Penulis: Admin

  • Digitalisasi KAI Divre III Palembang, Perkuat Keberlangsungan Proses Bisnis Perkeretaapian

    Digitalisasi KAI Divre III Palembang, Perkuat Keberlangsungan Proses Bisnis Perkeretaapian

    Palembang, 22 Oktober 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang perkuat infrastruktur digital untuk keberlangsungan proses bisnis perkeretaapian dengan didukung jaringan internet yang cepat sehingga memiliki peran vital dalam mendukung digitalisasi di wilayah Sumatera Selatan. Internet dapat menyediakan jaringan fisik (kabel serat optik, nirkabel) yang diperlukan untuk mengirimkan data digital, seperti teks, gambar, dan video. Keberadaan internet adalah salah satu pilar utama di era digital, memungkinkan berbagai aktivitas seperti komunikasi daring, kemudahan layanan pelanggan sehingga menjadi lebih efisien dan menggerakan perekonomian daerah. Ketersediaan jaringan internet yang stabil menjadi fondasi bagi sistem layanan berbasis digital yang digunakan oleh KAI dalam melayani pelanggan maupun menjalankan kegiatan operasional sehari-hari sehingga diperlukan kolaborasi yang baik dengan provider layanan jaringan internet.

    Manager Humas Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan bahwa saat ini hampir seluruh aktivitas pelayanan dan operasional KAI telah terintegrasi melalui sistem digital yang membutuhkan koneksi internet yang andal. “Jaringan internet menjadi pondasi dalam sistem bisnis KAI, baik dalam layanan penumpang, angkutan barang, maupun sistem pengendalian perjalanan kereta api,” ujar Aida.

    Lebih lanjut, Aida menjelaskan bahwa beberapa layanan KAI berbasis digitalisasi di antaranya:

    1. Rail Ticketing System (RTS), yang digunakan untuk mendukung pelayanan penjualan tiket secara online dan terintegrasi di seluruh stasiun. Dengan sistem ini, pelanggan dapat melakukan pembelian, pembatalan, dan perubahan jadwal perjalanan secara real time.

    2. Rail Cargo System (RCS), yang mendukung kegiatan operasional dan administrasi angkutan barang. Sistem ini memastikan proses pengiriman barang berjalan cepat, akurat, dan transparan.

    3. Train Management System (TMS), sebuah aplikasi yang digunakan di Pusat Pengendalian Operasi Kereta (Pusdalops) Sumatera Selatan untuk memantau perjalanan kereta api secara langsung. Melalui sistem TMS, petugas dapat melihat posisi dan kecepatan kereta api secara real time, sehingga pengawasan dan pengendalian perjalanan kereta menjadi lebih efisien dan aman.

    “Dengan adanya sistem TMS, seluruh perjalanan kereta api di wilayah Divre III dapat dipantau secara digital, sehingga jika terjadi gangguan operasional dapat segera diidentifikasi dan ditangani,” tambah Aida.

    Selain itu pengerjaan administrasi perkantoran yang mendukung berjalannya tertib administrasi keuangan,data kepegawaian, surat menyurat elektronik dan dokumen perusahaan lainnya telah dibuat dalam satu sistem administrasi perkantoran berbasis digital yang dapat dilakukan secara daring, sehingga lebih memudahkan pengerjaan nya dan tersimpan dalam sistem.

    Aida menambahkan, dengan sistem digitalisasi yang handal tidak hanya mendukung sistem bisnis, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen KAI dalam memberikan pelayanan prima, cepat, dan berbasis teknologi kepada seluruh pelanggan.

    “Di era digital saat ini, konektivitas adalah kunci. KAI terus berkomitmen untuk memanfaatkan teknologi informasi guna meningkatkan efisiensi operasional dan peningkatan kualitas layanan pelanggan,” tutup Aida.

     

  • 1 Tahun Prabowo Gibran, Hilirisasi Bukan Sekadar Jargon

    1 Tahun Prabowo Gibran, Hilirisasi Bukan Sekadar Jargon

    Jakarta – Satu tahun implementasi kebijakan hilirisasi di bawah Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah menunjukkan dampak konkret bagi perekonomian daerah.

    Program hilirisasi mineral yang digerakkan oleh BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) tidak hanya memperkuat struktur industri nasional, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan menumbuhkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar wilayah operasi tambang.

    Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menilai kebijakan hilirisasi yang dijalankan saat ini bukan sekadar jargon politik, melainkan wujud nyata transformasi ekonomi Indonesia dari negara berbasis komoditas menuju negara industri bernilai tambah.

    “Hilirisasi itu bukan sekadar narasi. Hilirisasi ini adalah bentuk dari transformasi ekonomi Indonesia, dari yang tadinya berbasis komoditas menjadi minimal pengolahan barang setengah jadi,” kata Bambang dalam sesi diskusi Minerba Convex 2025 di JCC Senayan, Jakarta, dikutip Minggu (19/10/2025).

    Menurut Bambang, hilirisasi merupakan langkah penting dalam mewujudkan Asta Cita kelima Presiden Prabowo Subianto, yakni melanjutkan hilirisasi dan melaksanakan industrialisasi untuk memperkuat ekonomi dalam negeri. Karena itu, Pemerintah dan DPR, lanjutnya, berkomitmen mengawal pelaksanaan kebijakan tersebut secara terukur dan berkelanjutan.

    “Kita lihat pemerintah sangat serius. Kenapa saya katakan bahwa hilirisasi ini bukan sekadar wacana? Action plan-nya sudah jelas. Untuk melakukan hilirisasi dan mewujudkannya sudah dibentuk Satgas Hilirisasi. Apa yang mau dilakukan dalam hilirisasi (sudah) ditentukan dan difokuskan,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Bambang mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyusun peta jalan hilirisasi dengan fokus pada 28 komoditas unggulan yang mencakup sektor minerba, kelautan dan perikanan, hingga perkebunan. Total investasi yang direncanakan dalam peta jalan tersebut mencapai US$618 miliar hingga tahun 2040.

    Dalam pelaksanaannya, Satuan Tugas (Satgas) Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional yang diketuai oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah menyerahkan 18 dokumen feasibility study (FS) kepada BPI Danantara sebagai lembaga pelaksana pembiayaan dan proyek.

    Dari total proyek tersebut, delapan di antaranya berasal dari sektor mineral dan batu bara dengan nilai investasi mencapai US$20,1 miliar atau sekitar Rp321,8 triliun. Proyek-proyek tersebut diperkirakan mampu menyerap lebih dari 100 ribu tenaga kerja baru di daerah.

    “Ada 18 proyek hilirisasi yang diserahterimakan kepada Danantara. Nah, Danantara ini siapa? Danantara ini adalah pihak yang akan membiayai dan melaksanakan proyek-proyek tersebut. Konsepnya adalah B2B. Karena kalau hilirisasi hanya mengandalkan anggaran dari APBN, tidak akan terjadi,” sambungnya.

