Penulis: Admin

  • Hadapi Volatilitas Pasar, BRI Finance Perkuat Strategi Captive Market

    Hadapi Volatilitas Pasar, BRI Finance Perkuat Strategi Captive Market

    Jakarta, 11 April 2025 – Ketidakpastian ekonomi global akibat perang dagang, inflasi tinggi, dan tekanan geopolitik menuntut pelaku industri pembiayaan untuk semakin cermat dalam menyusun strategi bisnis. Di tengah tantangan ini, fokus pada captive market menjadi langkah strategis yang dinilai mampu menjaga pertumbuhan sekaligus mengendalikan risiko pembiayaan. Dengan pendekatan yang lebih terarah dan berbasis ekosistem, perusahaan pembiayaan dapat memperkuat kualitas portofolio sekaligus mempertahankan kepercayaan pasar.

    Sebagai anak usaha dari BRI Group, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memaksimalkan sinergi dalam ekosistem induk usahanya untuk memperluas penyaluran pembiayaan multiguna secara lebih efektif dan efisien. Didukung infrastruktur digital, integrasi data, serta jaringan yang luas hingga ke pelosok, strategi captive market memungkinkan BRI Finance menjangkau segmen yang tepat sasaran, mulai dari pegawai BRI hingga pelaku UMKM. Pendekatan ini mendukung pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi BRI Finance sebagai mitra pembiayaan yang adaptif dan relevan dalam berbagai kondisi ekonomi.

    Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menyampaikan, “Di tengah tantangan global yang dinamis, kami percaya bahwa strategi captive market merupakan langkah proaktif untuk menjaga kualitas pembiayaan dan memperluas jangkauan bisnis secara terarah. Dengan dukungan penuh dari ekosistem BRI Group, BRI Finance optimis dapat menghadirkan solusi yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan segmen pasar yang kami layani.”

    Strategi ini dipilih karena memberikan keunggulan dalam menjaga kualitas aset dan efisiensi operasional. Dengan mengoptimalkan ekosistem internal, BRI Finance dapat memanfaatkan data yang lebih lengkap untuk menekan risiko kredit, mempercepat proses pembiayaan, serta membangun loyalitas jangka panjang. Di tengah pasar terbuka yang rentan fluktuasi, pendekatan ini memberikan kestabilan dan mendukung pertumbuhan yang sehat dan inklusif.

    Untuk memperkuat daya saing, BRI Finance juga terus mendorong program-program pembiayaan unggulan, seperti Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dengan bunga kompetitif mulai dari 2,75% per tahun untuk mobil baru, 0,66% per bulan untuk mobil bekas, dan 0,7% per bulan untuk motor. Selain itu, tersedia layanan BRI Flash, yaitu fasilitas dana tunai dengan jaminan BPKB kendaraan, yang memungkinkan pencairan hingga 90% dari nilai jaminan dan suku bunga ringan mulai dari 0,72% per bulan.

    “BRI Finance melihat strategi captive market sebagai peluang besar untuk mendorong pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi pemulihan ekonomi nasional,” tutup Wahyudi.

  • Bagaimana PP No. 6/2025 Berdampak pada Perusahaan dan Perencanaan Tenaga Kerja

    Bagaimana PP No. 6/2025 Berdampak pada Perusahaan dan Perencanaan Tenaga Kerja

    Pemerintah Indonesia baru-baru ini memberlakukan Peraturan Pemerintah (PP) No. 6 Tahun 2025, sebuah perubahan regulasi yang penting dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan karyawan, terutama bagi mereka yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Diresmikan oleh Presiden Prabowo pada 7 Februari 2025, regulasi ini menjadi tonggak penting dengan secara signifikan meningkatkan manfaat keuangan bagi pekerja yang mengalami PHK. Perusahaan dan profesional SDM perlu memahami rincian regulasi ini untuk menyesuaikan strategi tenaga kerja mereka secara efektif.

    Gambaran Umum Perubahan Utama dalam PP No. 6/2025

    Sebelumnya, undang-undang Indonesia mengharuskan pemberian kompensasi tunai kepada karyawan yang di-PHK sebesar 45% dari gaji mereka selama tiga bulan pertama, dan 25% untuk tiga bulan berikutnya. Dengan PP No. 6 Tahun 2025, kewajiban ini mengalami kenaikan yang signifikan, dimana pekerja kini menerima 60% dari gaji mereka secara kontinu selama enam bulan penuh setelah pemutusan kerja.

    Penyesuaian ini tidak hanya memberikan keamanan ekonomi yang lebih besar bagi pekerja tetapi juga menambah tanggung jawab baru bagi perusahaan, sehingga membutuhkan evaluasi ulang atas rencana keuangan dan strategi terkait pengurangan tenaga kerja.

    Dampak bagi Perusahaan

    Kewajiban Finansial yang Meningkat

    Dampak utama dari PP No. 6/2025 adalah meningkatnya kewajiban finansial bagi perusahaan ketika harus melakukan PHK. Dengan kewajiban membayar 60% gaji selama periode enam bulan, perusahaan mengalami peningkatan tekanan keuangan, terutama bagi yang beroperasi di industri dengan fluktuasi karyawan tinggi atau pasar yang tidak stabil. Perusahaan harus memperhitungkan tambahan biaya ini dalam perencanaan anggaran mereka.

    Perencanaan Tenaga Kerja yang Strategis

    Dengan biaya PHK yang meningkat, perusahaan didorong untuk lebih proaktif dalam menyusun strategi manajemen tenaga kerja. Bisnis perlu memperkuat program retensi talenta, meningkatkan efisiensi tenaga kerja, serta menerapkan sistem manajemen kinerja yang tepat. Perencanaan strategis yang baik dapat mengurangi PHK yang tidak diperlukan, mengurangi risiko finansial dan menjaga stabilitas organisasi.

    Penyesuaian Kepatuhan dan Legalitas

    Perusahaan wajib segera memperbarui kebijakan internal terkait SDM dan kerangka kepatuhan untuk menyesuaikan dengan PP No. 6/2025. Ketidakpatuhan terhadap regulasi ini dapat menyebabkan dampak hukum yang serius, sanksi finansial, dan kerugian reputasi perusahaan, sehingga pelatihan kepatuhan serta audit internal menjadi semakin penting.

