Penulis: Admin

  • Bukan Cinta yang Menyiksa, Tapi Harapan yang Memenjarakan: Menyelami Tiga Level Hubungan Manusia

    Bukan Cinta yang Menyiksa, Tapi Harapan yang Memenjarakan: Menyelami Tiga Level Hubungan Manusia

    Kita sering menyalahkan cinta atas luka yang kita rasakan. Padahal, seperti yang diungkap Dr. Daniel Suwandi, bukan cinta yang menyakitkan—melainkan harapan yang tak terpenuhi.
    Dalam wawancara eksklusif ini, Dr. Daniel mengajak kita menyelami tiga level hubungan manusia: Nafsu, Cinta, dan Kasih.
    Sebuah perjalanan batin yang membuka mata: dari hubungan yang berpusat pada ego, menuju cinta yang bersyarat, hingga akhirnya sampai pada Kasih sejati—cinta yang bebas dan tenang

    Sebuah Renungan Bersama Daniel Suwandi, Ph.D.
    (
    pulihdaridalam.com)

    Ada satu
    kalimat yang sudah terlalu sering kita dengar—dan mungkin pernah kita ucapkan
    sendiri saat hati remuk: “Cinta itu menyakitkan.” Kalimat itu seperti
    mantra universal yang diwariskan dari generasi ke generasi, seolah menjadi
    pembenaran bahwa mencintai berarti siap menderita. Namun, bagaimana jika
    sebenarnya bukan cinta yang menyakitkan, melainkan harapan yang tak terpenuhi?

    Pandangan inilah yang dibawa oleh Daniel
    Suwandi, Ph.D.
    , seorang pakar Psikologi Spiritual dan Transpersonal.
    Dalam wawancara eksklusif, ia memaparkan gagasan radikal: bahwa penderitaan
    dalam hubungan bukanlah akibat cinta, melainkan kontrak tak terlihat yang kita
    buat di dalam pikiran kita sendiri. “Rasa sakit bukan efek dari mencintai, tapi
    hasil dari tawar-menawar yang gagal,” ujarnya tenang.

    Dr. Daniel menguraikan analisisnya ke dalam
    tiga tingkatan kedewasaan hubungan: Nafsu, Cinta, dan Kasih.
    Melalui tiga lensa ini, ia mengajak kita meninjau ulang: apakah yang kita
    jalani benar-benar cinta, atau hanya keinginan yang terselubung dalam pakaian
    romantisme?

    Level 1:
    Nafsu – Ketika Hubungan Adalah Cermin Pemanfaatan Diri

    Menurut Dr. Daniel, tingkat pertama dinamakan Nafsu—sebuah
    hubungan yang berpusat sepenuhnya pada pemenuhan diri. Ia menyebutnya
    sebagai “Tingkat Pemanfaatan” atau The Taker.

    “Nafsu selalu bertanya, ‘Apa yang bisa saya
    dapatkan darimu?’
    ,” katanya. “Ia adalah dorongan paling dasar dari ego
    manusia—tentang dominasi, kontrol, dan rasa aman palsu.”

    Dalam konteks ini, pasangan, anak, atau bahkan
    sahabat hanya menjadi alat untuk memenuhi kebutuhan batin yang tak tersadari:
    validasi, kekuasaan, atau rasa berharga. Contoh yang paling dekat justru muncul
    dalam lingkungan yang dianggap suci—keluarga.

    Seorang orang tua, misalnya, memaksa anak
    masuk ke sekolah elit demi gengsi sosial, sembari berkata, “Ini demi masa
    depanmu.”
    Tapi di balik kata “demi,” sering tersembunyi ego yang haus
    pengakuan. Dr. Daniel menyoroti bahwa tindakan semacam itu bukanlah cinta orang
    tua, melainkan nafsu akan status dan kebanggaan diri.

    Begitu pula dalam pernikahan. Banyak pasangan
    yang sebenarnya tidak mencintai, melainkan ingin memiliki. Kalimat
    seperti, “Aku melarang kamu bekerja demi menjaga kehormatan keluarga,” kerap
    terdengar mulia, padahal sering berakar dari kebutuhan untuk menguasai dan
    mengendalikan. “Kontrol adalah bentuk halus dari ketakutan,” kata Dr. Daniel.
    “Dan di balik ketakutan itu, ada ego yang tidak ingin kehilangan sumber
    pemenuhannya.”

    Level 2:
    Cinta – Kontrak Sosial Tak Terucap yang Membatasi Kebebasan

    Jika Nafsu adalah hubungan transaksional satu
    arah, maka tingkat kedua—Cinta—terlihat lebih matang, tapi justru
    menjadi sumber penderitaan terbesar.

    Dr. Daniel menyebutnya sebagai Cinta
    Bersyarat
    atau The Conditional Contractor. “Di sini, kita masih
    beroperasi dalam sistem pertukaran yang tersamar,” jelasnya. “Ada perjanjian
    tak tertulis: Aku mencintaimu asalkan kamu juga mencintaiku dengan kadar
    yang sama.

    Ini adalah cinta yang menjadi mata uang
    sosial. Kita memberi, tapi diam-diam menghitung. Kita menolong, tapi berharap
    diingat. Kita berkorban, tapi menunggu imbalan moral: ucapan terima kasih,
    pengakuan, atau setidaknya balasan emosi yang setara. Saat kontrak batin itu
    dilanggar, muncul rasa kecewa, sakit hati, bahkan dendam.

    Dr. Daniel menyebut fenomena ini sebagai tyranny
    of the giver
    —tirani sang pemberi. “Ada orang yang tampak dermawan dan penuh
    cinta, tapi sebenarnya memberi untuk meneguhkan ego. Ia ingin terlihat mulia,
    ingin diakui sebagai pihak yang paling berkorban. Itu bukan kasih, itu strategi
    dominasi halus,” ujarnya.

    Fenomena ini sangat relevan di masa kini. Di
    era media sosial, cinta bersyarat ini mendapat panggung besar. Banyak
    pasangan yang menilai cinta dari seberapa sering pasangannya mengunggah foto
    bersama, memberi komentar manis, atau menuliskan kata “I love you” di ruang
    publik digital. Hubungan menjadi ajang curated affection, bukan koneksi
    batin.

    Seperti yang dijelaskan Dr. Daniel, “Kita
    hidup di masa ketika cinta diukur dengan algoritma, bukan kedalaman jiwa.
    Harapan sosial ini membuat banyak orang menderita, karena mereka mengira cinta
    adalah tentang validasi eksternal.”

    Level 3:
    Kasih – Kebahagiaan yang Tidak Memerlukan Balasan

    Tingkat tertinggi dari hubungan manusia adalah
    Kasih—sebuah keadaan batin yang penuh dan mandiri.

    “Kasih sejati tidak bisa menyakiti,” tegas Dr.
    Daniel. “Karena ia tidak menuntut apa pun.” Dalam Kasih, seseorang mencintai
    bukan karena kebutuhan, tapi karena kebahagiaan memberi itu sendiri. Ia menjadi
    The Unconditional Giver.

    Cinta di tingkat ini bukanlah tindakan,
    melainkan kualitas keberadaan. “Bayangkan ketika Anda memeluk bayi Anda,”
    ujarnya. “Anda membersihkan kotorannya bukan karena kewajiban, tapi karena itu
    bagian dari kasih. Anda bahagia bukan karena bayi membalas, tapi karena
    kehadirannya sendiri sudah cukup.”

