Penulis: Admin

  • Energy Academy Telah Gelar Sertifikasi POM Online Batch Ke-3 bagi Pengawas Madya

    Energy Academy Telah Gelar Sertifikasi POM Online Batch Ke-3 bagi Pengawas Madya

    Guna memperkuat lini pengawasan tingkat menengah, Energy Academy berhasil menyelenggarakan Sertifikasi POM (Pengawas Operasional Madya) batch ke-3 secara online. Sertifikasi ini ditujukan bagi para profesional di sektor pertambangan dan energi yang telah memiliki pengalaman dan ingin naik ke jenjang pengawasan selanjutnya.

    Materi dalam pelatihan ini mencakup manajemen risiko, pengawasan teknis, hingga aspek hukum dan regulasi industri. Metode pembelajaran interaktif memastikan peserta memahami tanggung jawab dan kompetensi yang dibutuhkan oleh seorang pengawas madya.

    Dengan kelulusan dari program ini, peserta mendapatkan pengakuan resmi atas keahliannya. Info lengkap tersedia di laman Sertifikasi POM Energy Academy

  • Perkuat Keandalan K3, UBP Jatigede Lakukan MOU dengan Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sumedang

    Perkuat Keandalan K3, UBP Jatigede Lakukan MOU dengan Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sumedang

    Sumedang, 8 Mei 2025

    PLN Indonesia Power UBP Jatigede mengadakan kegiatan untuk melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MOU) antara PLN Indonesia Power UBP Jatigede dengan Bidang Pemadam Kebakaran Wilayah Kabupaten Sumedang tentang Kerjasama Penanganan Kondisi Darurat Kebakaran Pada Area Kerja Pembangkitan PLTA Jatigede.

    Pertemuan yang dipimpin oleh Manajer Unit UBP Jatigede Bpk. Novy Heryanto bersama beberapa perwakilan dari Unit lain bertujuan untuk memperkuat keandalan K3 di lingkungan area kerja pembangkitan PLTA Jatigede. Dengan melihat potensi risiko kebakaran baik dari sisi peralatan dan asset pembangkit, UBP Jatigede membutuhkan expert terkait penanggulangan bencana kebakaran. Hal ini juga disambut baik oleh Bidang Pemadam Kebakaran Pemkab Sumedang, tidak terbatas hanya penanggulangan kebakaran, tetapi juga Edukasi kepada para Pegawai untuk pencegahan adanya potensi kebakaran di tempat kerja

    Nota kesepahaman ini dipimpin langsung oleh Bapak. Novy Heryanto (Manajer Unit) & Bpk. Arif Kuncoro Adi (Team Leader K3); selaku pihak pertama dari PLN Indonesia Power UBP Jatigede, dan pihak kedua; Bpk. CECE RUHIAT, S.Sos., M.Si selaku Kepala Bidang Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Sumedang. Dalam acara tersebut Bapak Novy Heryanto menjelaskan “PLTA Jatigede merupakan salah satu Obvitnas yang cukup strategis di Area Jawa Barat, sehingga dalam pengoperasiannya harus memiliki mitigasi proteksi dari segala sisi. Salah satunya dengan adanya MOU ini, kami berharap mendapatkan dukungan penuh dari Bidang Pemadam Kebakaran dalam setiap potensi kejadian kebakaran maupun program preventive itu sendiri”

  • Menerapkan AI dalam Data Kompleks pada Graph Machine Learning

    Menerapkan AI dalam Data Kompleks pada Graph Machine Learning

    Dalam
    era transformasi digital yang semakin berkembang pesat, teknologi kecerdasan
    buatan (Artificial Intelligence/AI) dan pembelajaran mesin (Machine
    Learning/ML) telah menjadi elemen krusial dalam berbagai aspek kehidupan. Salah
    satu cabang pembelajaran mesin yang semakin relevan adalah Graph Machine
    Learning, sebuah metode yang mengintegrasikan struktur data berbentuk grafik
    untuk memecahkan masalah kompleks.

    Pada
    29 April 2024, BINUS Book Review menyelenggarakan acara BINUS Book Review
    “Dasar-Dasar Graph Machine Learning.” Acara ini berlangsung di
    Recreation Room LKC di BINUS @Kemanggisan Kampus Anggrek, yang bertujuan untuk
    memberikan wawasan kepada mahasiswa, dosen, dan praktisi tentang esensi dan
    penerapan Graph Machine Learning. Dalam sesi ini, peserta tidak hanya diajak
    untuk memahami konten utama dari buku, tetapi juga untuk mendiskusikan
    penerapannya dalam konteks akademik maupun industri. Buku “Dasar-Dasar
    Graph Machine Learning” menjadi salah satu referensi penting yang
    mendalami topik ini secara mendalam dan sistematis.

