Penulis: Admin

  • Menginspirasi Transformasi Kewirausahaan, Prof. Pantri Heriyati Resmi Jadi Guru Besar BINUS UNIVERSITY Bidang Ilmu Entrepreneurship

    Menginspirasi Transformasi Kewirausahaan, Prof. Pantri Heriyati Resmi Jadi Guru Besar BINUS UNIVERSITY Bidang Ilmu Entrepreneurship

    Jakarta, 16 Oktober 2025 – BINUS University resmi mengukuhkan Prof. Dr. Pantri Heriyati, S.E., M.Comm sebagai Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Entrepreneurship, dalam upacara pengukuhan yang digelar di BINUS @Kemanggisan, Anggrek Campus. Pengukuhan ini menegaskan komitmen BINUS University dalam melahirkan pemimpin akademik yang berperan aktif mendorong inovasi dan kewirausahaan yang berdaya saing global serta berlandaskan nilai sosial.

    Dalam orasi ilmiah yang berjudul “Navigating Post-Digital Entrepreneurship in Indonesia: The Role of Culinary MSMEs in Driving Sustainable Innovation and Social Responsibility”, Prof. Pantri membahas dinamika kewirausahaan Indonesia di era pasca-digital, sebuah fase di mana teknologi bukan lagi sekadar alat, melainkan fondasi bagi perubahan pola bisnis, nilai, dan keberlanjutan.

    “Era pasca-digital menuntut pelaku usaha tidak hanya berinovasi secara teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan. Sektor kuliner menjadi contoh nyata bagaimana UMKM Indonesia dapat menggabungkan inovasi, nilai budaya, dan keberlanjutan dalam satu ekosistem wirausaha yang tangguh,” ujar Prof. Pantri dalam orasinya.

    Lebih lanjut, Prof. Pantri menekankan bahwa UMKM kuliner memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi kreatif yang inklusif. Melalui pendekatan berbasis inovasi dan tanggung jawab sosial, sektor ini dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia di tingkat global.

    Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi Prof. Pantri dalam bidang pendidikan dan riset kewirausahaan. “Pengukuhan ini bukan hanya pengakuan atas perjalanan akademik Prof. Pantri, tetapi juga refleksi atas dedikasi dalam membangun entrepreneurial mindset yang berorientasi pada inovasi dan dampak sosial. Sejalan dengan visi BINUS University, kami ingin melahirkan wirausaha yang tidak hanya sukses secara ekonomi, tetapi juga membawa kebaikan bagi masyarakat,” ungkap Dr. Nelly.

    Sebagai akademisi dan praktisi di bidang kewirausahaan, Prof. Pantri telah menghasilkan berbagai penelitian dan publikasi yang berfokus pada strategi inovasi, branding, dan pengembangan UMKM di era digital. Ia juga aktif membimbing mahasiswa dan pelaku usaha untuk membangun model bisnis yang adaptif dan berkelanjutan.

    Sebagai salah satu tokoh kunci di BINUS Business School, Prof. Pantri memiliki peran yang sangat signifikan dalam membangun dan memperkuat ekosistem kewirausahaan di kampus. Ia terlibat secara langsung dalam pengembangan kurikulum kewirausahaan, pembentukan inkubator kewirausahaan, serta inisiatif-inisiatif yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis inovatif. Prof Pantri juga merupakan Guru Besar ke-47 yang dikukuhkan oleh BINUS University.

    Pengukuhan Guru Besar ini menambah jajaran akademisi BINUS University yang terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat.

  • Layani Lebih dari 15 Juta Pelanggan, KAI Daop 1 Jakarta Terus Jadi Pilihan Utama Transportasi Publik

    Layani Lebih dari 15 Juta Pelanggan, KAI Daop 1 Jakarta Terus Jadi Pilihan Utama Transportasi Publik

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta (Daop 1 Jakarta) mencatat capaian positif hingga triwulan III tahun 2025. Tercatat sebanyak 15.870.000 pelanggan telah dilayani, yang terdiri dari 8.523.668 penumpang berangkat (naik) dan 7.346.420 penumpang datang (turun) di wilayah kerja Daop 1 Jakarta.

    Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menjelaskan bahwa angka tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat untuk terus menggunakan moda transportasi kereta api sebagai pilihan utama, baik jarak jauh maupun lokal.

    “KAI Daop 1 Jakarta terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan tepat waktu. Capaian ini menjadi bukti bahwa kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian, khususnya di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya,” ujar Ixfan.

    Saat ini, KAI Daop 1 Jakarta mengoperasikan sebanyak 80 perjalanan kereta api setiap hari, yang terdiri dari 69 perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dan 11 perjalanan Kereta Api Lokal. Untuk KA lokal, terdiri dari KA Pangrango sebanyak 8 perjalanan dan KA Siliwangi sebanyak 3 perjalanan.

    Sementara itu, pada akhir pekan (weekend), jumlah perjalanan meningkat menjadi 87 perjalanan KA, terdiri dari 76 perjalanan KAJJ dan 11 perjalanan KA lokal, guna mengakomodasi lonjakan volume penumpang.

    Adapun lima stasiun dengan volume pelanggan tertinggi untuk KAJJ hingga triwulan III 2025 adalah:

    1. Stasiun Pasar Senen – 5.948.107 pelanggan;

    2. Stasiun Gambir – 4.396.231 pelanggan;

    3. Stasiun Bekasi – 1.954.323 pelanggan;

    4. Stasiun Jatinegara – 1.252.262 pelanggan; dan

    5. Stasiun Cikarang – 621.902 pelanggan.

    Sedangkan untuk KA Lokal, stasiun teramai adalah Stasiun Sukabumi dengan total 574.151 pelanggan.

