Penulis: Admin

  • BINUS Business School dan Singapore Management University Resmikan Program Double Degree

    BINUS Business School dan Singapore Management University Resmikan Program Double Degree

    BINUS Business School resmi menjalin kerja sama dengan Singapore Management University (SMU) untuk program S2 Double Degree. Dengan adanya kerja sama ini, mahasiswa dapat memperoleh dua gelar sekaligus, yaitu Magister Manajemen dari BINUS University dan Master of Science in Entrepreneurship and Innovation dari SMU.

    BINUS Business School Master Program (BBS MP)  resmi menjalin kerja sama dengan Singapore Management University (SMU) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di BINUS University @Alam Sutera (Sabtu, 27/9).

    MoU ini menandai persetujuan atas program Double Degree yang dirancang khusus untuk mahasiswa BBS Master of Management (MM) Professional in Business Management dan MM Innovation & Entrepreneurship. Dengan adanya kerja sama ini, mahasiswa dapat memperoleh dua gelar sekaligus, yaitu Magister Manajemen dari BINUS University dan Master of Science in Entrepreneurship and Innovation dari SMU.

    Program Double Degree BINUS dengan SMU lahir sebagai bentuk kolaborasi strategis antara dua institusi yang telah diakui secara internasional. BINUS sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia, bersama SMU yang menempati jajaran Top 3 Business School di Asia, berkomitmen menghadirkan pendidikan entrepreneurship yang menggabungkan pendekatan praktis dan ilmiah.

    Mahasiswa akan menempuh  semester pertama dan kedua di BINUS University, kemudian melanjutkan semester ketiga dan keempat di SMU. Dengan format tersebut, mereka dapat merasakan langsung ekosistem internasional, akses ke jaringan global, serta kesempatan untuk berinteraksi dengan investor, venture capital, dan komunitas riset internasional.

    Melalui program Double Degree ini, mahasiswa memperoleh keuntungan ganda yang jarang ditemukan di program sejenis. Dalam waktu tempuh relatif singkat, yaitu dua tahun, mahasiswa bisa meraih dua gelar akademik sekaligus. Selama menempuh studi, mereka juga mendapat kesempatan untuk memadukan pengalaman belajar praktis di BINUS Business School dengan pendekatan akademik berbasis riset di SMU. Perpaduan ini menjadikan lulusan lebih tangguh dalam teori dan terampil menerapkannya secara konkret di dunia bisnis.

    Selain itu, sebagai manajer madya yang telah memiliki pengalaman kerja, mahasiswa program Double Degree BBS MP dengan SMU bisa memperoleh keterampilan merintis bisnis dengan ide-ide kreatif dan terkini, membangun prototipe dengan teknologi terbaru, dan mendapatkan hands-on contoh bisnis yang berhasil sebagai konsultan dan praktik sebagai startup.

    Di saat yang bersamaan, mahasiswa juga dapat memperkuat mindset entrepreneurial maupun intrapreneur. Sebab, saat ini para manajer diharapkan untuk mampu mengelola sumber daya perusahaan dan memiliki ide inovatif untuk mengembangkan bisnis. Dengan demikian, mahasiswa program BBS x SMU dapat membantu perusahaan tempat mereka bernaung memiliki sustainable competitive advantage di masa depan. Terakhir, khusus untuk mahasiswa MM Innovation and Entrepreneurship, mereka dapat memvalidasi ide bisnis dan meningkatkan kualitas inovasi bisnis mereka dalam konteks ASEAN.

    Lebih jauh lagi, mereka akan memperoleh pengalaman global melalui peluang riset bersama, publikasi di jurnal bereputasi, hingga akses ke ekosistem bisnis global yang mendukung pengembangan karier di tingkat internasional.

    Kerja sama dengan SMU tidak hanya memberi manfaat bagi mahasiswa, tetapi juga berdampak positif untuk pengembangan institusi. Bagi BINUS Business School, kolaborasi ini memperkuat reputasi global, mendukung peningkatan peringkat internasional, serta memperluas jejaring dengan mitra akademik dan komunitas riset kelas dunia.

    Selain itu, lulusan dari program ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan bisnis inovatif dan berkelanjutan, sekaligus memperkaya ekosistem kewirausahaan di Indonesia sebagaimana semangat utama empowering dan fostering yang dijunjung tinggi oleh BINUS Business School.

    Program Double Degree BINUS Business School Master Program x Singapore Management University merupakan langkah nyata BINUS University dalam menyediakan pendidikan kelas dunia yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan semakin tingginya minat terhadap bidang Innovation and Entrepreneurship, kerja sama ini diharapkan mampu melahirkan generasi pemimpin bisnis yang adaptif, kreatif, dan berdaya saing global. ***

    —-

    Informasi tambahan: 

    Double Degree Master Program BINUS University and Singapore Management University – https://youtu.be/hXbE4W8Bhng

  • Tips Memilih Tenor Pinjaman: Biar Cicilan Aman, Keuangan Tetap Nyaman

    Tips Memilih Tenor Pinjaman: Biar Cicilan Aman, Keuangan Tetap Nyaman

    Ketika butuh dana tambahan entah untuk modal usaha, renovasi rumah, atau sekadar menutup kebutuhan mendadak, pinjaman bisa jadi solusi cepat. Tapi satu hal yang sering bikin bingung adalah memilih tenor pinjaman yang pas.

    Tenor atau jangka waktu cicilan sangat menentukan, semakin panjang tenor, cicilan bulanan memang lebih ringan, tapi total bunga juga bisa lebih besar. Sebaliknya, tenor yang terlalu pendek memang cepat lunas, tapi bisa bikin arus kas bulanan terasa berat.

    Jadi, bagaimana cara memilih tenor pinjaman yang tepat dan sesuai kemampuan finansialmu? Yuk, bahas satu per satu dengan gaya sederhana tapi tetap realistis.

    1. Kenali dulu kebutuhan dan tujuan pinjamanmu

    Langkah pertama sebelum menentukan tenor adalah tahu dulu tujuan pinjaman. Apakah kamu pinjam untuk kebutuhan jangka pendek seperti bayar biaya sekolah atau beli gadget atau untuk jangka panjang seperti renovasi rumah atau modal usaha?

    Kalau tujuan pinjamanmu untuk hal jangka pendek, idealnya pilih tenor yang lebih pendek agar beban bunga tidak terlalu besar.