    Acara
    ini berlangsung hybrid yang diadakan secara online dan offline, yang diadakan
    dari hasil kolaborasi antara Knowledge Management Innovation, Library Knowledge
    Center, BINUS Publishing, dan BINUS Research (BINUS Press). Buku Dasar-Dasar
    Graph Machine Learning.ini ditulis oleh Dr. Ir. Yaya Heryadi, M.Sc. CDS. dan Dr.
    Ir. Ilvico Sonata, S.T., Μ.Μ., M.T., IPM., ASEAN Eng.

    Tidak
    hanya menjadi ajang perkenalan buku, BINUS Book Review ini juga menjadi wadah
    diskusi interaktif yang memperkaya pemahaman peserta. Selama sesi berlangsung,
    peserta diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, menyampaikan pendapat,
    dan mendiskusikan aplikasi praktis Graph Machine Learning. Diskusi ini
    memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan industri, sehingga memungkinkan
    transfer pengetahuan yang lebih efektif.

    Acara
    Book Review ini dimulai dengan pembukaan oleh MC dan dilanjutkan dengan
    sambutan oleh Hanny Juwitasary, S.E., S.Kom., M.MSI., CBDMP selaku Library
    & Knowledge Center Manager.

    Acara
    ini dilanjutkan dengan sesi Sharing Buku bersama Dr. Ir. Yaya Heryadi, M.Sc.
    CDS. selaku Book Author dan Research Coordinator in Doctor of Computer Science
    – BINUS University dan Dr. Ir. Ilvico Sonata, S.T., Μ.Μ., M.T., IPM.,
    ASEAN Eng selaku Book Co-Author, Bapak Yaya menyampaikan “Dengan
    mengetahui Graph Machine ini, keunggulan tersebut ada dalam memodelkan data
    yang memiliki hubungan kompleks, seperti jaringan sosial, sistem rekomendasi,
    dan analisis genom. Sehingga, dengan memahami konsep dasar ini, kita dapat
    mengembangkan solusi yang lebih efisien dan relevan untuk berbagai masalah
    nyata. Juga sangat penting juga kemampuan untuk mengimplementasikan konsep
    Graph Machine Learning menggunakan bahasa Python. Karena Python adalah salah
    satu bahasa pemrograman yang paling banyak digunakan untuk machine learning dan
    data science. Dengan memanfaatkan pustaka seperti PyTorch Geometric dan
    NetworkX, proses implementasi menjadi lebih intuitif dan dapat diakses oleh
    banyak orang” jelasnya.

    Buku
    ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan
    ekosistem teknologi di Indonesia. Buku ini diharapkan mampu menjadi referensi
    utama yang mempermudah para pelajar, peneliti, dan praktisi memahami dan
    mengaplikasikan Graph Machine Learning. Dengan semakin meluasnya pemahaman dan
    penggunaan teknologi ini, diharapkan inovasi di berbagai sektor, mulai dari
    kesehatan hingga pendidikan, dapat terus berkembang dan memberikan dampak
    positif bagi masyarakat luas.

    Kegiatan ini
    merupakan wujud komitmen BINUS untuk terus membina dan memberdayakan Nusantara
    melalui pengembangan sumber daya manusia yang unggul di bidang teknologi. BINUS
    percaya bahwa penguasaan teknologi canggih seperti Graph Machine Learning akan
    menjadi kunci kemajuan bangsa, dan melalui inisiatif seperti BINUS Book Review,
    BINUS aktif mendorong transfer pengetahuan dan kolaborasi antara akademisi dan
    industri demi masa depan untuk Indonesia yang lebih baik.

  • KOMETA, Ekosis.id, dan Prestige Indonesia Siap Ramaikan NLP Expo 2025: Hadirkan Ekosistem Pertanian Digital di ICE BSD November Mendatang

    KOMETA, Ekosis.id, dan Prestige Indonesia Siap Ramaikan NLP Expo 2025: Hadirkan Ekosistem Pertanian Digital di ICE BSD November Mendatang

    Dalam acara Launching NLP Expo 2025 yang digelar hari ini di The Westin Jakarta oleh Debindo Global Expo, tiga pelaku utama di sektor pertanian modern—KOMETA, Ekosis.id, dan PT Prestige Indonesia—mengonfirmasi partisipasinya dalam NLP Expo 2025 yang akan berlangsung pada 6–9 November 2025 di ICE BSD, Tangerang.

