Penulis: Admin

  • Central Insight: Digital Marketing & Influencer Dorong Pertumbuhan Klinik Kecantikan

    Central Insight: Digital Marketing & Influencer Dorong Pertumbuhan Klinik Kecantikan

    Angka pertumbuhan industri klinik kecantikan yang naik sebesar 20% tiap tahunnya, dipengaruhi oleh konsumen yang mencari perawatan lebih canggih, juga platform digital dalam pembentukan loyalitas terhadap merek.

    JAKARTA, Indonesia — 25 September 2025 — Central Insight, firma riset yang berfokus di Indonesia, merilis white paper terbaru berjudul The Indonesian Beauty Clinic Market: Potential of Digital Marketing to Enhance the Growth and Development of Beauty Clinics. Laporan ini menyajikan analisis dan data mengenai perubahan perilaku konsumen, ekspansi pasar regional, serta strategi pemasaran digital di tahun 2024 dan bagaimana tren ini memengaruhi 2025.

    Dengan makin bertambahnya jumlah pengguna smartphone yang sudah menembus angka 191 juta (atau 73,3% jumlah populasi), tak heran jika masyarakat kita banyak yang mencari informasi kecantikan lewat media sosial. Banyaknya kolaborasi dengan influencer di berbagai platform juga mengubah wajah industri kecantikan Indonesia.

    Hingga November 2024, jumlah klinik kecantikan di Indonesia telah mencapai 4.438 unit, dan diperkirakan akan menembus 5.000 klinik pada akhir tahun. Angka ini tumbuh 20% dibandingkan tahun sebelumnya. Pulau Jawa masih menjadi pusat pertumbuhan terbesar, meskipun kota-kota besar lain seperti Medan, Makassar, dan Denpasar juga mencatat perkembangan yang signifikan.

    “Lonjakan klinik kecantikan di Indonesia bukan sekadar tren, melainkan cerminan perubahan gaya hidup dan demografi yang lebih mendalam,” ujar Rahayu Widayanti, Director & Partner Central Insight. “Pemasaran digital dan strategi influencer kini menjadi elemen krusial dalam pertumbuhan dan pembentukan kepercayaan merek.”

    Beberapa temuan utama dalam laporan ini termasuk:

    1. Tingginya Permintaan Digital: Lebih dari 50% masyarakat Indonesia aktif di platform seperti Instagram, TikTok, dan Facebook, menjadikan medium-medium ini sebagai pendorong utama dari brand awareness juga interaksi konsumen dengan klinik kecantikan.

    2. Preferensi Generasi: Generasi Z cenderung memilih perawatan untuk permasalahan jerawat, sementara Generasi X dan Y lebih menyukai facial demi mendapatkan kulit glowing. Perbedaan ini menegaskan perlunya strategi pemasaran yang lebih tersegmentasi.

    3. Kisah Sukses: Klinik seperti Mikaderma dan ZAP berhasil meningkatkan visibilitas dan jumlah klien secara signifikan melalui kampanye TikTok dan Instagram (engagement meningkat hingga 61% dan datangnya ribuan klien baru tiap bulan).

    4. Hierarki Influencer: Laporan ini mengklasifikasikan influencer dalam lima tingkat (dari nano hingga mega) dan merekomendasikan kombinasi strategis untuk memaksimalkan ROI dan ketepatan kampanye.

    5. Peluang Ekspansi: Provinsi di luar Jawa seperti Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan muncul sebagai pasar dengan potensi pertumbuhan tinggi berkat daya beli urban yang meningkat.

    Laporan ini menegaskan bahwa strategi berbasis digital akan menentukan pemenang dalam kompetisi industri kecantikan Indonesia. Pendekatan tersebut mencakup kredibilitas influencer lokal, iklan berbayar di media sosial, serta konten yang dipersonalisasi.

    Unduh laporan selengkapnya di: https://centralinsight.com/indonesian-beauty-clinic-market-potential-digital-marketing-for-growth/.

  • Alzheimer Indonesia Luncurkan Kampanye Bulan Alzheimer Sedunia, Ajak Semua Orang untuk #KenaliDemensia #KenaliAlzheimer

    Alzheimer Indonesia Luncurkan Kampanye Bulan Alzheimer Sedunia, Ajak Semua Orang untuk #KenaliDemensia #KenaliAlzheimer

    Alzheimer Indonesia dan Alzheimer’s Disease International meluncurkan kampanye kesadaran global selama Bulan Alzheimer Sedunia untuk menjangkau 80% masyarakat umum dan 65% tenaga kesehatan untuk menjelaskan bahwa Demensia Alzheimer bukan bagian normal dari penuaan. Rehabilitasi merupakan komponen utama dari perawatan demensia: World’s Alz Report 2025.

    Demensia: Setelah
    Diagnosa, Lalu Apa?

    Jakarta, 17 September 2025 – Alzheimer Indonesia (ALZI) melaksanakan lebih dari 70 kegiatan di berbagai kota di Indonesia dan
    luar negeri sejak awal bulan September 2025. Dalam acara diskusi dalam rangka
    Bulan Alzheimer Sedunia: Demensia – Setelah Diagnosa Lalu Apa? ALZI mengundang
    Orang Dengan Demensia (ODD) William Buntoro, Rektor Unika Atma Jaya dan
    Neurologist Prof. Dr. dr. Yuda Turana Sp.N, Regional Director Asia Pacific
    Alzheimer’s Disease International DY Suharya, Direktur Eksekutif ALZI Asmara
    Pusparani, dan Terapis Musik Profesional Prof. Monique van-Bruggen dan Tassya
    Tanzil untuk membahas apa yang dapat dilakukan keluarga dan ODD pasca diagnosa.
    Acara diskusi yang diadakan pada Rabu, 17 September 2025 ini juga turut
    mengundang  ODD dan caregivers lainnya, terapis musik dari Belanda dan Indonesia, rekan-rekan
    media, serta semua mitra ALZI seperti Kementerian Kesehatan RI, BCA, Prodia,
    L’Oreal, Rukun Senior Living, Danone, Hokben serta Universitas Katolik Atma
    Jaya yang senantiasa memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya acara pada
    hari ini. Kegiatan ini penting mengingat populasi Orang Dengan Demensia di
    Indonesia diproyeksikan dapat mencapai 4 juta orang pada tahun 2050.