    Sebaliknya, kalau dana yang dibutuhkan cukup besar dan digunakan untuk hal produktif seperti usaha, kamu bisa pilih tenor lebih panjang agar cicilan bulanan terasa ringan dan arus kas usaha tetap aman.

    2. Sesuaikan tenor dengan kemampuan bayar bulanan

    Ini poin paling penting. Banyak orang terjebak karena memilih tenor hanya berdasarkan jumlah cicilan yang kelihatan kecil, tanpa memperhitungkan total bunga dan kemampuan bayar.

    Sebelum memutuskan, coba lakukan simulasi sederhana:

    – Hitung total pendapatan bersih bulanan.

    – Kurangi dengan pengeluaran rutin (biaya hidup, transportasi, tagihan, dan tabungan).

    – Sisa uang itulah batas aman untuk mencicil pinjaman.

    Idealnya, total cicilan dari semua pinjaman tidak melebihi 30–35% dari pendapatan bulanan. Kalau lebih dari itu, kamu bisa kesulitan di kemudian hari apalagi kalau ada pengeluaran mendadak.

    Contohnya, kamu punya penghasilan Rp10 juta per bulan. Berarti batas aman untuk cicilan adalah sekitar Rp3 juta.Kalau pinjaman Rp30 juta dengan tenor 12 bulan cicilannya Rp3 juta per bulan, itu masih aman. Namun, kalau kamu ambil tenor 6 bulan, cicilannya bisa naik dua kali lipat dan bikin keuangan ketat.

    3. Pertimbangkan total bunga, bukan hanya cicilan bulanan

    Sering kali kita tergoda dengan penawaran “cicilan ringan”, padahal bunga totalnya justru jauh lebih besar. Inilah kenapa penting untuk melihat total biaya pinjaman, bukan hanya jumlah cicilan per bulan.

    Memang, cicilan bulanan lebih kecil di tenor 24 bulan, tapi kamu membayar bunga empat kali lipat. Jadi, kalau kamu merasa masih mampu membayar dalam waktu lebih singkat, pilih tenor yang lebih pendek untuk menghemat bunga.

    4. Perhatikan stabilitas pendapatanmu

    Kalau kamu bekerja dengan pendapatan tetap setiap bulan, memilih tenor yang lebih pendek biasanya aman karena kemampuan bayar lebih stabil.

    Namun, kalau kamu bekerja freelance, wirausaha, atau pendapatannya fluktuatif, sebaiknya ambil tenor lebih panjang agar punya ruang lebih longgar dalam mengatur arus kas. Tujuannya bukan untuk memperpanjang utang, tapi agar kamu punya fleksibilitas dan tidak stres setiap kali tagihan datang.

    Kamu juga bisa menyiapkan dana darurat minimal tiga kali cicilan bulanan, supaya kalau ada bulan “sepi”, kamu tetap bisa bayar tanpa terlambat.

    5. Pilih lembaga keuangan yang transparan dan fleksibel

    Tenor bukan sekadar angka di brosur pinjaman. Lembaga keuangan yang baik akan menjelaskan secara transparan:

    – Berapa bunganya

    – Berapa total cicilan sampai lunas

    – Apa konsekuensi jika kamu mau melunasi lebih cepat.

    Beberapa bank atau platform digital bahkan menawarkan opsi pelunasan dipercepat tanpa penalti, yang berarti kamu bisa menghemat bunga kalau di tengah jalan ingin menyelesaikan pinjaman lebih awal. Ini fitur yang patut kamu pertimbangkan sebelum memilih tempat pinjam.

    6. Hindari tergoda oleh promo tanpa perhitungan

    Promosi seperti “tenor panjang, bunga ringan” atau “tanpa DP, cicilan kecil” memang menggoda, tapi tetap harus dilihat dengan kacamata realistis. Selalu baca syarat dan ketentuan, terutama tentang bunga efektif, biaya administrasi, dan penalti.

    Kamu boleh memanfaatkan promo asalkan sesuai kebutuhan dan tidak melampaui batas kemampuan finansialmu.

    7. Buat rencana pelunasan dari awal

    Setelah memilih tenor, jangan lupa buat rencana pelunasan yang disiplin. Gunakan reminder, autodebet, atau kalender keuangan supaya tidak telat bayar. Telat bayar cicilan bukan cuma bikin kena denda, tapi juga bisa menurunkan skor kreditmu di sistem keuangan nasional. Kalau skor kredit turun, peluangmu untuk mengajukan pinjaman di masa depan bisa berkurang.

    Tenor yang tepat adalah pinjaman yang sehat

    Tenor pinjaman bukan sekadar “lama waktu cicilan”, tapi strategi agar utang tetap terkendali dan keuangan tetap aman. Kuncinya adalah:

    – Sesuaikan dengan kemampuan bayar

    – Hitung total bunga

    – Pertimbangkan stabilitas pendapatan

    = Pilih lembaga keuangan yang transparan

    Kalau kamu sedang mencari pinjaman dengan pilihan tenor yang fleksibel dari jangka pendek hingga panjang, neobank punya solusi pinjaman online cepat cair, bunga kompetitif, dan tenor yang bisa disesuaikan dengan kebutuhanmu.

    Jika kamu membutuhkan pinjaman fleksibel untuk kebutuhan mendadak, kamu bisa ajukan Neo Pinjam di neobank dari Bank Neo Commerce. 

    Neo Pinjam punya kelebihan, yaitu:

    – Tenor minimal 3 bulan – maksimal 24 bulan

    – Limit pinjaman hingga Rp100.000.000

    – Bunga mulai dari 0,06% flat per hari (setara dengan maksimum APR 21,9% per tahun)

    – Tidak ada biaya tersembunyi atau penalti pelunasan lebih awal

    Ditambah, pinjaman fleksibel di Neo Pinjam juga bebas biaya admin saat pencairan. Meskipun mudah dan cepat, pengajuan kamu tetap melalui evaluasi kelayakan untuk menjaga keamanan pengguna dan mencegah risiko kredit bermasalah.

    Download neobank di PlayStore atau App Store dan ajukan pinjaman hingga Rp100 juta online di Neo Pinjam sekarang. Kunjungi link Neo Pinjam untuk tahu info lengkap serta syarat & ketentuan mengenai Neo Pinjam.