    Ketiganya akan tampil dalam satu booth kolaboratif untuk menghadirkan solusi nyata bagi tantangan pertanian Indonesia: dari peningkatan hasil produksi, pemanfaatan teknologi, hingga distribusi langsung ke pasar tanpa perantara.

    Ekosistem dari Hulu ke Hilir
    KOMETA akan memperkenalkan sistem koperasi multi pihak berbasis digital yang sudah mulai diterapkan di berbagai wilayah Indonesia. Sistem ini tidak hanya menaungi petani, tapi juga mengintegrasikan mitra teknologi, pembeli, dan pembiayaan ke dalam satu rantai nilai yang efisien.

    “Petani kita selama ini kalah bukan karena tidak mampu, tapi karena sistemnya timpang. Kami hadir untuk membangun sistem baru—koperasi digital yang kuat dari hulu ke hilir,” tegas Roy Faizal Prasetyanugraha, Ketua KOMETA.
    “Di NLP Expo nanti, kami ingin tunjukkan bahwa koperasi bukan masa lalu—ini masa depan.”

    Ekosis.id akan menampilkan platform digital yang telah digunakan ratusan ribu pengguna untuk menghubungkan produsen lokal langsung ke pasar nasional dan B2B.

    “Distribusi produk pertanian tidak boleh lagi lewat rantai panjang yang menyulitkan petani. Ekosis adalah jalan pintas yang adil: dari petani langsung ke pembeli, tanpa mark-up berlapis,” ujar Herson Sentosa, CEO Ekosis.id.

    PT Prestige Indonesia akan membawa teknologi pupuk organik yang telah diuji coba di berbagai daerah dan terbukti meningkatkan produktivitas hingga hampir dua kali lipat.

    “Tanpa tanah yang sehat, tidak ada pertanian. Pupuk kami bukan cuma menumbuhkan, tapi memulihkan. Kami bawa solusi nyata—hasil panen naik, tanah makin subur,” jelas Muhammad Nendi, Direktur Pengembangan Bisnis PT Prestige Indonesia.

    NLP Expo 2025 (Nusantara Logistics & Pangan Expo) akan menjadi pameran berskala nasional yang menghadirkan pelaku logistik, agrikultur, teknologi, dan distribusi dari seluruh Indonesia. Dalam pameran tersebut, KOMETA, Ekosis, dan Prestige Indonesia akan menghadirkan booth kolaboratif, demo teknologi IoT untuk pertanian, sistem koperasi digital, hingga pasar daring langsung untuk produk petani.

  • MAXY Academy Luncurkan Program Sociopreneurship, Dorong Anak Muda Bangun Bisnis yang Berdampak

    MAXY Academy Luncurkan Program Sociopreneurship, Dorong Anak Muda Bangun Bisnis yang Berdampak

    Jakarta, 8 Mei 2025 — MAXY Academy kembali mengambil langkah strategis dalam pengembangan talenta muda di Indonesia dengan meluncurkan program Sociopreneurship, sebuah inisiatif yang dirancang untuk membantu generasi muda membangun bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat.

    Program ini hadir sebagai respons atas meningkatnya minat anak muda terhadap dunia kewirausahaan sosial. MAXY Academy menghadirkan pendekatan pembelajaran yang intensif dan aplikatif, mulai dari penguatan ide, pengembangan model bisnis sosial, hingga strategi keberlanjutan.

    Selama program berlangsung, peserta akan mendapatkan pendampingan langsung dari mentor-mentor berpengalaman serta akses pada jaringan yang relevan di ekosistem bisnis dan sosial.

    Isaac Munandar, CEO serta Co-Founder MAXY Academy, menyatakan bahwa program ini adalah bentuk komitmen untuk mendorong lahirnya lebih banyak changemaker muda di Indonesia.

    “Kami melihat semakin banyak anak muda yang punya semangat untuk membangun bisnis, tapi juga ingin memberi manfaat sosial. Melalui Sociopreneurship, kami ingin membantu mereka mengubah ide menjadi aksi nyata—bukan hanya sekadar proyek, tapi benar-benar berdampak di lapangan,” jelas Isaac.

    Hal senada disampaikan oleh Andy Febrico Bintoro, CTO & Co-Founder MAXY Academy.

    “Kita perlu memperkuat ekosistem kewirausahaan yang punya nilai keberlanjutan. Program ini tidak hanya bicara soal strategi bisnis, tapi juga soal empati, inovasi, dan solusi konkret terhadap permasalahan sosial yang ada di sekitar kita,” ujarnya.

    Saat ini, pendaftaran untuk program Sociopreneurship telah dibuka dan dapat diakses melalui tautan resmi yang tersedia di kanal media sosial MAXY Academy. Program ini terbuka bagi siapa saja yang memiliki gagasan bisnis dengan misi sosial dan semangat membawa perubahan.