    Ia mengakui bahwa langkah hilirisasi sumber daya alam untuk menciptakan nilai tambah memiliki tantangan tersendiri. Namun, Komisi XII, tegas Bambang, akan terus mengawal pelaksanaan hilirisasi terutama di sektor hulu, termasuk komoditas batu bara dan mineral.

    “Nah, tentunya ini menjadi satu tantangan, challenge bagi kita. Terkait dengan bagaimana kita menerjemahkan Asta Cita yang kelima, saya pikir apa yang dilakukan oleh pemerintah dan DPR itu sejalan,” ujarnya.

    Bambang menilai, langkah terintegrasi antara pemerintah, BUMN seperti MIND ID, dan dunia usaha menjadi pondasi kuat bagi transformasi industri nasional.

    Hilirisasi, katanya, bukan hanya memperkuat daya saing ekonomi, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan pemberdayaan UMKM di sekitar wilayah tambang.

    Melansir laporan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, realisasi investasi hilirisasi pada semester I 2025 mencapai Rp280,08 triliun.

    Dari jumlah tersebut, Rp193,8 triliun berasal dari sektor minerba dengan kontribusi utamanya dari nikel Rp94,1 triliun, tembaga Rp40 triliun, bauksit Rp27,7 triliun, besi baja Rp21,5 triliun, timah Rp3,5 triliun, serta komoditas lainnya seperti pasir silika, emas, perak, kobalt, mangan, batubara, dan aspal buton senilai Rp7 triliun.

    Melalui langkah terintegrasi ini, hilirisasi dinilai bukan hanya memperkuat daya saing industri nasional, tetapi juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru di daerah. Program ini menjadi pendorong nyata pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif di tengah transformasi besar menuju Indonesia Emas 2045.

  • SAPA BALI 2025: Mewujudkan Pariwisata Bali yang Bebas TAR

    SAPA BALI 2025: Mewujudkan Pariwisata Bali yang Bebas TAR

    ariwisata Bali terus menunjukkan tren positif pada 2025. Kunjungan wisatawan yang meningkat, tingkat hunian hotel yang stabil, serta pertumbuhan ekonomi daerah menandakan kebangkitan yang lebih matang. Tantangan berikutnya adalah memastikan pengalaman yang kian nyaman, bersih, dan modern bagi semua wisatawan, utamanya dalam mendukung upaya menciptakan pariwisata yang bebas asap.

    BALI – Pariwisata Bali terus menunjukkan tren positif pada 2025. Kunjungan wisatawan
    yang meningkat, tingkat hunian hotel yang stabil, serta pertumbuhan ekonomi
    daerah menandakan kebangkitan yang lebih matang. Tantangan berikutnya adalah
    memastikan pengalaman yang kian nyaman, bersih, dan modern bagi semua
    wisatawan, utamanya dalam mendukung upaya menciptakan pariwisata yang bebas
    asap.

    Tidak
    dapat dipungkiri bahwa masih banyak pelaku wisata merupakan konsumen dari
    produk tembakau. Meski demikian, asap yang dihasilkan oleh produk tembakau
    seperti rokok, berpotensi mengganggu kenyamanan.

    Dalam konteks inilah
    pendekatan pengurangan risiko atau harm
    reduction
    menjadi relevan. Alih-alih berfokus pada larangan, pendekatan ini
    menekankan penyediaan informasi akurat tentang opsi dengan risiko
    lebih rendah bagi perokok
    dewasa yang ingin beralih ke produk alternatif. Langkah ini juga menjawab dinamika
    perilaku wisatawan mancanegara yang beragam, dengan tetap memperhatikan
    batasan dan regulasi yang berlaku di daerah wisata.

    Isu
    ini menjadi pembahasan utama dalam SAPA BALI 2025: Sarasehan untuk Pariwisata
    dan Bali Bebas Tar yang diselenggarakan Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) di
    Denpasar.

    Diskusi ini mempertemukan sains, industri pariwisata, dan pembuat
    kebijakan untuk merumuskan langkah efektif dan tepat guna yang dapat langsung
    dipraktikkan di lapangan. Tujuannya sejalan dengan semangat Bali sebagai
    destinasi berkelas dunia: ramah, menjaga kebersihan udara, serta mendorong
    inovasi layanan yang menghormati pilihan individu perokok dewasa.

    Dekan FEB Undiknas
    Bali, Prof. Dr. Ida Bagus Raka Suardana, S.E., M.M., menegaskan bahwa
    perekonomian Bali sangat bergantung pada pariwisata yang menyumbang lebih dari
    separuh PDRB daerah dengan multiplier effect
    luar biasa. Karena itu, kenyamanan dan kualitas
    lingkungan menjadi faktor utama agar pariwisata tetap tumbuh berkelanjutan.

    “Kebiasaan merokok memang masih
    kuat di Bali,
    namun udara Bali idealnya bebas
    dari racun dan asap tar. Nilai Tri Hita Karana mengajarkan kita menjaga harmoni manusia, alam, dan
    budaya, termasuk dengan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

    Pendekatan harm reduction melalui opsi nikotin berisiko
    lebih rendah tanpa
    pembakaran dan tar dapat menjadi alternatif transisi, dengan kampanye
    tidak menggunakan rokok konvensional
    di ruang tertutup dan akomodasi yang diperkuat agar dipahami wisatawan. Yang
    dicari wisatawan bukan hanya keindahan, tetapi juga pengalaman bersih, nyaman,
    dan membuat mereka ingin kembali,” ujarnya.

    Direktur
    Eksekutif BPD PHRI Bali, Ida Bagus Purwa Sidemen, S.Ag., M.Si., menyampaikan
    bahwa sektor perhotelan telah menerapkan standar usaha berbasis risiko dan
    sertifikasi kesiapsiagaan bencana, meski implementasi peraturan gubernur yang
    mendorong hotel bergabung dalam asosiasi masih terbatas dengan baru sekitar 20
    persen hotel yang menjadi anggota PHRI. Ia menambahkan banyak hotel kini menjalankan kebijakan
    bebas asap rokok

    yang
    terbukti lebih disukai tamu, khususnya keluarga, bahkan ada yang melarang
    karyawan merokok di area hotel. Menurutnya, informasi mengenai produk
    tembakau alternatif tanpa
    asap dan tar juga berpotensi menjadi
    pilihan, asalkan disertai
    sosialisasi berbasis sains agar seluruh pihak memahami dengan benar.

    “Fokus kami adalah menghadirkan pengalaman menginap yang lebih nyaman dan sehat, sehingga
    standar layanan perhotelan Bali dapat terus
    meningkat,” ujarnya.