    Ixfan menambahkan bahwa peningkatan berbagai inovasi akan terus dilakukan KAI, di antaranya digitalisasi layanan melalui aplikasi Access by KAI, peningkatan kenyamanan fasilitas di stasiun dan kereta, serta kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pengalaman perjalanan yang lebih baik dan berkelanjutan.

    “Kami akan terus berinovasi dan menjaga standar pelayanan terbaik demi memberikan pengalaman perjalanan yang semakin berkualitas bagi seluruh pelanggan. KAI Daop 1 Jakarta juga berkomitmen untuk terus mendukung transportasi berkelanjutan yang ramah lingkungan,” tutup Ixfan.

    Informasi lebih lanjut mengenai ketersediaan tiket, Railpoint dan berbagai kegiatan promosi lainnya dapat diakses melalui aplikasi Access by KAI atau Contact Center KAI 121.

  • Financial Glow Up: Saatnya Uangmu Ikut Naik Level

    Financial Glow Up: Saatnya Uangmu Ikut Naik Level

    Istilah glow up untuk menggambarkan perubahan positif seseorang entah dari penampilan, gaya hidup, atau pola pikir. Tapi, pernahkah kamu terpikir kalau keuangan juga bisa glow up? Ya, bukan cuma wajah yang bisa bersinar, dompet pun bisa ikut naik level kalau kamu tahu cara merawatnya.

    Bicara soal financial glow up bukan tentang siapa yang paling kaya atau punya saldo rekening terbesar. Namun, bagaimana kamu mengelola uang dengan lebih cerdas, membuat keputusan finansial yang matang, dan mempersiapkan masa depan tanpa kehilangan gaya hidup yang kamu nikmati hari ini.

    Yuk, bahas bagaimana cara melakukan financial glow up biar uangmu bukan cuma numpang lewat setiap kali gajian!

    1. Mulai dari mindset: uang bukan musuh, tapi alat

    Sebelum masuk ke strategi teknis, kuncinya ada di pola pikir. Banyak orang merasa uang adalah sumber stres atau sesuatu yang sulit dikendalikan. Padahal, uang hanyalah alat tergantung bagaimana kamu menggunakannya.

    Coba ubah mindset dari “aku harus hemat” menjadi “aku ingin uangku bekerja lebih efektif.” Dengan begitu, kamu tidak sekadar menahan pengeluaran, tapi mulai mencari cara agar setiap rupiah yang kamu keluarkan atau investasikan membawa dampak jangka panjang.

    Contohnya daripada merasa bersalah saat jajan kopi setiap pagi, hitung berapa biaya totalnya sebulan. Kalau terasa berlebihan, bukan berarti kamu harus berhenti total. Mungkin cukup kurangi frekuensinya dan alihkan sebagian uang itu ke investasi. Dengan begitu, kamu tetap menikmati hidup tanpa kehilangan arah finansial.

    2. Upgrade skill keuangan

    Layaknya glow up yang butuh perawatan, financial glow up juga butuh proses belajar. Dunia keuangan selalu berubah,  ada tren baru, produk investasi digital, hingga strategi menabung modern.

    Mulailah dengan hal sederhana seperti memahami bagaimana bunga berjalan, cara kerja deposito, atau apa itu diversifikasi investasi. Kamu bisa belajar lewat podcast keuangan, baca artikel finansial, atau ikut kelas daring.

    Semakin kamu paham, semakin sulit uang “kabur” dari tanganmu. Banyak orang kehilangan kesempatan karena tidak tahu di mana uangnya bisa berkembang. Padahal, dengan sedikit pengetahuan tambahan, kamu bisa membuat keputusan yang lebih cerdas, bukan berdasarkan tren, tapi berdasarkan pemahaman.

    3. Terapkan pola “cash flow aesthetic”

    Istilah ini mungkin terdengar lucu, tapi konsepnya penting. Cash flow aesthetic artinya kamu tahu alur keluar masuk uangmu, dan semua berjalan harmonis tanpa drama.

    Mulai dengan mencatat pendapatan dan pengeluaran setiap bulan. Bagi keuangan kamu jadi beberapa pos: kebutuhan rutin, tabungan, investasi, hiburan, dan dana darurat.

    Kuncinya bukan pada angka besar, melainkan konsistensi. Kalau kamu bisa menjaga arus keuangan tetap sehat, keuanganmu otomatis akan ikut glow up. Misalnya, pastikan 20% penghasilanmu selalu masuk ke tabungan atau investasi, apa pun yang terjadi. Dalam enam bulan saja, kamu akan mulai melihat perubahan signifikan.

    4. Upgrade dari menabung ke berinvestasi

    Menabung itu penting, tapi tidak cukup. Dalam financial glow up, uang yang diam terlalu lama tanpa berkembang akan kalah oleh inflasi. Artinya, nilai uangmu akan menurun dari waktu ke waktu.

    Mulailah belajar investasi yang sesuai dengan profil risikomu. Bisa dari reksa dana, saham, emas digital, atau deposito berjangka. Pilih yang sesuai dengan tujuan keuangan kamu apakah untuk jangka pendek (1–3 tahun) atau jangka panjang (lebih dari 5 tahun).

    Contohnya jika kamu punya dana untuk jangka menengah, deposito bisa jadi pilihan aman karena risikonya rendah namun tetap memberikan bunga tetap yang stabil. Sementara untuk jangka panjang, reksa dana atau saham bisa memberi imbal hasil yang lebih tinggi.

    Hindari kejar untung cepat tanpa paham risikonya. Financial glow up sejati datang dari disiplin dan strategi, bukan spekulasi.