    Melalui inisiatif ini, MAXY Academy berharap dapat melahirkan gelombang baru pengusaha muda yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi tantangan sosial di Indonesia, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

  • Tren Memecoin Kembali? Bittime Gelar Palapa Launchdrop #3

    Tren Memecoin Kembali? Bittime Gelar Palapa Launchdrop #3

    Jakarta, 8 Mei 2025 – Popularitas industri aset kripto terus menunjukkan taringnya di pasar Indonesia. Seperti yang dibagikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi aset kripto di Indonesia selama kuartal pertama tahun 2025 telah menembus angka Rp109,3 triliun.

    Ini menunjukkan revolusi aset kripto dari instrumen spekulatif menjadi salah satu pilihan diversifikasi aset digital, dan pilar inovasi keuangan global. Kemudahan dan akses teknologi, memberi kesempatan bagi masyarakat untuk dapat lebih terbuka menjelajahi dunia keuangan digital dengan lebih percaya diri.

    Seiring dengan itu, CEO Bittime, Ryan Lymn, menyampaikan bahwa kondisi global yang tidak menentu, termasuk kebijakan ekonomi dunia menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat mencari instrumen alternatif yang lebih fleksibel dan berpotensi tumbuh.

    “Bersama tren pertumbuhan ini, kami memandang bahwa kini masyarakat Indonesia juga lebih selektif dalam memilih aset kripto. Untuk itu edukasi, transparansi, dan pemahaman akan fundamental aset menjadi sangat penting sebelum akhirnya memutuskan untuk berinvestasi,” imbuh Ryan.

    Di sisi lain, ketersediaan aset-aset dengan berbagai pendekatan inovatif menunjukkan bahwa industri aset kripto di Indonesia masih sangat dinamis dan terbuka terhadap partisipasi masyarakat luas. 

    Salah satu proyek yang belakangan mencuri perhatian pasar global termasuk Indonesia adalah Fartcoin. Token berbasis memecoin ini, berhasil menarik minat yang besar karena tingginya partisipasi komunitas dan aktivitas pengguna di platform media sosial.

    Meskipun berasal dari tren memecoin, potensi Fartcoin mencerminkan bagaimana kekuatan komunitas dan keterlibatan sosial bisa berperan besar dalam membentuk nilai dan momentum pasar.

    Melihat fenomena ini, Bittime bersama Palapa, token platform nya menggelar Palapa LaunchDrop #3. Bertujuan tingkatkan adopsi dan optimasi token Palapa di tengah minat pasar terhadap adopsi aset kripto, Bittime bagikan hingga 50 Juta Rupiah Fartcoin.

    Tidak hanya berfokus pada perluasan adopsi aset kripto, kampanye ini memberi kesempatan bagi para investor untuk dapat mengembangkan potensi pertumbuhan asetnya.

    Namun, Bittime percaya, sebagai platform crypto exchange teregulasi, penting untuk terus mendukung sekaligus meningkatkan literasi masyarakat Indonesia terhadap aset kripto berbasis memecoin itu sendiri.

    Perlu dipahami bahwa investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal itu termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna.

  • BRI-MI Rajai Segmen Reksa Dana Terproteksi dengan Dana Kelolaan Rp 20,98 Triliun

    BRI-MI Rajai Segmen Reksa Dana Terproteksi dengan Dana Kelolaan Rp 20,98 Triliun

    Minat investor terhadap reksa dana terproteksi PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) terus menunjukkan tren positif. Hal ini tecermin dari kinerja yang kembali mencatatkan prestasi gemilang sebagai pengelola reksa dana terproteksi terbesar di Indonesia. Hingga akhir Maret 2025, dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) reksa dana terproteksi BRI-MI menembus angka Rp20,99 triliun.

    Jakarta, 8 Mei 2025 — Minat investor terhadap reksa dana
    terproteksi PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) terus menunjukkan tren positif.
    Hal ini tecermin dari kinerja yang kembali mencatatkan prestasi gemilang
    sebagai pengelola reksa dana terproteksi terbesar di Indonesia. Hingga akhir
    Maret 2025, dana kelolaan (Asset Under
    Management/AUM)
    reksa dana terproteksi BRI-MI menembus angka Rp20,99
    triliun.