    Anggota Komisi IX
    DPR RI, Tutik Kusuma Wardhani, S.E., M.M., M.Kes., menekankan pentingnya sosialisasi perilaku hidup sehat,
    khususnya di pedesaan
    di mana kebiasaan merokok cenderung lebih tinggi dibandingkan di kota. Ia
    menyebut penguatan sosialisasi pentingnya aktivitas fisik, pola makan seimbang,
    serta pengurangan gula, garam, dan lemak perlu terus digencarkan agar faktor
    risiko penyakit dapat ditekan.

    “Tidak ada yang bercita-cita sakit, namun bila
    perilaku tidak sehat tidak berubah, beban pembiayaan BPJS bisa membengkak. DPR
    terus mengatur agar pembiayaan tetap terkendali, karena jika derajat kesehatan
    masyarakat membaik maka beban biaya pengobatan akan menurun, sehingga ruang
    fiskal APBN bisa lebih besar dialokasikan ke daerah, termasuk Bali, untuk peningkatan
    layanan publik,” jelasnya.

    Forum juga mendorong kolaborasi antara pelaku industri, komunitas kesehatan, dan kampus di Bali untuk mengukur dampak secara
    berkala melalui survei kepuasan tamu dan audit kualitas udara di tempat wisata.
    Hasilnya diharapkan menjadi rujukan bagi seluruh wilayah, sembari menjaga citra
    Bali sebagai destinasi yang berkelas dan berwawasan lingkungan.

    Bali
    perlu memberikan pilihan bebas asap bagi perokok dewasa tanpa menurunkan
    kenyamanan wisatawan. Dari sains ke layanan, dari kebijakan ke praktik, inilah
    wujud pariwisata yang bukan hanya menarik dikunjungi, tetapi juga nyaman
    dijalani. Dengan kolaborasi yang tepat, Bali bebas asap dapat menjadi standar
    baru destinasi wisata kelas dunia.

  • Lewat Ngalcer, KAI Perkuat Budaya Kerja untuk Dorong Kinerja dan Inovasi Layanan

    Lewat Ngalcer, KAI Perkuat Budaya Kerja untuk Dorong Kinerja dan Inovasi Layanan

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) menggelar kegiatan perdana Ngalcer (Ngobrol tentang Culture) di Balai Yasa Yogyakarta, Rabu (22/10). Acara yang diikuti sekitar 200 pekerja ini menjadi forum refleksi budaya dan penguatan kolaborasi di wilayah Daop 6 dan Balai Yasa Yogyakarta, dua elemen penting yang menopang layanan penumpang, logistik, dan pemeliharaan sarana perkeretaapian nasional.

    Dalam sambutan daringnya, Direktur SDM dan Kelembagaan KAI Atih Nurhayati menegaskan bahwa budaya perusahaan menjadi fondasi utama dalam membangun semangat kerja, loyalitas, dan kinerja Insan KAI Group di seluruh wilayah operasi.

    “Budaya kerja yang kuat membentuk karakter, disiplin, dan ketulusan dalam melayani. Dari budaya yang sehat lahir kinerja yang berkelanjutan dan pelayanan yang semakin berkualitas,” ujar Atih.

    Ia menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan peringatan HUT ke-80 KAI yang mengusung tema ‘Semakin Melayani’. Menurut Atih, tema ini mencerminkan tekad perusahaan untuk terus memperkuat budaya pelayanan, mempercepat inovasi, dan menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan pelanggan.

    “Setiap Insan KAI berperan penting dalam menjaga semangat ‘Semakin Melayani’. Budaya kerja yang solid akan memperkuat kinerja, mempererat kolaborasi, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan KAI,” tutup Atih.

    Kegiatan Ngalcer dikemas dalam suasana santai melalui talkshow interaktif. Peserta berdiskusi tentang penerapan budaya perusahaan, nilai kerja sehari-hari, dan etika komunikasi di ruang kerja maupun digital. Melalui forum ini, pekerja diajak terbuka dalam menyampaikan ide, memperkuat kolaborasi, dan membangun komunikasi positif.

    Yogyakarta Jadi Salah Satu Simpul Layanan dan Pertumbuhan Penumpang dan Barang

    Pada kesempatan yang sama, Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyampaikan bahwa Yogyakarta merupakan salah satu simpul utama dalam ekosistem layanan KAI di Pulau Jawa. Januari hingga September 2025, total pelanggan Kereta Api Jarak Jauh (KA JJ) yang naik dan turun di wilayah Daop 6 Yogyakarta mencapai 9,8 juta orang.

    Dari jumlah tersebut, sebanyak 4,9 juta pelanggan berangkat dari wilayah Daop 6, sementara 4,9 juta lainnya turun di berbagai stasiun Yogyakarta dan sekitarnya. Menurut Anne, capaian ini menunjukkan bahwa Yogyakarta menjadi poros penting konektivitas antarkota sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi berbasis transportasi publik.

    “Selain sebagai kota tujuan wisata, pertumbuhan ini juga didorong oleh peningkatan pergerakan wisatawan, mobilitas komuter, serta konektivitas antarkota seperti Yogyakarta–Solo–Surabaya, Kutoarjo–Yogyakarta–Purwosari, dan KA Bandara YIA yang terus menunjukkan tren positif,” jelas Anne.

    Yogyakarta juga mencatat pertumbuhan pelanggan yang positif di berbagai layanan KAI Group. Layanan Commuter Line Yogyakarta–Solo melayani 6,62 juta pelanggan selama Januari–September 2025, tumbuh 13,11% dibanding 5,85 juta pelanggan pada periode yang sama tahun 2024. Sementara itu, KA Prameks juga meningkat menjadi 820 ribu pelanggan, naik 13,79% dibanding 721 ribu pelanggan di tahun sebelumnya.

    Layanan KA Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) mencatat 2,10 juta pelanggan selama Januari–September 2025, atau naik 3,77% dibanding 2,02 juta pelanggan pada periode yang sama tahun 2024.

    Pertumbuhan paling signifikan terjadi pada KA Bandara Adi Soemarmo (BIAS) yang melonjak dari 87.001 pelanggan pada Januari–September 2024 menjadi 550.084 pelanggan pada periode yang sama tahun 2025, atau naik 532,3%. Sejak 17 Agustus 2025, layanan KA BIAS diperpanjang hingga Stasiun Caruban, memperluas jangkauan dari Bandara Adi Soemarmo ke wilayah Madiun Raya dengan 11 stasiun pemberhentian mulai dari Adi Soemarmo hingga Caruban.

    Ia juga mengatkan, Yogyakarta merupakan wilayah operasi dengan kinerja pelanggan yang stabil. Pertumbuhan di wilayah ini mencerminkan keandalan sistem operasional, disiplin SDM, serta budaya melayani yang memberi dampak langsung terhadap kepuasan pelanggan.

    Selain layanan penumpang, kinerja logistik Daop 6 Yogyakarta juga menunjukkan perkembangan.