    5. Kurangi “financial toxic habits”

    Setiap orang punya kebiasaan finansial yang diam-diam menggerogoti keuangan. Misalnya sering membeli barang karena diskon, terlalu banyak langganan digital yang jarang dipakai, atau FOMO ikut tren investasi yang belum dipahami.

    Coba lakukan audit kecil terhadap kebiasaanmu. Mana pengeluaran yang benar-benar membawa manfaat, dan mana yang hanya “dopamin sesaat”? Mengubah kebiasaan kecil bisa berdampak besar dalam jangka panjang.

    Kalau kamu berhasil mengendalikan financial leak (kebocoran finansial), uangmu akan punya ruang lebih untuk tumbuh. Inilah salah satu tanda bahwa kamu mulai naik level secara finansial.

    6. Rayakan setiap kemajuan

    Glow up itu bukan hasil instan, begitu juga financial glow up. Nikmati setiap prosesnya. Kalau kamu berhasil menabung rutin tiga bulan berturut-turut, rayakan (secara bijak). Kalau kamu berhasil melunasi cicilan lebih cepat, beri apresiasi untuk diri sendiri.

    Kuncinya, kamu harus sadar bahwa setiap langkah kecil berarti kemajuan. Karena perubahan finansial besar selalu dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

    Saatnya uangmu ikut naik level

    Setelah semua usaha itu, pastikan uangmu tidak hanya “aman”, tapi juga tumbuh dengan stabil. Salah satu cara untuk menjaga dan mengembangkan dana adalah lewat deposito berjangka. 

    Dengan deposito, kamu bisa menikmati suku bunga deposito tanpa perlu khawatir fluktuasi pasar. Cocok bagi kamu yang ingin menumbuhkan uang dengan aman sekaligus belajar disiplin finansial, karena dana tidak bisa diambil sebelum jatuh tempo.

    Kini, membuka deposito juga semakin mudah berkat layanan digital. Kamu bisa mulai kapan saja, bahkan dari smartphone, dengan nominal yang fleksibel. Tips memilih deposito online terbaik adalah dengan mempertimbangkan kemudahan aksesnya. 

    Salah satu deposito yang bisa kamu gunakan adalah Deposito WOW di neobank dari Bank Neo Commerce. Nikmati keuntungan deposito dari bunga yang kompetitif. Selain itu, kamu bisa memilih jangka waktu mulai dari 1 hingga 12 bulan. Cara investasi deposito aman di neobank cukup mudah karena bisa dilakukan lewat smartphone. 

    Download neobank di PlayStore dan App Store dan buka Deposito WOW. Dapatkan keuntungan deposito sekarang!

    Kunjungi link Deposito WOW untuk tahu info lengkap serta syarat & ketentuan terbaru mengenai Deposito WOW, 

    ***

    PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

  • Biaya Tak Terduga Saat Pindahan Rumah yang Mungkin Terlupa

    Biaya Tak Terduga Saat Pindahan Rumah yang Mungkin Terlupa

    Pindahan rumah sering kali dianggap momen penuh semangat babak baru kehidupan dimulai, suasana baru menanti. Namun di balik euforia mengemas barang dan memesan truk pindahan, ada satu hal yang sering bikin kaget, biaya tak terduga yang muncul di luar rencana. Banyak orang merasa sudah menyiapkan anggaran dengan matang, tapi tetap saja, begitu hari pindahan tiba, pengeluaran membengkak jauh dari perkiraan.

    Masalahnya, biaya pindahan bukan cuma soal ongkos truk atau jasa angkut. Ada banyak detail kecil yang sering terlewat, padahal totalnya bisa cukup signifikan. Yuk, kita bahas beberapa biaya tak terduga saat pindahan rumah supaya kamu bisa lebih siap, bukan malah stres di tengah perjalanan menuju rumah baru.

    1. Biaya tambahan jasa pindahan

    Sebagian besar orang hanya menghitung biaya utama sewa truk dan tenaga angkut. Padahal, jasa pindahan sering mengenakan biaya tambahan tergantung kondisi lapangan. Misalnya, jika rumah kamu berada di gang sempit yang tidak bisa dilalui truk besar, maka barang harus dipindahkan secara manual dari ujung jalan dan ini tentu dikenai biaya ekstra.

    Belum lagi kalau proses pindahan memakan waktu lebih lama dari perkiraan. Beberapa penyedia jasa menerapkan tarif per jam. Ada juga biaya tambahan jika kamu meminta bantuan untuk membongkar atau merakit ulang furnitur seperti lemari dan tempat tidur. Jadi, pastikan sejak awal kamu meminta rincian harga dan kemungkinan biaya tambahan agar tidak kaget di akhir.

    2. Kemasan dan peralatan tambahan

    Bungkus kardus, bubble wrap, lakban, tali pengikat kedengarannya sepele, tapi total biayanya bisa lumayan. Apalagi kalau kamu punya banyak barang pecah belah atau elektronik yang butuh perlindungan ekstra. Kadang, jasa pindahan memang menyediakan kemasan ini, namun harganya bisa lebih mahal dibanding beli sendiri.

    Belum lagi, di hari pindahan, sering muncul kebutuhan dadakan seperti membeli kantong tambahan, selimut untuk membungkus barang besar, atau bahkan makanan untuk tenaga angkut. Semua ini biasanya tidak masuk dalam rencana awal, padahal nilainya bisa mencapai ratusan ribu rupiah.

    3. Biaya membersihkan rumah lama dan baru

    Jarang disadari, pindahan rumah berarti dua tempat harus dibersihkan sekaligus, rumah lama dan rumah baru. Rumah lama biasanya perlu dibersihkan agar bisa disewakan atau dijual kembali dengan kondisi layak. Sementara rumah baru harus disterilkan sebelum ditempati.