    Penyesuaian Perencanaan Tenaga Kerja yang Diperlukan

    Program Retensi Talenta yang Ditingkatkan

    Perusahaan kini harus lebih fokus pada retensi talenta untuk menghindari PHK yang mahal. Investasi dalam program-program keterlibatan karyawan, paket remunerasi kompetitif, jenjang karier yang jelas, dan budaya organisasi positif menjadi sangat penting. Langkah ini membantu mempertahankan talenta terbaik dan meminimalkan skala pengurangan tenaga kerja.

    Strategi Mitigasi PHK yang Proaktif

    Perusahaan harus secara aktif mempertimbangkan alternatif terhadap PHK seperti pelatihan ulang, penempatan ulang ke posisi lain, atau transfer internal. Implementasi langkah ini memerlukan investasi berkelanjutan dalam program pengembangan karyawan serta strategi komunikasi internal yang efektif agar alternatif tersebut berjalan optimal.

    Anggaran dan Perencanaan Keuangan

    Dengan kewajiban finansial yang meningkat, perusahaan perlu menyusun anggaran secara akurat dan manajemen keuangan yang tepat. Perusahaan harus menyediakan dana cadangan khusus untuk penyesuaian tenaga kerja potensial. Perencanaan keuangan dan skenario yang akurat menjadi sangat penting agar PHK bisa dikelola secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

    Manfaat bagi Karyawan

    Peningkatan Keamanan Kerja

    PP No. 6/2025 meningkatkan keamanan kerja secara substansial dengan memberikan perlindungan finansial yang lebih kuat bagi karyawan yang terkena PHK. Regulasi ini mengurangi tekanan ekonomi langsung akibat kehilangan pekerjaan, membantu karyawan menjaga stabilitas keuangan saat transisi ke pekerjaan baru.

    Peningkatan Moral Karyawan

    Kompensasi PHK yang lebih baik memperlihatkan peningkatan tanggung jawab perusahaan terhadap kesejahteraan karyawan. Perubahan regulasi ini secara signifikan dapat meningkatkan moral, memperkuat loyalitas karyawan, meningkatkan produktivitas, dan meningkatkan komitmen organisasi, karena pekerja merasa lebih dihargai dan dilindungi.

    Stabilitas Ekonomi yang Lebih Baik

    Pada level makroekonomi, kompensasi yang lebih baik selama masa pengangguran membantu menjaga konsumsi rumah tangga, menstabilkan ekonomi lokal, dan melindungi komunitas dari dampak negatif akibat pengurangan tenaga kerja yang besar. Kekuatan daya beli pekerja yang terkena PHK secara berkelanjutan berkontribusi pada ketahanan ekonomi.

    Rekomendasi Strategis bagi Perusahaan

    Melakukan Peninjauan Kebijakan Secara Berkala

    Perusahaan perlu secara rutin melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kebijakan dan prosedur SDM untuk memastikan terus sejalan dengan PP No. 6/2025. Audit berkala, pelatihan kepatuhan, dan pembaruan kebijakan menjadi vital untuk mengidentifikasi dan mengatasi celah kepatuhan secara proaktif.

    Berinvestasi dalam Pengembangan Karyawan

    Investasi aktif dalam program pengembangan dan pelatihan karyawan secara signifikan mengurangi ketergantungan terhadap PHK sebagai alat manajemen tenaga kerja. Investasi tersebut meningkatkan adaptabilitas karyawan, membuat organisasi lebih tangkas dalam menghadapi perubahan pasar dan kebutuhan bisnis.

    Mengembangkan Branding Perusahaan yang Positif

    Bisnis harus mengembangkan branding perusahaan yang kuat, menekankan komitmen terhadap kesejahteraan karyawan, keadilan, dan kepatuhan. Strategi branding yang efektif meningkatkan daya tarik perusahaan, membantu dalam mempertahankan karyawan dan menarik talenta terbaik.

    Kesimpulan

    PP No. 6 Tahun 2025 mengubah lanskap ketenagakerjaan di Indonesia, mendorong perusahaan untuk meninjau ulang pendekatan manajemen tenaga kerja dan perencanaan strategis mereka. Meski regulasi ini menambah kewajiban finansial perusahaan, namun juga menawarkan peluang untuk meningkatkan stabilitas tenaga kerja, hubungan karyawan yang lebih baik, serta ketahanan organisasi secara keseluruhan.

    Untuk memudahkan proses kepatuhan terhadap regulasi ini, manfaatkan layanan Employer of Record dari CPT Corporate yang siap mendukung perusahaan Anda dalam mengelola tenaga kerja dan memastikan kepatuhan penuh. Hubungi kami sekarang untuk informasi lebih lanjut tentang bagaimana kami dapat membantu Anda.

  • Staking USDT Jadi Alternatif di Tengah Gejolak Pasar Global?

    Staking USDT Jadi Alternatif di Tengah Gejolak Pasar Global?

    Jakarta, 11 April 2025 – Gejolak pasar ekonomi global termasuk aset kripto menghadapi fluktuasi tinggi, menyusul ketegangan geopolitik dan kebijakan tarif impor yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

    Sebelumnya, Trump menetapkan tarif impor mulai dari 10% hingga lebih dari 100% pada mitra dagang Amerika Serikat, termasuk Indonesia. Hal ini memicu kekhawatiran resesi global, dan memberikan tekanan terhadap pasar aset kripto. 

    Terbukti, kurang dari 24 jam setelah pengumuman tarif impor, aset Bitcoin (BTC) mendapatkan koreksi tajam hingga lebih dari 7% dari sekitar USD 82.300 ke kisaran USD 74.500.

    Namun, setelah mendapat banyak tanggapan dari mitra dagang nya, Trump kembali mengumumkan penundaan pemotongan tarif selama 90 hari ke depan. Keputusan penundaan ini kemudian berhasil mendorong lonjakan harga di pasar aset digital, tak terkecuali aset kripto.

    Hanya, meski kondisi pasar sudah kembali menghijau, tidak sedikit investor yang mulai mengalihkan perhatian pada aset-aset yang lebih stabil. Dalam hal ini, aset USDT (Tether) menjadi bintang utama investor aset kripto.

    USDT, yang nilainya dipatok berdasarkan Dolar Amerika Serikat, dipandang lebih stabil jika dibandingkan dengan aset kripto lainnya di tengah ketidakpastian pasar dan fluktuasi pasar saat ini.

    Sejalan dengan hal tersebut, fitur staking aset USDT juga menjadi alternatif yang cenderung diminati oleh para investor, khususnya investor pemula.

    CEO Bittime, Ryan Lymn, memandang fenomena ini sebagai “coping mechanism” yang cenderung diambil oleh sebagian investor aset kripto dengan toleransi risiko lebih rendah, guna mengamankan nilai aset mereka.