    Selama Januari–September 2025, volume angkutan barang mencapai 253.420 ton, naik 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar 216.849 ton.

    Komoditas utama yang menopang pertumbuhan tersebut meliputi Bahan Bakar Minyak (BBM) sebanyak 213.719 ton, Barang Hantaran Paket (BHP) sebesar 12.266 ton, serta 27.434 ton komoditas lainnya.

    “Peningkatan angkutan barang di Yogyakarta menggambarkan tumbuhnya kepercayaan industri terhadap moda KA sebagai solusi logistik yang efisien, aman, dan berkelanjutan. Hal ini selaras dengan arah strategis KAI dalam memperkuat peran kereta api sebagai rantai pasok logistik nasional,” jelas Anne.

    Anne menegaskan, KAI terus membangun kolaborasi dengan pelaku industri, pemerintah daerah, dan mitra strategis untuk mengembangkan layanan logistik berbasis data dan digital tracking system, serta memperluas jaringan layanan hingga kawasan industri dan pelabuhan.

    Balai Yasa Yogyakarta: Menjaga Keandalan dan Inovasi Sarana

    Masih di wilayah Daop 6 Yogyakarta, terdapat Balai Yasa Yogyakarta, salah satu fasilitas perawatan terbesar di Jawa. Sejak berdiri pada 1914, Balai Yasa Yogyakarta berperan menjaga performa lokomotif, KRD, dan KRL yang menopang keandalan operasional kereta api nasional.

    Dengan luas 12,88 hektar, Balai Yasa Yogyakarta melaksanakan perawatan tahunan, dua tahunan, dan tiga tahunan. Fasilitas ini juga telah tersertifikasi ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu, SNI ISO 14001:2015 Sistem Manajemen Lingkungan, dan SNI ISO 45001:2018 Sistem Manajemen K3.

    “Balai Yasa Yogyakarta merupakan salah satu jantung teknis KAI. Di sinilah standar keandalan dan keselamatan dijaga melalui kerja para teknisi, engineer, dan mekanik yang terus berinovasi menjaga kualitas sarana,” terang Anne.

    Pada Juli 2025, Balai Yasa Yogyakarta meluncurkan Lokomotif CC 201 8916 hasil pengembangan internal dengan sistem digitalisasi baru, mencakup TFT Display, akses data logger daring, dan fault diagnostic system untuk meningkatkan efisiensi serta presisi pemeliharaan.

    Balai Yasa ini juga telah meraih sejumlah penghargaan nasional, seperti Juara Umum Innovator Internal Award (IIA) dan entitas pengiriman IIA terbanyak, yang menegaskan kapasitas Balai Yasa Yogyakarta dalam menghadirkan inovasi berkelanjutan.

    Melalui kegiatan Ngalcer, KAI memperkuat komitmen terhadap budaya kerja sebagai fondasi utama dalam setiap pencapaian perusahaan. Budaya yang hidup di seluruh lini organisasi menjadi energi yang menumbuhkan inovasi, memperkuat sinergi, dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi pelanggan.

    “Budaya perusahaan menjadi penuntun bagi setiap Insan KAI dalam bekerja dan berinteraksi. Ketika nilai-nilai kerja dijalankan secara konsisten, hasilnya akan tercermin dalam kinerja dan kualitas layanan yang semakin baik,” tutup Anne.

  • Kolaborasi KAI Daop 8 Surabaya dan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Surabaya Optimalkan Operasional dan Layanan Penumpang di Sasiun Bojonegoro

    Kolaborasi KAI Daop 8 Surabaya dan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Surabaya Optimalkan Operasional dan Layanan Penumpang di Sasiun Bojonegoro

    Dalam upaya menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya menggelar kegiatan pengecekan lintas di Stasiun Bojonegoro, Rabu (22/10/2025).

    Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi strategis antara operator dan regulator perkeretaapian untuk menjamin kualitas pelayanan serta keandalan sarana maupun prasarana kereta api di wilayah Jawa Timur, khususnya di lintas Surabaya Pasar Turi – Bojonegoro – Tobo yang menjadi salah satu jalur utama perjalanan kereta api di wilayah Utara.

    Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen bersama untuk terus memberikan layanan terbaik dan menjamin keselamatan,keamanan, maupun kenyamanan penumpang pengguna jasa kereta api khususnya di Stasiun Bojonegoro.

    “Kami KAI Daop 8 Surabaya bersama BTP Kelas I Surabaya memastikan seluruh operasional, fasilitas, dan prasarana di Stasiun Bojonegoro dalam kondisi siap operasi. Kegiatan pengecekan lintas ini juga menjadi bentuk preventif agar perjalanan KA tetap aman dan nyaman bagi masyarakat,” pungkas Luqman Arif.

    Kegiatan pengecekan lintas pada kesempatan ini dipimpin langsung oleh Executive Vice President KAI Daop 8 Surabaya, Wisnu Pramudyo dan Kepala Balai Teknik Perekeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya Denny Michels Adlan, serta diikuti Jajaran Management KAI Daop 8 Surabaya dan BTP Kelas I Surabaya.

    Pada pengecekannya dari sisi pelayanan kepada pelanggan, khususnya di Stasiun Bojonegoro dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi stasiun meliputi kondisi bangunan, aset, emplasemen, serta fasilitas penumpang stasiun seperti loket, ruang tunggu, peron, toilet, musholla, dan juga area boarding penumpang. Terkait kesiapan SDM, Jajaran Manajemen Daop 8 Surabaya juga memastikan kemampuan para petugas dalam menjalankan tugas telah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) baik dari sisi teknis maupun non teknis.

    Tidak hanya itu, pada pengecekan lintas ini juga dilakukan pengamatan maupun pemerikasaan terhadap kondisi prasarana jalan rel, jembatan, wesel, perlintasan, dan ROW dari Stasiun Surabaya Pasar Turi s.d Stasiun Tobo yang merupakan wilayah Operasi KAI Daop 8 Surabaya.

    Selain pengecekan lapangan, kegiatan juga dilanjutkan dengan rapat evaluasi bersama untuk membahas masukan – masukan selama berlangsungnya pemeriksaan, serta langkah tindak lanjut yang diperlukan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar peningkatan kualitas layanan dan operasional secara berkelanjutan di wilayah Daop 8 Surabaya.

    Berdasarkan hasil pengecekan, kondisi lintas dan fasilitas operasional di Stasiun Bojonegoro dipastikan dalam kondisi aman dan siap operasi, baik untuk kereta jarak jauh maupun commuter line, dengan tingkat keandalan tinggi dalam mendukung kelancaran perjalanan penumpang.

    “Pengecekan lintas bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan wujud nyata komitmen dalam menjaga safety, reliability, dan service excellence. Kami ingin pelanggan merasa aman, nyaman, dan percaya bahwa setiap perjalanan dengan kereta api berada di tangan yang profesional,” ungkap Luqman.