    Kalau kamu sibuk bekerja, solusi tercepat adalah menyewa jasa kebersihan profesional. Biayanya bervariasi, tergantung luas rumah dan tingkat kotoran, tapi rata-rata mulai dari Rp300 ribu hingga Rp1 juta. Kalau tidak dianggarkan sebelumnya, biaya ini bisa menambah tekanan di tengah banyaknya pengeluaran.

    4. Biaya listrik dan air

    Kamu mungkin perlu menyalakan kembali sambungan listrik atau air yang sempat nonaktif. Biaya aktivasi ini bisa berkisar dari puluhan hingga ratusan ribu rupiah.

    Kadang, rumah baru juga butuh tambahan peralatan kecil seperti stop kontak tambahan, selang air baru, atau lampu pengganti. Sekilas terlihat kecil, tapi kalau dijumlahkan bisa setara dengan biaya transportasi pindahan itu sendiri.

    5. Barang yang hilang atau rusak

    Ini risiko klasik saat pindahan. Barang-barang yang semula rapi bisa saja rusak, tergores, atau bahkan hilang di tengah perjalanan. Bisa karena terburu-buru mengemas, kurang hati-hati saat angkut, atau kelalaian jasa pindahan.

    Beberapa perusahaan memang menyediakan asuransi barang pindahan, namun tidak semua orang memilih opsi ini karena dianggap mahal. Padahal, mengganti barang yang rusak seperti TV, meja makan, atau alat elektronik lainnya, bisa jauh lebih mahal dari premi asuransi itu sendiri.

    6. Adaptasi di tempat baru

    Sesampainya di rumah baru, pengeluaran belum berhenti. Kamu mungkin perlu membeli furnitur tambahan karena tata ruang berbeda dari rumah sebelumnya. Atau membeli peralatan kecil seperti keset, tirai, gantungan, hingga perabot dapur baru.

    Ada juga biaya adaptasi sosial misalnya, biaya iuran warga, parkir, atau sekadar traktiran kecil untuk tetangga baru. Semua ini penting untuk membangun relasi baik di lingkungan baru, namun tentu tetap menambah beban pengeluaran di awal pindahan.

    7. Antisipasi dengan dana cadangan atau pinjaman

    Pindahan rumah memang menyenangkan, namun juga menantang secara finansial. Agar tidak stres, penting untuk menyiapkan dana cadangan minimal 10–20% dari total estimasi biaya pindahan. Hal ini akan membantu kamu menutupi kebutuhan tak terduga tanpa perlu mengutak-atik pos keuangan lain.

    Namun jika dana darurat belum cukup atau situasi mendesak datang tanpa peringatan, pinjaman online bunga rendah cicilan bulanan bisa jadi opsi. Kamu bisa menggunakan pinjaman bunga rendah seperti Neo Pinjam di neobank dari Bank Neo Commerce untuk membantu menutup kebutuhan pindahan.

    Neo Pinjam punya kelebihan, yaitu: 

    – Tenor minimal 3 bulan – maksimal 24 bulan

    – Limit pinjaman hingga Rp100.000.000

    – Bunga mulai dari 0,06% flat per hari (setara dengan maksimum APR 21,9% per tahun)

    – Tidak ada biaya tersembunyi atau penalti pelunasan lebih awal

    Ditambah, pinjaman bunga rendah ini  juga bebas biaya admin saat pencairan. Meskipun mudah dan cepat, pengajuan kamu tetap melalui evaluasi kelayakan untuk menjaga keamanan pengguna dan mencegah risiko kredit bermasalah.

    Download neobank di PlayStore atau App Store dan ajukan Neo Pinjam sekarang. Kunjungi link Neo Pinjam untuk tahu info lengkap serta syarat & ketentuan mengenai Neo Pinjam.

    ***

    PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

  • KAI Divre III Palembang Ingatkan Pelanggan Terkait Larangan Merokok di Stasiun dan di Dalam Kereta Api

    KAI Divre III Palembang Ingatkan Pelanggan Terkait Larangan Merokok di Stasiun dan di Dalam Kereta Api

    Palembang, 20 Oktober 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang menegaskan kembali kepada seluruh pelanggan mengenai larangan merokok, baik di area stasiun maupun di atas kereta api. Larangan ini berlaku untuk semua jenis rokok, termasuk rokok elektrik maupun vape.

    Imbauan ini disampaikan karena seiring meningkatnya minat masyarakat dalam menggunakan transportasi kereta api dan untuk tetap menjaga budaya tertib, bersih, dan juga menjaga kesehatan Bersama.

    Manager Humas Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyampaikan bahwa kesadaran pelanggan dalam mentaati peraturan sangat berperan dalam kelancaran operasional kereta api, terlebih ketika volume penumpang meningkat. Ia juga menambahkan bahwa KAI secara konsisten menerapkan kebijakan bebas asap rokok di seluruh stasiun maupun saat perjalanan di dalam kereta.

    “Kebijakan ini bukan hanya aturan dari PT KAI, namun juga bagian dari regulasi pemerintah yang harus ditaati agar terciptanya lingkungan perjalanan yang sehat dan nyaman,” ujar Aida.

    Kebijakan bebas asap rokok di transportasi kereta api merujuk pada sejumlah regulasi, antara lain:

    1. Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 29 Tahun 2014 tentang Larangan Merokok di Angkutan Umum, termasuk kereta api.

    2. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, yang menegaskan hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan sehat dan bebas asap rokok.

    3. Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.

    4. Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 63 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang dengan Kereta Api, yang mewajibkan sarana perkeretaapian sebagai ruang bebas asap rokok demi kenyamanan pelanggan.