    “Masing-masing investor tentu memiliki tingkat toleransi risiko yang berbeda saat berinvestasi, inilah yang kemudian mempengaruhi jenis aset dan metode investasi yang menjadi pilihan di tengah dinamika pasar,” ungkap Ryan.

    Tentu, gejolak ekonomi global menjadi tantangan besar bagi masyarakat, termasuk investor aset kripto, karena itu aset-aset stabil seperti USDT dan fitur staking cenderung diminati sebagai pilihan yang dipandang lebih aman.

    Lebih lanjut, Ryan menjelaskan, adanya fitur staking USDT memungkinkan para investor untuk mengunci aset pada periode waktu tertentu, dan menjaga nilai kepemilikan aset, sekaligus memperoleh keuntungan dari imbal hasil tahunan (APY) pasif.

    Sehingga, ketika kondisi pasar membaik, portofolio yang telah terbangun dari hasil akumulasi ini dapat berpotensi memberikan keuntungan yang lebih optimal. 

    Staking USDT di Bittime dapat menjadi salah satu alternatif bagi investor pemula dengan tingkat toleransi risiko lebih rendah. Namum, perlu dipahami bahwa metode dan alternatif investasi yang dipilih dapat berbeda-beda tergantung pada toleransi risiko, juga hasil riset dari masing-masing investor.

    Karena itu, sangat penting untuk mengetahui ukuran toleransi risiko dan objektif dari setiap aset dan instrumen investasi yang dipilih. Sebagai catatan, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal ini, termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi investor.

    Dengan adanya kemajuan teknologi dan regulasi yang semakin jelas, masyarakat Indonesia kini dapat memiliki kesempatan untuk menjelajahi dunia keuangan digital, sebelum akhirnya menentukan instrumen investasi dan metode yang akan dipilih.

  • “Dendam dalam Dosa” Horor Kearifan Lokal, upaya membangun  ekosistem perfilman  di daerah

    “Dendam dalam Dosa” Horor Kearifan Lokal, upaya membangun ekosistem perfilman di daerah

    “Dendam dalam Dosa” adalah film horor psikologis berlatar budaya sunda yang mengisahkan arwah Sofie, perempuan Indo-Belanda yang bangkit menuntut keadilan setelah dipaksa menikah dan tewas secara misterius. diproduksi Motion Brother Studio, film ini tayang serentak sejak 10 April 2025** di jaringan “Sam’s Studio” di 17 kabupaten Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, dengan gala premiere digelar 9 April 2025 di Indramayu sebagai bagian dari perayaan Hari Film Nasional. Lebih dari sekadar horor, film ini menyuarakan pesan spiritual dan mengangkat kekuatan kearifan lokal dalam balutan sinema berkualitas nasional.

    Jakarta. 11 April 2025 — Setelah penantian panjang akibat pandemi, film horor berjudul “Dendam dalam Dosa” akhirnya resmi mulai tayang serentak sejak 10 April 2025 di jaringan bioskop Sam’s Studio yang tersebar di 17 kabupaten di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Penayangan perdana atau gala premiere-nya digelar sebelumnya, Rabu 9 April 2025, di Sam’s Studio Indramayu, Jl. Soekarno Hatta No.116, tepat pukul 16.00 WIB, sekaligus memperingati Hari Film Nasional yang pelaksanaannya mundur dari 30 Maret karena bertepatan dengan malam takbiran. Film ini tak sekadar menghadirkan ketegangan ala horor, namun juga mengangkat kekuatan kearifan lokal dalam balutan sinema berkualitas. Disutradarai oleh Firman Nurjaya dan diproduksi oleh Motion Brother Studio, seluruh proses syuting dilakukan 100% di Kabupaten Majalengka—menjadikannya sebagai contoh nyata bahwa daerah punya potensi besar untuk menghasilkan karya berkelas nasional.

    “Dendam dalam Dosa” berkisah tentang Sofie, perempuan keturunan Indo-Belanda yang dipaksa menikah dengan bangsawan Sunda, Raden Sasmita. Ia tewas secara misterius, dan arwahnya bangkit menuntut keadilan. Namun, film ini bukan hanya tentang teror—melainkan psikodrama spiritual yang menyadarkan penonton bahwa kebaikan tak akan pernah dikalahkan oleh kejahatan.

    Diperkuat oleh aktor dan aktris seperti Defwita Zumara, Vicky Joe, Dolly Martin, Lela Anggraini, Ferdian Ariyadi, dan banyak lagi, film ini juga menjadi salah satu penampilan terakhir musisi legendaris Indonesia, mendiang Areng Widodo, yang menghadirkan nuansa emosional dan magis melalui komposisi musiknya—menambah kedalaman atmosfer horor yang terasa autentik dan menyentuh.

    Gala premiere film tersebut ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting dan pegiat budaya dari Kabupaten Indramayu, Majalengka, hingga Sumedang. Hadir di antaranya Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Indramayu Drs. H. Atang Riko Hasbudi, budayawan Kang Nano dari Majalengka, Ketua Dewan Kesenian Indramayu Kang Ray Mengku Sutentra, pemerhati budaya Supali Kasim, penyair Gemy Mohawk, serta komunitas seniman lintas kabupaten. Kehadiran mereka menjadi simbol pentingnya kolaborasi antardaerah dalam membangun ekosistem perfilman yang sehat, berdaya saing, dan berbasis nilai-nilai lokal.

    Tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni, “Dendam dalam Dosa” juga diharapkan menjadi titik tolak kebangkitan perfilman daerah. Kehadiran bioskop Sam’s Studio di berbagai kota—mulai dari Cibadak, Sukabumi, Garut, Cianjur, dan Indramayu di Jawa Barat; Pekalongan, Klaten, Ungaran, Pemalang, hingga Solo di Jawa Tengah; serta Nganjuk, Kediri, Pasuruan, dan Probolinggo di Jawa Timur—membuka ruang baru bagi sineas daerah untuk berkarya dan tampil di panggung nasional.