    Melalui kegiatan ini, KAI Daop 8 Surabaya dan BTP Kelas I Surabaya menegaskan konsistensinya dalam menghadirkan layanan transportasi publik perkeretaapian yang andal, aman, dan berkelanjutan. Dengan kesiapan infrastruktur yang terus dijaga, KAI Daop 8 Surabaya berharap kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel semakin meningkat, serta menjadikan kereta api sebagai pilihan utama perjalanan yang efisien dan ramah lingkungan.

  • Pelindo Solusi Logistik Gaungkan Semangat Transformasi & Efisiensi Bidang Transportasi dan Distribusi di Indonesia Economic Outlook 2026

    Pelindo Solusi Logistik Gaungkan Semangat Transformasi & Efisiensi Bidang Transportasi dan Distribusi di Indonesia Economic Outlook 2026

    Jakarta, 22 Oktober 2025 – PT Pelindo Solusi Logistik (“SPSL”), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang mengelola layanan terintegrasi di Kawasan pelabuhan dan hinterland development, berpartisipasi dalam The 4th Seminar on Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 yang diselenggarakan oleh Supply Chain Indonesia (SCI) di Hotel JS Luwansa, Jakarta (7/10).

    Kegiatan tahunan yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi forum strategis untuk memaparkan perkembangan ekonomi lintas sektor serta proyeksi ekonomi nasional tahun mendatang. Tahun ini, IEO menghadirkan lebih dari 150 peserta dari berbagai kalangan industri, akademisi, hingga lembaga pemerintah.

    Berdasarkan data Supply Chain Indonesia (SCI), sektor transportasi dan pergudangan diproyeksikan akan memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia sebesar Rp1.500,28 triliun hingga akhir tahun 2025, dan meningkat menjadi Rp1.703,21 triliun pada 2026, tumbuh masing-masing sebesar 9,03 persen dan 9,31 persen (c-to-c).

    Transformasi Logistik Nasional Berbasis Efisiensi dan Digitalisasi

    Dalam forum tersebut, Direktur Utama SPSL Joko Noerhudha hadir sebagai narasumber dengan topik “Peran Logistik Pelabuhan dalam Mendorong Peningkatan Efisiensi Logistik Nasional.” Dalam paparannya, Ia menyoroti berbagai tantangan global yang memengaruhi rantai pasok internasional, mulai dari krisis di Laut Merah, meningkatnya tensi geopolitik, hingga kemacetan di sejumlah pelabuhan dunia.

    Dalam menanggapi tantangan global dan menciptakan efisiensi rantai pasok, Direktur Utama SPSL mengatakan bahwa Pelabuhan harus melakukan evolusi terutama pada system Pelabuhan menjadi intermodal transport yang berorientasi pada Supply-Chain Integrated Port. Mengingat Pelabuhan memegang peranan penting dalam rantai pasok terutama di Indonesia yang 90% export-importnya melalui laut. Sehingga, efisiensi logistic nasional dapat terlaksana.

    “Transformasi bidang transportasi dan distribusi nasional harus berorientasi pada efisiensi dan integrasi. SPSL berperan memperkuat konektivitas pelabuhan dengan kawasan industri dan hinterland melalui digitalisasi dan standarisasi layanan. Tujuannya adalah menghadirkan sistem transportasi dan distribusi yang andal, efisien, dan berdaya saing global,” ungkapnya.

    Oleh karena hal tersebut, sebagai bagian dari Pelindo Group, SPSL memegang peran strategis dalam mendorong efisiensi proses transportasi dan distribusi nasional melalui Inisiatif integrasi antara Pelabuhan dengan Kawasan Industri dalam rangka menciptakan ekosistem terintegrasi yang kemudian berdampak pada efisiensi biaya logistik. Selain hal tersebut, SPSL juga mengadopsi penerapan teknologi untuk mendukung orkestrasi layanan logistik.

    Langkah-langkah tersebut memperkuat transparansi dan efektivitas rantai pasok nasional, sekaligus menjadi bagian dari komitmen SPSL dalam menghadirkan solusi transportasi dan distribusi terintegrasi dan berkelanjutan dalam mendorong peningkatan efisiensi logistik nasional.

    Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ketahanan Ekonomi Nasional

    Turut hadir dalam seminar hari pertama antara lain CEO Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi, Transport Specialist World Bank Hafida Fahmiasari, Direktur The National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi, Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, Perencana Ahli Utama Kementerian PPN/Bappenas Taufik Hanafi, Komite Regulasi Teknis GAPMMI Yunawati Gandasasmita, serta Sales & Marketing Division Head JBA Indonesia Johan Wijaya.

    CEO Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi menjelaskan bahwa forum tahunan ini bertujuan memberikan tinjauan menyeluruh terhadap kondisi ekonomi nasional, sekaligus mengulas tantangan dan peluang di tengah dinamika global.

    “Event ini merupakan acara tahunan, tentang review ekonomi selama setahun terakhir dan melihat proyeksi di tahun selanjutnya. Perbedaannya saat ini diwarnai konflik geo politik yang pasti mempengaruhi perekonomian. Termasuk sektor logistik, dalam hal ini arus barang global. Makanya, di hari pertama kita mengundang pembicara untuk menyampaikan berbagai hal yang terkait perkembangan secara makro,” ujarnya.

    Menutup sesinya, Joko Noerhudha menegaskan pentingnya kolaborasi antara pelabuhan, pelaku transportasi dan distribusi, dan industri untuk membangun ekosistem rantai pasok yang terkoneksi dan adaptif terhadap tantangan global.

    “Melalui sinergi antar sektor, Indonesia dapat memperkuat ketahanan transportasi dan distribusi nasional dan berkontribusi dalam menciptakan rantai pasok regional yang tangguh dan berkelanjutan,” tutup Joko Noerhudha.

    – selesai –

  • Smart Port, Green Growth & Smart Solution Kunci IPCC Melesat Q3 2025

    Smart Port, Green Growth & Smart Solution Kunci IPCC Melesat Q3 2025

    Jakarta, Oktober 2025 – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX:IPCC) sebagai salah satu entitas bisnis Pelindo Group yang berfokus pada pengelolaan terminal kendaraan berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang tumbuh positif dan solid dalam Laporan Keuangan Triwulan III Tahun 2025, yang telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX) pada hari ini. Hingga kuartal ketiga tahun 2025, IPCC kembali membukukan laba bersih sebesar Rp.190,30 miliar, tumbuh Rp.42,28 miliar atau meningkat 28,42% secara year-on-year (yoy) hingga September 2025. Pencapaian tersebut selaras dengan roadmap perseroan tahun 2025 yang berfokus pada integrasi layanan dan peningkatan konektivitas, sekaligus mencerminkan komitmen IPCC dalam menjalankan bisnis yang tumbuh dan berkelanjutan.