    Dengan aturan regulasi tersebut, kami berharap tidak ada pelanggaran terhadap pelanggan kereta api, terlebih jika pelanggan kedapatan merokok di dalam kereta api, baik di toilet, di bordes, maupun di pintu kereta akan diturunkan oleh petugas di stasiun berikutnya.

    “KAI berkomitmen menjaga kualitas pelayanan dan kesehatan pelanggan. Oleh karena itu, kami harap seluruh pelanggan dapat bekerja sama untuk tidak merokok di stasiun maupun kereta api. Merokoklah di tempat yang telah disediakan, dan menjaga kebersihan dengan tidak membuang putung rokok sembarangan” jelas Aida.

    PT KAI Divre III Palembang mengajak seluruh pelanggan untuk bersama-sama menciptakan suasana perjalanan yang aman, nyaman, dan sehat. “Dengan kepatuhan terhadap aturan larangan merokok, setiap pelanggan turut berkontribusi dalam mewujudkan layanan transportasi publik yang sehat dan lebih baik,”tutup Aida.

  • BRI Manajemen Investasi Luncurkan “Brilian Way”, Perkuat Budaya Kinerja Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan

    BRI Manajemen Investasi Luncurkan “Brilian Way”, Perkuat Budaya Kinerja Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan

    PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) resmi memperkenalkan Brilian Way, sebuah kerangka budaya kerja dan strategi transformasi yang dirancang untuk memperkuat kapabilitas internal sekaligus menegaskan posisi perusahaan dalam persaingan industri pengelolaan investasi.

    Jakarta, 17 Oktober 2025 – PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI)
    resmi memperkenalkan Brilian Way, sebuah kerangka budaya kerja dan strategi
    transformasi yang dirancang untuk memperkuat kapabilitas internal sekaligus
    menegaskan posisi perusahaan dalam persaingan industri pengelolaan investasi.

    Bertempat di Kantor Pusat
    BRI-MI, Jakarta, acara ini dihadiri jajaran Direksi BRI-MI, perwakilan dari
    Direksi Bank BRI, serta seluruh manajemen dan insan BRI-MI yang turut
    menyaksikan momen peluncuran tersebut.

    Dalam sambutannya, Direktur
    Utama Tina Meilina menyatakan bahwa Brilian Way bukan sekedar slogan, melainkan
    perilaku positif yang mengikat semua insan BRI-MI dalam berpikir dan bertindak dalam
    kegiatan sehari hari.

    “Dengan Brilian Way, kita
    menetapkan standar perilaku dan cara kerja yang tidak hanya tangguh menghadapi
    perubahan, tetapi juga menghasilkan dampak positif yang berkesinambungan bagi
    investor dan ekosistem kita,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa Brilian
    Way memadukan elemen kinerja yang optmial, inovasi, dan budaya yang kolaboratif.
    Dia mengajak seluruh internal untuk menginternalisasi nilai-nilai inti, seperti
    integritas, akuntabilitas, kolaborasi, growth mindset dan fokus kepada
    nasabah/investor, sebagai landasan dalam setiap keputusan dan tindakan. Dengan
    demikian, Brilian Way menjadi panduan yang mendukung bukan hanya target bisnis,
    tetapi juga tata cara mencapainya.

    Adapun Peluncuran Brilian Way
    turut mendapat apresiasi dari Direktur Consumer Banking PT Bank Rakyat
    Indonesia (Persero) Tbk, Nancy Adistyasari, yang turut hadir mewakili Bank BRI.

    “Kami mengapresiasi langkah
    BRI Manajemen Investasi yang telah merumuskan Brilian Way secara komprehensif
    dan visioner. Inisiatif ini tidak hanya memperkuat fondasi budaya perusahaan,
    tetapi juga mempertegas semangat sinergi di lingkungan BRI Group untuk terus
    menghadirkan nilai terbaik bagi nasabah dan masyarakat luas,” ujarnya.

    Perkuat Budaya Internal
    untuk Menghadapi Tantangan

    Seiring dengan peluncuran ini,
    BRI-MI juga menegaskan bahwa transformasi budaya ini akan dibarengi dengan
    langkah konkret di bidang teknologi dan tata kelola untuk mendukung kecepatan
    dalam merespons dinamika pasar.

    Tina menyampaikan keyakinan
    bahwa sinergi budaya dan teknologi ini akan menjadi pembeda kompetitif di masa
    depan.

    “Kami melihat peluncuran
    Brilian Way sebagai awal dari sebuah perjalanan transformatif jangka panjang.
    Ke depan, BRI-MI akan menjalankan program pelatihan budaya, evaluasi berkala
    atas penerapan nilai-nilai baru, serta integrasi Brilian Way ke dalam sistem
    penghargaan dan kepemimpinan perusahaan,” tambahnya.

    Tina menyebut bahwa visi ini
    sejalan dengan aspirasi besar BRI Group untuk mendukung Bank BRI menjadi “bank
    terbaik ASEAN” yang menurutnya bisa diperkuat dari fondasi budaya kerja yang
    unggul.

    “Brilian Way bukanlah tujuan
    akhir, melainkan fondasi dari perjalanan kita menuju nilai yang lebih tinggi —
    bagi perusahaan, investor, dan bangsa,” tutup Tina Meilina.

    Informasi lebih lanjut terkait
    kegiatan korporasi atau produk-produk BRI-MI dapat dilihat di situs web resmi
    BRI-MI yaitu https://bri-mi.co.id/ atau melalui Instagram resmi BRI-MI
    @brimi.official.