    Dengan kisah yang kuat, nilai budaya yang kental, dan sinergi antar tokoh daerah, film ini diharapkan bukan hanya menjadi tontonan bermakna, tapi juga inspirasi bagi tumbuhnya sineas muda dari Indramayu, Majalengka, dan sekitarnya. Harapannya, Indramayu dapat menjadi pusat perayaan Hari Film Nasional di masa mendatang—sebuah cita-cita yang kini bukan lagi mimpi, melainkan proses yang sedang dimulai. Buy 1 get 1, Sam’s Studio di 16 lokasi, memberikan promo menarik, untuk film Dendam Dalam Dosa, majulah Film Indonesia, mari kita dukung film Nasional. ( wit)

  • Terra Drone Menandatangani MoU dengan Aramco untuk Mendorong Inovasi dan Lokalisasi dalam Teknologi Drone

    Terra Drone Menandatangani MoU dengan Aramco untuk Mendorong Inovasi dan Lokalisasi dalam Teknologi Drone

    Terra Drone Corporation (“Terra Drone”), yang diakui sebagai Penyedia Layanan Drone No.1 di dunia untuk tahun 2024, telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Aramco, salah satu perusahaan energi dan kimia terintegrasi terbesar di dunia yang berbasis di Arab Saudi. Kolaborasi ini menandai kemitraan strategis dalam menjajaki inovasi di bidang drone, robotika, dan solusi berbasis AI yang dirancang khusus untuk sektor minyak dan gas, sekaligus mendukung upaya lokalisasi teknologi.

    MoU ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama antara Terra Drone dan Aramco dalam mengembangkan teknologi drone yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan keselamatan dan efisiensi operasional di sektor energi. Kesepakatan ini menjadi wadah untuk mendorong inovasi di bidang-bidang penting seperti penelitian dan pengembangan, uji coba teknologi, pelatihan, serta lokalisasi kemampuan teknologi. Kedua organisasi berbagi visi yang sama untuk memajukan solusi canggih sambil mengembangkan kapabilitas lokal guna mendukung tujuan ekonomi jangka panjang Kerajaan Arab Saudi.

    Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Toru Tokushige, Pendiri & CEO Terra Drone Corporation, dan Khalid Y. Alqahtani, Senior Vice President of Engineering Services Aramco, disaksikan oleh para tamu kehormatan dan tokoh industri.

    Pada tahun 2023, Terra Drone menerima pendanaan dari Wa’ed Ventures dengan tujuan mendukung lokalisasi teknologi drone canggih dari pemimpin global. Setelah investasi tersebut, Terra Drone mendirikan cabang di Arab Saudi bernama Terra Drone Arabia, dengan tiga tujuan strategis: melokalisasi layanan Terra Drone dalam jangka pendek, membangun fasilitas R&D dan produksi lokal dalam jangka panjang, serta menciptakan lapangan kerja bagi talenta-talenta Saudi.

    Penandatanganan MoU ini menjadi dasar bagi hubungan yang lebih erat antara Terra Drone dan Aramco, yang diharapkan dapat membantu Aramco dalam menerapkan solusi drone inovatif dan mengembangkan teknologi drone yang mampu menjawab tantangan kompleks di industri energi. Dengan menggabungkan keahlian dan kehadiran lokalnya, Terra Drone berkomitmen untuk mendukung keunggulan operasional Aramco sekaligus berkontribusi pada visi Kerajaan Arab Saudi dalam kemajuan teknologi dan ekonomi.

    Kemitraan ini sejalan erat dengan komitmen jangka panjang Terra Drone dalam mendukung upaya lokalisasi, sekaligus memperkuat ekosistem teknologi yang berkelanjutan dan kompetitif secara global. Terra Drone bertekad untuk melakukan transfer pengetahuan, mengembangkan talenta lokal, serta membangun industri drone yang tumbuh dan mandiri di Arab Saudi, sebagai bagian dari kontribusi terhadap diversifikasi ekonomi nasional.

    Toru Tokushige, Pendiri & CEO Terra Drone Corporation, menyatakan:

    “MoU ini mencerminkan komitmen kami untuk mendorong inovasi dan mendukung lokalisasi sejalan dengan visi Aramco. Melalui perusahaan grup kami, Terra Drone Arabia, kami bertujuan menghadirkan teknologi drone mutakhir yang tidak hanya meningkatkan keselamatan dan efisiensi, tetapi juga memberdayakan tenaga kerja lokal. Dengan memperkuat kolaborasi dan berinvestasi dalam R&D, kami sedang membangun fondasi untuk pertumbuhan berkelanjutan dan kemajuan teknologi di Kerajaan Arab Saudi.”

    Tentang Terra Drone Arabia

    Terra Drone Arabia adalah penyedia solusi drone dan geospasial terkemuka di kawasan Timur Tengah dan Afrika. Dengan misi untuk memberdayakan bisnis melalui teknologi mutakhir, Terra Drone Arabia menawarkan layanan seperti survei lahan, batimetri, dan pemrosesan data. Sebagai bagian dari Terra Drone Corporation yang telah diakui secara global, Terra Drone Arabia memanfaatkan keahlian internasional untuk memberikan solusi inovatif yang disesuaikan dengan berbagai kebutuhan industri. Ekspansinya ke pasar Saudi mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendorong inovasi serta mendukung Visi 2030 Arab Saudi.

    Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: https://terra-drone.com.sa/

    Tentang Terra Drone Corporation

    Terra Drone Corporation, yang berbasis di Jepang, merupakan pemimpin global dalam solusi drone dan Advanced Air Mobility (AAM). Dengan misi “Unlock ‘X’ Dimensions”, perusahaan ini berkomitmen untuk menciptakan masa depan yang lebih baik melalui integrasi lintas bidang demi menghadirkan inovasi dan solusi. Terra Drone mengkhususkan diri dalam bidang survei, inspeksi, pertanian, serta manajemen lalu lintas UAS (UTM), melayani berbagai sektor seperti minyak dan gas, konstruksi, kimia, energi, hingga pertanian.

    Dengan portofolio lebih dari 3.000 proyek yang telah diselesaikan di seluruh dunia, Terra Drone telah mencapai berbagai pencapaian penting dalam industri drone. Pada Juli 2023, perusahaan mengakuisisi saham mayoritas di Unifly, penyedia platform UTM terkemuka yang telah diterapkan di lebih dari delapan negara. Langkah ini kemudian dilanjutkan dengan investasi di perusahaan asal Amerika Serikat, Aloft Technologies, pada Februari 2024 untuk memperluas kapabilitas UTM-nya.

    Terra Drone tercatat di Tokyo Stock Exchange Growth Market (Kode Saham: 278A) pada 29 November 2024 dan berhasil menduduki peringkat teratas dalam Global Drone Service Provider Rankings 2024.