    Inilah bentuk tertinggi dari hubungan
    manusia—keadaan di mana memberi adalah kebahagiaan, bukan pengorbanan.

    Dalam konteks psikologi transpersonal,
    tahap Kasih ini paralel dengan konsep self-transcendence atau melampaui
    ego. Teori ini dikembangkan oleh Abraham Maslow dalam fase akhir piramida
    kebutuhannya. Setelah kebutuhan dasar dan aktualisasi diri terpenuhi, manusia
    akan mencari pengalaman puncak (peak experience): keadaan kesatuan
    dengan sesuatu yang lebih besar dari dirinya.

    Dr. Daniel menyebutnya sebagai momen ketika
    “diri berhenti menjadi pusat semesta.” Inilah titik di mana cinta berhenti
    menjadi emosi dan berubah menjadi kesadaran.

    Mengurai
    Akar Penderitaan: Ekspektasi dan Harapan yang Tak Disadari

    Jika cinta sejati tidak bisa menyakiti,
    mengapa begitu banyak hubungan berakhir dengan air mata?

    Jawaban Dr. Daniel sederhana: karena kita
    mencintai dengan syarat.

    Kita menciptakan kontrak sosial tak tertulis yang berisi daftar harapan:
    perhatian, kesetiaan, komunikasi, dan sebagainya. Semua itu tampak masuk
    akal—sampai salah satunya gagal memenuhinya.

    “Ketika pasangan tidak lagi mengirim pesan
    setiap pagi, atau tidak merespons dengan cepat, kita merasa kehilangan cinta.
    Padahal yang hilang bukan cinta, tapi ekspektasi terhadap bentuk cinta,”
    jelasnya.

    Dalam kacamata psikologi transpersonal,
    penderitaan ini adalah akibat dari keterikatan ego. Ego menciptakan dualitas:
    aku dan kamu, memberi dan menerima, cinta dan penolakan. Padahal, kesadaran
    sejati tidak memisahkan. Ia melihat cinta sebagai energi yang mengalir tanpa arah,
    tanpa tuntutan.

    Fenomena ini kini semakin relevan di tengah
    meningkatnya krisis kesehatan mental dan relasi digital. Aplikasi
    kencan, algoritma “like”, dan budaya instan membuat kita semakin sulit
    membedakan antara kasih dan kebutuhan validasi. Kita bukan lagi mencintai
    orang, tapi mencintai sensasi dicintai.

    Membatalkan
    Kontrak Sosial: Jalan Menuju Kebebasan Batin

    “Tidak ada cinta yang menyakitkan,” ulang Dr.
    Daniel dalam wawancara itu. “Yang menyakitkan adalah gagal memenuhi harapan
    yang kita ciptakan sendiri.”

    Ia mengajak kita untuk membatalkan kontrak
    sosial batin
    itu—kontrak yang membuat kita percaya bahwa kebahagiaan
    tergantung pada tindakan orang lain.

    Ini sejalan dengan ajaran kesadaran Timur
    seperti Advaita Vedanta atau Zen Buddhism, yang melihat
    penderitaan sebagai hasil ilusi dualitas. Dalam kesadaran non-dualistik, tidak
    ada ‘aku yang mencintai’ dan ‘kamu yang dicintai’; yang ada hanyalah energi
    kasih yang mengalir.

    Dr. Daniel menyebut proses ini sebagai
    “deconditioning”—membongkar syarat yang kita tempelkan pada kebahagiaan.
    “Begitu kita berhenti menawar, cinta menjadi bebas,” katanya.

    Praktik
    Membebaskan Diri: Dari Cinta Bersyarat ke Kasih Tanpa Pamrih

    Untuk bertransisi dari cinta yang bersyarat
    menuju kasih yang tanpa pamrih, Dr. Daniel menyarankan latihan sederhana namun
    mendalam.

    1.
    Observasi Ekspektasi

    Setiap kali Anda merasa tersinggung, kecewa,
    atau terluka oleh pasangan, berhentilah sejenak. Tanyakan pada diri sendiri:
    “Janji tak tertulis apa yang baru saja saya yakini telah dilanggar?”
    Kesadaran ini membantu Anda memisahkan tindakan pasangan dari konstruksi mental
    Anda sendiri.

    2.
    Kepemilikan Emosi

    Akui bahwa rasa sakit bukan disebabkan oleh
    pasangan, melainkan oleh reaksi Anda terhadap harapan yang gagal. Ini adalah
    bentuk radical responsibility—menerima bahwa sumber penderitaan ada di
    dalam, bukan di luar.

    3. Latihan
    Kasih Tanpa Balasan

    Mulailah dengan tindakan kecil: memberi tanpa
    pamrih.
    Berikan pujian, bantu orang lain, atau ucapkan terima kasih tanpa menunggu
    reaksi. Rasakan kebahagiaan yang muncul hanya karena memberi itu sendiri.
    Seiring waktu, kebahagiaan ini menjadi alami—seperti matahari yang bersinar
    tanpa niat.

    Refleksi di
    Era Modern: Cinta, Ego, dan Teknologi

    Zaman modern menghadirkan paradoks besar dalam
    hubungan. Kita terhubung lebih dari sebelumnya, namun merasa lebih kesepian.
    Banyak pasangan “bersama” secara fisik, tapi terpisah secara emosional karena
    interaksi mereka dimediasi layar.

    Dalam ekosistem ini, ego menemukan lahan subur.
    Ia menuntut validasi instan, membandingkan, menilai, dan menciptakan narasi
    bahwa cinta harus tampak “ideal”. Padahal, cinta sejati tidak perlu
    dipamerkan—ia hanya perlu dihidupi.

    Psikologi transpersonal melihat ini sebagai krisis
    identitas spiritual
    : manusia kehilangan rasa kesatuan dengan dirinya
    sendiri. Ketika diri terpecah antara persona digital dan realitas batin, cinta
    pun terdistorsi menjadi performa sosial.

    Kasih tanpa pamrih menjadi semakin langka
    karena kita lupa satu hal mendasar: Cinta sejati tidak membutuhkan penonton.

    Menemukan
    Kembali Keutuhan Diri

    Dalam pandangan Dr. Daniel, penyembuhan
    hubungan dimulai dari penyembuhan diri. “Kita tidak bisa mencintai dengan bebas
    jika diri masih terpenjara oleh ekspektasi,” ujarnya.

    Ia mengutip prinsip kesadaran non-dualistik: “Penderitaan
    adalah tanda bahwa kita lupa siapa diri kita sebenarnya—kesadaran yang utuh dan
    lengkap.”

    Dengan menyadari keutuhan ini, seseorang tidak
    lagi mencari cinta di luar dirinya, karena ia telah menjadi sumber cinta itu
    sendiri. Hubungan dengan orang lain kemudian bukan lagi arena transaksi,
    melainkan ruang ekspresi kebahagiaan batin.

    Penutup:
    Cinta yang Membebaskan

    Akhirnya, Dr. Daniel menutup wawancara dengan
    satu kalimat yang meringkas seluruh gagasannya:

    “Begitu harapan dilepaskan, penderitaan pun
    hilang. Yang tersisa hanyalah Kasih.”

    Kita diajak untuk meninjau ulang konsep cinta
    yang selama ini kita anut—apakah ia benar-benar murni, atau masih beraroma
    nafsu dan harapan tersembunyi.

    Di dunia yang terus menuntut kita untuk mendapatkan
    lebih banyak
    , barangkali langkah paling revolusioner justru adalah melepaskan.
    Melepaskan harapan, melepaskan kontrak sosial, dan membiarkan cinta kembali ke
    bentuk aslinya: Kasih yang bebas, lembut, dan penuh kebahagiaan.