  • PTPP Dukung Ketahanan Air Nasional Lewat Proyek Sistem  Pengaliran Air Baku Karian–Serpong Paket 2 Senilai Rp822,3 Miliar

    PTPP Dukung Ketahanan Air Nasional Lewat Proyek Sistem Pengaliran Air Baku Karian–Serpong Paket 2 Senilai Rp822,3 Miliar

    Jakarta, 20 Oktober 2025 – PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia, resmi menandatangani kontrak pekerjaan Sistem Pengaliran Air Baku Karian–Serpong (Karian–Serpong Water Conveyance System/KSCS) Paket 2, proyek strategis nasional ini memiliki nilai kontrak senilai USD 49,3 juta atau setara Rp822,3 miliar. Acara penandatanganan kontrak ini diselenggarakan di Ruang Pendopo Sapta Taruna, Kementerian Pekerjaan Umum.

    Penandatanganan ini menandai komitmen PTPP dalam mendukung program pemerintah untuk memperluas akses air bersih dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah barat Jakarta dan sekitarnya. Proyek ini akan dilaksanakan selama 20 bulan, mulai Oktober 2025 hingga Mei 2027, dengan target melayani hingga ±1.155.806 sambungan rumah (SR) di tiga provinsi: Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

    Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menjelaskan bahwa proyek KSCS merupakan bagian dari komitmen pemerintah dan PTPP dalam mendukung agenda Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan pemerataan akses air bersih, pengelolaan sumber daya air berkelanjutan, serta pembangunan infrastruktur yang adil dan merata. “Penandatanganan proyek ini menandai langkah besar dalam penyediaan air baku yang andal dan berkelanjutan. Melalui KSCS, kami ingin memastikan masyarakat di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya dapat menikmati akses air bersih yang lebih luas dan merata,” ujar Joko.

    Air baku dari Bendungan Karian di Kabupaten Lebak, Banten, akan dialirkan melalui Terowongan Ciuyah dengan debit 12,4 m³ per detik, kemudian diteruskan melalui jaringan pipa baja berdiameter 2 meter dan 1,8 meter sepanjang total 59,6 kilometer menuju enam wilayah penerima manfaat: Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan (Provinsi Banten), Jakarta Barat (DKI Jakarta), dan Kabupaten Bogor (Provinsi Jawa Barat).

    Untuk mendukung pelaksanaan proyek ini, PTPP mengadopsi teknologi pemetaan udara terkini menggunakan UAV (drone) berteknologi LiDAR yang dilengkapi kemampuan Vertical Take-Off and Landing (VTOL). Teknologi ini memungkinkan survei udara beresolusi tinggi pada area yang luas dan sulit dijangkau, menghasilkan peta tiga dimensi (3D mapping) presisi tinggi untuk memastikan akurasi desain, efisiensi konstruksi, dan keselamatan kerja.

    “Penerapan LiDAR dan VTOL merupakan bagian dari transformasi digital PTPP untuk meningkatkan produktivitas dan akurasi proyek. Pendekatan berbasis teknologi ini juga mendukung prinsip pembangunan hijau dan efisien,” tambah Joko.

    Selain faktor teknis, proyek ini turut memperhatikan aspek sosial dan keberlanjutan lingkungan. PTPP memastikan setiap tahapan pekerjaan dilakukan dengan koordinasi lintas instansi, serta menerapkan standar keselamatan dan mitigasi dampak lingkungan yang ketat.

    “Keberadaan sistem pengaliran air baku Karian–Serpong akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di wilayah padat penduduk dan kawasan industri. Kami percaya proyek ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga investasi untuk masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” tutup Joko.

    Dengan proyek ini, PTPP menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan infrastruktur air yang modern, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan air nasional dan fondasi ekonomi hijau Indonesia.

    –SELESAI–

  • PalmCo, Subholding Holding Perkebunan Nusantara, Cetak Capaian Tertinggi dalam Program Peremajaan Sawit Rakyat

    PalmCo, Subholding Holding Perkebunan Nusantara, Cetak Capaian Tertinggi dalam Program Peremajaan Sawit Rakyat

    Jakarta — Upaya transformasi sektor sawit rakyat yang dijalankan oleh PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, Subholding PTPN III (Persero), menunjukkan hasil menggembirakan. Hingga akhir September 2025, realisasi rekomendasi teknis Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) petani binaan yang terbit mencapai 20.145,2 hektare, atau 122,4 persen dari target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025.

    Capaian ini menempatkan PalmCo sebagai salah satu pelaksana program PSR paling progresif di Indonesia. Dari sisi pembiayaan, PalmCo telah menyalurkan dana untuk peremajaan di atas 18.900 hektar, setara dengan 114,9 persen dari target pembiayaan tahun berjalan.

    Menurut Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, keberhasilan ini merupakan bukti nyata sinergi antara perusahaan dan petani dalam membangun masa depan perkebunan sawit yang lebih produktif dan berkelanjutan. “Kami ingin menunjukkan bahwa petani sawit rakyat bisa sejajar dalam hal produktivitas dan keberlanjutan. PalmCo hadir tidak hanya sebagai offtaker, tetapi sebagai mitra transformasi,” kata Jatmiko di Jakarta, Selasa (7/10/2025).

    Fokus pada Kualitas dan Keberlanjutan

    Program PSR difokuskan pada peningkatan produktivitas kebun rakyat, yang selama ini hanya menghasilkan sekitar 2–3 ton CPO per hektar per tahun. Melalui replanting dengan benih unggul bersertifikat dan pendampingan teknis yang sistematis, produktivitas ditargetkan sesuai standar nasional, naik menjadi 5 hingga 6 ton per hektar per tahun.