    Diakui oleh Drone Industry Insights sebagai salah satu dari tiga penyedia layanan drone industri terbaik di dunia selama lima tahun berturut-turut, Terra Drone terus membangun infrastruktur digital yang dibutuhkan untuk membuka potensi penuh drone dan solusi AAM.

    Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: http://www.terra-drone.net

  • Kas Bersih WSBP Positif, Penerimaan Pelanggan Tumbuh 19,62% Sepanjang Tahun 2024

    Kas Bersih WSBP Positif, Penerimaan Pelanggan Tumbuh 19,62% Sepanjang Tahun 2024

    Jakarta, April 2025. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan kinerja operasional yang baik sepanjang tahun 2024. Perusahaan berhasil membukukan kas bersih positif dari aktivitas operasi. Di sisi lain, penerimaan dari pelanggan mengalami peningkatan sebesar 19,62% dibandingkan tahun sebelumnya.

    Capaian ini merupakan hasil dari upaya manajemen yang hati-hati dan selektif dalam mengikuti tender
    proyek. WSBP menjalankan serangkaian langkah strategis seperti mengidentifikasi potensi risiko
    proyek, mengevaluasi kredibilitas pelanggan, memastikan kecukupan pendanaan, serta membentuk
    tim khusus untuk penagihan piutang. Upaya ini membantu perusahaan lebih tepat dalam memilih
    proyek dan turut mendukung stabilitas keuangan secara keseluruhan.

    “Strategi kami berfokus pada keberlanjutan dan mitigasi risiko sejak awal proses tender. Dengan
    selektif memilih proyek yang sehat secara finansial dan operasional, kami mampu menjaga arus kas
    tetap positif serta membangun fundamental bisnis yang lebih kuat,” ujar Fandy Dewanto Kepala Divisi
    Corporate Secretary WSBP.

    Kas bersih yang diperoleh kemudian digunakan secara optimal untuk mendukung kebutuhan modal
    kerja dan memenuhi kewajiban pembayaran kepada kreditur, khususnya dalam rangka penyelesaian
    tahapan Cash Flow Available for Debt Service (CFADS) tahap 3, 4, dan 5. Langkah ini juga
    menunjukkan komitmen WSBP dalam menjaga integritas keuangan serta meningkatkan kepercayaan
    para pemangku kepentingan.

    Sepanjang tahun 2024, WSBP berhasil mencatatkan Nilai Kontrak Baru (NKB) sebesar Rp2,37 triliun
    yang berasal dari berbagai lini bisnis. Lini precast berkontribusi sebesar Rp860,85 miliar, diikuti oleh
    lini Readymix & Quarry sebesar Rp913,16 miliar, Jasa Konstruksi & Instalasi sebesar Rp574,5 miliar,
    serta lini Sewa Alat sebesar Rp20,23 miliar. Kontrak-kontrak baru ini diperoleh dari sumber eksternal
    maupun internal, dengan kontribusi eksternal sebesar 62,65% dan internal (dari Waskita Group)
    sebesar 37,35%. Pencapaian ini menunjukkan bahwa saat ini WSBP semakin dipercaya oleh pasar di
    luar Waskita Group, yang tercermin dari dominasi nilai kontrak eksternal dalam perolehan NKB tahun
    2024.

    Keberhasilan WSBP meraih kontrak eksternal yang lebih tinggi dibanding internal menjadi indikator
    positif atas meningkatnya daya saing perusahaan di industri konstruksi dan infrastruktur. Hal ini
    membuktikan bahwa WSBP tidak hanya mampu mempertahankan kepercayaan dari Waskita Group
    sebagai induk usaha, tetapi juga berhasil memperluas portofolio pelanggan di pasar eksternal.

    Dominasi nilai kontrak eksternal mencerminkan posisi WSBP yang semakin kuat sebagai mitra
    strategis terpercaya bagi berbagai proyek nasional maupun swasta, baik untuk kebutuhan precast,
    readymix, hingga jasa konstruksi.

    Adapun beberapa proyek di luar Waskita Grup yang didapat yaitu Proyek Jalan Tol Palembang-Betung

    Seksi 3 Pangkalan Balai Betung yang dimiliki oleh PT Hutama Karya, Proyek Pembangunan Bagian

    Junction Palembang Pada Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Simpang Indralaya – Muara Enim yang

    dimiliki oleh PT Hakaaston, Proyek Pembangunan Pengaman Pantai NCICD Fase A Lokasi 1 Paket 2

    yang dimiliki oleh PT Trico Wana, Proyek Nusantara International Convention and Exhibition District

    18 PIK 2 yang dimilki oleh PT Industri Pameran Nusantara, Sumbawa LNG/Liquefied Natural Gas (gas

    alam cair) Terminal and Regasification Project yang dimiliki oleh PT JGC Indonesia, dan berbagai

    proyek lainnya.

    “Kepercayaan pasar eksternal menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan bisnis WSBP. Hal ini
    menunjukkan bahwa strategi selektif yang kami terapkan tidak hanya efektif, tetapi juga memperkuat
    posisi WSBP sebagai mitra konstruksi yang andal dan kredibel,” tambahnya.

    WSBP terus berkomitmen menjalankan operasional bisnis dengan mengedepankan tata kelola
    perusahaan yang baik dan manajemen risiko yang terukur. Seluruh kebijakan diambil secara
    transparan, akuntabel, serta kepatuhan terhadap regulasi, demi mendukung pertumbuhan
    berkelanjutan yang berprinsip pada kehati-hatian.

  • Terobosan Inovatif PLTB Tolo: Efisiensi dan Keberlanjutan dalam Energi  Terbarukan

    Terobosan Inovatif PLTB Tolo: Efisiensi dan Keberlanjutan dalam Energi Terbarukan

    Jakarta, 11 April 2025 – PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”) kembali mencatatkan pencapaian gemilang dalam sektor energi terbarukan melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo, yang kini telah beroperasi penuh sejak 20 Agustus 2019.

    Dengan kapasitas 72 MW, proyek ini tidak hanya menjadi solusi energi hijau bagi wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat, tetapi juga menampilkan sejumlah inovasi yang meningkatkan efisiensi operasional serta stabilitas pasokan listrik nasional.

    Salah satu inovasi utama yang diterapkan dalam proyek ini adalah penyambungan Transmission Line 150 kV ke dalam jaringan PLN tanpa melakukan shutdown. Teknologi ini memungkinkan pemeliharaan dan pengembangan jaringan listrik dilakukan tanpa menghentikan operasi sistem, sehingga meminimalkan risiko gangguan dan memastikan kontinuitas suplai energi.

