Penulis: Admin

  • Alasan Intimate Wedding Mencuri Hati Pasangan Muda

    Alasan Intimate Wedding Mencuri Hati Pasangan Muda

    Intimate wedding memberikan pengalaman yang lebih personal dan bermakna, kini jadi pilihan favorit generasi muda. Apa yang mendorong tren ini?

    Tren intimate wedding sendiri kian diminati dari waktu ke waktu, terutama oleh pasangan usia muda. Konsep ini menghadirkan tren baru dalam industri pernikahan yang lebih personal dan disesuaikan dengan kebutuhan serta preferensi kedua mempelai. Data global tahun 2024 juga menyoroti bahwa Gen Z maupun milenial di seluruh dunia kini lebih terbuka terhadap pernikahan yang personal dan tidak kaku pada tradisi lama (The Knot 2024 Global Wedding Report). Tak heran jika intimate wedding menjadi pilihan menarik bagi generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial, yang dikenal kreatif dan memiliki prinsip kuat dalam mewujudkan visi pernikahan mereka. 

    Apa itu Intimate Wedding?

    Intimate wedding adalah konsep acara pernikahan dengan jumlah tamu terbatas yang umumnya berasal dari keluarga atau kerabat dekat pengantin. Jumlah tamu di acara intimate wedding sendiri biasanya  mulai dari 20 hingga 100 orang. Adapun sebenarnya konsep pernikahan ini sudah cukup diminati oleh generasi milenial di Indonesia sejak tahun 2016, lalu semakin populer dilaksanakan masyarakat ketika era pandemi Covid-19 lalu.

    Berdasarkan hasil survei Jakpat 2023, diketahui bahwa terdapat sekitar 41% orang dari kelompok usia 16-39 tahun yang memilih bahwa format pernikahan intimate wedding sebagai konsep yang ideal. Sementara itu, hanya sekitar 19% orang dari total seluruh responden yang menginginkan konsep pernikahan tradisional dan mewah.

    Mengapa Intimate Wedding Semakin Diminati Pasangan Muda?

    Selain lebih fleksibel secara anggaran, momen silaturahmi yang lebih terasa personal dan berkualitas juga menjadi salah satu faktor yang menarik minat banyak orang, khususnya generasi Z dan milenial tadi. 

    Banyak diterapkannya konsep intimate wedding dalam pernikahan baik Gen Z dan Gen milenial juga menunjukkan bahwa mereka telah cukup melek secara finansial. Hal ini membuat mereka lebih cermat dalam mengelola keuangan dan menghindari over budget. Yang mana pemilihan konsep intimate wedding tersebut bisa membantu mereka menentukan skala prioritas kebutuhan untuk jangka panjang kedepannya, daripada hanya menghabiskan dalam satu hari.

    Intimate wedding juga memberikan kebebasan untuk mengekspresikan kreativitas. 

    Setiap elemen, mulai dari venue hingga dekorasi, dapat dirancang khusus untuk mencerminkan cerita cinta Anda dan pasangan. Meskipun demikian, banyak juga dari kelompok Generasi Z yang mengkreasikan konsep ‘intimate wedding’ mereka sendiri yang lepas dari rangkaian tradisi pernikahan sebelumnya. Bahkan ada beberapa pasangan yang langsung menikah di KUA (Kantor Urusan Agama), karena jauh lebih praktis dan efisien. Bagi pasangan muda yang ingin menghindari kerumitan acara besar, intimate wedding menjadi pilihan yang ideal untuk menciptakan perayaan yang bermakna dan autentik.

    Tips Membuat Intimate Wedding Anda Lebih Berkesan

    Agar suasana semakin akrab dan hangat, berikut beberapa aktivitas menarik yang bisa Anda lakukan bersama tamu pada hari pernikahan Anda. 

    Gunakan Konsep “Mingle

    Alih-alih pengantin “dipajang” di depan tamu selama acara berlangsung,  konsep “mingle” ini bisa membantu menciptakan suasana yang hangat. Dengan begitu silaturahmi bersama tamu dan keluarga juga akan terasa lebih erat dan menyenangkan.

    Siapkan kegiatan untuk tamu

    Tambahkan kegiatan interaktif seperti permainan atau sesi foto bersama yang melibatkan tamu dan keluarga untuk menciptakan pengalaman yang lebih menyenangkan.

    Pilih Venue yang Berkesan

    Pastikan Anda memilih lokasi yang dapat menghadirkan atmosfer terbaik untuk momen sakral Anda. Pilih venue yang tidak hanya unik tetapi juga mampu menghangatkan suasana. Seperti Hotel Des Indes Menteng, Marclan Collection, yang menawarkan keindahan desain interariornya yang vintage dan timeless dalam menciptakan suasana yang intim dan penuh makna.