    ***

    PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

  • Ketika Hidup Tak Selalu Sesuai Rencana, Bagaimana Kita Menyikapinya?

    Ketika Hidup Tak Selalu Sesuai Rencana, Bagaimana Kita Menyikapinya?

    Pernah kamu merasa sudah merencanakan semuanya dengan matang, gaji cukup, tabungan aman, bahkan jadwal hidup terasa rapi. Lalu tiba-tiba, sesuatu datang dan mengacaukannya?

    Mungkin bukan hal besar seperti kehilangan pekerjaan, melainkan hal kecil yang efeknya terasa, motor tiba-tiba mogok, laptop rusak di saat deadline, atau kontrakan naik harga di akhir bulan. Hidup memang suka memberi kejutan, dan sering kali, kejutan itu datang bersamaan dengan tagihan baru.

    Kenyataannya, biaya hidup tidak pernah bisa benar-benar diprediksi. Kita bisa menghitung pengeluaran tetap seperti sewa, makan, transportasi, namun selalu ada hal-hal kecil yang muncul di luar rencana. Itu sebabnya, orang bijak bilang “Bukan hanya seberapa banyak kamu menghasilkan uang, tapi seberapa siap kamu menghadapi hal tak terduga.” 

    Realita: Hidup Tak Bisa Sekaku Excel Sheet

    Kebanyakan dari kita membuat perencanaan keuangan dengan semangat seperti mengatur spreadsheet. Semuanya tampak rapi, gaji masuk tanggal 25, tagihan keluar tanggal 28, sisanya untuk tabungan dan hiburan. Lalu datanglah kenyataan, AC tiba-tiba mati, teman menikah mendadak, gadget rusak padahal baru dicicil, atau biaya renovasi rumah. 

    Misalnya kamu butuh uang Rp100 juta untuk renovasi rumah. Namun, belum ada uangnya. Sementara rumah harus diperbaiki. Kamu bisa coba mendapatkan pinjaman 100 juta untuk renovasi rumah.

    Situasi seperti ini bukan kesalahan perencanaan, melainkan bagian alami dari dinamika hidup modern. Biaya hidup memang tak pernah statis. Ada inflasi, kenaikan harga kebutuhan pokok, atau biaya sosial yang datang tiba-tiba. Semua itu membuat uang yang dulu cukup untuk sebulan, kini hanya bertahan tiga minggu.

    Rencana keuangan perlu fleksibilitas. Seperti tubuh yang lentur agar tidak cedera saat jatuh, keuangan pun harus punya ruang bernapas untuk menyesuaikan diri.

    Biaya Hidup Modern, Realita yang Tak Bisa Dielak

    Kita hidup di era serba cepat, di mana gaya hidup, pekerjaan, bahkan tempat tinggal bisa berubah dalam sekejap. Contohnya, kamu yang kerja di rumah mungkin tiba-tiba diminta kembali ke kantor. Artinya, ada biaya baru: transportasi, makan siang, bahkan pakaian kerja.

    Atau kamu yang sedang menabung untuk liburan mendadak harus mengalihkan dana karena kebutuhan rumah tangga melonjak. Situasi seperti ini umum terjadi. Pengeluaran tak terduga tidak selalu berarti krisis, kadang hanya refleksi dari hidup yang terus bergerak.

    Untuk menghadapi ini, banyak orang mulai menyiapkan dana fleksibel, semacam buffer fund yang bisa digunakan kapan saja tanpa ganggu tabungan utama. Ini bukan dana darurat dalam arti klasik, melainkan “uang serbaguna” untuk menjaga alur keuangan tetap stabil.

    Saat Keuangan Perlu Adaptasi

    Ada masa ketika pendapatan belum naik, tapi biaya hidup naik duluan. Dalam situasi seperti itu, kita perlu berpikir strategis, bukan panik. Langkah pertama adalah meninjau ulang prioritas. Coba pisahkan kebutuhan penting dari keinginan sesaat. Misalnya, langganan platform hiburan bisa ditunda, sementara pembayaran listrik tentu tidak bisa.

    Langkah kedua, mencari sumber dana sementara yang aman. Banyak orang memilih meminjam dari keluarga, namun opsi ini seringkali kurang nyaman. Alternatif lain adalah memanfaatkan layanan pinjaman digital resmi.

    Selama dikelola dengan bijak, pinjaman bisa membantu menjaga arus kas tetap berjalan ketika kondisi tidak seimbang. Pastikan pinjaman digunakan untuk kebutuhan produktif atau penyeimbang sementara, bukan konsumtif.

    Hidup Tak Bisa Diprediksi, Namun Kamu Bisa Siap

    Perubahan dan kejutan akan selalu datang dalam hidup, dari hal kecil sampai besar. Hal yang bisa kamu kendalikan adalah cara menghadapinya secara finansial. Memiliki dana cadangan, menata ulang prioritas, dan memilih solusi keuangan yang cerdas akan membuatmu tetap tenang saat hidup tidak berjalan sesuai rencana.

    Jika tiba-tiba butuh dana tambahan untuk menyeimbangkan arus keuangan, kamu bisa memanfaatkan Neo Pinjam, layanan pinjaman cepat, aman, dan transparan dari neobank dari Bank Neo Commerce. Prosesnya praktis, bisa dilakukan kapan saja, tanpa perlu jaminan.

    Neo Pinjam punya kelebihan, yaitu: 

    – Tenor minimal 3 bulan – maksimal 24 bulan

    – Limit pinjaman hingga Rp100.000.000

    – Bunga mulai dari 0,06% flat per hari (setara dengan maksimum APR 21,9% per tahun)

    – Tidak ada biaya tersembunyi atau penalti pelunasan lebih awal

    Ditambah, pinjaman online 24 jam kapan saja ini  juga bebas biaya admin saat pencairan. Meskipun mudah dan cepat, pengajuan kamu tetap melalui evaluasi kelayakan untuk menjaga keamanan pengguna dan mencegah risiko kredit bermasalah.

    Download neobank di PlayStore atau App Store dan ajukan Neo Pinjam sekarang. Kunjungi link Neo Pinjam untuk tahu info lengkap serta syarat & ketentuan mengenai Neo Pinjam.