    Langkah ini menjadi pencapaian signifikan dalam efisiensi operasional sektor ketenagalistrikan di Indonesia. Selain itu, proyek ini juga menerapkan casting template dalam pemasangan underground cable, yang berfungsi untuk memastikan penempatan kabel bawah tanah dengan presisi terhadap orientasi Wind Turbine Generator (WTG).

    Pendekatan ini meningkatkan akurasi instalasi, mengurangi potensi kesalahan, dan mempercepat proses pembangunan infrastruktur kelistrikan.

    Manfaat dari pembangunan proyek PLTB Tolo ini dapat dirasakan secara langsung oleh Masyarakat sekitar, dan tentunya berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat sekitar. “Angin yang dulunya hanya berlalu, sekarang bisa menghasilkan listrik dan kesejahteraan bagi masyarakat. Pembangunan PLTB ini juga membawa perbaikan jalan dan fasilitas lain. Kami merasakan dampak positifnya langsung.” ujar masyarakat sekitar.

    Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo menjelaskan inovasi ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan proyek-proyek berkelanjutan dengan teknologi terkini. “PLTB Tolo terdiri dari 20 turbin kincir angin dengan tinggi masing-masing 133 meter dan baling-baling sepanjang 63 meter, yang memanfaatkan kecepatan angin 6-8 m/s untuk menghasilkan listrik ramah lingkungan,” jelas Joko.

    Ditambahkan Joko, dengan total investasi sebesar IDR 375 miliar, proyek ini menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah mencapai target bauran energi terbarukan serta mendukung ketahanan energi nasional.

    Dengan inovasi dan teknologi yang diterapkan, PLTB Tolo menjadi bukti nyata bagaimana energi terbarukan dapat dikembangkan secara efisien dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

    –SELESAI–

  • Tarif AS Tekan Pasar, Stablecoin Jadi Pilihan Investor Kripto Lokal

    Tarif AS Tekan Pasar, Stablecoin Jadi Pilihan Investor Kripto Lokal

    Jakarta, 11 April 2025 – Ketidakpastian global kembali meningkat seiring kebijakan tarif besar-besaran yang diumumkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terhadap negara-negara mitra dagang. Sentimen risk-off yang ditimbulkan berdampak luas, mulai dari koreksi tajam di pasar saham global, pelemahan nilai tukar Rupiah, hingga meningkatnya aksi jual di pasar kripto domestik.

    IHSG sempat mencatat aksi panic selling dan Rupiah terus melemah terhadap dolar AS, dengan nilai tukar USD/IDR spot menyentuh Rp16.864 dan sempat melampaui Rp17.000 di pasar offshore. Di tengah kondisi ini, pelaku pasar mulai mengadopsi pendekatan defensif.

    “Situasi makro saat ini memaksa investor untuk lebih berhati-hati, terutama terhadap aset berisiko. Bitcoin sempat mengalami koreksi lebih dari 25% dari titik tertingginya, dan altcoin juga menunjukkan hal yang sama. Penurunan volume perdagangan serta minimnya minat beli menandakan bahwa pasar masih dalam fase konsolidasi, dengan tekanan jual yang belum sepenuhnya mereda. Kondisi ini mendorong investor untuk sementara waktu mengalihkan fokus ke aset mayor seperti Bitcoin dan stablecoin, sembari menghindari altcoin spekulatif yang cenderung lebih rentan terhadap fluktuasi tajam,” ujar Wan Iqbal, Chief Marketing Officer Tokocrypto.

    Kendati Presiden Trump sempat mengumumkan penghentian sementara tarif selama 90 hari untuk 75 negara yang tengah bernegosiasi, kebijakan tarif terhadap China justru diperketat. Tarif terhadap Negeri Tirai Bambu kini dinaikkan menjadi 125% dan berlaku segera, memicu kekhawatiran eskalasi konflik dagang jangka panjang.

    USDT Jadi Pilihan Utama Investor Lokal

    Di tengah fluktuasi nilai tukar dan gejolak global, investor kripto di Indonesia terlihat mulai beralih ke aset yang lebih stabil seperti stablecoin, khususnya Tether (USDT). Data dari Bappebti menunjukkan bahwa USDT telah menjadi aset kripto paling banyak diperdagangkan di Indonesia selama dua tahun terakhir, mengungguli Bitcoin, Ethereum, hingga Solana.

    Menurut data yang dihimpun dari CoinMarketCap, volume perdagangan USDT di tiga platform perdagangan kripto terbesar di Indonesia telah melampaui angka $7 miliar sejak awal 2024. Di Tokocrypto, pasangan perdagangan USDT/IDR menyumbang lebih dari 25% dari total volume harian dalam 24 jam terakhir dengan transaksi terbesar di antara platform lain.

    “USDT telah menjadi jangkar utama dalam aktivitas trading lokal. Selain menawarkan stabilitas harga, USDT juga digunakan investor sebagai alat lindung nilai terhadap volatilitas rupiah. Dominasi ini juga memperkuat posisi USDT sebagai gateway untuk masuk ke berbagai platform DeFi atau aplikasi crypto lainnya,” jelas Iqbal.

    Iqbal menambahkan bahwa stabilitas USDT membantu mempertahankan likuiditas dan menjadi alternatif menarik bagi investor yang ingin menjaga arus kas tanpa perlu terpapar risiko fluktuasi harga kripto secara langsung.

    Strategi Bertahan di Tengah Tekanan

    Melihat kondisi pasar saat ini, Iqbal merekomendasikan beberapa pendekatan strategis, antara lain fokus pada aset mayor seperti Bitcoin, penggunaan strategi Dollar Cost Averaging (DCA), serta menghindari altcoin spekulatif. Selain itu, diversifikasi sebagian portofolio ke stablecoin seperti USDT atau USDC dapat menjadi langkah protektif terhadap depresiasi Rupiah.

    Bagi investor yang tetap ingin menjaga imbal hasil, eksplorasi produk staking yang bisa menjadi opsi untuk menjaga cash flow selama periode volatilitas. investor dapat memanfaatkan fitur staking untuk mendapatkan pendapatan pasif dari aset kripto yang dimiliki, tanpa harus menjualnya di tengah kondisi pasar yang belum stabil. Namun, penting untuk tetap memperhatikan aspek likuiditas dan risiko lock-up, agar strategi ini tetap sejalan dengan kebutuhan jangka pendek dan tujuan investasi masing-masing.