    Di saat yang sama, Alzheimer’s Disease
    Internasional, sebuah federasi lebih dari 100 asosiasi Alzheimer di dunia
    dengan ALZI sebagai perwakilan dari Indonesia, meluncurkan World’s Alzheimer Report
    2025 mengenai pentingnya program rehabilitasi kognitif yang berperan besar
    dalam perawatan pendampingan ODD. Program rehabilitasi membantu siapapun untuk
    tetap berfungsi dalam kehidupannya sehari-hari dan senantiasa menciptakan
    kesempatan lansia dan ODD untuk mandiri dan berpartisipasi dalam kehidupan yang
    bermakna.

    Survei ADI mengenai demensia menunjukkan
    bahwa empat dari lima orang dan dua
    pertiga tenaga kesehatan masih keliru meyakini bahwa demensia adalah bagian
    alami dari penuaan
    . Kesalahpahaman tersebut, ditambah dengan stigma dan
    ketidakpedulian, menunda diagnosis, menghalangi akses terhadap perawatan dan
    dukungan, serta membuat jutaan keluarga berjuang sendirian.

    Asmara Pusparani, Direktur Eksekutif
    Alzheimer Indonesia mengapresiasi semua pihak yang berkontribusi untuk
    menciptakan Indonesia Ramah Demensia dan Lansia, di mana ALZI melalui berbagai
    programnya sangat mendukung pentingnya ODD dan caregivers untuk senantiasa berkarya dan berpartisipasi. Dalam hal
    rehabilitasi, program ALZI kegiatan bermakna dalam Navigasi Perawatan ALZI
    (NARAZI), ALZI Academy and Healthy Aging Centre menjadi wadah untuk ODD agar
    senantiasa berpartisipasi.

    Sepanjang bulan September, ALZI bergabung
    dalam gerakan kesadaran global di Indonesia dengan tagar #KenaliDemensia dan
    #KenaliAlzheimer
    yang mendorong orang untuk berbicara lebih terbuka,
    mencari nasihat medis lebih awal, dan mempelajari fakta tentang demensia.

    Bukan
    Bagian dari Penuaan Normal

    Meskipun Demensia Alzheimer belum ada
    obatnya, penelitian menunjukkan bahwa hingga 45% kasus dapat ditunda atau dicegah dengan mengatasi faktor risiko
    seperti merokok, tekanan darah tinggi, kurangnya aktivitas fisik, pola makan
    yang buruk, dan isolasi sosial[1].
    Alat diagnostik dan perawatan baru juga bermunculan yang dapat memperlambat
    perkembangan jika terdeteksi dini.

    Diagnosis yang tepat waktu juga menjadi kunci
    tanda-tanda gejala demensia. Menyadari 10 gejala, [2]termasuk kehilangan ingatan,
    kesulitan melakukan tugas-tugas yang biasa dilakukan, masalah bahasa, dll.,
    dapat mendorong seseorang untuk berkonsultasi 
    dengan dokter, anggota keluarga atau teman tepercaya, atau bahkan
    menghubungi saluran bantuan ALZICare di 0811 822 594.

    Disamping perawatan medis, dukungan paska
    diagnosa seperti rehabilitasi, aktivitas sosial, dan waktu rehat bagi caregiver, dapat membantu ODD untuk
    tetap mandiri dan menjaga kualitas hidup.

    Contoh Perubahan

    Demensia seringkali menjadi kondisi yang ditakuti.
    Meruntuhkan kesalahpahaman ini adalah kunci untuk menjadikan masyarakat lebih
    inklusif bagi ODD dan caregiver-nya.

    Dr. Endang Maria Sumiwi, Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas dari
    Kementerian Kesehatan RI menegaskan pentingnya pencegahan demensia melalui
    Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis yang telah berjalan sejak 10 Februari
    2025. Program ini mencakup 19 jenis pemeriksaan, termasuk skrining geriatri
    dengan instrumen SKILAS untuk menilai kapasitas intrinsik dan ADL untuk
    mengukur kemandirian lansia. Dari lebih dari 3 juta lansia yang diperiksa, lima
    masalah kesehatan terbesar yang ditemukan adalah kurang aktivitas fisik, karies
    gigi, hipertensi, obesitas sentral, dan gangguan kognitif. Sebagian besar
    kondisi tersebut merupakan faktor risiko demensia yang apabila ditangani dapat
    mencegah atau memperlambat terjadinya Alzheimer hingga 45%. Lansia dengan
    temuan ini ditindaklanjuti melalui layanan Puskesmas dan jejaringnya untuk
    diagnosis, edukasi, aktivitas kelompok sebaya, serta tata laksana yang
    diperlukan.

    Pesan
    untuk Semua Orang

    Di Bulan Alzheimer Sedunia ini, ALZI dan ADI mengajak
    individu, komunitas, tenaga kesehatan profesional, semua mitra dan pemerintah
    untuk berkontribusi . Kesalahpahaman dan stigma masih menjadi hambatan terbesar
    dalam diagnosis, pengobatan, dan perawatan yang tepat waktu. Dengan mengajukan
    pertanyaan yang tepat, mendengarkan pengalaman langsung, dan berbagi informasi
    yang akurat, kita semua dapat berperan dalam menciptakan masyarakat yang lebih
    suportif dan inklusif terhadap demensia.

    Tentunya dukungan tersebut juga perlu diteruskan paska
    diagnosa, termasuk dengan mendorong berbagai terapi dan kegiatan yang mendorong
    kegiatan aktif orang dengan demensia. Dalam kesempatan ini, Prof Monique dan
    Tassya juga berbagi mengenai program musik terapi Melody Memory yang merupakan
    salah satu bagian dari rehabilitasi kognitif bagi ODD yang terlaksana dan
    memberikan dampak positif untuk Orang Dengan Demensia dan keluarganya yang ada
    di Belanda, Bali dan Lombok.