    ***

    PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

  • Manajemen Gaji Bulanan untuk yang Sering Lupa Menabung

    Manajemen Gaji Bulanan untuk yang Sering Lupa Menabung

    Setiap awal bulan, semangatnya membara: gaji baru masuk, rencana menabung sudah disusun, bahkan sempat bikin janji sama diri sendiri, “Bulan ini aku harus hemat.” Namun, belum juga dua minggu, saldo sudah menipis. Rasanya seperti déjà vu  setiap bulan sama saja.

    Kalau kamu termasuk orang yang sering lupa (atau sengaja lupa) menabung, tenang, kamu tidak sendirian. Banyak pekerja muda di Indonesia mengalami hal serupa, terutama di tengah gaya hidup digital yang serba instan dan menggoda. Pesanan makanan tinggal klik, belanja online tinggal geser layar, dan diskon selalu datang di waktu yang “tepat.”

    Namun, kalau kebiasaan ini dibiarkan, kamu akan terus terjebak dalam siklus “gaji datang, uang hilang.” Yuk, mulai atur ulang cara kamu mengelola gaji dengan strategi yang sederhana tapi efektif.

    1. Terapkan sistem “bayar diri sendiri dulu”

    Begitu gaji masuk, jangan langsung bayar tagihan, apalagi belanja. Langkah pertama yang harus dilakukan justru bayar diri sendiri dulu. Artinya, sisihkan sebagian uang untuk tabungan atau investasi sebelum yang lain.

    Banyak orang gagal menabung karena mereka menunggu sisa uang di akhir bulan. Padahal, faktanya, jarang sekali ada “sisa” itu. Dengan prinsip pay yourself first, kamu memastikan tabungan tetap aman, tanpa terganggu kebutuhan lain.

    Contoh: dari gaji Rp7 juta, langsung sisihkan 10% (Rp700 ribu) ke rekening tabungan otomatis. Anggap itu seperti “tagihan wajib” yang harus dibayar setiap bulan.

    Insight: Orang yang menggunakan sistem otomatis seperti autodebet untuk menabung cenderung 40% lebih konsisten menabung daripada yang melakukannya manual.

    2. Pisahkan rekening untuk kebutuhan dan keinginan

    Salah satu penyebab cepat habisnya gaji adalah karena semua uang bercampur jadi satu. Akibatnya, kamu sulit membedakan mana yang benar-benar kebutuhan dan mana yang hanya keinginan sesaat. Solusinya kamu bisa gunakan dua rekening berbeda.

    – Rekening pertama untuk kebutuhan tetap: bayar kos, listrik, pulsa, cicilan, dan kebutuhan bulanan.

    – Rekening kedua untuk tabungan dan keinginan seperti nongkrong, jajan, atau belanja online.

    Dengan pemisahan ini, kamu punya batas psikologis, kalau saldo rekening keinginan sudah habis, berarti waktu “menahan diri” sudah tiba.

    3. Gunakan rumus 50-30-20 sesuai kondisi

    Rumus klasik ini bisa kamu jadikan acuan awal:

    – 50% dari gaji untuk kebutuhan (sewa, makan, transportasi, tagihan)

    – 30% untuk gaya hidup (hiburan, makan di luar, skincare, dll.)

    – 20% untuk tabungan dan investasi

    Namun, rumus ini bukan hukum mutlak. Kalau kamu tinggal di kota besar dengan biaya tinggi, bisa saja proporsinya berubah jadi 60-25-15. Intinya, pastikan ada bagian tetap untuk tabungan berapapun jumlahnya.

    Menurut data Katadata (2024), 64% milenial di Indonesia mengaku tidak punya tabungan tetap karena tidak menetapkan persentase pasti sejak awal bulan.

    4. Catat pengeluaran harian 

    Kebiasaan kecil seperti beli kopi atau jajan sore sering kali dianggap sepele, padahal kalau dijumlahkan bisa besar banget. Coba catat semua pengeluaran kamu selama seminggu, bahkan yang nominalnya kecil.

    Kamu akan terkejut betapa banyak “uang hilang tak terasa.” Dengan mencatat, kamu jadi sadar ke mana uangmu pergi dan bisa menentukan pengeluaran mana yang perlu dikurangi.

    Bisa pakai aplikasi pencatat keuangan, atau cukup pakai notes di ponsel. Asalkan konsisten. Orang yang rutin mencatat pengeluaran rata-rata bisa menghemat 15–20% dari gaji bulanan karena lebih sadar terhadap perilaku konsumsi mereka.

    5. Hindari efek “gaji baru masuk”

    Hari gajian sering dianggap “hari raya” versi pekerja. Biasanya langsung diikuti dengan “self reward”: makan enak, belanja online, atau nongkrong bareng teman. Tidak salah memberi penghargaan untuk diri sendiri, asal tahu batas.

    Efek euforia ini bisa memicu lifestyle inflation, pengeluaran meningkat seiring kenaikan gaji. Kalau gaji naik tapi pengeluaran naik dua kali lipat, kamu tidak akan pernah merasa cukup.

    Berikan jeda 2–3 hari setelah gaji masuk sebelum mulai belanja atau hangout. Dengan menunda sedikit, kamu bisa menahan keputusan impulsif yang sering bikin dompet menjerit.

    6. Gunakan tabungan dengan tujuan spesifik

    Alih-alih menabung tanpa arah, buat tujuan yang jelas: “tabungan liburan ke Bali,” “uang DP rumah,” atau “modal usaha kecil.” Tujuan spesifik membuat kamu lebih termotivasi karena ada hasil nyata yang ditunggu.

    Pisahkan tiap tujuan dalam rekening berbeda atau gunakan fitur tabungan berjangka. Setiap kali setor, kamu tahu uang itu punya misi tertentu, bukan sekadar “numpang tidur” di rekening.

    Insight: Studi keuangan menunjukkan bahwa menabung dengan tujuan spesifik meningkatkan konsistensi hingga 2,5 kali lipat dibanding tabungan tanpa tujuan.

    7. Evaluasi dan perbaiki setiap bulan

    Keuangan pribadi itu dinamis, jadi jangan terlalu keras pada diri sendiri. Bulan ini gagal nabung? Evaluasi pengeluaran mana yang membengkak, apa pemicunya, dan bagaimana mengatasinya bulan depan.

    Membuat jurnal keuangan bulanan bisa jadi langkah refleksi yang efektif. Kamu bisa melihat progres, memperbaiki kebiasaan, dan perlahan-lahan membangun disiplin finansial yang kuat.