    “Pasar kripto tidak hanya soal spekulasi, tetapi juga manajemen risiko. Dalam situasi seperti sekarang, penting bagi investor untuk tetap waspada dan mengambil langkah cerdas dalam mengelola portofolio mereka,” tutup Iqbal.

  • Perubahan Regulasi TKDN Bisa Dorong Keberlanjutan Produksi Manufaktur Domestik

    Perubahan Regulasi TKDN Bisa Dorong Keberlanjutan Produksi Manufaktur Domestik

    Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Sarasehan Ekonomi di Menara Mandiri, Jakarta, pada Selasa, 8 April 2025. Dalam kesempatan itu, ia menginstruksikan perubahan regulasi TKDN agar lebih realistis dan fleksibel.

    Jakarta: Pada acara Sarasehan Ekonomi yang digelar di Menara Mandiri, Jakarta pada Selasa (8 /4/2025) lalu  Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan para menteri terkait untuk melakukan perubahan regulasi TKDN (tingkat kandungan dalam negeri) agar lebih realistis dan fleksibel.

    Presiden Prabowo memberikan penekanan bahwa ketentuan TKDN saat ini cenderung dipaksakan sehingga Indonesia menjadi kalah kompetitif. Selanjutnya Presiden Prabowo menyampaikan bahwa implementasi TKDN bukan hanya regulasi semata, tapi juga menyangkut aspek yang lebih luas.

    Disampaikan pengamat ekonomi Erwin Suryadi, apa  yang disampaikan oleh Presiden Prabowo  sesungguhnya menunjukkan bahwa Presiden  sangat memahami kondisi industri yang ada di Indonesia saat ini.

    “Banyak ditemukan bahwa pabrikan-pabrikan dalam negeri masih kesulitan untuk menekan harga pokok produksi karena banyak bahan baku yang belum tersedia di dalam negeri, misalnya mesin untuk kendaraan bermotor, baja dengan spesifikasi khusus, dan bahkan alumunium pun belum bisa diproduksi di dalam negeri,” ujar Erwin kepada wartawan seperti diwartakan Pantau, Kamis (10/4/2025).

    Erwin menyebut berdasarkan perbincangannya dengan beberapa pabrikan domestik, ditemukan fakta masih terbatasnya ketersediaan bahan baku. Akibatnya banyak pabrikan lokal yang labor intensive tadi kesulitan berproduksi. Sejumlah regulasi juga ia nilai telah membatasi impor bahan baku yang berujung pada keberlanjutan proses produksi, hingga komitmen mereka kepada pelanggan.

    “Disinilah pembatasan kuota bahan baku ini menjadi permasalahan bagi pabrikan dalam negeri untuk bisa menjaga kinerja sekaligus harga jual. Panjangnya rantai suplai yang harus dijalankan hanya untuk memperoleh kuota, pembayaran bea masuk untuk bahan baku, dan sekaligus juga penerapan kebijakan pembebasan pajak bagi produk jadi impor menjadi fakta yang mendorong makin tidak kompetitifnya pabrikan dalam negeri dibandingkan dengan produk impor,” kata  Erwin.

    Fakta ini juga, lanjut Erwin,  diakui oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani, yang dalam acara yang sama juga menyampaikan bahwa penghapusan kuota impor yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto akan sangat membantu eknomi Indonesia. Sri Mulyani menambahkan bahwa kuota impor selama ini tidak memberikan penerimaan negara, menambah beban transaksi dan menimbulkan ketidakpastian perdagangan.

    Menurut Erwin,  terobosan berani dari Presiden Prabowo Subianto ini nantinya akan mendorong pabrikan dalam negeri  semakin berani  mendapatkan pesanan dan juga melakukan terobosan-terobosan teknologi yang bisa menyerap tenaga kerja. Pasalnya  waktu dan tenaga serta biaya dari pabrikan tidak lagi dihabiskan untuk memikirkan bagaimana memperoleh kuota bahan baku impor yang selalu dibatasi dengan alasan-alasan yang kurang transparan.

    “Demikian juga dengan pengambil kebijakan di Kementerian terkait, dimana selama ini kerap kali dianggap menjadi penyebab lambatnya birokrasi padahal langkah yang dilaksanakan tersebut hanya langkah untuk memenuhi ketentuan yang sudah dikeluarkan oleh Menteri terkait. Belum lagi kalau ada Pertek-Pertek yang bertabrakan dan tidak sinkron antar Kementerian dan Lembaga terkait,” tuturnya.

    Dalam kesempatan yang sama Erwin juga menyoroti  penerapan TKDN melalui pembatasan-pembatasan kuota impor tersebut sejatinya bukan berarti Pemerintah ingin mematikan pabrikan dalam negeri. Tapi justru ingin memberikan kesempatan bagi Pabrikan dalam negeri untuk bisa bersaing, lebih inovatif dan bisa memenuhi komitmen penyediaan barang sesuai dengan harapan dari pelanggan.

    Salah satu sistem yang digunakan untuk membatasi kuota impor adalah dengan menerapkan konsep Harmonized System Code (HS Code) guna melakukan klasifikasi jenis barang,  yang tujuannya untuk memudahkan pentarifan, transaksi perdagangan, hingga tracking barang impor dari luar negeri yang akan masuk ke Indonesia.  

    “Salah satu kelemahan dari HS Code ini adalah kesulitan untuk memberikan kodifikasi yang tepat terhadap barang-barang yang bisa diimpor atau tidak. Dengan  kuota-kuota impor dicabut,  diharapkan barang-barang khususnya bahan baku impor tidak lagi menjadi masalah dan pabrikan dalam negeri bisa segera mendorong kembali investasinya untuk bisa menciptakan pabrikan dalam negeri yang memenuhi standar kualitas yang diharapkan, harga yang bersaing, dan waktu pengiriman yang tepat,” ujarnya.

    Dalam kesempatan berbeda, Achmad Nur Hidayat, pengamat ekonomi dan kebijakan publik UPN Veteran Jakarta mengatakan, Indonesia juga harus secara jujur mengidentifikasi dan mengatasi kelemahan struktural yang dapat menggerus daya tawarnya dalam menghadapi kebijakan tarif yang dilakukan Donald Trump.

    Ketergantungan yang masih cukup tinggi pada ekspor produk manufaktur padat karya tradisional seperti tekstil, alas kaki, dan furnitur ke pasar AS (sekitar 32% ekspor non-migas) menempatkan Indonesia dalam posisi rentan.