    #KenaliDemensia
    #KenaliAlzheimer

    Facebook
    Alzheimer Indonesia

    Instagram
    @alzi_indonesia

    http://www.alzi.or.id

    [1]14 faktor risiko demensia.
    Alzheimer’s Disease International https://www.alzint.org/resource/dementia-risk-factors-infographic/

    [2] 10 Tanda Peringatan Demensia.
    Alzheimer’s Disease International https://www.alzint.org/resource/warning-signs-of-dementia-infographic/

  • Gemini AI: Menjelajah Era “AI Multimodal” dengan Sentuhan Google

    Gemini AI: Menjelajah Era “AI Multimodal” dengan Sentuhan Google

    Di tengah maraknya perkembangan artificial intelligence (AI), kemunculan Gemini AI berhasil mencuri perhatian dunia teknologi. Model terbaru dari Google ini disebut-sebut mampu membawa kecerdasan buatan ke tahap yang lebih maju.

    Jika sebelumnya kita hanya mengenal AI yang bisa diajak “ngobrol” lewat teks, kini kemampuannya sudah meluas ke level berikutnya. Dengan Gemini AI, Google menghadirkan teknologi yang bukan sekadar membaca kata, tetapi juga memahami gambar, suara, hingga video. 

    Tak heran jika banyak orang penasaran, karena cara kerja AI ini terasa semakin mirip dengan cara manusia berpikir dan berinteraksi.

    Apa Sebenarnya Gemini AI Itu?

    Gemini AI adalah model kecerdasan buatan yang dikembangkan Google DeepMind. Disebut multimodal karena teknologi ini mampu memahami berbagai jenis input sekaligus, bukan hanya teks. 

    Ini artinya pengguna dapat memberi instruksi dengan kombinasi kata, gambar, atau bahkan suara. Hasilnya, AI ini bisa menjawab dengan lebih kaya dan kontekstual.

    Versi terbaru, Gemini 2.5, bahkan digadang-gadang sebagai salah satu model AI tercerdas saat ini. Google menyebutnya mampu melakukan penalaran lebih dalam sehingga jawaban yang dihasilkan bukan sekadar cepat, tapi juga lebih masuk akal.

    Fitur yang Jadi Sorotan

    Salah satu kemampuan Gemini AI yang paling ramai dibicarakan adalah mengubah foto menjadi video pendek. 

    Bayangkan kamu punya foto produk atau momen liburan, lalu hanya dengan prompt edit foto dengan Gemini AI sederhana bisa berubah menjadi video delapan detik lengkap dengan efek suara. Fitur ini didukung model bernama Veo 3 dan sudah mulai diuji di beberapa negara.

    Selain itu, Gemini juga makin merambah ke berbagai layanan Google. Di Chrome, ia bisa membantu merangkum halaman atau mencari informasi lintas tab. 

    Di Google TV, Gemini mulai berfungsi layaknya asisten pribadi yang bisa menjawab pertanyaan dan memberi rekomendasi tontonan.

    Di Indonesia sendiri, Google baru meluncurkan paket AI Plus yang memberi akses penuh ke Gemini sekaligus penyimpanan ekstra di Google Drive.

    Kenapa Gemini Ramai Diperbincangkan

    Ada beberapa alasan kenapa tren Gemini AI jadi sorotan.

    Pertama, tren media sosial sekarang serba visual dan singkat. Fitur foto ke video jelas cocok untuk kebutuhan konten reels dan shorts. 

    Kedua, dukungan Google membuat Gemini langsung bisa diakses banyak orang lewat aplikasi yang sudah familiar. 

    Ketiga, teknologi yang ditawarkan terasa lebih canggih karena mampu berpikir sebelum menjawab, bukan sekadar memproses data.

    Di Indonesia, banyak kreator yang sudah mencoba berbagai gaya visual dari Gemini AI, mulai visual patung raksasa Gemini hingga foto gaya polaroid. Tak sedikit yang memanfaatkan cara edit foto dengan Gemini AI untuk membuat konten lebih kreatif. 

    Tren Edit Foto dengan Prompt Gemini AI

    Bukan cuma untuk bikin video, Gemini AI juga ramai dipakai untuk mengedit foto. Banyak orang mencoba edit Gemini AI foto sendiri untuk membuat tampilan yang lebih menarik di media sosial. Ada juga yang penasaran dengan hasil edit Gemini AI foto pakai jas supaya terlihat lebih formal dan profesional.

    Beberapa kreator bahkan menjajal edit Gemini AI foto profesional dengan hasil yang menyerupai jepretan fotografer, atau membuat konten seru lewat edit foto studio Gemini AI tanpa harus benar-benar datang ke studio.

    Tak kalah populer, tren edit foto berdua pakai Gemini AI juga sering muncul, biasanya untuk pasangan atau sahabat yang ingin punya potret unik bersama.

    Bahkan istilah seperti edit polaroid Gemini AI sempat viral karena hasilnya unik dan beda dari aplikasi edit foto biasa.

    Tantangan yang Perlu Diwaspadai

    Meski menjanjikan, Gemini juga menghadapi kritik. Pernah ada kasus ketika fitur generasi gambar menampilkan hasil yang bias sehingga Google sempat menonaktifkan sementara untuk perbaikan. 

    Selain itu, ada pula persoalan hak merek karena nama Gemini dipakai juga oleh perusahaan lain. Tantangan lain adalah soal akurasi dan etika, sebab AI tetap berpotensi menghasilkan konten yang menyesatkan jika tidak digunakan dengan bijak.

  • Hingga Agustus 2025, KAI Logistik Kelola Lebih dari 15 Juta Ton Barang

    Hingga Agustus 2025, KAI Logistik Kelola Lebih dari 15 Juta Ton Barang

    PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik), anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero), berhasil mencatatkan kinerja positif dengan mengelola lebih dari 15 juta ton barang sepanjang Januari hingga Agustus 2025. Angka ini menunjukkan peran KAI Logistik yang semakin vital dalam mendukung rantai pasok nasional melalui berbagai segmen layanan.

    Secara kumulatif, kinerja didominasi oleh angkutan batubara sebesar 11.459.495 ton yang menjadi tulang punggung layanan KAI Logistik. Selain itu, kontribusi signifikan juga datang dari angkutan kontainer sebesar 1.578.798 ton, angkutan semen sebesar 287.200 ton, serta angkutan pra-purna BBM/BBK sebesar 2.007.054 ton. Sementara itu, layanan kurir tercatat mengangkut 42.476 ton, dan angkutan limbah B3 mencapai 10.818 ton.