    Jumlah tersebut menempatkan
    BRI-MI pada posisi teratas jajaran manajemen investasi untuk tiga bulan
    berturut-turut di kuartal I 2025. Dengan pangsa pasar sebesar 17,6%, BRI-MI
    tercatat unggul jauh dari pesaing terdekat yang memiliki AUM di kisaran Rp15
    triliun. Capaian ini diperoleh saat industri reksa dana terproteksi nasional
    mengalami kenaikan signifikan, dengan total dana kelolaan menyentuh angka
    Rp120,20 triliun.

    Kinerja BRI-MI yang
    konsisten tidak lepas dari kombinasi strategi investasi yang terukur dan
    kepercayaan yang terus mengalir dari investor. Sebagai informasi, produk reksa
    dana terproteksi yang ditawarkan dinilai memberikan keseimbangan ideal antara
    imbal hasil dan perlindungan modal, sehingga banyak diminati oleh investor
    dengan profil risiko konservatif hingga moderat.

    Direktur Utama BRI-MI,
    Tina Meilina, menyampaikan bahwa keberhasilan ini adalah bukti nyata dari
    sinergi strategi perusahaan dan loyalitas investor. “Kami sangat mengapresiasi
    kepercayaan yang terus diberikan kepada BRI-MI. Ini bukan sekadar pencapaian angka,
    tapi juga cerminan komitmen kami dalam menjaga kepercayaan dan memberikan hasil
    terbaik untuk para investor,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa
    reksa dana terproteksi menjadi salah satu solusi investasi yang paling relevan
    di tengah kondisi pasar yang fluktuatif. “Instrumen ini menawarkan perlindungan
    terhadap pokok investasi. Ditambah dengan potensi imbal hasil yang menarik,
    produk ini sangat cocok bagi investor yang ingin berinvestasi dengan lebih
    tenang,” jelas Tina.

    BRI-MI yang merupakan
    bagian dari BRI Group telah berpengalaman lebih dari 32 tahun di industri
    pengelolaan investasi. Tak hanya mengandalkan kinerja produk, BRI-MI juga aktif
    mendorong edukasi keuangan dan terus memberikan solusi investasi untuk
    menjangkau investor lebih luas.

    Informasi lebih lanjut
    terkait produk-produk BRI-MI dapat dilihat di situs web resmi BRI-MI yaitu https://bri-mi.co.id/
    atau melalui Instagram resmi BRI-MI @brimi.official.

  • Trading vs Investasi Kripto: Apa Bedanya dan Mana yang Cocok untuk Anda?

    Trading vs Investasi Kripto: Apa Bedanya dan Mana yang Cocok untuk Anda?

    Dalam dunia kripto yang penuh dengan peluang sekaligus risiko, memahami perbedaan antara trading dan investasi adalah langkah awal yang sangat penting untuk memilih strategi terbaik sesuai tujuan keuangan Anda. Dua pendekatan ini memiliki karakteristik, risiko, dan imbal hasil yang berbeda. Artikel ini akan membantu Anda membedakan keduanya sekaligus memperkenalkan Xenorize, sebuah ekosistem yang dirancang untuk mempermudah perjalanan trading Anda melalui teknologi AI, edukasi, dan komunitas yang solid.

    Apa Itu Trading Kripto?

    Trading kripto adalah aktivitas jual beli aset digital dalam jangka pendek, memanfaatkan fluktuasi harga pasar untuk meraih keuntungan cepat. Trader biasanya menggunakan analisis teknikal, membaca grafik harga, serta mengikuti berita pasar terkini untuk menentukan momen terbaik masuk dan keluar dari posisi.

    Beberapa strategi trading kripto yang populer antara lain:

    Day Trading: Beli dan jual aset dalam satu hari, mengejar profit dari perubahan harga di dalam hari yang sama.

    Swing Trading: Menahan aset selama beberapa hari hingga minggu, dengan analisis tren jangka pendek.

    Scalping: Strategi super cepat dengan banyak transaksi dalam hitungan detik atau menit.

    Arbitrase: Memanfaatkan selisih harga antar-exchange untuk mendapat keuntungan instan.

    Trading menawarkan potensi keuntungan tinggi, tapi juga mengandung risiko besar dan membutuhkan pemantauan pasar yang intens.

    Apa Itu Investasi Kripto?

    Investasi kripto lebih berfokus pada jangka panjang. Investor biasanya membeli aset seperti Bitcoin atau Ethereum dan menyimpannya selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, dengan harapan nilainya akan meningkat seiring waktu.

    Strategi investasi kripto antara lain:

    HODLing: Menyimpan aset tanpa peduli fluktuasi jangka pendek.

    Dollar-Cost Averaging (DCA): Membeli aset dalam jumlah tetap secara berkala untuk mengurangi risiko harga.

    Value Investing: Mencari aset undervalued dengan potensi jangka panjang.