    Dari sisi pendapatan, IPCC mencatatkan kenaikan signifikan pada triwulan ketiga tahun ini, yaitu tumbuh 12,67% secara tahunan (yoy) menjadi Rp660,24 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp585,98 miliar. Pertumbuhan tersebut, utamanya didorong oleh peningkatan pendapatan pada segmen CBU yang naik 19,67%, dengan kontribusi pasar internasional mencapai 10,17% dan domestik sebesar 9,50%. Secara keseluruhan, pendapatan berdasarkan layanan terdiri atas 78% dari segmen internasional dan 22% dari segmen domestik, dengan komposisi pendapatan per jenis kargo yakni 77% CBU, 11% Alat Berat, 9% Truck/Bus, 2% General Cargo/Spareparts, dan 1% kargo lainnya. Khusus pada segmen kargo CBU, IPCC berhasil mencatatkan kinerja positif berkat transformasi dan optimalisasi bidang operasional melalui implementasi sistem PTOS-C di Terminal Internasional dan Domestik IPCC Branch Jakarta yang telah diimplementasikan penuh pada tahun 2025, digitalisasi proses keuangan, serta implementasi inovasi bisnis komersial yang secara keseluruhan mampu mendorong peningkatan pendapatan. Berbagai strategi bisnis yang telah dijalankan juga menunjukkan hasil yang membanggakan salah satunya melalui penghargaan inovasi bisnis dari IDX Channel, melalui pengembangan layanan VDC (Vehicle Distribution Centre), Port Stock, serta VPC (Vehicle Processing Centre).

    Wing Megantoro, Direktur Keuangan IPCC, mengatakan “Berdasarkan neraca keuangan, kinerja IPCC menunjukkan kondisi yang sehat dan memiliki fundamental yang solid serta tidak memiliki pinjaman (debt free company). Hal ini terlihat dari peningkatan aset sekitar 4,21% dari Rp.1,85 Triliun pada akhir tahun2024 menjadi Rp.1,93 Triliun pada Kuartal III 2025 yang didukung kenaikan aset lancar perusahaan sebesar 15,8% dari Rp.901,44 Miliar pada akhir Desember 2024 menjadi Rp.1,04 Triliun pada akhir September tahun 2025 yang sejalan dengan pertumbuhan pendapatan”. Kinerja keuangan perseroan utamanya pendapatan dari sektor lainpun juga tidak kalah produktifnya turut memberikan kontribusi maksimal untuk perseroan. Faktor lain yang dilakukan perseroan adalah melakukan efisiensi penggunaan anggaran dengan berfokus pada aspek yang berkaitan langsung pada kinerja operasional, peningkatan pendapatan serta berbasis pada kepuasan pelanggan.

    Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi menyampaikan, ”Kami optimis untuk dapat melampaui 2025 dengan harapan tumbuh di atas 20%, hal ini tentunya didukung dengan upaya mempertahankan fundamental perseroan yang telah berjalan baik sesuai dengan tata kelola. Upaya-upaya penerapan strategi dan inovasi bisnis perseroan dalam bentuk optimalisasi dan digitalisasi pelayanan, perluasan market pada layanan operasi dengan carmaker, serta efektifitas pola kerja dengan mengutamakan peningkatan pelayanan yang terintegrasi dalam ekosistem kendaraan guna meningkatkan value bagi pelanggan”.

    Dengan bertambahnya wilayah kerja IPCC di Banjarmasin sejak Oktober 2024, Terminal Satelit Banjarmasin berhasil menorehkan capaian yang terus bertumbuh, hingga Kuartal III 2025 mencatatkan 327 kunjungan kapal, total capaian kargo konsolidasi (CBU, Truk, Alat Berat, Motor dan General Cago) 71.545 unit. “IPCC berkomitmen untuk memberikan layanan yang menyeluruh serta terintegrasi dan membangun konektivitas antar terminal atau pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo sebagai bagian dari upaya menurunkan biaya logistik dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia” tutur Bagus Dwipoyono, Direktur Operasi dan Teknik.

    Menurut Sugeng, dalam menghadapi berbagai tantangan utamanya pada Kuartal IV 2025, IPCC selalu mengedepankan pelayanan yang optimal, terus berfokus pada pengembangan strategi bisnis berkelanjutan dan inovasi model bisnis untuk menghadirkan smart solutions bagi stakeholders. Perseroan juga tengah berupaya untuk ekspansi bisnis guna menciptakan konektivitas antar terminal, sekaligus menekan biaya logistik melalui proses yang lebih efisien dan terintegrasi. Memasuki tiga bulan terakhir tahun 2025, dengan semakin meningkatnya kargo dari berbagai merek kendaraan listrik (EV) serta pembangunan basis industri dan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, diharapkan sektor ini dapat menyumbangkan lebih dari 70.000 unit kendaraan. Kondisi tersebut diyakini akan memberikan peluang bertumbuh yang lebih besar bagi IPCC. Melalui smart port, green growth dan smart solutions IPCC optimis semakin mempertegas kontribusi pada ekosistem kendaraan dan mencatatkan kinerja yang cemerlang di tahun 2025, tutup Sugeng.

    IPCC merupakan anak perusahaan PT Pelindo Multi Terminal yang segmen bisnisnya menyediakan layanan terminal kendaraan yang beroperasi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dan sejumlah pelabuhan / Terminal RoRo lainnya di Indonesia.

  • Jam Session: Dua Hari Musik, Tawa, dan Cerita di Grand Galaxy Park Bekasi

    Jam Session: Dua Hari Musik, Tawa, dan Cerita di Grand Galaxy Park Bekasi

    Bekasi, 23 Oktober 2025 – Akhir pekan di Grand Galaxy Park tidak pernah biasa-biasa aja. Tapi kali ini, suasananya bakal terasa lebih hidup dari biasanya. Lewat acara Jam Session: “Non-Blok PARTIJ” di Festival District, GGP berubah jadi ruang hangat penuh musik, tawa, dan interaksi. Tempat di mana siapa pun bisa datang, santai, dan menikmati irama yang nyentuh hati.

    Didukung oleh Kedubes Bekasi dan berlangsung selama dua hari, 25–26 Oktober 2025, acara ini jadi wadah untuk merayakan hubungan, kolaborasi, dan ekspresi dalam bentuk paling sederhana: lewat musik dan kebersamaan.

    Bukan Cuma Musik: Ada Visual Exhibition dan Kuis Diplomatik!

    Sebelum tenggelam dalam alunan musik, pengunjung juga bisa menikmati Visual Exhibition “10 Tahun Kedubes”, sebagai perayaan hari ulang tahun Kedubes Bekasi. Ini merupakan sebuah pameran arsip diplomatik yang dikemas secara visual dan ringan. Lewat rangkaian foto dan arsip menarik, kita diajak melihat bagaimana hubungan antarnegara terbentuk lewat momen kecil, pertemuan, dan cerita di balik layar diplomasi.