    Direktur Utama KAI Logistik, Fredi Firmansyah menyampaikan bahwa capaian ini tidak hanya mencerminkan kekuatan perusahaan dalam menjaga stabilitas kinerja, tetapi juga fleksibilitas dalam menangkap peluang di berbagai sektor industri. “Hingga Agustus 2025, KAI Logistik konsisten menghadirkan layanan logistik yang andal, mulai dari pengelolaan komoditas energi dan industri,  pengelolaan limbah B3, hingga layanan kurir yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Kinerja Agustus juga mencatatkan beberapa rekor bulanan, membuktikan kepercayaan pelanggan kepada KAI Logistik semakin kuat,” ujarnya.

    Pada Agustus 2025, beberapa lini usaha mencatatkan performa bulanan tertinggi. Layanan kurir KALOG Express berhasil mencatat volume 6.535 ton, meningkat 33 persen dibandingkan rata-rata bulanan semester I sebesar 4.928 ton. Angka ini sekaligus menjadi capaian bulanan tertinggi sepanjang 2025, hal yang sama juga tercatat pada angkutan limbah B3 juga menorehkan rekor tertinggi dengan volume 2.034 ton, meningkat signifikan sebesar 175% dibandingkan rata-rata bulanan semester I sebesar 1.161 ton.

    “KAI Logistik mengapresiasi seluruh pelanggan yang telah memilih moda kereta api sebagai sarana transportasi logistik, sebagai bagian dari misi bersama memperkuat green logistics dan membangun moda transportasi berkelanjutan. Pemanfaatan kereta api tidak hanya berkontribusi dalam menekan emisi karbon, tetapi juga mengoptimalkan usia infrastruktur jalan, sekaligus menurunkan potensi kecelakaan lalu lintas.

    Secara khusus pada angkutan limbah B3, penggunaan moda KA menjadi langkah penting dalam meminimalisir risiko cemaran lingkungan didukung dengan standar operasional dan prosedur keselamatan yang ketat,” lanjut Fredi.

    Capaian kinerja juga diakselerasi oleh dukungan teknologi informasi seperti implementasi Radio Frequency Identification pada kontainer KAI Logistik, sertifikasi halal di terminal KAI Logistik, peningkatan kapasitas angkut pada layanan KA Kontainer, hingga perluasan jaringan untuk layanan kurir yang semakin dilengkapi dengan pengalaman digital kurir melalui aplikasi KAI Logistik TRAX.

    “KAI Logistik akan terus memperkuat ekosistem logistik nasional dengan layanan yang berkelanjutan, inovatif, dan terintegrasi. Visi kami adalah menjadi tulang punggung logistik Indonesia yang tidak hanya melayani kebutuhan saat ini, tetapi juga menyiapkan masa depan yang lebih efisien dan hijau,” tutup Fredi.  

  • Dukung Visi Presiden Prabowo di PBB, Kementerian PU Membangun Infrastruktur Juga Sebagai Bagian dari Perisai Bangsa

    Dukung Visi Presiden Prabowo di PBB, Kementerian PU Membangun Infrastruktur Juga Sebagai Bagian dari Perisai Bangsa

    Jakarta, 25 September 2025 – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan apresiasi tingginya terhadap pidato Presiden RI Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (KTT PBB) di New York, Amerika Serikat, pada Selasa (23/9/2025). Menurutnya, visi yang disampaikan Presiden Prabowo di panggung dunia tersebut sangat sejalan dengan peran strategis infrastruktur sebagai fondasi ketahanan nasional.

    Dalam forum internasional itu,
    Presiden Prabowo menggarisbawahi bahwa Indonesia memilih untuk tidak hanya diam
    di tengah tantangan global. Di saat dunia menghadapi pertumbuhan populasi serta
    tekanan hebat pada sektor pangan, energi, dan air, Indonesia justru mengambil
    langkah nyata di dalam negeri seraya berkomitmen membantu negara-negara lain.

    Presiden Prabowo menegaskan
    tekad Indonesia untuk menjaga ketahanan pangan bagi generasi mendatang,
    sekaligus mewujudkan visi besar menjadi lumbung pangan dunia dalam beberapa
    tahun ke depan. Cita-cita ini akan dicapai melalui serangkaian strategi, seperti
    membangun rantai pasok pangan yang tangguh, memperkuat produktivitas para
    petani, dan berinvestasi secara masif dalam pertanian cerdas iklim.

    “Pidato Presiden Prabowo di
    hadapan para pemimpin dunia adalah pidato yang luar biasa, penuh visi, dan
    memberi kebanggaan bagi kita semua sebagai bangsa Indonesia. Pidato tersebut
    menunjukkan Presiden Prabowo berpikir jauh ke depan dalam menghadapi tantangan
    global,” kata Menteri Dody.

    Menurut Menteri Dody, konsep
    perdamaian yang diusung oleh Presiden Prabowo memiliki korelasi kuat dengan
    pembangunan infrastruktur Pekerjaan Umum yang berfungsi sebagai resiliensi atau
    daya tahan bangsa. Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur, khususnya di
    sektor vital seperti pangan, energi, dan air (Food–Energy–Water), serta
    mitigasi dampak perubahan iklim, harus dipandang sebagai sebuah bentuk
    pertahanan sipil atau non-military defense.

    “Bendungan, irigasi, sistem
    penyediaan air minum, pengendalian banjir, hingga energi terbarukan seperti
    hydropower dan floating solar adalah bukti nyata. Infrastruktur bukan sekadar
    fisik, tetapi perisai (benteng) ketahanan bangsa dalam menghadapi tantangan
    global,” ujar Menteri Dody.

    Pandangan ini didasari oleh
    realitas bahwa tantangan global seperti perubahan iklim dan ketegangan
    geopolitik di Timur Tengah telah memberikan dampak nyata pada stabilitas
    pangan, energi, dan air di Indonesia. Oleh karena itu, Menteri Dody menegaskan
    bahwa kemandirian pada tiga sektor strategis tersebut harus menjadi prioritas
    utama dalam agenda pembangunan nasional.

    “Sekali lagi, infrastruktur
    adalah perisai bangsa. Bendungan dan irigasi mendukung ketahanan pangan. SPAM
    dan sistem pengendalian banjir memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.
    Jalan dan jembatan menopang konektivitas dan distribusi logistik. Semua itu
    menjadi bagian dari ketahanan nasional di tengah dinamika global,” ungkap
    Menteri Dody.