    Jika Anda butuh konsultasi dan terapi untuk
    keluarga Anda silahkan hubungi Dr Daniel Suwandi, Ph.D di :

    Email : pulihdaridalam@gmail.com

    website https://pulihdaridalam.com

  • Satu Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian PU Perkuat Visi Asta Cita Melalui Infrastruktur Andal dan Berkelanjutan

    Satu Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian PU Perkuat Visi Asta Cita Melalui Infrastruktur Andal dan Berkelanjutan

    Jakarta, 21 Oktober 2025 – Menandai satu tahun masa kerja Kabinet Merah Putih, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah melaksanakan berbagai capaian penting di bidang infrastruktur yang berperan langsung dalam mewujudkan ketahanan air, pangan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Sepanjang tahun 2025, berbagai program strategis berhasil dijalankan untuk memperkuat visi Asta Cita yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto melalui penyelenggaraan infrastruktur yang andal dan berkelanjutan.

    Presiden
    Prabowo Subianto dalam arahannya pada tahun pertama kabinet menekankan bahwa
    Kementerian PU menjadi elemen penting swasembada pangan dan energi nasional,
    bukan semata lembaga pembangunan fisik. Artinya, infrastruktur
    yang dibangun harus memberikan dampak langsung terhadap produktivitas sektor
    riil.

    Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan,
    “Presiden juga mengamanatkan agar Kementerian PU menjalankan peran
    sebagai enabler pertumbuhan
    ekonomi, yaitu memastikan infrastruktur yang dibangun memberi manfaat nyata
    bagi masyarakat. Mulai dari bendungan dan jaringan irigasi yang mengairi sawah,
    hingga sekolah rakyat yang mencerdaskan generasi bangsa. Kementerian PU tidak
    hanya membangun fisik, tetapi juga membangun kehidupan dan masa depan.”

    Pada Tahun Anggaran 2025, pagu anggaran
    Kementerian PU resmi ditetapkan sebesar Rp.94,99 triliun.
    Jumlah anggaran tersebut diutamakan untuk pelaksanaan atau penyelesaian
    program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto seperti swasembada pangan,
    Inpres Jalan Daerah, dan Sekolah Rakyat, serta mendukung pelaksanaan tugas dan
    fungsi utama Kementerian PU.

    “Pada prinsipnya anggaran dialokasikan
    secara strategis untuk melanjutkan dan meningkatkan pembangunan infrastruktur
    yang berkualitas guna mendukung pertumbuhan ekonomi, meningkatkan konektivitas,
    dukungan ketahanan pangan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,”
    kata Menteri Dody.

    Dukungan
    Infrastruktur Ketahanan Pangan dan Air

    Dalam rangka mendukung swasembada pangan,
    Kementerian PU terus melanjutkan pembangunan infrastruktur sumber daya air.
    Selama periode tahun 2015-2025, Kementerian PU telah menyelesaikan sebanyak 53
    bendungan.

    Di tahun 2025, Kementerian PU fokus mendukung
    swasembada pangan dengan membangun jaringan irigasi baru sepanjang 70 Km untuk
    layanan irigasi baru seluas 13.000 hektare. Sebanyak 5 daerah irigasi (DI)
    yakni Bendungan Tanju, Bendungan Rukoh, Bendungan Pidekso, Bendungan Tugu, dan
    Bendungan Tukul, membutuhkan saluran outletuntuk
    tambahan layanan irigasi baru. Kementerian PU juga merehabilitasi jaringan
    irigasi eksisting sepanjang 1.353 Km untuk layanan irigasi eksisting seluas
    203.000 hektare.

    Selain itu, pada tahun 2025 Kementerian PU
    tengah menyelesaikan pembangunan 15 bendungan untuk penambahan layanan irigasi
    baru seluas 184.515 hektare. Untuk mengairi daerah-daerah irigasi yang jauh
    dari sumber air permukaan (bendungan, bendung, danau, sungai) dan sawah tadah
    hujan, dibangun Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) sebanyak 1.805 unit untuk
    layanan irigasi 18.424 hektare.

    Kementerian PU turut melaksanakan program
    padat karya melalui Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang
    melibatkan masyarakat secara langsung. Melalui program infrastruktur berbasis
    masyarakat, Kementerian PU melaksanakan di 11.000 titik, terdiri dari 1.900
    titik (Pamsimas, Sanimas, PISEW dan lainnya) dan 9.500 titik P3TGAI. Seluruh
    kegiatan tersebut mendukung program padat karya dengan serapan 3,3 juta orang
    harian kerja (OHK).

    Peningkatan
    Konektivitas dan Dukungan Sosial

    Dalam hal konektivitas, Kementerian PU
    mendapat amanah untuk melaksanakan Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah
    (IJD) dan pembangunan jembatan gantung.

    “Kami bekerjasama erat dengan pemerintah
    daerah, di mana pemerintah daerah dapat mengusulkan jalan yang diharapkan untuk
    direhabilitasi atau jembatan gantung untuk di bangun, lalu kami di Kementerian
    PU membiayai dan melaksanakan pembangunan tersebut, sehingga rakyat dapat
    langsung merasakan manfaatnya,” kata Menteri Dody.

    Program IJD dilaksanakan dalam rangka untuk
    mengurangi backlog Kemantapan
    Jalan. Saat ini Kemantapan Jalan Nasional sebesar 95,22%, sedangkan Jalan
    Daerah Provinsi masih 69,64% dan Jalan Daerah Kabupaten/Kota juga masih sebesar
    69,64%. Lebih dari 70% dari proyek jalan daerah tersebut diarahkan untuk
    mendukung kawasan pangan nasional, sedangkan sisanya menopang sektor
    pariwisata, industri, dan transmigrasi.

    Pelaksanaan Inpres Jalan Daerah Nomor 11
    Tahun 2025 terbagi menjadi 2 tahap yaitu, IJD Tahap 1 sepanjang 711 km jalan
    dan 148 km jembatan, serta Tahap 2 sepanjang 567 km jalan. Pada saat yang sama,
    Kementerian PU membangun 43 jembatan gantung di berbagai daerah terpencil untuk
    meningkatkan mobilitas masyarakat.

    Kementerian PU turut memberikan dukungan
    sosial dengan meningkatkan kesejahteraan sosial. “Kami menjalankan Inpres No. 8
    Tahun 2025 dengan merenovasi bangunan pemerintah pusat dan daerah untuk Sekolah
    Rakyat Rintisan (Tahap 1) sebanyak 166 lokasi tersebar di 32 Provinsi dan
    dilanjutkan membangun Sekolah rakyat Permanen (Tahap 2) sebanyak 104 lokasi,”
    tutup Menteri Dody.

    Program kerja
    ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam
    menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

    #SigapMembangunNegeriUntukRakyat

    #SetahunBerdampak

  • Laksanakan Inpres, Kementerian PU Rehabilitasi Jaringan Irigasi Sesaot di NTB, Libatkan Marsyarakat Lokal

    Laksanakan Inpres, Kementerian PU Rehabilitasi Jaringan Irigasi Sesaot di NTB, Libatkan Marsyarakat Lokal

    Lombok Barat, 21 Oktober 2025 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berupaya mempercepat pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) tentang pembangunan dan rehabilitasi irigasi serta peningkatan jalan daerah, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

    “Sesuai arahan
    Presiden Prabowo, pelaksanaan Inpres ini harus melibatkan masyarakat lokal agar
    mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga berpartisipasi dan merasakan
    langsung manfaat pembangunan,” kata Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau
    rehabilitasi DI Sesaot di Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat
    (NTB) pada Minggu (19/10/2025).