    Saatnya Ubah Pola, Bukan Janji

    Menabung bukan soal seberapa besar gaji, tapi seberapa bijak kamu mengelola arus uang. Banyak orang bergaji tinggi pun tetap kesulitan menabung karena tidak punya sistem yang jelas.

    Kalau kamu sering lupa atau malas menabung, buatlah sistem yang tidak bisa dilupakan otomatis, sederhana, dan punya tujuan yang jelas.

    Kini, ada cara lebih mudah untuk memulai kebiasaan menabung lewat fitur tabungan digital di neobank dari Bank Neo Commerce. Kamu bisa buka rekening dari ponsel, atur setoran otomatis setiap bulan, dan nikmati bunga menarik tanpa ribet.

    Mulailah dari nominal kecil, yang penting konsisten. Karena kalau kamu disiplin menabung hari ini, kamu sedang membangun kebebasan finansial untuk masa depanmu sendiri. 

    Kamu bisa menabung di neobank dari Bank Neo Commerce. Coba rekomendasi tabungan bank terbaik melalui produk Tabungan NOW dengan bunga kompetitif yang cair harian. Uang simpanan kamu pun bisa tumbuh perlahan. Selain itu, Tabungan NOW juga termasuk tabungan tanpa biaya admin. 

    Download aplikasi neobank di PlayStore atau App Store dan coba rekomendasi tabungan bank terbaik lewat produk Tabungan NOW sekarang. 

    Cek info lebih lanjut dan terbaru di link Tabungan NOW.

    ***

    PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

  • Bukan Sekadar Balik Modal, Begini Cara Bijak Mengatur Uang Usaha

    Bukan Sekadar Balik Modal, Begini Cara Bijak Mengatur Uang Usaha

    Banyak pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) yang sudah bekerja keras, jualan setiap hari, omzet terlihat besar, tapi ujung-ujungnya saldo rekening tetap tipis. Mungkin kamu juga pernah merasakannya penjualan lancar, pelanggan ramai, tapi keuntungannya seolah menguap entah ke mana.

    Fenomena ini umum banget terjadi karena banyak pebisnis yang fokus pada balik modal, bukan pada mengelola modal. Padahal, dua hal itu berbeda jauh. Balik modal berarti uangmu kembali, sementara pengelolaan modal yang baik justru membuat uangmu berkembang.

    Kalau kamu ingin bisnismu bertahan lama dan menghasilkan keuntungan nyata, inilah saatnya mulai mengatur uang usaha dengan lebih bijak.

    1. Pisahkan uang pribadi dan uang usaha

    Ini aturan paling dasar, tapi masih sering dilanggar. Banyak pelaku usaha yang mencampur uang pribadi dan uang bisnis dalam satu rekening. Hasilnya? Uang usaha sering “terpakai” untuk kebutuhan pribadi tanpa terasa mulai dari beli makan siang, traktir teman, atau belanja keluarga.

    Cara paling aman adalah membuat rekening terpisah khusus untuk usaha. Dengan begitu, kamu bisa memantau arus kas lebih jelas: berapa pengeluaran operasional, berapa pendapatan harian, dan berapa sisa modal.

    Contoh nyata: Bayangkan kamu punya warung kopi. Kalau keuntungannya tiap hari langsung dipakai untuk jajan atau nongkrong, kamu tidak akan pernah tahu apakah bisnismu sebenarnya untung atau hanya muter modal. Dengan memisahkan rekening, kamu bisa mengukur kinerja usaha dengan lebih akurat.

    2. Catat semua pengeluaran

    Sering kali kerugian bisnis datang bukan karena penjualan menurun, tapi karena kebocoran kecil yang dibiarkan. Misalnya, uang parkir, pembelian bahan tambahan, atau biaya listrik yang naik diam-diam.

    Kebiasaan mencatat pengeluaran bisa membantu kamu mendeteksi area yang bisa dihemat. Kamu tidak perlu sistem rumit bisa pakai aplikasi keuangan sederhana atau spreadsheet harian. Yang penting, semua transaksi tercatat.

    Contohnya, pemilik toko hijab yang mulai mencatat biaya kecil seperti ongkos plastik kemasan dan tagihan listrik bulanan akhirnya sadar bahwa ada pengeluaran tetap yang bisa ditekan dengan membeli bahan kemasan secara grosir. Dari sana, margin keuntungannya naik tanpa harus menambah penjualan.

    3. Tentukan gaji untuk diri sendiri

    Banyak pengusaha kecil merasa “tidak enak” menggaji diri sendiri karena semua uang dianggap milik usaha. Akibatnya, keuangan pribadi dan usaha jadi tumpang tindih. Padahal, menggaji diri sendiri justru penting agar kamu bisa menghitung profit secara realistis.

    Tentukan nominal gaji tetap setiap bulan, sesuai kemampuan bisnis. Misalnya, jika omzet usahamu Rp10 juta per bulan, alokasikan 10–15% untuk gaji pribadi. Dengan begitu, kamu tahu mana penghasilan pribadi dan mana keuntungan usaha yang bisa diputar lagi.

    Cara ini membuat kamu disiplin dan tidak asal mengambil uang dari kas bisnis.

    4. Buat anggaran operasional bulanan

    Setiap bisnis pasti punya pengeluaran rutin seperti bahan baku, sewa tempat, gaji karyawan, hingga biaya promosi. Tanpa anggaran yang jelas, semua terasa penting dan akhirnya semua dibelanjakan.

    Buatlah budget operasional yang realistis, berapa batas maksimal untuk pengeluaran bulanan, termasuk dana darurat usaha. Misalnya, kamu bisa menetapkan 60% dari total pendapatan untuk biaya operasional, 20% untuk pengembangan usaha, 10% untuk tabungan atau investasi, dan 10% untuk dana darurat.

    Dengan pembagian ini, kamu punya panduan jelas setiap bulan. Kalau pengeluaran melebihi batas, itu tanda harus evaluasi ulang strategi bisnis.

    5. Putar keuntungan, bukan modal

    Salah satu kesalahan umum pebisnis adalah terus memakai modal awal untuk operasional tanpa pernah menyisihkan laba untuk pengembangan. Padahal, growth bisnis yang sehat terjadi saat keuntungan digunakan untuk menambah nilai usaha, bukan sekadar bertahan.