    Menteri Dody menggambarkan
    resiliensi sebagai sebuah seni untuk bertahan sekaligus bertumbuh di tengah
    tantangan.

    “Resiliensi itu bisa kita
    lihat ketika sawah tetap hijau di musim kemarau karena bendungan hadir di
    belakangnya, ketika masyarakat yang dilanda banjir tetap bisa tersenyum karena
    tanggul baru melindungi rumah mereka. Atau ketika petani tetap bisa panen karena jaringan
    irigasi mengalirkan air dari bendungan,” tutur Menteri Dody.

    Untuk mewujudkan hal
    tersebut, Menteri Dody menegaskan komitmen penuh kementeriannya untuk
    menerjemahkan arahan Presiden menjadi kerja nyata di lapangan. Konkretnya,
    Kementerian PU telah menetapkan target pada Tahun Anggaran 2025. Rinciannya
    antara lain: kementerian akan membangun 16 bendungan baru, 20,52 kilometer
    jalan tol, dan 45.000 hektare jaringan irigasi baru. Selain itu, ada pula
    program rehabilitasi jaringan irigasi seluas 10.000 hektare guna memperkuat
    rantai pasok pangan, mendukung swasembada, dan memastikan para petani
    memperoleh suplai air yang berkelanjutan.

    Semua target
    Kementerian PU itu terangkum dalam program strategis PU608, yang tidak hanya
    berfokus pada pembangunan fisik tetapi juga mendorong efisiensi investasi,
    pengentasan kemiskinan, serta pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 8
    persen pada tahun 2029. Program juga dirancang untuk memperkokoh resiliensi
    Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim, ketidakpastian ekonomi global, dan
    krisis geopolitik.

     “Kementerian PU siap mendukung
    penuh arahan Presiden Prabowo. Perdamaian yang beliau gaungkan di forum
    internasional menjadi semangat bagi kami untuk membangun resiliency nasional
    melalui infrastruktur sumber daya air, pangan, energi, dan konektivitas,” tutup
    Menteri Dody.

    Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja,
    Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo
    Subianto.

    #SigapMembangunNegeriUntukRakyat

    #SetahunBerdampak

  • The Fed Pangkas Suku Bunga, Tapi Bitcoin Malah Ambruk, Investor Panik?

    The Fed Pangkas Suku Bunga, Tapi Bitcoin Malah Ambruk, Investor Panik?

    Jakarta, 25 September 2025 – Pasar kripto kembali berada di bawah tekanan setelah Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga bulan ini. Alih-alih memicu reli seperti yang diharapkan sebagian investor, keputusan tersebut justru meningkatkan kehati-hatian karena dianggap menandakan pelemahan ekonomi Amerika Serikat.

    Pada Kamis (25/9), Bitcoin (BTC) diperdagangkan di kisaran US$111.548 atau sekitar Rp1,86 miliar (kurs Rp16.750 per dolar AS), turun lebih dari 4,7% dalam sepekan terakhir. Ethereum (ETH) merosot tajam ke US$3.990, terkoreksi sekitar 11% dibanding pekan sebelumnya. XRP melemah 6% ke US$2,89, sedangkan Solana (SOL) mencatat penurunan terdalam, anjlok lebih dari 15% ke US$203. BNB juga turun ke level US$988.

    Tekanan ini terjadi akibat likuidasi besar-besaran di pasar derivatif dan melemahnya arus masuk ke ETF Bitcoin spot. Di sisi lain, penguatan dolar AS serta kenaikan imbal hasil obligasi membuat investor lebih memilih aset safe haven, seperti emas yang kini mendekati harga US$3.800 per ons.

    Data The Block menunjukkan, sejak awal Agustus, nilai ETF BTC hanya tumbuh sekitar 2%. Sebaliknya, ETF ETH mencatatkan lonjakan 33% dalam periode yang sama. Pertumbuhan ini bahkan melampaui kenaikan harga ETH, yang naik 13% dalam dua bulan terakhir, menandakan minat lebih besar pada produk berbasis Ethereum dibanding Bitcoin.

    Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan pola pelemahan pasar pasca-pemangkasan suku bunga sebenarnya cukup umum. “Pasar biasanya cenderung lesu lebih dulu sebelum menemukan titik stabil, lalu memasuki fase pertumbuhan baru beberapa bulan kemudian,” ujarnya.

    Fyqieh menilai Bitcoin saat ini masih berada dalam fase konsolidasi dengan support kuat di sekitar US$111.000. “Tekanan jual memang besar, tapi data on-chain menunjukkan cadangan BTC di bursa turun ke level terendah tahun ini, yaitu 2,4 juta BTC. Ini artinya, kepercayaan holder jangka panjang masih terjaga,” katanya.

    Potensi Pasar ke Depan

    Ia menambahkan, potensi pemulihan tetap terbuka jika BTC mampu menembus level psikologis US$114.000. “Kenaikan kecil yang terlihat bisa menyembunyikan potensi lonjakan lebih besar, terutama jika sentimen institusional lewat ETF kembali menguat. Namun, jika support utama gagal bertahan, BTC bisa kembali ke bawah US$110.000, dan itu berpotensi menyeret altcoin lebih dalam,” jelasnya.

    Dalam jangka pendek, volume perdagangan yang masih rendah membuat pasar rentan terhadap pergerakan volatil. Namun, jika Bitcoin mampu menembus US$118.000, peluang menuju US$125.000 akan terbuka. Bahkan, target optimistis hingga US$140.000 sebelum akhir tahun dinilai masih realistis, meski ada kemungkinan koreksi lebih dalam hingga US$108.000.

    Ke depan, Bitcoin diperkirakan tetap menjadi penentu arah pasar kripto secara keseluruhan. Altcoin utama seperti Ethereum, Solana, dan XRP kemungkinan besar akan mengikuti pergerakan BTC, sementara faktor makroekonomi global dan minat institusional masih akan menjadi katalis utama bagi pasar.