    Di Kabupaten
    Lombok Barat, terdapat tiga jaringan irigasi yang memanfaatkan aliran dari
    Bendungan Meninting, yaitu DI Sesaot, Penimbung, dan Ketapang Orong. Pekerjaan
    fisik dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi saluran dari bendungan tersebut
    agar distribusi air ke lahan pertanian lebih efisien.

    Menteri Dody
    menjelaskan,“Dalam pelaksanaannya memang ada penyedia jasa yang terlibat, namun
    kami memastikan masyarakat lokal juga dilibatkan secara aktif dalam setiap
    tahapan pekerjaan.”

    Saat meninjau
    lokasi, Menteri Dody bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Direktur
    Jenderal Sumber Daya Air Dwi Purwantoro berdialog dengan para petani penerima
    manfaat DI Sesaot. Dalam diskusi tersebut, para petani mengutarakan kendala dan
    harapan mereka terhadap jaringan irigasi Sesaot.

    Gubernur Iqbal
    mengapresiasi respons cepat Menteri dan mendorong para petani untuk ikut
    menjaga saluran irigasi. “Jangan menunggu OP sepuluh tahun, lima tahun
    baru dirawat. Mana yang bisa dirawat sendiri, rawat. Kalau ada sedimentasi,
    habis banjir, sama-sama bantu dibersihkan. Supaya jangan menunggu sampai
    sedimentasinya tebal, baru dirawat,” katanya.

    Gubernur Iqbal
    menyampaikan bahwa kunjungan kerja Menteri PU ke Lombok merupakan tindak lanjut
    atas pembahasan dengan Presiden Prabowo Subianto agar program pembangunan dapat
    berjalan efektif.

    “Tadi kami mendampingi Bapak Menteri PU meninjau
    jaringan irigasi Sesaot yang sudah tua dan tidak berfungsi dengan baik. Kini
    sedang direhabilitasi oleh Kementerian PU, tidak hanya melibatkan penyedia
    jasa, tetapi juga masyarakat setempat,” ujar Gubernur Iqbal.

    Rehabilitasi jaringan irigasi Sesaot memiliki luas
    fungsional 16,78 hektar dengan panjang saluran primer 10,5 kilometer, saluran
    sekunder 56,41 kilometer, dan saluran suplesi 12,20 kilometer. Diharapkan,
    rehabilitasi ini dapat meningkatkan indeks pertanaman dari 280 persen menjadi
    300 persen.

    Kegiatan rehabilitasi dilaksanakan oleh Balai Besar
    Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara Barat sejak 3 September hingga 13 Desember
    2025 dengan durasi 170 hari kerja. Kontraktor pelaksana adalah PT Nindya Karya
    dengan nilai kontrak Rp4,11 miliar dan progres fisik mencapai 57,9 persen.

    Pelibatan masyarakat lokal dalam rehabilitasi DI Sesaot
    ini sejalan dengan komitmen Kementerian PU untuk memastikan pembangunan
    infrastruktur tidak hanya bermanfaat secara fungsional, tetapi juga memberikan
    dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar.

    Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak –
    Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

    #SigapMembangunNegeriUntukRakyat

    #SetahunBerdampak

  • Eksistensi JFX dan KBI di Minerba Convex 2025: Perkuat Tata Kelola & Daya Saing Perdagangan Komoditas

    Eksistensi JFX dan KBI di Minerba Convex 2025: Perkuat Tata Kelola & Daya Saing Perdagangan Komoditas

    Partisipasi Jakarta Futures Exchange (JFX) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI), bagian dari Holding BUMN Danareksa, dalam Minerba Convex 2025 menjadi momentum penting penguatan tata kelola dan daya saing perdagangan komoditas nasional. Dengan kehadiran lebih dari 700 pengunjung dan peserta talkshow, JFX dan KBI menunjukkan komitmen mewujudkan perdagangan timah yang transparan, kredibel, dan diakui global, sejalan dengan program nasional Minerba One yang memperkuat traceability dan transparansi industri pertambangan. Sejak 2019, keduanya telah mencatat volume perdagangan timah lebih dari 300.000 ton senilai 8 miliar USD, melibatkan lebih dari 60 pelaku usaha aktif. Melalui inovasi layanan, kolaborasi dengan Bappebti, serta penguatan hilirisasi dan kerja sama dengan liquidity provider seperti Onyx Capital Group, JFX dan KBI terus mendorong perdagangan berjangka yang berintegritas, berdaya saing, dan memberikan nilai tambah bagi ekonomi nasional.

    Partisipasi Jakarta Futures Exchange (JFX) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI), bagian dari Holding BUMN Danareksa, dalam Minerba Convex 2025 menjadi momentum penting bagi penguatan tata kelola dan daya saing perdagangan komoditas nasional. 

    Dengan kehadiran lebih dari 700 pengunjung booth serta peserta talkshow, antusiasme publik dan pemangku kepentingan menunjukkan tingginya perhatian terhadap upaya JFX dan KBI mewujudkan perdagangan timah yang transparan, kredibel, dan diakui secara global.

    Dalam pameran ini, JFX menampilkan capaian dan inovasi terbaru dalam perdagangan timah, sekaligus memperkenalkan arah pengembangan ke komoditas strategis lainnya, mulai dari mineral dan batubara hingga energi, pertanian, serta logam mulia. Langkah ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi produk dan penguatan rantai nilai industri minerba Indonesia.

    Partisipasi ini sejalan dengan program nasional Minerba One yang digagas Kementerian ESDM. Minerba One, melalui MODI (Minerba One Data Indonesia) dan MOMI (Minerba One Map Indonesia), untuk memperkuat traceability, transparansi, dan pengawasan industri serta mendukung penerimaan negara. Seluruh anggota Bursa Timah JFX–KBI telah melaporkan transaksinya ke MODI, menjadikan langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah membangun tata kelola pertambangan yang terintegrasi.

    “Partisipasi JFX dan KBI di Minerba Convex 2025 merupakan jawaban atas tantangan pasar, mulai dari fluktuasi harga, kebutuhan transparansi, hingga peningkatan daya saing global. Bursa Timah yang kami jalankan telah membuktikan bahwa transaksi berlangsung transparan, kredibel, diawasi berkelanjutan, dan menghadirkan harga yang kompetitif. Komitmen kami adalah memberikan nilai tambah bagi industri, mendukung hilirisasi, serta memperluas cakupan ke perdagangan komoditas pertambangan lainnya,” ujar Yazid Kanca Surya, Direktur Utama JFX.

    Sejak 2019, JFX dan KBI mencatat volume perdagangan timah lebih dari 300.000 ton dengan nilai mencapai 8 miliar USD, melibatkan lebih dari 60 pelaku usaha aktif. Pada 2024, lebih dari 95% transaksi timah nasional, baik domestik maupun ekspor, tercatat melalui JFX dan KBI, menegaskan posisi keduanya sebagai pilar utama dalam rantai pasok global.

    “KBI berperan menjaga integritas keuangan dalam layanan kliring  dan penjaminan penyelesaian transaksi di seluruh ekosistem perdagangan berjangka. Bersama JFX, kami terus meningkatkan inovasi layanan kliring penjaminan di sektor minerba yang mengadopsi sistem dan teknologi informasi, dan layanan digital yang reliable, transparan, dan dapat dipercaya,” jelas Budi Susanto, Direktur Utama KBI.

