifikasi potensi bahaya dan penilaian risiko
Penyusunan tujuan, sasaran, dan program K3 perusahaan
Prosedur audit internal dan eksternal
Penyusunan laporan hasil audit yang akurat dan solutif
Gap analysis penerapan SMK3 di berbagai jenis industri
Dengan metode pembelajaran daring yang interaktif, peserta dapat mengikuti kelas secara fleksibel dan tetap memperoleh pengalaman belajar yang maksimal.
Proses Sertifikasi Resmi dari BNSP
Setelah menyelesaikan Training Auditor SMK3, peserta akan mengikuti uji kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Jika lulus, peserta akan mendapatkan Sertifikasi Auditor SMK3 resmi yang diakui secara nasional.
Sertifikat ini menjadi bukti kompetensi bahwa auditor telah memenuhi standar nasional dalam melakukan audit SMK3 dan siap menjalankan fungsinya dengan profesional di berbagai sektor industri.
Energy Academy Dukung Perusahaan Tumbuhkan Budaya K3
Sebagai lembaga pelatihan profesional di bidang energi, lingkungan, dan keselamatan kerja, Energy Academy konsisten menghadirkan program-program unggulan untuk membangun budaya kerja yang aman, sehat, dan produktif.
Diklat Auditor SMK3 merupakan salah satu upaya konkret untuk mencetak auditor yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kemampuan analisis, komunikasi, dan penyusunan rekomendasi perbaikan yang aplikatif.
Langkah Strategis Menuju Zero Accident
Penerapan SMK3 yang kuat merupakan salah satu kunci utama dalam menekan angka kecelakaan kerja. Dengan mengikuti Pelatihan Auditor SMK3, perusahaan telah mengambil langkah nyata untuk membangun sistem pengawasan yang dapat mendeteksi celah risiko dan memperbaiki prosedur kerja secara berkelanjutan.
Lebih dari itu, Sertifikasi Auditor SMK3 juga memberikan legitimasi bagi perusahaan dalam menghadapi audit eksternal dari regulator maupun klien, serta meningkatkan citra perusahaan sebagai tempat kerja yang peduli terhadap keselamatan dan kesehatan kerja.
Artikel “Turtle AV USB Extender Kit: A Game Changer for Media and AV Installations” oleh Melvin Halpito, Managing Director MLV Teknologi, mengupas tentang inovasi Turtle AV USB Extender Kit yang meningkatkan instalasi media dengan memberikan solusi perpanjangan USB yang efisien dan berkualitas tinggi. Dengan kemampuan memperpanjang jangkauan perangkat dan kemudahan instalasi, produk ini menjadi pilihan ideal untuk meningkatkan pengalaman audiovisual. MLV Teknologi siap mendukung implementasi sistem ini untuk membantu klien meraih produktivitas yang lebih baik. https://mlvteknologi.com/turtle-av-usb-extender-kit-a-game-changer-for-media-and-av-installations/
Dalam artikel yang ditulis oleh Melvin Halpito, Managing Director MLV Teknologi, berjudul “Turtle AV USB Extender Kit: A Game Changer for Media and AV Installations”, dibahas tentang inovasi terbaru dalam teknologi perpanjangan USB yang membawa perubahan signifikan dalam instalasi audio visual. Turtle AV USB Extender Kit dirancang khusus untuk memudahkan konektivitas dalam berbagai situasi, baik di ruang pertemuan, ruang kelas, maupun lingkungan media profesional.
Solusi untuk Kendala Jarak
Salah satu tantangan yang sering dihadapi dalam instalasi AV adalah keterbatasan jarak antara perangkat. Melvin Halpito menjelaskan bahwa Turtle AV USB Extender Kit memungkinkan pengguna untuk memperpanjang jangkauan perangkat USB hingga 100 meter tanpa mengorbankan kualitas sinyal. Hal ini sangat berguna untuk menempatkan perangkat seperti kamera, mikrofon, dan perangkat input lainnya pada jarak yang lebih jauh dari komputer atau sistem pengendali.
Kualitas Kinerja yang Unggul
Turtle AV USB Extender Kit tidak hanya menawarkan jarak yang lebih jauh, tetapi juga memastikan kualitas kinerja yang tinggi. Dengan teknologi canggih yang mengurangi gangguan dan memastikan transmisi data yang stabil, pengguna dapat menikmati pengalaman audio dan visual yang optimal. Melvin Halpito menyoroti bagaimana produk ini sangat penting dalam situasi di mana kehandalan adalah kunci, seperti dalam pertemuan penting atau acara presentasi.
Kemudahan Instalasi dan Penggunaan
Salah satu keunggulan lainnya dari Turtle AV USB Extender Kit adalah kemudahan instalasi. Produk ini dirancang untuk plug-and-play, sehingga siap digunakan tanpa perlu konfigurasi yang rumit. Hal ini memungkinkan pengguna untuk menghemat waktu dan sumber daya saat mengatur lingkungan AV mereka. MLV Teknologi selalu berkomitmen untuk menyediakan solusi yang tidak hanya efisien tetapi juga mudah dioperasikan.
Evolusi Teknologi AV
Dengan semakin banyaknya perusahaan yang beralih ke setup menggunakan teknologi digital dan media, Turtle AV USB Extender Kit muncul sebagai solusi yang sangat relevan. Investasi dalam alat ini tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis, tetapi juga mengarah pada interaksi yang lebih baik dan kolaborasi yang lebih efisien di tempat kerja. MLV Teknologi siap membantu dalam implementasi produk ini agar instalasi AV Anda lebih optimal.