    “Produk-produk ini relatif mudah digantikan oleh negara pesaing seperti Vietnam, Bangladesh, atau Meksiko, yang mungkin lebih agresif dalam menawarkan insentif atau memiliki perjanjian perdagangan yang lebih menguntungkan dengan AS,” ujar Achmad seraya menyebut sejatinya industi TPT dan Alas Kaki Indonesia sudah lama kalah bersaing karena gempuran impor dari China.

    “Selain itu, tantangan regulasi domestik yang sering dikeluhkan investor asing, termasuk dari AS – seperti birokrasi yang berbelit, ketidakpastian hukum, dan isu terkait Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dapat menjadi batu sandungan,” tuturnya.

  • Puluhan Ribu Pekerja Terkena PHK Awal 2025, Peluang Baru Muncul di Dunia Digital

    Puluhan Ribu Pekerja Terkena PHK Awal 2025, Peluang Baru Muncul di Dunia Digital

    Jakarta, 11 April 2025 – Awal tahun 2025 menjadi periode yang penuh tantangan bagi dunia ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam dua bulan pertama, terjadi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor industri, terutama tekstil, garmen, dan manufaktur. Berdasarkan data dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), tercatat lebih dari 60.000 pekerja kehilangan pekerjaan, sedangkan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mencatat angka sekitar 40.000 orang.

    Sejumlah perusahaan besar melakukan PHK massal akibat tekanan finansial dan penurunan permintaan global. PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), yang sempat menjadi salah satu produsen tekstil terbesar di Asia Tenggara, menyatakan pailit dan memberhentikan lebih dari 10.000 pekerja. Selain itu, PT Danbi International melepas 2.079 pekerja, PT Yamaha Music Product Asia menghentikan 1.100 karyawan, serta PT Sanken Indonesia menutup pabriknya di Bekasi dan mem-PHK 459 karyawan.

    Meskipun data resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat angka PHK sebesar 3.325 orang sepanjang Januari 2025, kesenjangan data dengan pihak serikat pekerja dan pengusaha mengindikasikan adanya keterbatasan dalam pelaporan dan pemantauan langsung di lapangan. Wilayah yang paling terdampak adalah DKI Jakarta, disusul oleh Jawa Barat dan Jawa Tengah.

    Freelance dan Kerja Remote Jadi Alternatif Populer Pasca-PHK

    Seiring meningkatnya angka PHK, banyak pekerja mulai menjajal jalur alternatif di luar pekerjaan tetap, salah satunya melalui freelance dan kerja remote lintas negara. Pandemi yang mempercepat adopsi sistem kerja jarak jauh juga telah membuka jalan bagi pekerja Indonesia untuk bersaing di pasar global tanpa harus berpindah negara.

    Profesi freelance yang paling diminati mencakup bidang kreatif dan digital. Misalnya, desainer grafis dan UI/UX kini banyak dicari untuk keperluan branding dan pengembangan produk digital. Selain itu, penulis konten dan copywriter banyak dibutuhkan oleh perusahaan lokal maupun internasional yang ingin memperkuat kehadiran digital mereka.

    Pekerjaan seperti video editor, motion graphic artist, hingga social media strategist juga mengalami peningkatan permintaan, seiring dengan berkembangnya industri konten dan pemasaran digital. Di sektor teknologi, web developer, mobile app developer, dan software engineer menjadi profesi freelance yang paling banyak ditawarkan dalam berbagai platform digital.

    Teknologi dan Kecerdasan Buatan Tetap Jadi Magnet Tenaga Kerja

    Di sisi lain, meskipun industri teknologi sempat terdampak gejolak ekonomi dan PHK, sektor ini tetap menjadi salah satu pilar utama dalam menciptakan lapangan kerja baru. Transformasi digital yang terus berlangsung, ditambah dengan meningkatnya kebutuhan terhadap otomasi dan efisiensi, membuat permintaan terhadap tenaga kerja digital tetap tinggi.

    Beberapa posisi yang kini menjadi incaran banyak perusahaan mencakup data analyst, data scientist, dan business intelligence specialist, yang memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan berbasis data. Selain itu, permintaan terhadap software engineer, baik untuk pengembangan backend maupun aplikasi mobile, masih mendominasi bursa kerja digital.

    Di tengah pesatnya adopsi teknologi komputasi awan, profesi seperti cloud engineer, DevOps specialist, dan cybersecurity analyst juga mengalami pertumbuhan signifikan. Tak ketinggalan, era kecerdasan buatan (AI) juga memunculkan posisi baru seperti AI specialist dan prompt engineer, yang bertanggung jawab dalam membangun sistem AI yang adaptif dan efisien.

    Dengan dinamika tersebut, sektor teknologi tetap menjadi harapan utama bagi angkatan kerja Indonesia yang ingin beradaptasi dan berkembang di tengah disrupsi industri yang terus berjalan.

    Upaya Reskilling: Digital Career Bootcamp Jadi Solusi Siap Kerja

    Gelombang PHK dan pergeseran kebutuhan industri mendorong lahirnya inisiatif baru untuk mempercepat proses reskilling tenaga kerja Indonesia. Di tengah kondisi ini, berbagai program pelatihan digital bermunculan untuk menjembatani kesenjangan keterampilan—salah satunya adalah Digital Career Bootcamp yang diselenggarakan oleh Maxy Academy.

    Program ini dirancang untuk mempersiapkan peserta agar siap kerja di bidang digital, terutama dalam sektor yang kini paling dibutuhkan seperti digital marketing, desain UI/UX, pengembangan web, serta penggunaan AI untuk produktivitas kerja. Dengan kurikulum yang disusun bersama praktisi industri dan pendekatan berbasis proyek, bootcamp ini menyasar mereka yang ingin berpindah karier, meningkatkan keterampilan, atau bekerja secara remote.

    “Fokus kami bukan hanya memberi pelatihan, tapi memastikan peserta siap bersaing di dunia kerja digital, baik lokal maupun global,” ujar Isaac Munandar, CEO Maxy Academy.

    Perubahan struktur industri dan dinamika global menuntut pekerja untuk lebih adaptif terhadap perubahan. Masa depan dunia kerja akan didominasi oleh pola kerja hybrid, remote, serta kolaborasi lintas negara. Mereka yang mampu menguasai teknologi, berjejaring secara digital, dan terus memperbarui keterampilannya akan menjadi yang paling siap menghadapi era baru ketenagakerjaan.

    Di tengah gelombang PHK, kesempatan tetap terbuka bagi mereka yang siap bertransformasi.