    Dalam sesi talkshow Minerba Convex 2025, Bappebti sebagai otoritas pengawas perdagangan berjangka menegaskan bahwa perdagangan timah melalui JFX berkontribusi memperkuat tata kelola ekspor, mengurangi praktik ilegal, dan meningkatkan penerimaan negara.

    “Langkah JFX dan KBI memperkuat tata kelola perdagangan minerba adalah bukti kontribusi menuju transformasi pasar yang berdaya saing global. Bappebti mendukung penuh upaya ini sebagai bagian dari ekosistem komoditas strategis Indonesia yang makin terintegrasi,” ujar Ima Siti Fatimah selaku Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi.

    Bappebti juga menekankan pentingnya mendorong pelaku usaha melakukan aktivitas lindung nilai (hedging) di dalam negeri. Upaya ini dapat diperkuat melalui keterlibatan liquidity provider, salah satunya kerja sama JFX dengan Onyx Capital Group, guna meningkatkan likuiditas pasar dan daya saing perdagangan nasional.

    Selain tampil di booth dan talkshow, Direktur Utama JFX juga menjadi penanggap dalam breakout room bertema “Kontribusi Pertambangan bagi Pembangunan Negara dan Daerah.” Dalam sesi tersebut, beliau menekankan pentingnya hilirisasi dan keberadaan bursa di negara produsen, agar nilai tambah komoditas seperti timah, nikel, dan CPO tetap dinikmati di dalam negeri.

    “Kami di Bursa berkomitmen meluncurkan produk-produk berjangka yang relevan, dengan memastikan hilirisasinya berada di Indonesia. Dengan begitu, nilai tambah dan rantai bisnis dapat lebih panjang di dalam negeri, memperkuat kontribusi industri bagi perekonomian nasional,” ujar Yazid Kanca Surya.

    Keikutsertaan JFX dan KBI di Minerba Convex 2025 menjadi wujud sinergi multipihak dalam menjawab tantangan industri serta membangun ekosistem perdagangan komoditas yang adaptif, kredibel, dan mendukung transisi energi berkelanjutan.

  • KAI Daop 2 Bandung Tingkatkan Pelayanan Pelanggan dengan Hadirkan Kursi Sofa di Ruang Tunggu Zona 2 Stasiun Bandung

    KAI Daop 2 Bandung Tingkatkan Pelayanan Pelanggan dengan Hadirkan Kursi Sofa di Ruang Tunggu Zona 2 Stasiun Bandung

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 (Daop 2) Bandung menghadirkan fasilitas baru berupa kursi sofa di ruang tunggu zona 2 Stasiun Bandung. Penambahan kursi sofa ini merupakan bentuk komitmen KAI untuk memberikan pelayanan yang semakin nyaman dan berkualitas kepada pelanggan.

    Bandung, Jawa Barat – Dalam upaya terus meningkatkan kenyamanan pelanggan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 (Daop 2) Bandung menghadirkan fasilitas baru berupa kursi sofa di ruang tunggu zona 2 Stasiun Bandung. Fasilitas ini mulai dapat digunakan oleh pelanggan sejak Oktober 2025.

    Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan bahwa penambahan kursi sofa ini merupakan bentuk komitmen KAI untuk memberikan pelayanan yang semakin nyaman dan berkualitas kepada pelanggan. “Kami ingin pelanggan merasa nyaman selama menunggu keberangkatan. Dengan hadirnya kursi sofa di ruang tunggu zona 2, kami berharap pelanggan dapat menikmati suasana yang lebih santai, bersih, dan berkelas di Stasiun Bandung,” ujar Kuswardojo.

    Kursi sofa ini diperuntukkan bagi para penumpang, khususnya pelanggan Kereta Api Jarak Jauh, yang sedang menunggu waktu keberangkatan keretanya. Fasilitas tersebut ditempatkan di ruang tunggu sisi utara Stasiun Bandung (zona 2), yang merupakan area untuk pelayanan pelanggan KA Jarak Jauh.

    Fasilitas kursi sofa ini juga didukung dengan fasilitas charging station di masing-masing kursi dan pencahayaan yang nyaman, sehingga pelanggan dapat beristirahat dengan tenang sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api.

    Selain itu, KAI Daop 2 Bandung juga terus melakukan meningkatkan fasilitas pelayanan pelanggan lainnya, diantaranya dengan selalu menjaga kebersihan ruang tunggu, penyediaan jalur ramah disabilitas, serta penataan area boarding untuk menciptakan suasana yang tertib dan aman.

    “Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pelanggan, tidak hanya melalui ketepatan waktu perjalanan, tetapi juga melalui peningkatan fasilitas di stasiun. Kenyamanan pelanggan adalah prioritas kami,” tambah Kuswardojo.

    KAI Daop 2 Bandung mengajak seluruh pelanggan untuk bersama-sama menjaga fasilitas yang telah disediakan agar tetap bersih, tertib, dan nyaman digunakan oleh semua pengguna jasa kereta api.

  • Finalis MediaMIND 2025 Kunjungi Bangka, Lampung dan Pongkor

    Finalis MediaMIND 2025 Kunjungi Bangka, Lampung dan Pongkor

    Jakarta — Ajang kompetisi jurnalistik MediaMIND 2025 yang digelar oleh Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID semakin.

    Sebanyak 30 finalis telah menyelesaikan rangkaian site visit ke tiga wilayah operasional anggota Grup MIND ID, yaitu Bangka (PT Timah Tbk), Lampung (PT Bukit Asam Tbk), dan Pongkor (PT Aneka Tambang Tbk).

    Kunjungan ini menjadi kesempatan berharga bagi para finalis untuk memahami lebih dalam proses bisnis pertambangan serta berbagai manfaat yang dihasilkan industri ini bagi masyarakat dan peradaban masa depan.

    Salah satu finalis, Nuzulia Nur Rahma, yang berkunjung ke Bangka, mengungkapkan apresiasinya atas kesempatan mengunjungi daerah operasional PT Timah Tbk.

    Ia berkesempatan menyaksikan langsung proses bisnis pertambangan timah dari hulu hingga hilir, mulai dari kapal isap produksi (KIP), smelter pengolahan timah, pabrik pengolahan industri timah, hingga program keberlanjutan dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

    “Sepanjang perjalanan saya mendapat gambaran yang luas tentang dunia pertambangan. Bisa tahu juga potensi hasil bumi di negara tercinta. Kami melihat lebih dekat para pekerja, memahami kisah hidup mereka, dan itu sangat mengagumkan,” ujarnya.

    Lia juga menambahkan bahwa dirinya terkesima setelah mengetahui betapa erat keterkaitan sektor pertambangan dengan kehidupan sehari-hari.

    “Dengan melihat secara langsung, saya bisa mendapat gambaran nyata tentang sistem operasional pertambangan. Ini membantu saya menarasikan dunia pertambangan kepada masyarakat dengan lebih utuh,” tambahnya.

    Sementara itu, Ajat Hutdiyanto, finalis yang mengikuti site visit ke Lampung, menyampaikan kesan mendalam terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, format kunjungan dengan pendekatan media convergence memberikan pengalaman liputan yang lebih dinamis dan kolaboratif.

    “Kami jadi belajar bagaimana menyusun agenda peliputan yang komprehensif, agar bisa menghasilkan rangkaian publikasi yang berdampak bagi publik dan industri pertambangan,” tuturnya.