  • Menara Jakarta Office Tower: Perkantoran Premium di Pusat Kemayoran

    Menara Jakarta Office Tower: Perkantoran Premium di Pusat Kemayoran

    Jakarta, 25 September 2025 – Jakarta selalu tumbuh dengan wajah baru, dan Kemayoran kini bersiap menyambut salah satu transformasi terbesarnya. Menara Jakarta Office Tower hadir bukan hanya sebagai gedung perkantoran modern, tetapi sebagai simbol kehidupan baru yang memadukan kerja, hunian, gaya hidup, dan inspirasi di satu kawasan terintegrasi.

    Berdiri megah tepat di depan JIEXPO Kemayoran, Menara Jakarta Office Tower membawa harapan baru bagi kawasan yang selama ini dikenal sebagai pusat pameran dan acara berskala internasional. Kini, Kemayoran melangkah lebih jauh, dari yang dianggap hanya lokasi event menjadi destinasi urban yang lengkap, dinamis, dan berkelas dunia.

    “Di ASRI, kami percaya bahwa setiap ruang yang kami hadirkan juga menyuguhkan pengalaman. Menara Jakarta Office Tower kami hadirkan untuk memberi arti lebih dari sekadar gedung kantor. Ini adalah ruang di mana ide tumbuh, kolaborasi tercipta, dan kehidupan menemukan ritmenya,” ujar Troy Fridatama, GM Corporate Communications & Affairs ASRI

    Menara Jakarta Office Tower menghadirkan 400 ruang kantor premium yang dirancang dengan material berkualitas tinggi serta fasilitas kelas atas. Setiap detailnya direncanakan untuk mendukung produktivitas, kenyamanan, sekaligus prestise. Dengan ketinggian 38 lantai, bangunan ini tidak hanya menawarkan pemandangan indah Jakarta, tetapi juga menghadirkan Sky Lounge dan Bar di puncaknya, sebuah tempat untuk networking, mencari inspirasi, dan berkolaborasi tanpa batas.

    Refleksi dari Urban Lifestyle

    Menara Jakarta Office Tower mencerminkan wajah baru urban lifestyle. Terletak di jantung kawasan bisnis Jakarta dan hanya beberapa langkah dari Jakarta International Expo, Menara Jakarta adalah pilihan ideal bagi perusahaan yang ingin berkembang dalam lingkungan yang dinamis sekaligus inspiratif.

    Keterintegrasian kawasan juga menjadi daya tarik utamanya. Para profesional yang bekerja di sini tidak hanya mendapatkan ruang kerja modern, tetapi juga akses langsung ke K Mall dengan beragam kuliner, hiburan, dan retail, serta hunian eksklusif Menara Jakarta yang memberi kenyamanan tinggal terhubung langsung dengan dunia kerja. Semua ini menjadikan kehidupan di Kemayoran lebih efisien, seimbang, dan menyenangkan.

    Kehadiran Menara Jakarta Office Tower  juga menjadi bagian dari revitalisasi Kemayoran sebagai salah satu kawasan paling penting di Jakarta. Selama puluhan tahun, Kemayoran identik dengan bandara lama dan JIEXPO. Kini, melalui proyek berskala besar Menara Jakarta, kawasan ini bertransformasi menjadi pusat kehidupan baru. Membawa energi segar, menghidupkan kembali potensi, dan menjadikannya destinasi yang membanggakan.

    Mari melihat Kemayoran dengan mata yang baru. Sebuah kawasan yang bukan lagi sekadar lokasi, tetapi destinasi. Sebuah ruang yang bukan hanya gedung, tetapi kehidupan. Foto dapat diunduh di sini.

  • DPR Dukung MIND ID Atasi Tambang Ilegal dan Kembangkan Hilirisasi Timah

    DPR Dukung MIND ID Atasi Tambang Ilegal dan Kembangkan Hilirisasi Timah

    JAKARTA – Holding BUMN Pertambangan MIND ID memperkuat tata kelola PT Timah Tbk (TINS) dengan fokus pada pengendalian tambang ilegal dan percepatan hilirisasi produk timah. Komisi VI DPR RI menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis tersebut.

    Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka menegaskan DPR mendukung penuh pembentukan Satgas Timah dan langkah pengendalian tambang ilegal.

    “Ini era baru. Presiden sudah menegaskan tidak akan mundur menghadapi mafia, termasuk mafia timah. Kami berharap implementasi langkah ini konsisten agar tidak terulang lagi kebocoran besar,” ujarnya dalam RDP dengan Komisi VI DPR RI, Senin (22/9/2025).

    Komisi VI juga mengapresiasi upaya PT Timah mengakomodasi penambang tradisional melalui koperasi dan kemitraan. Skema ini dinilai membuka jalan legal bagi masyarakat untuk berpartisipasi di sektor pertimahan tanpa bergantung pada pasar gelap.

    Anggota Komisi VI DPR RI, Budi S. Kanang, memberikan perhatian khusus terhadap nasib penambang timah tradisional. Ia menekankan perlunya pemisahan secara tegas antara penambang tradisional dan penambang ilegal. Menurutnya, penambang tradisional sudah lebih dahulu ada sebelum perusahaan terbentuk, sementara penambang ilegal kerap dikendalikan oleh eksportir maupun pedagang tidak resmi.

    “Yang perlu diakomodasi secara sempurna adalah para penambang tradisional ini. Jangan sampai mereka menjual hasil tambangnya ke pasar gelap, tetapi diarahkan ke pasar resmi yang jelas,” tegasnya.

    Direktur Utama PT Timah Tbk dalam paparannya di DPR menjelaskan perbaikan tata kelola menjadi prioritas utama. Melalui Satgas Internal, perusahaan melakukan penyekatan wilayah IUP, penertiban penambangan ilegal, serta mengorganisir penambang tradisional ke dalam koperasi.

    “Kami bersaing langsung dengan yang ilegal. Dengan Satgas Internal kami melakukan penyekatan, mengorganisir penambang tradisional, dan memastikan seluruh timah dari IUP PT Timah masuk secara legal,” ujarnya.

    Dengan adanya penertiban tambang illegal ini, maka mampu meningkatkan kekuatan Timah dalam meningkatkan hilirisasi. imah tengah memperkuat hilirisasi dengan mengembangkan produk bernilai tambah seperti tin solder dan tin chemical melalui PT Timah Industri di Cilegon. Perusahaan juga mendorong pengolahan bijih timah medium grade menjadi logam siap ekspor kadar 99,9% SN, sehingga mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.