    Berikan Souvenir Bermakna 

    Suvenir yang bermakna dapat meninggalkan kesan mendalam bagi tamu undangan Anda. Terkadang nilai sentimental itulah yang membuat suvenir tersebut semakin berarti. Beberapa ide suvenir berkesan untuk tamu antara lain, seperti lilin aromaterapi atau botol tumbler dan card holder yang didesain khusus.

    Rayakan Cinta dengan Cara yang Bermakna

    Intimate wedding bukan sekadar tren, melainkan sebuah cara merayakan cinta dengan lebih personal dan bermakna. Melalui jumlah tamu yang terbatas, Anda memiliki kesempatan menciptakan momen yang sungguh mencerminkan kisah cinta Anda dan pasangan.

    Apapun tema yang dipilih, pastikan setiap detail acara mencerminkan kepribadian Anda berdua, sehingga perayaan ini akan menjadi kenangan indah yang abadi.

  • Wujud Nyata Komitmen Berkelanjutan, WSBP Kembali Tanam 318 Pohon Trembesi pada Bulan Mei 2025

    Wujud Nyata Komitmen Berkelanjutan, WSBP Kembali Tanam 318 Pohon Trembesi pada Bulan Mei 2025

    Jakarta, Mei 2025. PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) kembali menegaskan komitmennya dalam keberlanjutan lingkungan melalui gerakan penghijauan yang menjadi bagian dari program TJSL WSBP Inspiring Kindness: Piles of Sustainability. Hingga saat ini, total sebanyak 4.199 pohon Trembesi telah ditanam sebagai kontribusi nyata pembangunan infrastruktur Indonesia yang peduli terhadap pelestarian lingkungan.

    Kepedulian ini diwujudkan melalui penanaman satu pohon Trembesi untuk setiap 10 batang produk Spun Pile yang terkirim ke proyek pelanggan. Pada bulan Mei 2025, sebanyak 318 pohon Trembesi telah ditanam atas 3.176 batang Spun Pile WSBP yang terkirim selama bulan April 2025.

    Dukungan terhadap inisiatif ini tentunya datang dari sejumlah pelanggan WSBP yang menerima pengiriman produk Spun Pile untuk proyek mereka sepanjang bulan April, di antaranya PT Hutama Karya Infrastruktur atas proyek Pembangunan JTTS Ruas Betung (Simpang Sekayu)-Tempino-Jambi Seksi 2B, PT Multi Welindo atas proyek Kawasan Industri Terpadu Wilmar, Yayasan Budha Tzu Chi Whiyata untuk pembangunan Sekolah Tzu Chi PIK 2, PT Karya Teruji Tama untuk pembangunan Dermaga Marunda, serta proyek-proyek lainnya yang sedang dikerjakan.

    “Program penanaman ini bukan hanya menjadi program seremonial, tetapi merupakan langkah nyata kami dalam menjaga keseimbangan antara kegiatan bisnis dan kelestarian lingkungan. Melalui inisiatif ini, kami ingin menegaskan bahwa setiap produk beton yang kami hasilkan turut membawa nilai keberlanjutan bagi lingkungan. Kami juga memastikan bahwa setiap pohon yang ditanam akan terus dipantau pertumbuhannya serta dirawat secara berkala hingga tumbuh besar dan memberikan manfaat jangka panjang,” ujar Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP.

    Penghijauan yang dilakukan merupakan bagian dari strategi jangka panjang WSBP dalam menanamkan nilai keberlanjutan sekaligus mempererat kolaborasi dengan pelangan dan mitra. Melalui program ini, WSBP tidak hanya menghadirkan produk berkualitas, tetapi juga mengajak seluruh pelanggan dan mitra untuk turut serta mewujudkan dampak positif bagi lingkungan.

    Dengan skema penanaman pohon berbasis jumlah pengiriman Spun Pile, WSBP berharap kontribusi ini dapat memperkuat upaya pelestarian alam secara konsisten dan menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan di masa depan. Spun Pile adalah produk terlaris WSBP dan salah satu yang paling banyak dibutuhkan dalam proyek konstruksi, terutama untuk fondasi bangunan yang membutuhkan kekuatan dan ketahanan tinggi. Produk ini menjadi andalan banyak kontraktor karena kualitas dan keandalannya, sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui program penghijauan WSBP.