    Ajat juga menuturkan pengalaman berkesannya saat berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon mangrove.

    “Saya sering meliput program CSR perusahaan, tapi baru kali ini ikut langsung menanam pohon mangrove di lokasi ekowisata. Sangat berkesan, karena ini pengalaman pertama saya,” pungkasnya.

    Corporate Secretary PT Timah Tbk Rendi Kurniawan menyampaikan mineral timah adalah sumber daya alam yang sudah siap untuk mendukung industrialisasi Indonesia.

    Pengelolaan dan pengolahan ya juga dijalankan dengan praktik pertambangan yang bertanggung jawab, guna memastikan nilai manfaat tercapai secara komprehensif dari sisi ekonomi, sosial dan lingkungan.

    Rendi pun berharap kunjungan dari para jurnalis terbaik MediaMIND 2025 dapat menggugah banyak pihak dan semakin memperkuat asa untuk memberi nilai tambah bagi dan dampak positif bagi Negeri.

    “Ini saatnya kita melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. Bagi kami hilirisasi bukan lah hal baru, tetapi sebuah upaya yang sudah diperjuangkan sejak lama untuk membawa Indonesia memiliki kemandirian industri dan membangun kedaulatan ekonomi,” pungkasnya.

    Melalui kegiatan site visit ini, para finalis MediaMIND 2025 diharapkan mampu menghasilkan karya jurnalistik yang menggugah dan berdampak, dengan perspektif yang lebih komprehensif terhadap dunia pertambangan dan kontribusinya bagi kemajuan bangsa.

  • Emas Menguat Tipis di Awal Pekan, Investor Fokus pada Data Inflasi AS

    Emas Menguat Tipis di Awal Pekan, Investor Fokus pada Data Inflasi AS

    Harga emas (XAU/USD) pada perdagangan Senin pagi (20/10) bergerak dalam kisaran sempit di sekitar $4.250 per troy ounce setelah mengalami koreksi teknikal pada akhir pekan lalu. Logam mulia ini sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di $4.380 sebelum tekanan jual pada hari Jumat menarik harga turun mendekati area $4.200.

    Menurut analisis teknikal dari Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, tren utama emas masih berada dalam fase bullish yang solid, seiring dengan keyakinan pasar terhadap potensi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) akhir bulan ini.

    Menurut Andy Nugraha, sinyal teknikal dari pola candlestick dan indikator Moving Average masih menunjukkan penguatan arah naik. “Harga emas sejauh ini masih bergerak di atas area support kunci dan mempertahankan pola higher low. Jika tekanan beli berlanjut, XAU/USD berpotensi menguji kembali level $4.380 dan bahkan menembus ke target psikologis baru di sekitar $4.400,” ujarnya.

    Meski demikian, Andy juga mengingatkan potensi koreksi jangka pendek tetap terbuka jika pasar gagal mempertahankan momentum beli. “Apabila terjadi tekanan jual lanjutan, maka area $4.294 menjadi batas bawah penting yang harus diwaspadai oleh trader,” tambahnya.

    Faktor fundamental turut memperkuat pergerakan emas pekan ini. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam wawancara bersama Fox Business mengisyaratkan bahwa tarif impor 100% terhadap produk Tiongkok tidak akan berlangsung lama, karena kedua negara berupaya mencapai kesepakatan dagang baru pada pertemuan yang dijadwalkan akhir Oktober. Sentimen ini sempat menekan minat terhadap aset safe haven seperti emas, mengingat meredanya tensi geopolitik biasanya mengurangi permintaan logam mulia sebagai pelindung nilai.

    Namun secara keseluruhan, prospek harga emas masih optimistis karena pelaku pasar memproyeksikan langkah pelonggaran kebijakan moneter dari The Fed. Berdasarkan alat CME FedWatch, lebih dari 90% pelaku pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) menjadi kisaran 3,75%–4,00% pada pertemuan FOMC bulan Oktober. Ekspektasi pemotongan suku bunga ini memberi dorongan positif bagi emas, karena suku bunga yang lebih rendah menurunkan imbal hasil Dolar AS dan obligasi, membuat aset tanpa bunga seperti emas lebih menarik bagi investor global.

    Menjelang rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk bulan September pada hari Jumat (24/10), pasar cenderung bergerak hati-hati. Pejabat The Fed telah memasuki periode blackout menjelang pertemuan kebijakan, sehingga pergerakan USD lebih banyak dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik dan data inflasi.

    Dengan kondisi makroekonomi global yang penuh ketidakpastian dan sinyal dovish dari bank sentral utama dunia, emas tetap menjadi instrumen lindung nilai yang menarik bagi investor. “Volatilitas mungkin meningkat menjelang data inflasi AS dan keputusan The Fed, tetapi arah jangka menengah masih berpihak pada pembeli,” tutup Andy Nugraha.

  • Nilai Kepemilikan Satoshi Menyusut $20 Miliar Setelah Bitcoin Jatuh dari Level Tertinggi Sepanjang Masa

    Nilai Kepemilikan Satoshi Menyusut $20 Miliar Setelah Bitcoin Jatuh dari Level Tertinggi Sepanjang Masa

    Pasar kripto kembali menunjukkan volatilitas ekstremnya. Setelah sempat menembus rekor tertinggi baru (All-Time High) di atas US$126.000 pada awal Oktober, harga Bitcoin (BTC) kini terkoreksi tajam. Dampaknya, kekayaan Satoshi Nakamoto — sang pencipta misterius Bitcoin — ikut tergerus.

    Berdasarkan data on-chain, alamat wallet yang dikaitkan dengan Satoshi diperkirakan memiliki lebih dari 1 juta BTC, yang kini bernilai sekitar US$117,5 miliar. Angka tersebut turun lebih dari US$20 miliar dari puncaknya beberapa minggu lalu, ketika nilai portofolionya sempat menembus US$136 miliar.

    Namun, meskipun koreksi ini cukup signifikan, banyak analis menilai bahwa penurunan harga Bitcoin ini hanyalah koreksi jangka pendek, bukan tanda-tanda akhir dari siklus bullish yang lebih besar.

    Investasi Kripto Makin Diminati: Nanovest Hadir Jadi Solusi Aman untuk Investor Indonesia

    Pergerakan harga Bitcoin dan aset kripto lain seperti Ethereum, Solana, hingga XRP memang sulit diprediksi. Tapi di balik fluktuasi tersebut, peluang investasi digital semakin terbuka lebar. Kini, investor di Indonesia tak perlu bingung mencari cara aman untuk ikut terlibat dalam pasar kripto global.

    Lewat Nanovest, kamu bisa berinvestasi di Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital hanya dalam satu aplikasi.
    Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di aset kripto, Nanovest dapat menjadi pilihan terbaik untuk memulai dan mengeksplor berbagai koin kripto potensial seperti Bitcoin, Ethereum, hingga proyek Web3 terbaru.

    Sebagai aplikasi investasi saham & kripto yang terpercaya dan aman, Nanovest sudah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
    Selain itu, semua aset kamu terproteksi dari risiko cybercrime oleh Asuransi Sinarmas, memberikan rasa aman tambahan bagi para investor pemula.

    Bagi kamu yang ingin mencoba, aplikasi Nanovest sudah tersedia di Play Store dan App Store, siap digunakan untuk mengelola portofolio digital kamu secara mudah, cepat, dan transparan.