    Selain itu, ada juga Kuiz Bilateral Perwakilan Diplomatik, kuis seru yang mengajak pengunjung untuk ikut terlibat dan mengasah wawasan soal hubungan dua pihak, dengan cara yang fun dan ringan. Karena, seperti halnya hubungan antarnegara, hubungan antar manusia juga butuh komunikasi dan saling pengertian, bukan? 

    Hari Pertama — Sabtu, 25 Oktober 2025: Abah Pican x Club Karee

    Hari pertama bakal dibuka oleh Abah Pican, seorang komika, komedian, podcaster, dan konten kreator yang identik dengan gaya bicaranya yang lucu. Kali ini, Abah tampil bareng Club Karee, komunitas karaoke yang selalu sukses bawa suasana nyanyi bareng teman ke level yang lebih seru. Mereka bukan cuma tampil, tapi juga ngajak kamu ikut dalam keseruannya. Bayangin suasana mall yang berubah jadi panggung besar tempat semua orang bebas mengekspresikan diri lewat nyanyian — dari lagu nostalgia sampai hits masa kini. 

    Hari Kedua — Minggu, 26 Oktober 2025: Endikup Show x Konco Kongkow feat. Danilla Riyadi & Nehrurindra

    Hari kedua gak kalah spesial. Endikup Show bareng Konco Kongkow bakal hadir dengan konsep santai tapi penuh energi positif. Nah, yang bikin acara ini makin istimewa, ada penampilan dari Danilla Riyadi, penyanyi yang selalu punya cara unik buat bikin pendengarnya tenggelam dalam suasana. Dengan suaranya yang lembut dan lirik yang jujur, Danilla bakal bawa kamu ke momen reflektif tapi tetap hangat.

    Menemani Danilla, ada Nehrurindra, musisi dengan karakter musik yang kuat dan nuansa eksperimental yang khas. Kolaborasi mereka menjanjikan sesuatu yang segar. Sebuah perpaduan antara kehangatan akustik dan energi panggung yang autentik. Ini bukan cuma konser, tapi pengalaman musik yang dekat dan personal.

    Musik, Interaksi, dan Momen yang Tidak Tergantikan

    Grand Galaxy Park selalu jadi tempat di mana keluarga, teman, dan komunitas bisa berkumpul untuk berbagi momen seru. Lewat Jam Session, kami ingin menghadirkan pengalaman yang bukan cuma ditonton, tapi juga dirasakan.

    Setiap nada, tawa, dan percakapan di acara ini jadi pengingat sederhana bahwa musik selalu punya cara untuk menyatukan. Entah kamu datang buat nyanyi bareng, ikut kuis, lihat pameran, atau sekadar nongkrong sambil menikmati suasana, semuanya bisa kamu temukan di satu tempat.

    Jadi, catet tanggalnya: 25–26 Oktober 2025, hanya di Festival District Grand Galaxy Park Bekasi. Bawa teman, keluarga, atau datang sendiri, karena siapa tahu, di tengah musik dan tawa, kamu bisa pulang dengan cerita baru yang gak kalah hangat dari lagunya.

  • Memperkuat Hubungan Budaya India–Indonesia Melalui Kolaborasi Media: CEO India News Desk isi kuliah tamu di Universitas Airlangga

    Memperkuat Hubungan Budaya India–Indonesia Melalui Kolaborasi Media: CEO India News Desk isi kuliah tamu di Universitas Airlangga

    Jakarta, 22 Oktober 2025 —  CEO India News Desk dan Asian Economic Review, Sachin Gopalan, menjadi pembicara utama dalam kuliah tamu bertajuk “Peran Media dalam Hubungan Diplomasi Budaya Indonesia dan India” yang diselenggarakan oleh Departemen Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Jumat (17/10) lalu.

    Acara tersebut mempertemukan para dosen, mahasiswa, dan praktisi media untuk membahas bagaimana jurnalisme, digital storytelling, dan kolaborasi kreatif dapat mempererat hubungan antar masyarakat kedua negara.

    Kegiatan yang berlangsung secara daring ini dihadiri oleh jajaran dosen FIB UNAIR, termasuk Dr. Dewi Meirachawati, S.S., M.Hum., selaku Wakil Dekan III; Dr. Joni Alvian Kusairi, S.S., M.H., selaku Kepala Departemen Ilmu Sejarah; serta Edi Budi Santoso, S.S., M.A., dosen sekaligus moderator kuliah tamu. Acara juga diikuti mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia, seperti Universitas Sanata Dharma dan UPN Yogyakarta.

    Media sebagai Suara Hubungan Budaya

    Dalam sambutannya, Dr. Dewi Meirachawati, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya UNAIR, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dengan India News Desk. Ia menilai kegiatan ini penting untuk memperkuat pemahaman lintas budaya antara dua negara yang memiliki kedekatan historis.

    “Indonesia dan India memiliki kekayaan budaya dan nilai yang sama. Media berperan penting menjaga dan memperkuat hubungan itu di era modern,” ujarnya.

    Dalam paparannya, Sachin menjelaskan bahwa diplomasi tidak hanya menjadi domain pemerintah atau diplomat, tetapi juga dapat dilakukan oleh masyarakat melalui media dan pendidikan.

    “Diplomasi bukan hanya soal pertemuan resmi, tetapi bagaimana masyarakat berkomunikasi melalui budaya, pengetahuan, dan media,” katanya.

    Sachin menilai baik India maupun Indonesia memiliki kekuatan soft power besar, mulai dari yoga, Ayurveda, dan sinema India hingga batik, gamelan, dan wayang dari Indonesia, yang dapat diperkuat melalui kolaborasi media dan pertukaran cerita budaya.

    Membangun Diplomasi Digital yang Kolaboratif

    Sachin mengajak generasi muda untuk berperan aktif dalam diplomasi digital melalui media sosial, podcast, dan jurnalisme lintas negara.

    “Diplomasi digital membuka peluang besar bagi kita untuk memperkuat pemahaman lintas budaya,” ujarnya. “Teknologi seperti kecerdasan buatan dan realitas virtual dapat membantu melestarikan dan menampilkan warisan budaya kepada dunia.”

    Ia juga menyoroti peluang kerjasama baru antara India dan Indonesia di bidang pariwisata, industri kreatif, dan wellness. Menurutnya, kesamaan filosofi antara Ayurveda dari India dan Jamu dari Indonesia dapat menjadi dasar inisiatif bersama di bidang kesehatan dan gaya hidup.

    Membangun Jurnalisme yang Kredibel

    Menanggapi tantangan era digital, Sachin menekankan pentingnya menjaga kredibilitas dan tanggung jawab media di tengah maraknya disinformasi.