    Melalui program WSBP Inspiring Kindness: Piles of Sustainability yang terus berjalan sampai saat ini, WSBP bersama pelanggan dan mitra telah berupaya berkontribusi menurunkan emisi karbon setidaknya sebesar 1.418,08 KgCO2eq. Inisiatif ini diharapkan mampu menyerap karbon secara berkelanjutan, memberikan dampak positif dalam mengurangi jejak karbon industri konstruksi sekaligus mendukung target lingkungan nasional menuju masa depan yang lebih bersih dan hijau.

    Dalam pelaksanaannya, inisiatif ini dijalankan dengan mengedepankan prinsip Tata Kelola Perusahaan serta manajemen risiko yang baik. sehingga setiap langkah yang diambil mampu memberikan dampak positif secara berkelanjutan bagi perusahaan dan lingkungan sekitar.

  • Tingkatkan Performa Tim dengan Integrasi CRM dan Call Center

    Tingkatkan Performa Tim dengan Integrasi CRM dan Call Center

    CRM dan call center bikin tim kamu jago layani pelanggan. Yuk, simak cara kerjanya!

    Pernah merasa tim pelayanan pelangganmu kesulitan karena data pelanggan yang berantakan? Kamu nggak sendiri! Banyak bisnis mengalami hal yang sama. Tapi tenang, aku punya solusi buatmu: gabungkan CRM dan Call Center untuk bikin timmu lebih efisien dan responsif!

    Kenalan dengan CRM dan Call Center

    CRM adalah sistem yang menyimpan semua informasi pelanggan dengan rapi, mulai dari nomor telepon, riwayat pembelian, hingga keluhan yang pernah disampaikan. Dengan CRM, timmu dapat mengakses data pelanggan hanya dengan sekali klik.

    Sementara itu, Call Center adalah sistem yang menangani semua panggilan pelanggan. Teknologi canggih pada call center memungkinkan timmu untuk merespons dengan cepat, bahkan saat volume panggilan sedang tinggi.

    Keuntungan Menggabungkan CRM dan Call Center

    Dengan mengintegrasikan CRM, agen call center bisa langsung melihat data pelanggan saat mereka menelepon. Misalnya, jika pelanggan menelepon tentang status pesanan, agen bisa langsung memberikan solusi berdasarkan data yang ada. Ini membuat pelayanan menjadi lebih cepat dan pelanggan pun merasa puas.

    Selain itu, CRM memberikan laporan performa tim, seperti berapa lama setiap agen menangani panggilan. Dengan data ini, kamu bisa melatih tim agar semakin terampil dan mengatur jadwal agen untuk meningkatkan efisiensi. Hasilnya, tim bisa bekerja lebih tenang, pelanggan semakin puas, dan bisnismu makin lancar!

    Jadi, kalau kamu ingin tim pelayanan pelangganmu semakin jago, coba deh integrasikan CRM dan call center! Punya tips atau pengalaman soal pelayanan pelanggan? Ceritakan di kolom komentar, ya!

  • KETIKA PROPERTI MULAI DITINGGALKAN, FERRY REVIANDY MELIHAT CELAH YANG TAK TERDUGA

    KETIKA PROPERTI MULAI DITINGGALKAN, FERRY REVIANDY MELIHAT CELAH YANG TAK TERDUGA

    Di tengah tren penurunan minat terhadap bisnis properti konvensional, banyak orang mulai berpaling. Daya beli properti anjlok, kos-kosan mulai sepi, rumah kontrakan kosong berbulan-bulan, dan aset yang dulu dianggap “aman” kini jadi beban.
    Namun, di saat banyak yang menarik diri, Ferry Reviandy justru melihat ruang baru: celah tak terduga yang bisa membuka jalan bagi siapa pun yang berani berpikir beda.

    Dari Impian Kos-Kosan ke Masalah Arus Kas

    Pada 2011, Ferry hanyalah karyawan biasa dengan gaji yang nyaris selalu habis sebelum akhir bulan. Seperti banyak orang lainnya, ia bermimpi punya kos-kosan. Alasannya sederhana: “tidak perlu dijaga, tapi bisa menghasilkan.”

    Lewat upaya keras, ia akhirnya berhasil membeli properti pertamanya dengan skema kredit bank. Bisnis kos dimulai. Akan tetapi, realitanya jauh dari ekspektasi. Penghasilan dari penyewa langsung habis untuk cicilan, operasional, dan perawatan. Untung ada, tapi nyaris tak terasa. 