    Koreksi Tajam Setelah Bitcoin Sentuh Rekor Baru

    Kenaikan Bitcoin ke level US$126.000 pada minggu pertama Oktober sempat membuat pasar kripto euforia. Namun, hanya berselang beberapa hari, harga BTC terkoreksi tajam setelah terjadi likuidasi besar-besaran di pasar futures.
    Menurut laporan Cointelegraph, total nilai posisi yang dilikuidasi mencapai US$20 miliar hanya dalam satu hari — menjadi salah satu likuidasi terbesar dalam sejarah pasar kripto.

    Kejadian ini memicu efek domino di seluruh pasar, menekan harga altcoin utama seperti Ethereum (ETH), Binance Coin (BNB), dan Solana (SOL). Namun, di tengah gejolak ini, satu hal menarik tetap menonjol: Satoshi Nakamoto tetap diam.

    Hingga saat ini, tidak ada satu pun Bitcoin dari alamat wallet milik Satoshi yang pernah dipindahkan atau dijual sejak Bitcoin diciptakan pada 2009. Banyak yang menilai hal ini sebagai bentuk kepercayaan sang pencipta terhadap nilai jangka panjang Bitcoin — bahkan ketika harga sedang jatuh.

    Satoshi: Investor Paling “Diamond Hands” di Dunia

    Dalam dunia kripto, istilah diamond hands merujuk pada investor yang tidak panik menjual asetnya meskipun harga sedang anjlok. Jika ada sosok yang paling pantas menyandang gelar ini, mungkin jawabannya adalah Satoshi Nakamoto.

    Kepemilikan satu juta BTC membuat Satoshi sejatinya menjadi salah satu individu terkaya di dunia saat harga Bitcoin mencapai puncaknya. Namun, seluruh aset itu masih tetap diam di blockchain, seolah menjadi simbol keteguhan dan keyakinan pada visi jangka panjang Bitcoin sebagai mata uang terdesentralisasi yang tahan sensor.

    Beberapa analis berpendapat bahwa jika Satoshi memutuskan untuk menjual sebagian kecil saja dari kepemilikannya, pasar bisa terguncang. Tapi hingga hari ini, wallet-wallet itu tetap tidak tersentuh, seakan menegaskan prinsip dasar dari Bitcoin: kepercayaan pada sistem, bukan pada individu.

    Volatilitas Kripto: Risiko atau Peluang?

    Fluktuasi besar seperti ini sering kali membuat investor baru ragu untuk terjun ke dunia kripto. Namun bagi sebagian lainnya, justru di sinilah peluang besar tercipta.
    Setiap kali terjadi koreksi tajam, investor jangka panjang melihatnya sebagai kesempatan untuk “buy the dip” — membeli aset ketika harganya turun untuk mendapatkan potensi keuntungan lebih besar saat harga pulih.

    Dengan platform seperti Nanovest, investor di Indonesia kini bisa melakukannya secara lebih mudah dan aman. Kamu bisa memantau harga Bitcoin dan aset kripto lainnya secara real-time, melakukan pembelian mulai dari nominal kecil, dan tetap merasa tenang karena semua aset kamu terlindungi oleh asuransi.

    Nanovest juga menghadirkan fitur investasi saham Amerika Serikat dan emas digital, membuatnya menjadi pilihan ideal untuk membangun portofolio yang seimbang antara aset berisiko tinggi (seperti kripto) dan aset aman (seperti emas).

    Fundamental Bitcoin Tetap Kuat

    Meskipun harga Bitcoin turun lebih dari 15% dari puncaknya, sebagian besar analis tetap optimis terhadap prospeknya. Mereka berpendapat bahwa koreksi ini bersifat sehat dan menjadi bagian dari siklus alami pasar.
    Beberapa indikator on-chain juga menunjukkan bahwa aktivitas jaringan Bitcoin tetap kuat — dengan jumlah wallet aktif harian meningkat dan transaksi institusional terus bertambah.

    “Fundamental Bitcoin tidak berubah,” ujar analis pasar kripto di Cointelegraph. “Yang berubah hanyalah persepsi jangka pendek akibat tekanan pasar derivatif dan likuidasi.”

    Selain itu, tren institusional adoption masih terus berlanjut. Beberapa perusahaan besar dilaporkan memperluas eksposur mereka terhadap Bitcoin sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan pelemahan mata uang fiat.

    Kondisi pasar saat ini mengingatkan banyak investor pada pola siklus kripto sebelumnya — di mana setiap kenaikan besar biasanya diikuti koreksi tajam, sebelum akhirnya berlanjut ke fase konsolidasi dan kenaikan berikutnya.
    Bagi mereka yang sabar, volatilitas hanyalah bagian dari perjalanan menuju potensi keuntungan yang lebih besar.

    Namun, kuncinya tetap sama: berinvestasilah dengan bijak, gunakan platform yang aman, dan lindungi aset kamu dari risiko digital.

    Kesimpulan: Legenda yang Tak Tergoyahkan

    Kisah Satoshi Nakamoto tetap menjadi salah satu misteri terbesar dalam sejarah finansial modern. Dengan kekayaan senilai puluhan miliar dolar yang tidak pernah disentuh, Satoshi menjadi simbol dari filosofi asli Bitcoin — kepercayaan terhadap teknologi, bukan pada figur.

    Penurunan harga Bitcoin mungkin memangkas kekayaannya di atas kertas hingga US$20 miliar, tapi ketenangannya menjadi pelajaran berharga bagi para investor: kepercayaan jangka panjang lebih penting dari fluktuasi jangka pendek.

    Dan bagi kamu yang ingin ikut menapaki jejak dunia keuangan digital, mulailah dengan cara yang aman dan transparan bersama Nanovest — aplikasi investasi saham, emas, dan aset kripto terpercaya di Indonesia, tempat kamu bisa membangun masa depan finansial tanpa batas.

  • Jasa Marga Hadirkan Infrastruktur Jalan Tol di Indonesia, Dorong Efisiensi Distribusi Logistik untuk Wujudkan Program Asta Cita Prabowo-Gibran Dalam Ketahanan Pangan Nasional

    Jasa Marga Hadirkan Infrastruktur Jalan Tol di Indonesia, Dorong Efisiensi Distribusi Logistik untuk Wujudkan Program Asta Cita Prabowo-Gibran Dalam Ketahanan Pangan Nasional

    Jakarta (20/10), Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat konektivitas nasional dan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional, PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus berperan aktif dalam pembangunan serta pengelolaan infrastruktur jalan tol di Indonesia. Dengan panjang jalan tol beroperasi mencapai 1.294 km atau setara 42% dari total jalan tol nasional, Jasa Marga tidak hanya menghadirkan akses yang lebih cepat antarwilayah, tetapi juga turut mendukung kelancaran arus logistik dan mobilitas masyarakat. Keberadaan jaringan jalan tol ini menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan efisiensi distribusi barang serta memperkuat ketahanan pangan nasional, sejalan dengan arah kebijakan pembangunan ekonomi Pemerintahan Prabowo-Gibran.

    Rivan mengatakan, dalam mendukung program Asta Cita Presiden, Jasa Marga berkomitmen memberikan pelayanan sepenuh hati kepada masyarakat, kami menempatkan pelanggan sebagai pusat keputusan strategis, mulai dari perencanaan lalu lintas hingga inovasi layanan digital.