    Misalnya, dari keuntungan tiga bulan terakhir kamu sisihkan 30% untuk menambah stok barang atau memperbaiki branding online. Langkah kecil ini bisa membuka peluang peningkatan omzet tanpa harus mengambil pinjaman tambahan.

    Dengan mindset seperti ini, kamu bukan hanya bertahan, tapi juga tumbuh secara berkelanjutan.

    6. Siapkan dana darurat usaha

    Banyak pelaku UMKM yang baru sadar pentingnya dana cadangan ketika sudah kepepet saat mesin rusak, stok bahan habis karena cuaca, atau penjualan menurun drastis.

    Idealnya, dana darurat bisnis setidaknya mencakup pengeluaran operasional selama 3–6 bulan. Fungsinya bukan hanya untuk bertahan, tapi juga memberi kamu ruang bernapas untuk mengambil keputusan strategis tanpa panik.

    Kalau arus kas sedang ketat, bisa juga manfaatkan layanan pinjaman modal jangka pendek sebagai solusi sementara. Namun, pastikan digunakan dengan bijak dan punya rencana pengembalian yang jelas.

    7. Evaluasi keuangan secara berkala

    Setiap tiga bulan, luangkan waktu untuk meninjau laporan keuangan bisnis:

    Apakah omzet meningkat?

    Apakah pengeluaran bisa ditekan?

    Apakah margin keuntungan stabil?

    Dari sini, kamu bisa menentukan langkah selanjutnya, apakah perlu menambah modal, memperluas produk, atau mengefisienkan biaya. Evaluasi berkala membuat bisnis lebih adaptif menghadapi perubahan pasar.

    Biar Uang Usaha Tidak Cuma Muter di Tempat

    Mengatur uang usaha bukan cuma soal disiplin mencatat, tapi juga soal mindset. Uang bisnis harus diperlakukan seperti alat kerja, bukan “uang jajan”. Dengan manajemen yang rapi, kamu bisa melihat hasil nyata dari setiap usaha yang kamu jalankan.

    Kalau kamu ingin lebih mudah memisahkan dan mengelola uang bisnis, kini banyak solusi digital yang bisa bantu kamu melakukannya lebih efisien. Salah satunya lewat Neo Bisnis, platform keuangan digital dari neobank yang dirancang khusus untuk pelaku usaha.

    Lewat Neo Bisnis, kamu bisa buka rekening bisnis secara online, kelola arus kas, bahkan ajukan pinjaman modal untuk ekspansi usaha semua dalam satu aplikasi yang praktis dan aman.

    Karena di dunia usaha, yang bertahan bukan hanya yang rajin jualan, tapi juga yang bijak mengatur uangnya. Yuk, mulai benahi keuangan bisnismu sekarang dan biarkan Neo Bisnis bantu kamu berkembang lebih cepat!

    Neo Bisnis di neobank dari Bank Neo Commerce punya fitur QRIS untuk toko. Cara bikin QRIS di neobank pun mudah. Aktifkan rekening Neo Bisnis dengan geser dari akun personal ke akun bisnis, isi data, lalu aktivasi QRIS Neo Bisnis. Nikmati pencairan uang usaha 3x sehari untuk transaksi di bawah jam 14.00 WIB, termasuk akhir pekan dan tanggal merah, transfer antarbank 90x, dan bunga kompetitif. Dengan aktif menggunakan Neo Bisnis, kamu bisa punya kesempatan mengajukan pinjaman usaha kecil atau pinjaman cepat untuk modal usaha dari neobank.

    Jangan lupa  buat Nomor Induk Bisnis (NIB) yang bikin usahamu legal, profesional, dan lebih dipercaya pelanggan. Yuk, buka rekening bank untuk usaha kecil di Neo Bisnis sekarang. 

    Klik link Neo Bisnis untuk info lengkap dan terbaru mengenai Neo Bisnis.

    Download neobank dari Bank Neo Commerce di PlayStore atau App Store dan sekarang.  

    ***

    PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

  • Autumn Foliage di PIK Avenue: Saat Warna-Warni Musim Gugur Hadir di Jakarta

    Autumn Foliage di PIK Avenue: Saat Warna-Warni Musim Gugur Hadir di Jakarta

    Jakarta, 19 Oktober 2025 — Ada sesuatu yang hangat, lembut, dan penuh warna di tengah udara Jakarta minggu ini. Bukan daun yang benar-benar berguguran, tapi atmosfer musim gugur yang dibawa langsung ke jantung PIK Avenue lewat acara Autumn Foliage, yang berlangsung dari 15 hingga 19 Oktober 2025 di Main Atrium PIK Avenue.

    Begitu melangkah masuk, pengunjung langsung disambut oleh pemandangan yang memanjakan mata, yaitu instalasi daun maple, nuansa oranye keemasan, dan dekorasi bernuansa rustic yang seolah membawa mereka ke taman musim gugur di luar negeri. Setiap sudut terasa hangat dan mengundang untuk diabadikan, menjadikan Autumn Foliage bukan hanya acara, tapi juga pengalaman visual yang menyenangkan.

    Namun pesonanya tak berhenti di dekorasi. Selama lima hari, suasana mall dipenuhi oleh keceriaan dari beragam kegiatan interaktif dan pertunjukan yang menghidupkan semangat musim gugur. Mulai dari live acoustic dan singing performances yang menemani sore pengunjung dengan nada-nada lembut, flashmob dan talent competition yang memamerkan bakat muda penuh energi, hingga bubble magic show dan face painting yang jadi favorit anak-anak dan keluarga.

    Tak ketinggalan, berbagai creative workshops juga digelar, mengajak pengunjung untuk ikut menciptakan sesuatu yang personal dan bermakna, dari menghias aksesori bertema autumn hingga membuat karya seni sederhana yang bisa dibawa pulang. Setiap kegiatan dirancang untuk menghadirkan keceriaan sekaligus menumbuhkan rasa hangat kebersamaan, persis seperti makna musim gugur itu sendiri.

    “Melalui Autumn Foliage, kami ingin menghadirkan suasana yang jarang bisa dirasakan di Jakarta — pengalaman musim gugur yang hangat, penuh warna, dan membawa kebahagiaan bagi semua usia,” ujar Benji Hermansyah, Center Experience Manager PIK Avenue. “Kami ingin setiap pengunjung datang dan pulang dengan senyum, foto indah, dan kenangan manis.”