    Saat itu Ferry menyadari, untuk mendapatkan keuntungan yang nyata, ia perlu punya lebih banyak unit kos/bangunan. Ditengah kepelikan bisnis kos yang tak menguntungkan, Ferry mulai bertanya: Apakah memang harus hutang bank untuk perbanyak aset properti?

    Logika Baru: Properti Tanpa Harus Dimiliki

    Alih-alih memaksa menambah aset, Ferry mulai berpikir ulang. Kalau membeli tidak memungkinkan, mungkinkah menyewakan properti orang lain? Dari risetnya, ia kemudian menemukan peluang di ranah working space, sebuah konsep ruang kerja harian yang bisa dipakai bergantian oleh banyak orang.

    Berbekal relasi dan ketekunan, ia mencoba mendekati beberapa pemilik properti kosong untuk ditawarkan kerja sama bisnis. Butuh waktu dan penolakan berkali-kali sampai akhirnya ada satu orang yang setuju. Dan dari satu titik itulah, eksperimen dimulai.

    Dari Sewa Harian ke Arus Kas Stabil

    Model bisnis ini terbukti lebih gesit. Tidak seperti kos-kosan yang hanya bisa disewakan per bulan oleh satu penyewa, ruang kerja bisa disewakan ke banyak orang dalam sehari yang sama. Satu meja, bisa menghasilkan lebih dari satu sumber pendapatan.

    Skema kerja samanya sederhana: pemilik properti menyediakan tempat dan renovasi ringan, Ferry yang mengelola operasional dan penyewa. Hasil dibagi sesuai kesepakatan. Tanpa harus punya aset, ia membangun bisnis berbasis arus kas.

    Pandemi: Bencana atau Validasi Model?

    Saat pandemi 2020 melanda, hampir semua sektor terdampak. Bisnis properti pun terpukul. Banyak pemilik kos kehilangan hampir seluruh penyewa karena mereka pulang kampung.

    Tapi tidak dengan working space. Meski ada penurunan, bisnis Ferry hanya turun 15-20%. Kenapa? Karena mayoritas penyewa adalah pengusaha yang memiliki bisnis, dan pengusaha selalu mencari cara untuk mempertahankan bisnis dan kantornya pula.

    “Ini bukan sekadar bisnis ruang sewa. Ini tentang menyediakan infrastruktur kerja yang bisa diakses banyak orang tanpa harus membelinya,” ujarnya.

    Membuka Jalan Baru

    Hari ini, Ferry mengelola tiga brand working space nasional di Jakarta, Tangerang, dan Jateng. Ia juga membangun komunitas berbasis edukasi dan membagikan modul bisnis yang disusun dari 13 tahun pengalaman—termasuk kegagalan, evaluasi, dan metode bertahan.

    Lewat sistem kemitraan, ia membuka peluang bagi siapa pun yang ingin membangun bisnis properti tanpa harus punya properti.

    Properti Tidak Mati, Ubah Cara Kerja

    Kisah Ferry membuktikan bahwa properti tidak harus dimiliki untuk menghasilkan. Di era sekarang, kepemilikan bukan segalanya. Yang dibutuhkan adalah daya pikir kreatif, kemampuan kolaborasi, dan keberanian melihat arah baru.

    Ketika orang lain menutup pintu karena tak punya modal, Ferry membuka celah lewat kerja sama. Ketika orang lain melihat tembok, ia melihat jendela. Kadang, satu-satunya hal yang perlu kita ubah, yakni sudut pandang.

  • Port Academy Gelar Diklat IMO Level 2 di Jakarta

    Port Academy Gelar Diklat IMO Level 2 di Jakarta

    Port Academy kembali menunjukkan komitmennya dalam peningkatan kompetensi sumber daya manusia sektor maritim dengan sukses menggelar Diklat IMO Level 2 di Jakarta. Program ini diikuti oleh peserta dari berbagai instansi pelabuhan, terminal, serta sektor logistik.

    Diklat IMO Level 2 ini mengacu pada ketentuan International Maritime Organization (IMO) dan dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan dan pengetahuan dalam merencanakan dan mengelola tanggap darurat pencemaran laut tingkat lanjut.

    Materi pelatihan mencakup aspek teknis dan manajerial, termasuk penyusunan rencana kontinjensi, pengelolaan sumber daya, serta koordinasi lintas lembaga dalam situasi darurat. Pelatihan dipandu oleh instruktur bersertifikat dengan pengalaman lapangan yang tinggi.

    Selama diklat berlangsung, peserta terlibat aktif dalam diskusi, studi kasus, serta simulasi penanganan insiden skala besar. Keaktifan peserta menunjukkan tingginya urgensi akan pelatihan ini dalam mendukung kesiapsiagaan sektor maritim Indonesia.