    “Jasa Marga terus menghadirkan layanan jalan tol yang mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran. Melalui integrasi teknologi, pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berfokus pada customer empathy, serta mekanisme pemantauan layanan operasional secara proaktif. Kami memastikan setiap interaksi dari gerbang tol hingga pusat layanan dilakukan dengan profesionalisme dan rasa tanggung jawab. Hasilnya bukan hanya perjalanan yang lebih lancar, tetapi juga kepercayaan publik yang terus tumbuh,” ujar Rivan.

    Untuk menciptakan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, Jasa Marga berupaya memberikan dukungan dengan menjamin pelaksanaan distribusi logistik yang aman dan lancar melalui upaya memperkuat konektivitas infrastruktur. Konektivitas antarwilayah merupakan faktor penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, sepanjang tahun 2025 Jasa Marga telah melayani lebih dari 111 juta angkutan logistik yang melintas di jalan tol Jasa Marga Group.

    Dalam periode pemerintahan Prabowo-Gibran, Jasa Marga tengah fokus terhadap lima proyek jalan tol yaitu, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Jalan Tol Akses Patimban, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo, dan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi. Pada 6 Agustus 2025, Jasa Marga mengoperasikan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo segmen Klaten-Prambanan sepanjang 7,85 km.

    Jasa Marga juga menegaskan komitmen pelestarian lingkungan hidup dengan mewujudkan pengurangan emisi karbon melalui implementasi Environmental, Social and Governance (ESG) di setiap lini bisnis Perusahaan. Sejumlah program yang mengedepankan prinsip ESG yang diinisiasi oleh Jasa Marga di antaranya sertifikasi Green Toll Road Indonesia di empat jalan tol, percepatan penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai dengan menyediakan 157 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 54 titik Rest Area, pengolahan sampah terpadu di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) Travoy Rest KM 88B, penanaman pohon di sekitar koridor jalan tol dan penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan pemanfaatan panel surya di dalam operasional jalan tol.

    Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal, pemanfaatan jalan tol Jasa Marga juga tidak hanya ditujukan untuk pengguna jalan, namun kepada para pelaku usaha lokal yang tumbuh di rest area Jasa Marga Group dengan okupansi lebih dari 70% tenant diisi oleh Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.

    Sejalan dengan program Asta Cita Presiden, Jasa Marga juga membentuk Satuan Tugas Peningkatan Kualitas Pelayanan Jalan Tol (Satgas PKPJT) yang dirancang sebagai kontribusi Perseroan terhadap penguatan konektivitas nasional dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Satgas ini menargetkan peningkatan kinerja layanan yang terukur berprinsip pada keselamatan, sehingga inisiatif ini diharapkan dapat mendorong penurunan biaya logistik, meningkatkan produktivitas daerah, dan meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan secara berkelanjutan.

  • LRT RUN BREAK THE RUSH, Cara Seru LRT Jabodebek Ajak Warga Bergerak dan Rayakan Hidup Sehat

    LRT RUN BREAK THE RUSH, Cara Seru LRT Jabodebek Ajak Warga Bergerak dan Rayakan Hidup Sehat

    LRT Jabodebek terus menghadirkan berbagai inisiatif yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Tidak hanya fokus pada peningkatan layanan transportasi publik, LRT Jabodebek juga berupaya menumbuhkan kebiasaan hidup aktif dan seimbang melalui kegiatan LRT RUN BREAK THE RUSH yang akan digelar pada 2 November 2025 di kawasan Epicentrum Kuningan.

    Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi LRT Jabodebek kepada pengguna dan masyarakat luas yang telah mendukung layanan transportasi publik di kawasan Jabodetabek. LRT RUN BREAK THE RUSH menghadirkan dua kategori, yaitu 5K dan 10K, dan menargetkan partisipasi 3.000 pelari dari berbagai kalangan.

    Executive Vice President LRT Jabodebek Mochamad Purnomosidi menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga lanjutan dari semangat LRT Jabodebek dalam mengajak masyarakat peduli pada lingkungan dan diri sendiri.

    “Selama ini kami terus mengimbau masyarakat untuk mencintai bumi dengan beralih ke transportasi publik yang ramah lingkungan. Melalui LRT RUN BREAK THE RUSH, kami juga ingin mengajak masyarakat untuk mencintai diri sendiri dengan bergerak dan berolahraga, agar lebih sehat dan seimbang. Keduanya saling melengkapi, menjaga bumi dan menjaga tubuh,” ujar Purnomosidi.

    Ia menambahkan, tema Break the Rush dipilih karena mencerminkan ajakan bagi masyarakat untuk sejenak berhenti dari hiruk pikuk kesibukan dan memberikan waktu bagi diri sendiri. “Kita hidup di tengah ritme kota yang serba cepat. LRT RUN BREAK THE RUSH menjadi ruang bagi masyarakat untuk berhenti sejenak dari rutinitas, menyalurkan energi secara positif, dan menikmati momen kebersamaan,” tambahnya.

    Lebih lanjut, Purnomosidi menambahkan bahwa kawasan Epicentrum Kuningan dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena letaknya yang strategis dan berdekatan dengan Stasiun LRT Rasuna Said. Hal ini memudahkan peserta datang menggunakan LRT Jabodebek, sekaligus menjadi bagian dari kampanye penggunaan transportasi publik dalam aktivitas sehari-hari.

    “Melalui LRT RUN BREAK THE RUSH, kami ingin menunjukkan bahwa naik LRT Jabodebek bisa menjadi bagian dari gaya hidup yang sehat dan berkelanjutan. Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi masyarakat untuk terus bergerak, menjaga kesehatan, dan memilih transportasi publik yang efisien serta ramah lingkungan,” tambah Purnomosidi.

    Menariknya, LRT RUN BREAK THE RUSH akan menghadirkan pengalaman khas LRT Jabodebek dalam setiap tahap penyelenggaraannya. Peserta dapat mengikuti On Time Challenge, di mana mereka menentukan target waktu atau gerbong pace yang diinginkan, dan akan mendapat hadiah apabila berhasil mencapainya. Selama berlari, kemajuan peserta juga dapat dipantau melalui Realtime Leaderboard di layar LED yang menampilkan pergerakan layaknya kereta LRT di lintasannya. Tak hanya itu, area lintasan juga akan dipenuhi semangat dukungan dari Cheering Zone bertema stasiun LRT Jabodebek yang menambah suasana unik dan energik sepanjang perlombaan.

    Untuk dapat mengikuti kegiatan ini, masyarakat dapat mendaftar dengan biaya Rp175.000 untuk kategori 5K dan Rp225.000 untuk kategori 10K. Setiap peserta akan mendapatkan jersey eksklusif, BIB, medali finisher, drawstring bag, dan produk sponsor, serta berkesempatan memperoleh doorprize dan hiburan menarik. Informasi pendaftaran dapat diakses melalui quscore.id

    LRT Jabodebek mengajak masyarakat untuk turut ambil bagian dalam kegiatan ini dan merasakan pengalaman berlari sambil menikmati suasana kota yang terhubung dengan layanan LRT Jabodebek. Melalui semangat Break the Rush, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga, bersosialisasi, dan bersama-sama mendukung gaya hidup yang sehat serta berkelanjutan.

    Sebagai moda transportasi publik yang efisien dan ramah lingkungan, LRT Jabodebek berkomitmen untuk terus memberikan layanan yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna. Setiap langkah inovasi yang dilakukan, termasuk melalui kegiatan LRT RUN BREAK THE RUSH, menjadi wujud nyata upaya LRT Jabodebek dalam mendekatkan diri dengan masyarakat serta mendorong kebiasaan hidup yang lebih positif dan produktif.