    Acara ini juga jadi bukti bagaimana PIK Avenue terus menghadirkan pengalaman tematik yang segar dan relevan. Bukan hanya sebagai pusat belanja dan kuliner, tapi juga destinasi gaya hidup yang selalu menghidupkan momen dengan cara yang kreatif dan menginspirasi.

    Ketika lampu-lampu berpendar di sore hari dan alunan musik memenuhi atrium, Autumn Foliage menghadirkan suasana yang hangat di tengah hiruk-pikuk kota, seperti jeda lembut yang mengingatkan kita untuk menikmati warna-warna kecil dalam hidup.

    Musim mungkin tak benar-benar berganti di Jakarta, tapi lewat Autumn Foliage di PIK Avenue, keindahan dan semangat musim gugur terasa begitu nyata, penuh warna, penuh cerita, dan penuh kehidupan.

  • VRITIMES Tampilkan Solusi Distribusi Press Release di Trade Expo Indonesia 2025

    VRITIMES Tampilkan Solusi Distribusi Press Release di Trade Expo Indonesia 2025

    Jakarta, 19-Oktober-2025,  VRITIMES, layanan distribusi press release dengan jaminan publikasi, turut hadir di Trade Expo Indonesia 2025 (TEI 2025) yang dilaksanakan pada 15–19 Oktober 2025 di ICE BSD City, Tangerang, Banten.

    Di booth-nya, VRITIMES aktif memperkenalkan solusi publikasi media terjangkau dan terjamin kepada perusahaan ekspor, UKM, dan stakeholder perdagangan. Dengan jaringan media mitra yang luas, VRITIMES mendukung pelaku usaha agar berita mereka mendapatkan visibilitas dan kredibilitas di media nasional dan regional.

    Beberapa sorotan dari kehadiran VRITIMES di TEI 2025:

    – Diskusi dan konsultasi langsung dengan peserta pameran mengenai strategi distribusi press release di sektor perdagangan dan ekspor.

    – Penawaran paket distribusi yang transparan, cepat, dan efektif agar berita klien mudah diakses media target.

    – Jalinan kemitraan baru dengan organisasi eksportir, asosiasi UKM, dan platform perdagangan untuk memperluas cakupan jaringan media.

    “TEI adalah panggung strategis untuk menjembatani konten bisnis dengan media yang tepat,” ujar Ferry Bayu dari VRITIMES. “Kami berkomitmen membantu usaha—besar maupun kecil—untuk menjangkau audiens lebih luas lewat publikasi media yang dapat dipercaya.”

    Ke depan, VRITIMES akan memperkuat kerja sama yang terbentuk selama TEI 2025 dan terus mengembangkan layanan agar makin relevan dengan kebutuhan komunikasi dan citra perusahaan di pasar global.

  • Dampak Insiden di Perlintasan, KAI Daop 1 Jakarta Mohon Maaf atas Keterlambatan KA Mataram Relasi Solo Balapan – Pasar Senen di Wilayah Daop 6 Yogyakarta

    Dampak Insiden di Perlintasan, KAI Daop 1 Jakarta Mohon Maaf atas Keterlambatan KA Mataram Relasi Solo Balapan – Pasar Senen di Wilayah Daop 6 Yogyakarta

    Jakarta, 19 Oktober 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan Kereta Api (KA) 75 Mataram relasi Solo Balapan – Pasar Senen atas keterlambatan kedatangan di stasiun tujuan akhir yang terjadi pada hari ini, Minggu (19/10).

    Keterlambatan tersebut disebabkan oleh adanya insiden KA 75 yang tertemper mobil di perlintasan tidak terjaga (JPL 617), tepatnya di petak jalan Jenar – Kutoarjo jalur hilir Km 481+3, wilayah Daop 6 Yogyakarta, sekitar pukul 10.29 WIB.

    Akibat kejadian tersebut, lokomotif KA 75 mengalami kebocoran HSD (bahan bakar) sehingga harus dilakukan penghentian perjalanan sementara guna penanganan dan pemeriksaan teknis oleh petugas.

    Tim gabungan dari KAI Daop 6 Yogyakarta, bersama petugas PPKA, keamanan stasiun, serta unsur terkait lainnya, segera melakukan koordinasi dan langkah penanganan.

    Proses evakuasi dan normalisasi jalur dilakukan dengan cepat, termasuk dengan pengiriman lokomotif pengganti.

    Berdasarkan pemantauan perjalanan, KA 75 Mataram relasi Solo Balapan – Pasar Senen diperkirakan akan tiba di Stasiun Pasar Senen pada pukul 18.40 WIB dengan kelambatan sekitar 124 menit dari jadwal normalnya.

    “Atas keterlambatan yang terjadi, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan KA 75. Saat ini, perjalanan KA telah kembali normal dan seluruh penumpang dapat melanjutkan perjalanan dengan selamat,” ujar Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko.

    Ixfan menambahkan, KAI terus mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintas di perlintasan sebidang, khususnya di perlintasan yang tidak dijaga.

    “Utamakan keselamatan dengan berhenti sejenak, tengok kiri-kanan sebelum melintas, dan jangan memaksa menerobos palang pintu ketika sinyal sudah berbunyi. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

    Lebih lanjut, Ixfan mengatakan bahwa masih banyak pengguna jalan yang nekat melintas meski sudah terdapat tanda peringatan atau sirine peringatan berbunyi. Padahal, hal tersebut sangat berbahaya dan dapat menimbulkan kecelakaan fatal.

    “Perlintasan sebidang merupakan titik rawan yang memerlukan kewaspadaan tinggi. Kami mengimbau agar pengguna jalan mendahulukan perjalanan kereta api dan tidak menerobos palang pintu demi keselamatan bersama,” tambahnya.

    Sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 114, disebutkan : Pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan Jalan, Pengemudi Kendaraan wajib:

    a. berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain;

    b. mendahulukan kereta api; dan

    c. memberikan hak utama kepada Kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel.

    Adapun sanksi apabila tidak mematuhi peraturan tersebut pada Pasal 296, yang disebutkan : Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor pada perlintasan antara kereta api dan Jalan yang tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).

    KAI juga mengapresiasi kerja cepat seluruh petugas di lapangan yang telah memastikan jalur kembali aman dan perjalanan KA dapat beroperasi dengan lancar.

    Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui aplikasi Access by KAI, situs kai.id, WhatsApp KAI121, Contact Center 121.