    “Cerita yang autentik membangun kepercayaan. Tugas jurnalis masa kini bukan hanya melaporkan fakta, tetapi juga menghubungkan budaya,” tegasnya.

    Sachin juga memperkenalkan program unggulan India News Desk bernama Voices of Tomorrow, yang mempertemukan jurnalis senior dari India dan Indonesia untuk membimbing jurnalis muda dalam praktik peliputan lintas budaya yang akurat dan berimbang.

    Menuju Masa Depan Bersama

    Kuliah tamu yang berlangsung selama 90 menit ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif dan ajakan untuk memperkuat kolaborasi media dan akademik antara India dan Indonesia.

    “Budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi cahaya yang menuntun langkah kita menuju masa depan bersama,” tutup Sachin.

    Melalui kegiatan seperti ini, India News Desk menegaskan komitmennya untuk memperkuat hubungan India–Asia Tenggara, mendorong kolaborasi dalam bidang media, pendidikan, dan industri kreatif, serta memperkuat semangat persahabatan dan saling pengertian antara India dan Indonesia.

  • Dukung Pelaku Usaha Lokal Memiliki Bisnis Juara, Bank Raya Kembali Hadirkan  Inspiraya bersama Ratusan Pelaku Usaha

    Dukung Pelaku Usaha Lokal Memiliki Bisnis Juara, Bank Raya Kembali Hadirkan Inspiraya bersama Ratusan Pelaku Usaha

    Jakarta, 22 Oktober 2025 – Sebagai bank digital bagian dari BRI Group, PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) terus memperkuat dukungan untuk komunitas untuk mendorong percepatan inklusi keuangan digital di Indonesia melalui kemudahan bank digital. Sejalan dengan semangat ini, Bank Raya menggelar acara Inspiraya bekerjasama dengan Komunitas Pelaku Usaha Kompas Gramedia, dan mengajak ratusan pelaku usaha lokal untuk membantu mereka mengakselerasi bisnis melalui pengelolaan keuangan yang tepat dengan memanfaatkan teknologi. Inspiraya ini mengangkat tema “Dari Tabungan Digital Menuju Bisnis Juara: Menyiapkan UMKM Tangguh di Era Keuangan Digital”,  yang menekankan mengenai bagaimana pelaku usaha dapat memanfaatkan pencatatan keuangan digital agar alokasi biaya bisnis tidak tercampur dengan keuangan pribadi, sehingga dapat menunjang pengembangan bisnis lebih optimal. Di kesempatan ini, Bank Raya juga memperkenalkan Saku Bisnis sebagai salah satu fitur andalan di Aplikasi Raya.

    Ajeng Putri Hapsari selaku Corporate Secretary Bank Raya menjelaskan “Program Inspiraya ini adalah program literasi keuangan yang digagas oleh Bank Raya, sebagai wujud komitmen kami dalam mendorong perluasan literasi keuangan di masyarakat melalui konten-konten yang inspiratif.  Ini merupakan Inspiraya ketiga yang diselenggarakan secara offline dan kami senang mendapatkan antusiasme yang cukup tinggi dari para peserta. Kedepannya kami akan terus mengembangkan program Inspiraya secara lebih kreatif dan menjangkau lebih banyak masyarakat.”

    Inspiraya ini rutin diselenggarakan secara live di channel Instagram Bank Raya dengan mengundang financial expert untuk berbagi insight mengenai pengelolaan keuangan praktis. Hingga saat ini Inspiraya telah hadir sebanyak lebih dari 100 episode.

    Hadir sebagai  pembicara dalam acara ini yaitu M. Farhad selaku Kepala Departemen Digital & Product Bank Raya dan Yoshephine P. Tyas, S. Kom., MM., RFA, CFP selaku Financial Planning Expert & Financial Planner & Wealth Advisor at PINA.  Dalam acara ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pembukuan arus kas sederhana untuk keuangan bisnis, bagaimana mengoptimalkan modal usaha agar dapat mendukung ekspansi bisnis, dan bagaimana mengukur kesehatan usaha. Disamping itu, peserta juga dapat mempelajari bagaimana memanfaatkan Saku Bisnis untuk membantu mendukung kemajuan dan akselerasi bisnis mereka dengan lebih baik. 

    Yosephine P Tyas  menjelaskan “Tantangan para pelaku usaha adalah bagaimana mendobrak kebiasaan untuk mengatur arus kas dengan cara baru, misalnya pemanfaatan teknologi. Hal ini perlu dipahami karena sesungguhnya teknologi justru membuat pencatatan lebih sistematis dan akurat. Transformasi ini sangat perlu diadaptasi oleh pelaku usaha lokal agar mereka dapat mengakselerasi bisnisnya dengan lebih cepat.”

    Sejalan dengan penjelasan Yosephine, Farhad menambahkan bahwa dengan Saku Bisnis di Aplikasi Raya, pelaku usaha dapat melihat keuntungan yang diperoleh, membagi pos-pos keuangan usaha ke dalam beberapa saku, hingga memisahkan cash flow antara dana usaha dengan dana pribadi. Tidak hanya itu, pelaku usaha juga dapat melakukan pembuatan QRIS hingga 3x dalam satu akun, fitur kasir yang dapat digunakan hingga lima kasir di setiap toko, dan fitur mass transfer yang membuat pelaku usaha dapat melakukan pembayaran ke banyak rekening. 

    Per Agustus 2025, Saku Bisnis Bank Raya telah dimanfaatkan oleh lebih dari 10 ribu pelaku usaha di berbagai kota termasuk di Cluster Unggulan Bank Raya seluruh Indonesia. Sementara, pertumbuhan frekuensi jumlah transaksi di QRIS Bisnis menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik yaitu sebesar 300% (yoy) atau mencapai 3,3 juta transaksi. Sedangkan total volume transaksi QRIS Bisnis tumbuh 94% (yoy) atau tercatat Rp13,8 miliar.

    Sebagai bank digital, Bank Raya memiliki Aplikasi Raya dengan beragam fitur untuk membantu nasabah bertransaksi perbankan, seperti berbagai fitur di Saku Raya yang membantu nasabah mengelola keuangan personal dengan Saku Bujet, Saku Pintar, Saku Jaga. Bank Raya juga memungkinkan masyarakat untuk menabung kolektif dengan ratusan anggota dan membantu komunitas mengelola keuangan secara  transparan dengan Saku Bareng, Saku Bisnis dan QRIS Bisnis yang membantu pelaku usaha/UMKM untuk mengelola keuangan praktis untuk mendorong produktivitas usahanya.  

    “Kami berkomitmen untuk terus mengambil peran dalam percepatan inklusi keuangan dengan melakukan edukasi kepada masyarakat melalui serangkaian literasi keuangan baik melalui sosial media maupun melalui pendampingan langsung dengan community branch Bank Raya yang tersebar di 23 kota di seluruh Indonesia.”  Tutup Ajeng.