    Port Academy terus mengembangkan pelatihan berbasis regulasi internasional dan kebutuhan praktis di lapangan. Diklat IMO Level 2 ini menjadi bukti nyata kontribusi Port Academy dalam membangun ketahanan lingkungan maritim nasional.

  • Sertifikasi POM Batch Ke-4 Telah Digelar Energy Academy untuk Pengawas Menengah

    Sertifikasi POM Batch Ke-4 Telah Digelar Energy Academy untuk Pengawas Menengah

    Energy Academy sukses menyelenggarakan Sertifikasi POM batch ke-4 secara daring untuk memperkuat kompetensi tenaga pengawas tingkat menengah, khususnya di sektor pertambangan dan energi.

    Pelatihan ini mencakup manajemen proyek, pemantauan operasional, pengendalian risiko, serta pemahaman terhadap hukum dan regulasi industri. Pendekatan pembelajaran interaktif memungkinkan peserta berpartisipasi aktif dalam diskusi dan studi kasus.

    Sertifikasi ini menjadi pijakan penting bagi peserta untuk naik ke jenjang karier yang lebih tinggi.

  • LRT Jabodebek Ajak Pengguna Lebih Waspada dan Manfaatkan Fasilitas Pengering Payung di Stasiun Selama Cuaca Hujan

    LRT Jabodebek Ajak Pengguna Lebih Waspada dan Manfaatkan Fasilitas Pengering Payung di Stasiun Selama Cuaca Hujan

    Jakarta, 21 Mei 2025 – Hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di wilayah Jakarta dan sekitarnya diperkirakan masih akan terus berlangsung pada pekan ini, sebagaimana disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Menghadapi kondisi ini, LRT Jabodebek mengimbau seluruh pengguna untuk tetap waspada, menjaga keselamatan, dan memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia di area stasiun.

    Sebagai upaya menjaga kenyamanan pengguna di tengah cuaca hujan yang masih terjadi, LRT Jabodebek menyediakan fasilitas pengering payung di sejumlah stasiun. Fasilitas ini dapat digunakan untuk mengeringkan payung sebelum memasuki area stasiun atau kereta, guna mencegah lantai menjadi licin atau tergenang air. Saat ini, tersedia 34 pengering payung yang tersebar di 17 stasiun, yaitu:

    Dukuh Atas BNI, Setiabudi, Rasuna Said, Kuningan, Pancoran bank bjb, Cikoko, Ciliwung, Cawang, Jati Bening Baru, Cikunir 1, Cikunir 2, Bekasi Barat, Jati Mulya, TMII, Kampung Rambutan, Ciracas, dan Harjamukti.

    Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi, mengajak seluruh pengguna untuk lebih berhati-hati saat berada di area stasiun dan kereta, terutama ketika lantai dalam kondisi basah akibat hujan.

    “Kami mengimbau pengguna untuk tidak berlari di area stasiun maupun dalam kereta, serta lebih memperhatikan langkah terutama di area menurun. Keselamatan menjadi prioritas bersama,” ujarnya.

    Selain itu, LRT Jabodebek juga telah memasang lapisan anti slip pada beberapa area lantai stasiun yang memiliki kemiringan, untuk menambah keamanan pengguna saat melintas, terutama saat kondisi basah. Pengguna juga diimbau untuk melepas jas hujan dan mengeringkan payung terlebih dahulu sebelum memasuki area stasiun maupun kereta guna menghindari lantai licin serta menjaga kenyamanan bersama.

    “Kami memahami bahwa pengguna membutuhkan moda transportasi yang tidak hanya cepat dan efisien, tetapi juga mampu menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca. Untuk itu, kami terus melakukan penyesuaian layanan demi menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna setiap hari,” tutup Purnomosidi.

    LRT Jabodebek berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta memastikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat, termasuk di tengah tantangan cuaca yang tidak menentu.

  • BINUS UNIVERSITY Kukuhkan Guru Besar di Bidang Bioteknologi Tanaman, Berikan Inovasi Untuk Ketahanan Pangan Yang Berkelanjutan

    BINUS UNIVERSITY Kukuhkan Guru Besar di Bidang Bioteknologi Tanaman, Berikan Inovasi Untuk Ketahanan Pangan Yang Berkelanjutan

    Jakarta 27 Februari 2025 – Dalam suasana yang dipenuhi dengan kebahagiaan dan kebanggaan, BINUS  mengadakan perkumpulan di Auditorium BINUS @Kemanggisan, Anggrek Campus untuk merayakan momen bersejarah, yaitu pengukuhan Prof. Dr. Nesti F. Sianipar, S.P., M.Si. sebagai Guru Besar Tetap dalam bidang Keahlian Bioteknologi Tanaman di Universitas Bina Nusantara. Acara istimewa ini menjadi wujud apresiasi atas dedikasi dan kontribusi beliau dalam pengembangan ilmu bioteknologi tanaman, yang diharapkan dapat membawa manfaat besar bagi dunia akademik serta keberlanjutan sektor pertanian di masa depan.