    Investasi menawarkan stabilitas emosional dan waktu yang lebih fleksibel, namun tetap memiliki risiko dari volatilitas pasar dan ancaman keamanan digital.

    Perbandingan Trading vs Investasi

    Masuk Dunia Kripto? Mulai dari Xenorize

    Memulai trading atau investasi kripto bisa terasa menakutkan, apalagi bagi pemula. Di sinilah Xenorize hadir sebagai solusi end-to-end untuk mendampingi Anda di setiap tahap perjalanan kripto Anda.

    Xenorize adalah ekosistem pintar yang dirancang untuk mendukung pengguna sepanjang perjalanan trading mereka. Kami menyediakan:

    AI-Powered Tradebot: Teknologi cerdas yang membantu Anda mengeksekusi strategi trading otomatis secara optimal, bahkan saat Anda tidur.

    Kursus Edukasi Kripto: Materi lengkap untuk pemula hingga lanjutan, membekali Anda dengan pemahaman fundamental dan teknikal pasar kripto.

    Komunitas Aktif: Bergabung dengan ribuan trader dan investor yang saling berbagi insight, tips, dan dukungan dalam komunitas yang ramah dan solid.

    Dengan Xenorize, Anda tidak lagi berjalan sendirian di pasar kripto. Apakah Anda seorang trader aktif atau investor jangka panjang, Xenorize memberi Anda alat, ilmu, dan komunitas untuk sukses.

    Kesimpulan

    Memilih antara trading dan investasi bukan soal mana yang lebih baik, tapi mana yang paling sesuai dengan profil risiko, waktu, dan tujuan keuangan Anda. Trading memberikan peluang keuntungan cepat, namun membutuhkan fokus dan keberanian menghadapi fluktuasi harga. Sementara itu, investasi lebih cocok untuk mereka yang sabar dan ingin membangun investasi dalam jangka panjang.

    Apa pun pilihan Anda, pastikan Anda punya platform yang mendukung Anda secara menyeluruh. Di era kripto yang serba cepat ini, Xenorize hadir untuk membantu Anda menjadi lebih cerdas, siap, dan percaya diri dalam mengambil keputusan finansial.

    Disclaimer: Artikel ini bertujuan untuk edukasi dan informasi, dan tidak boleh dianggap sebagai saran keuangan, hukum, atau investasi. Investasi di cryptocurrency memiliki risiko yang cukup besar dan mungkin tidak cocok untuk semua orang. Kami sangat menyarankan Anda untuk melakukan riset lebih lanjut dan berkonsultasi dengan profesional keuangan yang berkompeten sebelum membuat keputusan investasi. Konten yang ada di sini akurat pada saat publikasi, namun dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.

  • Operasi Sindoor: Menyerang Akar Teror di Bahawalpur, 23 Tahun Setelah Tewasnya Daniel Pearl

    Operasi Sindoor: Menyerang Akar Teror di Bahawalpur, 23 Tahun Setelah Tewasnya Daniel Pearl

    Jakarta, 8 Mei 2025 — India meluncurkan Operasi Sindoor, sebuah kampanye serangan udara yang terkoordinasi yang menargetkan fasilitas pelatihan teroris di wilayah Pakistan, termasuk lokasi-lokasi kunci di Bahawalpur dan Muzaffarabad. Serangan ini dilakukan sebagai respons langsung terhadap serangan lintas batas yang brutal oleh militan Pakistan di wilayah Kashmir India, yang menewaskan puluhan orang. Kementerian Pertahanan India menyatakan bahwa operasi ini “tepat sasaran, berbasis intelijen, dan terbatas pada penetralan infrastruktur militan.” Komunitas internasional kini memantau dengan cermat, karena ketegangan antara dua negara dengan senjata nuklir meningkat. Namun, bagi mereka yang familiar dengan jaringan teror Asia Selatan, cerita sebenarnya bukan hanya tentang pembalasan — tetapi tentang akuntabilitas yang sudah lama tertunda. 

    Bahawalpur

    Nama yang terus menggema dengan kehadiran yang menakutkan bagi jurnalis dan korban teror di Asia Selatan. Kota di Punjab selatan, Pakistan ini telah lama berfungsi sebagai pusat teror yang didukung negara, meskipun ada janji-janji reformasi yang terus-menerus dari Islamabad. Selama lebih dari dua dekade, lembaga intelijen dan militer Pakistan telah membiarkan Bahawalpur berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi organisasi ekstremis — sebuah fakta yang dikenal dengan baik oleh para jurnalis yang ada di lapangan dan dengan penuh rasa sakit diingat melalui kisah tragis wartawan Wall Street Journal, Daniel Pearl.