    Anggota Komisi VI DPR RI Budi Kanang menekankan pentingnya mapping yang jelas antara produksi tambang timah dan bahan baku hilir. “Hilirisasi harus lebih tinggi secara bertahap agar industri turunannya berkembang,” ujarnya.

    Dengan dukungan politik dan penguatan tata kelola, MIND ID dan PT Timah diharapkan mampu menjadikan Bangka Belitung sebagai contoh pertambangan timah yang tertib, berkelanjutan, dan bernilai tambah tinggi bagi perekonomian nasional.

  • 82% Target Net Zero Tidak Terverifikasi saat Data Emisi Scope 3 Menjadi Isu Kritis dalam Strategi Iklim Korporasi

    82% Target Net Zero Tidak Terverifikasi saat Data Emisi Scope 3 Menjadi Isu Kritis dalam Strategi Iklim Korporasi

    Meskipun ambisi keberlanjutan korporasi semakin meningkat, sebagian besar target Net Zero belum diverifikasi. Di Asia-Pasifik, meski 53% perusahaan telah berkomitmen pada Net Zero, namun hanya 18% yang telah divalidasi oleh Science-Based Targets initiative (SBTi), menurut Laporan Iklim PwC 2025. Tanpa data Scope 3 yang kredibel, komitmen ini berisiko dianggap sebagai ‘greenwashing’.
    Di industri-industri kritis, emisi Scope 3 menyumbang lebih dari 90% total emisi. Ini mencakup dampak hulu dan hilir seperti deforestasi, penggunaan input pertanian, transportasi, dan pembuangan limbah. Namun sebagian besar perusahaan masih mengandalkan faktor emisi generik atau model berbasis pengeluaran, bukan mengumpulkan data spesifik dari pemasok dan lokasi. Ketergantungan pada data rata-rata ini menciptakan kesenjangan kredibilitas yang besar, merusak strategi iklim, dan mengekspos perusahaan pada risiko regulasi di bawah kerangka seperti EU Corporate Sustainability Reporting Directive (CSRD) dan ISO 14068.
    KOLTIVA menjawab kesenjangan ini dengan menggabungkan sistem keterlacakan digital canggih dengan verifikasi lapangan. Melalui platform KoltiTrace MIS, Land Use Tracker, dan pengintegrasian Cool Farm Tool, KOLTIVA menyediakan data emisi yang terverifikasi sampai pada level lahan untuk rantai pasok yang terfragmentasi. Hal ini memungkinkan perusahaan tidak hanya untuk mematuhi persyaratan SBTi FLAG tetapi juga melibatkan produsen dalam aksi iklim yang nyata.

    Studi PwC–NUS Business School (2025) mengungkapkan bahwa 53% perusahaan di Asia-Pasifik telah menetapkan target Net Zero, namun hanya 18% yang telah divalidasi secara independen oleh SBTi. Bahkan lebih sedikit perusahaan yang melaporkan emisi Scope 3, padahal emisi ini biasanya mencakup lebih dari 90% jejak iklim perusahaan. Kondisi ini menciptakan kesenjangan kepercayaan yang semakin lebar. Investor semakin skeptis terhadap “target di atas kertas” tanpa bukti kemajuan nyata, sementara konsumen menuntut pembuktian bahwa klaim keberlanjutan mencerminkan realitas, bukan sekadar aspirasi. Tanpa verifikasi yang transparan, komitmen tersebut berisiko dipersepsikan sebagai greenwashing. 

    Mengapa Scope 3 Jadi Tantangan Terbesar 

    Emisi Scope 1 dan 2 dari fasilitas perusahaan dan energi yang dibeli relatif mudah dihitung. Namun, tantangan terbesar justru ada pada Scope 3: emisi tidak langsung yang terjadi di seluruh rantai pasok. Ini mencakup deforestasi akibat pasokan bahan baku, penggunaan pupuk di pertanian, logistik dan transportasi, hingga pembuangan produk di akhir siklus hidupnya. 

    Bagi banyak perusahaan, emisi Scope 3 bisa mencapai puluhan kali lipat dari gabungan Scope 1 dan 2 (Marketwatch, 2024). Meski demikian, sebagian besar perusahaan masih bergantung pada faktor emisi generik atau model berbasis pengeluaran. Hasilnya adalah data yang semakin dipertanyakan oleh regulator, investor, dan auditor. Ketergantungan pada angka rata-rata menyamarkan realitas rantai pasok, meningkatkan risiko terkena sanksi regulasi di bawah CSRD dan ISO 14068-1, serta membatasi akses terhadap pembiayaan iklim. 

    “Banyak perusahaan menetapkan target Net Zero yang ambisius, tetapi tantangan sebenarnya adalah bagaimana membuktikannya,” kata Andre Mawardhi, Senior Manager Agriculture and Environment di KOLTIVA. “Scope 3 tidak bisa ditangani hanya dengan estimasi. Tanpa data di tingkat lahan yang kredibel, target berisiko dianggap sekadar aspirasi namun tanpa kemajuan yang terukur.” 

    Fakta Lapangan: Mengapa Verifikasi Penting 

    Para ahli menekankan bahwa pengukuran Scope 3 memerlukan pergeseran dari rata-rata generik ke data yang spesifik dan kontekstual. Perubahan tata guna lahan, aplikasi pupuk, dan logistik sangat bervariasi di berbagai wilayah. Model global tunggal tidak dapat menangkap perbedaan ini. Citra satelit dan alat digital telah maju, tetapi tanpa validasi lapangan, angka-angka tetap bisa diperdebatkan. KOLTIVA menugaskan agen lapangan dan agronomis lokal yang bekerja langsung dengan petani kecil untuk memastikan data mencerminkan kenyataan. 

    “Menilai emisi bersama petani di lapangan memberi kami titik masuk untuk perubahan nyata,” tambah Andre. “Baik dengan menyesuaikan penggunaan pupuk, memperbaiki persiapan lahan, atau mengubah limbah tanaman menjadi biochar, langkah-langkah praktis ini menurunkan emisi sekaligus membangun kepercayaan. Produsen menjadi mitra iklim, bukan sekadar titik data.” 