    Namun, produktivitas tinggi bukan satu-satunya tujuan. PalmCo merancang PSR sebagai program berbasis keberlanjutan. Seluruh kegiatan didorong mengacu pada standar sertifikasi sawit lestari seperti ISPO dan RSPO. Pendekatan ini menjadikan program PSR bukan hanya solusi ekonomi, tetapi juga kontribusi pada tata kelola sawit berkelanjutan secara nasional.

    Tantangan Struktural, Solusi Terintegrasi

    Seperti program nasional lainnya, PSR tidak lepas dari tantangan. Persoalan legalitas lahan, lemahnya kapasitas kelembagaan petani, hingga rendahnya literasi administrasi masih menjadi hambatan umum. Di sisi lain, tingkat partisipasi petani swadaya dalam skema sertifikasi keberlanjutan masih di bawah 1 persen.

    Menjawab tantangan ini, PalmCo menerapkan pendekatan terintegrasi melalui pendampingan kelembagaan dan teknis sejak tahap awal. Perusahaan juga menyediakan sistem digital internal berbasis SAP untuk memantau seluruh tahapan proses secara transparan, mulai dari pengusulan, distribusi benih, hingga pelaporan perkembangan lahan.

    “Kami tidak hanya memfasilitasi dana, tapi juga membantu menyelesaikan kendala administratif dan teknis. Dengan pendekatan digital, semua proses bisa diaudit dan dipantau secara terbuka,” jelas Jatmiko.

    Intercropping dan Daya Tahan Ekonomi Petani

    Masa tunggu pascatanam menjadi masa krusial bagi petani sawit rakyat. Untuk menjaga keberlanjutan ekonomi selama masa belum produktif, PalmCo juga mendorong praktik intercropping dengan tanaman sela mulai dari padi gogo hingga jagung. Langkah ini bertujuan memberikan alternatif pendapatan sambil menjaga kemandirian pangan sebagaimana diamanatkan pemerintah.

    Selain itu, peningkatan kapasitas petani terus dilakukan melalui pelatihan lapangan yang mencakup teknik budidaya modern, pemupukan tepat guna, hingga pemahaman tentang standar keberlanjutan global.

    Membangun Kemitraan yang Setara

    PalmCo meyakini bahwa keberhasilan program tidak akan tercapai tanpa sinergi erat dengan petani. Model kemitraan yang dibangun bukan sekadar hubungan ekonomi, tetapi kerja sama jangka panjang yang setara. Mulai dari tahap budidaya, pemasaran, hingga distribusi hasil panen, petani dilibatkan sebagai mitra utama.

    “Kami percaya kemajuan industri sawit nasional hanya mungkin jika petani ikut tumbuh. Tidak boleh ada yang tertinggal,” ujar Direktur Hubungan Kelembagaan PalmCo, Irwan Perangin Angin.

    Melalui capaian ini, PTPN IV PalmCo menyiapkan peta jalan jangka panjang untuk terus memperluas dampak PSR. Setiap tahun, ribuan hektar kebun rakyat ditargetkan untuk diremajakan dengan pendekatan yang lebih sistematis, berkelanjutan, dan berbasis teknologi.

    “Petani tidak berjalan sendiri. Kami berkomitmen mendampingi dari awal hingga panen. Ini bukan hanya soal hasil, tapi tentang membangun masa depan perkebunan yang kuat dan menjadi kebanggaan bersama,” pungkas Jatmiko.

    Program PSR merupakan bagian dari upaya nasional memperkuat sektor sawit rakyat sebagai pilar penting dalam ketahanan energi dan kesejahteraan petani.

  • COCONUT Computer Club Didukung Indigo Telkom Selenggarakan Kelas Backend REST API dengan Golang dan Perkenalkan Platform Apilogy di Makassar

    COCONUT Computer Club Didukung Indigo Telkom Selenggarakan Kelas Backend REST API dengan Golang dan Perkenalkan Platform Apilogy di Makassar

    COCONUT Computer Club bersama Indigo Telkom mengadakan COCONUT Open Class Batch 8 di IndigoHub Makassar, menghadirkan pelatihan backend REST API dengan Golang serta demo langsung platform Apilogy, Text-to-Speech, dan Object Detection bagi para peserta.

    Makassar, 17 Oktober 2025 – IndigoHub Makassar kembali menjadi tempat bagi mahasiswa untuk memperluas pengetahuan teknologi melalui penyelenggaraan COCONUT Open Class Batch 8. Workshop yang diinisiasi oleh COCONUT Computer Club ini berfokus pada pengenalan backend development dengan bahasa pemrograman Golang, sekaligus memberikan kesempatan bagi peserta untuk belajar membangun REST API dari tahap dasar.

    Dengan tema “Go REST, Go Fast: Membangun REST API dengan Golang”, kelas ini menghadirkan Musdalipa dan Syahrul Ramadhan sebagai pemateri, dipandu oleh Ahmad Fajrul sebagai moderator, serta diikuti oleh lebih dari 20 peserta. Melalui pendekatan praktis, peserta diperkenalkan pada konsep fundamental backend, lalu diarahkan untuk mencoba langsung membuat REST API sederhana yang dapat dikembangkan menjadi portofolio teknologi mereka.

    Pada sesi ini, BCL IndigoHub Makassar bersama intern memperkenalkan marketplace API Telkom, Apilogy, sekaligus mendemonstrasikan bagaimana platform tersebut dapat dimanfaatkan baik sebagai publisher maupun developer. Peserta diperlihatkan secara langsung bagaimana Apilogy dapat mempercepat proses pengujian dan mendukung kolaborasi antar-developer. Selain itu, tim Indigo juga mendemonstrasikan API Text-to-Speech dan Object Detection untuk memberikan gambaran konkret cara penggunaannya, sehingga peserta terdorong untuk mengeksplorasi lebih jauh dan memanfaatkan berbagai API yang disediakan secara gratis.