    Keputusan India untuk menargetkan Bahawalpur bukanlah kebetulan. Itu adalah serangan langsung pada pusat dari arsitektur militan. Bagi banyak orang, momen ini menandakan akuntabilitas yang sangat ditunggu-tunggu.

    Peringatan Seorang Jurnalis yang Diabaikan

    Pada Desember 2001, Daniel Pearl pergi ke Bahawalpur dengan buku catatan dan pena, hanya beberapa minggu setelah Jenderal Pervez Musharraf berjanji untuk menutup kelompok militan setelah serangan mematikan terhadap Parlemen India oleh teroris Pakistan. Pearl mengetuk pintu kantor-kantor militan yang terbuka di Bahawalpur. Ini bukan sel-sel bawah tanah — mereka ada di depan mata.

    Beberapa minggu kemudian, pada 23 Januari 2002, Daniel Pearl meninggalkan rumah yang dia sewa di Karachi untuk melakukan wawancara yang ia yakini sebagai pertemuan sah. Pertemuan itu diatur oleh seorang pembantu, melalui seorang pria bernama “Arif” — yang kemudian diidentifikasi sebagai petugas humas untuk kelompok militan Harkat-ul-Mujahideen. Arif berasal dari Bahawalpur.

    Setelah penculikan Pearl, polisi melacak Arif ke sebuah pemakaman palsu di Bahawalpur sebelum menangkapnya di Muzaffarabad — kota lain yang kini dikonfirmasi oleh India menjadi sasaran dalam serangan udara baru-baru ini karena menampung fasilitas teroris.

    Arif menyerahkan Daniel kepada Omar Sheikh — seorang teroris British-Pakistan dengan masa lalu yang terkenal, termasuk pembajakan Pesawat India Airlines Flight 814 pada tahun 1999. Setelah dibebaskan oleh India selama krisis tersebut, Omar kembali ke Pakistan bersama Masood Azhar, yang kini menjadi pemimpin organisasi teroris Jaish-e-Mohammed — yang juga berbasis di Bahawalpur. Laporan intelijen India kini mengklaim bahwa anggota keluarga Azhar sendiri termasuk di antara yang tewas dalam serangan Bahawalpur baru-baru ini.

    Senjata Negara yang Berbalik ke Dalam

    Meskipun mereka adalah figur yang dicari di tingkat internasional, baik Omar Sheikh maupun Masood Azhar tidak diproses oleh negara Pakistan. Sebaliknya, mereka diterima dalam kebijakan kedalaman strategis Pakistan. Namun, akibat dari kebijakan itu sangat merugikan bagi rakyat Pakistan sendiri. Dari pembunuhan Benazir Bhutto dan Gubernur Punjab Salman Taseer, hingga pembantaian anak-anak sekolah di Peshawar, monster yang dibesarkan di Bahawalpur akhirnya berbalik menyerang negara mereka sendiri.

    Tindakan Strategis dalam Ketidakmampuan Akuntabilitas

    Serangan udara India dalam Operasi Sindoor bukanlah tindakan agresi, melainkan respons terhadap kelalaian — akibat dari kegagalan Pakistan yang telah berlangsung lama untuk menutup infrastruktur teroris yang seharusnya mereka hilangkan bertahun-tahun yang lalu.

    Ini bukan konflik dengan klaim yang setara. Ini bukan pertanyaan tentang “penjajah versus yang dijajah,” seperti yang digambarkan oleh pembela Pakistan. Ini adalah kasus di mana sebuah negara akhirnya bertindak untuk membela diri ketika diplomasi, pencegahan, dan permohonan internasional gagal.

    Narasi-narasi yang kini muncul dari simpatisan teroris — yang menggambarkan para pelaku sebagai korban — mencerminkan strategi disinformasi yang terlihat di seluruh dunia, dari Hamas hingga jaringan diaspora radikal. Ini adalah pembalikan moral yang sinis, upaya untuk menghindari tanggung jawab moral.

    Namun, fakta tetap ada. Dunia tahu tentang Bahawalpur. Daniel Pearl tahu. Pelaporannya merenggut nyawanya. Dan 23 tahun kemudian, kamp-kamp yang ia identifikasi masih beroperasi — hingga sekarang.

    Sumber: https://x.com/AsraNomani/status/1920377735412646234

  • Optimalisasi Charging Station: Tantangan dan Peluang dalam Pengembangan Energi Berkelanjutan

    Optimalisasi Charging Station: Tantangan dan Peluang dalam Pengembangan Energi Berkelanjutan

    Seiring pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia, kebutuhan akan charging station yang efisien dan andal semakin mendesak. PT Bambang Djaja hadir dengan solusi kelistrikan yang memastikan pasokan daya stabil dan aman bagi pengguna EV.