    Prof. Dr. Nesti F. Sianipar, S.P., M.Si. telah berkontribusi secara signifikan dalam bidang bioteknologi tanaman melalui puluhan riset dan publikasi yang berdampak luas, tidak hanya dalam ranah akademik, tetapi juga dalam penerapan praktis di dunia nyata. Beliau secara aktif mengembangkan penelitian yang mengedepankan inovasi bioteknologi, dengan perhatian khusus pada bagaimana teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

    Fokus utama karya-karya beliau adalah mengintegrasikan bioteknologi tanaman dengan isu-isu kesehatan, sehingga dapat memberikan solusi yang berkelanjutan bagi tantangan di bidang pertanian dan kesehatan global. Melalui berbagai temuan dan inovasi yang telah dikembangkan, beliau berupaya menciptakan tanaman yang tidak hanya lebih unggul dari segi ketahanan dan produktivitas, tetapi juga memiliki manfaat bagi kesehatan masyarakat secara luas. Komitmen dan dedikasi beliau dalam penelitian ini menjadikan kontribusinya sangat relevan dalam menghadapi tantangan global, terutama terkait ketahanan pangan, kesehatan, serta keberlanjutan lingkungan di masa depan.

    Pengukuhan beliau sebagai Guru Besar  merupakan wujud komitmen dan bukti nyata Prof. Nesti dalam bidang nya yang terus berperan aktif dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang memiliki nilai aplikatif dan relevan bagi masyarakat. Dengan pencapaian ini, Prof Nesti diharapkan akan semakin memperluas jangkauan riset nya serta memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya dalam dunia akademik, tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat global.

    Dalam pidato Dr. Nelly, S.Kom., M.M., CSCA selaku Rektor BINUS University mengucapkan selamat untuk Prof. Nesti.  “Semoga pencapaian ini menjadi langkah awal untuk meraih lebih banyak prestasi dan inovasi yang bermanfaat bagi dunia akademik, masyarakat, dan bangsa. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberkati setiap langkah perjalanan Prof. Dr. Nesti F. Sianipar, S.P., M.Si., memberikan kesehatan, keberkahan, dan kesuksesan dalam setiap karya dan penelitian yang akan datang,” ujar Dr. Nelly sebagai akhir kata.

    Dengan pengukuhan Prof. Dr. Nesti F. Sianipar, S.P., M.Si. sebagai Guru Besar ini, beliau diharapkan akan terus menjadi sumber inspirasi yang tak terbatas, memberikan motivasi, dan membimbing generasi muda untuk terus berkembang dalam dunia ilmu pengetahuan. Sebagai seorang ilmuwan terkemuka di bidang bioteknologi tanaman, BINUS University yakin bahwa beliau akan terus memimpin riset-riset inovatif yang tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam memecahkan tantangan global di sektor pertanian dan kesehatan.

    Semoga dengan semangat dan dedikasi yang beliau miliki, Prof. Dr. Nesti akan terus berinovasi dalam menciptakan solusi-solusi berbasis bioteknologi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi pendorong utama untuk kemajuan pembangunan yang berkelanjutan, serta memberikan dampak positif dalam menciptakan dunia yang lebih baik dan lebih sehat bagi generasi mendatang. Kami percaya, dengan kontribusi beliau yang tak ternilai, beliau akan terus memimpin langkah-langkah besar dalam pengembangan bioteknologi tanaman yang mampu mengatasi masalah global dan memberikan manfaat jangka panjang bagi umat manusia.

    Selamat kepada Prof. Dr. Nesti F. Sianipar, S.P., M.Si. atas pencapaian luar biasa ini. Pengukuhan beliau sebagai Guru Besar di bidang bioteknologi tanaman merupakan tonggak penting dalam perjalanan karir akademiknya yang luar biasa. Semoga prestasi ini menjadi awal dari kontribusi yang lebih besar lagi, yang akan terus menginspirasi, mendorong inovasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta dunia. 