    Pendekatan ganda ini, yang menggabungkan keterlacakan digital dengan verifikasi di tingkat lapangan, memastikan pengungkapan data mampu bertahan dari pengawasan regulator dan investor sambil mendorong perbaikan nyata di rantai pasok. 

    KOLTIVA telah mengembangkan jalur terstruktur yang mengubah ambisi iklim perusahaan menjadi aksi yang dapat diverifikasi. Pendekatan ini dimulai dengan kepatuhan dan dokumentasi terverifikasi, memetakan lahan hingga tingkat poligon untuk memastikan sumber tanpa deforestasi dan selaras dengan SBTi FLAG dan ISO 14068-1. Ini diperkuat dengan sistem keterlacakan digital KoltiTrace MIS, yang menangkap data emisi langsung dari lahan dan pemasok, bukan dari sampel terbatas. Sistem ini juga terintegrasi dengan Cool Farm Tool, kerangka kerja internasional untuk menghitung emisi gas rumah kaca di lahan, penyerapan karbon tanah, dan dampak keanekaragaman hayati. 

    Untuk menjaga integritas rantai pasok, KOLTIVA memastikan pelaporan yang transparan dan penanganan terpisah, sehingga komoditas bebas deforestasi dan rendah karbon tetap dapat ditelusuri dari asal hingga pasar. Pada saat yang sama, perusahaan memberdayakan produsen dengan alat digital, pelatihan cerdas iklim, dan insentif berbasis kinerja, memungkinkan petani mengurangi emisi langsung di sumbernya. Dengan mengintegrasikan elemen-elemen ini, KOLTIVA menjembatani kesenjangan antara realitas lapangan dan pelaporan di tingkat manajemen. 

    Kebutuhan dan Peluang Kepatuhan 

    Tekanan semakin meningkat seiring dengan kebutuhan pelaporan dan praktik ramah lingkungan yang semakin dituntut. Regulasi seperti EU Corporate Sustainability Reporting Directive (CSRD) mewajibkan perusahaan besar untuk mengungkapkan emisi Scope 3 dalam laporan tahunan. Perusahaan yang gagal melakukan verifikasi Scope 3 menghadapi sanksi, kerusakan reputasi, dan dikeluarkan dari akses pembiayaan dan pasar. Sebaliknya, perusahaan yang bergerak lebih awal mendapatkan keunggulan pertama dalam pengadaan dan akses investasi terkait iklim. 

    “Scope 3 adalah tempat aksi iklim benar-benar terjadi,” kata Manfred Borer, CEO dan Co-Founder KOLTIVA. “Tanpa transparansi rantai pasok, target iklim berisiko menjadi janji di atas kertas. Dengan menggabungkan teknologi dan keterlibatan lapangan, kami memastikan perusahaan tidak hanya menghitung tetapi juga mengurangi emisi mereka.” 

    “Data Scope 3 yang terverifikasi bukan hanya tentang kepatuhan, tetapi juga keunggulan kompetitif,” tambah Manfred. “Perusahaan yang mampu membuktikan pengurangan nyata akan membuka akses pembiayaan iklim, memperkuat kepercayaan konsumen, dan mengamankan posisi mereka dalam ekonomi rendah karbon.” 

    Seiring meningkatnya pengawasan atas komitmen iklim dari regulator, investor, dan konsumen, Scope 3 menjadi ujian nyata bagi klaim keberlanjutan korporasi. Data yang terverifikasi di tingkat lapangan menawarkan jalan untuk memulihkan kepercayaan dan membuktikan bahwa Net Zero lebih dari sekadar slogan. 

  • Solusi Ringan Punya Mobil Baru,  BRI Finance Tawarkan Program KKB 0%

    Solusi Ringan Punya Mobil Baru, BRI Finance Tawarkan Program KKB 0%

    Jakarta, 25 September 2025 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) kembali menghadirkan inovasi pembiayaan kompetitif melalui program Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) mobil baru dengan bunga khusus 0% per tahun. Inisiatif ini hadir di tengah tren kenaikan harga kendaraan baru, sekaligus menjadi upaya strategis perusahaan untuk memperluas akses masyarakat terhadap solusi pembiayaan yang ringan, aman, dan fleksibel.

    Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar penawaran komersial, melainkan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung mobilitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi. “Kami memahami mobilitas adalah kebutuhan penting, sementara harga kendaraan baru terus meningkat. Melalui program bunga 0% ini, BRI Finance ingin membantu masyarakat mewujudkan kepemilikan kendaraan dengan beban finansial yang lebih ringan, sekaligus tetap aman dan terjamin,” ujarnya.

    Program KKB mobil baru BRI Finance dilengkapi dengan tenor pembiayaan variatif, proses pengajuan cepat, serta fleksibilitas cicilan yang dapat disesuaikan dengan kemampuan nasabah. Selain itu, integrasi dengan ekosistem BRI Group memberi nilai tambah melalui kemudahan transaksi perbankan, proteksi asuransi kendaraan, hingga layanan digital untuk memantau angsuran secara real time.

    Wahyudi menambahkan, inisiatif ini sekaligus memperkuat positioning BRI Finance sebagai penyedia solusi keuangan yang inklusif. “Harapan kami, program ini tidak hanya mempermudah akses pembiayaan kendaraan, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap BRI Finance sebagai mitra finansial yang kompetitif, adaptif, dan berdaya saing,” tegasnya.

    Tak hanya mobil baru, BRI Finance juga menawarkan program pembiayaan lain yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui BRI Flash, nasabah dapat mengajukan pencairan dana tunai dengan bunga mulai dari 0,7% per bulan dan plafon hingga Rp500 juta, cukup dengan menjaminkan BPKB kendaraan. Skema ini dilengkapi tenor fleksibel hingga 4 tahun dan pencairan dana hingga 90% dari nilai kendaraan, sehingga menjadi alternatif strategis bagi masyarakat yang membutuhkan likuiditas cepat.

    Dengan rangkaian program ini, BRI Finance menegaskan perannya tidak hanya sebagai perusahaan multifinance, tetapi juga sebagai katalis dalam mendukung literasi keuangan, memperkuat daya beli masyarakat, dan menjaga keberlanjutan pertumbuhan sektor otomotif nasional. Informasi selengkapnya mengenai program pembiayaan BRI Finance dapat diakses melalui laman resmi briflash.brifinance.co.id