    Seiring meningkatnya adopsi kendaraan listrik (EV) di Indonesia, kebutuhan akan charging station yang efisien dan luas semakin mendesak. Apakah Anda pernah mengalami antrian panjang saat ingin mengisi daya kendaraan listrik Anda? Ini adalah salah satu tantangan utama dalam pengembangan ekosistem EV yang berkelanjutan.

    PT Bambang Djaja (B&D Transformer) hadir sebagai solusi dengan menghadirkan teknologi kelistrikan yang mendukung optimalisasi charging station, memastikan daya listrik yang stabil, aman, dan efisien bagi pengguna EV.

    Tantangan dalam Optimalisasi Charging Station

    Meskipun infrastruktur kendaraan listrik berkembang pesat, masih ada beberapa hambatan yang perlu diatasi untuk menciptakan charging station yang optimal:

    1. Ketersediaan Daya Listrik yang Stabil

    Charging station membutuhkan pasokan daya yang andal. Tanpa sistem kelistrikan yang kuat, pengguna akan menghadapi masalah seperti waktu pengisian yang lama dan pemadaman listrik mendadak.

    2. Kecepatan Pengisian Daya yang Masih Terbatas

    Banyak pengguna menginginkan pengisian daya cepat agar perjalanan mereka tidak terganggu. Namun, tidak semua charging station mendukung teknologi fast charging yang membutuhkan transformasi daya yang optimal.

    3. Penyebaran Infrastruktur yang Belum Merata

    Di kota besar, stasiun pengisian daya mulai berkembang, tetapi bagaimana dengan daerah yang masih minim akses? Pemerataan charging station menjadi tantangan dalam membangun ekosistem EV yang inklusif.

    4. Biaya Operasional yang Masih Tinggi

    Beberapa operator charging station menghadapi biaya operasional tinggi akibat efisiensi listrik yang belum maksimal. Solusi berbasis teknologi transformasi daya menjadi kunci dalam menekan biaya tanpa mengorbankan kinerja.

    Solusi B&D Transformer untuk Optimalisasi Charging Station

    Untuk mengatasi tantangan tersebut, B&D Transformer menghadirkan solusi terbaik dalam mendukung pengembangan charging station di Indonesia.

    1. Transformasi Daya yang Stabil

    Menggunakan teknologi kelistrikan canggih, B&D Transformer memastikan distribusi daya yang optimal untuk setiap charging station, mengurangi risiko pemadaman atau gangguan daya.

    2. Mendukung Teknologi Fast Charging

    Dengan konversi daya yang efisien, charging station dapat mendukung pengisian daya ultra-cepat, sehingga pengguna kendaraan listrik tidak perlu menunggu terlalu lama.

    3. Efisiensi Energi untuk Menekan Biaya

    Teknologi kelistrikan yang digunakan oleh B&D Transformer memungkinkan efisiensi daya lebih tinggi, sehingga biaya operasional charging station dapat ditekan dan lebih hemat energi.

    4. Peningkatan Keamanan Sistem Listrik

    Keamanan adalah prioritas utama. Dengan sistem proteksi listrik yang canggih, B&D Transformer memastikan bahwa setiap charging station aman dari overload, lonjakan daya, maupun gangguan listrik lainnya.

    5. Dukungan untuk Ekosistem Energi Berkelanjutan

    Teknologi B&D Transformer selaras dengan visi energi hijau, mendukung integrasi energi terbarukan dalam charging station untuk mengurangi ketergantungan pada listrik berbasis fosil.

    Masa Depan Charging Station di Indonesia

    Dengan semakin banyaknya pengguna kendaraan listrik, infrastruktur charging station yang optimal bukan hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga peluang besar bagi industri kelistrikan. Keberlanjutan ekosistem ini tidak hanya bergantung pada jumlah charging station, tetapi juga pada kualitas daya listrik, efisiensi energi, dan keandalan sistem kelistrikan.

    Sebagai perusahaan yang berpengalaman dalam teknologi kelistrikan, PT Bambang Djaja siap menjadi mitra dalam mewujudkan charging station yang optimal, efisien, dan ramah lingkungan.

    Optimalkan charging station Anda dengan teknologi dari B&D Transformer! Hubungi kami untuk solusi kelistrikan terbaik guna mendukung pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik yang lebih efisien dan berkelanjutan.

    Baca juga artikel lainnya tentang Apa Itu Portable EV Charger? Solusi Praktis Mobil Listrik Anda!