  • PTPP Perkuat Tata Kelola dan Transparansi untuk Jaga Kepercayaan Investor dan Mitra Bisnis

    PTPP Perkuat Tata Kelola dan Transparansi untuk Jaga Kepercayaan Investor dan Mitra Bisnis

    Jakarta, 19 Oktober 2025 – PT PP (Persero) Tbk (IDX: PTPP) menegaskan langkah transformasi perusahaan dengan memperkuat tata kelola, transparansi, dan integritas dalam setiap aktivitas bisnis dan proyek strategis nasional. Penguatan ini menjadi bagian penting dari strategi perusahaan untuk menjaga kepercayaan investor, mitra bisnis, dan publik terhadap kinerja yang sehat dan berdaya saing.

    Sebagai salah satu perusahaan konstruksi nasional, PTPP kini menerapkan sistem pengawasan proyek dan keuangan yang lebih transparan berbasis digital melalui Integrated Project Management System (IPMS) serta sistem pemantauan real-time terhadap progres pekerjaan di seluruh wilayah Indonesia. Inovasi ini menjadi pondasi utama untuk menjaga efisiensi, kualitas, dan akuntabilitas setiap proyek.

    “Tata kelola yang kuat adalah kunci keberlanjutan bisnis. Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dikelola perusahaan mencerminkan profesionalisme dan integritas tinggi,” ujar Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo.

    Joko menambahkan pihaknya terus memperkuat sistem audit, manajemen risiko, dan pelaporan digital agar perusahaan semakin kredibel di mata investor dan mitra kerja.

    Selain memperkuat sistem dan struktur internal, PTPP juga memperluas penerapan compliance culture melalui pelatihan integritas, sistem pelaporan pelanggaran (whistleblowing system), serta evaluasi rutin terhadap kebijakan kepatuhan di seluruh anak perusahaan.

    Kinerja keuangan perusahaan juga terus dijaga melalui pengelolaan arus kas yang lebih disiplin dan pengendalian proyek dengan pendekatan portofolio berbasis profitabilitas. Langkah ini menjadi bagian dari strategi PTPP untuk memperkuat fundamental keuangan di tengah dinamika industri konstruksi nasional.

    “Ke depan, fokus kami tidak hanya menyelesaikan proyek besar, tetapi memastikan setiap proyek memberi nilai tambah finansial dan reputasional bagi perusahaan,” tambah Joko.

    Transformasi tata kelola ini juga menjadi sinyal positif bagi investor bahwa PTPP tengah menyiapkan fondasi jangka panjang untuk pertumbuhan yang lebih berkelanjutan dan efisien.

    Dengan langkah-langkah konsisten ini, PTPP menegaskan diri sebagai perusahaan konstruksi nasional dibawah naungan danantara yang adaptif, transparan, dan siap menghadapi perubahan lanskap bisnis konstruksi nasional maupun global.

    –SELESAI–

  • KA Rajabasa: Merajut Lampung dan Sumatra Selatan dalam Satu Perjalanan Panjang

    KA Rajabasa: Merajut Lampung dan Sumatra Selatan dalam Satu Perjalanan Panjang

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkuat konektivitas antardaerah di Pulau Sumatra melalui layanan KA Rajabasa, kereta api dengan relasi terpanjang di Sumatra. Selama Januari–September 2025, KA Rajabasa melayani 505.251 pelanggan, meningkat dari 461.160 pelanggan pada periode yang sama tahun 2024. Pertumbuhan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi yang menghubungkan Sumatra Selatan dan Lampung.

    Perjalanan KA Rajabasa menempuh jarak 388 kilometer dari Stasiun Kertapati, Palembang hingga Stasiun Tanjungkarang, Bandar Lampung dalam waktu sekitar 9 jam 20 menit. Dengan tarif Rp29.000–Rp32.000 berkat subsidi Public Service Obligation (PSO) dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, pelanggan dapat menikmati perjalanan yang nyaman, terjangkau, dan menjangkau berbagai daerah di lintasan selatan Sumatra.

    “KA Rajabasa hadir sebagai jembatan mobilitas antara Lampung dan Sumatra Selatan. Relasi panjang ini membuka peluang bagi masyarakat dari berbagai daerah untuk menempuh pendidikan, bekerja, dan menjelajahi potensi wisata di sepanjang lintasan,” ujar Vice President Public Relations KAI Anne Purba.

    Sepanjang perjalanan, KA Rajabasa menyuguhkan ragam lanskap dan cerita lokal. Dari Palembang yang dinamis, kereta api melaju ke Prabumulih, kota penghasil minyak dan gas yang menjadi simpul ekonomi Sumatra Selatan. Perjalanan kemudian memasuki Baturaja, kawasan yang dikelilingi bukit batu kapur dan Sungai Ogan dengan pesona wisata alam Gua Putri dan Air Terjun Kambas.

    Di Martapura, jejak sejarah perdagangan lintas Sumatra berpadu dengan kuliner khas dan hasil kebun yang melimpah. Perjalanan berlanjut ke Kotabumi, ibu kota Lampung Utara yang menyimpan kekayaan budaya Lampung Pepadun dan peninggalan kolonial yang masih lestari. Menjelang akhir perjalanan, kereta api singgah di Tegineneng, simpul penting menuju Bandar Lampung serta pintu masuk ke kawasan wisata bahari di Teluk Lampung seperti Pantai Mutun, Sari Ringgung, dan Pulau Pahawang.

    Setiba di Stasiun Tanjungkarang, pelanggan KA Rajabasa dapat melanjutkan perjalanan menuju Jakarta dan Bandung melalui layanan bus yang terintegrasi langsung dari area stasiun. Keterpaduan antarmoda ini memperluas akses perjalanan lintas pulau dan menghadirkan kemudahan mobilitas dari Sumatra ke Jawa.

    KA Rajabasa menjadi penghubung yang mempererat kehidupan masyarakat lintas daerah. Dari petani, pelajar, pekerja, hingga wisatawan, semua terhubung dalam satu perjalanan panjang yang menggerakkan aktivitas ekonomi dan sosial di dua provinsi.

    Sebagai bagian dari layanan PSO, KA Rajabasa mempertegas komitmen KAI dalam menyediakan transportasi publik yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan. Layanan ini mendukung visi KAI untuk menggerakkan transportasi berkelanjutan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus memperluas peluang ekonomi dan pariwisata di sepanjang lintasan rel Sumatra.