    Patricia Eugene Gasperz, Senior Manager Indigo, kembali menegaskan pentingnya pelatihan seperti ini dalam membangun talenta digital di era ekonomi digital. “Kelas seperti ini bukan hanya mengajarkan teori, tapi juga membuka ruang eksplorasi. Telkom sendiri sudah memiliki platform bernama Apilogy, yang bisa membantu developer mendokumentasikan, mengelola, dan menggunakan API dengan lebih efisien. Semoga kedepannya, para peserta bisa ikut mencoba dan mengembangkannya dalam proyek mereka,” jelasnya.

    Selain materi teknis, tim COCONUT juga memberikan benefit berupa modul pembelajaran, sertifikat, dan kesempatan memperluas relasi komunitas. Dengan pendekatan interaktif, peserta diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap mengaplikasikan keterampilan backend dalam pengembangan teknologi ke depan.

    Salah satu peserta, Muh Anwar Syafriawan, mengungkapkan kesannya setelah mengikuti kelas ini. “Materi yang disampaikan sangat menarik. Saya mendapat pengalaman baru yang belum pernah saya pelajari di kampus, khususnya praktik membangun REST API dengan Golang, sekaligus bisa eksplore Apilogy” ujarnya.

    Dengan semangat kolaborasi, kegiatan ini menjadi salah satu upaya dalam memperluas akses pembelajaran teknologi. COCONUT Open Class Batch 8 hadir sebagai pijakan awal bagi calon backend developer pemula untuk berkembang, percaya diri, dan terhubung dengan ekosistem digital di Makassar.

  • PLN dan KAI Tandatangani Nota Kesepahaman Elektrifikasi Jalur Kereta Api: Dorong Transportasi Rendah Emisi di Indonesia

    PLN dan KAI Tandatangani Nota Kesepahaman Elektrifikasi Jalur Kereta Api: Dorong Transportasi Rendah Emisi di Indonesia

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT PLN (Persero) menandatangani Nota Kesepahaman tentang Rencana Kerja Sama Elektrifikasi Jalur Kereta Api di Auditorium Jakarta Railways Center, Senin (20/10).

    Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, disaksikan oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Gubernur Banten Andra Soni, Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono, dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, beserta jajaran Kementerian Perhubungan, PLN, dan KAI.

    Kolaborasi strategis antara dua BUMN ini menjadi tonggak penting dalam percepatan elektrifikasi jalur kereta api nasional, yang akan meningkatkan efisiensi, keandalan, serta mendukung target Net Zero Emission 2060.

    Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa kerja sama ini membuka peluang besar untuk memperluas jaringan layanan kereta api berbasis listrik di berbagai wilayah potensial.

    “Elektrifikasi merupakan langkah besar dalam modernisasi perkeretaapian. Saat ini, okupansi KA lokal dan feeder di Jawa Barat terus meningkat. Di wilayah Banten, pertumbuhan pengguna KA Lokal dan Commuter Line juga signifikan, khususnya di relasi Rangkasbitung. Selain itu, jalur Padalarang–Cicalengka sepanjang 40 kilometer serta relasi Cikampek hingga Jawa Timur menjadi wilayah potensial untuk pengembangan elektrifikasi berikutnya,” kata Bobby.

    Ini merupakan terobosan pertama elektrifikasi jalur kereta api tanpa melibatkan APBN, murni melalui skema business to business (B2B) antara KAI dan PLN. Bagi KAI, manfaatnya berupa peningkatan kualitas, kenyamanan, dan kecepatan layanan. Sementara bagi PLN, elektrifikasi memperluas dominasi energi bersih yang digunakan di sektor transportasi.

    “Kolaborasi ini menjadi lompatan besar yang memberi manfaat ekonomi dan lingkungan bagi kedua perusahaan serta bagi masyarakat Indonesia,” ujar Bobby.

    Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo pada kesempatan yang sama menegaskan komitmen PLN dalam menyediakan energi efisien dan bersih untuk mendukung transformasi transportasi publik.

    “Elektrifikasi menghadirkan efisiensi biaya transportasi, membuat layanan kereta api lebih murah dan kompetitif. Skema kerja sama B2B ini memungkinkan kolaborasi yang berkelanjutan, dengan dukungan sistem kelistrikan yang andal. PLN siap mendukung Asta Cita menuju swasembada energi nasional,” ujar Darmawan.

    Langkah ini juga mencerminkan semangat persatuan Indonesia untuk mempercepat transisi energi bersih melalui efisiensi dan kolaborasi lintas sector.

    Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan apresiasi atas sinergi kedua BUMN dalam memperkuat transportasi nasional berbasis energi bersih.

    “Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada PLN dan KAI atas inisiatif bersama ini. Elektrifikasi jalur kereta api merupakan prioritas dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS) 2025–2030 karena manfaatnya luas yaitu meningkatkan efisiensi operasional, menghemat energi, dan memperkuat daya saing industri perkeretaapian dalam negeri,” tutur Dudy.

    Lebih lanjut Dudy juga mengatakan elektrifikasi juga akan menciptakan sistem transportasi publik yang modern, aman, ramah lingkungan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi regional.

    Melalui nota kesepahaman ini, KAI dan PLN akan membentuk tim kerja bersama untuk menyusun kajian teknis, finansial, dan operasional termasuk pemetaan jalur prioritas elektrifikasi di berbagai wilayah Indonesia.

    Kolaborasi ini diharapkan mempercepat terwujudnya jaringan transportasi hijau yang efisien dan kompetitif, serta berkontribusi terhadap penghematan energi nasional dan pengurangan emisi karbon.