  • Kolaborasi PT KAI Daop 8 Surabaya dan PT INKA Multi Solusi Service Teken Kerja Sama Perawatan Sarana KRDE Makassar Parepare

    Kolaborasi PT KAI Daop 8 Surabaya dan PT INKA Multi Solusi Service Teken Kerja Sama Perawatan Sarana KRDE Makassar Parepare

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya dan PT INKA Multi Solusi Service (IMSS) menandatangani perjanjian kerja sama Pekerjaan Perawatan Sarana Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) Makassar – Parepare sebagai bentuk sinergi untuk meningkatkan kehandalan layanan perkeretaapian yang terapat di Provinsi Sulawesi Selatan.

    Penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh Executive Vice President KAI Daop 8 Surabaya, Wisnu Pramudyo dan Direktur Utama PT INKA Multi Solusi Service (IMSS), Chandra Agung Sasono di Madiun, Selasa (20/5/2025).

    Kerja sama ini mencakup sejumlah bidang penting yang antara lainnya adalah perawatan sarana kereta harian dan bulanan, perbaikan atau troubleshooting, serta penyediaan alat dan bahan.

    Executive Vice President KAI Daop 8 Surabaya, Wisnu Pramudyo mengungkapkan bahwa penandatanganan kerjasama ini merupakan simbol kepercayaan, komitmen bersama, dan kolaborasi yang merupakan bagian dari langkah kami untuk menjaga dan meningkatkan kehandalan 2 Trainset Kereta Rel Diesel Elektrik Makassar – Parepare.

    “Dengan menggandeng PT IMSS yang berpengalaman di bidang perawatan dan layanan sarana perkeretaapian, kami berharap dapat mewujudkan pelayanan yang semakin andal dan prima untuk para pelanggan Kereta Perintis Makassar – Parepare,” ujarnya.

    Sementara itu, Direktur Utama PT INKA Multi Solusi Service (IMSS) Chandra Agung Sasono menyambut baik kerjasama ini dan berkomitmen mensupport perawatan 2 Trainset Kereta Rel Diesel Elektrik agar dapat selalu siap operasi melayani masyarakat dan mengharapkan kolaborasi ini dapat terus berlanjut kedepannya.

    Kolaborasi antara PT KAI Daop 8 Surabaya dan PT IMSS merupakan bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas layanan transportasi publik berbasis rel.

    “Kami berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi jangka panjang yang diharapkan dapat berdampak langsung bagi masyarakat pengguna moda transportasi Kereta Perintis Makassar – Parepare,” tutup Wisnu Pramudyo.

  • Menavigasi Tantangan Mompreneur di Indonesia

    Menavigasi Tantangan Mompreneur di Indonesia

    Hypefast mengungkap kisah para ibu yang menjalankan bisnis sambil membesarkan keluarga—menavigasi tantangan sosial, peran ganda, hingga membangun komunitas yang berdampak.

    JAKARTA
    – Data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan
    Menengah (Kemenkop & UKM) mencatat jumlah UMKM di Indonesia pada 2022
    mencapai sekitar 65 juta. Dari jumlah tersebut, mayoritas dijalankan oleh
    perempuan. Banyak di antaranya adalah ibu rumah tangga yang mengambil peran
    ganda sebagai pengusaha. Di tengah meningkatnya partisipasi perempuan dalam
    dunia kewirausahaan, para mompreneur—ibu
    yang menjalankan bisnis sambil mengelola rumah tangga—menghadapi serangkaian
    tantangan unik yang memerlukan perhatian khusus.

    Sebagai house of brands yang menaungi berbagai merek lokal kategori Mom and Kids, Hypefast merangkum hasil
    temuan mengenai tantangan unik yang dihadapi para mompreneur.

    Dari sisi sosial, mompreneur masih menghadapi ketimpangan gender (gender gap) yang
    mempengaruhi persepsi publik terhadap kemampuan perempuan dalam memimpin dan
    berbisnis. Stereotip yang masih kuat ini sering kali menghambat kepercayaan
    dari mitra, tim, maupun pasar, terutama di tahap awal bisnis. Hal ini
    diungkapkan oleh Sheyla Taradia Habib, pendiri brand skincare ibu dan bayi BeeMe, dalam wawancaranya di podcast
    “That’s Mad!”.

    “Saat jualan thrifting, aku diledekin. Bahkan, ada salah satu karyawan terbaikku
    yang memutuskan untuk keluar karena dia gak lihat masa depan di BeeMe. Meski
    sempat down, tapi itu juga yang akhirnya bikin aku ingin membuktikan dan
    membesarkan BeeMe,” ujar Sheyla.

    Tak hanya menghadapi ekspektasi
    sosial, banyak mompreneur juga
    dihadapkan pada realita peran ganda yang melelahkan. Sebagai istri, ibu,
    pendidik di rumah tangga, sekaligus pemimpin bisnis, para ibu kerap harus
    membagi waktu, tenaga, dan emosinya untuk memastikan semua peran berjalan
    seimbang. Tekanan untuk tetap menjadi “ibu ideal” di rumah sambil mengelola
    usaha sering kali menimbulkan stres emosional yang tidak terlihat.

    Devy Natalia, Co-Founder dari
    BohoPanna, brand fashion anak yang
    kini menembus pasar internasional, menceritakan bahwa transisinya dari ibu
    rumah tangga menjadi pengusaha menuntut disiplin tinggi dan manajemen waktu
    yang ketat. Ia berbagi pengalaman saat awal membangun bisnis dari rumah sambil
    mengurus anak. “Aku mulai produksi dari rumah, sambil tetap mengurus anak. Di
    ruangan 3×3 bersama anak keduaku saat itu aku nitikin baju kimono. Bahan baju
    Boho ramah lingkungan, tapi aku gak sadar itu gak ramah buat anak keduaku yang
    baru lahir,” ujar Devy. Momen tersebut menjadi titik balik baginya dalam
    menyeimbangkan ambisi bisnis dengan kesejahteraan keluarga.

    Namun, di balik segala tantangan,
    banyak ibu justru menunjukkan ketangguhan luar biasa, termasuk dalam hal
    pengelolaan keuangan. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK)
    2024 dari OJK dan BPS menunjukkan bahwa ibu rumah tangga menempati posisi
    ketiga dalam indeks literasi keuangan nasional, yakni sebesar 64,44%.
    Pengalaman mereka dalam mengatur keuangan rumah tangga menjadi modal penting
    dalam menjalankan usaha—mulai dari mengelola arus kas hingga mengatur anggaran
    dan efisiensi operasional.

    Dalam hal membagi waktu, Sheyla
    mengungkapkan salah satu strateginya adalah dengan melibatkan anak-anaknya
    dalam kegiatan bisnis. “Kalau aku ada meeting,
    aku suka ajak anakku. Selain supaya ngerti kesibukan orang tuanya, mereka juga
    jadi bisa belajar. Bahkan anakku jadi punya ide bisnis di sekolahnya,”
    ungkapnya.

    Kekuatan lain yang dimiliki para mompreneur adalah literasi digital dan
    kemampuan mereka dalam membangun komunitas. Riset dari The AsianParent
    menunjukkan bahwa lebih dari 90% ibu menggunakan media sosial setiap hari,
    dengan Instagram sebagai platform utama. Delapan dari sepuluh ibu mengandalkan rekomendasi
    sesama orang tua dalam mengambil keputusan pembelian. Ini membuktikan bahwa
    komunitas ibu bukan hanya menjadi ruang dukungan emosional, tetapi juga
    memiliki kekuatan ekonomi kolektif yang signifikan.

    Kekuatan komunitas ini pula yang
    menjadi salah satu keberhasilan Sheyla dalam mengembangkan BeeMe. Ia mendirikan
    komunitas “Ibuku Bahagia,” sebuah gerakan pemberdayaan ibu-ibu yang kini
    memiliki lebih dari 18.500 pengikut di Instagram. Komunitas ini telah
    menginisiasi berbagai kegiatan, mulai dari acara komunitas yang melibatkan brand sponsorship hingga kelas digital
    seperti pelatihan affiliate marketing.

    Menutup kisahnya, Sheyla menegaskan
    pentingnya kepemimpinan diri dan ketangguhan mental dalam perjalanan sebagai mompreneur. “Meskipun aku perempuan, aku
    harus bisa me-manage dan memimpin
    diri aku dengan baik. Jadi gak gampang menyerah, karena (perjuangan) ini buat
    aku. Yang kedua, resilience atau
    ketangguhan. Karena aku tahu perjalanan aku sampai sini tuh gak mudah,” tutup
    Sheyla.

    Perjalanan inspiratif para pendiri
    brand lokal seperti Sheyla Taradia (BeeMe) dan Devy Natalia (BohoPanna) bisa
    disimak lebih lengkap dalam seri konten “That’s
    Mad!”
    di kanal YouTube Hypefast. “That’s Mad!” menjadi ruang untuk
    membagikan kisah-kisah autentik dari para pendiri brand lokal yang tak hanya
    membangun bisnis, tapi juga harapan dan masa depan—untuk keluarga, komunitas,
    dan Indonesia.